cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH MELALUI KOMUNIKASI POLITIK L.M. Azhar Sa'ban; Andy Arya Maulana Wijaya; La Doli
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.39 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2227

Abstract

Abstract: The purpose of this study (1) is to explain how the level of political participation of the community in the 2018 Regional Election in Baubau City (2) to identify any efforts made by the Baubau City Election Commission and political parties in increasing public political participation. Data were collected by analyzing documents, observing, interviewing, and analyzing with qualitative and quantitative descriptive techniques. The results of this study are: (1) The level of community participation in Baubau City is relatively high because if it is accumulated at 69.87%. (2) KPUD communication to increase public political participation is to use mass media to create society following the development of the Election process. (3) Communication of Political Parties to increase political participation of the community is this political campaign is a form of political communication carried out by a person or group of people or political organizations in a certain time to obtain political support from the people.Keywords: Political Communication, Political Participation, Regional Elections Baubau CityAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana tingkat partisipasi politik masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah tahun 2018 di Kota Baubau, serta mengidentifikasi upaya-upaya apa saja yang dilakukan KPUD Kota Baubau dan partai politik dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat. Data dikumpulkan dengan analisis dokumen, pengamatan, wawancara, dan dianalisis dengan tehnik deskriptif kualitatif dan Kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat partispasi masyarakat di Kota Baubau tergolong tinggi dikarenakan jika diakumulasikan sebesar 69,87% %, komunikasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Baubau untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat adalah menggunakan media massa untuk menciptakan masyarakat mengikuti perkembangan proses Pemilu, dan Komunikasi Partai Politik untuk meningkatkan partisipasi politik masyarakat adalah kampanye politik ini merupakan bentuk komunikasi politik yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang atau organisasi politik dalam waktu tertentu untuk memperoleh dukungan politik dari rakyat.Kata Kunci: Komunikasi Politik, Partisipasi Politik, Pemilukada Baubau
BRANDING BRAWIJAYA EDUPARK SEBAGAI WISATA EDUKASI DI MALANG Asfira Rachmad Rinata
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.337 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i1.2253

Abstract

Brawijaya Edupark is one of the tourist destinations in Malang, East Java, which was previously known as Taman Wisata Senaputra. The change of the name Senaputra Tourism Park to Brawijaya Edupark is a new thing for the people of Malang City. The purpose of this research is to describe the image of Brawijaya Edupark educational tourism after the name change from Taman Wisata Senaputra. This study uses a qualitative method. The data collection process was carried out by means of interview, documentation, and observation. The result showed that the branding carried out by Brawijaya Edupark was to raise the concept of recreational tourism and early childhood education, "Fun Learning Through Playing". This concept can build an image of educational tourism for Brawijaya Edupark by integrating tourism communication in the form of publication, cooperation, and event. There are obstacles in this branding such as the lack of facilities and awareness of visitors to children's information education, making the process of achieving Brawijaya Edupark's tourist destinations not optimal.Keywords: Tourism Communication, Branding, BrawijayaEduparkBrawijaya Edupark menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Malang Jawa Timur yang sebelumnya bernama Taman Wisata Senaputra. Peralihan nama Taman Wisata Senaputra menjadi Brawijaya Edupark adalah hal baru bagi masyarakat Kota Malang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan citra wisata edukasi Brawijaya Edupark setelah peralihan nama dari Taman Wisata Senaputra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, dan observasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa branding yang dilakukan oleh Brawijaya Edupark yakni mengangkat konsep wisata rekreasi dan pendidikan anak usia dini, “Fun Learning Through Playing”. Konsep ini dapat membangun citra wisata edukasi bagi Brawijaya Edupark dengan pengintegrasian komunikasi pariwisata yang berupa publikasi, kerjasama, dan kegiatan/event. Terdapat hambatan dalam branding ini seperti kurangnya fasilitas dan kesadaran pengunjung akan pendidikan informal anak, membuat proses pencapaian tujuan wisata Brawijaya Edupark tidak maksimal.Kata Kunci: Komunikasi Pariwisata, Branding, Brawijaya Edupark
EKSISTENSI MEDIA CETAK PADA MASA PANDEMI COVID-19 Bella Dwi Syahputri Ispriadi; Devy Anggita Putri; Prahasti Ken Dewani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.094 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2233

Abstract

Abstract. This article discusses the existence of print media during the Covid-19 pandemic. Now, many printed media have lost their readership significantly. The Covid-19 pandemic has become a disruption that has a negative impact on the print media industry. People choose to switch to digital media because it is easy and the information they need is faster. Changing the media used in conveying information will certainly have an impact on the future of the media itself. When the turnover of print media decreases, the print media company will go bankrupt / close and lay off employees and cut employee salaries. The method used in this article uses a qualitative descriptive approach by using a research procedure according to the latest available facts to solve a problem regarding the existence of print media during the Covid-19 pandemic. Based on the data obtained, it is explained that from 434 print media throughout January to April 2020, 71 percent of print media companies experienced a decrease in turnover of 40 percent when compared to the same period in 2019. Based on the data above, it can be seen that a decrease in media existence print during the COVID-19 pandemic. This decline certainly had an impact on the business turnover of advertisers, which resulted in a decrease in advertising budgets on various media platforms.Keywords: Covid-19, Existence, Print Media, PandemicAbstrak. Artikel ini membahas tentang eksistensi media cetak pada masa pandemi Covid-19. Saat ini, amat banyak media cetak yang kehilangan para pembacanya secara signifikan. Pandemi Covid-19 ini sudah menjadi disrupsi yang berdampak negatif bagi para industri media cetak. Masyarakat memilih beralih ke media digital karena mudah dan informasi yang dubutuhkan lebih cepat. Berubahnya media yang digunakan dalam penyampaian infromasi tentu akan memberikan dampak pada masa depan dari media itu sendiri. Ketika omzet media cetak turun maka perusahaan media cetak akan mengalami bangkrut/tutup serta terjadi pemecatan pegawai dan  pemotongan gaji karyawan. Metode yang digunakan dalam artikel ini dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan sesuatu tata cara riset sesuai fakta-fakta yang terdapat terbaru untuk memecahkan sesuatu permasalahan mengenai eksistensi media cetak pada masa pandemi Covid-19. Beradasarkan data yang diperoleh menjelaskan bahwa dari 434 media cetak disepanjang bulan Januari hingga bulan April 2020, terdapat 71 persen perusahaan media cetak mengalami suatu penurunan omzet dari 40 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019. Bedasarkan data diatas maka dapat dilihat penurunan eksistensi media cetak selama pandemi covid 19. Penurunan ini tentunya berdampak pada omzet usaha dari para pengiklan mengalami penurunan yang mengakibatkan anggaran iklan pada berbagai platform mediapun menjadi semakin berkurang.Kata Kunci: Covid-19, Eksistensi,Media Cetak, Pandemi
PERAN HUMAS MENGEDUKASI MASYARAKAT TENTANG PENTINGNYA ALAT X-SMOKE DALAM MEMERANGI PERUBAHAN IKLIM DAN DAMPAK KARHUTLA Madinatul Munawaroh
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.485 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i1.2255

Abstract

The purpose of this study is to determine the role of public relations in educating the public about the importance of X-Smoke tools in fighting climate change and the impacts of forest and land fires and the media that can be used to support the educational process. Public relations has the most important role in an institution and is the spearhead or forefront of the institution. Public relations in carrying out its role using publication media. This research was conducted using descriptive methods. The data that has been collected from the literature review will then be used as a basis for conducting an analysis. Data analysis was performed using qualitative descriptive. The source of data obtained through a literature study is to use the object of study from books, scientific articles, journals, and literature from the internet that are relevant to the discussion of the problem. The result of this research shows that public relations have an important role in the institution, namely as an expert advisor, communication facilitator, problem-solving facilitator, and communication technician. Publication media that can be used are print, electronic and social media.Keywords: education, the role of public relations, climate change, media publicationTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran humas mengedukasi masyarakat tentang pentingnya alat X-Smoke dalam memerangi perubahan iklim dan dampak karhutla dan media yang dapat digunakan dalam menunjang proses memberikan edukasi. Humas memiliki peranan terpenting dalam sebuah lembaga dan menjadi ujung tombak atau garda terdepan dalam lembaga. Humas dalam menjalankan peranannya menggunakan media publikasi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif. Data yang telah terkumpul dari hasil tinjauan pustaka selanjutnya akan digunakan sebagai pijakan dalam melakukan analisis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh melalui studi pustaka yaitu dengan menggunakan obyek kajian dari buku, artikel ilmiah, jurnal maupun literatur dari internet yang relevan dengan pembahasan masalah. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa humas memiliki peranan penting dalam lembaga yakni sebagai penasehat ahli, fasilitator komunikasi, fasilitator pemecahan masalah dan teknisi komunikasi. Media publikasi yang dapat digunakan yakni media cetak, elektronik dan media sosial.Kata Kunci: edukasi, peran humas, perubahan iklim, media publikasi
STRATEGI PENGEMBANGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) ATAS KERJASAMA BADAN USAHA MILIK SWASTA Nanang Bagus
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.679 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2226

Abstract

Abstrak. Badan usaha milik desa muncul sebagai kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. Badan usaha milik desa hadir sebagai wadah dalam menggerakan potensi ekonomi lokal bagi peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi warga desa. Peran pemerintah desa dan masyarakat lokal dimaksimalkan untuk menggerakkan potensi ekonomi lokal bagi peningkatan kesejahteraan sosial dan wargadesa. Badan usaha milik desa sebagai salah satu lembaga ekonomi yang beroperasi di pedesaan harus memiliki perbedaan dengan lembaga ekonomi pada umumnya. Hal ini dimaksudkan agar keberadaan dan kinerja badan usaha milik desa mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan warga desa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemerintah desa dalam mengelolah badan usaha milik desa dan kerjasama pemerintah desa dan Pihak swasta dalam mengelola badan usaha milik desa. Jenis penelitian ini adalah penelitan literasi dan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis data sekunder yang dikumpulkan melalui data pustaka (koran, majalah, dan dokumen), membaca serta mengolah bahan penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa badan usaha milik desa merupakan perwujudan partisipasi masyarakat desa secara keseluruhan, sehingga tidak menciptakan model usaha yang di pengaruhi kepimpinan oleh kelompok tertentu ditingkat desa, juga implementasi yang merupakan suatu rangkaian konsep yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan suatu pekerjaan, kepemimpinan dan cara bertindak. Dan adanya Collaborative governance yang merupakan konsep dalam manajemen Pemerintahan sebagai proses fasilitasi oleh berbagai institusi baik Pemerintah, Masyarakat maupun pihak Swasta yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah bersama yang tidak bisa di selesaikan oleh satu instansi.Kata Kunci: Badan Usaha Milik Desa, Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa, Implementasi Kemitraan Badan Usaha Milik Desa dan Pihak Ketiga, dan Collaborative Governance Dalam Mengelola Badan Usaha Milik DesaAbstract. Village- owned enterprises emerged as a new economic force in rural areas. Village- owned enterprises exist as a forum for mobilizing local economic potential for improving the social and economic welfare of villagers. The role of the village government and local communities in maximized to mobilize local economic potential for improving social welfare and villagers. Village- owned enterprises as one of the economic institutions operating in rural areas must have differences from economic institutions in general. This is intended so that the existence and performance of village- owned enterprises can make significant contribution to improving the welfare of village residents. This study aims to determine the strategy of the village government in managing village- owned enterprises and the cooperation between the village government and the private sector in managing village- owned enterprises. This type of research is literacy research and the data used in this study are secondary data collected through library data (newspapers, magazines, and documents), reading and processing previous research materials. The results of this study indicate that village- owned enterprises are a manifestation of the participation of the village community as a whole, so that they do not create business models that are influenced by leadership by certain group at the village level, as well as implementation which is a series of concepts that guide the implementation of a job, leadership and way of acting. And the existence of collaborative governance which a concept in government management as a facilitation process by various is intitutions both governmen, community and private parties that aim to solve common problems that cannot be resolved by one agency.Keywords: village- owned enterprises, governance of village- owned enterprises, implementation of partnership between village- owned enterprises and third parties, and collaborative governance in managing village- owned enterprises
REPRESENTASI GENDER INEQUALITY DALAM FILM KIM JI-YOUNG, BORN 1982 (ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS) Ghina Fadhilah Amalia; Ira Kaestiningtyas; Anaziah Safitri
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.963 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i1.2241

Abstract

Gender inequality refers to unequal treatment or perceptions of individuals based on their gender. This situation occurs more common in countries that still uphold of patriarchal system in their social structure where men hold the highest position in daily and it was considered appropriate to discriminate women as they dominate them. As it seems in “Kim Ji-young, Born 1982”, a film that tried to speak up about gender issue that has been happened in South Korea. The method used in this research is descriptive qualitative to analyze how they portrayed gender inequality through research method with the approach of critical discourse analysis by Sara Mills. The conclusion of this article is as mass media, film has roles to entertain, to inform, to persuade, and to educate people. And yet in this case also to reveal the reality about how women are treated as weaklings in society and it is inevitable for women to face gender inequality.Keywords: gender inequality, gender, film, critical discourse analysis, Sara MillsKetidaksetaraan Gender merupakan suatu kondisi dimana terjadi ketidakadilan atau perbedaan antara laki-laki dan perempuan hingga muncul diskriminatif. Keadaan ini lebih banyak terjadi di negara yang memegang teguh struktur sosial patriarkhi, dimana laki-laki mempunyai kedudukan tertinggi pada seluruh kehidupan dan dianggap patut untuk mendominasi dan mendeskriditkan kaum perempuan. Seperti halnya dalam film Kim Ji-young, Born 1982 yang mencoba mengangkat isu gender yang terjadi di Korea Selatan. Menggunakan meode deskriptif kualitatif penelitian ini mengupas nilai-nilai ketidaksetaraan gender melalui pendekatan teori analisis wacana kritis cetusan Sara Mills. Simpulan dari tulisan ini yaitu film sebagai media massa memperlihatkan realitas bagaimana perempuan dalam konstruk sosial diperlakukan sebagai sosok yang lemah dan tidak terelakkan dari ketimpangan akibat dari ketidakadilan gender yang membudaya di masyarakat.Kata Kunci: ketidaksetaraan gender, gender, film, analisis wacana kritis, Sara Mills
ANALISIS SEMIOTIKA KRITIK SOSIAL MASYARAKAT MODERN DALAM VIDEO KLIP “ANTI SOCIAL” OLEH WHILE SHE SLEEPS Alvin Tito Anggoro; Fitria Widiyani Roosinda
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.823 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2228

Abstract

Abstract : Music is used as a medium to convey social, political aspirations, and even becomes one of propaganda media (information / opinions) to launch an ideological movement (ideas / ideas). Song lyrics are one of the verbal communication media that have meaning in them. Research on the video clips and song lyrics of the band while she sleeps "Anti Social" is a study that aims to describe the picture of society in the modern era in the song's lyrics and to explain the meaning of social criticism illustrated. The paradigm used in this study is a critical paradigm. This research method is a qualitative method in which the data are interpreted (views) through the analysis of meaning in the form of written and oral words that are observed. The analysis used in this study is a semiotic analysis by Roland Barthes. Based on research on the video clips of Anti Social, there is a conclusion that people in the modern era have begun to lose their caring for others as evidenced in the pictures and video clips when there are people who are in trouble they just record do not want to help at all.Keywords: Semiotic Analysis, Roland Barthes, Social Criticism, Video Clips While She SleepsAbtrak : Musik1 digunakan1 sebagai media untuk 1menyampaikan aspirasi sosial, 1politik, bahkan menjadi1 salah satu media propaganda (penerangan/ pendapat) untuk melancarkan sebuah gerakan ideologis (ide/ gagasan). 1Lirik lagu merupakan1 salah satu media1 komunikasi verbal 1yang memiliki 1makna 1didalamnya. Penelitian 1terhadap 1video klip 1dan1 lirik lagu grup1 band 1While she 1sleeps “Anti Social” merupakan 1sebuah 1penelitian1 yang bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran tentang masyarakat di era modern dalam lirik lagu tersebut dan untuk menjelaskan makna kritik sosial yang digambarkan. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma kritis. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif dimana data diinterpretasikan (pandangan) melalui analisis pemaknaan berupa kata tertulis maupun lisan yang diamati. Analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis semiotika oleh Roland Barthes. Berdasarkan penelitian terhadap video klip Anti Social, terdapat kesimpulan bahwa masyarakat di era modern sudah mulai hilang rasa peduli pada sesama terbukti di gambar kan dan video klip pada saat ada orang yang sedang kesusahan mereka hanya merekam tidak ingin untuk menolong sama sekali. Kata kunci: Analisis Semiotika, Roland Barthes, Kritik Sosial, Video Klip While She Sleeps
ANALISIS KINERJA SUMBER DAYA APARATUR UNIT PELAKSANA TEKNIS BALAI LATIHAN KERJA PASURUAN DALAM MELAKSANAKAN PELATIHAN KETERAMPILAN (STUDI KASUS PADA UNIT PELAKSANA TEKNIS BALAI LATIHAN KERJA PASURUAN DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI JAWA TIMUR Imarotus Shohiya Multazima; A'an Warul Ulum
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.807 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i1.2258

Abstract

Developing countries are often faced with large numbers of unemployed people because of their relatively large population. Unemployment is a serious problem for the country considering the risks that also have an impact on the economy and social conditions of a country. One of the things that can be done is job training. Vocational Training Centers are training facilities and infrastructure to obtain skills training in certain fields so that graduates have skills and competitiveness in the job market or Entrepreneurial. Organizational continuity can be seen and determined from its success in achieving a goal. Therefore, the performance or performance organizationalis important to know well. The research method used in this research is qualitative research with a descriptive approach. This study uses performance indicators from Wibowo (2016). There are seven indicators according to Wibowo (2016), objectives, standards, feedback, tools or facilities, competencies, motives, and opportunities. Based on the results of the research and discussion that has been described, it can be concluded that the performance of UPT BLK in the implementation of job training has gone well, although from several indicators it still needs additional or improved performance.Keywords: Performance, Human Resource, Training CenterNegara berkembang seringkali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena jumlah penduduknya yang tergolong besar. Pengangguran menjadi persoalan yang serius bagi negara mengingat resikonya yang juga berdampak terhadap ekonomi dan sosial suatu Negara. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah pelatihan kerja. Balai Latihan Kerja adalah sarana dan prasarana pelatihan untuk mendapatkan pelatihanketerampilan di bidang tertentu agar lulusan memiliki keterampilan serta daya saing di pasar kerja atau usaha mandiri. Kelangsungan organisasi dapat dilihat dan ditentukan dari keberhasilannya mencapai sebuah tujuan. Maka dari itu kinerja atau performance organisasi merupakan hal yang penting untuk diketahui dengan baik.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan indikator kinerja dari Wibowo yaitu tujuan, standar, umpan balik, alat atau sarana, kompetensi, motif, dan peluang. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan maka dapat disimpulkan kinerja UPT BLK dalam pelaksanaan pelatihan kerja sudah berjalan dengan baik meskipun dari beberapa indikator masih perlu penambahan atau perbaikan kinerja.Kata Kunci: Kinerja, Sumber Daya Manusia, Balai Latihan Kerja
STRATEGI BRANDING KOTA WISATA BATU (KWB) MELALUI MEDIA INTERNAL DAN EKSTERNAL HUBUNGAN MASYARAKAT (HUMAS) PEMERINTAH KOTA BATU Melianus Deny Bau; Herru Prasetya Widodo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.762 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v9i2.2224

Abstract

Abstract: Batu City is one of the well known tourist cities in Indonesia. With so many tourist destinations that are so many and interesting that make Batu City want to introduce to the world about the uniqueness of its brand Batu Tourism City (KWB). The purpose of this study was to determine the use of internal and external media of the City Government Public Relations of Batu in maintaining the branding of Batu Tourism City (KWB). This research was conducted in Batu City Public Relations and the type of research used was descriptive qualitative. Sources of data in this study are primary data and secondary data. Data collection techniques used in this study were interviews, documentation, observation. Researchers analyze the data obtained in the field with three stages carried out for processing with data analysis in the form of data analysis, data presentation and drawing conclusions. Forms of Batu Tourism City branding strategy through media carried out by Batu City Government Public Relations by utilizing internal and external media in maintaining Batu City branding as Batu Tourism City, there are three points namely brand positioning where Batu City defines Agro Tourism excellence as a distinctive feature of Batu City, the Identy brand that conducted to convey brand intentions through promoting tourism, publicizing Kota Batu activities and providing online-based services, brand personality through conducting comparative studies and community participation in the form of word of mouth. Keywords: Branding Strategy, Internal and External Media, Batu Tourism City. Abstrak: Kota Batu merupakan salah satu kota wisata yang cukup dikenal di indonesia. Dengan banyaknya destinasi wisata yang begitu banyak dan menarik sehingga membuat Kota batu ingin memperkenalkan kepada dunia tentang keunikan yang ada dengan  brand-nya Kota Wisata Batu (KWB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui media internal dan eksternal Humas Pemerintah Kota batu dan juga strategi branding Kota Wisata Batu (KWB). Penelitian ini dilakukan di Humas Pemerintah Kota Batu dan Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dan juga data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, observasi. Peneliti menganalisa data yang didapatkan dilapangan dengan tiga tahap yang dilakukan untuk diolah dengan analisis data berupa analisa data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Media Internal yang dimiliki Humas pemerintah Kota Batu seperti Majalah Panderma, Buletin Kaleodskop dan juga Televisi. Kemudia  Media eksternalnya berupa website, ATV dan juga media sosialnya. Bentuk Strategi branding Kota Wisata Batu melalui media yang dilakukan Humas Pemerintah Kota Batu dengan memanfaatkan media internal dan eksternal dalam menjaga branding Kota batu sebagai Kota Wisata Batu terdapat tiga poin yaitu brand positioning dimana Kota Batu medefinisikan keunggulan Agrowisata sebagai ciri khas Kota Batu, brand Identy yang dilakukan untuk menyampaikan maksud merek melalui mempromosikan wisata, mempublikasikan kegiatan Kota Batu dan memberkan pelayanan berbasis online, brand personality melalui mengadakan studi banding dan pertisipasi masyarakat berupa word of mouth. Kata Kunci: Strategi branding, Media Internal dan Eksternal, Kota Wisata Batu.
FRAMING BERITA MEDIA ONLINE TERHADAP EFEKTIVITAS KINERJA PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI TINGGINYA KASUS PHK DI MASA PANDEMI COVID–19 Tasya Fasa Anjani; Ika Novita; Shavira Amellia Damayanti; Saifuddin Zuhri
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.502 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v10i1.2237

Abstract

Terjadinya pandemi covid-19 telah banyak membawa perubahan secara global, kerugian dari berbagai sektor ikut dirasakan oleh masyarakat Indonesia khususnya dalam bidang tenaga kerja yang saat ini mengalami penurunan omset pada setiap perusahaan. Portal berita media online menjadi alat masyarakat untuk mengetahui informasi mengenai penyebaran wabah covid-19 terutama terkait dengan kinerja pemerintah dalam menangani lonjakan pengangguran yang saat ini sedang terjadi akibat banyaknya tindakan berupa pemutusan hubungan kerja (PHK). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeksripsikan framing berita media online terkait dengan efektivitas kinerja pemerintah dalam menanggulangi tingginya kasus PHK di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode analisis framing Robert M. Entman, dengan objek penelitian dari dua portal berita yang membahas kinerja pemerintah dalam menghadapi lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Tirto.id dan CNN Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik Tirto.id maupun CNN Indonesia memperlihatkan sisi positif dan negatif dari masalah tersebut, namun yang cukup terlihat yaitu sisi negatif dari pernyataan dan juga kritik yang dimasukkan dalam isi beritanya sedangkan CNN Indonesia dalam mengemas berita mengenai masalah tersebut dari sisi pro dan kontra. Namun yang lebih terlihat yaitu sisi pro.Kata Kunci : Analisis Framing, Berita, Covid-19, Media online, PHK.The occurrence of the Covid-19 pandemic has brought many changes globally, losses from various sectors are also felt by the Indonesian people, especially in the field of labor, which is currently experiencing a decline in turnover at each company. Online media news portals are a tool for the public to find out information about the spread of the Covid-19 outbreak, especially related to the government's performance in dealing with the spike in unemployment that is currently happening due to the many actions in the form of layoffs (layoffs). The purpose of this study was to describe the online media news framing related to the effectiveness of government performance in overcoming the high number of layoffs in Indonesia. The research method used is the Robert M. Entman framing analysis method, with the object of research from two news portals that discuss the government's performance in dealing with a spike in layoffs (PHK) at Tirto.id and CNN Indonesia. The results show that both Tirto.id and CNN Indonesia show the positive and negative sides of the problem, but what is quite visible is the negative side of the statement and also the criticism that is included in the content of the news, while CNN Indonesia in packaging news about the problem from the pro and counter. But what is more visible is the pro side.Keywords: Framing Analysis, News, Covid-19, Online media, layoffs.