Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles
748 Documents
HUBUNGAN KEMAMPUAN PEMBERIAN STIMULASI DENGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA PRASEKOLAH
Ema Marlina;
Farida Halis Dyah Kusuma;
Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (125.088 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.454
Kemandirian merupakan suatu sikap individu yang diperoleh secara komulatif selama perkembangan, dimana individu akan terus belajar untuk bersikap mandiri dalam menghadapi berbagai situasi lingkungan sehingga individu mampu berfikir dan bertindak sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan kemampuan pemberian stimulasi dengan kemandirian pada anak usia prasekolah. Desain penelitian ini deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah dan semua anak usia prasekolah yang berjumlah masing-masing 46 orang, dengan teknik total sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah sebanyak 46 anak. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2013. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian disimpulkan bahwa sebagian besar orang tua responden memiliki kemampuan pemberian stimulasi kategori baik sebanyak 63,0%, sedangkan untuk kemandirian anak sebagan besar responden memiliki kemandirian dalam kategori baik sebanyak 58,7%. Hasil analisa uji statistik di ketahui p value sebesar 0,000 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan pemberian stimulasi dengan kemandirian anak usia prasekolah di Kelurahan Tlogomas Malang. Disarankan pada orang tua untuk mempertahankan kemampuan pemberian stimulasi pada anak, atau lebih meningkatkan lagi dengan cara mengikuti pelatihan dan banyak membaca tentang stimulasi perkembangan anak. Kata kunci: Kemampuan, Kemandirian, Pemberian Stimulasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN MOTIVASI IBU DALAM MENINGKATKAN STATUS GIZI PADA BALITA DENGAN STATUS GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BARENG
Rosadalima Lebo Atu;
Atti Yudiernawati;
Tri Nurmaningsari
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (191.042 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.173
Seberapa kuat motivasi yang dimiliki individu akan banyak menentukan kualitas perilaku yang ditampilkannya, baik dalam konteks belajar, bekerja maupun dalam kehidupan lainya. Semakin tinggi pengetahuan ibu maka motivasi atau dorongan untuk memperhatikan gizi anak semakin baik. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan motivasi ibu dalam meningkatkan status gizi pada balita dengan status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Bareng. Penelitian ini menggunakan desain non ekperimen jenis correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 96 orang yang memiliki anak dengan status gizi kurang diwilayah kerja Puskesmas Bareng Kota Malang. Sampel penelitian sejumlah 44 orang menggunakan metode purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa Pengetahuan Ibu di wilayah kerja Puskesmas Bareng hampir seluruhnya (84,1%) masuk kategori baik dan sebagian besar (72,7%) motivasi ibu masuk dalam kategori baik. Hasil analisis bivariat menunjukan ada hubungan antara pengetahuan dengan motivasi ibu dalam meningkatkan status gizi pada balita dengan status gizi kurang di wilayah kerja Puskesmas Bareng yang bersifatpositif. Saran direkomendasikan kepada orang tua khususnya para ibu diharapkan dapat menambah pengetahuan tetang gizi agar dapat termotivasi untuk meningkatkan status gizi pada anak. Kata kunci : Pengetahuan, motivasi ibu, status gizi.
HUBUNGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI BARU LAHIR DI BIDAN PRAKTEK SWASTA KERTOSUKO KECAMATAN KRUCIL KABUPATEN PROBOLINGGO
Suna Aprilisa;
Rita Yulifah;
Sulasmini Sulasmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (199.668 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.486
Ibu hamil aterm cenderung menderita anemia karena pada masa tersebut janin menimbun cadangan besi untuk dirinya dalam rangka persediaan segera setelah lahir. Pada ibu hamil denga anemia terjadi gangguan penyaluran oksigen dan zat makanan dari ibu ke plasenta dan janin, yang mempengaruhi fungsi plasenta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan berat badan bayi baru lahir di BPS Kertosuko Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Desain dalam penelitian ini adalah correlation. Pendekatan variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah anemia pada ibu hamil sebagai variabel independen dan berat badan bayi baru lahir sebagai variabel dependen. Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel berjumlah 18 ibu hamil dengan anemia dari 24 ibu hamil di BPS Kertosuko Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar Observasi. Data analisis menggunakan uji Chi Square dengan tingkat signifikan sebesar (α) 0,05 dan tingkat kesalahan 95%.Hasil pengumpulan data penelitian sebagian besar responden mengalami anmia ringan sebanyak (66,7%). sebagian besar berat badan bayi responden masuk kategori normal sebanyak (55,6%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value = 0,001 artinya p-value < 0,05. Artinya ada hubungan antara Anemia Pada Ibu Hamil Dengan Berat Badan Bayi Baru Lahir Di BPS Kertosuko Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Saran yang dapat direkomendasikan, bagi peneliti selanjutnya: Peneliti selanjutnya diharapkan memperbanyak responden agar hasil yang didapatkan dalam penelitian menjadi lebih akurat. Kata kunci : Anemia, Berat Badan Bayi Baru Lahir
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TENTANG PENANGANAN KEJANG DEMAM TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN IBU BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS DAU
Maria R.Y.B. Werang;
Rachmat Chusnul Choeron;
Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.1969
Edukasi kesehatan bertujuan untuk memberikan informasi untuk menumbuhkan kamampuan ibu dalam penanganan kejang demam apabila terjadi pada balita. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tentang penanganan kejang demam terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Dau. Desain penelitian mengunakan desain Pre-Eksperimental dengan pendekatan One-Group Pra-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 66 orang ibu yang memiliki balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Dau, dengan penentuan sampel penelitian menggunakan cluster sehingga didapatkan sampel penelitian sebanyak 57 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Marginal Homoneity menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebelum edukasi kesehatan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang tentang penanganan kejang demam balita (71,9%) dan sesudah edukasi kesehatan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang penanganan kejang demam balita (66,7%). Hasil uji Marginal Homoneity didapatkan nilai p = 0,000 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh edukasi kesehatan tentang penanganan kejang demam terhadap tingkat pengetahuan ibu balita di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Dau. Berdasarkan hasil penelitian maka untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kejang demam perlu diberikan edukasi kesehatan. Health education aims to provide information for mothers to handling febrile convulsions when it happens to their babies. The purpose of this study was to determine the effect of health education on handling toddler’s febrile convulsions to the level of mothers’ knowledge in Posyandu around the coverage area of PUSKESMAS Dau. The study design used a Pre-Experimental design with One-Group Pre-Post Test Design approach. The population in this study was 66 mothers who had children under five. The determination of the study sample used clusters to obtain a sample of 57 respondents. The data collection techniques involved instruments in the form of a questionnaire. The data analysis method used the Marginal Homoneity test using SPSS. The results of the study proved that before having a health education most respondents had less knowledge about handling febrile convulsion (71.9%) and after having the health education most respondents had good knowledge about handling febrile convulsion (66.7%). The Marginal Homoneity test results obtained p value = 0,000 so it can be concluded that there is an influence of health education about handling febrile convulsion to the level of knowledge of mothers in the research area. Based on the results of the study, to improve mothers’ knowledge about febrile convulsion, a health education should be given. Keywords: Toddler, Education, Seizure, Knowledge
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) TERHADAP KADAR SGOT (SERUM GLUTAMIC OXALOCETIC TRANSMINASE) PADA TIKUS (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR DM TIPE 2
Elisabeth Tea;
Tanto Hariyanto;
Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (337.302 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.509
Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan penyakit diabetes yang disebabkan karena terjadinya resistensi tubuh terhadap efek insulin yang diproduksi oleh sel β pankreas. DM yang tidak dirawat dengan baik dapat menyebabkan kerusakan dihepar (hati) yang disebut dengan penyakit hati diabetik. Kerusakan hati dapat dinilai dari peningkatan kadar enzim dalam hepar yaitu enzim SGOT. Porang mengandung serat larut glukomanan yang tinggi, glukomanan memiliki fungsi antara lain untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah serta menurunkan berat badan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian tepung porang terhadap kadar SGOT pada tikus strain Wistar DM tipe 2. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorik yang menggunakan metode rancangan acak lengkap dengan menggunakan pola post test only control group design. Hewan penelitian adalah tikus putih (Rattus norvegicus) strain Wistar jantan umur 4-5 bulan dengan berat badan rata-rata antara 180-250 gram. Sampel penelitian dipilih secara simpel random sampling berjumlah 25 ekor tikus putih strain Wistar jantan, dibagi menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus putih strain Wistar jantan. Hasil penelitian diperoleh nilai ρ-value 0,033 < (α=0,051) yang menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara pemberian diet tepung porang dengan kadar SGOT pada tikus strain Wistar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mengkonsumsi diet tepung porang dapat menurunkan kadar glukosa darah dan dapat pula menurunkan kadar SGOT. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya menggunakan 300 mg porang. Kata kunci : Diabetes Mellitus, porang, SGOT.
PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA MAHASISWI D3 KEBIDANAN ANGKATAN 2014 DI WHN MALANG
Afrelia Inut;
Ni Luh Putu Eka;
Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.402 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v1i1.413
Sebanyak 64.25% wanita di Indonesia mengalami dismenorea yang terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kompres hangat terhadap penurunan dismenorea (nyeri haid) pada mahasiswi D3 kebidanan angkatan 2014 di WHN Malang. Desain penelitian mengunakan desain pre experimental design dengan rancangan one group Pre-Post Test Design. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 20 mahasiswi dan sampel penelitian menggunakan accidental Sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Wawancara dan mengukur skala nyei. Metode analisa data yang di gunakan yaitu wilcoxon signed rank test dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebelum diberikan kompres hangat, sebagian besar 15 (75,0%) Mahasiswi merasakan nyeri yang tidak tertahankan, sebagian besar 16 (80,0%) merasakan tidak nyeri, sedangkan hasil wilcoxon signed rank test didapatkan nilai p value = 0,001 < α (0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan. Artinya ada “pengaruh kompres hangat terhadap penurunan dismenorea (nyerihaid) pada mahasiswi D3 kebidananangkatan 2014 di WHN Malang. Dengan demikian yang perlu dilakukan oleh mahasiswi untuk menurunkan dismenorea (nyeri haid) perlu melakukan teknik kompres hangat pada bagian yang mengalami nyeri. Kata kunci : Kompres Hangat, Penurunan Dismenorea dan Mahasiswi D3 Kebidanan Angkatan 2014 di WHN Malang.
HUBUNGAN KADAR GULA DARAH DENGAN PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM DALAM PROSES GRANULASI DI PEDIS CARE MALANG
Pandu Arif Wicaksono;
Dudella Desnani Firman Yasin;
Zaky Soewandi Ahmad
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.2001
Ulkus diabetikum (gangren) merupakan luka pada kaki yang merah kehitaman dan berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi pembuluh darah sedang atau besar di tungkai, ulkus diabetikum disebabkan oleh berbagai faktor salah satunya kadar glukosa darah yang tinggi dan tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya ada hubungan kadar gula darah dengan penyembuhan ulkus diabetikum dalam proses granulasi di Pedis Care Malang. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dari penelitian ini adalah seluruh klien ulkus diabetikum yang ada di Pedis Care Malang berjumlah 33 orang dan Sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah klien ulkus diabetikum yang ada di Pedis Care Malang dengan jumlah 33 orang dan teknik sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Simple Random Sampling. Metode analisa yang di gunakan yaitu uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian menunjukan kadar gula darah sebagian besar responden dalam ketegori tidak terkontrol (> 200 mg/dL) yaitu sebanyak 18 orang (54,5 %), pertumbuhan granulasi pada luka penderita diabetes melitus hampir setengahnya tidak memiliki pertumbuhan granulasi yaitu sebanyak 14 orang (42,4 %) dan hasil analisis terdapat hubungan kadar gula darah dengan penyembuhan ulkus diabetikum dalam proses granulasi di Pedis Care Malang dengan nilai Sig. = 0,000 (α ≤ 0,05). Diharapkan kepada penderita luka diabetes melitus untuk menjaga pola hidup sehat dengan menjaga pola hidup yang sehat dan bersih dengan melakukan olahraga/aktivitas serta melakukan kontrol gula darah yang teratur. Hal ini di tujukan untuk mengontrol kadar gula darah agar dalam batas normal. Diabetic ulcer (gangrene) is a scar on the leg that is blackish red and foul-smelling due to blockage that occurs in the medium or large blood vessels in the leg, diabetic ulcer is caused by various factors, one of which is high and uncontrolled blood glucose levels. The purpose of this study was to determine the existence of a correlation between blood sugar levels and diabetic ulcer healing in the granulation process in Pedis Care Malang. The research design used is correlational with cross sectional approach. The sample of this research is 33 diabetic ulcer clients in Malang Pedis Care and the sample used in this research is diabetic ulcer client in Pedis Care Malang with 33 people and the sample technique used in this study is Simple Random Sampling. The analytical method used is the Fisher Exact Test. The results showed that the blood sugar levels of most respondents in uncontrolled categories (> 200 mg / dL) as many as 18 people (54.5%), granulation growth in the wounds of diabetic melitus patients almost half did not have granulation growth as many as 14 people (42.4%) and the results of the analysis there was a relationship of blood sugar levels with diabetic ulcer healing in the granulation process in Pedis Care Malang with a Sig. = 0.000 (α ≤ 0.05). It is expected that people with diabetes mellitus will maintain a healthy lifestyle by maintaining a healthy and clean lifestyle by doing sports / activities and controlling regular blood sugar. This is intended to control blood sugar levels so that they are within normal limits. Keywords: Blood Sugar Levels; Diabetic Ulcer; Granulation.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG AUTISME DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANGTUA YANG MEMILIKI ANAK AUTISME DI SEKOLAH LUAR BIASA BHAKTI LUHUR MALANG
Ermelinda Jeniu;
Dyah Widodo;
Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (265.779 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.445
Pengetahuan orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak autis sangat penting. Pengetahuan juga sangat berpengaruh pada tingkat kecemasan orangtua dari anak penderita autisme hal ini terkadang timbul perasaan bersalah atau cemas yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan orangtua mengenai autisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang autism dengan tingkat kecemasan orang tua yang memiliki anak autisme di Sekolah Luar Biasa Bhakti Luhur Malang. Penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasinya adalah orang tua Autisme sebanyak 40 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 orang. Pengambilan sampel dengan purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic spearman rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil uji statistik penelitian di ketahui sebagian besar pengetahuan responden masuk kategori cukup sebanyak 15 orang (41,7%), dan sebagian besar tingkat kecemasan responden masuk dalam kategori cemas berat sebanyak 26 orang (72,2%). Hasil analisis bivariat menunjukan p-value= 0,000 < α 0,05 artinya ada hubungan antara pengetahuan dengan tingkat kecemasan orang tuadan nilai (r) = 0,372 yang menunjukan adanya korelasi yang rendah. Saran yang dapat direkomendasikan kepada orang tua adalah diharapkan untuk menambah wawasan berupa informasi yang terkait dengan masalah autisme. Kata kunci : Autis, Pengetahuan, Tingkat kecemasan.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI ASUPAN MAKANAN YANG MENGANDUNG PURIN DENGAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI DESA TULUNGREJO KECAMATAN NGANTANG
Srisan Astria Hambatara;
Ani Sutriningsih;
Warsono Warsono
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (318.126 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v3i1.843
Seseorang yang mengalami asam urat (gout arthritis) dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah mengkonsumsi makanan yang mengandung purin dengan kadar asam urat pada lansia di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan konsumsi asupan makanan yang mengandung purin dengan kejadian asam urat pada lansia di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang. Desain penelitian ini menggunakan desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di Posyandu Lansia Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang yang aktif mengikuti kegiatan Posyandu pada bulan Januari-Maret 2017 sebanyak 30 orang dan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampling jenuh yaitu seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel karena jumlahnya sedikit. Teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan intrumen kuesioner dan alat ukur auto check. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Spearman Rank. Hasil penelitian membuktikan bahwa sebagian besar responden konsumsi asupan makanan yang mengandung purin rata-rata dalam level/kategori rendah purin yaitu sebanyak 22 orang (73,3%) dan hampir seluruh responden dikategorikan memiliki kadar asam urat dalam darah normal yaitu sebanyak 28 orang (93,3%). Hasil analisis didapatkan nilai Signifikansi = 0,014 (p-value ≤ 0,05) yang berarti data dinyatakan signifikan dan H1 diterima, artinya ada hubungan antara konsumsi asupan makanan yang mengandung purin dengan kejadian asam urat pada lansia di Desa Tulungrejo Kecamatan Ngantang. Lansia di harapkan dapat mempertahankan asupan makanan yang rendah purin dan mengurangi jenis-jenis makanan yang kandungan purin tinggi seperti ekstrak daging (kaldu), daging bebek, sarden, ikan teri, dan jenis-jenis makanan yang diawetkan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKLENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI DI POSYANDU SUMBERSARI KOTA MALANG
Angga Putra M.;
Joko Wiyono;
Ragil Catur Adi W.
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (279.509 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.164
Program Imunisasi merupakan salah satu cara pemerintah untuk memberantas penyakit menular sehingga pemerintah menetapkan standar pencapaian hasil kumulatif cakupan imunisasi dasar bayi dengan standar Universal Child Imunization (UCI) yaitu 90%. Penurunan kelengkapan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu umur, pendidikan, pekerjaan, jarak tempat pelayanan, motivasi, pengetahuan dan sikap. Tujuan Penelitian mengidentifikasi factor-faktor yang berhubungan dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar bayi di Posyandu Sumbersari Kota Malang. Metode Penelitian yaitu deskriptif analitik. Sampel penelitian adalah ibu yang mempunyai bayi 1-12 bulan yang memiliki KMS 57 responden di Posyandu Sumbersari Kota Malang periode 1 Agustus – 30 Agustus. Analisa data pada penelitian ini menggunakan Uji Chi-Square. Hasil Penelitian Dari seluruh subjek penelitian ini menyatakan bahwa umur, pendidikan, pekerjaan, jarak tempat pelayanan, motivasi, pengetahuan dan sikap mempunyai hubungan dengan ketidaklengkapan imunisasi dasar bayi p