cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2021)" : 10 Documents clear
ANALISIS PENANGANAN WABAH COVID-19 DALAM PERSPEKTIF MODEL COLLABORATIVE GOVERNANCE (STUDI KASUS PADA DESA KARANG REJO, KECAMATAN PURWOSARI , KABUPATEN PASURUAN) Nur Chumairo; Aan Warul Ulum
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.866 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2260

Abstract

The Covid-19 pandemic, which has become a global disaster in the past one year and has not yet found a bright spot on when this pandemic will end, has resulted in unstable mobility of the country, one of which is in Indonesia. As a country with a high enough number of exposure, the government has issued an appeal or written regulation as an effort to prevent the spread of Covid-19. Various layers of society or the smallest sphere of government such as KarangRejo village have taken many actions in handling covid-19, by using the principle of collaborative governance, the government can run programs in the prevention or handling of covid-19 thoroughly because of the involvement of various sectors that work together to overcome the impact of the outbreak. covid-19. The method used in this research is qualitative descriptive by collecting primary and secondary data and through the process of observation and interviews so that it can be seen how programs and policies in handling the covid-19 outbreak in KarangRejo village when viewed from a collaborative governance perspective, which will be further discussed. in this collaborative governance perspective analysis journal of the handling of the covid-19 outbreak.Keywords: Collaborative Governance, Covid-19, GovermentPandemi covid-19 yang telah menjadi musibah global dalam jangka waktu satu tahun terakhir dan belum menemukan titik terang mengenai kapan pandemi ini berakhir, sehingga mengakibatkan mobilitas negara berjalan kurang stabil salah satunya di Indonesia. Sebagai negara dengan jumlah terpapar yang cukup tinggi mengakibatkan pemerintah mengeluarkan himbauan ataupun peraturan tertulis sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran covid-19. Berbagai lapisan masyarakat ataupun lingkup terkecil pemerintahan seperti desa Karang Rejo yang melakukan banyak tindakan dalam penanganan covid-19, dengan menggunakan prinsip collaborative governance pemerintah dapat menjalankan program dalam pencegahan ataupun penanganan covid-19 dengan menyeluruh karna terlibatnya berbagai sektor yang berkerjasama untuk menanggulangi dampak dari wabah covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data primer dan sekunder serta melalui proses observasi dan wawancara sehingga dapat diketahui bagaimana program dan kebijakan daalam penanganan wabah covid-19 di desa Karang Rejo jika dilihat dari perspektif collaborative governance , yang akan lebih jauh dibahas dalam jurnal analisa penanganan wabah covid-19 dalam perspektif collaborative governance ini.Kata Kunci : Collaborative Governance, Covid-19, Pemerintah
PENGGUNAAN KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL TWITTER DI KALANGAN REMAJA DI KECAMATAN CIBINONG, KABUPATEN BOGOR Cicilia Afrilia Damayanti Simbolon
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2603.237 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2356

Abstract

The use of twitter among Cibinong teenagers has different motives from one another. The purpose of this study was to find out what teenagers around the Cibinong sub-district often accessed on twitter and how the impact they felt. The sample used is 10 teenagers who live in the area around Cibinong. This study uses a qualitative approach, namely by interviewing several teenagers. This study concludes that adolescents in Cibinong sub-district use Twitter as a source of up-to-date information that has a wide scope and can be accessed by anyone. Some teenagers also use this social media to communicate with fellow mutuals on their accounts. This causes social relationships with new people known in cyberspace. In addition, teenagers use twitter as a medium for learning English and some use twitter as a place to sell. However, on the other hand, twitter for teenagers has a bad impact, for example, teenagers must be able to fortify themselves not to access indecent content. Another bad impact, teenagers are difficult to manage time, they tend to spend time playing twitter or for them twitter can be addictive in its use.Keywords: Motive, Teenagers, TwitterPenggunaan twitter di kalangan remaja Cibinong memilki motif yang berbeda satu dengan yang lain. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja yang sering diakses para remaja sekitar kecamatan Cibinong di twitter serta bagaimana dampak yang mereka rasakan. Sampel yang digunakan adalah 10 remaja yang tinggal di daerah sekitaran Cibinong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu melakukan wawancara beberapa orang remaja. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa remaja di kecamatan Cibinong menggunakan media sosial twitter sebagai sumber informasi ter up to date yang cakupannya luas dan dapat diakses siapa saja. Sebagian remaja juga menggunakan media sosial ini untuk berkomunikasi dengan sesama mutualan di akun mereka. Hal ini menyebabkan terjadinya hubungan sosial dengan orang yang baru dikenal dalam dunia maya. Selain itu remaja menggunakan twitter sebagai media belajar bahasa inggris serta ada juga yang menggunakan twitter sebagai tempat untuk berjualan. Namun, di sisi lain twitter bagi remaja memiliki dampak buruk, misalnya remaja harus mampu membentengi diri mereka untuk tidak mengakses konten-konten yang tidak senonoh. Dampak buruk lainnya, remaja sulit mengatur waktu, mereka cenderung menghabiskan waktu untuk bermain twitter atau bagi mereka twitter dampat membuat kecanduan dalam penggunaannya.Kata kunci: Motif, Remaja, Twitter 
IMPLEMENTASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL DI DESA BUMIAJI KOTA BATU Tiara Dewi Sekarningrum; Sonia S N; Rizki Aulia Adinda
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.692 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2308

Abstract

IT-based population admnistration service program is one of the programs that utilize technology created by the Department of Civil Registration and Civil Records of Batu City. Administrative services provided by the service unit in the form of recording, decision making, documentation and other activities that produce the final product in the form of documents. The public as users of public services certainly have hopes to get good public services from the government. In accordance with the Decree of the Minister of Empowerment of State Apparatus No. 63 of 2004 concerning General Guidelines for the Preparation of Public Satisfaction Index of Government Agency Service Units. The method used in this study is qualitative research with descriptive-analytical research type. The results showed that electronic-based public services in the population and civil service in the village of Bumi Aji have been running well can be seen from several aspects, namely the competence of officers, service costs, turnaround times, infrastructure facilities, procedures, and service products. From the results of the study showed that. (1) Supporting factors are the existence of good infrastructure (equipment of technology and information systems). (2) the factor of inhibition of service completion time that has not been effective due to frequent disruptions on the server network. In addition to the time problem, there are still many bumiaji villagers who do not know how to access the service properly and properly due to lack of socialization.Keywords Civil Registration; Public Service; ICT BasedProgram pelayanan admnistrasi kependudukan berbasis IT adalah salah satu program yang memanfaatkan tekonologi yang dibuat oleh Dinas Kependukan dan Catatan Sipil Kota Batu. Pelayanan administratif yang diberikan oleh unit pelayanan berupa pencatatan, pengambilan keputusan, dokumentasi dan kegiatan lainnya yang menghasilkan produk akhir berupa dokumen. Masyarakat sebagai pengguna layanan publik pasti memiliki harapan untuk mendapatkan pelayanan publik yang baik dari pemerintah. Sesuai dengan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 63 tahun 2004 Tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukan pelayanan publik berbasis elektronik di dinas kependudukan dan pencacatan sipil di desa bumi aji sudah berjalan dengan baik dapat dilihat dari beberapa aspek yaitu kompentensi petugas, biaya pelayanan, waktu penyelesaian, sarana prasarana, prosedur, dan produk pelayanan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa. (1) Faktor pendukung yaitu adanya sarana prasarana yang baik (perlengkapan sistem teknologi dan informasi). (2) faktor penghambat waktu penyelesaian pelayanan yang belum efektif karena sering terjadinya gangguan pada jaringan server. Selain masalah waktu, masih banyak juga warga Desa Bumiaji yang tidak mengetahui bagaimana cara mengakses pelayanan dengan baik dan benar dikarenakan minimnya sosialisasi.Keywords: Pencatatan Sipil; Pelayanan Publik; Berbasis TIK
MANFAAT MEDIA DIGITAL DALAM PEMASARAN ONLINE PRODUK UMKM DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI KELURAHAN KANDANGAN, KECAMATAN BENOWO, KOTA SURABAYA An nisa Eka Pratiwi; Febri Yanti Nur; Idha Dwi Firdayanti
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.297 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2341

Abstract

E-commerce is a marketing system using internet network accents either through websites, mobile applications, or browsers on mobile devices or computers used to conduct business transactions, one of which is commercial transactions between organizations or between individuals.  E-Commerce has a scope that includes distribution services, marketing, buying and selling, after-sales services, and product services which are entirely carried out on electronic systems such as the internet network.  The purpose of using digital media to market MSME products for Kandangan residents is to make their reach wider and get more consumers.  This research is classified as field research, namely research conducted in the field or a certain environment.  In this study, the authors conducted a direct study to the field, namely Kandangan Village RT 1 RW 02 to obtain data on public knowledge about E-Commerce in increasing the competitiveness of MSME products and sales results during a pandemic.  The data collection method used data collection techniques with interviews, observations and documentation carried out at Mrs. Srini's house and from house to house.  The results of the use of digital media are felt, namely an increase in turnover and income from the sale of MSME products for Kandangan residentsKeywords: digital media, e-commerce, E-commerce yaitu merupakan sistem pemasaran dengan menggunakan aksen jaringan internet baik dilakukan melalui situs web, aplikasi mobile atau browser pada perangkat mobile atau komputer yang digunakan untuk melakukan transaksi bisnis, salah satunya transaksi komersial antar organisasi atau antar individual. E-Commerce ini mempunyai ruang lingkup yang mencakup layanan distribusi, marketing, jual beli, layanan purna jual dan service produk yang secara keseluruhan dilakukan pada sistem elektronika seperti jaringan internet. Tujuan penggunaan media digital untuk memasarkan produk UMKM warga Kandangan yaitu agar jangkauannya lebih luas dan memperoleh konsumen lebih banyak. Penelitian ini tergolong sebagai field research (penelitian lapangan) yaitu penelitian yang dilakukan dilapangan atau di lingkungan tertentu . Dalam penelitian ini penulis melakukan studi langsung ke lapangan yaitu Kelurahan Kandangan RT 1 RW 02 untuk memperoleh data tentang pengetahuan masyarakat tentang E-Commerce dalam meningkatkan daya saing produk UMKM dan hasil penjualan disaat pandemi. Metode pengumpulan data menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi yang dilakukan di rumah Ibu Srini dan dari rumah ke rumah warga. Hasil dari penggunaan media digital sangat terasa yaitu adanya peningkatan omset dan pemasukan hasil penjualan produk UMKM warga KandanganKata Kunci : e-commerce, media digital, produk UMKM
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENERTIBKAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) Dewi Citra Larasati
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2521.311 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2313

Abstract

Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan katup penunjang perekonomian masyarakat kecil, tetapi di sisi lain keberadaannya menimbulkan banyak masalah khususnya berkaitan dengan pelanggaran ketertiban umum.  Pemerintah Kota Malang berusaha mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Ketertiban Umum dan Lingkungan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kebijakan pemerintah Kota Malang dalam menertibkan Pedagang Kaki Lima dan faktor-faktor yang berperan dalam kebijakan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa implementasi kebijakan yang  telah dilakukan menggunakan komunikasi melalui media sosialisasi, namun sayangnya sumber daya yang dimiliki Pemkot Malang masih sangatlah kurang memadai untuk menertibkan PKL, termasuk Disposisi atau sikap yang dimiliki masih kurang terutama dalam  hal pengawasan walaupun dari Struktur birokrasi yang dimiliki para implementor sudah sangat baik, berkenaan dengan kesesuaian organisasi birokrasi yang menjadi penyelenggara implementasi kebijakan publik.Untuk faktor penghambat yang dihadapi adalah 1) Kurangnya personel satpol PP dan 2) kurangnya kesadaran dan pemahaman dari PKL Kata kunci : Implementasi, Peraturan Daerah, Pedagang Kaki LimaStreet Vendors (PKL) are valves that support the economy of small communities, but on the other hand, their existence causes many problems, especially those related to violations of public order. Malang City Government is trying to implement Regional Regulation (Perda) No. 2 of 2012 concerning Public Order and Environment towards Street Vendors (PKL) in Malang City. The purpose of this study is to determine the implementation of Malang City government policies in controlling street vendors and the factors that play a role in these policies. This study uses a qualitative approach. From this study, it was found that the implementation of policies that have been carried out using communication through socialization media, but unfortunately the resources owned by the Malang City Government are still very inadequate to bring order to street vendors, including the disposition or attitude they have is still lacking, especially in terms of supervision even though the bureaucratic structure is owned by the implementors is very good, with regard to the suitability of the bureaucratic organization that is the organizer of the implementation of public policies. For the inhibiting factors faced are 1) Lack of Satpol PP personnel and 2) lack of awareness and understanding of street vendors Keyword: Implementation, Regional Regulation, Street vendors
STRATEGI PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DESA MELALUI BADAN USAHA MILIK DESA Nur Cisan Imran Kurman; Dody Setyawan; Noora Fithriana
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.289 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2361

Abstract

BUMDes is an institution established by the Village Government which has an important role in increasing Village Original Income. Therefore, the Village Government must pay special attention to developing these BUMDes efforts by making a strategy that is seen from the formulation and long-term targets, selection of actions, and allocation of resources. This study aimed to determine the strategy of the Oro Oro Ombo Village Government of Batu City in increasing PADesa through Panderman BUMDes. This study used the descriptive qualitative method. The data collection used by the researcher in this research is interviews, observation, and documentation. The technique of determining informants is using Snowball Sampling. Data analysis used data reduction, data display, and conclusion/verification. The results of this study, in increasing PADesa, among others, the Village Government provides strategies in the form of coaching and training, providing capital participation, and facilitating managed business units. With this strategy, the management of Panderman BUMDes business units runs smoothly. It can be seen from the increase in Panderman BUMDes income allocated to PADesa in 2018 of IDR. 16,800,000, and increased in 2019 by IDR. 21,600,000. Supporting factors in increasing PADesa are the formulation and long-term goals, selection of actions, and the allocation of natural resources and financial resources. The inhibiting factor in increasing PADesa through Panderman BUMDes is the lack of awareness of human resources in managing Panderman BUMDes, which causes some business units not to operate optimally. Because of this problem, the village government will restructure the BUMDesPanderman so that the resources for managing the BUMDes Panderman are more developed.Keywords: Original Income, Village Business Entity, StrategyBUMDes sebagai lembaga yang didirikan oleh pemerintah desa mempunyai peranan untuk meningkatkan PADesa. Untuk itu, pemerintah desa perlu melakukan tindakan untuk kemajuan usaha BUMDes dan mewujudkan strategi dari sisi formulasi dan sasaran jangka panjang, pemilihan tindakan dan alokasi sumberdaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat strategi Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo dalam meningkatkan PADesa melalui BUMDes Panderman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi sedangkan data sekunder dari dokumen-dokumen. Informan ditunjuk dengan snowball sampling. Analisis data menggunakan tahapan-tahapan mulai dari data reduction, data display hingga conclusion/verification. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo melakukan strategi berupa pembinaan, pelatihan, penyertaan modal, serta fasilitasi unit usaha BUMDes Panderman. Strategi-strategi ini dapat meningkatkan PADesa dimana pendapatan BUMDes Panderman yang dialokasikan ke PADesa Tahun 2018 sejumlah Rp. 16.800.000,-. Dengan jumlah ini didapati kenaikan PADesa Tahun 2019 sejumlah Rp. 21.600.000,-. Faktor pendukung dalam peningkatan PADesa adalah formulasi dan sasaran jangka panjang, pemilihan tindakan dan alokasi sumberdaya alam dan sumberdaya keuangan. Adapun faktor penghambatnya adalah belum adanya kesadaran sumberdaya manusia dalam mengelola BUMDes Panderman sehingga menyebabkan sebagian unit usaha tidak beroperasional secara maksimal. Oleh sebab itu, Pemerintah Desa Oro-Oro Ombo melakukan restrukturisasi BUMDes Panderman agar lebih berkembang.Kata Kunci: Pendapatan Asli, Badan Usaha Desa, Strategi
EFEKTIVITAS PELAYANAN KESEHATAN MASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS KECAMATAN KUBU BABUSSALAM, KABUPATEN ROKAN HILIR Siti Zubaidah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.307 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2362

Abstract

Permenkes No. 75 of 2014 explains that the subsystem of health efforts makes Puskesmas as the vanguard of basic health care. Inithe conditionsiof theiCovid-19 pandemic,tthe program ofaactivities carried out by the Kubu Babussalam Health Center did not run well, inpatient and outpatient visits in the Covid-19 pandemic conditions were significantly reduced from the previous year. To carry out various services that have been determined, the Kubu Babussalam Health Center is expected to be as effective as possible in providing health services so that the community's desire to get good service is carried out. The purpose behind this research is to analyze the effectiveness of health services during the Covid-19 pandemic and the factor that affect the effectiveness of health services at the Kubu Babussalam Puskesmas. Thee theory used in this study is service effectiveness (Siagian in Nashar, 2020:10) namely timeliness, accuracy, and service delivery style. The research method is a qualitative methoddthrough interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that the effectiveness of health services at the Kubu Babussalam Health Center based on these indicators has been running well, but in its implementation it has not been effective because there are factors that affect health services, namely health resources, public awareness, facilities and infrastructure.Keywords: Effectiveness; Health servicesAbstrack: Permenkes No. 75 Tahun 2014 menjelaskan bahwa subsistem upaya kesehatan menjadikan Puskesmas sebagai garda depan penyelenggaraan kesehatan dasar. Dalam kondisi pandemi Covid-19, program kegiatan yang telah dilakukan oleh Puskesmas Kubu Babussalam tidak berjalan dengan baik, kunjungan rawat inap dan rawat jalan dalam kondisi pandemi Covid-19 berkurang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Untuk melakukan berbagai pelayanan yang telah ditetapkan, maka Puskesmas Kubu Babussalam diharuskan bisa seefektif mungkin dalam memberikan pelayanan kesehatan sehingga keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan yang baik terlaksanakan. Tujuan di balik penelitian ini adalah untuk menganalisa efektivitas pelayanan kesehatan pada masa pandemi Covid-19 dan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kubu Babussalam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah efektivitas pelayanan (Siagian dalam Nashar, 2020:10) yakni ketepatan waktu, kecermatan, dan gaya pemberian pelayanan. Metode penelitian yaitu metode kualitatif melalui kegiatan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Kubu Babussalam berdasarkan indikator tersebut telah berjalan dengan baik, namun dalam pelaksanaannya belum efektif karena ada faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan kesehatan yaitu sumber daya kesehatan, kesadaran masyarakat, sarana dan prasarana.Kata kunci: Efektivitas; Pelayanan Kesehatan
STRATEGI KOMUNIKASI KRISIS SEBAGAI BENTUK PENGUATAN HUBUNGAN MAHASISWA DI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA Rosalia Nurdiarti; Kristina Andryani
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.557 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2363

Abstract

The role of public relations of universities is required to be able to foster synergistic communication between educational institutions and the community. One of the dynamics experienced when students as stakeholders experience dissatisfaction over the policies delivered by the University so as to cause potential conflict even extending to the crisis. The case to be raised in this study is a demonstration conducted by students of Universitas Gadjah Mada Yogyakarta because of the single tuition fee that rose. The purpose of this research is to understand and map the crisis communication strategy carried out by UGM in order to strengthen relations with students. The method used is with a qualitative approach, by observing information systems and public aspirations on ugm website, and collecting data through semistructured interviews in the public relations and protocol sections. This research concept uses situational theory of the public that explains the perceptions, attitudes and behaviors of public communication. The result of this study is, student behavior tends to be actively involved in seeking information related to tuition increases. Second, students' perception of the situation is realizing that something is wrong in the policy, they have involvement in the issue of tuition increases and the form of their attitude to protests. Third, UGM as an institution opened access for students to express their aspirations and disappointments through demonstrations.Keywords : Demonstration; higher education public relations; Student; Crisis management; Single tuitionPeran Humas perguruan tinggi dituntut mampu menumbuhkan komunikasi yang sinergis antara lembaga pendidikan dan masyarakat. Salah satu dinamika yang dialami ketika mahasiswa sebagai stakeholder mengalami rasa tidak puas atas kebijakan yang disampaikan Univeritas sehingga menimbulkan potensi konflik bahkan meluas hingga krisis. Kasus yang hendak diangkat dalam penelitian ini adalah demonstrasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta karena Uang Kuliah Tunggal yang naik. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami dan memetakan strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh UGM dalam rangka untuk menguatkan kembali relasi dengan para mahasiswa. Metode yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif, dengan melakukan observasi pada sistem informasi dan aspirasi publik di website UGM, serta mengumpulkan data-data melalui wawancara semiterstruktur pada bagian Humas dan protokol. Secara konsep penelitian ini menggunakan teori situational of the public yang menjelaskan terkait persepsi, sikap dan perilaku komunikasi publik. Hasil dari penelitian ini adalah, perilaku mahasiswa cenderung terlibat aktif mencari informasi terkait kenaikan uang kuliah. Kedua, persepsi mahasiswa terhadap situasi tersebut yaitu menyadari bahwa ada sesuatu yang salah dalam kebijakan, mereka memiliki keterlibatan dalam isu kenaikan uang kuliah dan bentuk sikap mereka melakukan aksi demontrasi. Ketiga, UGM sebagai institusi membuka akses pada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan kekecewaan mereka melalui aksi demo.Kata kunci : Demonstrasi; Humas pendidikan tinggi; Mahasiswa; Manajemen krisis; Uang kuliah tunggal
PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH (BMD) KABUPATEN ROKAN HILIR (STUDI KASUS KOMPLEKS PERKANTORAN KAWASAN BATU ENAM) Mutia Mariam; Zulkarnaini Zulkarnaini
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.29 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2366

Abstract

This study aims to determine: (1) Management of Regional Property (BMD) of Rokan Hilir Regency, especially the management of buildings and buildings belonging to the regional government in the Batu Six office complex (2) Inhibiting Factors in the Management of Regional Property of Rokan Hilir Regency. In this study, the researcher uses the theory of (Hindawan, et al 2006:119) in which the asset life cycle has four phases, namely planning, procurement, operation and disposal. The findings in this study are that there are still many local government buildings that have stopped being activated, causing several buildings and buildings to be abandoned, starting from buildings that are still fit for use to buildings whose physical condition is no longer usable. From another phenomenon, researchers see that there is still less emphasis on local government policies in procuring regional property. The inhibiting factors in the management of regional property are the lack of quality human resources and the lack of emphasis on the government in implementing regional regulations, resulting in a lack of optimization of the management of Regional Property by the regional government.Keywords: Management; Regional Property Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) Kabupaten Rokan Hilir khususnya pengelolaan pada gedung dan bangunan milik pemerintah daerah di kompleks perkantoran kawasan batu enam (2) Faktor Penghambat Pengelolaan Barang Milik Daerah Kabupaten Rokan Hilir. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teori (Hindawan, dkk 2006:119) yang mana siklus hidup asset memiliki empat fase yaitu perencanaan, pengadaan, pengoperasian dan penghapusan. Temuan pada penelitian ini adalah masih banyaknya bangunan pemerintah daerah yang berhenti difungsikan sehingga menyebabkan beberapa gedung dan bangunan terbengkalai, dimulai dari bangunan yang masih layak pakai hingga bangunan yang kondisi fisiknya sudah tidak dapat digunakan. Dari fenomena lain peneliti melihat masih kurang tegasnya pemerintah daerah dalam pemberlakuan kebijakan dalam melakukan pengadaan barang milik daerah. Faktor-faktor penghambat dalam pengelolaan barang milik daerah tersebut ialah kurangnya kualitas sumber daya manusia dan tidak tegasnya pemerintah dalam menjalankan peraturan daerah, sehingga mengakibatkan kurangnya pengoptimalisasian pengelolaan Barang Milik Daerah oleh pemerintah daerah.Kata Kunci: Pengelolaan; Barang Milik Daerah
KONVERGENSI MEDIA DALAM PROGRAM “AFTER HOURS WITH HELMY YAHYA” DI INEWS Irmawati Oktavianingtyas; Udi Rusadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.73 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i3.2360

Abstract

After Hours with Helmy Yahya is a talk show program produced by Inews TV, under the auspices of the MNC Group. But unfortunately the program was terminated after airing for no more than 2 months. Convergence as a strategy for media companies to survive in the digital era has been applied to the program, but apparently this does not affect the success of the program. Therefore, the author wants to know the application of media convergence in the "After Hours with Helmy Yahya" program and also to know the extent to which convergence contributes to the success of the program, especially in terms of the political economy of the media. The results of the study indicate that most of the program's income comes from After Hours with Helmy Yahya which broadcasted via analog TV. It can be concluded that the convergence strategy has not contributed significantly to the success of the program, especially in terms of income for the company.Keywords: The Political economy of media, Media Convergence, Inews.Abstrack: After Hours with Helmy Yahya merupakan program talkshow besutan Inews TV, dibawah naungan MNC Group. Namun sayangnya program tersebut diberhentikan setelah tayang tidak lebih dari 2 bulan. Konvergensi yang digadang-gadang sebagai sebuah strategi perusahaan media untuk bertahan di Era digital telah diterapkan pada program tersebut, namun tampakhnya hal ini tidak mempengaruhi keberhasilan program. Oleh karena itulah penulis ingin mengetahui penerapan konvergensi Media Dalam Program “After Hours with Helmy Yahya” dan sejauh mana konvergensi berkontribusi pada keberhasilan program, terutama dari sisi ekonomi politik media. Hasil penelitian menunjukkah bahwa Sebagian besar pendapan program masih berasal dari tayangan After Hours with Helmy Yahya yang disiarkan melalui TV analog, dengan begitu strategi konvergensi yang dilakukan belum berkontribusi secara signifikan dalam keberhasilan program tersebut, terutama dari sisi pemasukan untuk perusahaan.Kata Kunci: Ekonomi Politik Media, Konvergensi Media, Inews.

Page 1 of 1 | Total Record : 10