cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2015)" : 11 Documents clear
PENGEMBANGAN PENELITIAN PRODUK UNGGULAN DAERAH SULAWESI UTARA YANG BERDAYA SAING MEMPERKUAT POSISI INDONESIA MENGHADAPI MEA Rumengan, I. F. M; Fatimah, F.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia akan menghadapi realisasi kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diterapkan pada awal tahun 2016 dengan 4 karakteristik, yaitu pasar tunggal dan basis produksi, wilayah ekonomi berdaya saing tinggi, wilayah dengan perkembangan ekonomi yang merata, wilayah yang seutuhnya terintegrasi kedalam ekonomi global. Dalam makalah ini dipaparkan beberapa produk unggulan daerah dengan nilai ekonomis yang tinggi dan dibandingkan dengan penelitian-penelitian terkait di Universitas Sam Ratulangi. Ada banyak produk daerah Sulawesi Utara yang mempunyai nilai ekspor yang tinggi, seperti produk pertanian (kelapa, pala dan cengkih) dan produk perikanan seperti ikan (tuna, cakalang dan tongkol) dan rumput laut. Banyak komoditi olahan turunan dari produk-produk tersebut sudah tersedia di pasaran domestik namun belum memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).Standardisasi dari produk-produk yang berdaya saing tinggi akan menentukan daya jualnya di pasar global, dan karena itu proses kajian konvensional seperti pengujian dan sertifikasi jelas diperlukan. Untuk itu, peran Unsrat dengan ketersediaan laboratorium-laboratorium penguji dan peneliti-peneliti yang kompeten akan sangat penting ke depan. Sampai tahun 2014, belum ada penelitian khusus terkait pengujian standar mutu yang sudah ada, atau pengembangkan standar baru untuk setiap komoditi unggulan daerah Sulawesi Utara. Namun demikian, beberapa topik penelitian terkait MEA berorientasi kebijakan dan standardisasi sedang dikembangkan oleh peneliti-peneliti Universitas Sam Ratulangi mulai tahun ini. Ke depan, universitas ini harus berpartisipasi nyata dalam mengembangkan standar keamanan dari setiap produk (material) yang dapat dipasarkan, tidak hanya produk pertanian dan perikanan, tetapi juga material untuk konstruksi, dan sebagainya.
PERFORMAN SAPI PERANAKAN ONGOLE YANG DISUPLEMENTASI UREA GULA MERAH BLOK HASIL FERMENTASI CAMPURAN TINJA AYAM Bujung, Jerny Royke; Paputungan, Umar; Yelnetty, Afriza
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat penggunaan suplemen dari urea gula merah blok hasil fermentasi campuran tinja ayam terhadap produktivitas sapi Peranakan Ongole (PO). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model eksperimen dengan menggunakan rancangan pola Bujur Sangkar Latin (5x5) yang terdiri dari 5 ekor sapi PO, lima perlakuan dan lima periode (Steel and Torrie, 1980). Ransum percobaan yang digunakan adalah; R0 = rumput gajah + UGB tanpa fermentasi; R1 = rumput gajah + UGB fermentasi 2 hari dan 5% TAF; R2 = rumput gajah + UGB fermentasi 4 hari dan 5% TAF; R3 = rumput gajah + UGB fermentasi 6 hari dan 5% TAF; R4 = rumput gajah + UGB fermentasi 8 hari dan 5% TAF. Variabel yang menjadi pengamatan; konsumsi bahan kering ransum, pertambahan berat badan dan efisiensi penggunaan ransum. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perlakuan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata (P < 0,01) terhadap jumlah konsumsi bahan kering ransum sapi PO, jumlah konsumsi tersebut menunjukkan bahwa pemberian suplemen UGB dan TAF dapat meningkatkan konsumsi bahan kering ransum. Lanjutan Uji Dunnet, perlakuan R3 memberi pengaruh yang sangat nyata (P < 0,01) dari perlakuan R0. Dengan pengertian, pemberian suplemen UGB fermentasi 6 hari dan TAF pada sapi PO secara sangat nyata dapat meningkatkan konsumsi bahan kering ransum. Hasil sidik ragam pada pengaruh perlakuan terhadap pertambahan berat badan, hasilnya berbeda sangat nyata (P<0,01). Berarti pemberian suplemen UGB dan TAF berpengaruh positif terhadap pertamahan berat badan. Uji Dunnet memberi informasi bahwa perlakuan R1 memberi pengaruh yang sangat nyata atau tertinggi dibandingkan dengan R1 sebagai control. Sedang hasil sidik ragam pengaruh perlakuan terhadap efisiensi penggunaan ransum memberi hasil yang nyata (P<0,05). Dengan kata lain, pemberian UGB dan TAF menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap efisiensi penggunaan ransum dibandingkan dengan pakan control. Lanjutan Uji Dunnet, menunjukkan bahwa sapi PO yang diberi UGB fermentasi 2 dan 4 hari ersama TAF member pengaruh yang sangat nyata. Berarti ada peningkatan efisiensi penggunaan ransum dibandingkan dengan control. Kandungan zat-zat makanan yang ada dalam UGB dan TAF dapat dikonsumsi dengan baik dan dapat meningkatkan konsumsi ransum pada sapi sehingga dapat meningkatkan pertambahan berat badan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Urea Gula Merah Blok yang difermentasi 2 hari dan TAF memberikan hasil yang terbaik bagi pertambahan berat badan dan memperbaiki efisiensi penggunaan ransum pada ternak sapi PO.
VIABILITAS ROTIFER Brachionus rotundiformis STRAIN MERAS PADA SUHU DAN SALINITAS BERBEDA Kaligis, Erly Y.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rotifer jenis Brachionus rotundiformis merupakan salah satu spesies zooplankton yang dijumpai mendominasi perairan tambak di beberapa lokasi di Sulawesi Utara, antara lain di pertambakan Meras, Manado. Rotifer strain lokal ini telah diteliti untuk mengetahui potensi reproduksinya melalui kajian viabilitas lewat pemeliharaan pada suhu dan salinitas berbeda menggunakan pakan Chlorella sp. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kultur individu. Perlakuan yang digunakan adalah kombinasi suhu (250C, 300C, 350C) dengan salinitas (30 ppt, 35 ppt, 40 ppt). Percobaan diawali inokulasi telur generasi pertama ke dalam multiwellplate. Tiap cekungan wadah diisi satu individu dengan kepadatan pakan 3x106 sel/ml. Pengamatan dilakukan dua kali sehari dengan interval 12 jam. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode life table. Hasil penelitian menunjukkan tingkat lulus hidup tertinggi sekitar 91% sampai 5 hari dicapai pada suhu 250C dengan salinitas 35 ppt, demikian juga harapan hidup terlama pada kondisi demikian yaitu sampai 8 hari. Sedangkan harapan hidup terpendek hanya 3,62 hari dicapai pada suhu 300C dengan salinitas 30 ppt. Puncak fertilitas tertinggi yaitu 7,3 didapatkan pada suhu 300C dengan salinitas 40 ppt, namun kombinasi suhu 250C dengan salinitas 35 ppt merupakan perlakuan optimal untuk laju pertumbuhan melalui hasil nilai Ro tertinggi yaitu 14,23.
PENINGKATAN NILAI NUTRIEN (PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR) LIMBAH SOLID KELAPA SAWIT TERFERMENTASI DENGAN Trichoderma reesei Lie, Marthen; Najoan, Marie; Wolayan, Fenny R.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di laboratorium mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Sam ratulangi Manado. Tujuan penelitian ini adalah menentukan dosis inokulum dan lama fermentasi solid kelapa sawit terhadap peningkatan nilai nutrien protein kasar dan serat kasar. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang. Faktor A adalah dosis inokulum kapang Trichoderma reseei yaitu 0,2, 0,4 dan 0.6 %. Faktor B adalah waktu fermentasi yaitu 3 hari, 6 hari dan 9 hari. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor waktu tersarang pada factor dosis. Uji statistik dilakukan dengan uji sidik ragam dan perbedaan antar perlakuan dikaji menggunakan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian diperoleh bahwa fermentasi solid kelapa sawit dengan Trichoderma reseei dosis 0,4 % selama 6 hari menghasilkan penurunan serat kasar dari 24,94 % menjadi 16,59 % (penurunan 33,52 % ) dan protein meningkat dari 6,04 % menjadi 7,38 % (peningkatan 22,24 %).
PENGARUH WARNA LAMPU DALAM AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN BACAN KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Kumajas, Henry James
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai penggunaan lampu dalam air pada bagan perahu dilakukan di perairan Bacan dengan tujuan melihat bagaimana pengaruh warna lampu laguna dalam air terhadap hasil tangkapan pada setiap fase umur bulan, serta mengetahui jenis ikan yang tertangkap, dengan menggunakan metode eksperimental di mana data dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Ikan teri (Stolephorus commersonii) merupakan hasil tangkapan yang paling dominan pada setiap fase umur bulan dan pada setiap perbedaan penggunaan warna lampu laguna berwarna dalam air pada ketiga bagan perahu. Penggunaan lampu dalam air berwarna hijau-biru (HB) memberikan hasil tangkapan yang lebih dominan dibandingkan lampu berwarna hijau-hijau (HH) dan biru-biru (BB) pada setiap fase umur bulan. Di samping itu, penggunaan perlakuan perbedaan warna lampu dalam air menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap jumlah tangkapan ikan teri (Stolephorus commersonii). Hasil tangkapan bagan perahu dengan menggunakan lampu berwarna HB berbeda sangat nyata dengan lampu berwarna BB dan antara lampu berwarna HB dan HH tidak menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap jumlah hasil tangkapan ikan teri. Terlihat juga bahwa hasil tangkapan ikan teri pada bagan perahu pada saat lampu dioperasikan pada periode umur bulan 1-7 hari berbeda sangat nyata dengan hasil tangkapan pada tiga periode umur bulan lainnya. Dengan demikian, direkomendasikan kepada nelayan perikanan bagan perahu agar menggunakan lampu laguna dalam air dengan kombinasi warna hijau dan biru dan pada saat periode umur bulan di langit 1- 7 hari, karena pada dua kondisi ini akan diperoleh hasil tangkapan ikan teri yang lebih memadai dibandingkan lainnya. Dengan demikian, direkomendasikan kepada nelayan perikanan bagan perahu agar menggunakan lampu laguna dalam air dengan kombinasi warna hijau dan biru dan pada saat periode umur bulan di langit 1- 7 hari, karena pada dua kondisi ini akan diperoleh hasil tangkapan ikan teri yang lebih memadai dibandingkan lainnya.
TAMBAHAN PAKAN BUATAN (GULA TEBU DAN AREN) TERHADAP PRODUKSI ROYAL JELLY LEBAH MADU Apis cerana F. Rompas, Joice J. I.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pakan buatan terhadap produksi dan karakteristik kualitas royal jelly Apis cerana F. Manfaat penelitian ialah untuk mendapatkan pakan buatan yang dapat menstimulasikan produksi royal jelly sehingga dapat digunakan dalam budidaya lebah madu Apis cerana F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gula tebu dan gula aren ternyata dikonsumsi oleh populasi lebah madu dan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap pembentukan sel ratu pada metode emergency cell. Analisis kimia dari royal jelly yang dihasilkan pada metode emergency cell menunjukkan bahwa pakan gula tebu mempunyai kualitas lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yaitu pembentukan sel ratu, kuantitas dan kualitas royal jelly A. cerana, maka pakan buatan yang terbaik digunakan ialah komposisi 100 gram gula tebu atau gula aren dicampur 200 gram air.
ANTIBAKTERI DARI BEBERAPA EKSTRAK PADA ALGA COKLAT Kemer, Kurnia; Paransa, Darus S. J.; Rumengan, Antonius P.; Mantiri, Desy M. H.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biota laut memiliki khasiat farmakologi untuk dapat dikembangkan menjadi bahan sediaan farmasitika. Jenis-jenis alga laut seperti Padina australis, Halimeda opuntia, Halymenia durvillaei, dan Laurencia papillosa merupakan jenis-jenis alga yang ditemukan di perairan pesisir Pulau Nain. Perairan Pulau Nain merupakan salah satu daerah perairan di Sulawesi Utara yang memiliki sumberdaya perairan yang cukup melimpah termasuk di antaranya adalah sumberdaya alga laut. Kehadiran sumberdaya ini di ekosistem perairan intertidal sangatlah penting sebagai produsen dan karena juga kandungan komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Namun sejauh ini pemanfaatan sumber bahan bioaktif dari alga sebagai komoditas perdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Untuk itu pada penelitian ini, dilakukan uji antibakteri yang diharapkan dapat menunjukkan adanya aktivitas antibakteri di dalam alga tersebut.
PENGAMATAN POST-MORTEM KUALITAS KULIT KAMBING DI KOTA MANADO Rotinsulu, Merri D.; Inal, Hendra; Kalele, J. A. D.; Tangkere, E.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit ternak merupakan hasil ikutan ternak yang memiliki nilai ekonomis sebagai bahan baku utama berbagai produk industri kulit. Kualitas kuli tsegar dapat mengalami penurunan pada saat ternak masih hidup maupun setelah lepas dari tubuh ternak. Penyembelihan ternak kambing di Kota Manado cukup banyak namun belum memperhatikan kualitas kulitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kualitas post-mortem kulit kambing di Kota Manado. Pengambilan data dilakukan di tempat pemotongan hewan pasar bersehati Kota Manado menggunakan metode observasi terhadap beberapa variabel yaitu cacat irisan, cacat penyakit kulit, dan cacat flek darah. Pengambilan sampel melalui purposive sampling serta penyajian data menggunakan statistik deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa cacat pada kulit kambing post mortem yang terbanyak adalah cacat irisan dan cacat penyakit kulit (± 60%) dan cacat flek darah paling sedikit (± 13,3%). Cacat yang ditemui terbanyak pada daerah D (daerah badan).
BIOEKOLOGI MANGROVE DAERAH PERLINDUNGAN LAUT BEBASIS MASYARAKAT DESA BLONGKO KECAMATAN SINONSAYANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA Schaduw, Joshian N. W.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kodisi bioekologi mangrove yang ada di Desa Blongko Kecamatan Sinonsayang Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara, parameter yang diukur adalah struktur komunitas mangrove dan kualitas air yang merepresentasikan lingkungan perairan ekosistem mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah stratify random sampling, sedangkan data yang dibutuhkan adalah data primer dan sekunder dengan metode sampling pada ekosistem mangrove. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks nilai penting, indeks keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi. Hasil yang diperoleh adalah kondisi perairan ekosistem mangrove dalam keadaan yang baik, dan mendukung kelangsungan hidup organisme yang berasosiasi dengan mangrove. Vegetasi mangrove di Desa Blongko terdiri atas empat famili, dengan tujuh spesies. Famili mangrove tersebut adalah Avicenniaceae, Meliaceae, Rhizophoraceae, dan Sonneratiaceae. Sedangkan spesies mangrove yang ada di desa ini adalah Xylocarpus granatum, Avicennia lanata, Avicennia marina, Avicennia officinalis, Bruguiera gymnorrhiza, Rhizophora apiculata, dan Sonneratia alba . Nilai keseragaman yang dianalisis pada vegetasi mangrove yang ada di Desa Blongko menunjukkan angka 0,72. Nilai keseragaman ini menunjukkan bahwa jumlah individu setiap jenis tidak jauh berbeda. Hal ini juga digambarkan oleh nilai dominasi sebesar 0,42 yang mengindikasikan bahwa tidak ada jenis yang mendominasi pada kawasan mangrove ini.
KAJIAN SIFAT FISIK DAN ORGANOLEPTIK PENGGUNAAN BEBERAPA JENIS FILLER TERHADAP SOSIS DAGING BABI Surtijono, Siswosubroto E.; Wahyuni, Indyah; Mirah, Arie Dp.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan dan menentukan jenis dan konsentrasi filler yang berbeda untuk menghasilkan sosis daging babi yang dapat diterima oleh konsumen ditinjau dari segi fisik, dan organoleptik. Sosis merupakan salah satu produk olahan yang dapat digunakan sebagai bentuk pengolahan daging segar dan dapat meningkatkan nilai gizi.. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 20 Juli sampai 20 Agustus 2010 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Sam Ratulangi Manado. Materi penelitian yang digunakan terdiri dari daging dan lemak babi sebanyak 5400 gram, bahan pengikat (susu krim), 3 jenis filler yaitu tepung tapioka, tepung maizena dan tepung sagu, dan juga bumbu-bumbu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan dan pengukuran dengan metode Hedonik dengan menggunakan skala Hedonik. Data dianalisa dengan menggunakan Analysis of Variance dan jika terdapat perbedaan diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sosis yang menggunakan jenis tepung tapioka pada konsentrasi 9% menghasilkan sosis daging babi yang memperlihatkan sifat fisik dan organoleptik yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain. Secara umum semua filler yang digunakan dapat diterima oleh panelis dan didukung oleh sifat fisik dan kimia. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sosis yang menggunakan jenis filler tepung tapioka pada konsentrasi 9 % menghasiulkan sosis daging babi yang memperlihatkan sifat fisik dan organoleptik yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain.

Page 1 of 2 | Total Record : 11