cover
Contact Name
Ronasari Mahaji Putri
Contact Email
putrirona@gmail.com
Phone
+6282132872259
Journal Mail Official
nursing.news@unitri.ac.id
Editorial Address
. Telaga Warna, Tlogomas, MALANG 65144, Jawa Timur Telp: (0341) 565 500 / (0341) 565 522
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 25279823     DOI : https://doi.org/10.33366/nn.v5i2.2305
Core Subject : Health,
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles 739 Documents
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SELF EFFICACY GURU DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA CEDERA PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI SD INPRES KURU TEPE, SUMBA BARAT, NTT Pige Rade Sairo; Supriyadi Supriyadi; Wahyu Dini Metrikayanto
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2057

Abstract

Cedera pada siswa Sekolah Dasar bisa terjadi kapan saja, sehingga guru dituntut untuk memiliki pengetahuan dan self efficacy yang baik dalam menolong siswa cedera. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan self efficacy guru dalam melakukan pertolongan pertama cedera pada siswa Sekolah Dasar di SD Inpres Kuru Tepe, Sumba Barat, NTT. Desain penelitian mengunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 45 orang guru dan sampel penelitian sebanyak 40 orang dengan penentuan menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan self efficacy. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar yaitu sebanyak 22 (55%) responden memiliki pengetahuan kurang tentang pertolongan pertama cedera pada siswa Sekolah Dasar dan sebagian besar yaitu sebanyak 21 (52,5%) responden memiliki self efficacy kurang dalam melakukan pertolongan pada siswa Sekolah Dasar. Hasil analisis data dengan menggunakan uji statistik Fisher's Exact menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dengan self efficacy guru dalam melakukan pertolongan pertama cedera pada siswa Sekolah Dasar di SD Inpres Kuru Tepe, Kab. Sumba Barat, NTT dengan p value = (0,000) < (0,050). Peneliti selanjutnya diharapkan untuk memberikan pendidikan kesehatan tentang pertolongan pertama cedera untuk meningkatkan pengetahuan dan self efficacy guru dalam melakukan pertolongan pertama cedera pada siswa Sekolah Dasar. Injury to elementary school students can occur at any time, so teachers are required to have good knowledge and self-efficacy in helping injured students. The purpose of this study was to determine the relationship of knowledge with teacher's self-efficacy in conducting first aid injuries to elementary school students of SD Inpres Kuru Tepe, West Sumba, NTT. The study design used a correlative design with cross sectional approach. The study population was 45 teachers and the study was sample as many as 40 people with a random sampling. The data collection techniques used instruments such as knowledge and self-efficacy questionnaires. The results of the research proved that 22 (55%) respondents had less knowledge about first aid and 21 (52.5%) respondents had less self-efficacy in helping elementary school students. The results of data analysis using the Fisher's exact statistical test showed that there was a relationship of knowledge with the teacher's self-efficacy in conducting first aid to elementary school students at SD Inpres Kuru Tepe, Kab. West Sumba, NTT with p value = (0,000)
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PHBS TERHADAP PENCEGAHAN SCABIES PADA ANAK JALANAN Hildegardis Moy; Swaidatul Masluhiya AF; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2062

Abstract

Scabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi sensititasi terhadap tungau sarcoptes scabie varien hominis. Salah satu cara pencegahan scabies dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS sehingga anak jalanan bisa berperilaku bersih dan sehat. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang PHBS terhadap pencegahan scabies pada anak jalanan di Pasar Lama Kecamatan Sukun Kota Malang. Desain penelitian mengunakan pre- experimental dengan rancangan one group pre and post test design. Sampel penelitian sebanyak 30 anak jalanan dengan penentuan menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa lembar observasi. Metode analisa data yang di gunakan yaitu uji Marginal Homogenity. Hasil penelitian membuktikan hampir seluruhnya (90,0%) responden berperilaku kurang dalam pencegahan scabies sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS dan sebagian besar (66,7%) responden responden berperilaku cukup dalam pencegahan scabies setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang PHBS. Hasil uji Marginal Homogenity didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang PHBS terhadap pencegahan scabies pada anak jalanan di Pasar Lama Gadang Kecamatan Sukun Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan anak jalanan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar untuk mencegah dan menyembuhkan scabies. Scabies is an infectious skin disease caused by sensitizing infestations of mites sarcoptes scabie varien hominis. One way to prevent scabies by providing health education about PHBS so that street children can behave clean and healthy. The purpose of this study was to determine the effect of health education on PHBS on the prevention of scabies in street children in Pasar Lama Gadang, Sukun District, Malang City. The research design used pre-experimental design with one group pre and post test design. The research sample consisted of 30 street children with the determination of using random sampling. Data collection techniques using instruments in the form of observation sheets. Data analysis method used is Marginal Homogenity test. The results of the study proved that almost all (90.0%) respondents behaved less in prevention of scabies before being given health education about PHBS and most (66.7%) respondents respondents behaved adequately in the prevention of scabies after being given health education about PHBS. Marginal Homogenity test results obtained p value = (0,000)
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DIRI DENGAN DERAJAT LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KENDALSARI Martha Yasinta Lali; Supriyadi Supriyadi; Swaidatul Masluhiya AF
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2038

Abstract

Kurangnya Motivasi Diri pada penderita Diabetes mellitus (DM) tipe 2 dapat memicu komplikasi. Komplikasi yang sering ditemukan pada penderita diabetes melitus ialah luka kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi diri dengan derajat luka pada penderita DM tipe 2. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan besar sampel 40 responden. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data motivasi diri dikumpulkan menggunakan lembar kuesioner dan data derajat luka dikumpulkan menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Chi square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan hampir seluruh responden memiliki motivasi diri yang rendah ≤ 30 (75%) dan sebagian besar responden mengalami derajat luka diabetik pada bagian kaki dengan kategori penurunan sensasi derajat 3 (50%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan motivasi diri dengan derajat luka pada penderita DM tipe 2 di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang (p=0,036). Dengan demikian sangat penting bagi penderita DM untuk memotivasi diri dalam mengontrol derajat luka dengan baik. Lack of Self Motivation in patients with type 2 diabetes mellitus (DM) can trigger complications. A complication that is often found in people with diabetes mellitus is diabetic foot injury. This study aims to determine the relationship between self motivation and the degree of injury in patients with type 2 diabetes. The study design uses cross sectional. The population used was all people with DM in Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City with a sample size of 40 respondents. Samples were taken by simple random sampling technique. Data on self-motivation were collected using a questionnaire sheet and data on the degree of injury were collected using an observation sheet. Data were analyzed usingtest Chi square with α = 0.05. The results showed that almost all respondents had low self-motivation ≤ 30 (75%) and the majority of respondents experienced a degree of diabetic injury in the legs with a category of sensation reduction in degree 3 (50%). Statistical test results found that there is a significant relationship with self motivation degree of injury in patients with type 2 diabetes mellitus in Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City (p=0,036). Thus it is very important for people with DM to motivate themselves in controlling the degree of injury well. Keywords: degree of injury; self-motivation; diabetes mellitus
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KONSUMSI SAYUR DAN BUAH PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK AL ISTIQOMAH Elisabet Wodi Tura; Supriyadi Supriyadi; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2067

Abstract

Sayur dan buah sangat penting untuk dikonsumsi terutama bagi anak usia prasekolah karena merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Peran orang tua merupakan keterlibatan orang tua dalam memcukupi kebutuhan pangan anak, menyediakan makanan yang berkualitas dan mengontrol makanan anak melalui pemberian sayur dan buah seperti memotong, mencuci atau mengolah sayur dan buah sehingga dapat langsung dikonsumsi oleh anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan tingkat konsumsi sayur dan buah pada anak usia prasekolah. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu Simple Random Sampling didapatkan simple 32 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sebanyak 21 (65,6%) peran orangtuanya dalam kategori kurang, dan responden yang memiliki tingkat konsumsi sayur dan buah dalam kategori kurang yaitu sebanyak 26 (81,2%). Terdapat hubungan antara peran orang tua dengan tingkat konsumsi sayur dan buah pada anak usia pra sekolah. Disarankan pada penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian selanjutnya dengan variabel lain yang berhubungan dengan tingkat konsumsi sayur dan buah pada anak usia prasekolah karena masih banyak orang tua yang kurang berperan dalam menyiapkan sayur dan buah pada anak usia prasekolah. Vegetables and fruits are very important to be consumed mainly for children ages preschool for a period of gold for the growth and development of children . The role of parents is the involvement of parents in meeting the child's food needs, providing quality food and controlling children's food through the provision of vegetables and fruit such as cutting, washing or processing vegetables and fruit so that it can be directly consumed by children . The purpose of this study is to determine the relationship role of the parents with the level of consumption of vegetables and fruit in children ages preschool . Design studies are used in research this is the design of cross sectional . The population in this study were 48 respondents . Technique sampling that used is Simple Random Sampling obtained simple 32 respondents . Data collection instruments used questionnaire sheets . Data analysis using chi square test . Results of the study is to prove that as many as 21 (65.6 %) the role of parents in the category of less , and respondents who have a level of consumption of vegetables and fruits in the category of less that as many as 26 ( 81.2 %). There is a relationship between the role of parents with the level of consumption of vegetables and fruit in pre- school age children . Advised on the research further to do research further by variables other associated with the level of consumption of vegetables and fruit in children ages preschool because still many people older are less instrumental in the setting up of vegetables and fruits in children ages preschool . Key : Children Age Preschool , Consumption of Vegetables and Fruit , Role People Old
KOMUNIKASI TERAPEUTIK MENINGKATKAN PENGETAHUAN KELUARGA STROKE ISKEMIK TENTANG GOLDEN TIME STROKE DI RUANG PERAWATAN RS PANTI WALUYA MALANG Brigita Aprilia Suwarti; Ronasari Mahaji Putri; Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2058

Abstract

Dalam penanganan stroke ada waktu emas atau golden time dimana seseorang yang mengalami serangan stroke dalam waktu 3 jam setelah serangan stroke harus segera mendapatkan penanganan medis. Pengetahuan keluarga tentang golden time stroke masih kurang. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 10 keluarga pasien di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang didapatkan sebanyak 4 keluarga tidak mengetahui tanda-tanda dan gejala stroke dan sebanyak 6 keluarga pasien tidak memahami bahwa stroke merupakan kondisi gawat darurat yang butuh penanganan cepat. Komunikasi terapeutik merupakan kegiatan yang direncanakan secara sadar dan dipusatkan kepada klien untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik terhadap pengetahuan keluarga stroke iskemik tentang golden time stroke di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang. Desain penelitian one group pre-post design. Sampel penelitian sebanyak 15 responden dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji marginal homogeinity. Hasil penelitian sebelum dilakukan komunikasi terapeutik yaitu sebagian besar berpengetahuan kurang sebanyak 9 responden (60%). Setelah dilakukan komunikasi terapeutik berpengetahuan baik sebanyak 10 responden (67%). Ada pengaruh yang signifikan dengan dilakukan komunikasi terapeutik tentang golden time stroke, sehingga disimpulkan bahwa komunikasi terapeutik tentang golden time stroke dapat meningkatkan pengetahuan keluarga stroke iskemik di ruang perawatan RS Panti Waluya Malang. Disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan tentang golden time stroke. In the treatment of stroke there is a golden time or golden time where someone who has a stroke within 3 hours after a stroke must get medical treatment immediately. Family knowledge about golden time stroke is still lacking. Based on a preliminary study of 10 families of patients in the treatment room of Panti Waluya Hospital Malang, as many as 4 families did not know the signs and symptoms of stroke and as many as 6 families of patients did not understand that a stroke is an emergency condition that needs quick treatment. Therapeutic communication is an activity that is consciously planned and centered on the client to increase understanding and knowledge. The purpose of this study was to determine the effect of therapeutic communication on the knowledge of ischemic stroke families about golden time stroke in the treatment room at Panti Waluya Hospital Malang. One group pre-post design research design. The research sample of 15 respondents with simple random sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data analysis using marginal homogeinity test. The results of the study prior to therapeutic communication that most of the less knowledgeed as many as 9 respondents (60%). After well-informed therapeutic communication, 10 respondents (67%). There is a significant influence by conducting therapeutic communication about golden time stroke, so it can be concluded that therapeutic communication about golden time stroke can increase the knowledge of ischemic stroke families in the treatment room at Panti Waluya Hospital Malang. It is recommended to further researchers to conduct research on the factors that influence knowledge about golden time stroke. Keywords: Communication, Therapeutic, Knowledge, Golden Time, Ischemic Stroke
HUBUNGAN KEPATUHAN DIET PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KADAR GULA DARAH DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG Oktavia Ike Alvionita; Pertiwi Perwiraningtyas; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2063

Abstract

Diet rendah kalori pada penderita diabetes melitus tipe 2 sangat penting untuk dilakukan. Namun banyak penderita diabetes melitus yang tidak melakukan diet dengan konsisten. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan kadar gula darah di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien diabetes melitus tipe 2 yang sedang rawat jalan di poli pada bulan Juni 2019. Sampel penelitian didapatkan 33 responden dengan teknik sampling simple random sampling. Instrumen penelitian dengan kuesioner kepatuhan diet dan glucosemeter pada variabel dependen. Pengujian penelitian menggunakan uji statistik fisher. Hasil uji statistik menunjukan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe 2 kategori tidak patuh (51.5%) dengan kadar gula darah yang tidak normal. Hasil uji statistik menunjukan nilai probabilitias p-value (0,000) artinya ada hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah. Direkomendasikan bagi penderita diabetes melitus untuk meningkatkan dan menjaga gaya hidup dengan mengontrol diet maupun gula darah. Low calorie diet in people with type 2 diabetes mellitus is very important to do. But, many people with diabetes mellitus do not go on a consistent diet. The purpose of this study was to determine the relationship of diet adherence in patients with type 2 diabetes mellitus with blood sugar levels at Malang Panti Waluya Hospital in Malang. The study design uses cross sectional. The study population was all patients with type 2 diabetes mellitus who were outpatient in poly in June 2019. The research sample found 33 respondents with type 2 diabetes mellitus aged ≥45 years with a simple random sampling technique. The instrument with a diet compliance questionnaire and a glucosemeter. Testing research uses the fisher statistical test. Statistical test results show diet adherence in patients with type 2 diabetes mellitus category of non-adherent (51.5%) with abnormal blood glucose levels. The results of bivariate analysis showed p-value (0,000) meaning that there was a relationship between diet adherence with blood sugar levels with high correlation strength. It is recommended for people with diabetes mellitus to improve and maintain their lifestyle by controlling their diet and blood sugar. Keywords: Diet diabetes mellitus, Blood glucose control.
PENURUNAN SENSASI KAKI KANAN AKIBAT DIABETIC PERIPHERAL NEUROPATHY (DPN) PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS (DM) Serfasius Malo Muda; Swaidatul Masluhiya AF; Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2054

Abstract

Kadar glukosa darah yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi. Komplikasi yang sering ditemukan pada penderita diabetes mellitus ialah Diabetic peripheral neuropati (DPN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar gula darah puasa (GDP) dengan Diabetic peripheral neuropati (DPN) pada penderita DM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dari penelitian ini sebesar 67 responden penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan besar sampel 57 responden. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Data kadar GDP dikumpulkan menggunakan data rekam medik dan data DPN dikumpulkan menggunakan monofilamen. Data dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test dengan nilai P-value =0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa hampir seluruh responden (80,7%) memiliki kadar GDP tidak terkendali ≥126 mg/dL dan sebagian besar responden (61,4%) mengalami DPN pada kaki kanan dengan kategori penurunan sensasi dan sebagian besar responden (63,2%) tidak mengalami DPN pada kaki kiri (normal). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang signifikan kadar GDP dengan DPN pada kaki kanan penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang (p=0,000; OR= 28,3) dan ada hubungan yang signifikan kadar GDP dengan DPN pada kaki kiri penderita DM di Puskesmas Kendalsari Kecamatan Lowokwaru Kota Malang (p=0,041; OR=7,7). Penurunan sensasi lebih besar terjadi pada kaki kanan. Blood glucose levels can trigger complications. A complication that is often found in people with diabetes mellitus is Diabetic peripheral neuropathy (DPN). This study aims to determine the relationship of fasting blood sugar (GDP) with diabetes peripheral neuropathy (DPN) in people with DM. This study uses aresearch design cross sectional. The population of this study was 67 respondents with DM in Kendalsari Public Health Center, Lowokwaru District, Malang City with a sample size of 57 respondents. Samples were taken by simple random sampling technique. Data on GDP levels were collected using medical record data and DPN data were collected using monofilament. Data were analyzed using the Fisher Exact Test with a P-value = 0.05. The results showed that almost all respondents (80.7%) had uncontrolled GDP levels ≥126 mg / dL and most respondents (61.4%) experienced DPN in the right foot with a category of sensation reduction and most respondents (63.2 %) did not experience DPN in the left foot (normal). Statistical test results found that there is a significant relationship between GDP levels with DPN on the right leg of DM sufferers at Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City (p = 0,000; OR = 28.3) and there is a significant relationship between GDP levels and DPN on DM patient's left leg in Kendalsari Health Center, Lowokwaru District, Malang City (p = 0.041; OR = 7.7). A greater decrease in sensation occurs in the right foot. Keywords: Diabetic peripheral neuropathy (DPN); Fasting blood glucose level (GDP); Diabetes mellitus (DM); Monofilament;Sensation
PERAN KELUARGA BERHUBUNGAN DENGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA PRA SEKOLAH DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN DESA KAUMREJO KABUPATEN MALANG Agabus Kepno; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Nia Lukita Ariani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2069

Abstract

Perkembangan psikososial merupakan perkembangan tentang kejiwaan, moral dan juga emosi serta bagaimana perkembangan diri anak cara pengasuhan anak, dan juga bagaimana menjalin hubungan dengan anak. Peran keluarga terhadap anak sangat penting karena dengan adanya perhatian dari orang tua perkembangan psikososial anak akan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dengan perkembangan psikososial anak usia pra sekolah (3-6 tahun) di TK Dharma Wanita Persatuan Desa Kaumrejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Desain penelitian ini adalah desain analitik observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak usia prasekolah (3-6 tahun) Di TK Dharma Wanita Persatuan Satu Kaumrejo Kecamatan Ngantang dengan sampel berjumlah 32 anak. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuisoner. Data diuji menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian tentang hubungan antara peran keluarga dengan perkembangan psikososial anak usia prasekolah (3-6 tahun) Di TK Dharma Wanita Persatuan Satu Kaumrejo Kecamatan Ngantang menunjukkan bahwa sebagian besar peran keluarga berada dalam kategori cukup sebanyak 19 responden (59,4%). Hasil analisis data menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara peran keluarga terhadap perkembangan psikososial anak usia prasekolah (3-6 tahun) di TK Dharma Wanita Persatuan Kaumrejo Kecamatan Ngantang. Bagi peneliti selanjutnya disarankan dapat menggunakan penelitian kualitatif sehingga benar-benar mengetahui hubungan peran keluarga dengan perkembangan psikososial anak. Psychosocial development is the development of psychiatric, moral and emotional as well as how the child's self-development how to care for children, and also how to establish relationships with children. The role of the family towards children is very important because with the attention of parents the child's psychosocial development will be better. This study aims to determine the relationship between the role of the family with the psychosocial development of pre-school age children (3-6 years) in Dharma Wanita Persatuan Kindergarten Kaumrejo Village, Ngantang District, Malang Regency. The design of this study was observational analytic design. Population in this study were preschool children (3-6 years) in the Dharma Wanita Kindergarten Unity One Kaumrejo District of Ngantang with a sample of 32 children. The sampling technique used in this study is simple random sampling. The instrument in this study was a questionnaire. Data were tested using the Fisher's Exact test. The results of research on the relationship between family roles and psychosocial development of preschool children (3-6 years) in Dharma Wanita Unity One Kaumrejo Kindergarten, Ngantang District showed that most family roles were in the sufficient category of 19 respondents (59.4%). The results of data analysis show that there is a significant relationship between the role of the family on the psychosocial development of preschool children (3-6 years) in Dharma Wanita Persatuan Kaumrejo, Ngantang District. For further researchers, it is suggested to be able to use qualitative research so that they really know the relationship between family roles and children's psychosocial development. Keywords: The role of the family; Psychosocial school children.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) PENCEGAHAN RESIKO JATUH DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PANTI WALUYA MALANG Pipit Maya Santi; Neni Maemunah; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2059

Abstract

Kejadian pasien jatuh di Rumah Sakit Panti Waluya masih cukup tinggi yang disebabkan karena perawat kurang patuh dalam melaksanakan penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) pencegahan pasien jatuh. Dalam hal ini kepatuhan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) pencegahan pasien jatuh merupakan sesuatu yang wajib diterapkan oleh perawat di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) pencegahan pasien jatuh. Design penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap dewasa sebanyak 161 orang. Sampel sebanyak 115 orang ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Uji bivariat menggunakan uji chi-square dan Analisis data menggunakan uji Regresi Logistik. Dari hasil uji bivariat didapatkan usia (p=0,341), jenis kelamin (p=0,262), status pernikahan (p=0,215), masa kerja (p=0,693), pendidikan (p=0,783), pengetahuan (0,000), sikap (p=0,000) dan supervisi(p=0,665). Faktor yang berpengaruh terhadap kepatuhan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) pencegahan pasien jatuh yaitu Pengetahuan (p=0,000) dan Sikap (p=0,000).Dari hasil analisa multivariat didapatkan faktor yang paling dominan adalah Sikap dengan (OR=16,734). Direkomendasikan bagi pihak rumah sakit agar membuat kebijakan organisasi dengan memberlakukan sistem punish and reward kepada perawat sesuai dengan kinerjanya dalam pelaksanaan standar prosedur operasional (SPO) pencegahan resiko jatuh. The incidence of patients falling at the Panti Waluya Hospital is still quite high due to nurses not being obedient in implementing the implementation of Standard Operating Procedures (SPO) to prevent falling patients. In this case nurses' compliance in implementing Standard Operating Procedures (SPO) for preventing falling patients is something that must be applied by nurses in hospitals. The purpose of this study was to determine the factors that influence nurses' compliance in implementing Standard Operating Procedures (SPO) to prevent falling patients. The study design uses descriptive analytic with cross sectional approach. The population is all 161 nurses in the inpatient ward. A sample of 115 people was determined by the Cluster Random Sampling technique. Bivariate test uses chi-square test and data analysis uses logistic regression test. From the bivariate test results obtained age (p = 0.341), sex (p = 0.262), marital status (p = 0.215), years of service (p = 0.693), education (p = 0.783), knowledge (0,000), attitude ( p = 0,000) and supervision (p = 0.665). Factors that influence nurses' compliance in implementing Operational Procedure Standards (SPO) for preventing falling patients are Knowledge (p = 0,000) and Attitude (p = 0,000). From the results of multivariate analysis found the most dominant factor is Attitude with (OR = 16,734). It is recommended for hospitals to make organizational policies by implementing a punish and reward system for nurses in accordance with their performance in the implementation of standard operational procedures (SPO) to prevent the risk of falling. Keywords : Patient Safety, Standard Operating Procedure (SPO) Prevention of Fall Patients
BURNOUT FULL DAY SCHOOL DENGAN TINGKAT STRES PADA SISWA KELAS X DI SMAK FRATERAN MALANG Erwin Dundu Tay; Sirli Mardianna Trishinta; Erlisa Candrawati
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2014

Abstract

Burnout merupakan keadaan keletihan (exhaustion) fisik dan emosional sehingga menyebabkan stres yang bersumber dari proses belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara burnout full day school dengan tingkat stres pada siswa kelas X SMAK Frateran Malang. Desain penelitian menggunakan korelatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 61 siswa. Sampel yang digunakan sebanyak 53 orang diambil menggunakan simple random sampling. Analisis data menggunakan chi square. Hasil penelitian ditemukan bahwa lebih dari separuh responden mengalami burnout kategori tinggi yaitu sebanyak 36 responden (67,9%), lebih dari separuh responden memiliki tingkat stress dengan kategori berat yaitu sebanyak 40 responden (75,5%). Analisis chi square dengan nilai signifikan 0,000 (p value ≤ 0,05) yang berarti ada hubungan antara burnout full day school dengan tingkat stres pada siswa kelas X di SMAK Frateran Malang. Kesimpulan semakin tinggi burnout belajar siswa maka semakin berat pula tingkat stres yang dialami siswa. Saran Peneliti selanjutnya diharapkan meningkatkan karakteristik dari responden sehingga menggambarkan fenomena burnout dan stres pada siswa yang belajar pada sistem full day school. Burnout is a state of physical and emotional exhaustion that causes stress that comes from the learning process. This study aims to determine the relationship between full day school fatigue and stress levels in class X Frateran Malang students. The study design uses correlative. The population in this study was 61 students. The sample used was 53 people taken using simple random sampling. Data analysis using chi square. The results found that more than half of respondents experienced high category burnout of 36 respondents (67.9%), more than half of respondents have stress levels with a heavy category that is as many as 40 respondents (75.5%). Chi square analysis with a significant value of 0,000 (p value ≤ 0.05) which means there is a relationship between burnout full day school with stress levels in class X students at SMAK Frateran Malang. In conclusion the higher the student's fatigue learning, the more severe the stress level experienced by students. Researcher's suggestion is then expected to improve the characteristics of respondents so that they describe the phenomenon of fatigue and stress in students who study in the full-day school system. Keywords: study; emotional; physical; fatigue; mentality; motivation