cover
Contact Name
Indrawirawan
Contact Email
indrawirawan@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bnmt@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, 90245, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14114577     EISSN : 29857694     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak merupakan open peer reviewed journal menerbitkan artikel ilmiah dengan fokus pada bidang nutrisi dan makanan ternak dengan cakupan (focus and scope), diantaranya: Nutrisi Ruminansia Kimia Pakan Tanaman Pakan dan Pastura Nutrisi Non-Ruminansia Teknologi dan Industri Pakan Valorisasi Pakan dan Limbah
Articles 109 Documents
EFEKTIFITAS ANTIMIKROBA PADA JUMLAH JAMUR DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP KUALITAS KOKON ULAT SUTERA . Jamila; Jasmal Ahmari Syamsu; . Syatrawati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 10 No. 1 (2014)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.406 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v10i1.911

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efektivitas antimikroba terhadap jumlah jamur dan kualitas kokon ulat sutera. Penelitian ini menggunakan ulat sutera (Bombyx mori) jenis perhutani dan strain china. Menggunakan garam, kalsium propionat dan kalium sorbat sebagai antimikroba sebanyak 2 gram/100 gram berat kering yang ditambahkan dalam pakan buatan uat sutera. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan antimikroba berpengaruh nyata terhadap total kontaminasi jamur pakan buatan ulat sutera. Penambahan garam pada pakan buatan ulat sutera merupakan yang terbaik dalam menghambat pertumbuhan jamur bila dibandingkan dengan kalsium propionat dan kalium sorbat. Sedangkan kualitas kokon yang terbaik setelah mengkonsumsi pakan buatan yang mengandung antimikroba adalah jenis uat sutera dari Perum-Perhutani dibanding strain China. Kata Kunci: Antimikroba, Pakan Buatan, Bombyx mori, kokon, Jamur
PENGARUH PUPUK ORGANIK DAN UMUR DEFOLIASI TERHADAP BEBERAPA ZAT GIZI SILASE RUMPUT GAJAH (Pennisetum purpureum) Syamsuddin Nompo
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.908 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v9i1.844

Abstract

Suatu penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik dan umur defoliasi terhadap beberapa zat gizi silase rumput gajah (Pennisetum purpureum). Penelitian ini menggunakan rumput gajah, pupuk kompos, dan pupuk organik cair. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap pola factorial 3 x 3 dengan 3 kali ulangan, sebagai faktor pertama adalah pemupukan: A1 (tanpa pemupukan), A2 (pemupukan dengan kompos) dan A3 (pemupukan dengan pupuk cair), sedangkan faktor kedua adalah umur defoliasi: B1 (umur defoliasi 30 hari), B2 (umur defoliasi 45 hari) dan B3 (umur defoliasi 60 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan protein kasar silase rumput gajah pada umur defoliasi 30 hari lebih tinggi daripada perlakuan umur defoliasi 45 hari dan 60 hari. Sedangkan kandungan serat kasar teritnggi diperoleh pada umur defoliasi 60 hari. Defoliasi rumput gajah pada umur 45 hari dan diberi pupuk kompos dapat meningkatkan kandungan lemak kasar dan BETN silase rumput gajah.
Pengaruh Pengunjung Terhadap Tingkah Laku dan Konsumsi Makan Rusa Totol (Axis-axis) Pada Penangkaran Rusa Totol di Fakultas Peternakan Unhas Agil Suharto; Anie Asriany; Ismartoyo Ismartoyo
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 13 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.237 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v13i1.8193

Abstract

Rusa totol ( axis – axis ) merupakan salah satu spesies yang tinggal di daerah tropis yang disebut Indian Deerpopulasinya sebanyak di temukan di luar habitat aslinya, khusus di penangkaran, Rusa dapat menjadi daya tarik pengunjung di penangkaran, karena penampilannya yang menarik. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni sampai juli 2019. Di penangkaran rusa Fakultas Peternakan Unhas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengunjung terhadap  pemberian pakan oleh pengunjung terhadap konsumsi makan dan tingkah laku rusa. Metode pengumpulan data melalui pengamatan langsung di lapangan ( observasi survey ) dengan metode Time Sampling dilakukan terhadap rusa yang berada di penangkaran, wawancara dengan pengunjung serta studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan yang diberikan oleh pengunjung meliputi kangkung, wortel, sawi.  rumput lapangan, hal ini tidak berpengaruh terhadap tingkah laku dan konsumsi makan rusa, akan tetapi memberikan perubahan pada tingkah laku dan konsumsi makan yang meningkat.
KEARIFAN LOKAL DALAM PEMELIHARAAN KERBAU LOKAL DI DESA RANDAN BATU KABUPATEN TANA TORAJA Anie Asriany
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.005 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1316

Abstract

Sistem pemeliharaan kerbau di Kecamatan Makale  pada umumnya adalah sistem pemeliharaan dengan cara dikandangkan dan digembalakan secara tradsional. yangterdapat di Desa Randan Batu.   Penarikan   sampel (informan kunci) dilakukan  secara sengaja   (purposive sampling)  yang   terdiri dari peternak, ketua kelompok ternak, tokoh adat, tokoh masyarakat, Kepala Desa dan pegawai  Dinas  Peternakan Kabupaten Tana Toraja. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif kualitatif yang melalui beberapa tahapan, dimulai dari pengamatan, identifikasi serta pemaknaan data.  Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: 1) Nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya beternak  antara lain :  mengolah  kotoran kerbau menjadi pupuk kandang, bahan api unggun dari bahan organik, makanan ternak bebas pestisida, mengembala berjalan kaki dan bergiliran serta adanya pertemuan secara rutin kelompok/masyarakat dan kegiatan gotong-royong 2) meminimalkan penggunaan sumber daya alam, mengurangi dampak pencemaran dan penurunan kualitas lingkungan hidup, menjaga keseimbangan ekosistem, menjamin pemenuhan kebutuhan pakan dan kesehatan ternak, memberikan manfaat/keuntungan secara ekonomi, dapat menyediakan lapangan kerja dan pendapatan yang memadai bagi peternak, meningkatkan taraf hidup masyarakat, serta menjaga kekerabatan dan hubungan sosial-kemasyarakatan.  
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK UREA DAN UMUR PANEN TERHADAP PRODUKSI HIJUAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor (L.) Moench) Ardian Saputra; Budiman Nohong; . Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.341 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v14i1.10581

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh umur panen dan level pemberian pupuk urea terhadap produksi hijauan sorgum manis. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 3 dan tiga kali ulangan. Faktor pertama terdiri atas umur panen, yaitu 35 hari setelah tanam (35 HST) dan 55 hari setelah tanaman (55 HST).  Faktor kedua adalah level pupuk urea, yaitu 0 kg urea/ha (0 g urea/polybag), 150 kg urea/ha (0,75 g urea/polybag) dan 250 kg urea/ha (1,25 g urea/olybag). Setiap unit perlakuan diberi pupuk dasar bokashi masing-masing 300 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen dan level pemberian pupuk urea berengaruh terhadap produksi hijauan segar dan bahan kering sorgum manis. Tidak ada interaksi antara tingkat pemupukan dengan umur panen.  Produksi hijauan segar dan bahan kering sorgum manis lebih tinggi ada umur panen 55 hari dan pada level pemberian pupuk 250 kg urea/ha (1,25 g urea/olybag). 
METODE KONSERVASI TANAH DENGAN CARA STRIP RUMPUT (GRASS STRIP) Muhammad Yusuf
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.911 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v14i1.10582

Abstract

Konservasi tanah pada lahan kering merupakan upaya meningkatkan fungsi lahan untuk berproduksi, sehingga potensinya dapat dioptimalkan sebagai sumber pendapatan. Lahan kering marginal yang berstatus kritis dicirikan oleh solum tanah yang dangkal, kemiringan lereng, tingkat erosi, kandungan bahan organik sangat rendah. Menurunnya kualitas tanah  disebabkan dua faktor utama yakni faktor faktor pertama adalah faktor alamiah yang terdiri dari iklim,  topografi, kemiringan lereng, vegetasi dan tanah.  Faktor ke dua adalah ulah manusia seperti kesalahan  dalam pengelolaan  lahan. Dalam upaya mengatasi degradasi tanah  untuk memperoleh lahan yang ideal dalam usaha pertanian, maka tindakan yang harus ditempuh dengan cara vegetatif. Cara vegetatif antara lain penanaman menurut kontur seperti strip rumput. Metode koservasi tanah secara vegetatif dengn strip rumput dapat mengurangi kehilangan unsur hara tanah melalui erosi, menahan aliran permukaan dan juga menghasilkan hijauan untuk ternak 
PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN PUPUK BOKASHI TERHADAP PRODUKSI HIJAUAN SORGUM MANIS (Sorghum bicolor [L.] Moench) . Risna; Budiman Nohong; . Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.727 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v14i1.10577

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh  level pemberian pupuk bokashi  terhadap produksi hijauan sorgum manis. Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan dan empat kali ulangan.Perlakuan yang diberikan sebagai berikut : T0 : Kontrol (tanpa pupuk);   T1 : Pupuk Bokashi 60 ton/ ha setara dengan 300 g/polybag;   T2 : Pupuk Bokashi 100 ton/ ha setara dengan 500 g/polybag;  T3 : Pupuk Bokashi 140ton/ha setara dengan 700 g/ polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi hijauan segar dan bahan kering pada tanaman sorgum manis. Uji Duncan menunjukkan bahwa produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan  T1 nyata (P<0,05) lebih tinggi dibanding dengan produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan T0 (kontrol). Produksi hijauan  segar dan bahan kering pada perlakuan T2 dan T3 sangat nyata (P<0,01) lebih tinggi dibanding dengan produksi hijauan segar dan bahan kering pada perlakuan T0 (kontrol). Sedangkan produksi hijauan segar dan bahan kering pada perlakuan T2 dan T3 tidak berbeda nyata (P>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian dosis pupuk bokashi  sampai level 100 ton/ha (500 g/polybag ) meningkatkan produksi bahan segar dan bahan kering sorgum manis.
KONSUMSI PAKAN, KONVERSI PAKAN DAN PRODUKSI TELUR AYAM ARAB YANG DITAMBAHKAN TEPUNG DAUN MURBEI PADA PAKAN . Amiruddin; Laily Agustina; Jamilah jamilah
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.914 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v14i1.10583

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh pemberian tepung daun murbei dalam pakan terhadap konsumsi pakan, konversi pakan dan produksi telur ayam arab. Ayam arab yang digunakan sebanyak 48 ekor dengan umur 10 bulan produksi CV kuda hitam perkasa Kediri. Komposisi pakan terdiri dari: tepung daun murbei, jagung kuning, dedak padi, tepung ikan, bungkil kelapa, bungkil kedelai, mineral, tepung bulu dan minyak nabati. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan program SPSS versi 16. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) (Gaspersz, 1991) yang terdiri dari 4 perlakuan 6 ulangan, perlakuannya yaitu R1 (5% tepung daun murbei), R2 (7,5% tepung daun murbei), R3 (10% tepung daun murbei) dan R4 (12,5% tepung daun murbei), tiap perlakuan ditambahkan ramuan herbal 2,5 ml/liter air minum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung daun murbei dengan berbagai level berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi pakan dan tidak berpengaruh pada konversi pakan dan produksi telur. Rata-rata konsumsi pakan yang dihasilkan berkisar antara 107,08-109,74 g/ekor/hari sedangkan rata-rata konversi pakan yang dihasilkan berkisar 2,50-2,59 sementara rata-rata produksi telur yang di peroleh berkisar 14,68-16,46%. Disimpulkan bahwa tepung daun murbei dapat di tambahkan pada pakan ayam arab sampai level 12,5%.
PENGGUNAAN UMBI TALAS SEBAGAI BAHAN ADDITIVE TERHADAP BEBERAPA UNSUR KIMIA SILASE RUMPUT GAJAH MINI syamsuddin Nompo; . Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.528 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v14i1.10579

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh umbi talas sebagai bahan additive terhadap beberapa unsur kimia silase rumput gajah mini. Penelitian ini menggunakan rumput gajah mini dan tepung umbi talas sebagai zat additive. Penelitian disusun berdasarkan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) sebanyak 16 unit percobaan, yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari : T0 = Rumput gajah mini tanpa tepung umbi talas (control); T1 = Rumput gajah mini + 6% tepung umbi talas jepang; T2 = Rumput gajah mini + 6% tepung umbi talas bogor; dan T3 = Rumput gajah mini + 6% tepung umbi talas sutra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tepung umbi talas berpengaruh nyata ( P<0,05 ) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan ADF tapi  tidak berpengaruh nyata ( P>0,05 ) terhadap kandungan NDF silase rumput gajah mini. Kesimpulan bahwa kandungan protein kasar silase rumput gajah mini yang menggunakan tepung umbi talas lebih tinggi daripada silase tanpa tepung umbi talas. Kandungan serat kasar pada perlakuan tanpa tepung umbi talas lebih tinggi dibanding silase yang menggunakan tepung umbi talas. Kandungan NDF dan ADF silase dari rumput gajah mini yang menggunakan tepung umbi talas lebih rendah dibanding silase tanpa tepung umbi talas. Silase yang menggunakan tepung umbi talas sutra lebih baik daripada perlakuan lainnya.
PENGARUH SKARIFIKASI BIJI DENGAN PERLAKUAN AIR PANAS, MEKANIK DAN ASAM TERHADAP KEMUNCULAN BIBIT DAN PERTUMBUHAN AWAL LAMTORO (Leucaena leucocephala) Muhammad Rusdy
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 14 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.686 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v14i1.10578

Abstract

Pengaruh skarifikasi dengan air panas, mekanik dan asam terhadap kemunculan bibit dan pertumbuhan awal lamtoro (Leucaena leucocephala) diteliti. Hasil berbagai metoda skarifikasi biji  menunjukkan bahwa semua metoda skarifikasi yang digunakan memperbaiki kemunculan dan pertumbuhan awal  Lamtoro. Perendaman biji di dalam asam sulfat selama 20 dan 24 menit menghasilkan persentase kemunculan bibit, tinggi tanaman, jumlah daun, biomassa bahan kering tertinggi dan indeks kemunculan bibit terendah, disusul dengan skarifikasi mekanik dengan pemotongan biji pada bagian mikropil dan perlakuan air panas temperatur 80o C selama dua menit. Kemunculan bibit dan pertumbuhan awal Lamtoro terendah diperoleh pada kontrol. Dapat disimpulkan bahwa skarifikasi biji dibutuhkan untuk memperbaiki kemunculan dan pertumbuhan awal bibit Lamtoro dengan skarifikasi asam merupakan metode terbaik, walaupun dari sudut pandang petani, karena kesulitan penanganan dan biaya yan tinggi mungkin bukan merupakan metode terbaik. 

Page 7 of 11 | Total Record : 109