cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PUJANGGA: Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24431478     EISSN : 24431486     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
MAJAS METAFORA DALAM PEMBERITAAN OLAHRAGA DI MEDIA MASSA CETAK Ririen Ekoyanantiasih Ekoyanantiasih
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2015): Volome 1 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.939 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i1.146

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian majas metafora dalam ragam jurnalistik di pemberitaan olahraga.  Dengan metode deskriptif, penelitian ini  memaparkan majas-majas tersebut yang mengandung perbandingan antara  dua hal. Hal  pertama mengacu pada objek yang mempunyai makna murni dan hal kedua adalah  makna kata yang sesuai dengan ciri-ciri kodrati suatu kata  yang ditandai oleh fitur-fitur semantik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di dalam media massa cetak ditemukan berbagai macam bentuk majas metafora, yaitu majas metafora dalam bentuk kata, frasa, dan klausa. Kata kunci:  denotasi, konotasi, majas, metafora ABSTRACTThis research has a purpose to describe how to use methaphora figure of speech in journalism sport news. With descriptive method, the research explain  some figure of speech which contain a comparison between two matter.  The first  matter  refers to an  object which has pure sense and second matter is the meaning  of a word  that  appropriate with the characteristic  of the anothor word which signed by semantic characteristic. This research showing that the printed mass media has found  many kind  of methaphora figure of speech, like  methaphora figure  in word, phrase, and clausa. Key word: denotation; connotation, figure of speech, methaphora
ALIRAN LINGUISTIK DALAM KURIKULUM BAHASA INDONESIA SEKOLAH MENENGAH TINGKAT ATAS Kasno Atmo Sukarto
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2015): Volome 1 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.063 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i1.147

Abstract

ABSTRAK                Penelitian yang berjudul Aliran Linguistik  dalam kurikulum Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Tingkat  Atas ini bertujuan untuk memaparkan penerapan aliran linguistik dalam pengajaran Bahasa  Indonesia di Sekolah Menengah Tingkat Atas kelas X, XI, dan XII. Acuan teoretis yang digunakan adalah  kategori  konstruksi bahasa mengacu pada konsep Jacobs et al., fungsi bahasa mengacu pada pandangan Holmes, pengajaran bahasa Indonesia, dan kurikulum berdasarkan  Pusat kurikulum. Metode penelitian ini menggunakan  metode deskriptif  kualitatif,  yakni  mendeskripsikan  dan memberikan gambaran  secara deskripsi  yang komprehensif tentang penggunaan  aliran-aliran  linguistikdi dalam kurikulum yang dipakai. Analisis data mencakup  kosakata dan penerapannya, bentuk-bentuk, dan penyajian ketatabahasaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam  kurikulum bahasa Indonesia  menerapkan alioran tata bahasa tradisional yang dilengkapi aliran-aliran tata bahasa yang lain demi keutuhan buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas.Kata kunci: kategori konstruksi bahasa, pengajaran kosakata, struktur, kurukulum    ABSTRACTThe research is entitled linguistic stream of Bahasa Indonesia curriculum for High School Level. The purpose of the research is to explain the application of linguistic stream in teaching of Bahasa Indonesia for students at tenth, eleventh, and twelfth grade in Senior High School. There are theories are used in this research. First,  theory refers to Jacobs et al’s concept about language construction category.  Second, language function that refers to Holmes’ perspective, and third is Indonesian language teaching and its curriculum are based on Curriculum Centre. The reserach uses descriptive and qualitative methodologies that it will be described descriptively and comprehensively. Data analysis covers vocabulary and its application, forms, and grammatical presentation. The result of analysis showed that the cohesion of Bahasa Indonesia textbook for Senior High School can be obtained by applying a stream of traditional grammar which is equipped with another grammatical stream.  Key words: a language construction category,  a vocabulary teaching, structure, curriculum
TERA FAEDAH DAN TERA ROHANI: NILAI PRAGMATIS SYAIR TERBITAN BALAI PUSTAKA SEBELUM PERANG Zaenal Hakim
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2015): Volome 1 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.21 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i1.148

Abstract

ABSTRACT This study revealed the terms of pragmatics in the poem Boedjang long way off (1927), daughters of Boerdah Poems (1931), and Poems Koerban Boeroe (tt). As a work laden with ethical values-moral, the three poems that express mandate of each will bebeneficial for the human spirit. Ethics-mandated moral is: SBJ encourage  mankind  to  be  forgiven,  SPB contains the   suggestionthat  humans  do  not do  treason, and  LCS suggested that applicable human patient. As a work of narrative, the poem presents all three conflicts caused by overly ambitious leaders in getting the treasure, throne, and women. As the substance of the story, the three elements have filled in beautifully for the flow calibration of each story. Key words: theory of pragmatic, ethical values; tera avail; and tera lovely ABSTRAK Penelitian ini mengungkapkan segi pragmatik dalam Syair Boedjang Djaoeh (1927), Syair Poeteri Boerdah (1931), danSyair Koerban Boeroe (t.t.). Sebagai karya yang sarat dengan nilai-nilai etika-moral, ketiga syair tersebut masing-masing mengungkapkan amanat yang akan berfaedah bagi rohani manusia. Etika-moral yang diamanatkan yaitu: SBJ menganjurkan manusia supaya bersikap memaafkan, SPB berisi anjuran supaya manusia tidak berbuat berkhianat, dan SKB menganjurkan supaya manusia berlaku sabar. Sebagai karya narasi, ketiga syair tersebut menyuguhkan konflik disebabkan para tokoh terlalu ambisius dalam mendapatkan harta, tahta, dan wanita. Sebagai substansi cerita, ketiga unsur tersebut sudah mengisi tera indah bagi alur masing-masing kisah. Kata kunci: teori pragmatik; nilai etika; tera faedah; dan tera indah
POTRET KORUPTOR DALAM NOVEL KORUPSI Ni Nyoman Subardini
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2015): Volome 1 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.393 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i1.149

Abstract

ABSTRACT This paper aims to describe about of fenomena corruption in two novels. The method of research used is qualitative description method. The novels being discussed are Korupsi written by Pramoedya Ananta Toer (2002), and Korupsi (translation) written by Tahar Ben Jelloun (2010). Under the descriptive study by using continually reading technique, it was identified that there are information about corruption. One’s acts are closely related to the place or the invironment where she/he lives. This statement is relevant with concept of “Sosiologi is objektif study and scientific approach about society and man, study about social process and institution” by Sapardi Djoko Damono (1979). By using the sociological approach of literature, the study shows that corruption committed by the main character of Korupsi caused by poverty and the opportunity possessed by a public servant. With this assumption, we can make the novel as a document in expressive research.Based on the analysis report, it is found out that corruption in a phenomenon that has been cultured in the society. Corruption is a phenomenon is as old as human life. Corruption phenomenon has taken place in various forms and society or countries. In its history, corruption by society is condidered as a natural thing in everyday life. Key words: novel, corruption, sosiology literature ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fenomena korupsi dalam dua novel. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Novel yang dibicarakan adalah Korupsi karya Pramoedya Ananta Toer (2002), dan Korupsi (terjemahan) karya Tahar Ben Jelloun (2010). Mendeskripsikan dengan teknik membaca berulang-ulang, akan dapat mengidentifikasikan keterangan tentang korupsi. Pendekatan yang dipergunakan adalah sosiologi sastra, suatu analisis teks untuk mengetahui strukturnya, untuk kemudian dipergunakan memahami lebih dalam lagi gejala sosial yang ada di luar sastra (Damono, 1979).Berdasarkan hasil analisis diperoleh korupsi sebagai fenomena yang telah membiadab di masyarakat. Korupsi sebagai suatu gejala sosial telah berada setua dengan umur umat manusia. Fenomena korupsi telah mengambil tempat pada berbagai bentuk dan terdapat pada berbagai masyarakat atau bangsa. Dalam sejarahnya, korupsi oleh masyarakat dianggap sebagai sesuatu yang wajar atau lazim dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: novel, korupsi, sosioliogi sastra
A Proposed English Syllabus for the Marketing Staff of PT Dharma Medipro Siti Tuti Alawiyah
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 1 (2015): Volome 1 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.341 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i1.150

Abstract

ABSTRAKSejak bahasa Inggris digunakan sebagai alat komunikasi dalam dunia bisnis internasional, maka perusahaan-perusahaan pun mewajibkan para karyawannya menguasai bahasa Inggris, terutama untuk staf marketing. Staf marketing dianggap memiliki peranan penting untuk mengembangkan perusahaan dan bertanggung jawab untuk mencari pelanggan dan mempromosikan produk perusahaan mereka. Oleh karena itu, PT Dharma Medipro yang memiliki pelanggan asing mewajibkan marketing staffnya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka dengan memberikan kursus bahasa Inggris untuk mereka. Analisa kebutuhan perlu dilakukan sebelum merancang silabus kursus, dengan cara memberikan kuisioner dan wawancara kepada staf marketing dan manajer marketing  untuk mendapkatkan hal-hal yang berkaitan dengan deskripsi pekerjaan staf marketing. Setelah itu, hasil pengumpulan data analisis kebutuhan diolah untuk membuat silabus kursus mereka. Diyakini bahwa silabus yang dibuat berdasarkan pada kebutuhan siswa akan lebih efektif dan tujuan siswa untuk belajar bahasa Inggris dapat tercapai dengan baik. Hasil riset menunjukkan bahwa partisipan perlu meningkatkan semua kecakapan bahasa Inggis mereka terutama, kecakapan berbicara, dan menyimak. Oleh sebab itu, silabus yang diajukan menggabungkan unsur tata bahasa, fungsi, dan situasi yang berhubungan dengan staf marketing PT Dharma Medipro.Kata kunci: staf marketing, ESP, analisis kebutuhan, desain silabus ABSTRACTSince English is used as a means of communication in doing bussiness internationally, companies require their employees to master English, especially their marketing staff. The marketing staff has an important role to develop a company since they are responsible for finding customers and promoting company’s products. Therefore, PT Dharma Medipro whose customers are foreigners requires its marketing staff to improve their English by providing them an English course. Before designing the course, needs analysis was conducted through questionnaires that were distributed to the marketing staff and an interview with a marketing manager to obtain more insights about marketing staff’s job descriptions. Some of the marketing staff were also interviewed. Afterwards, the results of the needs analysis were interpreted to design a syllabus for them. It is believed that the syllabus based on learners’ needs will be more effective and learners’ goal to learn English can be achieved as well. The results indicate that the participants need to improve all skills, particularly speaking and listening. Hence, the proposed syllabus combines structure, functions and situations relevant for the marketing staff of PT Dharma Medipro.Key words: marketing staff, ESP, needs analysis, syllabus design
IMPLEMENTASIPASAL 36 “UNDANG-UNDANG BAHASA” E. Zaenal Arifin
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.13 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.170

Abstract

The Article 36 of Language Act requires the use of Indonesian in geographic names, the names of buildings, streets, apartments or settlements, offices, trade centers, trademarks, business institutions, and organizations or Indonesian legal entities. In reality, the “mandate” of this Act is inconsistently appreciated. There are still geographic names, buildings, trademarks and others do not use Indonesian. In adition, the writing of those names is varied and many of them disobey the spelling systems and diction.
INTERJECTION “ONDEH” IN MINANGKABAU LANGUAGE AS MARKERS OF ATTITUDES AND EMOTIONS widya - widya
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.239 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.317

Abstract

 ABSTRACTThis study aimed to find out whether the interjection “ondeh” with a certain pitch contour carries signals of different attitudes and emotions and to describe the tone contour of interjection “ondeh” with certain attitudes and emotions. This research combines qualitative and quantitative methods. Qualitative method is applied in description and analysis, while quantitative method is only used to calculate the frequency of the tone and perception test results. The data was obtained through the process of sound recording of several informants who are native speakers of Minangkabau language. The findings show that the interjection “ondeh” with a certain intonation contours carries signals of different attitudes and emotions. Those attitudes and emotions are feeling amazed, shocked and upset. Interjection “ondeh” of amazed shows a significant difference in duration between syllable on and deh. The duration of the syllable deh tends to be much longer than the duration of the syllable on. The same thing is also found in interjection “ondeh” showing upset. However, speakers tend not to pronounce the sound [on] so that the sounds heard are just [deh] when they are upset. Furthermore, the emotion of surprised is shown with tone on syllable on which tends to be higher when compared to the one of amazed and upset. Finally, context of the sentence is also very influential in determining signal of certain attitudes and emotions.Key words: prosodic features, interjection, emotion ABSTRAKPenelitian ini bertujan untuk untuk mencari tau apakah interjeksi ondeh dengan kontur nada tertentu membawa sinyal sikap dan emosi yang berbeda dan untuk mendeskripsikan kontur nada interjeksi ondeh dengan sinyal sikap dan emosi tertentu. Penelitian ini mengombinasikan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dipakai dalam deskripsi dan analisis sedangkan metode kuantitatif hanya digunakan untuk menghitung frekuensi nada dan hasil uji persepsi.Sumber data penelitian ini diperoleh melalui proses perekaman suara beberapa orang  informan yang merupakan penutur asli bahasa Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan ondeh dengan kontur intonasi tertentu membawa sinyal sikap dan emosi yang berbeda. Sinyal sikap dan emosi itu  berupa perasaan kagum, kaget, dan kesal. Interjeksi ondeh yang membawa sinyal emosi kagum memperlihatkan perbedaan durasi yang cukup signifikan antara silabe on dan deh. Durasi silabel deh cenderung jauh lebih panjang daripada durasi silabel on. Sama dengan sinyal emosi kagum, pada emosi kesal ciri sinyal emosi pada interjeksi ondeh ditunjukkan oleh durasi silabe deh yang cenderung panjang. Namun, pada emosi kesal penutur cenderung untuk tidak mengucapkan bunyi [on] sehingga yang terdengar hanya bunyi [deh]. Selanjutnya, sinyal emosi kaget ditunjukkan dengan nada pada silabel on yang cenderung tinggi apabila dibandingkan dengan silabel on pada emosi kagum dan kesal. Konteks kalimat juga sangat berpengaruh dalam menentukan sinyal sikap dan emosi tertentu. Kata kunci: fitur prosodi, interjeksi, emosi
PERENCANAAN BAHASA INDONESIA DALAM ERA GLOBALISASI Kasno - -; Muhammad Nur Anzali
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.223 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.316

Abstract

ABSTRACTThis article  aims to describe steps in planning Bahasa Indonesia in the global era. It  focuses on the challenge and and anticipation , human resource development, guidingance, socialization, and elements of foreign languages especially English in the use of Indonesian. The method which is used in this article  is  descriptive analysis, which describes things dealing with Language planning of Bahasa Indonesian. The data source of this article is the article or articles discussing about language planning of Bahasa Indonesia itself. The result of this article is a strategic plan for language development and guidance in the global era, including the controlling of foreign language elements, especially English in the use of   Bahasa Indonesia.Keywords: language planning, guidance, developmentABSTRAKTulisan ini  bertujuan  untuk mendeskripsikan   langkah-langkah perencanan bahasa  Indonesia  dalam era global.  Fokus tulisan ini adalah tantangan dan penanggulangan, peningkatan sumber daya manusia, pembinaan, pemasyarakatan,  dan unsur-unsur bahasa asing khusunya bahasa Inggris dalam pemakaian bahasa Indonesia.  Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif analisis, yaitu mendeskripsikan  hal-hal yang berkaitan dengan ikhwal perencanaan bahasa Indonesia. Sumber data tulisan ini adalah  tulisan atau artikel  yang membicarakan ikhwal perencanaan bahasa Indonesia.  Hasil penelitian ini adalah  rencana strategis   yakni langkahlangkah pembinaan dan pengermbangan bahasa  Indonesia dalam era global, termasuk penanggulangan unsur-unsur  bahasa asing khususnya bahasa Inggris dan penyelarasannya  dalam pemakaian bahasa Indonesia.   Kata kunci: perencanaan  bahasa, pembinaan, pengembangan
SATU GENERASI, TETAPI BERBEDA VISI: PERSEPSI CINTA MENURUT SAFITRI DAN DIKA ONE GENERATION, BUT A DIFFERENT VISION: PERCEPTION OF LOVE ACCORDING SAFITRI AND DIKA Saksono - Prijanto
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.481 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.324

Abstract

 ABSTRACT Product types literary readings also increasingly spectacular. They now deliver "literature" is no longer bound by the need to obey the grip to reveal the "beauty" literal. World some resaults laden with poverty, contempt, and the impossibility of them express the voice of freedom. The article "One generation, but a different vision: Perceptions of Love According Safitri and Dika" is written with the intention to try to reconstruct the way of thinking of the leaders in addressing and and deal with various aspects of life they experience, especially about the romance that unfolds in the novel Kelir Slindet works Kedung Darma Romansha and Koala Kumal, Marmut Merah Jambu, dan Cinta Brontosaurus work Raditya Dika.In order to get a complete picture of the literary works of two writers will be disclosed meaning behind the actions of the characters, particularly in negotiating the turmoil of life. Efforts disclosure as well reconstruction their thinking in negotiating the various aspects of life that used semiotic approach. Through the paradigmatic relationship patterns, is patterns between characters relationships with other characters and patterns between characters relationship with the community is expected that work becomes clear legibility. Keywords: reconstruction ,semiotic, paradigmaticABSTRAK Produk bacaan jenis sastra sekarang semakin spektakuler. Mereka sekarang menyampaikan “sastra” tidak lagi terikat dengan keharusan untuk taat kepada pakem dengan mengungkapkan “keindahan” secara literer. Dunia jungkir balik yang sarat dengan kepapaan, kenistaan, dan kemustahilan mereka ungkapkan dengan suara kebebasan. Artikel “Satu Generasi, tetapi berbedavisi: Persepsi Cinta Menurut Safitri dan Dika” ditulis dengan maksud untuk mencoba merekonstruksi cara berpikir para tokoh dalam menyikapi dan dan menyiasati beragam aspek kehidupan yang mereka alami, khususnya tentang percintaan yang terungkap dalam novel Kelir Slindet karya Kedung Darma Romansha serta Koala Kumal, Marmut Merah Jambu, dan Cinta Brontosaurus karya Raditya Dika.Untuk dapat memperoleh gambaran utuh mengenai karya dua sastrawan itu akan diungkapan makna di balik tindakan para tokoh, khususnya dalam menyiasati gejolak kehidupan. Upaya pengungkapan sekaligus perekonstruksian cara berpikir mereka dalam menyiasati beragam aspek kehidupan itu digunakan melalui pendekatan semiotik. Melalui pola hubungan paradigmatik, yaitu pola hubungan antartokoh dengan tokoh lain dan pola hubungan antartokoh dengan masyarakat diharapkan keterbacaan karya tersebut menjadi jelas.  Kata kunci: rekonstruksi, semiotic, paradigmatik
KEPRIBADIAN DALAM TEKS SASTRA: SUATU TINJAUAN TEORI SIGMUND FREUD Waslam - Waslam
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.055 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.323

Abstract

ABSTRAKPenelitian yang membahas tentang Kepribadian dalam Teks Sastra ini bertujuan mendeskripsikan psikoanalisis atau kepribadian yang melingkupi kehidupan mental dalam wadah alam bawah sadar, alam tidak sadar, alam sadar yang mencakup wilayah id, ego, superego, dan tafsir  mimpi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan atau menggambarkan tentang kepribadian dalam teks sastra. Analisis data yang dipakai mencakup kepribadian dalam teks sastra. Hasil yang diharapkan menerapkan teori kepribadian yang diungkapkan melalui tokoh-tokoh yang terdapat dalam teks sastra tersebut.Kata kunci: wilayah pemikiran, id, ego, superego, libido dan tafsir mimpi ABSTRACTThe topics of this study is about the personality in literary text. The aim of this study is to describe the personality aspects in three levels of minds, namely preconscious, and conscious mind in the context of id, edo, superego, and the interpretation of dream. Research methods of this study is qualitative descriptive, the aim of this study is to describe the personality aspects in literary text. Data analysis consist of personality aspects in literary text. The result of this study is the description of personality aspects of characters in the literary text based on psychoanalytic theory. Key word: levels of minds, id, ego, superego, libido, interpretation of dream

Page 2 of 16 | Total Record : 154