cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
Pendekatan Psikologis pada Penatalaksanaan Burning Mouth Syndrome Akibat Konsumsi Pil Kontrasepsi Rita Wardhani; Tenny Setiani Dewi
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.34142

Abstract

Burning Mouth Syndrome (BMS) merupakan suatu kumpulan gejala dengan karakteristik rasa panas dan sakit pada satu atau beberapa struktur mulut dengan mukosa normal tanpa adanya gejala klinis yang ditemukan. Faktor penyebab BMS ini diketahui ada tiga yaitu faktor lokal, sistemik, dan psikogenik, ketiga faktor ini dapat digali melalui anamnesis. Seorang wanita, 54 tahun, dikonsulkan dari RS.Swasta, dengan keluhan rasa panas dan perih pada lidah dan mulut. Berdasarkan anamnesis diketahui pasien merasa takut terjadi kanker mulut dan takut hamil sehingga menggunakan pil kontrasepsi  tanpa konsultasi dengan dokter. Pemeriksaan ekstra oral terdapat  bibir kering dan pemeriksaan intra oral ditemukan depapilasi lidah pada 1/3 anterior dorsum lidah,eritema, dan sakit. Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan klinis pasien didiagnosa dengan BMS diduga akibat penggunaan pil kontrasepsi. Terapi dari Ilmu Penyakit Mulut (IPM) diberikan obat kumur Sodium Chlorite, Vitamin B12, dan Asam Folat,  edukasi tentang penggunaan obat, dan dikonsulkan ke Bagian Obsetri dan Ginekologi dan diinstruksikan untuk menghentikan pil kontrasepsi. Setelah dilakukan terapi di IPM selama 6 minggu pasien merasakan perbaikan pada rongga mulutnya. Insidensi BMS sering terjadi pada wanita dengan populasi usia premenopause dan menopause. Depresi dan kecemasan merupakan permasalahan yang sering timbul pada pasien BMS yang mengalami menopause, pada kondisi pasien dengan kecemasan tinggi penting bagi dokter gigi untuk memberikan informasi dan edukasi serta dukungan terhadap pasien. Konsultasi yang baik dapat menimbulkan pengertian yang lebih dalam  sehingga pasien dapat mengeliminasi rasa cemasnya. Keberhasilan pendekatan psikologis dan medis akan membantu dalam penatalaksanaan yang tepat pada pasien BMS.
Apeksifikasi dan restorasi veneer direk resin komposit pada insisivus sentralis maksila Pita Adinegara; Tunjung Nugraheni
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.65656

Abstract

Trauma pada gigi permanen immature dengan pulpa terbuka dapat menyebabkan inflamasi pulpa akibat terjadi perubahan sirkulasi darah pulpa, yaitu terjadi dilatasi pembuluh darah kapiler, diikuti edema pulpa. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan keberhasilan penggunaan MTA (Mineral Trioxide Aggregate) sebagai bahan apeksifikasi, dilanjutkan restorasi veneer direk resin komposit pada gigi insisivus sentralis kanan dan kiri maksila. Pasien wanita berusia 19 tahun dirujuk ke RSGM Prof. Soedomo oleh dokter gigi sebelumnya untuk merawatkan gigi depan atas yang patah 10 tahun yang lalu karena terbentur benda keras. Seminggu yang lalu gusi pada gigi tersebut bengkak dan sakit. Berdasarkan pemeriksaan subjektif, objektif, dan radiografis ditetapkan diagnosis gigi insisivus sentralis kanan maksila dan gigi insisivus sentralis kiri maksila adalah fraktur Ellis Kelas I, nekrosis pulpa disertai abses periapikal dan apeks terbuka. Rencana perawatan pada kasus ini yaitu dilakukan trepanasi,preparasi saluran akar teknik konvensional, apeksifikasi dengan MTA, obturasi dengan guta perca, dan dilanjutkan restorasi veneer direk resin komposit sesuai analisis estetik serta hasil mock up. Prognosis kasus ini adalah baik. Hasil evaluasi klinis pasca perawatan, pasien menyatakan tidak ada keluhan bengkak dan sakit, serta merasa puas dengan perawatan yang telah dilakukan. Kesimpulan hasil perawatan yaitu tindakan apeksifikasi dengan MTA dapat mempersingkat waktu kunjungan karena terbentuknya barier apikal, sehingga restorasi akhir dapat segera dilakukan.
Fraktur Ellis kelas III dengan restorasi mahkota jaket porselin dan pasak fiber prefabricated Prisca Bernadeti Sri Widayanto; Wignyo Hadriyanto
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.65682

Abstract

igi anterior memiliki fungsi estetika yang penting, sehingga ketika trauma terjadi perawatan harus segera dilakukan. Fraktur koronal gigi anterior adalah bentuk umum dari trauma gigi yang sering terjadi pada anak-anak dan dewasa. Mayoritas trauma gigi melibatkan gigi anterior, terutama gigi insisivus maksila. Makalah ini bertujuan untuk menjelaskan penatalaksanaan fraktur Ellis kelas III dengan perawatan saluran akar dan restorasi mahkota jaket porselen yang diperkuat pasak fiber prefabricated. Pasien wanita berusia 22 tahun datang dengan keluhan gigi depan atas patah 2 bulan yang lalu, gusi bagian belakang bengkak 3 minggu yang lalu dan terasa sakit, saat ini gigi tersebut tidak terasa  sakit (gigi 22). Pemeriksaan radiografis menunjukkan bahwa fraktur pada gigi 22 telah menyebabkan pulpa terbuka dan terdapat area radiolusen di daerah apikal berdiameter 5 mm. Restorasi akhir pada kasus ini adalah mahkota jaket porselen e.max dengan teknik stop. Hasil pemeriksaan pada kontrol 3 minggu, pasien tidak menunjukkan adanya keluhan, lesi periapikal mengecil, dan hasil restorasi yang baik.
Overdenture kaitan magnet pada rahang atas dengan torus palatinus Ricky Novianto; Murti Indrastuti; Haryo Mustiko Dipoyono; Heriyanti Amalia Kusuma
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.65684

Abstract

Torus palatinus dapat menjadi masalah bagi retensi gigi tiruan lengkap. Overdenture merupakan gigi tiruan lengkap atau sebagian yang didukung oleh mucoperiosteum dan beberapa gigi atau akar gigi asli yang telah mengalami perawatan endodontik. Penambahan kaitan magnet pada gigi penyangga overdenture dapat meningkatkan retensi gigi tiruan. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberi informasi tentang penatalaksanaan perawatan prostodonsia pada rahang atas dengan torus palatinus menggunakan gigi tiruan lengkap kerangka logam dengan overdenture kaitan magnet. Wanita 49 tahun datang ke klinik prostodonsia RSGM UGM Prof.Soedomo dengan keluhan ingin dibuatkan gigi tiruan. Pasien mengeluh banyak gigi atas dan bawah yang telah dicabut karena karies sehingga kesulitan dalam mengunyah. Hasil pemeriksaan pada rahang atas menunjukkan adanya torus palatinus, dan hanya tersisa gigi 23 dengan kondisi non vital dan telah dilakukan perawatan endodontik. Pasien kehilangan gigi 37,36,34,44,45,46,47 pada rahang bawah. Anamnesa, pemeriksaan klinis, pencetakan model studi, gigi 23 dipertahankan sebagai penyangga overdenture magnet, dipreparasi berbentuk dome shaped, dilakukan pengambilan guta perca sesuai dengan panjang keeper, sementasi keeper. Pencetakan model kerja, pembuatan kerangka logam gigi tiruan lengkap rahang atas dengan plat palatal yang terbuka di bagian torus palatinus dan kerangka logam gigi tiruan sebagian rahang bawah, penyusunan gigi dan pasang coba penyusunan gigi pada pasien, prosesing laboratorium, lalu insersi seluruh gigi tiruan, dilakukan pengecekan estetis, fonetik dan oklusi lalu pada gigi tiruan rahang atas dilakukan pemasangan kaitan magnet pada permukaan fitting surface. Penggunaan overdenture dengan kaitan magnet dapat meningkatkan retensi pada gigi tiruan lengkap rahang atas dengan torus palatinus.
Penatalaksanaan defek residual rigde posterior mandibula dengan overdenture kaitan magnet Sradha Putra; Titik Ismiyati; Suparyono Saleh; Heriyanti Amalia Kusuma
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.65685

Abstract

Overdenture merupakan perawatan yang dapat diterima oleh pasien lanjut usia dengan satu gigi atau lebih yang tersisa dalam rongga mulut. Kehilangan dimensi vertikal oklusi pasien dapat menyebabkan gigi posterior yang tersisa menekan residual rigde pada rahang antagonis sehingga terjadi defek tulang alveolar. Defek residual rigde rahang bawah mengganggu retensi gigi tiruan. Kaitan magnet pada overdenture dapat menambah retensi gigi tiruan. Tujuan laporan ini memberikan pemilihan perawatan mengenai defek residual rigde posterior mandibula akibat tekanan gigi 16 dengan menggunakan overdenture kaitan magnet. Pasien perempuan berusia 64 tahun datang ke klinik Prostodonsia RSGM Prof. Soedomo untuk dibuatkan gigi tiruan. Pasien kehilangan gigi 17, 15, 14, 11, 21, 22, 24, 25, 26, 27 pada rahang atas. Pada rahang bawah, hanya tersisa gigi 45 dan terjadi kehilangan oklusi gigi posterior yang menyebabkan gigi 16 meninggalkan defek residual rigde pada regio 46 posterior mandibula kanan. Tatalaksana kasus perawatan saluran akar gigi 45, dekaputasi mahkota gigi berbentuk dome shaped, penggambilan guta percha sesuai dengan panjang keeper, sementasi keeper. Setelah insersi gigi tiruan dilakukan pemasangan kaitan magnet pada permukaan fitting surface. Kesimpulan overdenture kaitan magnet dapat meningkatkan retensi gigi tiruan pada defek residual rigde pada posterior mandibula.

Page 1 of 1 | Total Record : 5