cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017)" : 9 Documents clear
PELATIHAN SERVICE KENDARAAN RODA DUA BAGI KELOMPOK PEMUDA TUKANG OJEK DI DESA PAKUURE SATU MINAHASA SELATAN Kewas, Jemmy Charles
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekelompok Pemuda yang menamakan diri Perkumpulan Ojek Pakuure yang merupakan bagian dari masyarakat Desa Pakuure dengan jumlah anggota 31 orang adalah merupakan sumber daya yang produktif, yang berprofesi sebagai tukang, petani dan tukan ojek. Organisasi ini dibentuk dipersiapkan untuk menjalankan pembangunan dan menjadi tulang  punggung keluarga dalam hal untuk memperdalam pengetahuan dalam bidang otomotif khususnya kendaraan roda dua, dan usaha yang lain agar menjadi wiraswastawan yang sukses.Seiring dengan makin banyaknya jumlah pemilikan kendaraan roda dua, maka para pemuda ini terdorong untuk melakukan atau memperdalam service dan perbaikan motor roda dua, namun mereka belum memahami dan belum memiliki peralatan yang memadai. Akan tetapi kegiatan ini mereka terus lakukan walaupun hanya sebatas apa yang mereka tahu dan bertanya di bengkel-bengkel reparasi. Oleh karena itu Perguruan Tinggi yang menjadi gudang ilmu pengetahuan teknologi dan seni sebagai mitra agar mereka bisa mandiri dengan pengetahuan dan keahlian yang diberikan. Agar terhindar dari kegiatan-kegiatan yang tidak diinginkan. Permasalahan yang dihadapi oleh perkumpulan ojek Pakuure sebagai Mitra dari tim pengabdian Unima adalah penguasaan teknologi dalam bidang otomotif khususnya perawatan dan perbaikan sepeda motor (Teknik Service Sepeda Motor). Tujuan yang ingin dicapai adalah menguasai materi sistim bahan bakar dan pembakaran, sistim pelumasan dan minyak pelumas serta sistim kelistrikan, teori dan praktek. Metode pendekatan yang akan dilakukan oleh tim pengabdian adalah metode pendidikan dan latihan agar tercapai tujuan yaitu penguasaan materi dan praktek.Berdasarkan permasalahan dan solusinya maka luaran yang dihasilkan adalah mengetahui dan memahami cara mengatasi permasalahan ringan pada sepeda motor, menguasai teknik trobleshooting ringan seperti pergantian kanvas rem, pergantian ban roda belakang, dan pembersihan karburator sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru, memahami cara perawatan motor bensin roda dua dengan baik sehingga terhindar dari kerusakan-kerusakan yang diakibatkan karena pemakaian atau pengoperasian kendaraan yang tidak benar dan publikasi ilmiah.
PENGARUH VARIETAS DAN JENIS PENGOLAHAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mayz, L.) Wawointana, Adeleida Ch.; Pongoh, Jantje; Tilaar, Wenny
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuna untuk menentukan ada tidaknya interaksi dari faktor pengolahan tanah dan faktor varietas jagung yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil maksimal, untuk mengetahui varietas jagung yang berpotensi hasil tinggi dengan sistem pengolahan tanah yang efektif dan efisien pada lahan kering. Menentukan sistem pengolahan tanah yang efektif dan berpotensi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Penelitian dilaksanakan di lahan perkebunan Desa Molompar Kecamatan Tombatu Timur Kabupaten Minahasa Tenggara dari bulan November 2016 sampai Februari 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah sistem pengolahan tanah yang terdiri dari tiga macam perlakuan dan faktor kedua yaitu varietas jagung yang terdiri atas 4 macam varietas. Sistem pengolahan tanah yang diterapkan adalah : P1: Petak dikelola dengan system Tanpa Olah Tanah, P2: Petak dikelola dengan system Olah Tanah Minimum, P3: Petak dikelola dengan system Olah Tanah Sempurna.Varietas jagung yang digunakan V1: benih jagung varietas TS 333,V2 : benih jagung varietas Pioneer,V3 : benih jagung varietas Bisi 18, dan V4 : benih jagung varietas DK 88. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan analisis varians jika berbeda nyata akan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman (cm), yaitu dilakukan mulai dari pangkal batang sampai ujung daun tertinggi yang diluruskan secara vertikal ke atas pada saat tanaman berumur 14 HST kemudian dilanjutkan pada 40 HST. Komponen hasil jagung hibrida yaitu jumlah baris biji/tongkol, dilakukan dengan cara menghitung jumlah baris pada tongkol dan jumlah biji/baris dihitung jumlah biji jagung setiap baris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi antara system pengolahan tanahn dan jenis varietas pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Pada perlakuan pengolahan tanah, Sistem Tanpa Olah Tanah mengahsilkan tanaman yang lebih tinggi dari pada system olah tanah lainnya. Pada perlakuan varietas, varietas Bisi menghasilkan jumlah biji perbaris terbanyak dari pada varietas lainnya.
KARAKTER MORFOLOGI DAN KANDUNGAN NUTRIEN RUMPUT GAJAH DWARF (Pennisetum purpureum cv. mott) PADA NAUNGAN DAN PEMUPUKAN NITROGEN Lukas, Ricky G; Kaligis, David. A.; Najoan, Marie
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh naungan dan pemupukan nitrogen terhadap Karakter Morfologi dan Kandungan Nutrien Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum purpureumcv. mott). Metode yang digunakan adalah model eksperimental menggunakan rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) dimana naungan sebagai perlakuan petak utama dan pemupukan nitrogen sebagai perlakuan anak petak. Perlakuan level naungan (naungan 0% dan naungan 70%) dan level pemupukan nitrogen (tanpa pemupukan, pemupukan 92 N/ha, pemupukan 184 N/ha dan pemupukan 368 N/ha) dengan kelompok kemiringan lahan (kemiringan 00,kemiringan lahan 100 dan kemiringan lahan 250). Jumlah keseluruhan satuan percobaan adalah 24 petak. Hasil analisi menunjukkan interkasi naungan dan pemupukan N memberikan hasil yang nyata (P<0.05) terhadap jumlah anakan. Naungan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap jumlah anakan dan kandungan protein, serta berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap tinggi tanaman dan kandungan nitrogen. Pemupukan N berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap jumlah anakan, tinggi tanaman, kandungan nitrogen dan protein, dan kandungan serat kasar. Interkasi naungan 0% dan pemupukan 368 N/ha menghasilkan jumlah anakan tertinggi yaitu 49,33. Pengaruh naungan 0% tertinggi pada jumlah anakan, sedangkan naungan 70% tertinggi pada tinggi tanaman, kandungan nitrogen dan kandungan protein. Pemupukan N pada pemupukan 368 N/ha menghasilkan jumlah anakan, tinggi tanaman, rasio daun batang, kandungan nitrogen dan protein lebih tinggi dibandingkan perlakuan lain, namun pada kandungan serat kasar tertinggi diperoleh pada perlakuan tanpa pemupukan nitrogen.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PEMANFAATAN LIMBAH TANAMAN JAGUNG DAN KOTORAN TERNAK SAPI UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN RUMAHTANGGA PETERNAK Umboh, Sintya J. K.; Kalangi, Lidya S.; Gijoh, Hendrik O.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduksi teknologi akan lebih efisien jika dilakukan pada kelompok karena dapat menjangkau petani peternak lebih banyak dalam satuan waktu tertentu, sehingga dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan. Kelompok Kinamang merupakan salah satu organisasi petani peternak yang tetap eksis sampai saat ini dari beberapa kelompok tani ternak di Desa Lemoh Barat. Namun demikian tujuan dibentuknya kelompok tani ternak untuk meningkatkan kesejahteraan anggota belum sepenuhnya tercapai. Hal ini disebabkan karena: (1) masih sulit mengubah kebiasaan cara pemberian pakan oleh anggota yang hanya mengandalkan pakan dari rumput saja tanpa memberi pakan tambahan sehingga menyebabkan pertumbuhan ternak agak lambat, (2) petani peternak masih menghadapi persoalan kekurangan pakan pada musim kemarau, padahal bahan baku pembuatan pakan cukup tersedia, (3) pemeliharaan ternak oleh anggota kelompok belum dikandangkan sehingga kotoran ternak sapi dibiarkan mencemari lingkungan, dan (4) peternak belum memiliki pemahaman mengenai pembuatan, penggunaan, dan manfaat ekonomi pupuk kompos dari kotoran ternak sapi dan air kencing sapi menjadi biourin. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan kegiatan IbM untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan rumahtangga petani peternak. Metode pelaksanaan pemberdayaan kelompok dalam bentuk penyuluhan dan pelatihan. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, produksi, dan pendapatan anggota kelompok melalui introduksi pemanfaatan limbah tanaman jagung sebagai pakan dan air kencing sapi menjadi biourin untuk mengatasi kekurangan pakan pada saat musim kemarau, meningkatkan produktivitas tanaman dan pendapatan rumahtangga petani peternak.
KARAKTERISTIK FOTOSINTETIK RUMPUT GAJAH DWARF (PENNISETUMPURPUREUM CV. MOTT) PADA PERBEDAAN TINGKAT NAUNGAN DAN VARIASI PEMUPUKAN NITROGEN Lasamadi, Rahman D.; Anis, S. D.; Kaunang, Ch. L.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan hijauan pakan merupakan salah satu faktor esensial dalam pengembangan usaha peternakan khususnya ternak ruminansia. Dalam hal ini dibutuhkan jumlah dan kualitas hijauan pakan tersedia cukup dan berla njut. Salah satu jenis hijauan pakan yang potensial adalah rumput gajah dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott). Salah satu masalah yang dihadapi dalam memperoduksi hijauan pakan adalah keterbatasan lahan. Namun demikian masih juga tersedia lahan perkebunan kelapa yang dapat digunakan namun dibutuhkan jenis hijauan yang toleran terhadap naungan dan produktif. Rumput gajah dwarf termasuk jenis dengan jalur metabolism C4 yang secara umum sensitive terhadap daungan. Namun demikian pemberian unsure makro nitrogen diharapkan dapat berinteraksi baik untuk menunjang produktifitas jenis rumput ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi level naungan dan level pupuk nitrogen terhadap karakteristik fotosintetik rumput uji ini. Perlakuan yang diuji adalah factor A level naungan : a1 = 0% naungan; a2 = 70% naungan. Level pupuk nitrogen sebagai factor B: b1 = 0% N; b2 = 92 N/Ha; b3 = 184 N/ha; b4 = 368 N/ha. Perlakuan diatur berfaktor dalam pola petak terpisah (split plot design). Data diolah menggunakan analisis keragaman dengan dituntun Program Minitab. Perbedaan antara perlakuan dilakukan uji lanjut Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan naungan 70% berpengaruh nyata terhadap semua parameter yang diuji. Demikian juga level pemupukan nitrogen terutama berpengaruh nyata pada parameter kandungan klorofil b dan terhadap panjang daun, lebar daun, kandungan nitrogen dan protein. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa kendatipun dibawah pengaruh naungan tetapi karakter fotosintetik rumput gajah Dwarft (Pennisetum purpureum cv. Mott) dapat diperbaiki dengan penambahan unsur hara makro nitrogen.
PENANGKAPAN IKAN UMPAN HIDUP UNTUK PERIKANAN POLE AND LINE DIKELURAHAN MAWALI KECAMATAN BITUNG SELATAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI, PEMASARAN DAN KEUANGAN Manoppo, Lefrand; Sompie, Meta S.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sasaran program ini diarahkan pada usaha penangkapan ikan pelagis kecil di Kota Bitung. Sebagai mitra dari usulan ini yaitu kelompok nelayan Usaha Baru yang memiliki alat soma dampar dan bagan perahu di Kelurahan Mawali Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan program ini yaitu pengembangan lapangan usaha baru  untuk meningkatkatkan ekonomi masyarakat serta meningkatkan nilai jual hasil tangkapan dengan diversifikasi produk olahan. Target khusus kegiatan ini meningkatkan produksi ikan umpan dalam rangka menunnjang perikanan pole and line dalam jumlah yang memadai dan berkelanjutan. Adapun metode pelaksanaan yang akan diterapkan pada program ini yaitu 1) Permasalahan mitra yang disepakati yaitu produksi, pemasaran dan keuangan; 2) Metode pendekatan yang akan ditawarkan untuk mengatasi persoalan mitra yakni penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan evaluasi; 3) Prosedur kerja untuk mendukungan ke-3 aspek permasalahan, berturut-turut yaitu survey, penyuluhan, pelatihan, evaluasi, luaran, pelaporan
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KANDUNGAN FITOKIMIA TUMBUHAN ALAM BERKHASIAT OBAT YANG DIMANFAATKAN MASYARAKAT SEKITAR KAWASAN HUTAN LINDUNG SAHEDARUMAN (Identification and Analysis of Natural Product Fitokimia Content the Drugs Use of the Community Around the Forest Protected Area Sahendaruman) Rumouw, Djemrie
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan alam berkhasiat obat telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Sahendaruman. Penggunaan tumbuhan obat masyarakat sekitar kawasan hutan lindung Sahendaruman merupakan kearifan tradisonal yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi sebanyak 12 jenis tumbuhan yang digunakan sebagai obat. Ditemukan sebanyak 2 jenis berhabitus pohon, 3 berhabitus perdu, 6 berhabitus liana, 1 jenis tergolong tumbuhan merambat. Kedua belas tumbuhan tersebut adalah tapak ;liman (Arterocephalus chochiinnensis),ganda rusa (Justicia gandarusa), paku simpai (Cibotium barometz) benalu (Loranthus globulus), nanamuha (Bridellia monoica) boroco (Celocia argentea) nantu (Palaquium dasiphilum) sukun (Artocarphus altilis),otan tikus (Flagellaria indica ),sirih hutan (Piper aduncum), ubi hutan (Homalomena propinqua) dan takokak(Solanum toruvumS.) Tumbuhan obat dimafaatkan masyarakan sekitar Kawsana Hutan lindung untuk berbagai macam penyakit seperti penyakit hipertensi, ginjal, diabetes , jantung, kanker, kista dan gatal-gatal. Hasil uji kandungan fitokimia 12 sampel tumbuhan obat mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenolik, saponin dan tannin. Sedang untuk senyawa flavonoid tidak terdapat pada tumbuhan ganda rusa (Justicia gandarusa), senyawa saponin tidak terdapat pada tumbuhan nanamuha(Bridellia monoica) dan takokak(Solanum torvumS.)serta senyawa fenolik tidak terdapat pada tumbuhan nantu (Palaquium dasiphylum)dan ubi hutan (Homalomena propnqua S.)
USAHATANI TANAMAN HIAS DALAM MENDUKUNG UPAYA KONSERVASI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI DI KAKASKASEN TOMOHON Butarbutar, Regina Rosita; Kandou, Febby Ester Fany
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani tanaman hias yang memanfaatkan lahan pekarangan rumah perlu digalakkan sebagai destinasi wisata khusus agar keanekaragaman hayati pada lahan pemukiman di dataran tinggi tetap berkelanjutan dan produksi tanaman hias meningkat sehingga memberikan keuntungan secara ekonomi. Dalam pertemuan Tim Iptek Unsrat dengan Kelompok Tani Tanaman Hias Makasiow (Kakaskasen) dan Kiberta (Kakaskasen Satu) telah diuraikan tentang permasalahan yang dihadapi oleh petani dalam mengusahakan tanaman hias endemik tersebut yakni kurangnya pengetahuan dan minat petani dalam melakukan teknik konservasi secara exsitu khususnya tanaman hias endemik guna mempertahankan keanekaragam hayati yang ada di Sulawesi Utara. Harapan kami sebagai Tim Iptek Unsrat agar penerapan teknik konservasi ini dapat menunjukkan dampak positif secara ekonomi pada petani dan memberikan peluang pasar yang lebih besar jika dilakukan secara konsisten dan intensif.Hasil kegiatan yang dilakukan pada kelompok tani tanaman hias berupa penyuluhan dan pelatihan teknologi konservasi (secara simulasi) tanaman hias yang bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga petani. Penerapan teknologi dalam hal ini adalah untuk menghasilkan model konservasi yang tepat sasaran guna keberlanjutan keanekaragaman hayati di kawasan pasifik. Berdasarkan permasalahan dan solusinya maka luaran yang dihasilkan secara nyata dan terukur adalah peningkatan pemahaman kelompok tani dalam melakukan teknik konservasi tanaman hias yang ada di pekarangan, perlindungan terhadap jenis tanaman hias endemik yang ada di wilayah Tomohon sebagai salah satu asset yang perlu dilestarikan guna keberlanjutan keanekaragaman hayati dan publikasi jurnal ilmiah.
POTENSI HIJAUAN PAKAN DAN KAPASITAS TAMPUNG TERNAK SAPI DI BAWAH POHON KELAPA DI KECAMATAN TABUKAN UTARA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Thomas, Novyta C.; Kaunang, Charles H. L.; Najoan, M.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk (1) mengetahui potensi hijauan pakan dan kapasitas tampung ternak sapi yang terdapat di area pohon kelapa, (2) mengetahui komposisi botanis dan produksi hijauan diareal perkebunan kelapa, dan (3) Mengetahui berapa satuan ternak (ST) yang digembalakan dalam luasan tertentu secara efisien tanpa mengabaikan kelestarian padang rumput diareal perkebunan kelapa. Penelitian ini dilakukan selama 2 (dua) bulan yaitu bulan Agustus – September 2015. Lokasi Penelitian di 6 Kampung di Kecamatan Tabukan Utara yaitu Beha, Raku, Naha Mala, Kalurae dan Moade. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Penentuan desa sampel dilakukan dengan cara “Purpose Sampling”dengan pengambilan sampel luas setiap ubinan 1 m² dengan jarak antara ubinan yang kedua yakni 10 meter, dan mengidentifikasi jenis jenis hijauan pakan ternak di areal perkebunan kelapa umur di bawah 20 tahun dan di atas 20 tahun. Berdasarkan hasil penelitian maka padang rumput alam di areal perkebunan kelapa baik umur di bawah 20 tahun maupun kelapa diatas umur 20 tahun di Kecamatan Tabukan Utara mempunyai produksi hijauan yang lazim dimakan ternak rata-rata 11.060 kg/ha. Komposisi botanis hijauan segar diareal perkebunan kelapa diatas 20 tahun dengan produksi Rumput 5.910 kg/ha (54%), Leguminosa dengan produksi 1.550 kg/ha (14%) Gulma dengan produksi 3450 kg/ha (32%) dan di areal perkebunan kelapa di bawah 20 tahun, rumput dengan produksi 5.348 kg/ha (48%) Leguminosa dengan produksi 3.818 kg/ha (34%) Gulma dengan produksi 2.015 kg/ha (18%). Daya Tampung di areal perkebunan kelapa baik kelapa dalam maupun hibrida di Kecamatan Tabukan Utara dengan rata-rata 1,52 st/ha/thn.

Page 1 of 1 | Total Record : 9