cover
Contact Name
Riinawati
Contact Email
journalantasari@gmail.com
Phone
+6285377799989
Journal Mail Official
riinawati@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Antasari Banjarmasin Jl. Kebun Bunga, Kec. Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70237
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 24424048     EISSN : 2808408X     DOI : 10.18592/moe
Core Subject : Education,
Management of Education adalah jurnal Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin. Management of Education terbit berkala enam bulan sekali (bulan Februari dan Agustus), sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang manajemen, organisasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan Islam
Articles 62 Documents
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN SEKOLAH BERBASIS BOARDING DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI AL-WILDAN ISLAMIC BOARDING SCHOOL TANGERANG Fitria, Rizka
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7, No 1: Februari 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.381 KB) | DOI: 10.18592/moe.v7i1.5438

Abstract

This study wanted to describe school management during completion and completion at Al Wildan Islamic Boarding School. This type of qualitative research with descriptive methods. The research objects are the Principal and Director of Education, the curriculum section, the personnel section, the infrastructure section, the student body section, the public relations section, the finance section, and the administration section. Researchers used methods of observation, interviews, and documentation. Data data in the form of data data. The method of data analysis includes 14 activities: first, data collection and data reduction, Second, data in the form of narrative. Third, the withdrawal of conclusions. The results of the research shown Al Wildan boarding school has not been put to good use. The integration is seen in activity programs and learning programs. Management here is categorized into 7 types namely: curriculum management, personnel, students, infrastructure, finance, public relations, and special services. So, between the management in the school and in boarding are interrelated. Furthermore, according to the results of a study done at Tangerang Al Wildan Islamic Boarding School using TQM techniques. The TQM that has been implemented is running well. This is evidenced through an explanation of the terms of the TQM implementation that has been included. As a commitment of the principal, have the vision, mission, and goals of the school, benefit from its success, have published influence, and a board of directors.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN RPP KOMBINASI DARING DAN LURING MELALUI IN HOUSE TRAINING DI SLB N 1 BUKITTINGGI Erma, Erma
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7, No 2: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v7i2.5741

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SLB N 1 Bukittinggi  pada semester ganjil  tahun pelajaran 2020/2021 untuk mendeskripsikan  Upaya Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Penyusunan RPP Kombinasi Daring dan Luring Melalui In House Training di SLB N 1 Bukittinggi. Keterampilan mengajar yang harus dikuasai guru meliputi keterampilan merencanakan pembelajaran serta keterampiulan melaksanakan pembelajaran.Keterampilan mengajar guru di dalam kelas (melaksanakan pembelajaran terdiri dari delapan komponen yaitu keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, keterampilan bertanya, keterampilan menjelaskan pembelajaran, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan mengelola kelas, keterampilan membimbing diskusi kecil, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan. Pelaksanaan IHT dilakukan dengan cara memberikan bimbingan kepada guru kelas oleh narasumber baik itu pengawas, kepala sekolah atupun guru senior yang memiliki kompetensi dalam penyusunan RPP sehingga dapat sama sama berbagi dan mengembangkan keterampilan mengajar.Hasil Monitoring/evaluasi terhadap dokumen RPP dan aktivitas belajar mengajar yang dilakukan, maka terjadi peningkatan keterampilan merencanakan pembelajaran oleh guru dari kegiatan pra siklus 60,94 % menjadi 72,27 % pada siklus I dan 83 % pada siklus II.Selain itu, peningkatan keterampilan mengajar guru di dalam kelas juga mengalami peningkatan dari 60,00 pada kegiatan pra siklus menjadi 72,13 pada siklus I lalu meningkat kembali menjadi 84,38 pada siklus II. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan IHT sesuai diterapkan di SLB untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru khusunya Dalam pembuatan RPP Kombinasi daring dan luring di SLB Negeri 1 Kota Bukittinggi.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BLENDID LEARNING PADA PEMBELAJARAN MEMAHAMI PERKEMBANGAN TUBUH REMAJA DI KELAS VII SMP 9 PAYAKUMBUH TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Rahmadri, Rahmadri
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5712

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 9 Payakumbuh untuk mendeskripsikan  Meningkatkan Hasil Belajar PJOK Peserta Didik Melalui Pembelajaran Blendid Learning pada Pembelajaran Memahami Perkembangan Tubuh Remaja di Kelas VII SMP 9 Payakumbuh Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian terdiri dari empat komponen yaitu 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan 3) observasi dan 4) refleksi tindakan. Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Blended Learning dilakukan dalam tahapan pembelajaran yaitupencarian informasi secara online maupun offline dengan berdasarkan pada relevansi, validitas, realibilitas konten dan kejelasan akademis, menemukan, memahami, dan mengkonfrontasikan ide atau gagasan, menginterpretasikan informasi atau pengetahuan dari berbagai sumber yang telah dicari dari berbagai sumber, mengkomunikasikan ide atau gagasan hasil interpretasinya menggunakan fasilitas online atau offline, mengkontruksikan pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi dari hasil analisis Hasil pembelajaran PJOK  siswa meningkat yaitu dari rata rata perolehan  pra siklus 62,34 meningkat menjadi 79,06 pada siklus I menjadi 84,06 pada siklus II.Sedangkan tingkat ketuntasan meningkat dari 34 % pada pra siklus, menjadi 59%  pada siklus I lalu meningkat lagi menjadi 94 %. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Model Blended Learning sesuai diterapkan pada pembelajaran PJOK  karena dapat meningkatkan hasil belajar materi perkembangan tubuh remaja khususnya di kelas VII SMPN 9 Payakumbuh.
PENGGUNAAN MEDIA VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN PJOK MATERI SENAM LANTAI DI KELAS VII SMPN 9 PAYAKUMBUH TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Rahmadri, Rahmadri
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7, No 2: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v7i2.5742

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 9 Payakumbuh untuk mendeskripsikan  penggunaan media video tutorial untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran pjok materi senam lantai di kelas VII SMPN 9 Payakumbuh tahun pembelajaran 2020/2021.Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 ( dua ) siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif . Rancangan penelitian terdiri dari empat komponen yaitu 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan 3) observasi dan 4) refleksi tindakan.  Media Video tutorial dapat meningkatan aktivitas belajar peserta didik dalam setiap siklus, pada Prasiklus aktivitas belajar peserta didik = 48%, siklus I aktivitas belajar peserta didik = 58%, dan siklus II = 85%.Media Video tutorial dapat meningkatan hasil belajar peserta didik dalam setiap siklus, hal ini dapat dilihat dari ketuntasan belajar pengetahuan meningkat dari pra siklus 63,93 = 13%,  siklus I 70,63 = 56 %, dan siklus II 82,50 = 84% Untuk ketuntasan belajar keterampilan yaitu  pra siklus 64,68 = 34%, siklus I 72,81 = 69% dan siklus II 84,37 = 94%. Dengan mengamati peningkatan aktivitas dan hasil belajar setiap siklus, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa  media video tutorial sesuai diterapkan pada pembelajaran PJOK materi senam lantai di kelas VII SMP khususnya di kelas VII SMPN 9 Payakumbuh
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK PESERTA DIDIK MELALUI PEMBELAJARAN BLENDID LEARNING PADA PEMBELAJARAN MEMAHAMI PERKEMBANGAN TUBUH REMAJA DI KELAS VII SMP 9 PAYAKUMBUH TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Rahmadri, Rahmadri
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 1: Februari 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v6i1.5713

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 9 Payakumbuh untuk mendeskripsikan  Meningkatkan Hasil Belajar PJOK Peserta Didik Melalui Pembelajaran Blendid Learning pada Pembelajaran Memahami Perkembangan Tubuh Remaja di Kelas VII SMP 9 Payakumbuh Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian terdiri dari empat komponen yaitu 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan 3) observasi dan 4) refleksi tindakan. Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan Model Blended Learning dilakukan dalam tahapan pembelajaran yaitupencarian informasi secara online maupun offline dengan berdasarkan pada relevansi, validitas, realibilitas konten dan kejelasan akademis, menemukan, memahami, dan mengkonfrontasikan ide atau gagasan, menginterpretasikan informasi atau pengetahuan dari berbagai sumber yang telah dicari dari berbagai sumber, mengkomunikasikan ide atau gagasan hasil interpretasinya menggunakan fasilitas online atau offline, mengkontruksikan pengetahuan melalui proses asimilasi dan akomodasi dari hasil analisis Hasil pembelajaran PJOK  siswa meningkat yaitu dari rata rata perolehan  pra siklus 62,34 meningkat menjadi 79,06 pada siklus I menjadi 84,06 pada siklus II.Sedangkan tingkat ketuntasan meningkat dari 34 % pada pra siklus, menjadi 59%  pada siklus I lalu meningkat lagi menjadi 94 %. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa Model Blended Learning sesuai diterapkan pada pembelajaran PJOK  karena dapat meningkatkan hasil belajar materi perkembangan tubuh remaja khususnya di kelas VII SMPN 9 Payakumbuh.
MENINGKATKAN KREATIVITAS SENI SISWA MELALUI METODE FREE EXPRESSION PADA PEMBELAJARAN MEMBUAT GAMBAR ILUSTRASI DI KELAS VI C SLB LUAK NAN BUNGSU PAYAKUMBUH Fatma, Suyetti
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7, No 2: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v7i2.5743

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SLB Luak Nan Bungsu Payakumbuh untuk mendeskripsikan Meningkatkan Kreativitas Seni Siswa Melalui Metode Free Expression  pada Pembelajaran Membuat Gambar Ilustrasi di Kelas VI C Slb Luak Nan Bungsu Payakumbuh. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 ( dua ) siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian terdiri dari empat komponen yaitu 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan 3) observasi dan 4) refleksi tindakan. Dalam pembuatan gambar ilustrasi diperlukan kemampuan imajinasi, sketsa dan tekhnik warna agar mendapatkan hasil lukisan yang maksimal. Metode free expression suatu cara untuk membelajarkan siswa agar dapat mencurahkan isi hatinya dalam bentuk karya seni rupa. Peningkatan hasil belajar dan kreativitas siswa dengan tekhnik gradasi  dimulai dari kegiatan pra siklus dengan nilai rata rata 68,66 menjadi 75,30 pada siklus I lalu meningkat kembali menjadi 83,00 pada siklus II. Ketuntasan individual juga meningkat dari 33 % pada kegiatan pra siklus menjadi 67 % pada siklus I dan 100 % pada siklus II. Ini membuktikan bahwa metode free expression sesuai dijadikan alternatif metode pembelajaran yang dapat diajarkan di kelas VI C SLB karena dapat meningkatkan kreativitas Seni Budaya siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PENYUSUNAN SOAL HOTS MELALUI TEKNIK WORKSHOP DI SDN 02 TANJUNG ALAM Erinal, Erinal
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 2: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v6i2.5715

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kemampuan guru dalam merencanakan, menyusun serta menyajikan soal HOTS ( High Order Thinking Skill) kepada peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 02 Tanjung Alam . Hal ini tentu berdampak pada rendahnya kemampuan peserta didik dalam menganalisa soal dengan kemampuan berfikir tingkat tinggi atau penyelesaian soal berlevel HOTS yang berujung pada rendahnya nilai hasil belajar peserta didik. Upaya peningkatan kemampuan penyusunan soal HOTS dilakukan dengan melengkapi 10 (sepuluh) unsur penyusunan soal HOTS diantaranya menganalisa Kompetensi Dasar dan Indikator, membuat sebaran level soal, menentukan kata kerja operasional , membuat kisi kisi soal, membuat soal, membuat stimulus, menentukan variasi soal, membuat sebaran kunci jawaban, membuat pedoman penskoran, membuat telaah soal dan membuat analisa kevalidan soal,. Penelitian ini dilakukan dengan tekhnik workshop dengan cara pemberian materi terhadap indikator yang belum tuntas secara klasikal dilanjutkan dengan bimbingan penyusunan soal yang dilakukan secara kolaboratif antara sesama guru sehingga dengan kolaborasi yang dilakukan diharapkan terjadinya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun soal HOTS. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus penelitian yang bersifat kualitatif dengan rangkaian tindakan per siklus penelitian terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data yang dikumpulkan adalah data berupa dokumen perencanaan penyusunan soal HOTS serta aktivitas guru dan peserta didik dalam mengembangkan kemampuan berfikir kritis. Berdasarkan analisa data yang diperoleh terhadap dokumen penyusunan soal HOTS dan aktivitas belajar mengajar berbasis HOTS yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil bahwa telah terjadi peningkatan kemampuan penyusunan soal HOTS guru dari kegiatan pra siklus 63 % menjadi 72 % pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi menjadi 85 %pada siklus II.Selain itu, peningkatan aktivitas belajar mengajar sesuai dengan taraf berfikir tingkat tinggi ( HOTS ) yang disusun guru juga mengalami peningkatan dari rerata 71,00 menjadi 77,00 pada siklus I dan meningkat menjadi 84,00 pada siklus II. Berdasarkan data yang diperoleh , dapat disimpulkan bahwa tekhnik workshop sesuai diterapkan di Sekolah Dasar untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Soal HOTS khususnya di SDN 02 Tanjung Alam
OPTIMALISASI KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN DI MASA COVID-19 MELALUI SUPERVISI KLINIS DI SLB PAB PAYAKUMBUH SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Syaflinda, Syaflinda
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 7, No 2: Agustus 2021
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v7i2.5744

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SLB PAB Kota Payakumbuh pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021 untuk mendeskripsikan  Optimalisasi Kompetensi Pedagogik Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran Covid-19 Melalui Supervisi Klinis Di SLB PAB Payakumbuh Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021. Teknik supervisi klinis dilakukan dengan cara supervisi administrasi pembelajaran dan supervisi kelas.Peningkatan Kompetensi Pedagogik guru dalam menyusun perangkat pembelajaran Covid-19 mengalami peningkatan setelah dilakukannya supervise klinis. Pada pra siklus kemampuan pedagogic guru dalam menyusun perangkat pembelajaran adalah 68% dengan rerata 67,90. Pada siklus I diperoleh peningkatan kompetensi pedagogic guru dalam membuat perangkat pembelajaran menjadi 76 % dengan rerata 75,50 dan mengalami peningkatan signifikan lagi pada siklus II dengan persentase 84% dengan rerata 84,20. Selain itu, kompetensi pedagogic guru juga dinilai dalam penyusunan RPP. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap dokumen RPP yang disusun, maka terjadi peningkatan kompetensi pedagogik guru dari kegiatan pra siklus 66 % dengan rerata 66,13  menjadi 74 %  dengan rerata 74,13 pada siklus I dan meningkat lagi menjadi  89 %  dengan rerata 89,21 pada siklus II.Peningkatan kompetensi pedagogic guru dalam menyajikan pembelajaran sesuai dengan RPP Covid-19 yang disusun guru juga mengalami peningkatan 77% dengan rerata 76,85 pada siklus I menjadi  81% dengan rerata 80,55  pada siklus I dan meningkat menjadi 87% dengan rerata 87,50 pada siklus II. Berdasarkan data yang diperoleh , dapat disimpulkan bahwa tekhnik supervisi klinis sesuai diterapkan di Sekolah Dasar untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan pembelajaran Covid-19 khususnya di SLB PAB Payakumbuh.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENYUSUNAN BAHAN AJAR ANIMASI MELALUI WORKSHOP DI SLBN 1 BUKITTINGGI Erma, Erma
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6, No 2: Agustus 2020
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v6i2.5716

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SLBN 1 Bukittinggi pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 untuk mendeskripsikan upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Penyusunan Bahan Ajar Animasi Melalui Workshop Di SLBN 1 Bukittinggi. Penelitian ini dilaksanakan mengunakan metode Penelitian Tindakan Sekolah yang terdiri dari dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari; perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data diolah pada setiap siklus kemudian dianalisis menggunakan prosentase. Bahan ajar animasi adalah bahan atau materi pembelajaran berbasis TIK yang dapat digunakan untuk memotivasi siswa dalam pembelajaran karena merupakan rangkaian tulisan yang diberi background gambar yang mudah menarik dan mudah dipahami siswa. Langkah peningkatan kompetensi guru dalam membuat bahan ajar animasi dapat dilakukan dengan 5 langkah yaitu penjelasan tujuan pelaksanaan kegiatan workshop yang akan dicapai, perumusan berbagai masalah yang akan dipecahkan, pengupasan kulit permasalahan oleh pembicara, melaksanakan pengerjaaan tagihan dan presentasi tagihan. Temuan pada penelitian di SLBN 1 Bukittinggi yaitu terjadi peningkatan kompetensi guru secara perorangan dari kegiatan pra siklus 61,6 % menjadi 72,5 % pada siklus I dan 82,5 % pada siklus II.Selain itu, penguasaan komponen bahan ajar animasi  juga mengalami peningkatan dari 61,6 % pada kegiatan pra siklus menjadi 76,2 % pada siklus I dan mengalami peningkatan signifikan yaitu 87,2 % pada siklus II.Berdasarkan data yang diperoleh , dapat disimpulkan bahwa tekhnik workshop sesuai untuk diterapkan dalam pembuatan bahan ajar animasi  karena dapat meningkatkan kompetensi guru di SLBN 1 Bukittinggi.
UPAYA MENINGKATKAN BUDAYA MUTU LITERASI FINANSIAL MELALUI PEMBIASAAN KEGIATAN KEWIRAUSAHAAN DI SDN 02 TANJUNG ALAM Erinal, Erinal
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 5, No 2: Agustus 2019
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v5i2.5684

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SDN 02 Tanjung Alam pada semester ganjil  tahun pelajaran 2019/2020 untuk mendeskripsikan  upaya meningkatkan budaya mutu literasi melalui pembiasaan kegiatan literasi finansial di SDN 02 Tanjung Alam . Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan guru dalam melakukan kegiatan literasi finansial karena kegiatan literasi yang biasa dilaksanakan adalah kegiatan literasi numerik dan literasi visual. Selain itu, perlu adanya sebuah kegiatan yang dapat meningkatkan taraf kesejahteraan warga sekolah dan peningkatan terhadap keterampilan guru dan peserta didik yang dapat memajukan iklim sekolah dengan berbasiskan peningkatan kemampuan finansial. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 (dua) siklus dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Rancangan penelitian terdiri dari empat komponen yaitu 1) perencanaan tindakan 2) pelaksanaan 3) observasi dan 4) refleksi tindakan. Data yang dikumpulkan adalah data dokumen program literasi finansial yang disusun guru secara pribadi serta aktivitas guru dan peserta didik selama melaksanakan kegiatan literasi finansial. Upaya meningkatkan budaya mutu literasi melalui kegiatan pembaiasaan literasi finansial dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya tahapan diantaranya tahapan pembuatan program literasi finansial, tahapan pelaksanaan program yang terdiri dari kesiapan sarpras, kemampuan guru, kesiapan peserta didik, dan hasil karya peserta didik dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan serta tindak lanjut kegiatan literasi finansial. Hasil observasi terhadap dokumen program dan pelaksanaan kegiatan literasi finansial yang dilakukan, maka terjadi peningkatan peningkatan budaya mutu literasi dari kegiatan pra siklus 61% menjadi 69% pada siklus I dan 82% pada siklus II. Berdasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pembiasaan kegiatan literasi finansial sesuai diterapkan di Sekolah Dasar untuk meningkatkan budaya mutu literasi khususnya di SDN 02 Tanjung Alam.