cover
Contact Name
Indrawirawan
Contact Email
indrawirawan@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bnmt@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, 90245, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14114577     EISSN : 29857694     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak merupakan open peer reviewed journal menerbitkan artikel ilmiah dengan fokus pada bidang nutrisi dan makanan ternak dengan cakupan (focus and scope), diantaranya: Nutrisi Ruminansia Kimia Pakan Tanaman Pakan dan Pastura Nutrisi Non-Ruminansia Teknologi dan Industri Pakan Valorisasi Pakan dan Limbah
Articles 109 Documents
Pengaruh Pemberian Bahan Aditif Berbeda terhadap pH dan Kandungan Bahan Kering Silase Sorgum Manis (Sorghum bicolor L.) Mugfira Mugfira; Budiman Nohong; syamsuddin nompo
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 13 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.568 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v13i1.8191

Abstract

Sorgum memiliki kemampuan untuk tumbuh baik disaat musim hujan maupun kemarau serta memiliki kandungan nutrisi yang hampir setara dengan rumput gajah. Hal ini tentunya dapat menjadi solusi dalam penyediaan pakan hijauan yang tidak kontinyu. Dalam pembuatan silase penambahan bahan aditif diperlukan untuk memperoleh hasil silase yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH dan kandungan bahan kering silase sorgum manis yang diberi bahan aditif berbeda. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0: Kontrol, P1: Tepung Sagu 5%, P2: Dedak Padi 5%, dan P3: Dedak Jagung 5%. Sampel dianalisis di Laboratorium untuk mengetahui pH dan bahan kering dari silase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH silase sorgum pada perlakuan P0, P1, P2, dan P3 tidak berbeda nyata (P>0,05). pH dari silase sorgum yang dihasilkan berkisar antara 3,83 – 3,89 yang berarti merupakan silase dengan kualitas sangat baik. Sedangkan untuk kandungan bahan kering, silase pada perlakuan P0 (kontrol) sangat nyata lebih rendah (P<0,01) dibandingkan P2 dan nyata lebih rendah (P<0,05) terhadap P1 dan P3. Hal ini menunjukkan bahwa silase sorgum manis dengan 13% bx yang dibuat tanpa penambahan bahan aditif cukup layak untuk diterapkan melihat dari pH silase yang dihasilkan merupakan pH dengan kategori sangat baik.
PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL BROILER YANG DIBERI PREBIOTIK INULIN UMBI BUNGA DAHLIA (Dahlia variabillis) Rita Massolo; Andi Mujnisa; Laily Agustina
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.702 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1314

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui level optimal penggunaan tepung umbi bunga terhadap persentase karkas, lemak abdominal, dan potongan komersil karkas broiler. Sebanyak 160 ekor ayam ras pedaging strain lohmann dipelihara sampai umur 35 hari. Perlakuan berupa penambahan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan basal dengan level yang berbeda (masing-masing 0%, 0,8% 1,0% dan 1,2%). Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan bila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (Steel dan Torrie,1993). Hasil menunjukkan bahwa   pemberian tepung umbi bunga dahlia dalam pakan hingga level 1,2 % berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas, persentase dada, persentase paha, persentase sayap dan tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase lemak abdominal, namun penggunaan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan pada level 0,8% sudah menunjukan hasil yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung umbi bunga dahlia hingga  level 1,2% mampu memperbaiki nilai perentase karkas, persentase dada, persentase paha dan menurunkan kandungan lemak abdominal broiler. 
PREPARASI LARUTAN FOSFAT DAN UREA MINERAL MOLASES LIQUID (UMML) SEBAGAI PENYEDIA PREKURSOR BIOFERMENTASI RUMEN Syahriani Syahrir; Asmuddin Natsir; Muhammad Zain Mide; Rohmiyatul Islamiati; Anie Asriani
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.147 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v9i1.905

Abstract

Urea Mineral Molases Liquid (UMML) dapat menjadi prekursor biofermentasi dalam sistem rumen. UMML dapat menyediakan nitrogen lepas lambat, mineral larut air dan readily available carbohydrate (RAC),  namun memerlukan kajian khusus, terutama pada penentuan jenis dan preparasi bahan penyusunnya, khususnya penyediaan mineral fosfat larut air.  Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan formula UMML yang selanjutnya akan digunakan sebagai prekursor biofermentasi rumen.  Beberapa perlakuan terhadap super fosfat (SP36) dilakukan untuk mendapatkan metode preparasi yang menghasilkan fosfat terlarut dengan konsentrasi yang tinggi. Preparasi yang menghasilkan kadar fosfat terlarut yang tertinggi adalah super fosfat yang di tambah asam organik dan larutan urea lalu dididihkan selama 5 menit. Urea Mineral Molases Liqiud diramu dari bahan Larutan Ca(Urea)4Cl2 + Larutan fosfat + Larutan NaCl jenuh + Molases. Kata Kunci:  Preparasi, Larutan fosfat, Urea Mineral Molases Liquid.
EFEK PENAMBAHAN JERUK NIPIS PADA PERFORMA BROILER STARTER YANG DIBERI PAKAN STEPDOWN . Jamilah
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.282 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1320

Abstract

Acidifier merupakan penggunaan asam organik pada pakan atau air minum broiler, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh acidifier dengan menggunakan jeruk nipis dan asam sitrat terhadap performa brouiler starter yang diturunkan protein pakannya. Penelitian terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan sebagai berikut : P0 (pakan kontrol (tanpa step down)) , P­1 (pakan step down), P2 (pakan step down + asam sitrat sintetis 0,8 %) , P3  (pakan step down + air jeruk nipis  0,4 % (6,9 ml /100g pakan)) P4, (pakan step down + air jeruk nipis  0,8 % (13,8 ml /100g pakan) dan P5 (pakan step down + air jeruk nipis  1,2 % (20,7 ml /100g pakan). Parameter yang diukur adalah performa broiler yang meliputi bobot badan akhir, konsumsi dan konversi pakan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tidak menunjukkan adanya pengaruh nyata (P<0,05) terhadap performa broiler starter. Berdasarkan Hasil Penelitian dapat disimpulkan bahwa Penurunan protein pakan pada periode starter  dengan penambahan acidifier memberikan efek positif terhadap performa ternak yang ditunjukkan oleh hasil yang sama dengan kontrol.
PERUBAHAN TERHADAP KADAR AIR, BERAT SEGAR DAN BERAT KERING SILASE PAKAN LENGKAP BERBAHAN DASAR JERAMI PADI DAN BIOMASSA MURBEI Syahriani Syahrir; Syamsuddin Rasjid; Muhammad Zain Mide; . Harfiah
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 10 No. 1 (2014)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.557 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v10i1.910

Abstract

Proses fermentasi yang berlangsung pada saat pembuatan silase memungkinkan  kadar air bahan silase akan berubah dibandingkan sebelum dibuat silase, bahkan proses ensilase dapat meningkatkan atau menurunkan nutrien yang terkandung dalam pakan komplit. Penelitian ini mengkaji perubahan kadar air, berat segar dan berat kering silase pakan komplit dibandingkan dengan pakan komplit yang belum dibuat silase. Hal ini terkait dengan kehilangan nutrien yang digunakan pada proses fermentasi atau sebaliknya terdapat peningkatan nutrien yang terbentuk akibat proses fermentasi. Perlakuan terdiri atas enam komposisi pakan komplit yang berbeda yang dibuat silase, yakni: J1 = 50% Jerami padi + 50% konsentrat + 0% biomassa murbei; J2 = 50% Jerami padi + 40% konsentrat + 10% biomassa murbei; J = 50% Jerami padi + 30% konsentrat + 20% biomassa murbei; J4 = 50% Jerami padi + 20% konsentrat + 30% biomassa murbei;           J5 = 50% Jerami padi + 10% konsentrat + 40% biomassa murbei dan J6 = 50% Jerami padi + 0% konsentrat + 50% biomassa murbei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan berat segar seluruh bahan perunit percobaan tidak berbeda nyata, terdapat perbedaan yang nyata pada perubahan terhadap kadar air, berat segar dan berat kering bahan  sebelum dan sesudah dibuat silase. Kata kunci: Silase, pakan, jerami padi, murbey
EFEKTIFITAS KOMBINASI JUMLAH DAN BENTUK RAMUAN HERBAL SEBAGAI IMBUHAN PAKAN TERHADAP PERFORMA BROILER Zulfaidha Marwandana; Laily Agustina; andi mujnisa
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/bnmt.v9i1.842

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengefektifkan penggunaan ramuan herbal baikserbuk dan cair yang memiliki kandungan zat bioaktif sama dalam meningkatkanperforma broiler. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Mei 2012 diLaboratorium Omnivora, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin. Materimenggunakan 100 ekor DOC dengan jenis kelamin campuran, molases, EM4, air, 12ramuan herbal,7 ramuan herbal, dan pakan basal. Rancangan yang digunakan adalahRancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan (setiap unitpercobaan terdiri dari 5 ekor ayam). Perlakuan penggunaan ramuan herbal terdiri dariA1 (kombinasi 12 bahan ramuan herbal cair), A2 (kombinasi 7 bahan ramuan herbalcair), A3 (kombinasi 12 bahan serbuk ramuan herbal), dan A4 (kombinasi 7 bahanserbuk ramuan herbal). Parameter yang diamati adalah performa broiler yangmeliputi pertambahan berat badan, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Hasil sidikragam memperlihatkan bahwa rataan pertambahan bobot badan, konsumsi pakan dankonversi pakan tidak berpengaruh nyata (P > 0,05) terhadap pemberian kombinasiramuan herbal dalam bentuk serbuk dan cair, tetapi pemberian 7 bahan ramuan herbalbentuk serbuk cenderung lebih baik dalam memperbaiki konversi pakan broiler.Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian kombinasi jumlah ramuan herbal bentukcair dan serbuk tidak berpengaruh terhadap pertambahan berat badan, konsumsi, dankonversi pakan broiler. Penggunaan 7 bahan ramuan herbal memiliki efek terbaikditinjau dari segi efisien untuk digunakan.
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK IN VITRO DAUN MAJA (Aegle marmelos) DAN DAUN GAMAL (Gliricidia sepium) Harniati Harniati; Rohmiyatul Islamiyati; Ismartoyo Ismartoyo
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 13 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.256 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v13i1.8192

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro daun maja (Aegle marmelos) dan daun gamal (Gliricidia sepium). Penelitian ini dianalisis menggunakan uji T dengan lima ulangan. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa kecernaan bahan kering  dan bahan organik in vitro tidak berbeda nyata (P>0,05) antara daun maja dan daun gamal. Disimpulkan bahwa kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro daun maja dan daun gamal adalah sama
KANDUNGAN PROTEIN DAN SERAT KASAR TONGKOL JAGUNG YANG DIINOKULASI Trichoderma sp. PADA LAMA INKUBASI YANG BERBEDA Rohmiyatul Islamiyati; Y. D. A Surahman; wardayanti Wardayanti
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 12 No. 2 (2016)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.303 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v12i2.1315

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis kandungan protein,  serat kasar dan BETN tongkol jagung yang diinokulasi Trichoderma sp. pada lama inkubasi yang berbeda. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL 4 x 4 terdiri dari  Po : Tongkol jagung tanpa perlakuan (kontrol); P1 : Tongkol jagung + 5% Trichoderma sp. diinkubasi satu minggu; P2 Tongkol jagung + 5% Trichoderma sp. diinkubasi dua minggu; P3 : Tongkol jagung + 5% Trichoderma sp. diinkubasi tiga minggu.  Sidik ragam menunjukkan bahwa tongkol jagung yang diinokulasi Trichoderma sp. pada lama inkubasi yang berbeda berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap kandungan protein dan serat kasar  Disimpulkan bahwa inkubasi yang terbaik selama dua minggu.
PENGARUH PERLAKUAN UREA TERHADAP KADAR TANIN BIJI MAKADAMIA (Macadamia hildebrandii) Efrain Japin Tandi
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.939 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v9i1.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana penurunan kadar tanin pada biji makadamia (Macadamia hildebrandii) melalui pemberian  perlakuan urea. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola factorial 3 x 3 yang terdiri dari 3 level pemberian urea (2, 3 dan 4 persen) dan lama pemeraman (7, 14  dan 21 hari) dengan 3 ulangan. Hasil yang didapat dari analisis ragam melalui SPSS menunjukkan bahwa level pemberian urea dan lama perlakuan pemeraman serta interaksi antara level keduanya tidak berpengaruh terhadap kadar tanin pada biji macadamia. Tetapi bila dibandingkan dengan kadar tanin pada biji macadamia yang tidak diberi perlakuan (4,4433%) dengan yang diberi perlakuan (0,4088) menunjukkan perbedaan yang sangat nyata.  Kata Kunci: Tannin content, Urea, Macadamia seed.
Pengaruh Pemberian Molases dan Gula Pasir Terhadap pH dan Produksi Silase Rumput Gajah (Pennisetum purpureun sp). Fahruddin Wakano; Budiman Nohong; Rinduwati Rinduwati
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 13 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.002 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v13i1.8188

Abstract

Preservation of forage with silage method has been widely practiced by farmers, one of the factors that influence the success of making silage is the addition of additives, such as molasses. However, molasses is not available in all regions. For that we need a material that can be an alternative substitute for silage, namely granulated sugar, besides having nutritional value that is almost the same as molasses, sugar also contains water soluble carbohydrate (WSC) which is easily utilized by lactic acid bacteria as an energy source during the ensilage process. This study aims to determine the effect of molasses and sugar levels on pH values and dry matter of elephant grass silage. The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications, namely P1: control, P2: Molases 4%, P3: Sugar 4%, P4: Molases 6% and P5: 6% sugar. So that the total sample unit is 15 units and one unit of fresh material samples. Samples were analyzed in the laboratory to determine the pH value and dry matter of silage. The results showed that the administration of sugar additives at the level of 4% in silage had the same quality as silage which was given molasses at the level of 4%. However, at the level of 6% silage which is given molasses it has better quality than silage which is given sugar. This shows that granulated sugar can be used as an alternative to molasses in making silage.

Page 6 of 11 | Total Record : 109