cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 10 Documents clear
POLA KOMUNIKASI PADA ACARA RITUAL RUWATAN POTONG RAMBUT GEMBEL DI DIENG WONOSOBO Wiyanto Hidayatullah
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.436 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2229

Abstract

Abstract. Dreadlocks Ruwatan is a hair cutting ceremony for children with dreadlocks (gembel) performed by people in the Dieng Plateau (Dieng Plateau), Central Java. Ruwatan ritual which is held on the first Suro according to the Javanese Calendar aims to clean or free dreadlocks children from sukerta / sesuker (bad luck, sadness, or disaster). The belief that children with dreadlocks are descendants of Kiai Kolodete or entrusted Kanjeng Ratu Kidul (Nyai Roro Kidul) has become amyth hereditaryin the lives of the Dieng people. They also believe that dreads should only be cut if the child in question has the will / asked for it and must be done throughrituals ruwat or ruwatanled by local traditional elders. This sentence can only be done after the parents fulfill the "whatever" request submitted by the child. It is said that if the cutting of dreads is not done through a sacred ritual, dreads will grow back and the child tends to be sick. This research uses literature review, intercultural communication, culture, verbal messages, nonverbal messages, communication patterns, socialization, ritual rituals. This research is a cultural heritage of the Dieng Plateau which is passed down through culture through socialization media, without them being affected by the effects of globalization. Saram conveyed that the Dieng plateau community should not only maintain a trasidi but also have a moral and social message so that they can be accounted for in the local area of residence.Keyword: ruwatan, symbolism, cultural communication patternsAbstrak. Ruwatan rambut gimbal adalah upacara pemotongan (cukur) rambut pada anak-anak berambut gimbal (gembel) yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Dataran Tinggi Dieng (Dieng Plateau), Jawa Tengah. Ritual ruwatan yang diadakan pada tanggal satu Suro menurut Kalender Jawa ini bertujuan untuk membersihkan atau membebaskan anak-anak berambut gimbal dari sukerta/sesuker (kesialan, kesedihan, atau malapetaka). Kepercayaan bahwa anak-anak berambut gimbal adalah keturunan Kiai Kolodete atau titipan Kanjeng Ratu Kidul (Nyai Roro Kidul) menjadi mitos turun-temurun dalam kehidupan masyarakat Dieng. Mereka juga percaya bahwa rambut gimbal hanya boleh dipotong bila anak yang bersangkutan sudah menghendaki/memintanya dan harus dilakukan melalui ritual ruwat atau ruwatan yang dipimpin tetua adat setempat. Ruwatan ini hanya dapat dilakukan setelah orang tua memenuhi permintaan "apa pun" yang diajukan oleh sang anak. Konon jika pemotongan rambut gimbal tidak dilakukan melalui ritual sakral, rambut gimbal akan kembali tumbuh dan si anak cenderung sakit-sakitan. Penelitian ini menggunakan tinjauan pustaka, komunikasi antarbudaya, kebudayaan, pesan verbal, pesan nonverbal, pola komunikasi, sosialisasi, ritual ruwatan. penelitian ini adalah sebuah warisan budaya dari dataran tinggi Dieng yang turun-menurun diturunkan kebudayaannya melalui media-media sosialisasi, tanpa mereka terpengaruh dari efek globalisasi yang ada. Saram yang disampaikan hendaknya masyarakat dataran tinggi Dieng tidak hanya sekedar mempertahankan suatu trasidi tetapi memiliki pesan moral dan sosial agar dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya di lingkungan tempat tinggal daerah setempat.Kata Kunci: ruwatan, simbolisme, pola komunikasi budaya
MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH MELALUI KOMUNIKASI POLITIK L.M. Azhar Sa'ban; Andy Arya Maulana Wijaya; La Doli
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.39 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2227

Abstract

Abstract: The purpose of this study (1) is to explain how the level of political participation of the community in the 2018 Regional Election in Baubau City (2) to identify any efforts made by the Baubau City Election Commission and political parties in increasing public political participation. Data were collected by analyzing documents, observing, interviewing, and analyzing with qualitative and quantitative descriptive techniques. The results of this study are: (1) The level of community participation in Baubau City is relatively high because if it is accumulated at 69.87%. (2) KPUD communication to increase public political participation is to use mass media to create society following the development of the Election process. (3) Communication of Political Parties to increase political participation of the community is this political campaign is a form of political communication carried out by a person or group of people or political organizations in a certain time to obtain political support from the people.Keywords: Political Communication, Political Participation, Regional Elections Baubau CityAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana tingkat partisipasi politik masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 di Kota Baubau, serta mengidentifikasi upaya-upaya apa saja yang dilakukan KPUD Kota Baubau dan partai politik dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen, pengamatan, wawancara, dan dianalisis dengan tehnik deskriptif kualitatif dan Kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat partispasi masyarakat di Kota Baubau tergolong tinggi dikarenakan jika diakumulasikan sebesar 69,87% %, komunikasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Baubau untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat adalah menggunakan media massa untuk menciptakan masyarakat mengikuti perkembangan proses Pemilu, dan Komunikasi Partai Politik untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat adalah kampanye politik ini merupakan bentuk komunikasi politik yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu untuk memperoleh dukungan politik dari rakyat.Kata Kunci: Komunikasi Politik, Partisipasi Politik, Pemilukada Baubau
EKSISTENSI MEDIA CETAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Bella Dwi Syahputri Ispriadi; Devy Anggita Putri; Prahasti Ken Dewani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.094 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2233

Abstract

Abstract. This article discusses the existence of print media during the Covid-19 pandemic. Now, many printed media have lost their readership significantly. The Covid-19 pandemic has become a disruption that has a negative impact on the print media industry. People choose to switch to digital media because it is easy and the information they need is faster. Changing the media used in conveying information will certainly have an impact on the future of the media itself. When the turnover of print media decreases, the print media company will go bankrupt / close and lay off employees and cut employee salaries. The method used in this article uses a qualitative descriptive approach by using a research procedure according to the latest available facts to solve a problem regarding the existence of print media during the Covid-19 pandemic. Based on the data obtained, it is explained that from 434 print media throughout January to April 2020, 71 percent of print media companies experienced a decrease in turnover of 40 percent when compared to the same period in 2019. Based on the data above, it can be seen that a decrease in media existence print during the COVID-19 pandemic. This decline certainly had an impact on the business turnover of advertisers, which resulted in a decrease in advertising budgets on various media platforms.Keywords: Covid-19, Existence, Print Media, PandemicAbstrak. Artikel ini membahas tentang eksistensi media cetak pada masa pandemi Covid-19. Saat ini, amat banyak media cetak yang kehilangan para pembacanya secara signifikan. Pandemi Covid-19 ini sudah menjadi disrupsi yang berdampak negatif bagi para industri media cetak. Masyarakat memilih beralih ke media digital karena mudah dan informasi yang dubutuhkan lebih cepat. Berubahnya media yang digunakan dalam penyampaian infromasi tentu akan memberikan dampak pada masa depan dari media itu sendiri. Ketika omzet media cetak turun maka perusahaan media cetak akan mengalami bangkrut/tutup serta terjadi pemecatan pegawai dan  pemotongan gaji karyawan. Metode yang digunakan dalam artikel ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan sesuatu tata cara riset sesuai fakta-fakta yang terdapat terbaru untuk memecahkan sesuatu permasalahan mengenai eksistensi media cetak pada masa pandemi Covid-19. Beradasarkan data yang diperoleh menjelaskan bahwa dari 434 media cetak disepanjang bulan Januari hingga bulan April 2020, terdapat 71 persen perusahaan media cetak mengalami suatu penurunan omzet dari 40 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019. Bedasarkan data diatas maka dapat dilihat penurunan eksistensi media cetak selama pandemi covid 19. Penurunan ini tentunya berdampak pada omzet usaha dari para pengiklan mengalami penurunan yang mengakibatkan anggaran iklan pada berbagai platform mediapun menjadi semakin berkurang.Kata Kunci: Covid-19, Eksistensi,Media Cetak, Pandemi
STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) ATAS KERJASAMA BADAN USAHA MILIK SWASTA Nanang Bagus
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.679 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2226

Abstract

Abstrak. Badan usaha milik desa muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. Badan usaha milik desa hadir sebagai wadah dalam menggerakan potensi ekonomi lokal bagi peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi warga desa. Peran pemerintah desa dan masyarakat lokal dimaksimalkan untuk menggerakkan potensi ekonomi lokal bagi peningkatan kesejahteraan sosial dan wargadesa. Badan usaha milik desa sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi di pedesaan harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada umumnya. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan dan kinerja badan usaha milik desa mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemerintah desa dalam mengelolah badan usaha milik desa dan kerjasama pemerintah desa dan Pihak swasta dalam mengelola badan usaha milik desa. Jenis penelitian ini adalah penelitan literasi dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder yang dikumpulkan melalui data pustaka (koran, majalah, dan dokumen), membaca serta mengolah bahan penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa badan usaha milik desa merupakan perwujudan partisipasi masyarakat desa secara keseluruhan, sehingga tidak menciptakan model usaha yang di pengaruhi kepimpinan oleh kelompok tertentu ditingkat desa, juga implementasi yang merupakan suatu rangkaian konsep yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak. Dan adanya Collaborative governance yang merupakan konsep dalam manajemen Pemerintahan sebagai proses fasilitasi oleh berbagai institusi baik Pemerintah, Masyarakat maupun pihak Swasta yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah bersama yang tidak bisa di selesaikan oleh satu instansi.Kata Kunci: Badan Usaha Milik Desa, Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa, Implementasi Kemitraan Badan Usaha Milik Desa dan Pihak Ketiga, dan Collaborative Governance Dalam Mengelola Badan Usaha Milik DesaAbstract. Village- owned enterprises emerged as a new economic force in rural areas. Village- owned enterprises exist as a forum for mobilizing local economic potential for improving the social and economic welfare of villagers. The role of the village government and local communities in maximized to mobilize local economic potential for improving social welfare and villagers. Village- owned enterprises as one of the economic institutions operating in rural areas must have differences from economic institutions in general. This is intended so that the existence and performance of village- owned enterprises can make significant contribution to improving the welfare of village residents. This study aims to determine the strategy of the village government in managing village- owned enterprises and the cooperation between the village government and the private sector in managing village- owned enterprises. This type of research is literacy research and the data used in this study are secondary data collected through library data (newspapers, magazines, and documents), reading and processing previous research materials. The results of this study indicate that village- owned enterprises are a manifestation of the participation of the village community as a whole, so that they do not create business models that are influenced by leadership by certain group at the village level, as well as implementation which is a series of concepts that guide the implementation of a job, leadership and way of acting. And the existence of collaborative governance which a concept in government management as a facilitation process by various is intitutions both governmen, community and private parties that aim to solve common problems that cannot be resolved by one agency.Keywords: village- owned enterprises, governance of village- owned enterprises, implementation of partnership between village- owned enterprises and third parties, and collaborative governance in managing village- owned enterprises
ANALISIS SEMIOTIKA KRITIK SOSIAL MASYARAKAT MODERN DALAM VIDEO KLIP “ANTI SOCIAL” OLEH WHILE SHE SLEEPS Alvin Tito Anggoro; Fitria Widiyani Roosinda
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.823 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2228

Abstract

Abstract : Music is used as a medium to convey social, political aspirations, and even becomes one of propaganda media (information / opinions) to launch an ideological movement (ideas / ideas). Song lyrics are one of the verbal communication media that have meaning in them. Research on the video clips and song lyrics of the band while she sleeps "Anti Social" is a study that aims to describe the picture of society in the modern era in the song's lyrics and to explain the meaning of social criticism illustrated. The paradigm used in this study is a critical paradigm. This research method is a qualitative method in which the data are interpreted (views) through the analysis of meaning in the form of written and oral words that are observed. The analysis used in this study is a semiotic analysis by Roland Barthes. Based on research on the video clips of Anti Social, there is a conclusion that people in the modern era have begun to lose their caring for others as evidenced in the pictures and video clips when there are people who are in trouble they just record do not want to help at all.Keywords: Semiotic Analysis, Roland Barthes, Social Criticism, Video Clips While She SleepsAbtrak : Musik1 digunakan1 sebagai media untuk 1menyampaikan aspirasi sosial, 1politik, bahkan menjadi1 salah satu media propaganda (penerangan/ pendapat) untuk melancarkan sebuah gerakan ideologis (ide/ gagasan). 1Lirik lagu merupakan1 salah satu media1 komunikasi verbal 1yang memiliki 1makna 1didalamnya. Penelitian 1terhadap 1video klip 1dan1 lirik lagu grup1 band 1While she 1sleeps “Anti Social” merupakan 1sebuah 1penelitian1 yang bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang masyarakat di era modern dalam lirik lagu tersebut dan untuk menjelaskan makna kritik sosial yang digambarkan. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kritis. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dimana data diinterpretasikan (pandangan) melalui analisis pemaknaan berupa kata tertulis maupun lisan yang diamati. Analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis semiotika oleh Roland Barthes. Berdasarkan penelitian terhadap video klip Anti Social, terdapat kesimpulan bahwa masyarakat di era modern sudah mulai hilang rasa peduli pada sesama terbukti di gambar kan dan video klip pada saat ada orang yang sedang kesusahan mereka hanya merekam tidak ingin untuk menolong sama sekali. Kata kunci: Analisis Semiotika, Roland Barthes, Kritik Sosial, Video Klip While She Sleeps
STRATEGI BRANDING KOTA WISATA BATU (KWB) MELALUI MEDIA INTERNAL DAN EKSTERNAL HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) PEMERINTAH KOTA BATU Melianus Deny Bau; Herru Prasetya Widodo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.762 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2224

Abstract

Abstract: Batu City is one of the well known tourist cities in Indonesia. With so many tourist destinations that are so many and interesting that make Batu City want to introduce to the world about the uniqueness of its brand Batu Tourism City (KWB). The purpose of this study was to determine the use of internal and external media of the City Government Public Relations of Batu in maintaining the branding of Batu Tourism City (KWB). This research was conducted in Batu City Public Relations and the type of research used was descriptive qualitative. Sources of data in this study are primary data and secondary data. Data collection techniques used in this study were interviews, documentation, observation. Researchers analyze the data obtained in the field with three stages carried out for processing with data analysis in the form of data analysis, data presentation and drawing conclusions. Forms of Batu Tourism City branding strategy through media carried out by Batu City Government Public Relations by utilizing internal and external media in maintaining Batu City branding as Batu Tourism City, there are three points namely brand positioning where Batu City defines Agro Tourism excellence as a distinctive feature of Batu City, the Identy brand that conducted to convey brand intentions through promoting tourism, publicizing Kota Batu activities and providing online-based services, brand personality through conducting comparative studies and community participation in the form of word of mouth. Keywords: Branding Strategy, Internal and External Media, Batu Tourism City. Abstrak: Kota Batu merupakan salah satu kota wisata yang cukup dikenal di indonesia. Dengan banyaknya destinasi wisata yang begitu banyak dan menarik sehingga membuat Kota batu ingin memperkenalkan kepada dunia tentang keunikan yang ada dengan  brand-nya Kota Wisata Batu (KWB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media internal dan eksternal Humas Pemerintah Kota batu dan juga strategi branding Kota Wisata Batu (KWB). Penelitian ini dilakukan di Humas Pemerintah Kota Batu dan Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan juga data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, observasi. Peneliti menganalisa data yang didapatkan dilapangan dengan tiga tahap yang dilakukan untuk diolah dengan analisis data berupa analisa data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Media Internal yang dimiliki Humas pemerintah Kota Batu seperti Majalah Panderma, Buletin Kaleodskop dan juga Televisi. Kemudia  Media eksternalnya berupa website, ATV dan juga media sosialnya. Bentuk Strategi branding Kota Wisata Batu melalui media yang dilakukan Humas Pemerintah Kota Batu dengan memanfaatkan media internal dan eksternal dalam menjaga branding Kota batu sebagai Kota Wisata Batu terdapat tiga poin yaitu brand positioning dimana Kota Batu medefinisikan keunggulan Agrowisata sebagai ciri khas Kota Batu, brand Identy yang dilakukan untuk menyampaikan maksud merek melalui mempromosikan wisata, mempublikasikan kegiatan Kota Batu dan memberkan pelayanan berbasis online, brand personality melalui mengadakan studi banding dan pertisipasi masyarakat berupa word of mouth. Kata Kunci: Strategi branding, Media Internal dan Eksternal, Kota Wisata Batu.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENDUKUNG STRATEGI PELAYANAN DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA BATU UNTUK MENINGKATKAN BUDAYA LITERASI PADA MASYARAKAT Dewi Citra Larasati; Yovita Bano Nahak
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.455 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2230

Abstract

Abstract. This study aims to determine how community participation in supporting the service strategy of the library and archival services in Batu City. Therefore, this study uses data obtained through words, written sources, photos through a qualitative method approach. Triangulation techniques are used as data collection techniques as well as data validity. The results of this study indicate that the community plays an active role in implementing the service strategy of the Batu City Library and Archives Service through mobile libraries, providing services at Taman Bacaan and cooperating with several communities in the Batu City community. Meanwhile, the supporting factors for the service strategy participation were shown enthusiastically from the employees and adequate service infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors faced are lack of human resources, delays in services and lack of awareness of the community itself about the importance of reading.Keyword : community participation, strategy, library servece managementAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat dalam mendukung strategi pelayanan dinas perpustakaan dan kearsipan Kota Batu. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan data yang diperoleh melalui kata-kata, sumber tertulis, foto melalui pendekatan metode kualitatif.  Triangulasi teknik digunakan sebagai teknik pengumpulan data serta keabsahan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat berperan aktif dalam melaksanakan strategi pelayanan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Batu melalui perpustakaan keliling, mengadakan layanan di Taman Bacaan dan bekerja sama dengan beberapa komunitas yang ada di masyarakat Kota Batu. Sedangkan untuk faktor pendukung partisipasi strategi pelayanan terlihat  dengan antusias dari pegawai dan sarana prasarana pelayanan yang memadai. Sedangkan untuk faktor yang menghambat yang dihadapi adalah kurangnya sumber daya manusia, keterlambatan pelayanan dan kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri akan pentingnya membaca.Kata Kunci: partisipasi masyarakat, strategi, manajemen pelayanan perpustakaan
KOMUNIKASI SELAMA PANDEMI COVID-19: BELAJAR DARI KEGAGALAN KOMUNIKASI RISIKO KESEHATAN YANG EFEKTIF Aizun Najih
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.547 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2225

Abstract

Abstract. Governments around the world can learn many important lessons from examining instances of ineffective communication with the public during the global coronavirus disease (COVID-19) panic. Ineffective government communication has resulted in much confusion and misunderstanding of the public, as well as severe errors in responding to growing health threats, causing catastrophic health and social repercussions for society and prolonging the pandemic. This article uses systems theory as a framework for analyzing government communication during the COVID-19 pandemic, providing recommendations for the government to establish an effective health risk communication strategy. The communication strategy encourages the delivery of relevant, accurate and sensitive information to key public groups, minimizing communication disruptions to guide desired coordinated action. The communication strategy can be applied locally, nationally and internationally.Keywords: health risk communication, government communication, pandemic, strategic communication, systems theory.Abstrak. Pemerintah di seluruh dunia dapat mempelajari banyak pelajaran penting dari memeriksa contoh komunikasi yang tidak efektif dengan publik selama kepanikan penyakit virus corona global (COVID-19). Komunikasi pemerintah yang tidak efektif telah mengakibatkan banyak kebingungan dan kesalahpahaman publik, serta kesalahan serius dalam menanggapi ancaman kesehatan yang terus berkembang, dan menyebabkan bencana kesehatan dan dampak sosial bagi masyarakat dan memperpanjang pandemi. Artikel ini menggunakan teori sistem sebagai kerangka untuk menganalisis komunikasi pemerintah selama pandemi COVID-19, memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menetapkan strategi komunikasi risiko kesehatan yang efektif. Strategi komunikasi mendorong penyampaian informasi yang relevan, akurat, dan sensitif kepada kelompok-kelompok publik utama, meminimalkan gangguan komunikasi untuk memandu tindakan terkoordinasi yang diinginkan. Strategi komunikasi dapat diterapkan secara lokal, nasional, dan internasional.Kata kunci: komunikasi risiko kesehatan, komunikasi pemerintah, pandemi, komunikasi strategis, teori sistem.
BUDAYA KONSUMSI MINUMAN BERALKOHOL (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT MOSKONA DI KELURAHAN BINTUNI BARAT, DISTRIK BINTUNI BARAT, KABUPATEN TELUK BINTUNI) Frans Yerkohok; Sanggar Kanto; Anif Fatma Chawa
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.211 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2231

Abstract

Abstrack. This article is a socio-cultural study of the culture of consuming liquor. This research was conducted using a qualitative method with a case study approach to the Moskona community in West Bintuni Village, West Bintuni District, Bintuni Bay Regency. Using Herbert Blumer's theory of symbolic interactionism, this study seeks to understand the meaning of alcohol consumption for the people of Moscow and the economic, social, and health impacts of the culture of consuming alcoholic beverages. The results of this study reveal that the consumption of alcoholic drinks does come from outside and has developed into a habit in society, and people perceive alcoholic drinks as a form of brotherhood and kinship between groups of people when sitting together. Various efforts have been made by elements of society such as traditional leaders, religious leaders, and the government, such as very high customary fines for people who commit deviant behavior after consuming liquor, but in reality, the rate of accidents and fights after consuming alcoholic beverages is still high. This study also shows that the persistence of alcohol consumption in the community is related to family, economic and social factors.Keyword : Indigenous people, Liquor, Teluk BintuniAbstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan komsumsi minuman beralkohol pada masyarakat Moskona yang berada di Kelurahan Bintuni Barat, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, sehingga menjadi sebuah budaya. Sselain itu juga untuk memahami makna konsumsi minuman beralkohol bagi masyarakat Moskona serta dampak ekonomi, sosial dan budaya dari konsumsi minuman beralkohol, dengan menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik dari Herbert Blumer. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa konsumsi minuman beralkohol memang datang dari luar dan berkembang menjadi sebuah kebiasaan pada masyarakat, dan masyarakat memaknai minuman beralkohol sebagai bentuk persaudaraan dan kekerabatan di antara kelompok masyarakat saat duduk bersama. Berbagai upaya yang dilakukan oleh elemen masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah sudah dilakukan seperti denda adat yang sangat tinggi kepada masyarakat yang melakukan perilaku menyimpang pasca mengkonsumsi minuman beralkohol, namun dalam kenyataannya tingkat kecelakaan dan perkelahian pasca konsumsi minuman beralkohol masih tetap tinggi. Bertahannya kebiasaan konsumsi minuman beralkohol pada masyarakat ada kaitannya dengan faktor keluarga, individu pelaku konsumsi dan maraknya minuman beralkohol yang beredar luas di tengah masyarakat, oleh karena itu upaya yang diharapkan oleh peneliti adalah pemerintah mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan Peraturan Daerah (PERDA) terkait minuman beralhokol, untuk mampu meredam berdar luasnya minuman beralkohol tersebut.Kata Kunci : Minuman beralkohol, Peraturan Daerah, Teluk Bintuni
PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP PUBLIKASI HASIL FOTOGRAFI UKM X-FLASH Marcy Adiningsih Djamilay; Sulih Indra Dewi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.443 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2223

Abstract

Abstract: The purpose of the research is to find out and study the Instagram social media role in the publication of photography results of X-Flash student activity unit and photo publication on Instagram supporting the creativity of members. Technology advance nowadays make it easier for people to find out the needed information easily just by using the internet and what's new in the internet world is social media. One of the most popular social media today is Instagram with its advantages that it can beautify photos with various existing features, distribute photos and to market products or sell online. The existence of Instagram is used by those who have a hobby of photography to show their works. Therefore, this study aims to examine the role of Instagram social media on the publication of the X-Flash photography results. The data analysis technique used were data reduction, data presentation and verification. Based on the result of data analysis, it was found that the role of Instagram social media were as a media for publication and promotion to increase popularity, increase the existence of X-Flash, give or receive online invitation from off-campus photography communities and introduce the work of X-Flash to the public. There were ways to increase the creativity of members, namely by sharing, hunting together, holding exhibition and re-uploading members' work.Keywords: Social Media Instagram, Instagram, Photography, UKM X-FlashAbstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mempelajari peran media sosial instagram terhadap publikasi hasil fotografi UKM X-Flash serta publikasi foto di instagram yang mendukung kreativitas anggota. Kemajuan teknologi saat ini memudahkan masyarakat untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan dengan mudah hanya dengan menggunakan internet dan yang baru di dunia insternet adalah media sosial. Salah satu media sosial yang terpopuler saat ini adalah instagram dengan kelebihannya yang bisa memperindah foto dengan berbagai fitur yang ada, menyebarkan foto dan untuk memasarkan produk atau berjualan online. Adanya instagram ini dimanfaatkan oleh mereka yang memiliki hobi dalam dunia fotografi untuk memperlihatkan hasil karyanya. Oleh karena itu, pada penelitian ini ingin meneliti peran media sosial instagram terhadap publikasi hasil fotografi UKM X-Flash. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh peran media sosial instagram yaitu sebagai media publikasi dan promosi untuk meningkatkan popularitas, meningkatkan eksistensi UKM X-Flash, memberikan atau menerima undangan online dari komunitas fotografi luar kampus dan mengenalkan hasil karya UKM X-Flash kepada khalayak. Adapun cara untuk meningkatkan kreativitas anggota yaitu dengan melakukan sharing, hunting bersama, mengadakan pameran dan mengunggah kembali karya anggota.Kata Kunci: Media Sosial, Instagram, Fotografi, UKM X-Flash

Page 1 of 1 | Total Record : 10