cover
Contact Name
Indrawirawan
Contact Email
indrawirawan@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bnmt@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, 90245, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14114577     EISSN : 29857694     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak merupakan open peer reviewed journal menerbitkan artikel ilmiah dengan fokus pada bidang nutrisi dan makanan ternak dengan cakupan (focus and scope), diantaranya: Nutrisi Ruminansia Kimia Pakan Tanaman Pakan dan Pastura Nutrisi Non-Ruminansia Teknologi dan Industri Pakan Valorisasi Pakan dan Limbah
Articles 109 Documents
Halaman Judul dan Daftar Isi . .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.752 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v14i2.12554

Abstract

.
Halaman Judul dan Daftar Isi
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.721 KB)

Abstract

.
Pengaruh Pemberian Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelor Selama Di Pembibitan Budiman Nohong; Nurjaya Nurjaya
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.107 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v15i1.14462

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan bagian-bagian tanaman dan produksi bahan segar tanaman kelor selama di pembibitan. Percobaan disusun dalam rancangan acak lengkap yang terdiri atas empat perlakuan pemupukan NPK dan empat kali ulangan. Dosis pemupukan NPK adalah : P0 = 0 gNPK/polybag (kontrol), P1 = 2 gNPK/polybag, P2 = 3 gNPK/polybag, P3 = 4 gNPK/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NPK memberi pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah tangkai daun pertanaman, berat batang, berat daun, berat bonggol dan akar serta berat biomassa tanaman. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk NPK dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kelor. Pemberian pupuk NPK dengan dosis 3 gNPK/polybag meningkatkan pertumbuhan bagian-bagian morfologi tanaman dan produksi biomassa tanaman kelor selama di pembibitan.
Uji Daya Hambat Antibakteri Black Garlic Sebagai Alternatif Feed Additive Pada Pakan Unggas Riskha Sri Wahyuni Haris; A. Mujnisa; . Jamilah
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.45 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v15i1.14463

Abstract

Black garlic memiliki kandungan zat bioaktif yang mampu berperan sebagai antibakteri sehingga dapat dimanfaatkan sebagai feed additive. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya hambat antibakteri Black garlic terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode penelitian RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, dengan perlakuan yaitu: P0 = Pakan Kontrol (tanpa black garlic), P1 = Pakan + Pasta Black garlic 1%, P2 = Pakan + Pasta Black garlic 2,5% dan P3 = Pakan + Pasta Black garlic 4%. Hasil penelitian daya hambat antibakteri Black Garlic pada pakan terhadap bakteri Escherichia coli. menunjukkan adanya perbedaan yang nyata (P<0,05) antara P1 dan P2. Sedangkan perlakuan P2 tidak berbeda nyata terhadap perlakuan P3, hal ini disebabkan karena adanya zat bakteriostatik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan agensi mikrobiostatik yang merupakan zat yang menyebabkan terhambatnya pertumbuhan mikroba. Daya hambat antibakteri Black Garlic pada pakan terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang nyata (P<0,05) antara P1 dan P2. Sedangkan perlakuan P2 tidak berbeda nyata terhadap perlakuan P3, hal ini disebabkan dikarenakan adanya zat bioaktif yang terkandung dalam black garlic yang berperan sebagai antibakteri. Kesimpulan dari penelitian ini penggunaan black garlic pada pakan sebagai feed additive mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus secara maksimal pada perlakuan P3 dengan konsentrasi 4%.
Kandungan NDF Dan ADF Silase Pakan Komplit Yang Berbahan Dasar Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Dengan Lama Fermentasi Berbeda Muh. Armin; jamila Mustabi; Anie Asriany
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.718 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v15i1.14464

Abstract

Eceng gondok adalah tanaman yang mengandung selulosa tinggi dengan populasinya yang begitu melimpah. Kandungan eceng gondok yaitu 60% selulosa, 8% hemiselulosa dan 17% lignin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan NDF dan ADF silase pakan komplit berbahan dasar eceng gondok dengan lama fermentasi berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuandan 4 ulangan. Perlakuan P0 (lama fermentasi 0 hari), P1 (lama fermentasi 10 hari), P2 (lama fermentasi 20 hari) dan P3 (lama fermentasi 30 hari). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa lama fermentasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan NDF dan ADF silase pakan komplit. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa Lama fermentasi yang terbaik pada pembuatan silase pakan komplit berbahan dasar eceng gondok adalah 20 hari, dengan memiliki kandungan NDF dan ADF yang terndah dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Input Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Pada Lahan Marginal . Muizzuddin; Budiman Nohong; . Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.212 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v15i1.14468

Abstract

Pertumbuhan dan produktivitas rumput gajah mini dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk. Pemupukan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah utamanya pada lahan kering-kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini yang diberikan pupuk phonska dengan dosis yang berbeda pada lahan marginal. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan yaitu T0: Tanpa pupuk Phonska, T1 : Pupuk Phonska 500 kg/ha = 2,5 g/Polybag (setara dengan 0,375 N/Polybag, 0,375 P2O5/Polybag, 0,375 K2O/Polybag, 0,25 S/Polybag), T2 : Pupuk Phonska 600 kg/ha = 3 g/Polybag (setara dengan 0,45 N/Polybag, 0,45 P2O5/Polybag, 0,45 K2O/Polybag, 0,25 S/Polybag) dan T3 : Pupuk Phonska 700 kg/ha = 3.5 g/Polybag (setara dengan 0,525 N/Polybag, 0,525 P2O5/Polybag, 0,525 K2O/Polybag, 0,35 S/Polybag). Pemberian pupuk phonska memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah anakan (batang/polybag) dan produksi bahan kering(g/polybag). Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan T2 yang diikuti T3, jumlah anakan tertinggi terdapat pada perlakuan T3 dan produksi bahan kering tertinggi terdapat pada perlakuan T3 sebesar 65,45 gram. Pemberian pupuk Phonska dengan level T3 dengan pemberian 700 kg/ha dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi rumput gajah mini.
Kajian Kandungan Nutrisi Fermentasi Isi Rumen Kering Dengan Effective Microorganisms-4 Nancy Lahay
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.116 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v15i1.14469

Abstract

Ketersediaan pakan dari segi kualitas dan kuantitas maupun kontinuitas sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu usaha peternakan karena pakan merupakn input produksi yang terbesar. Isi Rumen Sapi merupakan limbah dari Rumah Potong Hewan yang masih mengandung saliva, mikroba anaerob, selullosa, hemisellulosa, protein , lemak dan karbohidrat, mineral dan vitamin yang belum dicerna dengan sempurna dalam rumen sapi. Penelitian tentang isi rumen kering yang difermentasi dengan effective microorganism-4 (EM-4) telah dilakukan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh pemberian EM-4 terhadap daya cerna in vitro bahan kering dan bahan organic serta kandungan protein kasar dan serat kasar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan. dengan persentase pemberian EM-4 yaitu 0 cc/ liter air, 1 cc/ liter air, 3 cc/ liter air, 4 cc/ liter air dan 5 cc/ liter air. Hasil analisa menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (p<0.01) terhadap dayacerna in vitro bahan kering ,bahan organic serta kandungan protein kasar dan serat kasar isi rumen sapi. Rataan kandungan protein kasar isi rumen sapi yang telah difermentasu dengan EM-4 adalah 0 cc = 7,05%; 1 cc = 8,28%; 2 cc = 8,02%, 3 cc = 8,29%; 4 cc = 8,15%; dan 5 cc = 8,28%, sedangkan untuk serat kasar dari 0 cc, 1 cc, 2 cc, 3 cc, 4 cc da 5 cc masing-masing 35,16%; 27,48%; 27,15%; 28,02%; 29,29%; dan 30,68%. Hasil penelitian disimpulkan bahwa fermentasi isi rumen sapi dengan EM-4 dapat meningkatkan dayacerna invitro bahan kering , bahan organic pada konsentarsi 2 cc sedangkan peningkatan kandungan protein kasar dan penurunan kandungan serat kasar isi rumen, pada pemberian EM-4 sebanyak 3 cc/ liter air.
PENGARUH PENGGUNAAN PAKAN TOTAL MIXED RATION TERHADAP KONSUMSI DAN NILAI EKONOMIS PAKAN PADA SAPI PERAH: The Effect of Total Mixed Ration Feeding on The Consumption and Economic Value of Feed in Dairy Cows Bima Kusuma; Usman Ali; umi kalsum
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.91 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v15i2.19459

Abstract

The study aims to analyze the effect of Total Mixed Ration feeding on the consumption and economic value of feed in dairy cows. This research material is 9 PFH lactation dairy cows that an average milk production of 10 liters /head/day. Concentrate feed and forage of maize stover, as well as supporting tools such as cash machines, test tubes, and lactoscan. This study uses Complete Randomized Design (CRD) covering 3 feed treatments of concentrate used in feed Total Mixed Ration(TMR), P1 = concentrate 20% of the needs of DM feed, P2 = concentrate 30% of the needs of DM feed, and P3 = concentrate 40% of the needs of DM feed-in TMR feed, Variety analysis continued SRD test. The results showed that the uses of concentrates in TMR feed had an unreal effect (P>0.05) on dry material consumption (DMC) and organic matter consumption (OMC) with an average DMC (kg/head/day) at P1 = 11,553, P2 = 12,627, P3 = 12,760. Organic Material Consumption (kg/head/day) at P1 = 8,887, P2 = 10,467, and P3 = 10,833. However, has a significant effect (P<0.05) on the economic value of feed. It can be concluded that the greater level of concentrate use in TMR feed has no effect on DMC and OMC and decrease the economic value of feed. The level of concentrate used of 40% resulted in the highest DMC value as big as 12,760 kg/head/day, and the highest OMC value of 10,833 kg/head/day, and the lowest economic value at Rp 21,412.67.
KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR SILASE PAKAN KOMPLIT BERBAHAN DASAR ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) PADA LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA: Crude Protein and Crude Fiber Content Silage Complete Feed Based Hyacinth (Eichornia Crassipes) as Main Material With Different Fermented Period wahyani wahyani; jamila Mustabi; Anie Asriany
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.377 KB)

Abstract

This study aims to determine crude protein and crude fiber content of silage complete feed-based hyacinth (Eichornia crassipes). This study was designed based on a completely randomized design with 4 treatments 4 replications. Treatment P0 = fermented 0 days, P1 = fermented 10 days, P2 = fermented 20 days, P3 = fermented 30 days. The results showed an average of crude protein content is P0 = 11.96%, P1 = 12.97%, P2 = 14.68%, and P3 = 12,76% and crude fiber is P0 = 21.88%, P1 = 24.36%, P2 = 22.91% and P3 = 24.62%. Conclusion of fermented in silage complete feed-based hyacinth significantly affects crude protein and crude fiber silage complete feed. The best fermentation time is 20 days because it has the highest crude protein and crude fiber lows. Keywords: Hyacinth, crude protein, crude fiber, and complete feed silage.
PENGARUH PENAMBAHAN CAMPURAN NITROBACTER SP DAN LACTOBACILLUS FERMENTUM TERENKAPSULASI TERHADAP KONSUMSI PAKAN, PERTAMBAHAN BOBOT BADAN, DAN KONVERSI PAKAN PADA KELINCI: Effect of Additional Nitrobacter sp and Lactobacillus fermentum Encapsulated on Feed Consumption, Weight Gain, and Feed Conversion Ratio of Rabbits M Nurkholis; umi kalsum; Oktavia Rahayu Puspitarini
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 15 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.772 KB)

Abstract

Probiotics are feed additives (supplements) that contain nonpathogenic microorganisms that involve actively in the digestive system to increase productivity and health of the livestock. Nitrobacter Sp is nitrifying bacteria, they can convert nitrites into nitrates. The addition of Lactobacillus fermentum and Nitrobacter Sp encapsulation in feed is expected to be able to increase digestibility, inhibit pathogenic bacteria, neutralize ammonia, thereby increasing feed consumption, increasing body weight gain (BWG), and reducing the value of Feed Conversion Ratio (FCR). The purpose of this study was to analyze the additional Nitrobacter Sp and Lactobacillus fermentum encapsulated on feed consumption, BWG, and FCR of growing male rex rabbits. This study used a Randomized Group Design based on body weight with four treatments and four groups, each unit consisted of 2 rabbits, so a total of 32 rabbits have experimented in this study. The treatments are P0= feed without additional probiotics, P1= feed + 1,5 grams of probiotics/kg of feed, P2= feed + 3 grams of probiotics/kg of feed, P3= feed+ 4,5 gram of probiotics/kg of feed. The analysis of variance results showed that the treatments have a significantly effect (P<0,01) on feed consumption, BWG, and significant effect (P<0,05) on Lactobacillus fermentum and Nitrobacter probiotics can increase feed consumption, increase weight gain, and lower the FCR. The best result of additional Lactobacillus fermentum and Nitrobacter is 4,5 grams probiotics/kg feed with an average of 2159,13 grams/head of feed consumption, 354,88 grams/head of weight gain, and 6,12 of FCR. Keywordsi : Nitrobacter, Lactobacillus fermentum, Encapsulation, Productivity.

Page 9 of 11 | Total Record : 109