cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Ecogreen
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24079049     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ecogreen diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Isi jurnal terbuka untuk berbagai tulisan dari hasil penelitian dan catatan penelitian dari berbagai aspek yang terkait dengan bidang manajemen hutan, silvikultur, teknologi hasil hutan dan ilmu lingkungan. Jurnal ini diterbitkan dengan tujuan sebagai media komunikasi ilmiah para pemerhati dibidang kehutanan dan lingkungan, agar dapat diketahui, didiskusikan dan dimanfaatkan bersama
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2016)" : 7 Documents clear
POTENSI CADANGAN KARBON PADA HUTAN SUAKA MARGASATWA TANJUNG PEROPA DALAM IMPLEMENTASI INDC DAN INISIATIF MITIGASI LOKAL Sitti Marwah
Jurnal Ecogreen Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.693 KB)

Abstract

Hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa merupakan salah satu hutan konservasi di Provinsi Sulawesi Tenggara yang  ditetapkan sebagai tempat perlindungan satwa khas, dan merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropika dengan tipe vegetasi hutan non Dipterocarpaceae, hutan belukar, hutan pantai dan hutan bakau yang terdiri dari jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi.  Potensi cadangan C pada hutan suaka margasatwa sangat penting diketahui, sehingga pengukuran potensi C di atas permukaan tanah pada suaka margasatwa Tanjung Peropa dilakukan terhadap tingkat vegetasi pohon dan tiang melalui metode non desturuktif, dan tumbuhan bawah dilakukan dengan metode destruktif.  Selain itu, pengukuran nekromassa dan serasah dilakukan secara langsung.  Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan sampel pengamatan melalui plot-plot pengamatan berukuran 20 m x 20 m untuk tingkat vegetasi pohon dan nekromassa, 10 m x 10 m untuk tiang, dan 1 m x 1 m untuk tumbuhan bawah dan serasah.  Hasil pengukuran menunjukkan bahwa potensi cadangan C di atas permukaan tanah pada hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa adalah rata-rata sebesar 327.64 t ha-1 yang terdiri dari : tingkat pohon sebesar rata-rata 322.99 t ha-1, tumbuhan bawah 0.93 t ha-1, nekromassa 0.22  t ha-1, dan serasah 3.5 t ha-1.  Hasil pengukuran potensi cadangan C di atas permukaan tanah pada hutan suaka margasatwa Tanjung Peropa tersebut tergolong cukup tinggi, maka dengan mempertahankan kelestarian hutan suaka margasatwa yang tersebar di seluruh Indonesia dapat berperan sebagai penyerap C yang paling efisien dan memberikan kontribusi bagi pasokan udara bersih dan mengurangi dampak pemanasan global. Katakunci :  ekosistem, hutan suaka margasatwa, perubahan iklim, dan simpanan karbon
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT WANGI-WANGI DALAM PEMANFAATAN ZONA PASANG SURUT SECARA BERKELANJUTAN Sunarwan Asuhadi; Nur Arafah
Jurnal Ecogreen Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.699 KB)

Abstract

Sebagai aspek sosial daerah pesisir, pengetahuan lokal Masyarakat Wangi-Wangi mengenai penamaan area-area pasang surut dan pola pemanfaatannya dari waktu ke waktu perlu dikaji. Penelitian ini dilakukan dalam rangka menjawab bagaimana pengetahuan lokal masyarakat Wangi-Wangi mengklasifikasikan morfologi dasar perairan zona pasang surut, dan bagaimana pola pemanfaatannya. Penelitian dilakukan dengan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan untuk menemukan fakta dan mendeskripsikan morfologi dasar perairan zona pasang surut. Pemilihan responden untuk wawancara dilakukan dengan purposive sampling, teknik selanjutnya adalah dengan menggunakan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Wangi-Wangi memiliki kearifan lokal yang khas mengenai klasifikasi morfologi dasar perairan zona pasang surut dan pemanfaatannya. Dalam implementasinya ekoliterasi laut berbasis kearifan lokal tersebut dapat menjadi dasar untuk kepentingan rehabilitasi zona pasang surut dan rekonstruksi kelembagaannya. Dengan demikian, akan menjamin terlaksananya pemanfaatan zona pasang surut secara berkelanjutan. Kata kunci : Kearifan lokal, morfologi oseanik, zona pasang surut, Masyarakat Wangi-Wangi
ANALISIS KUALITAS AIR SUNGAI KONAWEHA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Umar Ode Hasani
Jurnal Ecogreen Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.505 KB)

Abstract

Perubahan penggunaan lahan dan bentang alam akan mengakibatkan pencemaran sungai yakni menurunnya kualitas air.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sungai Konaweha baik secara fisika (terkait dengan kadar pH, TSS, BOD, COD dan DO), sifat kimia (terkait dengan kadar NO3, Fe,dan  Cl), dan sifat biologi (terkait kadar Coli Form)  berdasarkan baku mutu kualitas air sungai (PP Nomor 82 Tahun 2001) dan menganalisis beban pencemaran yang masuk ke sungai menggunakan metode indeks pencemaran (KeMenLH  Nomor 115 Tahun 2003).  Hasil penelitian kualitas air sungai Konaweha menunjukkan bahwa : (1) Kadar BOD, COD, dan Coli Tinja  air air sungai yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan kategori kriteria mutu air berdasarkan PP. Nomor 82 Tahun 2001 masuk kategori cemar ringan berdasarkan análisis storet (KepMenLH Nomor 115 tahun 2003), dan (2) Keberadaan konsentrasi TDS, TSS, DO, NO3, Fe, Cl, dan Coli Form cenderung meningkat di dalam air walaupun berdasarkan criteria mutu air (PP. Nomor 82 Tahun 2001) masih berada dibawah nilai kisaran baku mutu air sehingga masuk kategori kelas I dan memenuhi baku mutu air berdasarkan análisis storet (KepMenLH Nomor 115 tahun 2003).
PEMANFAATAN KULIT BAKAU (Rhizophora mucronata) SEBAGAI BAHAN PENGAWET BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP SERANGAN KUMBANG BUBUK (Dinoderus minutus) Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Muhammad Khaeruddin
Jurnal Ecogreen Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.042 KB)

Abstract

Bambu merupakan salah satu sumber daya alam Non kayu yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia. Permasalahan yang sering ditemukan adalah bambu mudah terserang kumbang bubuk, dan untuk mengatasi kendala tersebut perlu perlakuan pengawetan agar umur pakai bambu bisa lebih lama.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai konsentrasi kulit bakau terhadap peningkatan retensi bahan pengawet bambu Betung dan daya tahan bambu dari serangan kumbang  bubuk.   Pengaplikasian bahan pengawet menggunakan metode perendaman panas dengan konsentrasi bahan pengawet 5%, 10% dan 15%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bahan pengawet ekstrak kulit Bakau memberikan pengaruh sangat nyata terhadap retensi dan penurunan berat.   Perlakuan pemberian konsentrasi 15% memberikan hasil yang terbaik pada peubah retensi, dan derajat kerusakan keawetan bambu Betung. Bagian pangkal bambu lebih rentan terhadap serangan kumbang bubuk dibandingkan dengan bagian tengah dan ujung bambu sehingga diperlukan konsentrasi bahan pengawet yang lebih tinggi. Kata kunci : Bambu Betung, pengawetan, ekstrak kulit Bakau, serangga bubuk.
PEMANFAATAN BORAKS UNTUK PENGAWETAN BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper Backer) TERHADAP SERANGAN RAYAP TANAH (Captotermes curvignathus) Nurnaningsih Hamzah; Niken Pujirahayu; Sitti Raslam Tama
Jurnal Ecogreen Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.221 KB)

Abstract

The aim of the research was to examine the use of borax for preservation on Dendrocalamus asper from termite attack (Captotermes curvignathus) so as to improve the quality of bamboo betung.  The research scheme applied completely randomized design.  Variables were observed in this study is the water content, retention of borax, and weight loss.  Result showed that average moisture content of the bamboo betung is 7,525%, the highest retention at a concentration of 1%, and the lowest weight loss at a concentration of 1%. Keywords: Bamboo betung, borax, retentions
SEBARAN STOK KARBON VEGETASI MANGROVE DI WILAYAH PESISIR KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN MELALUI ANALISIS BACKSCATTER CITRA SATELIT RADAR ALOS PALSAR L-BAND Zulkarnain Zulkarnain; Sitti Marwah; Lia Sartika
Jurnal Ecogreen Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.023 KB)

Abstract

This study has been carried out to know  the carbon stock distribution of Mangrove, to validate ALOS PALSAR backscattering coefficient with aboveground biomass (AGB)  and to know the best polarization to estimate mangrove  carbon stock distribution  at Coastal zone of Lainea District of South Konawe. This study was conducted from December 2015 to June 2016 at coastal zone of Lainea sub district of  South Konawe. Above ground biomass was estimate by allometric equation and ALOS PALSAR Dual Polarization HH-HV analysis. The relationship between  two variables then analyzed mathematically by regression to see how strong the relationship between two variables. The criteria used by coefficient of determination R2 and Root Mean Square Error (RMSE). The result of total carbon stock in sample plot  is 71,97 ton ha-1 with  total biomass  is 153.13 ton ha-1. For determination, coefficient HV is higher than HH with coefficient of determination R2  is 84% and for RMSE value HV is lower than HH with 1,38 than 2,01. So, for mapping carbon stock distribution worth using HV backscatter polarization. Map of carbon stocks distribution classified by three class distribution are 0-25 ton ha-1 for low carbon stock marked by blue color, 26-50 ton ha-1 for medium carbon marked by yellow color and 51-75 ton ha-1 for high carbon marked by red color.  Based on the value of R2 and RMSE, we conclude that the utilizing of ALOS PALSAR HV with equation y= 0.254HV - 18.93  polarization satellite imagery worthy used for estimating and mapping of carbon stock distribution of mangrove forest in Lainea Sub District, South Konawe Keywords : ALOS PALSAR, Mangrove Forests, Carbon Stock, Validation
KEANEKARAGAMAN VEGETASI PADA HUTAN RIPARIAN DI TAMAN NASIONAL RAWA AOPA WATUMOHAI Albasri Albasri; Faisal Danu Tuheteru; Aldi Darmawan
Jurnal Ecogreen Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.816 KB)

Abstract

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) memiliki empat tipe ekosistem yakni ekosistem savana, mangrove, rawa, dan ekosistem dataran rendah. Ekosistem savana yang dilalui aliran sungai dijumpai vegetasi yang tumbuh disekitar tepian sungai. Vegetasi yang dimaksud adalah vegetasi hutan riparian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman vegetasi pada hutan riparian di ekosistem savana TNRAW.  Metode penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan menggunakan metode garis berpetak dan arah rintisan mengikuti bibir sungai. Jumlah plot yang dibuat sebanyak 35 plot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jenis vegetasi pada tingkatan pohon, tiang, dan pancang masing-masing 7, 8, dan 8 jenis dengan jumlah individu sebanyak 51, 40, dan 47 individu. Kekayaan jenis vegetasi di hutan riparian TNRAW berjumlah 11 jenis dari 11 marga dan 9 famili. Famili Rubiaceae merupakan famili dengan jumlah jenis terbanyak dan jenis Lonkida (Nauclea orientalis) merupakan jenis yang umum ditemukan di lokasi penelitian dengan jumlah keseluruhan 40 individu/ha. Keanekaragaman vegetasi di hutan riparian tergolong sedang. Kata Kunci : Ekosistem Savana TNRAW,  Hutan Riparian, Keanekaragaman Vegetasi

Page 1 of 1 | Total Record : 7