cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
PELAKSANAAN PROGRAM LAYANAN SAMSAT ON THE SPOT (SOS) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR SAMSAT KARANGPLOSO Pina .; Dekki Umamur Ra’is
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.571 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i3.1416

Abstract

Abstract: The purposes of this study were to look at the implementation of SAMSAT On the Spot (SOS) service in improving the quality of public services and identify the supporting and inhibiting factors for its implementation at SAMSAT Office Karangploso. This research is a descriptive qualitative research by explaining research with objects. The data was then analyzed by involving data reduction, presentation and conclusions withdrawal. The results obtained were the service procedure categorized as quite good and not complicated, fast completion time, the service was in the form of tax payments. The supporting factors of this service were the facilities and infrastructure used and the community participation in paying taxes while the obstacles was the lack of internet networks in a particular village. This research is expected to be used as a reference, adding information and knowledge about the On the Spot (SOS) Samsat service program in an effort to improve the quality of public services and can be used as a consideration for the SAMSAT Join Office in Karangploso to be more skilled and innovative to meet the needs of the community in order to improve the quality of public service. Keywords: Public Service, Service Quality, SAMSAT On The Spot (SOS) Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pelaksanaan SAMSAT On the Spot (SOS)  dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program layanan SAMSAT On the Spot (SOS)   pada Kantor SAMSAT Karangploso .Jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan menjelaskan penelitian dengan objek.  Data yang digunakan kemudian di analisa dengan melibatkan reduksi data dan penyajian  serta penarikan kesimpulan .Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan SAMSAT On the Spot (SOS)   dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik pada   Kantor SAMSAT karangploso, layanan tersebut prosedur pelayanan nya sudah cukup baik dan tidak berbelit-belit,waktu penyelesaian cepat, produk yang diberikan berupa pembayaran pajak. Faktor pendukung pelayanan ini sarana  dan prasarana digunakan dan partisipasi masyarakat dalam pembayaran pajak  serta hambatannya sulitnya jaringan internet disuatu desa tertentu. Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai referensi,menambah informasi dan pengetahuan mengenai program layanan Samsat On the Spot (SOS) dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik serta dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Kantor Bersama SAMSAT Karangploso untuk lebih terampil dan inovatif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terutama dalam bidang pelayanan kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan, SAMSAT On The Spot (SOS)
AKUNTABILITAS PENGANGGARAN DANA DESA DI DESA SUMBEREJO KECAMATAN BATU KOTA BATU Rupina Neri; Emei Dwinanarhati Setiamandani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.389 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1708

Abstract

Abstract: It is time for village government to show their budget accountability, through physical and non-physical development programs. The big amount of funds issued by the central government for each village in Indonesia requires the village to optimize the use of the budget. In practice, there are several village heads have corrupted the village budget. To reduce this, the accountability of budgeting for village funds is needed in order to reduce the misuse of the budget. As stated in Law Number 60 in 2015 Article 1 Paragraph 2, Village Funds are funds used to finance village development and community empowerment. This study used a qualitative method. The data collection techniques used interviews, observation, and documentation with the technique of determining informants using purposive sampling. The data analysis included data reduction, presentation, and conclusion withdrawal. While the validity was tested using triangulation techniques. The results of the study showed that the budgeting process for village funds was carried out in several stages, starting with planning, implementation and final reporting. The characteristics of accountability were the existence of open budgeting information, the community involvement in the development process and the budgeting led to the applicable regulations. The supporting factors were mutual coordination between village institutions and the access to information transparency about the budget. While the inhibiting factors were the lack of human resources and less consistency of the budgeting. Keywords: Accountability, Budgeting, Village Funds Abstrak: Pemerintah desa sudah saatnya menunjukan pertanggungjawaban anggaran, melalui program-program pembangunan fisik maupun non fisik. Besarnya dana yang dikeluarkan pemerintah pusat untuk setiap desa di Indonesia, mengharuskan  desa mengoptimalkan penggunaan anggaran.  Pada prakteknya ada beberapa kepala desa melakukan korupsi anggaran desa. Untuk mengurangi hal tersebut, maka diperlukan akuntabilitas penganggaran dana desa dengan tujuan untuk mengurangi penyalahgunaan anggaran yang dilakukan, sebagaimana dikatakan dalam Undang-Undang Nomor 60 Tahun 2015 Pasal 1 Ayat 2 Tentang  Dana Desa adalah dana yang digunakan untuk pembiayaan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan digunakan dalam teknis analisis data. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik. Hasil penelitian menunjukan proses penganggaran dana desa dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan dan terakhir pelaporan. Ciri dari akuntabilitas adalah adanya keterbukaan informasi penganggaran, masyarakat terlibat dalam proses pembangunan dan dalam penganggaran dana desa selalu mengarah kepada peraturan yang berlaku. Faktor pendukungnya yaitu saling koordinasi antar lembaga desa dan akses keterbukaan informasi tentang anggaran. Sedangkan Faktor Penghambatnya yaitu Sumber Daya Manusia Masih kurang dan  Tidak adanya konsistensi mengenai penganggaran. Kata Kunci: Akuntabilitas, Penganggaran,  Dana Desa
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN PT. VALAGRO DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK Chandra Tribuana Murti
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.075 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i1.208

Abstract

Abstract: PT. Valagro is a business fertilizers and plant nutrients, especially in the food sector of organic biostimulant materials. This business is a business that has a tremendous opportunity and coupled with support by governments that have implemented the use of fertilizers and nutrients that are environmentally friendly. Efforts on the competitiveness of existing businesses that require an alternative that provide the best communications initiatives pamasaran. This study aims to determine how the marketing communication strategy PT. Valagro and to identify barriers to marketing communication strategy PT.Valagro in Malang. The experiment was conducted in December 2014 through February 2015 study conducted at the company PT. Valagro Indonesia Village Bocek Karangploso Malang. In this study used is a descriptive study using qualitative techniques, the method of data SWOT analysis to get a better understanding of the marketing communication strategy through the media used by PT. Valagro in order to obtain answers or in-depth information about the various picture in communicating the product that has been offered. From the research carried out has obtained a conclusion that Marketing Communication Strategy conducted by PT. Valagro include advertising, direct marketing, internet marketing, promotion and sales that have been planned. The purpose of the sale of these products is to determine whether the product can be marketed as expected the company to market the product. Barriers in the marketing communications strategy is often the misunderstanding to consumers because they do not understand how the application of the products offered. Keywords: Strategy, Communications, Marketing Abstrak: PT. Valagro adalah sebuah bisnis pupuk dan nutrisi tanaman khususnya pada sektor pangan dari bahan-bahan biostimulant organik. Bisnis ini merupakan bisnis yang memiliki peluang yang sangat besar dan ditambah dengan dukungan oleh pemerintah yang telah menerapkan pada penggunaan pupuk dan nutrisi yang ramah lingkungan. Upaya terhadap daya saing yang ada mewajibkan sebuah pelaku bisnis tersebut memberikan alternatif yang terbaik dalam usaha komunikasi pamasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemasaran PT. Valagro dan untuk mengetahui hambatan-hambatan strategi komunikasi pemasaran PT.Valagro di Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Februari 2015 penelitian dilakukan di perusahaan PT. Valagro Indonesia Desa Bocek Karangploso Malang. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang menggunakan teknik kualitatif, dengan metode analisis data SWOT untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mengenai strategi komunikasi pemasaran melalui media-media yang digunakan PT. Valagro guna memperoleh jawaban atau informasi mendalam tentang berbagai gambaran dalam mengkomunikasikan produk yang telah ditawarkan. Dari penelitian yang dilaksanakan telah diperoleh suatu kesimpulan yaitu Strategi Komunikasi Pemasaran yang dilakukan PT. Valagro meliputi iklan, direct marketing, internet marketing, promosi dan penjualan yang telah direncanakan dengan baik. Tujuan dalam penjualan produk tersebut adalah untuk menentukan apakah produk tersebut dapat dipasarkan sesuai dengan yang diharapkan perusahaan dalam memasarkan produk. Hambatan dalam strategi komunikasi pemasaran adalah sering terjadinya kesalah pahaman kepada konsumen dikarenakan masih belum memahami tentang cara pengaplikasian produk yang ditawarkan. Kata Kunci : Strategi, Komunikasi, pemasaran
PERAN DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMASI KOTA BATU DALAM UPAYA PENYAMPAIAN INFORMASI OTONOMI DAERAH HERI KUSWANTO
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.651 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v1i2.38

Abstract

Abstract: In order to management of Autonomy Area as execution of Code/Law Number 22 year 1999 about Local Government, Town Stone take charge of big in the effort making Town Stone as town which still young have good governance, cleanness and is self-supporting. Needed by the existence of continuous socialization to Stone urban community alone and also to society outside Town Stone. Mindful of the target of the august require to the existence of formulation of regulation of government of Number 8 year 2003 bring in handing guidance of Organization Peripheral of Area, where the importance of done/conducted by stages;steps reinforcement of kewenangan, efficient, effectiveness, institute performance akunbilitas and improvement of human resource quality as effort realize good governance. This research use method qualitative, this approach kerena in base oning by philosophy of fenomenologi and also method is qualitative expected can give clarification detailedly about role phenomenon On duty Information, Communications and Library of Town Stone. Result of this research of menunjukan that 1 as communicative information bridge or mediator, On duty Information Communications and Library of active Town Stone to look for and really news which always newly, actual by profesiona. As for information type becoming area of garapan On duty Information Communications and Library have the character of timbale return 2) As for performance and role On duty Information Communications of da Library in management of Autonomy Area Town Stone enough responsive ( tanggap) and have tried to give good service of goodness with communications medium and information which is complete enough: mass media, electronic media, and cybernetic system which have been provided by government of Town Stone. Key words: Editorial Director, Of Journalists’ Performance
EVALUASI PROGRAM INOVASI PELAYANAN MALAM (Studi Pada Kantor Kelurahan Temas Kota Batu) Yanto ,; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.083 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i3.1780

Abstract

Pelayanan publik merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh birokrasi selaku penyedia pelayanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal pelayanan publik. Sedangkan inovasi merupakan sebuah tindakan cara mupun langkah yang dilakukan oleh manusia untuk melakukan pembaharuan-pembaharuan baik produk, proses maupun jasa. pada pengertiannya evaluasi merupakan sebuah pengukuran hasil yang ingin dicapai maupun penyimpangan yang terjadi dalam kebijakan publik. sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pelayanan malam di Kantor Kelurahan Temas Kota Batu. Selain itu, penelitian ini juga ingin mengetahui faktor pendukung dan penghambat program pelayanan malam. Untuk itu pembahasan dalam penelitian adalah bagaimana nilai efektifitas, efisiensi dan nilai kecukupan dari program pelayanan malam. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan diskriptif kualitatif, dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Penentuan responden menggunakan Snowball sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data ialah reduksi data, penyajian data Sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa program pelayanan malam di Kantor Kelurahan Temas Kota Batu sudah sangat baik dikarenakan mampu menjawab masalah-masalah pelayanan publik dan mampu meningkat kepercayaan masyarakat kepada penyedia pelayanan publik. Faktor pendukung yaitu antusias masyarakat dan sumber daya aparatur. Faktor penghambat yaitu ketepatan waktu pelaksanaan dan kondisi iklim.
PENINGKATAN BUDAYA ORGANISASI SECARA EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK Maria Khiristiani; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.996 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.241

Abstract

Abstract: Organizational culture is the value, belief or the valid norms. They were dealed also followed by all organization members, as the attitude orientation and the solution for the organization problems. Based on the condition above, thus the government consideration about the essence of organization culture need to be socialized. So that, it could create the the fair service for societies. According to the Law number 25 the year 2009 about the public service. This study used qualitative methods, data sources are primary data and secondary data, data collection techniques through observation, interviews and documentation, sample collection techniques through purposive sampling, the validity of the data using triangulation techniques. Based on the the result of the research conclude that increasing the effective public service, the BP2T malang city has worked and based on the mayor rule number 50 in the year 2015 about the partial delegation of authority in presenting permission service also non permission one from the mayor to the head of intregated permission service. Then, create the a team to serve and facilitate the supporting factors. They are the comfort area for BP2T organization, high quality work in the organization and full of responsibility. The inhibiting factors are the human resource in BP2T need the increasement, the lackness about the organized ability, such as: the inter personal skill and intra personal in serving all societies. Key words: Organization culture and public service. Abstrak : Budaya organisasi merupakan nilai, keyakinan /norma yang berlaku, disepakati, dan diikuti oleh para anggota organisasi sebagai pedoman perilaku dan pemecahan masalah organisasinya. Oleh karena itu kesadaran pemerintah akan pentingnya budaya organisasi perlu disosialisasikan, sehingga dapat menciptakan pelayanan yang adil dan merata untuk masyarakat. Sebagaimana menurut undang-undang No. 25 Tahun 2009 Tentang pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sumber data yaitu data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, teknik pengumpulan sampel melalui purposif sampling, keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan pelayanan publik yang efektif Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) sudah bekerja berdasarkan Perwal No.50 Tahun 2015 tentang pelimpahan sebagian kewenangan penyelenggaraan pelayanan perizinan dan non perizinan dari Walikota kepada kepala badan pelayanan perizinan terpadu dan bekerja melibatkan tim dalam memberikan pelayanan serta sarana dan prasarana yang mendukung. Faktor pendukungnya yaitu lingkungan organisasi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) yang baik dan nyaman, kinerja organisasi yang baik serta dilaksanakan dengan tanggung jawab. Adapun faktor penghambatnya antara lain SDM yang ada pada BP2T masih perlu peningkatan, kemampuan organisasi juga masih kurang seperti kemampuan interpersonal dan intrapersonal dalam melayani masyarakat. Kata kunci : Budaya Organisasi, Pelayanan Publik
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI PADA PEMERINTAHAN DESA LANDUNGSARI DALAM MENUNJANG PELAYANAN ADMINISTRASI KEPADA MASYARAKAT Veronika Missa; Agung Suprojo; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.461 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.63

Abstract

Abstrak: Pentingnya komunikasidalam setiap pelaksanaan berbagai kegiatan atau kerja suatu organisasi, menjadikannya sebagai penentu dalam mengukur keefektifan dan efisiensi dari organisasi tersebut. Yang menunjukan apakah organisasi tersebut telah berhasil mencapai suatu target yang telah ditentukan dan disepakati terlebih dahulu, khususnya di sini pada pelaksanaan pelayanan administrasi kepada masyarakat.Namun sering terjadi suatu organisasi kurang mampu menunjukkan produktifitasnya, dalam artian masih lemahnya kinerja organisasi tersebut dalam pencapaian suatu target atau hasil yang telah disepakati terlebih dahulu. Sehingga kerja organisasi tersebut tidak efisien dan tidak efektif. Selain itu, kompleksnya suatu organisasi yang menunjukan bahwa semakin besar organisasi tersebut maka semakin kompleks permasalahan yang akan dihadapi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode analisis kualitatif. Penelitian deskriptif menurut Faizal (1990:90) adalah "Suatu penelitian yang sekedar melukiskan atau mendiskripsikan, (deskripsi) sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti, tanpa mempersoalkan hubungan antara variabel (jalin -menjalin antara variabel)". Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat maupun situasi-situasi tertentu termasuk hubungan kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari fenomena. Kata Kunci: Komunikasi Organisasi, Pemerintahan Desa dan Pelayanan Administrasi Abstract: The importance of communication in any implementation of various activities or work an organization,making it as a determinat in measuring the effectiveness and efficiency of the organization.which shows whether the organization has managed to achieve a predetermined targets and agreed in advance,especially here on the implementation of administrative services to the community.But often there is a lack of organization is able to demonstrate productivity,in termsof the weak performance of the organization in the achievement of a goal or outcome that has been agreed in advance.So that the work of the organization is inefficient and ineffective.In addition,the complexity of an organization that show that the larger the organization,the more complex problem to be faced. In this study the researchers used a descriptive research with qualitative analysis methods.Descriptive study by Faizal ( 1990:90) is “ A study just illustrate or describe,a number of variables related to the problem and the unit under study,regardless of the relationship between variables.It can be concluded that descriptive research studying the problems in society andordinances in force in the community as well as specific situations including relations activities,attitudes,outlooks and the ongoing effects of the phenomenon. Keywords: Organizational Communication, Rural Governance and Administrative Services
PENERAPAN PERILAKU AKUNTABILITAS PEMERINTAH DESA DALAM MENDORONG PARTISIPASI MASYARAKAT Di DESA PENDEM KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Dominikus Leti Djawa; Dekki Umamur Ra’is
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.491 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i4.1951

Abstract

Abstrak: Akuntabilitas adalah bentuk kewajiban penyelenggaraan kegiatan publik yang dapat menjelaskan sehingga segala hal menyangkut langkah dari segala seluruh keputusan dan proses yang dilakukan, serta pertanggung jawaban terhadap hasil kinerjanya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Yang menjadi informan pada penelitian ini kepala desa, aparatur desa, tokoh masyarakat. Dengan menarik sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian terkait penerapan perilaku akuntabilitas pemerintah desa untuik mendorong partisipasi masyarakat di desa pendem pada tahapan perencanaan dalam pembangunan di Desa Pendem kurang efektif, dalam tahapan pelaksanaan pembangunan di Desa Pendem kurangnya transparansi informasi terkait pelaksanaan perencanaan kegiatan oleh pemerintah desa kepada masyarakat, sehingga pencapaian tujuan pengelolaan dana desa dalam pembangunan desa yang dilakukan di Desa Pendem belum efektif, Selanjutnya, tahapan pertanggungjawaban pembangunan desa, hasil dari penelitian i pertanggung-jawaban masih belum efektif, dikarenakan Laporan Pertanggungjawaban tidak disusun oleh Pemeintah Desa dan tidak adanya evaluasi kegiatan yang seharusnya dilakukan bersama masyarakat Desa Pendem. Kata kunci: Akuntabilitas; Pemerintah desa; Partisipasi masyarakat Abstract:Accountability is a form of obligation in providing public activities to be able to explain and obtain all matters relating to the steps of all decisions and processes carried out, as well as accountability for the results of its performance. This study used qualitative research with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The informants in this study were village heads, village officials and community leaders. The sampling technique involved purposive sampling. The results of research related to the application of village government accountability behavior in encouraging community participation in Pendem village at the planning stage was less effective, in the stages of development implementation was the lack of transparency of information related to the implementation of planning activities by the village government to the community, so that the achievement of village funds management objectives have not been effective. Furthermore,  the results of the study indicated that the stage of accountability was less effective, where the preparation of the Accountability Report was not prepared by the Village Government and there was no evaluation of activities that should be carried out together with Pendem Village community. Keywords: Accountability; Village government; Community participation
STRATEGI HUMAS PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SAMBAS DALAM MENINGKATKAN CITRA KABUPATEN Rudi Satria; Herru Prasetya Widodo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.258 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i1.364

Abstract

Abstract :Image is one important asset for the proper government must continue to be built and maintained. In the image-building strategy needs to be done by the government, therefore Kabupaten Sambas government through the PR has always pursued a strategy as an attempt to improve the image of Sambas district. The purpose of this study was to describe the District Government Relations Strategy to Improve Image in Kabupaten Sambas.To analyze the data, reserchers use qualitative descriptive method to collect the data. Data collection refers to the form of observations, interviews and researchers act as observers. And using data collection techniques in this study were interviews and documentation. After the data is obtained by analyzing data using a model of Miles and Huberman data analysis that includes data reduction, data presentation and conclusion.From these results it can be concluded that Kabupaten Sambas government use public relations strategy in enhancing the image with media relations. media relations activities such as managing media relations and establish good relations with the media.And barriers experienced is more to the internal resistance or more to the local work units as well as the lack of television media as a disseminator of information to the public media. Keywords: Strategies of Public Relations, Media Relations, Image Abstrak :Citra merupakan salah satu aset penting bagi sebuah pemerintah yang selayaknya harus terus menerus dibangun dan dipelihara. Dalam membangun citra perlu adanya strategi yang harus dilakukan pemerintah, oleh sebab itu pemerintah daerah kabupaten sambas melalui Humas selalu melakukan strategi sebagai upaya dalam meningkatkan citra kabupaten sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Strategi Humas Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas Dalam Meningkatkan Citra Kabupaten.Untuk menganalisis menggunakan metode kualitatif deskriftif merupakan metode kualitatif yang mengacu pada pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara dan peneliti bertindak sebagai pengamat.Serta dengan menggunakan Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu wawancara dan dokumentasi. Setelah data diperoleh dilakukan analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa strategi humas pemerintah daerah kabupaten sambas dalam meningkatkan citra dengan media relation. Kegiatan media relation berupa mengelola relasi dengan media serta menjalin hubungan baik dengan media yang ada.Dan hambatan yang dialami yaitu lebih kepada hambatan internal atau lebih kepada satuan kerja perangkat daerah serta kurangnya media televisi sebagai media penyebar informasi kepada masyarakat. Kata Kunci : Strategi Humas, Media Relations, Citra
PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA BATU Katarina .; Noora Fithriana
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.721 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i2.1488

Abstract

Abstract: The development of the tourism sector has an impact in increasing local revenue. The obstacles in the development of tourism potential in Batu is the lack of supporting infrastructure facilities in tourist sites, access to less-developed tourist sites that impacted to the lack of tourist visits, and also the absence of specific regulations that discuss about tourism, which is in accordance with the condition of Batu. The purpose of this study was to determine the strategies undertaken by the city government in the development of tourism sector, to determine the supporting and inhibiting factors. The research type is a qualitative research. The sample of research used purposive sampling. Tourism sector development strategies are included in the RIPPDA. Batu tourism development at the moment develops nature-based tourism, agriculture and tourism village. There were three supporting factors, first, the existence of government cooperation with private parties, second, the community participation and the last was local potentials. Meanwhile the inhibiting factors were inadequate road access and less clear directions to tourism locations.  Keywords: Development, Tourism, Local Revenue Abstrak: Pengembangan sektor pariwisata berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah. Yang menjadi kendala dalam pengembangan potensi pariwisata di Kota Batu adalah minimnya sarana prasarana penunjang di lokasi wisata, akses ke lokasi wisata yang kurang diperhatikan sehingga berdampak pada kurangnya jumlah kunjungan wisatawan, dan juga belum adanya peraturan daerah secara khusus yang membahas tentang kepariwisataan, diperlukan Peraturan Daerah yang sesuai dengan kondisi Kota Batu. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi yang dilakukan pemerintah kota dalam pengembangan sektor pariwisata, untuk mengetahui faktor pedukung dan penghambat. Jenis penelitian kualitatif. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Strategi pengembangan sektor pariwisata tercantum dalam RIPPDA. Pengembangan pariwisata Kota Batu pada saat ini mengembangkan pariwisata berbasis alam dan pertanian dan pengembangan desa wisata. Ada 3 faktor pendukung, adanya kerjasama pemerintah dengan pihak swasta, peran serta masyarakat dan potensi yang dimiliki. Faktor penghambat diantaranya akses jalan yang kurang memadai dan kurang maskimalnya penunjuk arah menuju lokasi pariwisata yang jelas. Kata kunci: Pengembangan, Pariwisata, Pendapatan Asli Daerah