cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2015)" : 20 Documents clear
EVALUASI PERUNTUKAN LAHAN DAN PEMETAAN ZONASI TINGKAT RISIKO BENCANA LETUSAN GUNUNG API GAMALAMA DI KOTA TERNATE (Studi Kasus : Gunung Api Gamalama, Kota Ternate) Djalil, Apriska G; Sela, Rieneke L; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi peruntukan lahan merupakan suatu tahap penting dalam manajemen bencana, namun evaluasi peruntukan lahan sering terlupakan dalam penyusunan pola ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun peta risiko bencana dan menganalisa evaluasi peruntukan lahan yang ditinjau dari konteks risiko bencana sehingga mampu memberikan suatu rekomendasi peruntukan lahan yang ideal pada wilayah Gunung Berapi Gamalama di Kota Ternate. Kajian evaluasi peruntukan lahan Gunung Berapi Gamalama yang merupakan salah satu gunung api aktif betipe A yang berada di Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kualitatif dengan melakukan analisa secara spasial. Sesuai dengan analisis tersebut maka ada beberapa tinjauan dalam analisis evaluasi peruntukan lahan yakni analisis risiko bencana, hasil analisis risiko didapatkan dari perkalian antara bahaya dan kerentanaan. Bahaya mewakili presentase luas bahaya pada suatu wilayah kelurahan, sedangkan nilai kerentanaan di bagi atas 3 yakni sosial, ekonomi, dan fisik. Analisis risiko diolah dalam GIS untuk mengklasifikasikan nilai risiko yang paling tinggi dan yang paling rendah. Berdasarkan hasil analisis di dapatkan bahwa wilayah yang harus melakukan evaluasi kembali peruntukan lahannya merupakan wilayah yang secara geografis berada dekat dengan daerah-daerah kaki gunung ataupun daerah aliran lahar. Kata Kunci : Evaluasi Peruntukan Lahan, Pemetaan Zonasi, Tingkat Risiko Bencana
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENINGKATAN INFRASTRUKTUR JALAN NASIONAL KABUPATEN MINAHASA UTARA Suhendra, Ade P. G.; Van Rate, Johannes; Malik, Andy
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Minahasa Utara merupakan salah satu wilayah yang berperan penting dalam kegiatan ekonomi di Sulawesi Utara.Memiliki jalan Nasional yaitu jalan Sukur-Airmadidi, kondisi jalan tersebut masih kurang memadai.Lebar jalan hanya sebesar 7 meter, tidak mampu untuk menampung kendaraan yang lewat.Selain itu, keadaan eksisting bangunan di ruas jalan tersebut berada di dekat jalan.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi peruntukan lahan di sepanjang jalan Nasional Minahasa Utara, mengetahui persepsi masyarakat terhadap peningkatan infrastruktur jalan tersebut dan mengetahui hubungan antara varabel yang terkait pada persepsi masyarakat di Minahasa Utara.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dan juga menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui hubungan variabel pada persepsi masyarakat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa peruntukan lahan yang paling besar di jalur jalan Nasional Airmadidi adalah lahan permukiman sebesar 59.67% dan yang paling kecil adalah lahan untuk kesehatan yaitu 0.37%. Persepsi masyarakat yang berada di jalur jalan tersebut adalah bahwa jalan Nasional Airmadidi sudah tidak mampu untuk menampung volume kendaraan dan menimbulkan kemacetan di waktu-waktu tertentu padat, seperti pagi dan sore hari. Hubungan variabel dengan persepsi masyarakat didapatkan bahwa hubungan yang paling berpengaruh dengan persepsi masyarakat adalah usia responden (X1), jumlah pendapatan (X3), waktu tempuh (X7), dan penambahan atribut (X12).   Kata kunci : Persepsi Masyarakat, Peningkatan, Infrastruktur Jalan.
EVALUASI KINERJA SISTEM DRAINASE DI WILAYAH PUSAT KOTA AMURANG BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT Pangkey, Inggrit Regina; Takumansang, Esli; Malik, Andy
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bila dilihat dari kondisi topografi Kota Amurang, arah pengaliran air sebagian besar langsung menuju kearah laut dengan melalui sungai-sungai yang menjadi saluran drainase primer kota melayani area yang ada di hulu dan sekitar sungai. Alur jaringan drainase di Kota Amurang mengikuti ketinggian (kontur) dan mengikuti pola jaringan jalan kota yang ada. Dimana sistem pembuangan air hujan yang masih menjadi satu dengan sistem pembuangan air kotor. Sistem drainase campur ini, terlihat kurang menguntungkan untuk daerah landai, karena hal ini mengakibatkan terjadinya pengendapan sampah yang menghambat laju aliran air. Tujuan penelitian ini adalah Mengevaluasi kinerja eksisting saluran drainase Pusat Kota Amurang yang meliputi koneksitas drainase, visual drainase dan aliran drainase dan Untuk mengevaluasi sejauh mana peran pemerintah danpartisipasi masyarakat dalam pengelolaan sistem drainase di Pusat Kota Amurang. Pengumpulan data didapat dengan survey dan wawancara diperoleh data primer dan sekunder. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif dan metode pembobotan. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cluster Random Sampling, yaitu pengambilan sampel berdasarkan kelompok. Lokasi penelilitian berada di 4 kelurahan yaitu Kelurahan yaitu Kelurahan Buyungon, Ranoyapo, Uwuran 1 dan 2 dengan jumlah sampel 100 responden. Hasil penelitian tentang kondisi eksisting drainase Pusat Kota Amurang secara keseluruhan sistem belum baik dari hasil kuisioner yang diolah berdasarkan jumlah responden dengan hasil bobot rata-rata 1,84. Penilaian peran pemerintah dalam pengelolaan drainase di Pusat Kota Amurang adalah rendah dengan hasil bobot rata-rata 2,47 dan partisipasi masyarakat dalam mengelola saluran adalah rendah dengan hasil bobot rata-rata 2.98. Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian, Evaluasi kinerja sistem drainase berdasarkan persepsi masyarakat menujukan bahwa kondisi eksisting dan pengelolaan drainase yang ada di Pusat Kota Amurang belum baik. Kata kunci: Evaluasi Kinerja, Sistem Drainase, Kota Amurang, Peran Pemerintah dan Partisipasi Masyarakat, Pengelolaan Sistem Drainase.
ANALISIS KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA POSO (STUDI KASUS : KECAMATAN POSO KOTA) Tontou, Juliana Maria; Moniaga, Ingerid; Rengkung, Michael
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka hijau  (RTH) merupakan bagian penting dari struktur pembentuk kota, dimana RTH memiliki fungsi utama sebagai penunjang ekologis kota yang diperuntukkan sebagai ruang terbuka penambah dan pendukung nilai kualitas lingkungan dan budaya suatu kawasan.Kecamatan Poso Kota yang terletak di Kabupaten Poso Sulawesi Tengah.Kondisi RTH di Kecamatan Poso Kota tidak tersebar merata pada beberapa kelurahan. Kecamatan Poso Kota merupakan kecamatan yang memiliki banyak penduduk karena terletak di kawasan pusat kota, dengan fungsi perkantoran, jasa, perdagangan dan kawasan pemukiman yang padat penduduk. Proporsi ruang terbuka hijau Kecamatan Poso saat ini belum memenuhi standar kebijakan tata ruang 30% dari total luas wilayah atau UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Penelitian ini dilakukan di Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan pendekatan statistik deskriptif yaitu mendeskripsikan keadaan wilayah studi, berdasarkan perhitungan luas RTH berdasarkan luas wilayah, luas RTH berdasarkan jumlah penduduk, dan luas RTH Hutan Kota berdasarkan kebutuhan oksigen penduduk. Keywords  : RTH, Kecamatan Poso Kota
STUDI IDENTIFIKASI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH PERMUKIMAN DI WILAYAH PESISIR KOTA MANADO Renwarin, Adriana; Rogi, Octavianus; Sela, Rieneke
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persampahan merupakan isu penting dalam masalah lingkungan perkotaan yang dihadapi sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan. Wilayah pesisir merupakan daerah pertemuan antara wilayah daratan dengan karakteristik daratannya dan wilayah lautan dengan karakteristik lautnya dan membawa dampak yang cukup signifikan  terhadap pembentukan karakteristik wilayah sendiri yang lebih khas.  Kekhasannya ini tidak hanya berlaku pada karakteristik sumber daya alam dan sumber daya manusia serta kehidupan sosial yang terdapat disekitarnya tetapi juga berdampak pada karakteristik persampahan di wilayah pesisir.  Penanganan sampah pesisir Kota Manado sangat komplek, ada beberapa hal yang mempengaruhi yaitu sampah dari masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di wilayah pesisir, sampah kiriman dari wilayah daratan atas yang mengalir dari sungai atau selokan yang bermuara ke pesisir.  Penelitian dilakukan di Kelurahan Bitung Karang Ria Lingkungan 4 dan 5 dan di Kelurahan Malalayang 1 Timur Lingkungan 1 dan 2.  Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik sampah permukiman pesisir dan mengetahui sistem pengelolaan sampah permukiman pesisir. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif.  Data dikumpulkan dengan survey data primer dan sekunder. Survey data primer meliputi observasi, wawancara dan kuisioner sedangkan survey data sekunder diperoleh dari buku-buku, dokumen teknis, data statistik dari insatnsi-insatnsi terkait.  Untuk menganalisi data digunakan analisi statistik deskriptif.  Statistik deskriptif adalah metode-metode yang berkaitan dengan pengumpulan dan penyajian suatu gugus data sehingga menaksir kualitas data berupa jenis variable, ringkasan statistik (mean, median, modus, standar deviasi). Karakteristik sampah di Kelurahan Bitung Karang Ria lingkungan 4 dan 5 yaitu sampah organik ( bekas sayur-sayuran,dlsb) sebanyak 45%, sedangkan karakteristik sampah di Kelurahan Malalayang 1 Timur lingkungan 1 dan 2 yaitu sampah organik ( bekas sayur-sayuran,dlsb) sebanyak 43,9% .Sistem pengelolaan sampah di permukiman pesisir Kelurahan Bitung Karang Ria Lingkungan 4 dan 5 dan Kelurahan Malalayang 1 Timur Lingkungan 1 dan 2 masih banyak mengalami permasalahan seperti sarana pengumpulan, pengangkutan, pengelolaan. Sistem pengelolaan sampah perlu didukung oleh fasilitas TPS yang memadai baik secara ukuran, jumlah dan jenis sampah yaitu organik dan an organik, serta jam pengangkutan sampah yang masih belum tertata dengan baik. Kata kunci : Sistem pengelolaan sampah, Permukiman pesisir, Kota Manado
MITIGASI BENCANA TSUNAMIDI KAWASAN PESISIR PANTAI MOLIBAGU Ointu, Sitti Nur Afni; Tarore, Raymond Ch.; Sembel, Amanda
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesisir Pantai Molibagu merupakan salah-satu wilayah yang secara struktur ruang adalah kawasan pusat perekonomian dan pemerintahan dari Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.Berbatasan langsung dengan Teluk Tomini yang intensitas gempa tektoniknya cenderung tinggi, didukung dengan kajian pada Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana Daerah Kab.Bolsel Tahun 2014-2018, menunjukkan pesisir pantai Molibagu rawan terhadap bencana, khususnya tsunami.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membuat pemetaan kawasan rentan bencana tsunami dan perencanaan mitigasi bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu.Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan evaluatif, dengan menganalisa secara spasial mengenai bahaya, kerentanan dan risiko dari bencana tsunami.Sesuai dengan analisis tersebut maka dihasilkanlah kajian seluruh kawasan pesisir pantai Molibagu beresiko terkena dampak tsunami dengan risiko yang paling tinggi ada di Desa Toluaya, Pintadia dan Popodu. Perencanaan mitigasi bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu terbagi menjadi dua, yaitu: (a). Upaya mitigasi struktural yang menjelaskan mengenai permodelan jalur hijau dan zona perencanaan ekosistem mangrove, pertimbangan pemusatan kegiatan masyarakat untuk mobilitas evakuasi, dan perencanaan jalur evakuasi ke beberapa zona aman dengan ketinggian tempat di atas 10 meter dan jarak capaian kurang dari 3.3 menit; (b). Upaya mitigasi non struktural, terkait dengan kebijakan pengurangan dampak bencana tsunami di kawasan pesisir pantai Molibagu.   Kata Kunci :Mitigasi Bencana, Tsunami, Kawasan Pesisir
SEBARAN LOKASI PERMUKIMAN KUMUH DI KOTA MANADO Poli, Tiara Putri Ananta; Egam, Pingkan Pegy; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan perkotaan di Indonesia terjadi dengan sngat pesat dalam kurun waktu empat dasawarsa terakhir yang diindikasikan oleh semakin besarnya jumlah penduduk yang tinggal dan beraktivitas di kawasan perkotaan. Kota Manado merupakan salah satu kota yang sedang berkembang di Indonesia. Namun perkembangan kota Manado tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemerintah, tetapi juga memberikan dampak lain yaitu munculnya permukiman kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kekumuhan pada permukiman kumuh di kota Manado dan menganalisis sebaran lokasi permukiman kumuh di kota Manado. Penelitian ini menggunakan dua metode analisis, yaitu analisis tingkat derajat permukiman kumuh dan analisis tetangga terdekat.Variabel-variabel yang digunakan adalah kerapatan bangunan, tata letak bangunan, kondisi rumah/bangunan, kepadatan penduduk dan kualitas prasarana lingkungan.Kemudian variable-variabel ini dibagi menjadi tiga klasifikasi, yaitu rendah, sedang dan tinggi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa klasifikasi  permukiman kumuh yang paling banyak terdapat di kota Manado adalah permukiman kumuh sedang, yang tersebar di daerah Bahu, Titiwungen Utara, Pakowa, Ketang Baru, Karame, Dendengan Dalam, Tikala Ares dan Bailang. Sedangkan untuk pola sebaran permukiman kumuh pada lokasi menunjukkan nilai lebih dari 1.1 pada analisis tetangga terdekat, yang berarti bahwa pola sebaran permukiman adalah pola tersebar (scattern pattern). Namun jika dilihat secara mneyeluruh, pola sebaran permukiman kumuh di kota Manado memiliki nilai kurang dari 0.9 yang mengindikasikan pola sebaran permukiman adalah pola bergerombol.   Kata Kunci :Pola Sebaran, Permukiman Kumuh.
KAJIAN KONSERVASI BANGUNAN KUNO DAN KAWASAN BERSEJARAH DI PUSAT KOTA LAMA MANADO Tonapa, Yenie Naftalia; Rondonuwu, Dwight M; Tungka, Aristotulus E
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan salah satu kota yang memiliki berbagai macam bentuk peninggalan bersejarah, hal tersebut tidak lepas dari masuknya berbagai macam kebudayaan maupun bekas dari peninggalan kolonial Belanda. Salah satu bentuk peninggalan bersejarah yaitu, adanya bentuk bangunan yang khas dengan gaya arsitektur yang tergabung dari beberapa etnis yang tersebar di beberapa kawasan yang  memiliki nilai dan pengaruh sejarah yang kuat. Kawasan bersejarah tersebut merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang mengandung unsur pendidikan dan sejarah melalui bangunan-bangunan peninggalan yang ada, salah satu diantaranya kawasan bersejarah yang ada.di kota Manado, yaitu kawasan Pusat Kota Lama Manado. Kawasan pusat Kota Lama Manado merupakan salah satu kawasan yang memiliki nilai historis dan mempunyai pengaruh terhadap perkembangan Kota Manado. Bangunan-bangunan kuno bersejarah yang ada dikawasan pusat kota lama kini mengalami masalah yang sangat memprihatinkan akibat dari perkembangan aktivitas diperkotaan yang semakin pesat yang berdampak mengancam keberadaan bangunan-bangunan yang memiliki nilai sejarah di kawasan pusat kota lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bangunan kuno dan kawasan bersejarah yang ada di pusat kota lama Manado dan menganalisis sejauh mana bangunan kuno dan kawasan bersejarah di pusat kota lama Manado yang dapat dikonservasi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu menentukan bangunan-bangunan maupun kawasan yang dapat dikonservasi dan diharapkan pemerintah lebih memiliki kepedulian terhadap banguna-bangunan yang memiliki nilai sejarah dan dibuatnya peraturan daerah (perda) tentang kawasan konservasi bersejarah tidak hanya di pusat kota lama namun disetiap kawasan-kawasan di kota Manado yang  banguna-bangunanya memiliki nilai sejarah. Kata kunci: Kata kunci: Bangunan Kuno dan Kawasan Bersejarah, Konservasi Pusat Kota Lama Manado, Heritage Bulding.
SISTEM PENANGGULANGAN BENCANA GUNUNG API GAMALAMA DI PERMUKIMAN KAMPUNG TUBO KOTA TERNATE Pradiptasari, Annastasia Gadis; Waani, Judy O; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Ternate terdapat gunung api Gamalama yang termasuk gunung api aktif dan menjadi salah satu sumber bencana di Kota tersebut. Untuk dapat mengatasi permasalahan yang ada di permukiman Kampung Tubo, Pemerintah telah membuat zonasi kawasan rawan bencana I, II dan III agar masyarakat tidak membangun rumah didaerah rawan bencana, sehingga apabila terjadi bencana masyarakat tidak terkena material gunung api Gamalama. Kondisi jalan di permukiman Kampung Tubo telah diaspal tetapi ada beberapa jalan lingkungan yang masih berbatu-batu dan berlubang. Adapula jalur-jalur evakuasi sudah sangat baik sehingga apabila terjadi bencana masyarakat dapat menyelamatkan diri mereka. Dan ada beberapa infrastruktur yang tidak dibuat oleh pemerintah contohnya bunker dan papan peringatan bahaya gunung api Gamalama. Sistem penanggulangan bencana di Kelurahan (kampung) Tubo sudah cukup efektif. Terlihat dari pembagian zonasi kawasan rawan bencana, pola permukiman, infrastruktur, kondisi bangunan dan sistem sosialisasi pada masyarakat akan bahaya bencana.Kata kunci: Sistem, Penanggulangan Bencana, Gunung Api Gamalama, Permukiman, Kelurahan Tubo Kota Ternate
STUDI PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN NABIRE Imbir, Melinda Ester; Makarau, Vicky H; Jefferson, Longdong
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata di Kabupaten Nabire terdiri dari beberapa klasifikasi wisata  diantaranya : Wisata Bahari, Wisata Pantai, Wisata alam, Wisata Buatan, Wisata Agro dan Wisata Budaya. Potensi-potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Nabire terus dikembangkan agar dapat menjadi destinasi wisata.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi kawasan pariwisata dan potensi-potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Nabire, serta menganalisis pengembangan sektor pariwisata dalam pembangunan dengan mengandalkan potensi-potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Nabire.Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi.Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa masih kurangnya pengelolaan dalam pengembangan pariwisata, ini disebabkan oleh masih kurangnya Sumber daya manusia berbasis kepariwisataan.Fasilitas penunjang di setiap kawasan wisata juga masih sangat kurang.Hal ini sangat mempengaruhi dalam sektor pengembangan pariwisata di Nabire. Untuk itu perlu adanya kerja sama dalam pembangunan sektor pariwisata sehingga dalam pengembangan kawasan pariwisata di Kabupaten Nabire dapat menjadi Tujuan destinasi wisata yang cukup baik. Peningkatan Sumber daya manusia berbasis kepariwisataan juga perlu untuk ditingkatkan sehingga dapat menunjang pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Nabire.Perlu adanya strategi dan konsep pengembangan pariwisata untuk Kabupaten Nabire seperti adanya promosi-promosi yang menarik, peta perjalanan kawasan wisata, melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan sektor pariwisata.Dan Membentuk Lembaga yang berperan dalam bidang kepariwisataan. Kata Kunci : Pengembangan pariwisata, Kawasan Pariwisata Kabupaten Nabire

Page 1 of 2 | Total Record : 20