cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 608 Documents
NILAI BUDAYA DAYAK PADA DESAIN PRODUK FLEKSIBEL MERCHANDISE Silvian Jati Putra; Akhirul Aminulloh; Sulih Indra Dewi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.295 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v4i1.95

Abstract

Budaya merupakan hasil dari sebuah peradaban yang turun temurun dan menjadi identitas suatu golongan, pada era modern, budaya juga dapat menjadi sebuah produk melalui bentuk kesenian. Desain dari produk “Fleksibel” Merchandise merupakan bentuk kesenian visual dalam wujud produk kaos yang memiliki tema kebudayaan Dayak dan unsur musik death metal pada desainnya. Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengungkap makna denotatif dan konotatif yang berkaitan dengan mitos dari tanda – tanda dalam bentuk visual pada desain. Didalam desain produknya, “Fleksibel” merchandise menggunakan unsur - unsur death metal seperti kematian, kesadisan. dan unsur kepercayaan melalui beberapa tradisi, dan mitologi pada masyarakat Dayak. Penelitian ini mengungkap bagaimana “Fleksibel” merchandise mempresentasikan budaya Dayak didalam desainya. Serta bagaimana desain tersebut dapat merepresentasikan komunitas death metal di Kalimantan Barat. Kata kunci : Budaya Dayak, Desain, Semiotika, Fleksibel Merchandise
PENGELOLAAN PENGADUAN MASYARAKAT DALAM UPAYA MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Hiasinta Sabeni; Emei Dwinanarhati Setiamandani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.144 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i1.2214

Abstract

Pelayanan publik merupakan sebuah tolak ukur kinerja pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat pada umumnya. Melalui penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan pemerintah, masyarakat dapat mengukur standar dan kualitas pelayanan yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat sebagai obyek kebijakan publik. Sehingga sebagai wujud dari penyelenggaraan Negara yang demokrasi, maka masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pengaduaan terhadap nilai (value) dari kualitas pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi yang dipilih untuk melihat obyektifitas masalah yang sedang diteliti di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Malang. Dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui purposive sampling peneliti memilih tiga informan diantaranya, kasubag program dan pelaporan, kasubag umum dan kepegawaian dan masyarakat. Pengumpulan data penelitan menggunakan prinsip triangulasi teknik melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, yang kemudian hasilnya akan diolah dan dianalisa sesuai dengan konsep yang sistematis yakni proses reduksi data (reduction), penyajian data (display) dan penarikan kesimpulan atau verifikasi data (verivication).
KONSTRUKSI MEDIA TERHADAP PEMBERITAAN PILKADA DKI JAKARTA PUTARAN KEDUA Dian Gloria; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.408 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i3.1407

Abstract

Abstrak: The second round of Jakarta Capital City Election became a media agenda that was quite significant and drew public attention. This issue began to become a public discourse after the incumbent governor candidate Basuki Tjahaja Purnama aka Ahok, tripped over a case of alleged blasphemy, which later had an impact on the spread of public opinion on religious issues. Regarding the second round of the Jakarta Capital City Election, Republika.co.id and Kompas.com also offered various perspectives. It also found indications of differences in text construction on the two news portals after making observations. This study aimed to determine the construction of Kompas.com and Republika.co.id on the news of the second round of DKI Jakarta elections. This study used a qualitative research method, with Roger Fowler’s Model Discourse Analysis. Fowler views language as a social practice, through which a group establishes and disseminates its ideology, also sees how certain grammar and certain vocabulary choices bring certain implications and ideologies while putting their grammar and usage practices to know ideological practices, and can be used to look critically at the media’s point of view of an elevated report. The findings of this study are, in its reporting on the second round of DKI Jakarta Election, Republika.co.id tends to use words and languages that are more Islamist, always prioritizing the interest of Muslims and choosing speakers who have Islamic thoughts. While Kompas.com looks more neutral and balanced point of view and use of resource persons and different news placements. Kompas.com also emphasizes humanitarian issues and emphasizes more on the construction of social and political movements. Keywords: constuctivism, DKI Jakarta 2017 election second round, discourse analysis Abstrak: Pilkada DKI Jakarta putaran kedua menjadi agenda media yang cukup signifikan dan sangat menyita perhatian publik. Isu ini mulai menjadi wacana publik setelah calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tersandung kasus dugaan penistaan agama, yang kemudian berdampak pada meluasnya opini masyarakat hingga pada isu agama. Terkait dengan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, republika.co.id dan kompas.com turut menawarkan berbagai sudut pandang. Ditemukan pula indikasi perbedaan konstruksi teks pada dua portal berita tersebut setelah melakukan observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi kompas.com dan republika.co.id terhadap pemberitaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan Analisis Wacana Model Roger Fowler. Fowler memandang bahasa sebagai praktik sosial, melalui mana suatu kelompok memantapkan dan menyebarkan ideologinya, juga melihat bagaimana tata bahasa (grammar) tertentu dan pilihan kosakata tertentu membawa implikasi dan ideologi tertentu sekaligus meletakkan tata bahasa dan praktik pemakaiannya untuk mengetahui praktik ideologi, serta dapat digunakan untuk melihat secara kritis sudut pandang media terhadap suatu pemberitaan yang diangkat. Temuan penelitian ini adalah, dalam pemberitaannya mengenai Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, republika.co.id condong menggunakan kata dan bahasa yang lebih Islamis, selalu mengutamakan kepentingan umat Islam dan memilih narasumber yang memiliki pemikiran Islam. Sedangkan kompas.com terlihat lebih netral dan berimbang, sudut pandang dan penggunaan narasumber serta penempatan berita yang berbeda. Kompas.com juga lebih menonjolkan isu-isu kemanusiaan serta lebih menekankan berita pada konstruksi pergerakan sosial dan politik. Kata Kunci: konstruktivisme, pilkada dki jakarta 2017 putaran kedua, analisis wacana
KUALITAS PENYEDIAAN PELAYANAN SOSIAL DASAR (PSD) MELALUI DANA DESA (STUDI DI DESA PANDANREJO KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU) Angelia Reziana
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.62 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1596

Abstract

Abstract: The Law Number 6 of concerning Villages, Villages are given the authority to regulate and manage ttheir authority based on the Villages needs and priorities. Priorities are budgedted through village funds referring to Government Regulation Number 60 of 2014 concerning Village Funds sourced from the State Budget and Expenditures. Budgeting aimed to improving the welfare of the village comunity living standarts. In the budgeting allocation of Village Funds considers the level of comunity welfare. Thus, basic social service (PSD) that use village funds of PAUD development, are parallel and  inseparable from the entire National Education System in accordance with Permendikbud Number 137 of 2014 concerning the National Standarts for Early Childhood Education. This research is exploratory research. The data collection was does through observation, interviews, and documentation. The determonation of informants used a snowball technique. The validity data was measurement by triangulation technique and analysed using Miles and Huberman analysis models, including data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results is one of the basic social servise in the from of PAUD development was established in line with the village funds in 2015. The constructions of PAUD was in the from buildings, learning equipment and children-friendly vehicles. Disbursement of village funds was passed by submitting a program/activity proposal to the District, then submitted to the Empowerment Sectionn, then to PKD who would recommend and the funds would be transferred to the village account. Keywords: Quality, Provision. Service, Village Fund Abstrak: Ditetapkannya UU Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Desa diberikan kewenangan untuk mengatur dan mengurus kewenangannya sesuai prioritas Desa. Prioritas desa dianggarkan melalui dana desa mengacu kepada Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Penganggaran tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa serta penanggulangan taraf hidup. Dalam penganggarannya pengalokasian Dana Desa banyak mempertimbangan tingkat kesajahteraan masyarakat. Demikian pelayanan sosial dasar (PSD) menggunakan dana desa berupa pembangunan PAUD, yang kini telah sejajar dan tak terpisahkan dari seluruh  Sistem Pendidikan nasional berdasarkan Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. Penelitian ini adalah penelitian eksploratif. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan penentuan informan teknik snowball. Pengukuran validitas keabsahan data dengan mengukur kepercayaan dan kepastian atas objek penelitian menggunakan teknik triangulasi. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasilnya menunjukan bahwa pelayanan sosial dasar berupa pembangunan PAUD yang berdiri seiring masuknya dana desa tahun 2015. Pembangunan PAUD berupa gedung, perlengkapan belajar, hingga wahana bermain. Pencairan dana desa  dilalui dengan mengajuan program/kegiatan yang diprint out di masukan ke Kecamatan, selanjutnya kebidang Pemberdayaan, lanjut ke PKD yang akan merekomendasikan dan dana akan ditransfer ke rekening desa. Kata kunci: Kualitas, Penyediaan, Pelayanan, Dana Desa
KINERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN CATATAN SIPIL DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN KOTABARU KALIMANTAN SELATAN Herlina .; Soesilo Zauhar; Suryadi .
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.658 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v4i3.127

Abstract

Penelitian ini hendak mengkaji secara empiris tentang kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta kendala yang dihadapi dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori kinerja birokrasi pelayanan public yang selanjutnya dikembangkan menjadi lima indikator yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas dan akuntabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kinerja Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Kabupaten Kotabaru secara keseluruhan belumlah dapat dikategorikan baik, namun sudah menunjukkan hasil yang cukup baik. Kendala yang dihadapi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan kepada masyarakat di Kabupaten Kotabaru secara keseluruhan masih dapat diatasi dengan berbagai cara, kecuali kendala eksternal yang berupa letak geografis dan kondisi lingkungan Kabupaten Kotabaru. Kata Kunci : birokrasi, kinerja
INOVASI PIKET MALAM DALAM MENINGKATKAN KINERJA PELAYANAN PUBLIK Theresia Marta Peyusinta; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.028 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i1.1446

Abstract

Abstract: An innovation plays an important role in improving a service performance. The goal of innovation is to encourage governments to improve services. This study aimed to describe and analyze the night shift innovation in Kelurahan Temas and to identify and analyze the factors that influence the night shift innovation in improving the performance of public services. This study used a qualitative method. The primary and secondary data collection consisted of documents, archives, direct observation, and interviews. This research revealed that the existence of night shift innovation in Kelurahan Temas can improve the performance of public service. It was proved by the service procedures that were easily understood, fairly quick service completion, and the absence of service fees. This study also found the supporting factors in form of employee’s awareness, income, ability, and the supporting facilities and infrastructure. Meanwhile the inhibiting factors were in the rainy season there were no people came, in the moment of religious celebration the night shift was off due to the apparatus and the majority of community in Temas Village followed the event. Keywords: night shift innovation, Performance of public service Abstrak: Inovasi memiliki peranan penting dalam meningkatkan kinerja pelayanan. Tujuan inovasi adalah mendorong pemerintah untuk memperbaiki pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis inovasi piket malam di Kelurahan Temas dan mengidentifikasikan dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi piket malam di Kelurahan Temas dalam meningkatkan kinerja pelayanan publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data secara primer dan sekunder yang terdiri atas dokumen, arsip, observasi langsung, dan wawancara. Penelitian ini mengungkapkan bahwa adanya inovasi piket malam di Kelurahan Temas dapat meningkatkan kinerja pelayanan publik. Hal itu dibuktikan dari prosedur pelayanannya mudah dipahami, jangka waktu penyelesaian pelayanan terbilang cepat, serta tidak adanya pungutan biaya pelayanan. Dalam penelitian ini juga ditemukan faktor pendukung berupa kesadaran pegawai, pendapatan pegawai, kemampuan pegawai, serta sarana dan prasarana yang mendukung. Faktor penghambatnya musim hujan tidak ada masyarakat yang datang, saat momen keagamaan piket malam ditiadakan dikarenakan aparatur dan mayoritas masyarakat Kelurahan Temas mengikuti acara tersebut. Kata kunci: Inovasi Piket Malam, Kinerja Pelayanan Publik
PERSEPSI PEREMPUAN TENTANG TAYANGAN DRAMA ROMANTIS KOREA DI INDOSIAR Maria Erniyanti Kedi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.084 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i2.54

Abstract

Drama telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di dunia sebagai salah satu bentuk media hiburan yang dapat memenuhi imajinasi penonton serta berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan. Pembuatannya pun mengandung berbagai maksud yang ingin disampaikan. Informasi yang tersaji dalam sebuah drama dapat memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Banyak aspek yang disajikan dalam sebuah drama, misalnya alur cerita, karakter tokoh atau pemain, kostum, ilustrasi musik, dan setting. Gambar hidup yang ditampilkan di drama memberi dampak yang berbeda dari untaian kata-kata dalam sebuah buku, yang berasal dari kisah nyata atau fiktif/imajinatif. Pernahkah anda berpikir, mengapa hampir seluruh Mahasiswa di kampus Anda menggunakan celana Jeans pada saat yang bersamaan, memiliki gaya rambut yang berbeda, dan gaya pacaran yang berbeda dari biasanya, atau mengapa teman-teman Anda lebih senang menghabiskan waktu di Starbucks atau J’Co Donnut yang harganya lebih mahal enam sampai delapan kali lipat dari harga di warung pinggiran. Atau tidak timbulkah rasa heran di benak Anda mengapa sebagian besar penduduk dunia sangat menyukai ritual menonton sepak bola yang membutuhkan waktu ekstra dini hari yang akan mengurangi jatah tidur penikmat sepak bola. Tentunya aneh jika Anda berpikir bahwa hal itu dipicu atas kesepakatan bersama. Hal inilah yang dinamakan budaya populer atau lebih dikenal sebagai budaya pop saja yaitu budaya yang banyak diminati oleh masyarakat tanpa ada batasan geografis. Menurut Chatman, (1999:16) “ moves-also called motion pictures, film, or cinema-are of the most popular types of entertainment “.( Film atau gambar yang disebut juga gambar bergerak. Gambar, film atau bioskop, adalah salah satu jenis hiburan yang paling populer). Selama sepuluh tahun terakhir ini, demam budaya pop Korea melanda Indonesia. Fenomena ini dilatarbelakangi Piala Dunia Korea-Jepang 2002 yang berakhir dengan masuknya Korea sebagai kekuatan empat besar dunia dalam hal persepakbolaan. Kesuksesan Korea di Piala Dunia 2002 semakin mempersohor nama Korea di mata dunia. Beberapa waktu menjelang, selama dan setelah hiruk-pikuk Piala Dunia, beberapa stasiun televisi swasta di tanah air gencar bersaing menayangkan musik, film-film maupun sinetron-sinetron Korea. Dari beberapa jenis drama, terdapat salah satu jenis drama yang paling banyak diminati dan juga dapat ditonton yaitu drama romantis Korea. Pada saat ini, tren drama Korea semakin mewarnai program televisi di Indonesia. Hal ini tentu saja tak lepas dari membludaknya penggemar drama Korea di Indonesia itu sendiri drama-drama Korea yang pernah tayang di televise swasta dan nasional Indosiar dan ANTV , dimana drama Korea Naughty Kiss, City Hunter ataupun Dream High, sempat memiliki rating yang tinggi. Sejak Indosiar menayangkan drama Asia, stasiun TV lain juga mulai berlomba-lomba menayangkan drama Korea. Salah satunya adalah ANTV. Mulanya TV swasta itu tidak pernah menayangkan drama Korea, namun semenjak drama Korea mulai digemari, ANTV mencoba menayangkannya mekipun awalnya hanya berupa drama Korea Rerun . Penulis akan membedah fenomena ini dengan menggunakan teori ketergantungan sistem media. DeFleur dan Ball-Rokeach menjelaskan “bahwa semakin seseorang menggantungkan kebutuhannya untuk dipuaskan oleh penggunaan media, semakin penting peran media dalam hidup orang tersebut, sehingga semakin besar pengaruh yang dimiliki media” (Baran dan Davis, 2010:340). Dampak terbesar dari serial drama romantis Korea terlihat nyata pada kaum perempuan, karena kaum perempuan lebih menggunakan perasaan dari pada logika. Perasaan yang dimiliki oleh perempuan lebih peka apabila dibandingkan dengan kaum pria. Selain cantik, perempuan memiliki karakter yang sangat rumit dan kompleks. Bukan hanya masalah pribadinya saja yang mempengaruhi, tetapi juga latar belakang, nilai moral dan budaya, pandangan hidup, tingkat intelektualitas, dan lain-lain.
EFEKTIVITAS KEBIJAKAN DINAS SOSIAL DALAM MENANGGULANGI PMKS KHUSUS ODGJ TERLANTAR DI KOTA BATU Reza Darmawan; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.233 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i4.1865

Abstract

Banyaknya ditemukan Orang Dengan Gangguan Jiwa Terlantar di kota – kota besar. Undang – Undang Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa pasal 80 bahwa “Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memiliki tangguang jawab untuk melakukan penatalaksanaan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terlantar, menggelandang, mengancam keselamatan dirinya dan /atau orang lain dan/atau mengganggu ketertiban dan/atau keamanan umum. Efektivitas Kebijakan dalam penanggulangan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang terlantar menjadi tujuan dan pokok permasalahan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang didapatkan berupa data sekunder dan data primer. Penentuan informan menggunakan teknik snowball sampling. Setelah data diperoleh, data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data menggunakan cara trianggulasi teknik. Hasil analisis Kebijakan Penanggulangan Orang Dengan Gangguan Jiwa terlantar di Kota Batu dapat ditarik kesimpulan bahwa kebijakan tersebut sudah efektif, dilihat dari indikator efektivitas menurut Sutrisno yaitu meliputi : (1)pemahaman program, (2) tepat sasarana, (3) tepat waktu, (4) tercapainya tujuan, (5) perubahan nyata. Kendalanya adalah terkait dana yang kurang memadai dan Kota Batu belum memiliki shelter sebagai tempat persinggahan sementara bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa terlantar.
UPACARA RELIGI DAN PEMASARAN PARIWISATA DI PROVINSI BENGKULU . Yuliati
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.199 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i3.299

Abstract

Abstract: The goal of this research is to investigates the processes of commoditization of the ceremonial festival of Tabot for the benefit of tourism marketing in the Province of Bengkulu. The study is a qualitatively descriptive, the data were obtained from literatures and also collected from interviews, documentation and other library researches. The data collection technique used was purposive sampling. The technique of analyzing the data used was the one that applied the model of interactive analysis. And the validity of the data was obtained through the technique of Triangulation of Patton. Tabot Festival is a program created by the State Tourism Office in cooperation with the Family of Tabot Harmony to improve the potential tourism asset to be a tourism commodity. The festival is held in various arts and cultural events like the competition of Telong-Telong, Ikan-Ikan, music of Dol, Tabot dances, Sarafal Anam, traditional pop songs, and national arts. It is an important festival for Bengkulunese that has met the requirements of originality, scarcity, and wholesomeness as a valuable asset for being better and professionally packaged in order to improve the development of tourism in Bengkulu. The communication media used for popularizing the festival and for making it easily informed are the media of marketing communication i.e. printed and electronic media such as brochures or leaflets. Keywords: religious ceremony, tourism marketing, commoditization Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses-proses komodifikasi terhadap upacara Tabot untuk kepentingan pemasaran pariwisata Propinsi Bengkulu. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sumber data diperoleh dari kepustakaan. Sedangkan pengumpulan datanya dari wawancara, dokumentasi dan penelitian pustaka. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif. Validitas data yang digunakan adalah teknik triangulasi patton. Festival Tabot merupakan program yang dibuat Dinas Pariwisata yang bekerjasama dengan Kerukunan Keluarga Tabot untuk pengembangan potensi pariwisata sebagai komoditas pariwisata. Tabot sebagai kebutuhan masyarakat Bengkulu telah memenuhi persyaratan, keaslian (Originality), kelangkaan (Scarsity), keutuhan (Wholesomeness) sebagai asset yang sangat berharga untuk dikemas lebih baik secara professional dalam perkembangan kepariwisataan di Bengkulu. Media komunikasi yang digunakan agar masyarakat luas dengan mudah mengakses informasi mengenai Tabot adalah dengan media komunikasi pemasaran yang dilakukan melalui media cetak dan media elektronik serta membuat selebaran atau leafet. Kata kunci : Upacara religi, pemasaran pariwisata, komodifikasi
ANALISIS PROGRAM REKONSTRUKSI RUMAH WARGA TIDAK MAMPU SEBAGAI LANGKAH PENGENTASAN KEMISKINAN Welli Adli; Abd. Rohman
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.575 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1470

Abstract

Abstract: House reconstruction program is a manifestation of government toward change for the poor. Therefore, the reconstruction program must have the support from every element of the government. The purpose of this research was to find out whether the house reconstruction program can reduce the poverty problems. The research is a qualitative research with data source were Primary Data and Secondary Data. Data collection techniques were: Observation, Interview, and Documentation. The technique of determining informants wasa Purposive Sampling, with informants were head of the village, secretary, head of development and thecommunity. Then the data was analysed using reduction, presentation and verification of data. After that the data was tested using triangulation. The result of the reconstruction program for poor people's houses in Bulukerto village was successful from the implementation stage, the requirements, the approach to the community, to the realization of the reconstruction program on the target. The positive impact of the realization of the reconstruction program led to a better change of society as seen from the environment that were cleaner and orderly, guaranteed public health, and the community's economy increased. Due to the limited budget it is advisable that if the budget is sufficient, the reconstruction program of poor people's houses should be carried out in total not only in some houses. Keywords: Poverty, Development, Social Change Abstrak: Program rekonstruksi rumah merupakan perwujudan dari pemerintah menuju perubahan bagi masyarakat miskin. Oleh karena itu program rekonstruksi harus mempuyai dukungan dari setiap kalangan yaitu pemerintah. Tujuan penelitan ini untuk mengetahui program rekonstruksi rumah dapat mengentaskan masalah kemiskinan. Jenis yang digunakan yaitu kualitatif. Sumber data: Data Primer dan Data Sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu: Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik penentuan Informan Purposive Sampling, dengan informan Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kasie Pembangunan, Masyarakat. Kemudian data di analisis menggunakan reduksi, Penyajian data, verifikasi. Setelah itu data diuji menggunakan triangulasi. Hasil program rekonstruksi rumah warga tidak mampu di Desa Bulukerto mencapai keberhasilan yang dilakukan mulai dari tahapan pelaksanaan, persyaratan, pendekatan kepada masyarakat, hingga terealisasinya program rekonstruksi pada sasaran yang telah ditentukan. Dampak positif dari terealisasinya program rekonstruksi menimbulkan perubahan masyarakat menjadi lebih baik yang dilihat dari lingkungan menjadi  lebih bersih dan tertata rapi, kesehatan masyarakat menjadi lebih terjamin, serta perekonomian masyarakat menjadi lebih meningkat. Karena  adanya keterbasatan anggaran disarankan apabila anggaran mencukupi, program rekonstruksi rumah warga tidak mampu hendaknya dialkukan secara totalitas tidak hanya di sebagian rumah. Kata kunci: Kemiskinan, Pembanguan, Perubahan Sosial