cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
STRATEGI PEMERINTAHAN DESA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT MELALUI SEKTOR HOME INDUSTRY Aleksius Beatus Ringgi Soka; Totok Sasongko; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.05 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v1i1.48

Abstract

Abstrak: Strategi pemberdayaan sektor home industry merupakan salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Home industry telah diakui sangat strategis dan penting terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, karena peranannya yang sangat strategis dan penting, maka pemerintahan harus memberikan perhatian khusus bagi perkembangan-perkembangan usaha tersebut dengan meramuh sebuah startegi, termasuk membina lingkungan dengan iklim usaha yang kondusif, memfasilitasi dan memberikan akses pada sumberdaya produktif dan memperkuat kewirausahaan serta daya saingnya. Adapun tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi pemerintah desa dalam meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor home industry. Dalam penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif, dengan langka-langka pengumpulan data dilakukan melalui, wawancara dan dokumentasi yang mendalam dengan responden lapangan yang diperoleh melaui teknik snowball sampling. Analisa data dilakukan dengan metode analisa interaktif yang dikembangkan yang meliputi proses pengumpulan data, reduksi data, data display (penyajian data) dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh suatu kesimpulan; 1) Memberikan bantuan untuk kemudahan dalam akses permodalan, 2) Bantuan Pembangunan Prasarana penunjang yang membantu home industry dalam menjalankan usahanya, 3) Pengembangan Jaringan Usaha, Pemasaran dan Kemitraan Usaha yaitu dengan berbagai bentuk jaringan sub kontrak maupun pengembangan kluster, 4)Pengembangan sumber daya manusia yang mendukung keberhasilan home industry untuk menembus pasar global atau menghadapi produk-produk impor di pasar domestik ditentukan oleh kemampuan pelaku-pelaku dalam usaaha tersebut untuk mengembangkan produk-produk usahanya sehingga tetap dapat eksis, 5) Peningkatan Akses Teknologi bagi pengembangan home industry dengan membangun kerjasama dengan lembaga penelitian teknologi untuk peningkatan teknologi, pengembangan pusat inovasi desain sesuai dengan kebutuhan pasar, pengembangan pusat penyuluhan dan difusi teknologi, dan peningkatan kerjasama antara asosiasi-asosiasi home industry dengan perguruan Tinggi atau pusat-pusat penelitian untuk pengembangan teknologi home industry, 6) Mewujudkan iklim bisnis yang lebih kondusif, sangat menentukan perkembangan home industry, karena persoalan yang selama ini terjadi seperti masih rendahnya pelayanan publik, kurangnya kepastian hukum dan berbagai peraturan daerah yang tidak pro bisnis merupakan bukti adanya iklim yang kurang kondusif. Kata kunci: Strategi, Pemerintahan Desa, Peningkatan Pendapatan, Home Industry Abstract: Empowerment strategy home industry sector is one of the driving force of economic growth. Home industry has been recognized as very strategic and important to increase people's income, his role is very strategic and important, the government should give special attention to developments in the effort by meramuh a strategy, including fostering environments conducive business environment, facilitate and provide access to productive resources and strengthen entrepreneurship and competitiveness. The purpose of this study is to determine the government's strategy to improve rural incomes through home industry sector. In this research uses descriptive qualitative method, with rare-rare collection of data through interviews and in-depth documentation with field respondents obtained through snowball sampling technique. The data analysis, interactive analytical method was developed which includes data collection, data reduction, data display (data presentation) and verification (conclusion). From the research that has been done to obtain a conclusion: 1) Provide assistance to the ease of access to capital, 2) Supporting Infrastructure Development Assistance to help home industry in business, 3) Development of Business Networking, Marketing and Business Partnership is a network of sub-contract forms and the development of clusters, 4) development of human resources to support the success of home industry to penetrate global markets or face the imported products in the domestic market is determined by the ability of actors in usaaha to develop products business that can still exist, 5) Improved Technology Access for the development of home industry to build partnerships with research institutions for technology improvement in technology, the development of design innovation center in accordance with the market needs, the development of counseling centers and technology diffusion, and increased cooperation between associations High home industry with universities or centers research for the development of home industry technology, 6) Creating a more conducive business climate, development of home industry is crucial, because the issue that has been happening as the low service delivery, lack of rule of law and local regulations do not constitute evidence of a pro-business climate unfavorable. Keywords: Strategy, Governance Village, Increased Revenue, Home Industry
IMPLEMENTASI TRIBINA CITA KOTA MALANG MENUJU PEMBANGUNAN BERBASIS LOCAL WISDOM M. Jalali; Sugeng Rusmiwari
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.966 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i3.1798

Abstract

Pada tahun 1962 ditetapkan Kota Malang sebagai, Kota Pendidikan/Kota Pelajar, Kota Industri dan Kota Pariwisata. Ketiga pokok tersebut menjadi cinta-cita masyarakat Kota Malang yang harus di bina. Tujuan Penulis mengetahui Implementasi Tribina Cita Kota Malang Menuju Pembangunan Berbasis Local Wisdom, faktor Pendukung dan faktor penghambatnya. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu kualitatif. Sumber data: data Primer dan Skunder.Dan tehnik pengumpulan data Observasi, Wawancara, dan dokumentasi. Teknik Penentuan informan Porposif Sampling, dengan Informan Litbang Bappeda kota malang, Kabid umum Dinas Pendidikan Kota Malang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota malang. Kemudian data di analisis menggunakan reduksi, penyajian data, verifikasi. Setelah itu data diuji menggunakan triagulasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi Tribina Cita Kota malang  Bappeda Hanya Melaksanakan Program secara Gelobal, yang Pokok dilaksanakan oleh SKPD terkait,  Dan menyesuaikan Dengan Peraturan Wali kota malang No.30 tahun 2015 Tentang Penyempurnaan Indikator Kinerja Daerah, Kendala yang ada di kota malang adalah Faktor-faktor penghambat  yang saat ini merusak pembangunan pendidikan di Kota Malang.
ANALISIS KINERJA KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) KABUPATEN MALANG DALAM SOSIALISASI MENGHADAPI PEMILIHAN KEPALA DAERAH (PILKADA) SERENTAK TAHUN 2015 Metiba Halawa; Ignatius Adiwidjaja
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.046 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i3.294

Abstract

Abstract: The phenomenon of local elections (elections) that occurred in the State of Indonesia is quite the talk of the community. The idea of the election of Regional Head has gained a place in the public discourse Indonesia. It is necessary to increase the performance of which is oriented to the National Election Commission in the achievement of results and accountability based on the values of accountability towards good governance namely to achieve simultaneous elections were in line with expectations. The purpose of this research are: 1) want to know the performance of Malang Regency Election 2015 on Unison, 2) wants to know and to describe the factors supporting and simultaneous elections in 2015 in Malang Regency. With hope this study can be useful for the community, and who are struggling to meet the demands of the State apparatus. In this study used qualitative methods using the steps of collecting data through observation, interviews, and documentation. Furthermore, to analyze data using interactive data analysis model developed by Sugiyono which includes the process of data reduction, data presentation, and conclusion. From the research that has been done obtained a conclusion; 1) The performance is conducted Malang Regency in the face of the local elections in 2015 have run simultaneously with optimal; 2) inhibiting factors the Commission in dealing with simultaneous local elections in 2015; 3) Factors supporting the Commission in dealing with simultaneous local elections in 2015. Keywords: Performance, Election Commission, Elections Unison. Abstrak: Fenomena Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang terjadi di Negara Indonesia cukup menjadi bahan pembicaraan di tengah masyarakat. Gagasan tentang pemilihan Kepala Daerah semakin mendapat tempat dalam wacana publik Indonesia. Maka diperlukan peningkatan kinerja yang berorientasi kepada Komisi Pemilihan Umum dalam pencapaian hasil serta pertanggungjawaban berdasarkan nilai-nilai akuntabilitas menuju good governance yakni untuk mencapai pemilihan serentak yang sesuai dengan harapan. Adapun tujuan peneliti ini adalah: 1) ingin mengetahui kinerja KPU Kabupaten Malang Tahun 2015 tentang Pilkada Serentak, 2) ingin mengetahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat Pilkada serentak Tahun 2015 di KPU Kabupaten Malang. Dengan harapan penelitian ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, dan yang berjuang untuk memenuhi tuntutan aparatur Negara. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif yang menggunakan langkah-langkah pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Selanjutnya untuk menganalisa data menggunakan model analisa data interaktif yang dikembangkan oleh Sugiyono yang meliputi proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh suatu kesimpulan; 1) Kinerja yang dilakukan KPU Kabupaten Malang dalam menghadapi pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2015 telah berjalan dengan optimal; 2) Faktor penghambat KPU dalam menghadapi pilkada serentak Tahun 2015; 3) Faktor pendukung KPU dalam menghadapi pilkada serentak Tahun 2015. Kata Kunci: Kinerja, Komisi Pemilihan Umum, Pilkada Serentak.
TRADISI KAWIN CULIK MASYARAKAT SUKU SASAK DI LOMBOK TENGAH DALAM PERSPEKTIF KOMUNIKASI BUDAYA M. Yakub Hamsun; Akhirul Aminulloh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.186 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i3.1465

Abstract

Abstract: Society of the Sasak tribe in Lombok has many cultures and traditions, one of which is the tradition of kawin culik. Kawin culik has been acknowledged to have existed since the time of the ancestors so it is still going on until now. This research used qualitative research. The Data collection techniques used  interviews and documentation. The results of the research are showed that: 1) the marriage tradition of kidnapping Sasak tribe society, Central Lombok is still implemented until now, which in the event of cultural communication such as mbait (taking a wife candidate), mesejati (report), selabar (convey information). While cultural communication situations include the entire marriage rituals such as the demands of the guardian (asking the guardian of marriage), rebaq pucuk (negotiations), impetus ajikrame (kraton price testimony), nyongkolan (celebration), up to the last stage, it is like bales ones nae (visit). And the form of cultural communication action is in the symbolic interaction, describing the pattern of communication or worship to the ancestors and ancestors of the Sasak tribe who served as a witness to the marriage ceremony series from beginning to end. 2) The symbols in the tradition of abducting the Sasak tribe lie in the ritual act of marriage from beginning to end: sirahaji, penjaruman, kaotendoq, salindede, embukak jebak, babas kute, korjiwe, pelengkak, dedaosan, pemegat, and symbol on traditional dress of  Sasak tribe. Keywords: Tradition, kawin culik, Cultural Communication Abstrak: Masyarakat suku Sasak, Lombok, memiliki ragam budaya dan tradisi, salah satunya adalah tradisi kawin culik. Kawin culik di akui sudah ada sejak zaman nenek moyang sehingga masih berlangsung sampai saat ini. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan, yaitu: 1) Tradisi kawin culik masyarakat suku Sasak, Lombok Tengah tetap dilaksanakan sampai saat ini, yaitu dalam peristiwa komunikasi budaya seperti mbait (mengambil calon istri), mesejati (melapor), selabar (menyampaikan Informasi). Sedangkan situasi komunikasi budaya meliputi keseluruhan ritual perkawinan seperti nuntut wali (meminta wali nikah), rebaq pucuk (perundingan), sorong serah aji krame (persaksian harga kemartabatan), nyongkolan (perayaan), sampai pada tahap yang terakhir, yaitu bales ones nae (kunjungan). Dan bentuk tindakan komunikasi budaya ada pada interaksi simboliknya, menggambarkan pola komunikasi atau pemujaan kepada leluhur dan nenek  moyang suku Sasak yang berperan sebagai saksi jalannya rangkaian upacara pernikahan dari awal hingga akhir. 2) Simbol dalam tradisi kawin culik masyarakat suku Sasak terletak pada tindakan ritual pelaksanaan perkawinan dari awal sampai akhir yaitu: sirah aji, penjaruman, kao tendoq, salindede, pembukak jebak, babas kute, kor jiwe, pelengkak, dedaosan, pemegat, dan simbol pada busana adat suku Sasak. Kata Kunci: Tradisi, KawinCulik, Komunikasi Budaya
REFORMASI BIROKRASI BIDANG ORGANISASI DAN TATA LAKSANA DI KEMETRIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN JAKARTA Sandy Ardiyansyah Putra
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.031 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v4i1.81

Abstract

Organisasi dan tata laksana merupakan alat untuk mencapai visi dan misi organisasi, pada tahun 2010 Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 telah menetapkan Grand Design Reformasi Birokrasi Indonesia 2010-2025, salah satu agenda area perubahan yang dilakukan adalah dibidang Organisasi dan tatalaksana. Studi ini menemukan sampai dengan awal tahun 2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan belum mencapai target dari area perubahan yang dicanangkan. Khususnya pada area perubahan organisasi dan tata laksana. pada tahun 2014 didapatkan nilai 2,82 dari maksimal 6,00 untuk program penataan dan penguatan organisasi dan nilai 3,63 dari maksimal 5,00 untuk program penataan tata laksana. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan reformasi birokrasi bidang organisasi dan tata laksana di Kementerian Kelautan dan Perikanan menghadapi beberapa masalah, diantaranya tugas pokok dan fungsi mengalami tumpang tindih baik internal maupun eksternal organisasi, dan terdapat perbedaan kepentingan antar aktor implementasi dan sumber daya anggaran yang tidak mencukupi selama pelaksanaan program. maka diperlukan beberapa langkah untuk percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi antara lain: 1). penyusunan design struktur dengan mengacu pada kajian akademis dan praktis salah satunya dengan mengunakan instrumen Analisa Beban Kerja 2). Menerapkan prinsip Good Governance pada penataan tata laksana dan 3) Melakukan Quick Wins terhadap SOP yang bersifat pelayanan publik Kata kunci: Reformasi Birokrasi, Organisasi, Tatalaksana
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KOTA TERNATE DALAM PELAKSANAAN WAJIB BELAJAR SEMBILAN TAHUN Irwan Lukman
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.798 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i4.2011

Abstract

Abstrak:Pemerintah Kota Ternate pada Khususnya Dinas Pendidikan menyadari dengan benar akan kebutuhan dasar peningkatan kualitas pendidikan di Kota Ternate sebagai alat peningkatan kualitas untuk membangun karakter dan moral yang baik untuk masyarakat Indonesia. Untuk itu pemerintah seharusnya mengetahui bahwa pendidikan adalah hak untuk warga negara seperti yang sudah diatur dalam UUD 1945 Pasal 31. Dan dilanjutkan pada Tahun 1994 Peresidan Repoblik Indonesia  mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1994 tentang Pedoman Pelaksanaan Wajib Belajar Pendidikan Dasar. Kebijakan yang di keluarkan pemerintah ini sudah cukup berhasil untuk mrningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendapatkan pendidikan sesuai yang di amanahkan dalam UUD. Masih ingatkah kita melihat persoalan Pendidikan yang terjadi di berbagai daerah terpencil. Salah satunya di Daerah Maluku Utara, masih banyak persoalan yang belum diselesaikan oleh Pemerintah dan ini adalah tugas kita Bersama untuk menyelesaikan problem permasalahan tersebut. Kata kunci:Kebijakan Pendidikan; Wajib Belajar Abstrak: The Government of Ternate in particular the Office of Education is well aware of the basic needs of improving the quality of education in Ternate City as a means of improving quality to build good character and morals for the people of Indonesia. For this reason, the government should know that education is a right for citizens as stipulated in the 1945 Constitution Article 31. And continued in 1994 the Indonesian Republik Peresidan issued Presidential Instruction No. 1 of 1994 concerning Guidelines for the Implementation of Compulsory Education for Basic Education. This policy issued by the government has been quite successful in increasing community participation in getting education according to what is mandated in the Constitution. Do we still remember the problem of Education that occurred in various remote areas. One of them is in the North Maluku Region, there are still many problems that have not been resolved by the Government and this is our shared duty to solve these problems. Keyword:Education Policy; Compulsory
HUBUNGAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DENGAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT M Mulkan Amahoru; Sugeng Rusmiwari; Roro Merry Chornelia W
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.605 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i2.532

Abstract

Abstract: Development is the most important thing in socio-economic considerations, so that development planning becomes one of the priorities. However, if the devolopment is not maximized, the government re-maximize the development planning previously prpared. The purpose of this studi is to fing out whether development planning works well, and to see the impact of the existence of integrated waste treatment site, the type of research in general is differentiated info several types. Classification of research tyves, emong other based on research objectives and the nature of research types, among others based on reseach objectives and the nature of reseach problem. Related to the problem in this research, the writer try to use Quantitative reseach method. With the existence of an intergrated waste treatment site it clearly has a reduced impact the spread of diseases caused by littering. The nature of society which tend to be apathetic, and pragatic with things like this successfully converted info society more optimistic, and innovative in managing their living environment, the integrated waste treatment site becomes an effective thing tho develop. Keywords: Development Planning, Economic Social Community Abstrak: Pembangunan merupakan hal yang terpenting dalam Pertimbangan sosial ekonomi, sehingga perencanaan pembangunan menjadi salah satu prioritas. namun demikian jika pembangunan itu dirasa belum maksimal, maka pemerintah kembali memaksimalkan perencanaan pembangunan yang sebelumnya sudah disiapkan. tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah Perencanaan Pembangunan berjalan dengan baik, dan melihat dampak keberadaan tempat pengolahan sampah terpadu, Jenis penelitian pada umumnya di bedakan kedalam beberapa jenis. Klasifikasi jenis penelitian, antara lain didasarkan atas tujuan penelitian dan hakikat masalah penelitian. Terkait dengan masalah dalam penelitian ini, maka penulis mencoba untuk menggunakan metode penelitian Kuantitatif. dengan keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu hal ini jelas berdampak mengurangi tingkat penyebaran penyakit yang di akibatkan oleh pembuangan sampah sembarangan. sifat-sifat masyarakat yang cenderung apatis dan pragmatis dengan hal-hal seperti ini berhasil diubah menjadi masyarakat lebih optimis, kreatif, dan inovatif dalam mengelola lingkungan tempat tinggalnya, maka Tempat Pegolahan Sampah Terpadu menjadi hal yang efektif untuk dikembangkan. Kata Kunci : Perencanaan Pembangunan, Sosial Ekonomi Masyarakat
UNSUR EROTISME DALAM VIDEO KLIP DESPACITO Maya Gustiani Putri; Amanah Rakhim Syahida
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.495 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1552

Abstract

Abstract: In this globalization era, conversation about the element of eroticism is becoming increasingly interesting.  We can find this in various media, especially New Media (online). Youtube as one of the most popular new media sites, presenting audio visual format entertainment that can be accessed by various groups freely. Erotismepun-themed videos can be easily watched, like the video clip Despacito. Even this controversial video, has set a record as the first video to reach 5.015.265.242. This Research uses qualitative research methods with semiotic approaches. The purposes of this research is to know how any signs of erotic constructed in a video clip, and also to know what the meaning of erotic signs in the video clip of Despacito. The data analysis used is Roland Barthes's analysis technique, in which there are 2 levels of marking, namely the level of denotation and connotation. In this Research found various signs of eroticism, both in verbal and visual forms. In the verbal form, signs of eroticism are found in the lyrics of the reff section sung by Fonsi. While in the visual form, this eroticism is constructed through appearance, protruding body parts, movements, dances to expressions. Through this sign, a meaning is found, an effort to stimulate imagination and sexual desire from the audience and there is a lot of exploitation of the female body in an effort to increase that sexual desire. Keywords: Despacito, Erotic, Video Clip, Semiotic. Abstrak: Pada era globalisasi ini, perbincangan mengenai unsur erotisme menjadi kian menarik. Hal ini dapat kita jumpai di berbagai media, terutama media baru (online). Youtube sebagai salah satu satu situs terpopuler media baru, menyuguhkan hiburan berformat audio visual yang dapat diakses berbagai kalangan dengan bebas. Video bertemakan erotisme dapat dengan mudah ditonton, seperti contohnya video klip Despacito. Bahkan video yang kontroversial ini, telah mencetak rekor sebagai video pertama yang mencapai 5.015.265.242. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda unsur erotisme dikonstruksi dalam sebuah video klip, dan untuk mengetahui makna dari tanda erotisme dalam video klip Despacito. Analisa data yang digunakan berupa teknik analisa Roland Barthes, yang mana terdapat 2 tingkat penandaan yaitu tingkat denotasi dan konotasi. Pada penelitian ini ditemukan berbagai tanda erotisme, baik dalam bentuk verbal maupun visual. Pada bentuk verbal, tanda erotisme terdapat pada lirik bagian reff yang dinyanyikan oleh Fonsi. Sedangkan pada bentuk visual, erotisme ini dikonstruksi melalui penampilan, penonjolan bagian tubuh, gerakan, tarian hingga ekspresi. Melalui tanda ini maka ditemukanlah makna berupa, usaha untuk merangsang imajinasi dan hasrat seksual dari khlalayaknya dan terjadi banyak eksploitasi tubuh perempuan dalam upaya meningkatkan hasrat seksual tersebut. Kata Kunci: Despacito, Erotis, Video Klip, Semiotika.
PERAN KOMUNIKASI PEMERINTAHAN TERHADAP PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN BERSUMBER ANGGARAN PEMBIAYAAN NEGARA Jose Ato Mau
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.291 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v4i2.113

Abstract

Peran Komunikasi Pemerintahan terhadap Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Bersumber Anggaran Pembelanjaan Negara (APBN), diSuco Meligo Administrador Sub-distrito Cailaco Distrito Bobonaro. Penelitian ini bertujuan untuk:1)mendeskripsikan dan menganalisis Peran Komunikasi Pemerintahan terhadap Partisipasi Masyarakatdalam Pembangunan Suco.2)mendeskripsikan dan menganalisis partisipasi masyarakat dalam Peranan pembangunan disuco Meligo Administrador Sub-distrito Cailaco Distrito Bobonaro.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan tujuan utama mendeskripsikan atau melukiskan secara terperinci dan mendalam mengenai partisipasi masyarakat dalam peranan Komunikasi Pemerintahan terhadap Partisipasi Masyarakat dalam pembangunan suco, disuco Meligo Administrador sub-dsitrito Cailaco Distrito Bobonaro.Untuk itu perlu penyempurnaan tahapan peranan Komunikasi Pemerintahan terhadap partisipasi Masyaraka sangat mengoptimalkan kegiatan identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat,dan perlu peningkatan pemahaman perangkat suco, unsur pembangunan dan unsur masyarakat mengenai peran Komunikasi pembangunan. Kata Kunci : Peran Komunikasi Pemerintahan, Partisipasi Masyarakat dan pembangunan
IMPLEMENTASI PELAYANAN PENGADUAN MASYARAKAT PADA PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN Mochamad Idham Cholid; Noora Fithriana
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.317 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i2.1429

Abstract

Abstract: Public services is the responsibility of the government and enforced by government agencies, both central, the, and the state owned. The emergence of various complaints was caused by the district government has not improved poor systematic and comprehensive to restore public confidence in the community. The purpose of this study is to find the implementation of community complaints services in the birth certificate and fsktor that inhibits and his supporters .Research conducted in a qualitative , from used Snowball sampling with informants appointed, technique data collection that is, interview, observation and documentation. A method of analysis the data used was descriptive, where explain or described the data collected. The results of research suggests that it is intensive care treatment at the establishment of a community complaints in the formulations of the birth certificates in dispenduk capil kabupaten malang already good because is according to the standard these operational services and principle of public services as well as the simplicity of, conviction and absolute certainty on time, and the completeness of the of facilities and infrastructure .In it is implemented the provision of services on the community has already been exactly what you expect from the community. Key words: deliver better public services , services to people Abstrak: Pelayanan publik merupakan tanggungjawab pemerintah serta dilaksanakan oleh instansi pemerintah, baik pusat, daerah, dan lingkungan Badan Usaha Milik Negara. Munculnya berbagai keluhan masyarakat disebabkan Pemerintah Kabupaten Malang belum melakukan pembenahan yang sistematis dan komprehensif untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pelayanan pengaduan masyarakat pada pembuatan akta kelahiran dan fsktor yang menghambat dan pendukungnya. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif, dengan sampel yang digunakan Snowball Sampling dengan informan yang telah ditentukan, teknik pengumpulan data yaitu, wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode analisa data yang digunakan adalah deskriptif, dimana menjelaskan atau mendeskripsikan data yang diperoleh. Hasil penelitian membuktikan bahwa Pelayanan pengaduan masyarakat pada pembuatan akta kelahiran di Dispenduk Capil Kabupaten Malang sudah baik karena sudah sesuai dengan Standar Operasional Pelayanan dan prinsip pelayanan Publik seperti kesederhanaan, kepastian waktu, kelengkapan sarana dan prasarana. Dalam implementasinya pelayanan yang diberikan pada masyarakat sudah sesuai harapan dari masyarakat. Kata Kunci : Pelayanan Publik,  Implementasi Pelayanan, Pengaduan Masyarakat