cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 739 Documents
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU IBU DALAM TOILET LEARNING PADA ANAK USIA TODDLER DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Yosefina Peni; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.791 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.477

Abstract

Tugas pertumbuhan dan perkembangan adalah membentuk kemandirian, kedisplinan dan kepekaan emosi anak. Kegagalan dalam tahap ini akan berdampak pada tugas perkembangan selanjutnya, dimana anak akan menjadi anak yang pemarah, inferior, curiga, tergantung pada orang lain dan lain-lain. Pada anak usiatoddler, diketahui bahwa banyak ibu menyatakan merasa kesulitan melakukan toilet learning dengan alasan belum mengerti benar cara tepat melakukan toilet learning sedangkan beberapa orang ibu telah melakukan toilet learning di saat anak berusia 2 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan perilaku dalam toilet learning pada anak usiatoddler di RT. 02 RW. 01 Kelurahan Tlogomas, Kotamadya Malang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasional.Analisis statistik yang digunakan yaitu analisis korelasi.Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang toilet learningyaitu sebanyak 15 responden (50%). Hasil observasi terhadap perilaku ibu dalam toilet learning juga tergolong baik yaitu sebanyak 13 responden (43,3%). Ada hubungan yang signifikan (p= 0.005) antara pengetahuan ibu dengan perilaku ibu dalam toilet learning pada anak usia toddler (1-3 tahun) di lingkungan RT 02 RW 01 Kelurahan Tlogomas. Kata kunci : Pengetahuan ibu, perilaku ibu, toilet learning anak usia toddler.
HUBUNGAN PERILAKU MINUM-MINUMAN BERALKOHOL DENGAN EMOSI PADA REMAJA DI TLOGO INDAH KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Geovani Murpalang; Roni Yuliwar; Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.094 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.196

Abstract

Alkohol merupakan cairan bening, mudah menguap dan mudah bergerak, tidak berwarna, berbau khas, rasa panas, mudah terbakar dan nyala berwarna biru tidak berasap. Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku minum-minuman beralkohol dengan emosi pada remaja. Desain dalam penelitian ini adalah Cross Sectional. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan retrospektif. Teknik sampling menggunakan teknik “Total Sampling’’. Sampel sebanyak 33 responden. Pengumpulan data dengan cara kuisoner. Analisa data menggunakan Uji Spearman Rank a 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa perilaku minum-minuman beralkohol tingkat berat adalah 20 orang (61%) dan sedang adalah 13 orang (39%) sedangkan emosi pada remaja dengan tingkat tinggi adalah 8 orang (24%), tingkat sedang 18 orang (55%) dan tingkat rendah 7 0rang (21%) di RT 03/ RW 01 Tlogo Indah Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Berdasarkan hasil pengujian statistik diperoleh hubungan antara perilaku minum-minuman beralkohol dengan emosi pada remaja dengan nilai signifikan 0,760 atau 76%. Bagi penelitian selanjutnya dapat dikembangkan pengkajian lebih lanjut mengenai hubungan yang mempengaruhi faktor-faktor yang mendorong perilaku remaja minum-minuman beralkohol dengan emosi pada remaja. Kata Kunci : Perilaku minum-minum beralkhol, emosi pada remaja.
PENGARUH PENKES TENTANG INISIASI MENYUSU DINI TERHADAP PERILAKU IBU BERSALIN DALAM MELAKUKAN INISIASI MENYUSU DINI DI RUANG BERSALIN RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Puji Mariyanti; Sri Mudayati; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.385 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i1.404

Abstract

Pendidikan kesehatan tentang Inisiasi Menyusu Dini merupakan upaya untuk meningkatkan perilaku ibu dalam pelaksanaan inisiasi menyusu dini pada saat persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penkes tentang inisiasi menyusu dini terhadap perilaku ibu bersalin dalam melakukan inisiasi menyusu dini di Ruang Bersalin Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Desain penelitian ini menggunakan quasy experimental design dengan pendekatan post test- only control gruop design. Populasinya adalah ibu hamil >36 mgg yang ANC dan akan melahirkan di RSPW, dengan teknik pengambilan aksidental sampling sebanyak 10 responden kelompok perlakun dan 10 responden kelompok kontrol. Data mengenai perilaku tertutup dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner, data mengenai perilaku terbuka menggunakan ceklist observasi. Analisa data yang digunakan adalah T-Test Equel Variances Assumed dengan tingkat signifikan α = 0,05. Hasil analisa data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan penkes terhadap perilaku ibu dengan Sig. α = 0,024 < α = 0,05. Terdapat perbedaan yang signifikan antara perilaku ibu pada kelompok perlakuan dan perilaku ibu pada kelompok kontrol. Disimpulkan bahwa pemberian Penkes akan meningkatkan perilaku kesehatan. Kata kunci : Penkes, Inisiasi Menyusu Dini, Perilaku.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS DI SMP SUNAN GIRI MALANG Albertina Bela Dedu Ladu; Ronasari Mahaji Putri; Sirli Mardianna Trishinta
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1992

Abstract

Pendidikan seks merupakan cara pengajaran yang dapat menolong remaja untuk menghadapi masalah hidup yang bersumber pada dorongan seksual. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang seks bebas di SMP Sunan Giri Malang. Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan desain penelitian menggunakan pra-experimental dengan rancangan one group pre-test post test. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang termasuk kedalam kelompok remaja awal umur 10-13 dan kelompok remaja akhir 14-16 tahun yaitu kelas VIII sebanyak 40 siswa di SMP Sunan Giri Malang, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis yang digunakan Marginal Homogeneity Test dengan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian diketahui, sebelum pendidikan kesehatan tentang seks bebas hampir setengah 19 orang (47,5%) dikategorikan kurang, setelah pendidikan kesehatan hampir seluruhnya 39 orang (97,5%) dikategorikan baik. Sikap responden sebelum pendidikan kesehatan tentang seks bebas, hampir seluruhnya 33 orang (82,5%) dikategorikan sangat tidak setuju terhadap seks bebas, seluruhnya 40 orang (100%) bersikap sangat tidak setuju terhadap seks bebas. Artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan 0,000 (p value ≤ 0,05) dengan nilai thitung ≥ ttabel(13,707 ≥1,684) dan sikap 0,000 p value ≤ 0,05) dengan nilai thitung ≥ ttabel (12,178 ≥1,684) remaja tentang seks bebas di SMP Sunan Giri Malang. Diharapkan kepada remaja dapat meningkatkan niat membaca serta memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif agar bisah mengakses pendidikan kesehatan tentang seks bebas dari berbagai media online agar dapat menghindari perilaku seks bebas yang dapat membawa dampak kurang baik bagi individu tersebut Sex education is a way of teaching that can help adolescents to deal with life problems which originate by sexual drive. The purpose of this study was to determine the effect of health education on the knowledge and attitudes of adolescents about free sex at Sunan Giri junior hish School Malang. This research design used pre-experimental design with one group pre-test post test. The population in this study were students who belonged to the group of early adolescents aged 10-13 and the group of adolescents late 14-16 years,in class VIII as many as 40 students in Sunan Giri Junior High School Malang, with total sampling technique. The instrument used was a questionnaire. The analysis used paired t test with used by SPSS 16. The results of the study revealed that before health education about free sex nearly half 19 people (47.5%) were categorized as poor, after health education almost 39 people (97.5%) were categorized as good. Respondents' attitude before health education about free sex ware almost entirely 33 people (82.5%) categorized as strongly disagree about free sex, all 40 people (100%) were very disagree towards free sex. This means that there is an influence of health education on knowledge 0.000 (p value ≤ 0.05) with the value of tcount ≥ ttable(13.707 ≥1.684) and attitude 0.000 p value ≤ 0.05) with the value of tcount ≥ ttable (12.178 ≥1.684) teenagers about free sex at Sunan Giri Junior Hish School Malang. Was expected that adolescents can increase their reading intention and utilize technology development positively so that they can access health education about free sex from various online media in order to avoid free sex that can have an adverse impact on the individual. Keywords: Health Education; Knowledge; Attitude; Free sex
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL TAHAP INDUSTRY VS INFERIORITY ANAK USIA SEKOLAH (6 – 12 TAHUN) DI SDN TLOGOMAS 1 KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Yohanes Dudu; Farida Halis Dyah Kusuma; Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.444 KB) | DOI: 10.33366/nn.v1i2.436

Abstract

Perkembangan seorang anak itu sendiri sangat di pengaruhi oleh pola asuh yang di berikan oleh orang tua. Pola asuh merupakan suatu model atau cara mendidik anak yang merupakan suatu kewajiban dari setiap orang tua dalam usaha membentuk pribadi anak yang sesuai dengan masyarakat pada umumnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengatahui hubungan pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial tahap industry vs inferiority anak usia sekolah (6 - 12 tahun) di SDN. Tlogomas 1 Kecamatan Lowokwaru Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang merupakan penelitian non experimental dengan deskriptif analitik.Jumlah populasi sebanyak 182 orang dengan Pendekatan cross sectional menggunakan teknik Stratified Proportional Random Sampling. Jumlah sampel 35 orang tua yang mempunyai anak usia sekolah dan 35 anak usia sekolah. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2015 s/d 07 Agustus 2015. Uji statistik menggunakan uji statistika Chi Kuadrat (x^2) pada taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian didapatkan pola asuh demokratis 18 pengasuh orang tua (51,50%) dan untuk perkembangan psikososial tahap Industry sebanyak 19 anak (54,28%). Berdasarkan dari 35 reponden yang diteliti dan hasil pengukuran menggunakan uji statistika Chi Kuadrat (x^2) pada taraf kesalahan 5 % (0,05), di peroleh nilai p 0,118 > 0,05 maka H0 gagal di tolak dan H1 yang artinya tidak ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan perkembangan psikososial tahap industry vs inferiority anak usia sekolah di SDN. Tlogomas 1 Kecamatan Lowokwaru Malang. Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan metode lain yang lebih akurat seperti metode kualitatif dan menggunakan analisis multivariat. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Perkembangan Psikososial Anak
PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN PADA PENDERITA HIPERTENSI LANSIA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI KELURAHAN MERJOSARI KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Eka Pipit Nur Cahyani; Joko Wiyono; Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.25 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.155

Abstract

Kecemasan (ansietas) adalah respon emosional terhadap penilaian intelektual terhadap sesuatu yang berbahaya.Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi adalah suatu gangguan pada pembuluh darah yang mengakibatkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibawa oleh darah, terhambat sampai ke jaringan tubuh yang membutuhkannya.Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian komparatif dengan pendekatan cross sectional. Analisis data yang digunakan adalah uji t-test independent.Populasi dan sampel pada penelitian ini adalah lansia yang mengalami hipertensi di kelurahan Merjosari RW 12 kecamatan Lowokwaru Kota Malang sebanyak 24 orang. Pengambilan sampel secara nonprobability sampling dengan menggunakan sampling jenuh.Hasil uji statistik dengan menggunakan uji t-test independent menunjukan bahwa lansia perempuan mengalami tingkat kecemasan lebih tinggi dibandingkan lansia laki-laki. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapatperbedaan tingkat kecemasan penderita hipetensi lansia laki-laki dan perempuan di kelurahan Merjosari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kata Kunci : Hipertensi, jenis kelamin, kecemasan, lansia.
PENGARUH PENGGUNAAN SABUN SIRIH (Piper battle L) TERHADAP KEPUTIHAN PADA REMAJA PUTRI Fajar Purwantini; Sri Mudayati; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.503 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.468

Abstract

Keputihan (flour albus) adalah cairan yang berlebihan keluar dari vagina yang bukan darah. Keputihan bisa bersifat fisiologis namun bisa juga bersifat patologis. Keputihan dapat disebabkan oleh penularan infeksi kuman, pengunaan sabun berlebihan, faktor fisik dan masalah kebersihan diri. Perawatan daerah kewanitaan menjadi sangat penting karena berkaitan erat dengan sirkulasi menstruasi, keputihan, hubungan seks dan kehamilan. Daun sirih adalah salah satu ramuan untuk merawat organ intim. Daun sirih mengandung zat tannin yang dapat mengurangi pengeluaran cairan alami vagina yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan sabun sirih (Piper battle L) dalam mencegah keputihan pada remaja putri. Desain penelitian menggunakan quasy eksperimental. Variabel yang diteliti adalah keputihan sebagai variabel independen dan penggunaan sabun sirih sebagai variabel dependen. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 30 responden dengan 50% responden menggunakan sabun sirih dan 50% responden yang tidak menggunakan sabun sirih. Data dikumpulkan dengan wawancara dan menggunakan kuesioner yang berisi 11 pertanyaan tentang keputihan. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t dua variabel. Hasil analisa data menunjukan bahwa dengan menggunakan sabun sirih 66,67% responden tidak mengalami keputihandan remaja putri yang tidak menggunakan sabun sirih 93,33% responden mengalami keputihan. Hasil uji statistik dengan nilai t hitung > t tabel maka hipotesis Ho ditolak, artinya ada pengaruh penggunaan sabun sirih dalam mencegah keputihan pada remaja putri. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat disempurnakan lagi dengan sampel yang lebih besar, area penelitian yang lebih luas dan meneliti variabel lain diluar variabel penelitian. Kata Kunci : Keputihan, Remaja Putri, Sabun Sirih.
HUBUNGAN TOILET LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN ANAK USIA 18 – 24 BULAN DALAM MENGONTROL ELIMINASI DI POSYANDU MELATI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Dede Kendi; Atti Yudiernawati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.656 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.187

Abstract

Toilet learning adalah proses pembangunan di mana seorang anak belajar untuk menggunakan toilet yang benar. Seperti di banyak bidang perkembangan anak, anak harus mencapai usia tertentu atau berada dalam pengaturan yang tepat atau situasi sebelum mereka siap untuk belajar. Anak-anak siap untuk belajar ketika sehat, cukup gizi, dan tidak tertekan untuk mencapai pada tingkat atas kemampuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan toilet learning terhadap kemampuan anak usia 18 – 24 bulan dalam mengontrol eliminasi di Posyandu Melati RW 02 Kelurahan Tlogomas Malang tahun 2012. Jenis penelitian deskriptif korelasi. Dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 31 anak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan mei sampai bulan juni Tahun 2012. Pengujian penelitian menggunakan uji Koefisien Kontingansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Toilet learning yang dilakukan pada anak, kategori cukup (41,94%). Kemampuan usia 18 – 24 bulan mengontrol eliminasi kategori mampu (54,84%). Hasil uji Koefisien Kontingansi menyatakan Ho ditolak jika probabilitas < 0,05. Hasil analisa dengan uji Koefisien Kontingansi diperoleh nilai 0,686 dan nilai probabilitas (p = 0,00 < 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini bermakna terdapat hubungan yang signifikan antara toilet learning terhadap kemampuan anak usia 18-24 bulan dalam mengontrol eliminasi sebesar 68,6 %. Disarankan bagi para orangtua yang mempunyai anak dengan usia 18-24 bulan agar lebih memperhatikan kesiapan – kesiapan anak dalam toilet learning dan memiliki kesabaran dalam memberikan toilet learning agar anak mampu dalam mengontrol eliminasinya. Kata Kunci : Kemampuan mengontrol eliminasi, toilet learning.
POLA KOMUNIKASI ORANG TUA BERHUBUNGAN DENGAN KECANDUAN GAME ONLINE PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR (7-11 TAHUN) DI SDN LANDUNGSARI 1 KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Ana, Hardiknas Rambu; Putri, Ronasari Mahaji; Dewi, Novita
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan (IN PRESS)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola komunikasi orang tua berperan penting dalam membentuk sikap dan perilaku anak, apabila pola komunikasi diberikan kurang bisa menyebabkan anak mencari hiburan lain seperti bermain game online sehingga dapat menyebabkan anak kecanduan game online. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pola komunikasi orang tua dengan kecanduan game online pada anak usia sekolah dasar (7-11 tahun) di SDN Landungsari 1 Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 35 orang anak usia sekolah dasar (7-11 tahun), dengan penentuan sampel menggunakan simple random sampling sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 32 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner pola komunikasi orang tua dan kecanduan game online. Metode analisis data yang di gunakan yaitu uji chi square. Hasil penelitian membuktikan sebagain besar (71,9%) atau 23 responden mendapatkan pola komunikasi orang tua kurang pada anak usia sekolah dasar (7-11 tahun) dan sebagian besar (59,4%) atau 19 responden mengalami kecanduan game online sedang pada anak usia sekolah dasar (7-11 tahun). Hasil uji chi square menunjukkan adanya hubungan pola komunikasi orang tua dengan kecanduan game online pada anak usia sekolah dasar (7-11 tahun) di SDN Landungsari 1 Kecamatan Dau Kabupaten Malang didapatkan p value = (0,000) < (0,05). Peneliti selanjutnya diharapkan sebaiknya melakukan observasi terhadap kebiasaan bermain game online anak dan memberikan pendidikan kesehatan kepada orang tua anak SD tentang dampak negatif game online sehingga orang tua bisa menyampaikan dampak negatif keanduan game online kepada anak sehingga anak bisa membatasi atau kontrol diri untuk bermain game online. Parental communication patterns play an important role in shaping the attitudes and behavior of children, if communication patterns are given less can cause children to find entertainment so addicted to online games. The purpose of this study was to determine the relationship of parents' communication patterns with online game addiction in elementary school age children (7-11 years) at SDN Landungsari 1, Dau District, Malang Regency. The study design used a correlative design with cross sectional approach. The study population was 35 children of primary school age (7-11 years), with the determination of the sample using simple random sampling in order to obtain a research sample of 32 respondents. Data collection techniques using instruments in the form of questionnaires parental communication patterns and online game addiction. The method used is the chi square test. The results of the study prove that the majority (71.9%) or 23 respondents received less parental communication patterns in elementary school age children (7-11 years) and the majority (59.4%) or 19 respondents experienced online gaming addiction in children elementary school age (7-11 years). Chi square test results showed a relationship between parents' communication patterns with online game addiction in elementary school age children (7-11 years) at SDN Landungsari 1, Dau District, Malang Regency, obtained p value = (0,000)
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI TLOGOMAS KOTA MALANG Maria Yohana Loda Fao; Ni Luh Putu Eka Sudiwati; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.735 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i2.500

Abstract

Pengetahuan ibu tentang menyusui sangat berpengaruh terhadap pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 6-12 bulan.Pengetahuan Ibu merupakan salah satu faktor penting yang menentukan tingkat tepat dan tidak tepatnya dalam pemberian makanan pendamping ASI. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui antara hubungan pengetahuan ibu tentang menyusui dengan pemberian makanan pendamping ASI pada bayi 6-12 bulan di RW 07 Tlogomas Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian non eksperimen dengan jenis correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang menyusui dan mempunyai anak 6-12 bulan sebanyak 35 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 orang. Pengambilan sampel dengan total sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik chi-square dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil uji statistik penelitian sebagian besar pengetahuan responden masuk kategori baik sebanyak 20 orang (57%), dan sebagian besar pemberian makanan pendamping ASI dari responden masuk dalam kategori tepat sebanyak 24 orang (69%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value= 0,00 artinya p-value< 0,05. Artinya ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang menyusui dengan pemberian makanan pendamping ASI yang bersifat positif. Saran yang dapat direkomendasikan kepada pihak-pihak antara lain, bagi masyarakat (orang tua) adalah diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan tentang menyusui dengan pemberian makanan pendamping ASI kepada orang tua yang memiliki bayi 6-12 bulan, sehingga orang tua dapat memberikan makanan pendamping ASI dengan tepat. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti tentang resiko pemberian makanan pendamping ASI dengan alergi makanan. Kata kunci : Pengetahuan ibu, pemberian makanan pendamping ASI.