cover
Contact Name
Haris Setyaningrum
Contact Email
haris.setyaningrum@unida.gontor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
haris.setyaningrum@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Gontor AGROTECH Science Journal
ISSN : 2460495X     EISSN : 24775800     DOI : -
Gontor AGROTECH Science Journal (GASJ) is a sciencetific journal published biannual (june and december), covered but not limited issues in agronomy, integrated farming, sutainable agriculture, plant cultivation, soil science, plant protection, pest and diseases. GASJ published research article, short notes, review papers or review concept in above mentioned subjects
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
Value Chain Performance of Cocoa Beans in Banjaroya, Kulon Progo Wildan Fajar Bachtiar; Galih Kusuma Aji; Diklusari Isnarosi Norsita
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 5, No 1 (2019): June 2019
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v5i1.2811

Abstract

Kulon Progo is the area with the largest cultivation area for cocoa commodity in Special Region of Yogyakarta, which is 3,522 Ha [Goverment Database Statistics, 2013]. This study was conducted to analyze the performance of the value chain of cocoa beans. The data used in this study was the primary data obtained depth interviews with respondents from; farmers, farmer groups, cooperatives, companies and consumers. The method used to analyze in this study was the economic value added method. From the result, the highest revenue was found in the sales of the fermented dry cocoa seeds which was about 15.47; this showed that it is necessary for the farmers to apply the fermentation process to their cocoa products in order to boost their value and get bigger revenue. But the problem was the farmers need more time for the fermentation process as well as spending more money in buying fermentation box which are needed for the fermentation process. The sales of wet or non-fermented dry cacao seeds actually have low R/C value but farmers just do not want to bother themselves with the fermentation process so they end up in selling their products in wet or non-fermented dry state. Meanwhile, the process of making chocolate bar product has not given much value yet; eventhough this process should be able to give more value, considering the price for every kg of chocolate bar is around 65,000 Rupiahs. In this case, the cost for the cacao processing machine became the depression burden which cannot be covered by the amount of the cacao products produced by farmers. The solution for this problem can be done by conducting a collective purchase through Koperasi level; by doing this the farmers can enlarge their production scale which will end up in increasing their products' R/C value 
Kajian Intensitas Penyakit Bercak Coklat Sempit (Cercospora oryzae) dan Teknik Pengendaliannya pada Pertanaman Padi di Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember mukti singgih
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i2.932

Abstract

Usaha budidaya tanaman padi akan selalu berhadapan dengan gangguan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Salah satu penyakit yang menyerang tanaman padi adalah penyakit bercak coklat sempit yang disebabkan oleh jamur Cercospora oryzae. Penyakit bercak daun coklat sempit dapat menyebekan kerugian sebesar 10% hampir di seluruh wilayah penghasil padi. Penyakit bercak daun tersebar diseluruh daerah penghasil padi di Jawa. Kabupaten Jember sebagai salah satu sentra beras nasional mengalami penurunan hasil. Untuk itu dilakukan penelitian kemungkinan terjadinya intensitas serangan penyakit bercak coklat sempit di Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember, melalui survey pada pertanaman padi di wilayah endemik C. oryzae bersama Laboratorium PHP-TPH Tanggul-Jember. Data pengamatan diolah secara deskriptif agar dapat dianalisis dengan teknik pengendalian yang dilakukan petani menggunakan aplikasi Microsoft Excel berbentuk tabel yang menunjukkan intensitas lokasi pengamatan Klatakan 84,3% dan Pondokjoyo 81,7% adalah serangan sangat berat, sedangkan Sidomekar 49% dan Tanggul Kulon 67% dalam kategori seerangan berat. Teknik pengendalian yang dilakukan petani di Kecamatan Tanggul yaitu penyemprotan fungisida tepat anjuran, penggunaan agens hayati dan penanaman bibit unggul, memperbaiki pemupukan.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ENDOFIT TANAMAN TOMAT CHERRY (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) DALAM KEMAMPUANNYA MENGHASILKAN HORMON ASAM INDOL ASETAT (AIA) Oktira Roka Aji
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 1 (2017): June 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i1.909

Abstract

Bakteri endofit adalah bakteri yang hidup didalam tanaman sehat tanpa menyebabkan perubahan morfologi ataupun menimbulkan penyakit. Bakteri endofit membantu meningkatkan kesehatan dan produktivitas tanaman dengan cara menekan bakteri patogen dan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi kemampuan bakteri endofit yang terdapat pada buah dan batang tanaman tomat cherry (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) dalam menghasilkan hormon asam indol asetat (AIA). Hasil proses isolasi bakteri diperoleh 8 isolat bakteri endofit, yaitu 3 isolat dari buah tomat matang (isolat M1, M2, M3), 3 isolat dari buah tomat mentah (isolat Mt1, Mt2 dan Mt3) dan 2 dari batang tanaman tomat cherry (isolat Bt1 dan Bt2). Beberapa bakteri endofit yang berhasil diisolasi memiliki bentuk coccus, bentuk (form) koloni sirkuler, permukaan (elevation) koloni convex, tepi (margin) koloni entire dan berwarna putih. Semua isolat mampu memproduksi hormon AIA kecuali isolat M1 dan Mt3. Bakteri ini berpotensi untuk meningkatkan produktivitas tanaman tomat cherry melalui hormon AIA yang dihasilkan.
PLASTIC WASTE CONVERSION METHOD OF PLASTIC BOTTLE THROUGH TOGA CULTIVATION WITH ECO-FRIENDLY VERTICULTURAL SYSTEM Agung Kurniawan
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i2.945

Abstract

The use of plastic and articles made of plastic has been increasing day by day. Enhancing the use of plastics is a consequence of technological, industrial and population development. One of  alternative to handling plastic waste that is currently widely researched and developed is to recycle. Through environmental education on the community by converting plastic waste in the form of used plastic bottles into a planting medium in the eco-friendly vertical culture system cultivation. The method used in this research is classroom action research stage. The results of this study indicate significant progress in the first cycle which only utilizes used plastic bottles as vertebrate family medicinal plants (toga) planting medium and the second cycle shows the high public interest in the utilization of used plastic bottles with widespread planting location, maintenance system and the utilization of the cultivation result of family medicinal plants (toga)
Keefektivan Trichoderma harzianum sebagai Agens Pengendali Hayati Penyakit Pembuluh kayu (Vascular Streak Dieback) Pada Tanaman Kakao Klon ICCRI 03 dan TSH 858 joko susiyanto
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 1 (2017): June 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i1.915

Abstract

ABSTRAKPenyakit Pembuluh Kayu (PPK)/ Vascular Streak Dieback (VSD) merupakan penyakit penting yang menyerang perkebunan kakao yang disebabkan oleh patogen Oncobasidium theobromae. Penggunaan cendawan Trichoderma harzianum sebagai agens antagonis karena mempunyai kemampuan dalam menghambat pertumbuhan cendawan patogen. Pengujian keefektivan cendawan T. harzianum isolat Jember dan isolat Banyuwangi pada beberapa konsentrasi dalam mengendalikan penyakit pembuluh kayu (PPK/VSD) telah dilaksanakan dikebun percobaan pusat penelitian kopi dan kakao Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dan pengamatan setiap minggu. Perlakuan yang digunakan dalam keefektivan yaitu: (1) T. harzianum isolat Jember dengan konsentrasi 108 spora/ml, (2) T. harzianum isolat Jember dengan konsentrasi 109 spora/ml, (3) T. harzianum isolat Jember dengan konsentrasi 1010 spora/ml, (4) T. harzianum isolat Banyuwangi konsentrasi 108 spora/ml, (5) T. harzianum isolat Banyuwangi konsentrasi 109 spora/ml, (6) T. harzianum isolat Banyuwangi konsentrasi 1010 spora/ml, dan Kontrol menggunakan air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa T. harzianum  baik isolat Jember dan Banyuwangi cukup efektif menekan perkembangan penyakit pembuluh kayu (PPK/VSD). Perlakuan T. harzianum terbaik dalam mengendalikan penyakit (PPK/VSD) ditunjukkan oleh perlakuan T. harzianum  isolat Jember  109 spora/ml dengan nilai IP sebesar 0,71 % pada klon ICCRI 03, sedangkan pada klon TSH 858 isolat Banyuwangi konsentrasi 1010 spora/ml dengan nilai 7,38%. Kategori Tingkat Efikasi (TE) tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan isolat Jember konsentrasi 109 spora/ml dengan nilai sebesar 95,3% pada klon ICCRI 03, sedangkan pada klon TSH 858 isolat banyuwangi konsentrasi  1010 spora/ml dengan nilai 80,55%. Hasil uji t tanpa memperhatikan perlakuan pada Tingkat Efikasi (TE) klon ICCRI 03 menunjukkan hasil berbeda nyata dengan nilai TE lebih tinggi/terbaik bila dibandingkan dengan nilai TE klon TSH 858.    Kata Kunci: Trichoderma harzianum ; Penyakit Pembuluh kayu; Tanaman kakao.  
UPAYA PERBAIKAN PRODUKTIVITAS TANAH MINERAL MASAM DI WILAYAH LERENG SELATAN ARGOPURO DENGAN PENGAPURAN DAN PEMUPUKAN FOSFAT PADA TANAMAN JAGUNG (Zeamays L.) Jamaludin Jumadil Kubro
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i2.922

Abstract

Tanah Latosol di wilayah lereng selatan Gunung Argopuro tergolong tanah mineral masam dengan pH (H2O) <5.5, dan menunjukan adanya gejala kekahatan unsur hara fosfat pada Budidaya jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi kapur kalsit dan pupuk fosfat terhadap produktivitas tanah di wilayah lereng selatan Gunung Argopuro Kabupaten Jember. Penelitian dilaksanakan menggunakan tanaman jagung dalam pot, dimulai pada bulan Januari sampai Mei 2016. Rancangan yang digunakan adalah Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama adalah pupuk fosfat (P) terdiri atas empat taraf dosis, yaitu: P0 = 0g SP-36/pot; P1 = 5,21g SP-36/pot; P2 = 10,42g/pot dan P3 = 15,63g SP-36/pot. Faktor kedua adalah kapur kalsit (Ca) yang terdiri atas tiga taraf dosis: Ca0 = 0g CaCO3/pot; Ca1 = 84,67g CaCO3/pot; Ca2 = 171,26g CaCO3/pot. Kapur kalsit dicampur dengan media tanam dan diinkubasikan selama 1 minggu. Hasil penelitian menunjukan interaksi antara pupuk fosfat dan kapur kalsit pada parameter P tersedia dalam tanah dan tinggi tanaman pada umur 60 hari setelah tanam. Sebaliknya, parameter berat kering akar tanaman dan berat biji per tongkol tidak terdapat interaksi. Pupuk fosfat berpengaruh nyata pada pada parameter berat kering akar tanaman dan berat biji per tongkol. P3 memberikan produksi jagung tertinggi, yaitu 6,66 ton/ha dan P0 memberikan produksi terendah (4,78 ton jagung/ha). P3 berbeda tidak nyata dengan P1 (6,33 ton jagung/ha) dan P2 (6,27 ton jagung/ha). Kapur kalsit berpengaruh nyata pada parameter pH (H2O) tanah. Ca1 mampu menjaga nilai pH tanah dalam kondisi optimum yaitu 6.4 pada akhir penelitian. Berdasarkan produksi jagung dan kenaikan pH optimum penggunaan kapur kalsit sebanyak 2.259 kg CaCO3/ha dan pupuk fosfat sebanyak 139 kg SP-36/ha merupakan kombinasai perlakuan yang paling efektif dan efisien.
APPLICATIONS LIQUID ORGANIC FERTILIZER AND COMPOSITION OF PLANT MEDIA TO RESULT OF SELADA PLANTS (Lactuca sativa L) Sri Hidayati
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i2.1075

Abstract

Abstract:           Lettuce (lactuca sativa) is a vegetable that has a very high economic value. Where this plant can be grown in temperate and tropical regions, Lettuce production is still low, then this plant needs to be given fertilizer treatment. One of the fertilizer that can be used is liquid organic fertilizer. Liquid Organic Fertilizer has several benefits such as to encourage and increase the growth and yield of plants.             Objective: To know the effect of combination of planting media composition and liquid organic fertilizer to growth and yield of lettuce crop; To know the influence of plant plant composition on growth and yield of lettuce plant; To know the effect of liquid organic fertilizer on growth and yield of lettuce plant.            The experiment was conducted in experimental garden of Faculty of Agriculture Universitas Merdeka Surabaya Jl.Ketintang Madya VII / 2 Surabaya, with the space 0-20 meters above sea level.      This research is a pot experiment and is a two factor factorial research with Randomized Block Design (RAK), the first factor is Liquid Organic Fertilizer with 3 levels and the second factor is the composition of planting media with 4 levels. Where Factor I: liquid organic fertilizer consisting of: P1: 1 ml / plant; P2: 2 ml / plant; P3: 3 ml / plant, Factor II: planting medium consisting of 4 (four) levels, namely: M1: soil + manure + rice husk: 2: 1: 1; M2: soil + manure + rice husk: 1: 1: 1; M3: ground + manure + sand: 2: 1: 1; M4: ground + manure + sand: 1: 1: 1, treatment repeated 3 times and each treatment there are 2 plant samples, so the number of plants as much 72 or 72 polybag.Based on the results of research conducted, it can be concluded as follows:1. POC concentration factor (P) showed significant influence on all variables studied such as leaf number, plant length and wet weight of plant.2. The media composition factor (M) showed a nonsignificant effect on all variables studied such as leaf number, plant length and wet weight of the plant.3. There was significant interaction in combination of treatment between Liquid organic (P) and media composition factor (M) and to plant length variables. At age 35 days after planting. The highest value obtained P2M2 of 14.00 and the lowest value obtained by 11.83. Keywords: Lettuce Plants, Liquid Organic Fertilizer, Planting Media
UJI EFEKTIFITAS INSEKTISIDA NABATI EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica B.) DAN UMBI GADUNG (Dioscorea hispida D.) TERHADAP MORTALITAS DAN PERKEMBANGAN HAMA Plutella xylostella L. DI LABORATORIUM irfan sugiono utomo
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 1 (2017): June 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i1.921

Abstract

Plutella xylostella L. merupakan hama penting tanaman kubis. Hama ini menyerang bagian daun dengan gejala daun menjadi berlubang sehingga turunnya produksi mencapai 80-100% penyebaran hama Plutella xylostella tersebar di daerah tropis dan subtropis.. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium Hama Tumbuhan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember. Penelitian ini dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan di uji menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf 5%. Perlakuan aplikasi yang digunakan dengan 2 metode, yaitu metode tetes (ulat) dan metode celup (pakan). Perlakuan yang digunakan yaitu: K1 (Konsentrasi akar tuba 20ml/l air), K2 (Konsentrasi akar tuba 25ml/l air), K3 (Konsentrasi akar tuba 30ml/l air), K4 (Konsentrasi umbi gadung 20ml/l air), K5 (Konsentrasi umbi gadung 25ml/l air), K6 (Konsentrasi umbi gadung 30ml/l air), K7 (Konsentrasi akar tuba 20 ml/l air +umbi gadung 30ml/l air), K8 (Konsentrasi akar tuba 30 ml/l air +umbi gadung 20ml/l air). Pengamatan meliputi persentase mortalitas larva P. xlostella , persentase larva yang menjadi pupa, persentase larva yang menjadi imago Hasil penelitian menunjukkan bahwa Insektisida nabati akar tuba dan umbi gadung berpengaruh sangat nyata terhadap mortalitas larva Plutella xylostella yakni dapat menyebabkan tingkat mortalitas sebesar 86,67 % dengan konsentrasi paling efektif pada perlakuan K8 yaitu ektrak akar tuba 30ml/l air + umbi gadung 20ml/l air. Perlakuan ekstrak nabati akar tuba lebih efektif dengan metode celup sedangkan ekstrak umbi gadung lebih efektif dengan metode tetes. Penggunaan perlakuan kombinasi insektisida nabati lebih efektif dibandingkan dengan pemberian insektisida nabati tunggal.Kata kunci: Plutella xylostella, Akar tuba, Umbi gadung 
Pengaruh Macam Eksplan dan Konsentrasi 2,4 D terhadap Induksi Kalus Kluwek (Pangium edule Reinw.) secara In Vitro Hendy Dwi Prabakti
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i2.930

Abstract

ABSTRAKKluwek adalah tanaman asli Indonesia memiliki fungsi ekologi dalam perbaikan lingkungan dan potensial untuk dibudidayakan. Tanaman ini memiliki nilai konservasi dan ekonomi atau disebut jenis tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) atau tanaman multi guna. Tanaman MPTS adalah tanaman serbaguna yang dapat diambil buah, bunga, kulit, dan daunnya. Kebanyakan pemakaian Pangium edule didasarkan pada adanya asam sianida. Perbanyakan bibit lewat biji sangat terbatas karena keberhasilan perkecambahan hanya 10 %. Karena itu perlu pengadaan bibit kluwek siap tanam yang mencukupi diperoleh melalui perbanyakan vegetatif kultur jaringan. Tujuan penelitian untuk mengetahui respon eksplan dan pengaruh konsentrasi pemberian 2,4 D Induksi Kalus Pangium edule Reinw. melalui kultur in vitro, serta interaksi macam eksplan dengan 2,4 D. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang tersusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Macam eksplan terdiri dari 2 taraf: E1 = Daun; dan E2 = Endosperm. Faktor kedua yaitu taraf konsentrasi 2,4 D yang diberikan: D0 = 0,0 ppm; D1 = 0,2; D2 = 0,4 ppm; D3 = 0,6 ppm; D4 = 0,8 ppm; D5 = 1 ppm. Data dianalisis dengan anova dan apabila terdapat perbedaan nyata diantara perlakuan maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, terdapat interaksi yang sangat nyata antara macam eksplan dan 2,4 D. Hasil terbaik, berturut-turut parameter kedinian kalus, pembentukan kalus, dan penambahan biomassa, ditunjukkan dengan penambahan 2,4 D 0,8 ppm, 1 ppm, dan 0,4 ppm pada 14 hari, 86,67% dan 66 mg. Parameter warna kalus pada 2,4 D 1 ppm dengan skor 4,2 skor dan tekstur kalus pada 0,8 ppm 2,4-D dengan skor 4.Kata kunci: Kluwek (Pangium edule Reinw.), MPTS, Asam Sianida How to citate: Hendy Dwi Prbakti, Didik Pudji Restanto, Sholeh Avivi, 2017. Pengaruh Macam Eksplan dan Konsentrasi 2,4 D terhadap Induksi Kalus Kluwek (Pangium edule Reinw.) secara In Vitro
PERBEDAAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE SRI Mahrus Ali; Abdullah Hosir; Nurlina Nurlina
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 3, No 1 (2017): June 2017
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v3i1.898

Abstract

Page 4 of 16 | Total Record : 155