Hasnawatty Surya Porouw, Hasnawatty Surya
Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Gorontalo, Gorontalo, Indonesia

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kebutuhan Keluarga Berencana yang Tidak Terpenuhi (Unmet Need) di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Porouw, Hasnawatty Surya
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran (fertilitas). Ditengah angka pemakaian KB di Indonesia yang semakin naik, data SDKI 2007 menyebutkan angka kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi (Unmet need) juga masih cukup tinggi yakni sebesar 9,1% pada tahun 2007. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi (Unmet Need) Di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ibu, pekerjaan, jumlah anak hidup, pengetahuan dan dukungan suami memiliki hubungan yang bermakna dengan Unmet Need. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan Unmet Need adalah dukungan suami sehingga dalam pelaksanaan program keluarga berencana suami harus turut dilibatkan agar suami dapat ikut berperan dalam keluarga berencana.   Kata Kunci :   Unmet Need, Faktor yang berhubungan dengan kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi     Abstract   One of the components influences the population growth is fertility. Despites the increasing in the usage of birth control in Indonesia, the Indonesian basic health survey in 2007 indicated a 9,1% of unmet need of family planning. This research objective is to investigate factors contributing to the unmet need for family planning in Sipatana sub-district, city of Gorontalo. The result shows that mother’s education, job, numer of living children, knowledge and husband’s support have correlation with the unmet need for family planning is husband’s support. Therefore, husband should be involved in the implementation of the family planning program.     Kata Kunci :  Unmet Need, Factors Contributing To The Unmet Need For Family Planning.  
GERAKAN REMAJA PEDULI KESEHATAN REPRODUKSI DI MASA PANDEMI COVID 19 Nurnaningsih Ali Abdul; Yusni Igirisa; Hasnawatty Surya Porouw; Indra Domili; Adinda oktaviani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 6 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.532 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i6.5424

Abstract

Abstrak: Tingginya prevalensi kanker payudara perlu dilakukan pencegahan melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Penyakit ini ditemukan pada usia yang lebih muda, sehingga remaja perlu melakukan SADARI sejak dini. Promosi SADARI dilakukan dalam bentuk penyuluhan disekolah, namun karena pandemi COVID-19, sehingga media Booklet bisa merupakan salah satu alternative promosi di masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memastikan remaja putri mengaplikasikan praktik SADARI dalam kehidupannya sehari-hari. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan demonstrasi. Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 50 remaja, monitoring dan evauasi berupa pre dan post test, menyaksikan langsung kegiatan praktik SADARI oleh remaja. Hasil yang diperoleh adalah semua remaja mengalami peningkatan pengetahuan dengan nilai signifikasn 0,001<0,05, nilai t -8,481 dan ketrampilan praktik SADARI dengan nilai t -8,481.Abstract: The high prevalence of breast cancer needs to be prevented through breast self-examination (SADARI). This disease is found at a younger age, so teenagers need to do SADARI from an early age. SADARI promotions are carried out in the form of counseling at schools, but due to the COVID-19 pandemic, booklet media can be an alternative promotion in the community. This activity aims to ensure that young women apply SADARI practices in their daily lives. The methods used are lectures, questions and answers and demonstrations. This community service was carried out on 50 teenagers, monitoring and evaluation in the form of pre and post tests, witnessed firsthand SADARI practice activities by teenagers. The results obtained were that all adolescents experienced an increase in knowledge with a significant value of 0.001 <0.05, t value -8.481 and SADARI practice skills with a t value of -8.481. 
PISANG AMBON DAN HIPERTENSI IBU HAMIL Hasnawatty Surya Porouw; Endah Yulianingsih
Jambura Health and Sport Journal Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.87 KB) | DOI: 10.37311/jhsj.v1i2.2597

Abstract

Tingginya tingkat Hipertensi di wilayah Gorontalo, terutama pada Kabupaten Gorontalo mulai mengkhawatirkan. Penelitian ini bertujuan adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian buah pisang ambon terhadap Hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Jenis penelitian ini adalah penelitian pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil Hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo berjumlah 30 orang. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah 30 orang. Hasil uji statistik dengan menggunakan McNemar menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian buah pisang ambon terhadap hipertensi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Kandungan natrium dan kalium pada pisang ambon terbukti dapat menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil apabila dikonsumsi secara teratur dan dengan takaran yang tepat.
RISK FACTORS DETERMINANTS ANEMIA EVENTS IN ADOLESCENT PUSKESMAS IN KOTA SELATAN Endah Yulianingsih; Hasnawatty Surya Porouw
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2020.8(3).194-205

Abstract

Anemia is a global public health problem that needs special attention. Anemia in adolescent girls is a common problem, especially in developing countries (WHO, 2008). Anemia is a health problem that is most often found in developed and developing countries, including Indonesia. The prevalence of anemia in Indonesia is not so far from the global anemia prevalence rate, which is 21.7%, where the prevalence of anemia has entered the category of public health problems. moderate so this should receive special attention. Adolescents are an age group that is very at risk of anemia because nutritional needs, especially iron, exceed the needs of other age groups due to accelerated growth and increased physical activity. This study aims to determine the factors associated with the incidence of anemia in adolescent girls in the working area of Puskesmas Kota Selatan, Gorontalo City. This type of research is cross-sectional using the bivariate test with the chi square test and the multivariate test with logistic regression. The research instrument used a questionnaire. The results of this study indicate that there is a relationship between age at menarche (p = 0.001), knowledge (p = 0.000), maternal education (p = 0.000), menstrual pattern (p = 0.000), BMI (p = 0.009), menstruation (p = 0.003). The most dominant factor for the incidence of anemia in adolescent girls in the work area of Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo is the knowledge factor with a p value of 0.001 exp B = 2,650 (CI 1.643-4770) which means that respondents who have good knowledge will have a chance of 2.6 times more. can prevent anemia which is controlled by variable menstrual patterns, menstrual age and mother's education.
Teknik Massage Counterpressure terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Kala l Fase Aktif pada Ibu Bersalin di RSUD. Dr. M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo Endah Yulianingsih; Hasnawatty Surya Porouw; Suwarni Loleh
Gaster Vol 17 No 2 (2019): AGUSTUS
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1872.797 KB) | DOI: 10.30787/gaster.v17i2.374

Abstract

Nyeri persalinan dapat mempengaruhi kondisi ibu berupa kelelahan, rasa takut, khawatir dan menimbulkan stress. Stress dapat menyebabkan melemahnya kontraksi rahim dan berakibat pada persalinan yang lama. Kondisi ini membuat sebagian besar ibu memilih cara yang paling cepat dan gampang untuk menghilangkan nyeri. Salah satu penatalaksanaan non farmakologi untuk mengurangi nyeri persalinan yaitu Masase Conterpresure. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektifitas Pada Massase Conterpresure Penurunanan Nyeri Kala 1 Fase Aktif  Pada Ibu Bersalin di RSUD Dr MM Dunda Limboto 2018.Penelitian ini termasuk jenis penelitian Pre Eksperimen dengan menggunakan One Group Pretest-Posttest Design, dimana peneliti akan menganalisis Efektifitas Massase Conterpresure Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif di RSUD Dr M.M  Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo 2018.  Tehnik pengambilan sampling menggunakan Purposive sampling.Hasil penelitian dan analisis dengan menggunakan uji statistic Wilcoxon di dapatkan hasil p value =0,000(<α=0,05). Hal ini berarti ada Efektifitas massage conterpresure terhadap penurunan intensitas nyeri kala I fase aktif di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo 2018.Kesimpulan: ada efektifitas massase conterpresure terhadap penurunana intensitas Nyeri Kala I Fase Aktif pada ibu bersalin di RSUD Dr M.M Dunda Limboto Kabupaten Gorontalo.
MIDWIFE'S EXPERIENCE IN PROVIDING ANTENATAL CARE DURING THE COVID-19 PANDEMI AT PUBLIC HEALTH CENTER OF BONE BOLANGO DISTRICT Ika Suherlin; Juwita Suma; Febri Dwi Yanti; Rahma Dewi Agustini; Hasnawatty Surya Porouw
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.15574

Abstract

Menurut data Perhimpunan Obstetri dan Ginekologi Jakarta (POGI) terdapat 13,75 ibu hamil lebih mudah terinfeksi COVID-19 dibandingkan ibu tidak hamil. Pada kondisi ibu hamil melalui Pregnancy Care (ANC) dikenal istilah kunjungan K1, K2, K3 dan K4, pada masa COVID-19 untuk mengurangi kunjungan ibu hamil pelayanan dilakukan dengan tele-konsultasi. Namun, merancang tele-konsultasi menjadi tantangan tersendiri agar dapat dimanfaatkan oleh semua pihak dan efektif dalam pelaksanaannya. Kebaruan penelitian ini karena peneliti mengangkat masalah telekonsultasi pada asuhan antenatal selama panemi Covid-19. Tujuan penelitian adalah untuk mengeksplorasi pengalaman bidan dalam memberikan asuhan antenatal melalui telekonsultasi selama pandemi COVID 19. Metode studi kualitatif fenomenologis, 8 bidan yang bekerja di  Puskesmas Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango yang merupakan bidan pelaksana asuhan antenatal. Hasilnya informan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi untuk janji temu/teleregistrasi dengan ibu hamil. Ibu hamil tidak menyadari pentingnya memeriksakan kehamilannya dan data yang disampaikan ibu hamil diragukan. Seluruh bidan menjalankan protokol kesehatan saat memberikan asuhan antenatal selama pandemi COVID-19. Tidak adanya pendokumentasian asuhan antenatal melalui media komunikasi sehingga cakupan kunjungan ibu hamil mengalami penurunan dan temuan kecemasan bidan dalam memberikan asuhan antenatal saat ibu hamil datang berkunjung. Kesimpulan bidan masih mengalami kesulitan berkomunikasi untuk janji temu/teleregistrasi dengan ibu hamil.  Kata kunci: Antenatal care; COVID-19; Tele konsultasi; Pengalaman bidan. AbstractA phenomenological qualitative study method, 8 midwives who work at the Tilongkabila Health Center, Bone Bolango Regency, an antenatal midwife. According to data from the Jakarta Obstetrics and Gynecology Association (POGI), 13.75 pregnant women are more easily infected with COVID-19 than non-pregnant women. In the condition of pregnant women through Pregnancy Care (ANC), known as K1, K2, K3, and K4 visits, during the COVID-19 period to reduce visits to pregnant women, services are carried out by teleconsultation. However, designing teleconsultations is a challenge in itself so that it can be utilized by all parties and effective in its implementation. The novelty of this study is that researchers raised the issue of teleconsultation in antenatal care during the Covid-19 pandemic. The study aimed to explore midwives' experiences in providing antenatal care through teleconsultation during the COVID-19 pandemic. All midwives follow health protocols when providing antenatal care during the COVID-19 pandemic. As a result, informants had difficulty communicating for appointments/teleregistration with pregnant women. Pregnant women do not realize the importance of checking their pregnancy, and the data submitted by pregnant women is doubtful. There is no documentation of antenatal care through communication media, so the scope of visits to pregnant women has decreased, and the findings of midwife anxiety in providing antenatal care when pregnant women come to visit. Conclusion midwives still have difficulty communicating for appointments/teleregistration with pregnant women.  Keywords: Antenatal care; COVID-19; Tele consultation; Midwife experience.
LITERATURE REVIEW: FACTORS CAUSING PLACENTA PREVIA IN PREGNANT WOMEN Yusni Podungge; Nurhidayah Nurhidayah; Endah Yulianingsih; Hasnawatty Surya Porouw; Ika Suherlin; Rahma Dewi Agustini
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 1 (2023): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i1.16074

Abstract

AbstrakJumlah kematian ibu di Indonesia sebanyak 4.627 jiwa pada 2020. Jumlah kematian ibu meningkat sebelumnya sebanyak 4.197 jiwa menjadi 8,92%. Penyebab kematian ibu di Indonesia yang paling banyak yaitu perdarahan dan hipertensi dalam kehamilan. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis faktor penyebab placenta previa pada ibu hamil melalui metode literatur review. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor penyebab terjadi plasenta previa pada ibu hamil. Metode literatur review menggunakan startegi secara komprehensif, seperti pencarian artikel dalam database jurnal penelitian, pencarian melalui internet, tinjauan ulang artikel dengan kata kunci plasenta previa dan ibu hamil. Pencarian database yang digunakan meliputi google scholar, Pubmed, Science Direct dan perpusnas. Hasil pencaharian didapatkan ada 18 artikel akan tetapi hanya 6 artikel yang digunakan dan menggambarkan faktor resiko yang berhubungan dengan plasenta previa pada ibu hamil. Dan artikel lainnya yang dieliminasi karena tidak menggambarkan  faktor resiko yang berhubungan dengan plasenta previa pada ibu hamil. Kesimpulan faktor penyebab plasenta previa pada ibu hamil meliputi umur, paritas, riwayat persalinan sesar dan jarak kehamilan sebelumnya.Kata kunci : Penyebab; Plasenta previa; Ibu hamil. AbstractThe number of maternal deaths in Indonesia was 4,627 in 2020. The number of maternal deaths increased by 4,197 to 8.92%. The most common causes of maternal death in Indonesia are bleeding and hypertension in pregnancy. The novelty of this study is due to analyzing the causal factors of placenta previa in pregnant women through the literature review method. The purpose of the study was to analyze the factors causing placenta previa in pregnant women. The literature review method uses strategies comprehensively, such as searching for articles in research journal databases, searching through the internet, reviewing articles with the keywords placenta previa and pregnant women. The database searches used include google scholar, Pubmed, Science Direct and libraries. The results found that there were 18 articles, but only 6 articles were used and described the risk factors associated with placenta previa in pregnant women. And other articles that were eliminated because they did not describe the risk factors associated with placenta previa in pregnant women. The conclusion of the factors causing placenta previa in pregnant women includes age, parity, history of cesarean delivery and distance of previous pregnancy.Keywords : Cause; Placenta previa; Expectant mothers.
PENINGKATAN KETRAMPILAN IBU HAMIL TENTANG DETEKSI DINI FAKTOR RISIKO KEHAMILAN MELALUI PEMBERDAYAAN KADER Endah Yulianingsih; Yusni Podungge; Hasnawatty Surya Porouw; Ismiwahyuni Latif; Astri Adestin Illimullah; Anggita Putri Laiya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11836

Abstract

Abstrak: Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih menjadi perhatian khusus pemerintah di Indonesia. Hal ini sangat terkait dengan situasi darurat pada ibu hamil dan ibu melahirkan. Dalam setiap kehamilan setiap ibu hamil dihadapi dengan adanya risiko terjadinya kematian, peningkatan derajat kesehatan ibu hamil selalu menjadi prioritas sampai pada masa persalinan. Upaya peningkatan derajat kesehatan ibu hamil yaitu dengan Adanya pendampingan ibu hamil oleh kader dalam sepanjang siklus kehidupan wanita. Kematian ibu disebebakan oleh beberapa faktor antara lain berasal dari kondisi kesehatan ibu, sumber daya kesehatan, sarana dan fasilitas pelayanan, social budaya masyaraat, ekonomi, pendidikan ibu. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang deteksi faktor risiko. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dan pendampingan yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Dungingi Kota Gorontalo. Sasaran mitra dalam kegiatan ini adalah kader kesehatan yang terdiri dari 5 kelurahan berjumlah 30 sasaran. Metode evaluasi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah menggunakan kuisioner pre dan post. Target capaian dalam kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang penanganan ketidkanyaman dan deteksi faktor risiko meningkat mencapai 100%.Abstract: Maternal Mortality Rate (MMR) which is still a special concern of the government in Indonesia. This is closely related to emergency situations in pregnant women and women giving birth. In every pregnancy every pregnant woman is faced with the risk of death, improving the health status of pregnant women is always a priority until the time of delivery. Efforts to improve the health status of pregnant women, namely by providing assistance to pregnant women by cadres throughout the life cycle of women. Maternal mortality is caused by several factors, including the condition of the mother's health, health resources, service facilities and services, social culture of the community, economy, mother's education. This community service activity is carried out with the aim of increasing the knowledge of pregnant women and their families about detection factors. The method used in this activity is training and mentoring carried out in the working area of the Dungingi Health Center, Gorontalo City. The target partners in this activity were health cadres consisting of 5 sub-districts with a total of 30 targets. The evaluation method used in this activity is using pre and post questionnaires. The target achieved in this activity is to increase the knowledge of pregnant women and their families about the handling of discomfort and to increase the detection factor to 100%. 
SOSIALISASI MEMELIHARA DAYA TAHAN TUBUH SERTA MEMBERIKAN KETENANGAN UNTUK MENJALANI KEHAMILAN MELALUI ANTENATAL YOGA DAN HYPNOPRENATAL PADA IBU HAMIL Hasnawatty Surya Porouw; Melisawati L. Amu; Selvi Mohamad; Rahman Suleman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.11909

Abstract

Abstrak: Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan masalah yang masih menjadi prioritas untuk diselesaikan di beberapa Negara, tak terkecuali Indonesia. Berbagai metodepun sudah mulai diterapkan guna mengatasi masalah ini. kegiatan ini dibuat bertujuan untuk sosialisasi terkait pentingnya memelihara daya tahan tubuh serta memberikan ketenangan untuk menjalani kehamilan melalui antenatal yoga dan hypnoprenatal pada ibu hamil.; dengan melakukan skrining peserta sebelum mengikuti kelas yoga dan hipnoprenatal. Metode pelaksanaan kegiatan dengan cara memberikan sosialisasi sebagai awal pemahaman ibu hamil tentang yoga dan hipnoprenatal; Kegiatan ini melibatkan mitra dari 2 Desa yaitu desa Sejahtera dan desa Ayula Selatan, dengan jumlah total ibu hamil sebnayak 10 orang. Kegiatan dievaluasi melalui pretest dan posttest terkait pengetahuan ibu hamil tentang yoga dan hypnoprenatal. Setelah kegiatan dilaksanakan, dan setelah dilakukan pre dan posttest diperoleh hasil bahwa pengetahuan ibu hamil tentang yoga dan hypnoprenatal mengalami peningkatan sebesar 100%, sehingga diharapkan dari hasil tersebut, dapat memberikan ketenangan bagi ibu hamil selama proses kehamilan.Abstract: Maternal Mortality Rate (MMR) is a problem that is still a priority to be resolved in several countries, including Indonesia. Various methods have been applied to overcome this problem. This activity was created with the aim of socializing the importance of maintaining endurance and providing peace to undergo pregnancy through antenatal yoga and hypnoprenatal for pregnant women; by screening participants before attending yoga and hypnoprenatal classes. The method of carrying out activities by providing socialization as an initial understanding of pregnant women about yoga and hypnoprenatal; This activity involved partners from 2 villages, namely Sejahtera Village and Ayula Selatan Village, with a total of 10 pregnant women. Activities were evaluated through pre-test and post-test related to pregnant women's knowledge about yoga and hypnoprenatal. After the activity was carried out, the result was that the knowledge of pregnant women about yoga and hypnoprenatal had increased by 100%, so it was hoped that these results could provide peace for pregnant women during the pregnancy process. 
Tempe Juice As An Alternative Treatment For Anemia In Adolescent Girls Yulianingsih, Endah; Porouw, Hasnawatty Surya; Podungge, Yusni; Igirisa, Yusni; Yanti, Febri Dwi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.233 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.756

Abstract

The highest prevalence of anemia is found in Southeast Asia, with an estimated 60% of children experiencing anemia. Young women are at a higher risk of developing anemia compared to boys. Anemia has a negative impact on adolescents which can cause physical growth, behavioral and emotional disorders. This study aims for this study to see the effect of tempeh spice juice on increasing hemoglobin levels in adolescent girls. The research design was quantitative pre-experiment using the One Group Pre Test-Post Test design. The research subjects were 30 young women who were included in the inclusion criteria. This study was tested using the statistical paired sample t-test, obtained sig 0.002 less than 0.005. The average hemoglobin level before being given tempeh spice juice was 13, 123 and the average hemoglobin level after being given tempeh spice juice was 13, 910. The results of this study have a significant effect on the presentation of tempeh spice juice on the hemoglobin levels of adolescent girls. The results of this study can be used as an alternative in an effort to reduce the prevalence of anemia, with naturally occurring preparations that make it more plausible for young women.