cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 423 Documents
Analisis Pola Spekel Akusto-Optik untuk Pendeteksian Vibrasi Akustik pada Dental Plaque Biofilm Harmadi Harmadi; Gatut Yudoyono; Agus Rubiyanto; Muhamad Zainuddin; Suhariningsih Suhariningsih
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.191 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i1.857

Abstract

Penelitian pendeteksian vibrasi akustik dari pola spekel pada sampel dental plaque biofilm yang merupakan studi in-vitro dental plaque biofilm telah dilakukan. Penelitian ini dengan menggunakan metode pencitraan akusto-optik, yaitu gabungan sistem akustik khususnya ultrasonik dengan sistem optik dalam satu perangkat, sehingga diperoleh pencitraan spekel. Pola spekel dianalisis menggunakan software imageJ akan diperolehkarakterisasi histogram distribusi intensitas gray level, dan didapatkan perubahan kontras spekel pada setiap pendeteksian vibrasi akustik oleh pengaruh frekuensi akustik dan pengamatan perubahan pembentukan sampel dental plaque biofilm. Untuk pengukuran ketebalan sampel, sebagai pembanding pengamatan kontras spekel digunakan CLSM yang dilengkapi AOTF. Diperoleh hasil pada sampel 2 jam dengan ketebalan 6 μm memiliki kontras spekel tinggi sebesar 0.592707 a.u, pada sampel 4 jam dengan ketebalan 7 μm memiliki kontras spekel sebesar 0.571257 a.u, dan pada sampel 6 jam dengan ketebalan 9 μm memiliki kontras spekel rendah sebesar 0.550700 a.u. Terjadi perubahan pada sampel dental plaque yang diperoleh dari rongga mulut, mulai dari tahap pemasangan awal plaque biofilm, sampai dengan pembentukan plaque biofilm dewasa.
Ketebalan kulit bumi dan struktur kecepatan antara hiposenter gempa M012601A dan stasiun AAK Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1, No 2 (2005)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.206 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v1i2.1007

Abstract

Gempa M012601A terletak di India Utara dan stasiun AAK di Kirgistan, topografi antara kedua titik berbentuk pegunungan, yaitu Himalaya. Penelitian ini menginvestigasi struktur kecepatan di daerah kompleks pegunungan tersebut melalui fitting seismogram. Seismogram observasi dibandingkan dengan seismogram sintetikdalam domain waktu dan ke tiga komponen Kartesian secara simultan. Seismogram sintetik dihitung dengan program GEMINI, dimana input awalnya adalah model bumi global IASPEI91 dan PREMAN. Selain itu pada kedua seismogram dikenakan low-pass filter dengan frekuensi corner pada 20 mHz. Analisa seismogram menunjukkan penyimpangan yang sangat kuat pada pengamatan atas waktu tiba, jumlah osilasi dan tinggi amplitudo, pada gelombang permukaan Love dan Rayleigh dan gelombang ruang S dan P. Untuk menyelesaikan simpangan yang dijumpai diperlukan koreksi atas struktur bumi. Fitting seismogram diperoleh dengan baik pada waveform fase gelombang, baik waktu tempuh osilasi utama dan jumlah osilasi. Hasil riset ini menunjukkan, bahwa daerah pegunungan Himalaya mempunyai ketebalan kulit bumi sebesar 42 km, hasil ini diperoleh melalui fitting pada Love waveform.
Optical Activity of an Asymmetric Substance Frida Ulfah Ermawati
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 6, No 1 (2010)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.128 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v6i1.909

Abstract

This paper reported the investigation on the property of optical activity from three different isomers of L-, Dand DL--alanine (CH3CHNH2CO2H), a proposed radiation dosimetric material. The aim was to confirm the impact of attachment of -carbon atom of the systems to the four different groups, that is, the -carbon or methyl group, H-group, CO2H-group and NH2-group, to their response to any incoming plane-polarized light. Optical activity of a substance is a measure of the ability of a substance to rotate a plane of polarization, if solution of the substance is placed in the path of plane-polarized light. A polarimeter of Perkin-Elmer Model 141 with a Sodium lamp of 584-nm wavelength (D-line) and equipped with a digital counter was occupied in this work to measure the number of degrees of rotation of plane-polarized light at room temperature due to 8.3% concentration of each L-, D- and DL--alanine solutions. It was obtained that molecules of L-isomer rotate the counter of the polarimeter clockwise, from the observer’s point a view. While the molecules of D-isomer rotate the counter anti clockwise, at the similar amount of rotation. These results confirm the asymmetric structure belong to the -alanine system. Molecules of DL-isomer, however, do not rotate the counter at all. The existence of similar number of the D- and L-molecules in the DL-solution is the cause.
Estimasi Tekanan Formasi menggunakan Metode Tekanan Efektif dan Tekanan Minimum dengan Kalibrasi Data Log (DST, RFT, FIT dan LOT): Studi Kasus Lapangan NN# Anis Berry; Widya Utama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.85 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v5i1.932

Abstract

Tekanan formasi ditimbulkan oleh tekanan fluida yang terperangkap dalam formasi. Pada umumnya, tekananformasi dibedakan menjadi tiga golongan yaitu tekanan hidrostatik, tekanan rekah (fracture gradient) dan tekanan batuan (overburdent pressure). Kajian ini merupakan aplikasi metode tekanan efektif dan metode tekanan minimum untuk memperoleh estimasi terbaik nilai tekanan formasi dan dan memahami karakteristik respon log sonic & gamma-ray terhadap perubahan litologi. Asumsi yang digunakan adalah nilai tekanan pori normal (tekanan hidrostatik) sebesar 0,465psi/feet dan tekanan overburden 1psi/feet. Estimasi dilakukan pada 3 sumur, dengan hasil tekanan pori maksimum 13 ppg dan tekanan rekah maksimum 17 ppg. Tekanan pori maksimum (overpressure) terjadi di kedalaman 6000ft untuk sumur 1 dan 5200ft untuk sumur 2 dan 3. Berdasarkan respons log (kualitatif analisis), diperkirakan terdapat hidrokarbon dengan reservoar yang diduga berupa batuan karbonat pada kedalaman 5800 feet pada sumur 1 dan kedalaman 5000 feet pada sumur 2 dan 3.
Fenomena Magneto-impedansi untuk Frekuensi Rendah pada Multilayer [Ni80Fe20/Cu]N Hasil Elektro-deposisi Muhammad Amiruddin; Budi Purnama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.607 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v10i2.813

Abstract

Karakterisasi magneto-impedansi telah dilakukan pada kawat Cu dengan pelapisan multilayer [NiFe/Cu]N hasil elektro-deposisi. Elektro-deposisi dilakukan pada temperatur ruangan dengan menggunakan Pt sebagai elektrode. Magneto-impedansi dimodifikasi dengan variasi frekuensi dan jumlah perulangan lapisan tipis N. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nisbah MI akan semakin meningkat seiring dengan kenaikan frekuensi danperulangan lapisan tipis N. Nisbah MI terbesar sebesar 1,31 diperoleh untuk N = 3 pada frekuensi 100 kHz. Perubahan nisbah pada rentang frekuensi rendah ini mengindikasikan bahwa mekanisme MI disumbang oleh perbedaan laju perubahan komponen impedansi imajiner yang lebih cepat dibandingkan komponen riil.
Spektrum dan Kinetika Keadaan Eksitasi Singlet Karotenoid Neurosporene diukur dengan Spektroskopi Serap Pisah Waktu Ferdy Samuel Rondonuwu
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.566 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.965

Abstract

Spektrum serap karotenoid neurosporene dengan 9 ikatan rangkap karbon berturutan diukur menggunakan spektroskopi serap pisah waktu. Spektrum diukur menggunakan pasangan laser pulsa ultra cepat masing-masing selebar 120 femtodetik. Didapati bahwa spektrum serap berevolusi sebanyak 3 kali. Kurva kinetik yang dianalisa pada riak gelombang 512 nm menunjukkan bahwa spektrum serap tersebut turun secara eksponensial dengan 3 konstanta kelajuan yang berbeda. Hasil ini menunjukkan bahwa energi eksitasi karotenoid mengalami deaktivasi melalui kaskade konversi internal dari keadaan 1B+u ke keadaan dasar 1A−g (ground state) setelah melewati dua tingkat tenaga intermediat. Hasil ini cocok dengan dugaan bahwa terdapat paling tidak dua tingkat tenaga singlet di antara keadaan dasar dan keadaan eksitasi 1B+u .
Development of A Three-Lead Electrocardiograph with Embedded Digital Filter on FPGA for Noise Removel Pratondo Busono
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 3 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.732 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i3.848

Abstract

An ECG is a bioelectrical signal which has important correlation with electrical activity of the heart. The ECG reflects important information regarding the performance of the heart. ECG devices are currently made for different settings applications including patient’s home, ambulance, general practioner offices, emergency wards or public health center. Most of the commercial ECG machine available today is still expensive for public health service in the rural area. Therefore, there is a need to develop a low cost and high performance of threeleadECG machine which can be used for the medical doctor or health practitioner in the rural area. In general, the ECG machine consits of differential amplifier, filters, isolation amplifier,buffer, analog to digital converter, microcontroller with digital signal processor and displaying unit. However, the biggest problem in designing the ECG machine is on the problem with low signal-to-noise ratio. Since, there are many sources of noise such power line interference, DC drift, EMC contraction, electronic noise, and motion artifacts. The goal of the work is to design and develop a low cost ECG machine with digital signal processor for noise removal. For that purpose, a series of digital filters will be embedded in the Xillinx Spartan 6 FPGA as part of digital signal processor. Results show that the prototype of ECG machine can be successfully recording and displaying the ECG signals with the good performance.
Pulsed - laser deposition of superconducting Nd1.85Ce0.15Cu4− thin films and their structural examinations Ariando Ariando; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1, No 1 (2005)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.309 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v1i1.998

Abstract

Thin films of electron - doped superconducting Nd1.85Ce0.15CuO4− have been deposited on (100) SrTiO3 substrates at 680 - 840◦C using pulsed - laser deposition. The deposition process was conducted in flowing oxygen with the rate of 25 ml/min and the pressure of 0.25 mbar. The in-situ post-annealing treatments in vacuum (down to 10−7 mbar) for several minutes at deposition and/or lower temperatures were given to induce superconductivity on the films. The best quality of films with Tc of about 20 K, smooth surface, nanometersizedgrains and average roughness of 3.5 nm have been produced by the growing film at 820◦C followed by annealing at 750◦C in vacuum for 5 minutes.
Supercontinuum Generation using Mode-Locked picoseconds Pulse Laser S. W. Harun; M. R. A. Moghaddam; H. Ahmad
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 7, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.373 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v7i1.900

Abstract

Supercontinuum (SC) generations in two nonlinear fibers are demonstrated using a passively mode-locked Erbium-doped fiber laser (EDFL). The EDFL is constructed using a semiconductor saturable absorber to generate 1.3 ps pulses with average power of 4.9 mW and repetition rate of 9.9 MHz at 1564 nm. The picosecond pulses are amplified by an Erbium-doped fiber amplifier to achieve an average output power of 13 dBm before it is launched into a 50m long photonic crystal fiber (PCF) and 100 m long highly nonlinear fiber (HNLF) for SC generation. Continuums starting from 1210 nm and 1370 nm for PCF and HNLF, respectively up to wavelength region of more than 1750 nm are achieved with average power of 10 dBm, which corresponds to 50% power conversion efficiency from pump to continuum.
Penggunaan Cyclone Ventilator sebagai Kincir Angin penggerak Generator Bachtera Indarto; A. Achaddiad; Susilo Indrawati; Didiek B Rahmat; Hasto Sunarno
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 12, No 1 (2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.815 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v12i1.1083

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan generator ceiling fan 12 W, dengan jumlah gear 35 dan 60 serta cyclone ventilator dengan jumlah gear 95. Pada kecepatan angin yang sama kecepatan poros generator pada pasangan gear 95/35 lebih besar dibandingkan dengan pasangan gear 95/60. Tegangan keluaran generator untuk pasangan gear 95/35 lebih besar dibandingkan pasangan gear 95/60. Pada pasangan gear 95/35 daya listrik yang dihasilkan generator sebesar 2,0 mW pada kecepatan angin 4,0 m/s dan kecepatan poros 40,2 rpm.

Page 6 of 43 | Total Record : 423