cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015)" : 21 Documents clear
Studi Kemacetan Lalu Lintas Di Pusat Kota Ratahan Margareth, Melisa; Franklin, Papia; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ratahan merupakan ibukota Kabupaten Minahasa Tenggara, yang memiliki luas 6.163 Ha. Sebagai ibukota, Ratahan menjadi pusat pemerintahan dan pusat kegiatan perdagangan dan jasa sebagaimana terdapat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Minahasa Tenggara yang menetapkan Kota Ratahan sebagai Pusat Kegiatan Wilayah Perkotaan (PKWp). Oleh karena itu, terdapat faktor-faktor yang menimbulkan kemacetan di kota Ratahan. Untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan kemacetan di pusat kota Ratahan, digunakan analisis deskriptif kualitatif, dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada responden yang biasa melakukan perjalanan ke pusat kota Ratahan. Berdasarkan hasil analisis lokasi dan analisis wilayah ditemukan faktor internal dan faktor eksternal yang menyebabkan kemacetan di pusat kota Ratahan. Faktor internal yang ditemui adalah kapasitas jalan yang tidak memenuhi standar pemerintah. Pengaruh penggunaan lahan di pusat kota yang menyebabkan tingginya arus lalu lintas dan menimbulkan hambatan samping. Sedangkan faktor eksternalnya adalah jalan provinsi adalah satu-satunya akses utama untuk menuju dan keluar dari wilayah kabupaten Minahasa Tenggara. Aksesibilitas yang menghubungkan antar wilayah dan pusat-pusat kegiatan kawasan di Minahasa Tenggara hanya melalui jalan provinsi. Oleh sebab itu, diharapkan kepada pemerintah agar memikirkan pembukaan jalan alternatif, penyebaran fungsi kawasan secara merata di setiap kecamatan, mengurangi hambatan samping seperti parkir liar di sisi jalan.   Kata Kunci: Kemacetan, Faktor Penyebab, Ratahan
KAJIAN KENYAMANAN TERMAL BAGI PEJALAN KAKI PADA JALUR PEDESTRIAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI Sangaji, Yusrin; -, Sangkertadi; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan pejalan kaki pada jalur pedestrian kampus Unsrat merupakan kebutuhan dasar guna menunjang aktivitas perkuliahan dimana jalur pedestrian berfungsi sebagaimedia penghubung dari satu fasilitas pendidikan ke fasilitas pendidikan lainnya.Jalur pedestrian yang ada di kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) ada yang ternaungi dengan vegetasi pohon adapula yang tidak ternaungi atau terbuka menghadap langit yang secara lansung terkena radiasi sinar matahari. Kenyamanan termal pada jalur pedestrian merupakan salah satu komponen dari syarat kenyamanan pejalan kaki. Kenyaman termal ruang luar pada intinya merupakan korelasi antara respon rasa nyaman-termal, aspek fisiologis tubuh manusia, akivitas dan variabel iklim (gerakan udara,  suhu udara, suhu radiatif, serta kelembaban udara). Pengumpulan data dan masukan untuk analisis, dilakukan melalui pengukuran iklim mikro dengan menggunakan alat ukur antara lain,thermometer, anemometer, globe thermometer, hygrometer,ukuran fisiologis responden (berat dan tinggi badan) serta hasil respon tingkat kenyamanan termal oleh para responden melalui pengisian kuesioner.Melalui penelitian ini diperoleh berbagai macam respon kenyaman termal pejalan kaki pengguna jalur pedestrian pada beberapa titik ruang luar di Universias Sam Ratulangi. Penelitian dilakukan pada pagi hingga sore hari, saat tidak turun hujan dan situasi langit cerah.Tatanan vegetasi (pepohonan, rerumputan) sebagai salah satu pengendali iklim mikro menunjukan peran yang signifikan untuk mencapai kenyamanan termal pada kasus ini sehingga penting untuk dijadikan pertimbangan dalam perencanaan jalur pedestrian.   Kata Kunci : Iklim Tropis Lembab, Ruang Luar, Pedestrian, Manado
PENGEMBANGAN SEKTOR INFORMAL BERBASIS PARIWISATA TERHADAP PEREKONOMIAN KOTA KOTAMOBAGU Yasin, Rizky Yuliansar; Van Rate, Johannes; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar-belakangi oleh keberadaan aktivitas sektor informal di Kota Kotamobagu khususnya di Kecamatan Kotamobagu Barat.Para pelaku sektor informal sering kali berjualan dengan berpindah-pindah karena belum ada kejelasan lokasi berdagang yang jelas dan belum adanya penanganan yang optimal terhadap sektor informal tersebut.Adapun tujuan dari penelitian ini adalah a).Mengidentifikasi karateristik sektor informal di Kotamobagu. b). Mengembangkan potensi sektor informal berbasis pariwisata dalam perekonomian Kota Kotamobagu. Metode penelitian  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dan analisis data menggunakan analisis SWOT dan konsep 4A.Kedua analisis ini digunakan untuk mengetahui bagaimana mengembangkan sektor informal berbasis pariwisata terhadap perekonomian Kota Kotamobagu dengan potensi yang ada.Karakteristik sektor informal dikotamobagu terdiri dari jenis jualan, sarana berjualan, lokasi berjualan dan luas lokasi berjualan.Sedangkan untuk pengembangan sektor informal berbasis pariwisata sudah terdapat beberapa strategi pengembangan dari analisis yang perlu diimplementasikan langsung ke lapangan.Perlu peran aktif dari pelaku sektor informal itu sendiri, pemerintah setempat maupun pihak-pihak lainnya yang dapat membantu dalam pengembangan sektor informal di Kota Kotamobagu. Kata Kunci : Sektor Informal, Karateristik, Pengembangan.
PENGARUH KEBERADAAN MINIMARKET TERHADAP “WARONG” DI KECAMATAN MALALAYANG Arif Wibowo, Triyan; Rengkung, Michael; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan minimarket di Indonesia beberapa tahun ini telah mengalami perkembangan yang pesat. Pertumbuhannya tidak hanya berada di pusat kota saja tapi sudah menyebar hingga ke daerah pinggiran kota. Hal inipun yang terjadi di Kota Manado, pertumbuhan minimarket yang mulai berkembang hingga ke daerah pinggiran kota menyebabkan penyebarannya yang tidak beraturan antara satu minimarket dengan minimarket lainnya. Serta keberadaan minimarket yang berdekatan dengan warong yang berada dalam satu area jangkauan pelayanan akan sangat mempengaruhi preferensi masyarakat dalam berbelanja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan preferensi masyarakat terhadap minimarket maupun warong, dan juga untuk mengetahui pengaruh keberadaan minimarket terhadap warong berkaitan dengan jarak jangkauan pelayanannya.metode yang digunakan adalah analisis IPA (Importance Performance Analysis) dan juga analisis overlay jangkauan pelayanan. Masing-masing fasilitas perdagangan, baik minimarket maupun warong memiliki kelebihan dan kekurangan berdasarkan variable-variabel yang dinilai oleh konsumen pengunjung.Terdapat perubahan kecenderungan pada preferensi pemilihan tjuan berbelanja sebelum dan sesudah berdirinya minimarket di kawasan Kecamatan Malalayang. Berdasarkan jangkauan pelayanan, dapat diketahui bahwa semakin besar jangkauan minimarket, maka akan semakin banyak warong yang terfriksi dengan jangkauan pelayanannya. Satu minimarket berdampak terhadap 5 warong.Berdasarkan penelitian semakin jauh warong yang berada di dalam lorong terhadap minimarket maka pengaruh yang ditimbulkan akan semakin kecil. Sedangkan warong yang berada di pinggir jalan Wolter Monginsidi tidak terlalu berpengaruh akan jarak yang berdekatan dikarenakan rata-rata konsumen mereka berada pada jarak pelayanan yang jauh. Kata kunci : Pengaruh, Minimarket, Warong, Jangkauan pelayanan.
ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI KAWASAN TAMAN NASIONAL BUNAKEN KECAMATAN BUNAKEN KEPULAUAN KOTA MANADO Agusbushro, Raden; Makarau, Vicky H; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya peranan pariwisata dalam pembangunan ekonomi sudah tidak diragukan lagi, menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan di dalam perolehan devisa, penciptaan lapangan kerja, maupun pengentasan kemiskinan. Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan Kota Manado, yang terdiri dari tiga pulau. Pertama Pulau Bunaken, kedua Pulau Siladen, dan ketiga Pulau Manado Tua, merupakan salah satu tujuan wisata andalan di Kota Manado. Namun kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata sebagai penunjang kegiatan ditempat wisata kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan, sampai saat ini dapat dikatakan masih belum terpenuhi secara maksimal. Penelitian ini mengkaji tentang ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan dan kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode anilisis statistik deskriptif yaitu mencari frekuensi (presentase), serta angka-angka yang disusun dalam tabel. Analisis kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata bertujuan untuk mengetahui apa saja kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan dan analisis SWOT digunakan untuk mengetahui perkembangan pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Dari hasil penelitian di dapat bahwa ketersediaan prasarana dan sarana pariwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan belum terpenuhi secara maksimal. Sehingga pelayanan kepada para wisatawan belum terlayani dengan baik dan maksimal dalam hal kebutuhan prasarana dan sarana pariwisata. Oleh sebab itu, perlu adanya penyediaan prasarana dan sarana pariwisata secara baik dan maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan wisatawan yang berwisata di kawasan Taman Nasional Bunaken Kecamatan Bunaken Kepulauan. Kata kunci: Prasarana dan sarana pariwisata
ANALISIS SISTEM TRANSPORTASI BITUNG – PULAU LEMBEH Prasetyo, Septian; Makarau, Vicky H; Takumansang, Esly
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan Negara berkembang, dalam menunjang perkembangan di Indonesia, maka diperlukan pula sistem transportasi yang memadai.Seiring dengan perubahan iklim (climate change) transportsi berkelanjutan menjadi sesuatu hal yang wajib dipatuhi dalam setiap perencanaan siatem transportasi. Sistem transportasi berkelanjutan (sustainable transportasion) menjadi sebuah jawaban dari tantangan yang dihadapi planner dan menjadi trend dalam dewasa ini, sehubungan dengan itu mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan yang hampir separuh daratannya terpisah oleh laut memerlukan sistem transportasi yang terhubung baik tranportasi air, darat, dan udara. Mayarakat Pulau Lembeh menggunakan dua moda transportasi sehari – hari untuk melakukan berbagai aktivitas, yaitu transportasi darat dan air, tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana sistem transportasi yang ada sekarang di pulau lembeh dengan menggunakan metode peneltian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan sistem transportasi yang ada sekarang sudah baik namun belum cukup memadai, seperti jam operasional yang tidak teratur dan tertumpuknya pusat pelayanan di satu lokasi yang menyebabkan masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan sulit untuk menjangkaunya.   Kata Kunci : Sistem transportasi, Bitung – Pulau Lembeh, Transpotrasi Berkelanjutan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP RELOKASI PASAR TRADISIONAL DI KELURAHAN GENGGULANG KECAMATAN KOTAMOBAGU UTARA Mokoginta, Syobrian; Gosal, Pierre; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan sektor ekonomi Kota Kotamobagu yang begitu pesat. Menyebabkan terbentuknya pusat pertumbuhan yang baru,sehingga meningkatnya aktivitas kota. Hal ini juga berdampak pada kemacetan kususnya pasar 23 maret dan pasar serasi, Hal ini membuat pemerintah Kota Kotamobagu memutuskan untuk merelokasi Pasar 23 maret dan pasar serasi ke Pasar Tradisional Genggulang di kecamatan Kotamobagu Utara. Tetapi setelah pelaksanaan relokasi dilaksanakan, masih terlihat aktivitas perdagangan yang ramai di Pasar 23 maret dan serasi, sedangkan di Pasar Tradisional Genggulang terlihat aktivitas perdagangan yang masih tampak sepi.Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana tanggapan masyarakat dan pedagang mengenai masalah relokasi pasar tersebut dan strategi apa saja yang bisa meramaikan pasar baru serta apa sebenarnya yang diinginkan masyarakat dan pedagang terkait dengan masalah ini. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi dari penelitian ini yaitu masyarakat sekitar kususnya kecamatan Kotamobagu Utara dan Pedagang Pasar Tradisional Genggulang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Berdasaran hasil analisis dari penelitian ini, kesimpulan yang didapatkan yaitu mayoritas pedagang dan masyarakat sekitar menolak pelaksanaan relokasi, karena tidak tersedianya terminal di lokasi pasar yang baru yaitu Pasar Tradisional Genggulang serta lokasi pasar yang baru tidak strategis.   Kata Kunci: Persepsi, Relokasi, Pasar Tradisional
ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN DI PERUMAHAN LEMBAH NYIUR KAIRAGI MAS Ngodu, Mentari; Tilaar, Sonny; Warouw, Fela
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kebutuhan dasar hidup manusia adalah perumahan. Pembangunan perumahan berperan sangat strategis dalam pembentukan watak serta kepribadian bangsa, dan perlu dibina serta dikembangkan demi keberlangsungan dan peningkatan kehidupan dan penghidupan masyarakat. Kota Manadomerupakanibu kota Provinsi SulawesiUtara,berdasarkan RTRW Kota Manado jumlah penduduk sebanyak 419.596 jiwa, dan angka pertumbuhan penduduk diwilayah Kota Manado adalah 2,81% per tahun. Daerah pembangunan  Perumahan  di  Kota  Manado  secara  geografis  terbagi  dua,  yang  pertama  didaerah pinggiran Kota yang terletak di Kecamatan Pineleng sampai Kecamatan Malalayang, dan yang kedua daerah pusat kota sampai Kecamatan Mapanget. Perumahan Lembah Nyiur Kairagi Mas terletak di Kelurahan Kairagi Dua, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, perumahan ini menawarkan sistem peruntukan kapling tidak dalam bentuk klaster dan masih banyak fasilitas yang belum tersedia dalam perumahan ini. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kondisi eksisting pembangunan dan menganalisis kelayakan pembangunan di Perumahan Lembah Nyiur Kairagi Mas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan kuatitatif. Berdasarkan hasil analisis kelayakan Pembangunan Perumahan Lembah Nyiur Kairagi Mas, terdapat beberapa variabel yang belum memenuhi kriteria standard yaitu kondisi jaringan drainase, utilitas jaringan air bersih,  utilitas pengolahan limbah perumahan termasuk pengelolaan limbah rumah tangga (gray water), utilitas penyediaan jaringan telepon, Sarana Ruang Publik (Taman bermain), tidak tersedia vegetasi pada tata hijau jalan dan ruang terbuka privat. Selain itu terdapat juga variabel yang memenuhi kriteria standard yaitu, kemiringan/kelerengan perumahan berada pada kemiringan lereng 8-15 %, lebar perkerasan jalan perumahan, pengolahan limbah perumahan (black water), pengolahan sampah dan penyediaan jaringan listrik. Kata Kunci: Perumahan, Kelayakan, Pembangunan
ANALISIS DAYA TARIK “MANTOS MALL” BAGI MASYARAKAT KOTA MANADO Gogugu, Zet; Poluan, R. J.; Malik, Andy
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan adanya pembangunan di wilayah kecamatan Sario maka dampak yang timbul bagi kota manado adalah jalur lambat atau yang kita kenal dengan macet. Karena  adanya daya tarik Manado Town Square bagi masyarakat Kota Manado makah Wilayah Kecamatan Sario mengalami kemacetan, sehingga kita perlu melakukan observasi dengan tujuan mengetahui jenis-jenis fasilitas perbelanjaan apa saja yang ada didalam Manado Town Square, dan yang menjadi daya tarik bagi Masyarakat Kota Manado sehingga masyarakat Kota Manado lebih memilih ke Manado Town Square dibandingkan ke Mega Mall, MTC,ATC, dan Multi Mart. Kemudian data yang diperoleh di klasifikasikan  menjadi dua kelompok data yaitu data kuantitatif  yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau symbol, dan  data kualitatif akan berguna untuk menyertai dan  melengkapi gambaran yang diperoleh dari data kuantitatif kemudian di deskripsikan. Hasil penelitian ini menunjukan sarana dan prasana yang dimiliki Manado Town Square adalah :Satu Department Store yaitu Matahari departmen store, satu Hypermarket  yaitu hypermart, 66 fasilitas fashion, 9 fasilitas ektonik. 3 fasilitas tempat bermain annak-anak, 3 fasilitas hiburan untuk orang dewasa, dan 27 fasilitas restoran.Lahan parkir yang tersedia bagi pengunjung Manado Town Square yang terletak dekat dengan 4 pintu masuk dengan berbagai jenis moda transportasi. Maka dapat disimpulkan bahwa Manado Town Square miliki daya tarik terhadap aksesibilitas dan tata guna lahan bagi masyarakat, memiliki Fasilitas perbelanjaan yang lengkap, dan fasilitas rekreasi yang lengkap. Dan  aksesibilitasnya baik dengan jarak yang tidak terlalu jauh, muda di capai,nyaman untuk melakukan perjalanan dan tidak terlalu memakan waktu yang lamah ketika melakukan perjalanan ke pusat perbelanjaan ini serta ketersedianan parkir yang teratur dan parkir yang di sediakan dekat dengan setiap pintu masuk sehingga ini yang menjadi daya tarik bagi masyarakat kota manado. Kata Kunci :Daya Tarik Mantos, Fasilitas, Aksesibilitas, Lokasi
ANALISIS PEMANFAATAN RUANG PADA KAWASAN RESAPAN AIR DI KELURAHAN RANOMUUT KECAMATAN PAAL DUA KOTA MANADO Resubun, Erlando E. R.; Tarore, Raymond Ch.; Takumansang, Esly
SPASIAL Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak daerah resapan air yang mengalami alih fungsi menjadi permukiman dan perdagangan/jasa mengakibatkan berkurangnya luas pada kawasan resapan air itu sendiri. Seperti yang terjadi di Kelurahan Ranomuut Kecamatan Paal II Kota Manado.Peneltian ini bertujuan untuk mengidentifikasi persebaran kawasan resapan air yang ada di Kelurahan Ranomuut dan mengkaji pemanfaatan ruang pada kawasan resapan air di Kelurahan Ranomuut. Untuk mencapai tujuan penelitian, metode  analisis data yang dipakai unutk menunjang penelitian ini adalah menggunakan metode overlay (Tumpang susun) dengan software Sistem Informasi Geografi (SIG) dan skoring data untuk mengidentifikasi kawasan resapan air. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa: Distribusi kelas kesesuaian kawasan resapan air di Kelurahan Ranomuut terdiri atas kurang sesuai, cukup sesuai, dan tidak sesuai. Luas wilayah dengan kelas kurang sesuai adalah 75,30 Ha, luas wilayah dengan kelas cukup sesuai adalah 17,68 Ha, dan luas wilayah dengan kelas tidak sesuai adalah 18,36 Ha. Dalam hal pemanfaatan  ruang, ditemui adanya perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada tahun 2000-2014 di Kelurahan Ranomuut. Perubahan yang terjadi adalah peningkatan luasan permukiman sebesar 80,69%, dan pengurangan luasan ladang-kebun sebesar 37,24%.   Kanta Kunci : Resapan Air, Pemanfaatan Ruang

Page 2 of 3 | Total Record : 21