cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGGUNAAN PAKAN KONSENTRAT HIJAU TERHADAP KONSUMSI DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN SERTA PERUBAHAN UKURAN TUBUH PADA KAMBING PERANAKAN ETAWA Gare, Dominggus; Supartini, Nonok; Santoso, Erik Priyo
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted at Prodo people's farm, Klampok Village, Singosari District, Malang Regency, East Java. Goats that are used are male peraca male proawa as many as 16 tail. The purpose to determine the effect of green concentrate feed on consumption and body weight gain and body size changes in etawa goat. The variables observed were feed intake (organic matter, dry matter, crude protein, crude fiber and coarse fat), weight gain and body size change (body length, height, chest circumference and scrotum volume). Data were analyzed using randomized block design (RAK), with 4 treatments and 4 replications. Treatment tested were P0: Basal feed + leafless concentrate with PK 18%, P1: Basal feed + PK18% green concentrate, 10% leaf powder, P2: Basal feed + PK18% green concentrate, 20% leaf flour, P3: Feed basal + green concentrate PK18% flour 30%. The basal diet is given (kaliandra, cassava leaf, lamtoro leaf, gamal leaf, mindi, avocado, lier, sentrosema, peanut stove, mixture, mixed grass, bitter).The results showed a positive impact on feed consumption and body weight gain and body size changes although there was no significant effect (P> 0.05) between treatments. The addition of 20% green concentrate with the preparation of crude protein 18%, can increase feed consumption, and resulted in increased body weight and body size change than the concentrate without the addition of tree tree flour. It is recommended that the addition of green concentrate to alternative feed with a percentage of 20% with PK 18% can increase the body weight and body size change in etawa goat breeding as well as the need for further research on the utilization of PK 18% with the same basal feed on etawa goat breeds. Penelitian ini dilaksanakan di peternakan rakyat Dusun Prodo, Desa Klapok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.Kambing yang digunakan merupakan kambing peranakan etawa jantan sebanyak 16 ekor. Tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan konsentrat hijau terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan serta perubahan ukuran tubuh pada kambing peranakan etawa. Variabel yang diamati adalah konsumsi pakan (bahan organik, bahan kering, protein kasar, serat kasar dan lemak kasar), penambahan bobot badan dan perubahan ukuran tubuh (panjang badan, tinggi badan, lingkar dada dan volume skrotum). Data dianalisa menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diuji yaitu P0: Pakan basal + konsentrat tanpa daun dengan PK 18%, P1:Pakan basal+konsentrat hijau PK18%, tepung daun 10% , P2:Pakan basal + konsentrat hijau PK18%,tepung daun 20%, P3:Pakan basal + konsentrat hijau PK18% tepung daun 30%. Pakan basal yang diberikan berupa(kaliandra, daun singkong lamtoro, gamal, mindi, alpukat, lier, sentrosema,jerami kacang tanah, nimbah, rumput campuran, pahitan). Hasil penelitian menunjukkan dampak positif terhadap konsumsi pakan dan penambahan bobot badan serta perubahan ukuran tubuhmeskipun terdapatpengaruh yang tidak berbeda nyata (P>0,05) antar perlakuan. Penambahan konsentrat hijau 20% dengan penyusunan protein kasar 18 %, dapat meningkatkan konsumsi pakan, dan menghasilkan pertambahan bobot badan serta perubahan ukuran tubuh lebih tinggi dibandingkan konsentrat tanpa penambahan tepung daun tanaman pohon. Disarankan penambahan konsentrat hijau menjadi pakan alternatif dengan presentase 20 % dengan PK 18% mampu meningkatkan penambahan bobot badan dan perubahan ukuran tubuh pada ternak kambing peranakan etawa serta perlu ada penelitian lanjutan tentang pemanfaatan konsentrat hijau PK 18% dengan pakan basal yang sama pada ternak kambing peranakan etawa.
PERTUMBUHAN TANAMAN LIAR SEBAGAI REMEDIATOR PADA LAHAN YANG TERCEMAR LOGAM BERAT Iswandika, Ferra Caca; Astutik, Astutik; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remediator plant is a plant that can grow contaminated with heavy metals and has the ability to absorb heavy metals in the soil. This study aims to determine the potential for some wild plants that grow around farmland as Remediator plants in heavy metal contaminated soil. Research conducted dilahan contaminated chemicals in Sumber Brantas, Bumiaji Kota Batu. Research using single factor randomized block design with three types of treatment, KB1: Tempuyung (Sonchus arvensis L), KB2 : Roots fragrance (Vetivera zizainoides L.), KB3: Lulangan (Eleusine indica L.). Parameter observations include the following: plant height (cm), Number of tillers, root length (cm). The results showed differences in the growth of three crops Remediator on plant height, number of tillers and root length. Plant growth is best remediator lulangan with an average of 56.67 tillers / plant and average root length of 49.06 cm / plant at the age of 10 weeks. Tanaman remediator adalah tanaman yang mampu tumbuh dilahan yang tercemar logam berat dan memiliki kemampuan untuk menyerap logam berat didalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi beberapa tanaman liar yang tumbuh disekitar lahan pertanian sebagai tanaman remediator pada tanah yang tercemar logam berat. Penelitian dilaksanakan dilahan yang tercemar bahan kimia di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktor tunggal dengan 3 jenis perlakuan, KB1: Tempuyung (Sonchus arvensis L), KB2 : Akar wangi (Vetivera zizainoides L.), KB3 : Lulangan (Eleusine indica L.). Parameter pengamatan meliputi : Tinggi tanaman (cm), Jumlah anakan, panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pertumbuhan ketiga tanaman remediator terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan dan panjang akar. Pertumbuhan tanaman remediator yang terbaik adalah lulangan dengan rata-rata 56,67 anakan/tanaman dan rata-rata panjang akar 49,06 cm/tanaman pada umur 10 minggu.
FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PETERNAK DALAM USAHA TERNAK SAPI PERAH DI KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Maora, igna; Santoso, Erik Priyo; Sumarno, Sumarno
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was conducted to study the socio-economic factors that influence the decision of dairy farmers in the districts Ngantang Malang regency. Data analysis method used in this research is the quantitative analysis using multiple linear program computer regression Statistical Product and Service Solution (SPSS) version 21. The sampling technique used the reasoned sampling technique in the breeder who keeps the dairy cows. Data obtained by direct interview and questionnaire, where the variable Y is the decision of the breeder in the dairy cattle trade and X is the explanatory variable covering the main job (X1), the number of family members (X2), the level of education (X3), and area (X5). Company capital and level of education significantly influence decision of dairy farmers. While main job, number of family members and area of land has no significant effect on dairy farmers' decision. According to the research, business capital is a very real factor influencing the decision of farmers in the dairy cattle sector. It is expected that in the next research, the researcher may develop research on the variables that influence the breeder's decision in the dairy cattle trade by using other variables that were not used in this study. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif dengan menggunakan regresi linear berganda program komputer Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 21. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling terhadap peternak yang memelihara ternak sapi perah. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dan kuesioner, dimana variabel Y adalah keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah dan X adalah variabel penjelas yang meliputi pekerjaan utama (X1), jumlah anggota keluarga (X2), tingkat pendidikan (X3), modal usaha (X4), dan luas lahan (X5). Modal usaha dan tingkat pendidikan berpengaruh signifikan terhadap keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah. Sedangkan pekerjaan utama, jumlah anggota keluarga dan luas lahan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah. Dari hasil penelitian, modal usaha merupakan faktor yang sangat nyata mempengaruhi keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah. Diharapkan pada penelitian selanjutnya peneliti dapat mengembangkan penelitian tentang variabel yang mempengaruhi keputusan peternak dalam usaha ternak sapi perah dengan menggunakan variabel-variabel yang lain yang belum digunakan dalam penelitian ini
PRODUKSI TELUR ITIK MOJOSARI DENGAN PEMBERIAN PAKAN CAMPURAN KEONG SAWAH Daro Ngga?a, Maria Diana; Supartini, Nonok; Suroto, Karunia Setyowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to determike feeding to mojosari duck egg production and to give alternative duck feed. This study used a complete randomized design (RAL) method consisting of 7 treatments ie A0B0, A0B1, A0B2, A0B3, A1B1, A1B2, A1B3 and each treatment was repeated 3 times so that there were 21 experimental units. The material used is the female, with the age of 6-7 months, as many as 30kor that match the research criteria of the same maintenance and hatching, the same weight with an average of 1.6kg. This study used 7 treatments: A0B0: using 100% bran, A0B1: Without using rice aking rice + rice snail 25%, A0B2: without using rice rice aking rice + 35% rice snail, A0B3: without using rice rice + 45% rice snail, A1B1: using Rice aking rice + rice snail 25%, A1B2: aking rice user + rice field snail 35%. The results of this study indicate that fresh feed consumption gives a very real effect (P
Kajian Konsentrasi Bakteri Asam Laktat Dan Lama Fermentasi Dalam Pembuatan Tepung Mocaf Bakteri Asam Laktat Terhadap Fisika Kimia Tepung Mocaf Soares, Rosalino De jesus; Santosa, Budi; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi yang terbaik antara konsentrasi Bakteri Asam Laktat dan lama fermentasi dalam pembuatan tepung mocaf. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang di susun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor I yaitu konsentrasi bakteri asam laktat terdiri dari 5 level (B1=0%), (B2=1%), (B3=2%), (B4=3%), (B5=4%), dan faktor II yaitu lama fermentasi 4 level (F1= 6 Jam), (F2=12 Jam), (F3=24 Jam), (F4=36 Jam) dengan 2 kali ulangan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi yang terbaik adalah bakteri asam laktat 4% dan lama fermentasi 24 jam dengan kadar air 2,885%, kadar abu 2,92%, viskositas 3800cps, derajat putih 548,75L*, daya gelatinisasi 82,95ÂșC.
PEMBUATAN PERMEN KERAS (Hard Candy) MENGANDUNG EKSTRAK DAUN KUMIS KUCING (Orthosiphon stamineus Benth) DAN EKSTRAK BUNGA MAWAR MERAH (Rosa damascene Mil) DAN KELAYAKAN USAHA Sada, Maria Yasinta; Ahmadi, KGS; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hard candy is a type of candy that has a hard texture, clearlook, shiny, and taste good. Some efforts to enrich the content of candy areby enriching the nutrients and natural coloring. One of the plants that can be used are kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) and red roses. The objective of the research was to obtain the bestconcentration of kumis kucing extract (Orthosiphon stamineus Benth) and red rose extract (Rosa damascene Mil) for hard candy production and the feasibility of the business. This research used a completely randomized design (CRD) with a single factor.The results showed that the best treatment was the 25% kumis kucing extract (Orthosiphon staminaes Benth) and 75% of red rose extract with 8.90% of reduced sugar content, 0.03% ash content, 4.65% water content, 4.18% flavor, 3,61% aroma and 4.0% ofcolor preference. The capacity of raw material of kumis kucing extract was 2.000 ml / day, red rose extract was 6.00 ml / day, sucrose was 8.000 gram / day, and 4000 gram / day of glucose syrup and they were worth to be developed with HPP IDR. 2.391,72 / pack. The BEP of IDR. 31.217.024,50. The selling price was IDR. 2.750,48 / pack of 60 gr. The net profit in a day was IDR. 43.051,20 and RCR of 1.15. Permen keras (Hard Candy) merupakan jenis permen yang memiliki tekstur keras, tampak bening, mengkilap, dan rasa yang enak. Upaya untuk memperkaya kandungan permen adalah dengan memperkaya nutrisi maupun pewarna alami. Salah satu tanaman yang dapat digunakan adalah tanaman kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) dan bunga mawar merah.Tujuan penelitian untuk mendapatkan konsentrasi ekstrak daun kumis kucing (Orthosiphon stamineus Benth) dan ekstrak bunga mawar merah (Rosa damascene Mil) yang tepat dalam pembuatan permen keras (Hard Candy),dan mengkaji kelayakan usaha. Penelitian menggunakan metode percobaan rancangan acak lengkap (RAL) dengan faktor tunggal. Hasil penelitian menunjukan perlakuan terbaik yaitu ekstrak daun kumis kucing 25% dan ekstrak bunga mawar merah 75% dengan kadar gula reduksi 8.90%, kadar abu 0.03%, kadar air 4.65%, kesukaan rasa 4.18%, kesukaan aroma 3.61%, kesukaan warna 4.0%. Kapasitas bahan baku ekstrak daun kumis kucing 2.000 ml/hari, ekstrak bunga mawar merah 6.00 ml/hari, sukrosa 8.000 gram/hari, dan sirup glukosa 4.000 gram/hari layak diusahakan dengan HPP sebesar Rp. 2.391,72/kemasan. BEP sebesar Rp. 31.217.024,50 Harga jual yaitu Rp. 2.750,48/kemasan 60 gram, Keuntungan bersih dalam sehari sebesar Rp. 43.051,20 dan RCR sebesar 1,15.
PENGARUH PRODUKSI CPO DOMESTIK HARGA CPO INTERNASIONAL DAN NILAI TUKAR TERHADAP VOLUME EKSPOR CPO INDONESIA Indayati, Dewi; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze the influence of domestic CPO production, international CPO price and exchange rate to export volume of CPO. This research explanotory research uses secondary data per month during period 2012-2015 with data source come from BPS, Bank Indonesia, Info Sawit. Data analysis method used is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate the coefficient of determination of 0.507 which means the independent variables are able to explain the dependent variable of 51%. The analysis shows that international CPO prices significantly influence the export volume of CPO while domestic CPO production and exchange rate do not significantly influence the export volume of Indonesian CPO. The price of international CPO has the most dominant effect on the volume of CPO Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh produksi CPO domestik, harga CPO internasional dan nilai tukar terhadap volume ekspor CPO. Penelitian explanotory research ini menggunakan data sekunder per bulan selama periode 2012-2015 dengan sumber data berasal dari BPS, Bank Indonesia, Info Sawit. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,507 yang berarti variabel bebas mampu menjelaskan variabel terikat sebesar 51%. Hasil analisis menunjukkan harga CPO internasional berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor CPO sedangkan produksi CPO domestik dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor CPO Indonesia. Harga CPO internasional berpengaruh paling dominan terhadap volume CPO Indonesia.
PEMBERIAN PUPUK CAIR DAN TAKARAN (NITROGEN) PADA TANAMAN SAWI DAGING (Brassica Juncea) Laba, Jefri Wada; Adisarwanto, Titis; widowati, widowati
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di lahan milik petani di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dengan ketinggian 523 m di atas permukaan laut. Pelaksanaan penelitian ini dari bulan September hingga Oktober 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair dan takaran N terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi daging. penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Pola faktorial yaitu dengan dua faktor. Faktor I adalah jenis pupuk cair. Faktor II adalah konsentrasi pemberian pupuk urea. Terdapat 15 kombinasi perlakuan yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 45 petak. Setiap perlakuan ada 4 polibag sehingga terdapat 180 polibag. Respon tanaman sawi daging terhadap pemberian pupuk Urea disebabkan tanaman sawi daging merupakan salah satu jenis tanaman sayuran dengan hasil panen utamanya adalah daun sehingga proses pertumbuhan tanaman sawi daging yang harus terpenuhi suplai unsur haranya sampai pada fase vegetatif saja. Nitrogen merupakan unsur yang paling penting dalam pertumbuhan tanaman sawi karena nitrogen merupakan salah satu unsur hara esensial.
APLIKASI ENZIM PAPAIN DALAM PEMBUATAN TEPUNG CANGKANG KERANG DARAH (Anadara granosa) Darat, Kristian Umbu; Mushollaeni, Wahyu; Tantalu, Lorine
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blood Clam is one of marine biota whose production amount is greatly increased throughout the year. However, the utilization of blood clam shell has not been maximized. Blood clam shell has only become a general waste at the fish auction. This study aimed to determine the proper concentration of papain enzyme to produce the best quality of clam shell flour. The calculation of business feasibility analysis was done descriptively with capital investment. The results of this study indicated that with a capacity of 20 kg per day the investment capital of IDR 1,917,817 with operational cost was IDR 4,260,000 per year. The calculation of business was carried out within one year and the HPP was IDR 17,228,46 / kg. The net profit per day of 10% was IDR 31,011.12 with BEP value was IDR 30,428,571.42 per year. RCR obtained from the calculation of the business feasibility of the blood clams shell flour was 1.10. Kerang Darah merupakan salah satu hasil biota laut yang jumlah produksi selalu meningkat sepanjang tahun. Namun pemanfaatan cangkang kerang darah belum maksimal. Keadaan cangkang kerang darah hanya menjadi limbah umunya di tempat pelelangan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi enzim papain yang tepat untuk menghasilkan tepung cangkang kerang darah dengan kualitas terbaik. Perhitungan analisa kelayakan usaha dilakukan secara deskriptif dan investasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan kapasitas 20 kg per hari diperoleh modal investasi sebesar Rp. 1.917.817 dengan biaya operasional sebesar Rp. 4.260.000 per tahun. Perhitungan usaha dilaksanakan dalam jangka satu tahun dan didapatkan HPP sebesar Rp. 17.228,46/kg. Keuntungan bersih per hari dari 10% adalah Rp. 31.011,12 dengan nilai BEP adalah Rp. 30.428.571,42 per tahun. RCR yang diperoleh dari hitungan kelayakan usaha pembuatan tepung cangkang kerang darah adalah 1,10.
PENAMBAHAN UNSUR K DAN MG UNTUK MENINGKATKAN DERAJAT KEMANISAN BUAH STROBERI (Fragaria sp L.) VARIETAS Earlibrite Masni, Teresia Maria; Indawan, Edyson; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to determine the influence of the element of K and Mg on the degree of sweetness of fruit strawberry varieties Earlibrite. The study conducted from April to July 2016, in Hall Citrus and subtropical fruits, Highway Tlekung 1 Junrejo Kota Batu, research using randomized block design (RAK ) factorial consisting of two factors. Factor 1 dose of KCL fertilizer (K), which consists of three levels, namely fertilizers KCL 0 g / plant (K0), KCL dose of 2 g / plant (K1), KCL fertilizer dose of 4 g / plant (K2). Factor 2 Dose Fertilizer Kieserit (Mg), which consists of three levels, namely fertilizers Kieserit 0 g / plant (M0), the dose of fertilizer Kieserit 6 g / plant (M1), the dose of fertilizer Kieserit 12 g / plant (M2). Parameter observations: the amount of interest (interest), the amount of fruit (fruit), fruit length (mm), fruit diameter (mm), weight of fruit (g), and the levels of sweetness (0brix). The results showed there was an interaction between KCL and Kieserit the canopy height age of 14 days in combination K1M2 (14.78). Both KCL or Kieserit no effect on all the variables K and Mg elements diamati.Penambahan not significantly affect the degree of sweetness of fruit Strawberries, but in an increased quantity Kieserit dose followed by strawberry fruit sweetness level. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh unsur K dan Mg terhadap derajat kemanisan buah Stroberi Varietas Earlibrite. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai Juli 2016, di Balai Tanaman Jeruk dan buah subtropika, Jalan Raya Tlekung No.1 Junrejo Kota Batu, Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor 1 dosis pupuk KCL (K) yang terdiri dari tiga taraf yaitu dosis pupuk KCL 0 g/tanaman (K0), dosis KCL 2 g/tanaman (K1), dosis pupuk KCL 4 g/tanaman (K2). Faktor 2 Dosis Pupuk Kieserit (Mg) yang terdiri dari tiga taraf yaitu dosis pupuk Kieserit 0 g/tanaman (M0), dosis pupuk Kieserit 6 g/tanaman (M1), dosis pupuk Kieserit 12 g/tanaman (M2). Parameter pengamatan: jumlah bunga (bunga), jumlah buah (buah), panjang buah (mm), diameter buah (mm), berat buah (g), dan kadar kemanisan (0brix). Hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara KCL dan Kieserit terhadap tinggi tajuk umur 14 hari pada kombinasi K1M2 (14,78). Baik KCL maupun Kieserit tidak berpengaruh pada semua variabel yang diamati. Penambahan unsur K dan Mg tidak berpengaruh nyata terhadap derajat kemanisan buah Stroberi, namun secara kuantitas peningkatan dosis Kieserit diikuti pula oleh tingkat kemanisan buah Stroberi.