cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Ecogreen
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24079049     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ecogreen diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Isi jurnal terbuka untuk berbagai tulisan dari hasil penelitian dan catatan penelitian dari berbagai aspek yang terkait dengan bidang manajemen hutan, silvikultur, teknologi hasil hutan dan ilmu lingkungan. Jurnal ini diterbitkan dengan tujuan sebagai media komunikasi ilmiah para pemerhati dibidang kehutanan dan lingkungan, agar dapat diketahui, didiskusikan dan dimanfaatkan bersama
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
ANALISIS DAYA TAMPUNG BEBAN PENCEMARAN DETERJEN AIR SUNGAI SANUA KELURAHAN SANUA KECAMATAN KENDARI BARAT La Ode Siwi; La Ode Midi; La Ode Muhammad Erif; Inka Dwiyanti
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Water is part of the environment has an important function for human life and other living things. The level of water pollution has increased significantly followed by an increase in population. Water pollution is caused by several things, one of which is detergent waste. This study aims to determine the concentration of detergents as well as the load capacity of sanua river water detergent pollutants, in Sanua Village, West Kendari District, Kendari City.The results showed that the type of detergent used by the public was powder detergent which contained LAS (Linear Alkylbenzene Sulfonate) compounds. Detergent concentration analysis results showed that, detergent concentration in February, station 1 was 0.067µg l -1, station 2 was 0.106µg l-1, station 3 was 0.117µg l-1, station 4 was 0.129µg-1, station 5 was 0.112 μg-1 and station 6 were 0.109 μg l-1. Whereas in March station 1 was 0.128µg-1, station 2 was 0.496µg l -1, station 3 was 0.139µg l-1, station 4 was 0.107µgl-1, station 5 was 0.265µg l-1 and station 6 was 0.149µg l-1 1 The average concentration of the pollution load capacity of detergents is 0.106 µg-1 in February and 0.215 µg l-1 in March, this value is far from the quality standard stipulated by PP. No. 82 of 2001, where the quality standard is 200 µg l-1 for grades 1-3.
ANALISIS KONSENTRASI DAN DEBIT SEDIMEN MELAYANG DI HILIR SUNGAI WANGGU KELURAHAN LALOLARA KOTA KENDARI Laode Sabaruddin; La Baco Sudia; Hariani Hariani
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to know the value of the concentration of sediment floating downstream of the Wanggu watershed. This research was conducted in Lower Wanggu River Kendari City, from Juli to Agustus 2019, this research was conducted in two stages, namely data collection in the field and laboratory tests. Retrieving data in the field in the form of river width, river depth, flow velocity and floating sediment samples. Research location at 2 observation stations, namely station I (deflection) and station I (Straight). Tests in labolatorum to get the sediment concentration values floating. The value of the floating sediment concentration is used to get sediment discharge drifting the river. The results of the research that has been done obtained the average concentration value at station I (deflection) the left part is 29,00 mg l-1, middle 30,67 mg l-1 and the right part of the river is 24,33 mg l-1, station II (straight), which is the left part of 25,67 mg l-1, the middle part is 21,67 33 mg l-1 and the right part is 27,00 33 mg l-1. The average discharge of sediment floated at station I left side 3,38x10-4 g day-1, middle 4,62x10-4 g day-1, and right side 2,77x10-4 g day-1. While at station II the left part is 3,76x10-4 g day-1, the middle part is 2,96x10-4 g day-1, and the right part is 3,19x10-4 g day-1.
ANALISIS PENCEMARAN AIR SUNGAI JOMPI KABUPATEN MUNA SEBAGAI SUMBER AIR BAKU PDAM KOTA RAHA Laode Sabaruddin; La Ode Midi; Isne Walsukni
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the Water Pollution Index of the Jompi River in Muna Regency as Raw Water for PDAM Kota Raha. This research was carried out in April to May 2018, using the Pollution Index Analysis method carried out with reference to the Regulation of the Minister of Environment No. 115 of 2003 concerning Guidelines on the Status of Water Quality. with physical parameters (odor, color, turbidity, taste, dissolved solids (TDS) and suspended solids (TSS)), organic chemical parameters (oil and fat, surfactants / detergents), biological parameters (total Coliform and number of Escherichia coli) . Still in the classification meets quality standards. While the average percentage of the River Jompi Pollution Index has a classification of ≤1, which means that the River Jompi is still in good condition.
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) PUUWATU KOTA KENDARI La Ode Siwi; Weka Gusmiarty Abdullah; Nurul Fadilla Ali
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mengatasi masalah persampahan di Kota Kendari, Pemerintah Kota melakukan pengelolaan sampah yang dilakukan di tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu. Pengelolaan sampah yang ada saat ini tidak dapat mengurangi volume sampah yang tiap tahunnya terus meningkat. Jika pengelolaan sampah tidak ditingkatkan dikhawatirkan akan memberi dampak negatif yang besar yang akan terasa bagi lingkungan, masyarakat dan TPA yang semakin penuh tiap tahunnya. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat sekitar bersedia untuk ikut berpartisipasi melalui kesediaan membayar agar pengelolaan sampah terpadu dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesediaan membayar masyarakat terhadap keberadaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu Kota Kendari. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan masyarakat di sekitar TPA Puuwatu yang berjumlah 130 KK (Kepala Keluarga) dengan jumlah sampel yaitu 57 KK. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan metode simple random sampling. Analisis data yang digunakan yaitu analisis Willingness to Pay metode Contingen Valuation Method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden tidak bersedia membayar dan 35 responden menyatakan bersedia membayar. Nilai rata-rata WTP adalah Rp 73.142,86. Variabel yang mempengaruhi kesediaan membayar masyarakat adalah tingkat pendapatan dan banyaknya jumlah tanggungan. Keberadaan TPA Puuwatu memberikan manfaat kepada masyarakat seperti tempat tinggal yang telah disediakan oleh pemerintah, sumber listrik dan juga menjadi sumber penghasilan
TINGKAT KERENTANAN PENGHIDUPAN RUMAH TANGGA NELAYAN BAJAU AKIBAT VARIABILITAS IKLIM DI PULAU SAPONDA KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE Aminuddin Mane Kandari; Amar Ma’ruf; Ovan Eka Prasetia
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan penghidupan rumah tangga nelayan Bajau akibat variabilitas iklim di Pulau Saponda Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Penelitian ini dilaksanakan pada April hingga Juni 2019 dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat pada level rumah tangga di kelurahan di Pulau Saponda meyakini bahwa variabilitas iklim telah terjadi, baik di tempat mereka bermukim maupun di wilayah di mana mereka biasanya mencari ikan. Selain itu, warga juga merasakan akibat dari variabilitas iklim dimaksud pada hasil tangkapan laut. Selain itu, masyarakat Bajau merasakan beberapa gejala perubahan suhu, kelembaban dan curah hujan yang tidak menentu maupun pada kejadian bencana gelombang tinggi dan angin kencang. Bencana seperti ini berimplikasi pada kerentanan penghidupan rumah tangga mereka. Berdasarkan penghitungan dengan menggunakan metode LVI-IPCC, skor tingkat kerentanan penghidupan nelayan Bajau di Pulau Saponda adalah 0,109 atau termasuk pada tingkat yang tinggi. Beberapa hal yang mempengaruhinya antara lain tingginya tingkat keterpaparan 0,711 dan sensitivitas 0,508 nelayan tersebut terhadap dampak variabilitas iklim yang tidak dibarengi dengan kapasitas adaptasi yang lebih baik 0,496.

Page 1 of 1 | Total Record : 5