cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PUJANGGA: Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24431478     EISSN : 24431486     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 154 Documents
THE EQUIVALENCE AND SHIFTS IN THE INDONESIAN TRANSLATION OF ENGLISH PREPOSITIONS IN, ON, AND AT. Noni - Marlianingsih
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.347 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.322

Abstract

 ABSTRACTThe aim of this study was to find out how the English prepositions in, on, and at are translated into Indonesian, and to describe the techniques used in translating. The method used in this research is descriptive qualitative. The data source were taken from the novel The Runaway Jury and its rendering in Indonesian entitled JuriPilihan. Based on this research, the English prepositions in, on, and at can be translated into Indonesian in the form of preposition. The results showed that there are three main categories namely in, on and at. The results show that the prepositions in English is 40% of the 100 data. English preposition on is 35% of the 100 data. The smallest amount, the English preposition at is 25% of the 100 data. Based on these results, we can conclude that the English prepositions in, on, and at can be translated into Indonesian become akan, dengan, di, ke, pada, tanpa, tentang, untuk, di, pada, selama, and mengenai.Key words: Equivalence, Shifts, Translation, PrepositionABSTRAK Tujuandaripenelitianiniuntukmencaritahubagaimanapreposisibahasainggrisin, on,danatditerjemahkankebahasa Indonesia, danuntukmenjelaskanteknik yang digunakan dalammenerjemahkan. Metode yang digunakandalampenelitianiniadalahkualitatifdeskriptif. Sumber data diambildari novel “The Runaway Jury”dantelahditerjemahkandalambahasa Indonesia berjudul “JuriPilihan”. Berdasarkanhasildaripenelitianini, preposisibahasainggrisin, on,danat dapatditerjemakankebahasa Indonesia dalambentukpreposisi. Hasilmenunjukkanbahwaadatigakategoriutamayaituin, ondanat. Hasil paling banyakdarianalisisinimenunjukkanbahwapreposisibahasainggrisinadalah 40% dari 100 data. Kedua, preposisibahasainggrisonadalah 35 % dari 100 data. Jumlahterkecil, preposisibahasainggrisatadalah 25 % dari 100 data. Berdasarkanhasiltersebut, sehinggadapatdisimpulkanbahwapersamaandaripreposisibahasainggrisin, on, danatdapatditerjemahkankebahasa Indonesia menjadiakan, dengan, di, ke, pada, tanpa, tentang, untuk, di, pada, selama, and mengenai.Kata kunci: persamaan, pergeseran, penerjemahan,preposisi
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN DAN PEMEFOLEHAN BAHASA KEDUA/ASING Hanna - Sundari
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.015 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.321

Abstract

 ABSTRACT Models of language learning and acquisition in the issue of second /foreign language learning and acquisition have not been discussed much so far. However, the concepts of how learners acquire and learn language are essential to know and understand by teachers/lecturers who involve in the field of practical language teaching. This article tries to give a description of both models of language in general and model of language learning and acquisition in regard to the nature, the position, and the types of models build upon the experts. The models of language learning and acquisition discussed are Tradisional Model, Levelt Model, Paul Nation Model, Swain Model, and ACCESS Model. Key word: model, learning and acquisition, second/foreign language ABSTRAK Model pembelajaran dan pemerolehan bahasa dalam kajian pemerolehan bahasa kedua/asing memang tidak terlalu banyak didiskusikan. Namun begitu, konsep mengenai bagaimana bahasa asing/kedua diperoleh dan dipelajari perlu diketahui dan dipahami oleh guru/dosen yang berkecimpung dalam dunia pembelajaran bahasa secara praktis. Paparan ini memberikan deskripsi mengenai model pembelajaran secara umum dan model pembelajaran dan pemerolehan bahasa kedua/asing dalam aspek pengertian, posisi dalam kajian pembelajaran bahasa kedua/asing dan macam-macam model yang diperoleh dari berbagai pandangan ahli. Model pembelajaran dan pemerolehan bahasa asing/kedua yang akan dibahas, diantaranya: Model Tradisional, Model Levelt, Model Paul Nation, Model Swain, dan Model ACCESS.   Kata kunci: model, pembelajaran dan pemerolehan, bahasa kedua/asing  
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN, PERHATIAN ORANG TUA, DAN MINAT BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA SMK KESEHATAN DI KOTA TANGERANG Noor Komari Pratiwi
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.16 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.320

Abstract

 ABSTRACT  This study aims to determine the effect of education level of parents, parental attention, and student interest towards the achievement learning Indonesian of students at SMK Kesehatan in Tangerang. The population in this study were all students of SMK Kesehatan in the city of Tangerang and samples taken amounted to 80 people who are students of class X using cluster sample selection technique of random sampling. The method used is descriptive correlational survey. In the correlation analysis, the main thing being analyzed is the correlation coefficient, which is a number that indicates the degree of relationship between two or more variables that have a causal relationship and engage in change.The dependent variable in this study is the Indonesian learning achievement (Y) and the independent variables are the educational level of parents (X1), parental (X2), and the interest of student learning (X3). According to the framework and research hypothesis, suspected between independent and dependent variables there is causal relationship and mutual change. Therefore, the hypothesis verification analysis techniques using correlational techniques.Keywords: education level of parents, parental attention, student interest,                 achievement learning Indonesian ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, perhatian orang tua, dan minat belajar siswa terhadap prestasi belajar bahasa Indonesia siswa SMK Kesehatan di Kota Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMK Kesehatan yang ada di Kota Tangerang dan sampel yang diambil berjumlah 80 orang yang merupakan siswa kelas X dengan menggunakan teknik pemilihan sampel cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif korelasional. Dalam analisis korelasional, hal utama yang dianalisis adalah koefisien korelasi, yaitu bilangan yang menunjukkan derajat hubungan antara dua variabel atau lebih yang mempunyai hubungan sebab akibat dan saling mengadakan perubahan.Variabel penelitian ini yaitu variabel terikat (dependent variable) adalah prestasi belajar bahasa Indonesia (Y) dan variabel bebas (independent variable) adalah tingkat pendidikan orang tua (X1), perhatian orang tua (X2), dan minat belajar siswa (X3). Menurut kerangka berpikir dan hipotesis penelitian, diduga antara variabel bebas dan terikat tersebut ada hubungan sebab akibat dan saling mengadakan perubahan. Oleh karena itu, teknik analisis pembuktian hipotesis tersebut menggunakan teknik korelasional. Kata kunci: tingkat pendidikan orang tua, perhatian orang tua, minat                 belajar siswa, prestasi belajar bahasa Indonesia 
PEMAKAIAN DI MANA DAN YANG MANA SEBAGAI KATA HUBUNG DALAM KALIMAT BAHASA INDONESIA Bambang - Widiatmoko
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.759 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.319

Abstract

 ABSTRACTThis article analyzes the use of di mana and yang mana as conjunction in bahasa Indonesia sentence.  Generally, various text books on Indonesian grammar define di  mana and yang mana as question word; there are no explain about di mana and yang mana as conjunction. On other side, previous research has shown that the use of di mana and yang mana as a conjunction in Indonesian sentence is more usual and more popular.  This tendency should be response critically, especially due to the  teaching of standard Indonesian grammar. Key words: di mana, yang mana, conjunction, question word  ABSTRAKTulisan ini mengkaji penggunaan kata di mana dan yang mana sebagai kata hubung dalam kalimat bahasa Indonesia.  Dalam buku-buku tata bahasa Indonesia, pada umumnya kata di  mana dan yang mana didefinisikan sebaga kata tanya. Tidak ada penjelasan mengenai di mana dan yang mana sebagai kata hubung. Pada sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemakaian di mana dan yang mana sebagai kata hubung kalimat bahasa Indonesia semakin diterima oleh umum.  Kecenderungan ini perlu direspons secara kritis, terutama berkaitan dengan pengajaran tata bahasbaku bahasa Indonesia.Kata kunci: di mana, yang mana, kata hubung, kata tanya
PENGGUNAAN BAHASA IKLAN PADA PAPAN REKLAME (STUDI SURVEI SEPANJANG KAMPUNG RAMBUTAN SAMPAI DENGAN LEBAK BULUS) Yulia - Agustin; Hilda - Hilaliyah; Syarifudin - Yunus
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.924 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v1i2.318

Abstract

 ABSTRACTLanguage ofadvertisingis growing rapidly, including in thebillboard. In fact, there are manybillboardsusing languagedoes notmeet the rules. Survey conductedonthe mainroadbetweenKampungRambutantoLebak Bulusobtainedthe standardlanguageadsonbillboardsisverylow, only5.5% andnon-standardlanguageadsreached94.5%. Non-standardlanguage ofadvertisingis dominatedwith1) the dominance ofphrase, 2) neglect ofsyntagmaticrelationships, 3) thevanished sentencefunction, 4) the effect ofdialect, 5) the influence ofa foreignlanguage, 6) spellingmistakes, 7) ambiguity, and8) waiverconjunctions.From theaspect oflanguagestructure, dominatedby thepersuasivestructure44%, poweredmovement22%, evocative 17%, andinformative17%.Keywords: advertisement language, billboards ABSTRAKBahasa iklan berkembang pesat dalam pemakaiannya. Salah satunya digunakan pada papan reklame. Pada kenyataannya, masih banyak penggunaan bahasa iklan papan reklame yang tidak memenuhi kaidah bahasa. Survei yang dilakukan pada jalan utama antara Kampung Rambutan sampai dengan Lebak Bulus diperoleh aspek kebakuan bahasa iklan pada papan reklame tergo9long sangat rendah, hanya 5,5% dan bahasa iklan yang tidak baku mencapai 94,5%. Ketidakbakuan bahasa iklan lebih didominasi oleh 1) pemakaian frasa, 2) pengabaian hubungan sintagmatik, 3) adanyapelesapan fungsi kalimat, 4) pengaruh dialek, 5) pengaruh bahasa asing, 6) kesalahan ejaan, 7) ambiguitas, dan 8) pengabaian konjungsi. Dari aspek struktur bahasanya, lebih didominasi oleh struktur persuasif 44%, bertenaga gerak 22%, menggugah 17%, dan informatif 17%.Kata kunci: bahasa iklan, papan reklame
SEMANTIC CHANGE AND MEANING SHIFT ANALYSIS ON NARRATIVE TEXTS’ DIALOGUES AMONG THE CHARACTERS IN THE SECOND YEAR ENGLISH TEXTBOOKS OF SENIOR HIGH SCHOOL Dede - Narawaty
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3777.036 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v3i1.327

Abstract

ABSTRACT     The purposes of this study  are  to (1) describe the types of semantic change existing  in characters’ dialogues of the narrative text in high school English textbooks class X; (2) distinguish the conceptual meaning and new meaning in characters’ dialogues of the narrative text; and (3) show the cause of meaning shift in characters’ dialogues of the narrative text. This research approach uses a qualitative approach with descriptive methods, because it deals with the qualitative data, the corpus of words. These research findings both in the textbooks The Spotlight containing seven narrative texts and Real Time containing  six narrative texts. They indicate a change and a shift in meaning as a result of the contexts of the use of language.)       Key Words: semantic change, meaning shift, narrative texts’ dialogues, characters    ABSTRAK       Penelitian ini  bertujuan (1) mendeskripsikan jenis  perubahan semantik dialog antartokoh dalam teks naratif pada buku bahasa Inggris SMA  kelas X; (2) membedakan  makna konseptual dan makna baru  dalam dialog antartokoh dalam teks naratif; dan   (3) menunjukkan penyebab pergerseran  makna  dalam dialog antartokoh dalam teks naratif. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena berkenaan dengan data kualitatif, yakni korpus kata. Hasil temuan penelitian ini baik pada buku teks The Spotlight  yang memuat  7  teks naratif  maupun buku teks  Real Time yang memuat  6  teks naratif, keduanya menunjukkan adanya perubahan dan pergeseran makna sebagai akibat dari konteks penggunaan bahasa.   Kata Kunci: perubahan makna, pergeseran makna, teks naratif ‘dialog’, karakter
TELAAH WACANA IKLAN PENJUALAN RUMAH DALAM MEDIA MASSA CETAK Hari - Sulastri
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3711.126 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v3i1.326

Abstract

ABSTRAK Tulisan ini membahas tentang iklan penjualan rumah di Koran Pos Kota. Selain itu, tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menelaah  bahwa iklan penjualan rumah dapat dipandang sebagai sebuah wacana. Iklan juga merupaka salah satu saran yang digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang memerlukannya. Iklan juga merupakan media yang menghubungkan antara pembaca dan pembuat iklan. Dalam menjalankan fungsinya iklan mempunyai caranya sendiri baik dari segi bahasa maupun strukturnya. Iklan penjualan rumah ini merupakan iklan kecil yang menarik untuk ditelaah karena memiliki kekhasan dalam penyampaiannya. Hal itulah yang melatari penulisan makalah ini. Wacana iklan kecil ini hanya terdiri dari beberapa baris. Oleh karena itu, ditulis dengan banyak menggunakan singkatan dan bahasanya juga  sangat ringkas. Untuk menelaah wacana iklan kecil ini, digunakan pendekatan struktural. Berdasarkan analisis dalam pembahasan iklan kecil ini terdapat tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian isi, dan bagian penutup. Struktur kalimat yang digunakan juga memiliki berbagai bentuk, namun pada umumnya ditulis dengan menggunakan kalimat inversi dengan kosakata verba pasif. Penulisan singkatan dan akronim terbagi dalam beberapa kelompok, namun pada umumnya tidak seturut kaidah.    Kata Kunci: telaah, wacana, iklan kecil struktur, dan pemakaian bahasa  Abstract  This paper discusses about the advertisement of home sales in Koran Pos Kota. In addition, this paper aims to describe and analyze that home sales advertising could be seen as a discourse. Advertising is also one of the means used to provide information to people who need it. Advertising is also a media that connects readers and ad builders. In performing its function ads have their own way both in terms of language and structure. This home sale ad is a small ad that is interesting to explore because it has a specificity in the delivery. That's what's behind the writing of this paper. This home sale ad is a small ad that is interesting to explore because it has a specificity in the delivery. This small ad discourse consists of only a few lines. Therefore, it is written with many uses of abbreviations and the language is also very succinct. To analyze the discourse of this small ad, a structural approach is used. Based on the analysis in the discussion of this small ad there are three parts, namely the beginning, the contents, and the cover. In the discussion of this small ad there are three parts, namely the beginning, the contents, and the cover. The sentence structure used also has various forms, but is generally written using the inversion sentence with passive verb vocabulary. The abbreviations and acronyms are divided into several groups, but generally not in accordance with the rules.Key words: study, discourse, small advertising structure, and language usage  
MORALITAS DALAM NOVEL PARA PRIYAYI KARYA UMAR KAYAM MORALITY IN UMAR KAYAM‘S NOVEL PARA PRIYAYI Lustantini Septiningsih
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4235.868 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v3i1.329

Abstract

ABSTRAK   Novel merupakan media yang dapat menjadi sarana untuk menyampaikan nilai moral kehidupan. Nilai moral dimaksudkan untuk menerangkan apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan manusia terhadap manusia lain. Dari nilai itulah muncul  moralitas.  Novel Para Priyayi karya Umar Kayam dapat digali dari aspek moralitasnya. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan moralitas dalam novel Para Priyayi karya Umar Kayam. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif, yaitu penelitian dilakukan atas dasar fakta yang ada. Untuk mengetahui moralitas yang terkandung dalam novel Para Priyayi digunakan pendekatan sosiologi sastra, yaitu pendekatan sastra yang mengungkapkan aspek  moralitas dalam karya sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel Para Priyayi terkandung moralitas yang meliputi moralitas sebagai  kepala keluarga, moralitas sebagai guru, moralitas sebagai pemangku budaya, dan moralitas sebagai seorang yang sukses. Moralitas yang dilukiskan itu merupakan nilai atau ajaran yang  disampaikan oleh pengarang. Kata Kunci: moralitas, sosiologi sastra, deskriptif, nilai        ABSTRACT  Novel is a medium that can be a means to convey the moral values of life. Moral values is intended to explain what man should and should not do to other human beings. From that values comes morality. Umar Kayam's novel Para Priyayi can be extracted from the aspect of his morality. This study aims to describe morality in Umar Kayam's novel Para Priyayi. This research includes qualitative research. The method used in this research is descriptive method, that is research conducted on the basis of existing facts. To know the morality contained in the novel Para Priyayi used the approach of literary sociology, the literary approach that expresses the aspect of morality in the literary work. The results show that in the novel Para Priyayi contained morality that includes morality as head of the family, morality as a teacher, morality as a cultural bearer, and morality as a success. The depicted morality is the value or teaching conveyed by the author.  Key Words: morality, sociology of literature, descriptive, value
THE ANALYSIS OF VOCABULARY AND LANGUAGE STYLE IN A THOUSAND YEARS SONG BY CHRISTINA PERRI TRANSLITERATED FROM ENGLISH INTO INDONESIAN Astri Indriana Octavita
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4325.442 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v3i1.328

Abstract

ABSTRACT   The purposes of this research are: to describe the analysis of vocabulary and the types of language style in A Thousand Years lyric by Christina Perri. The method used in this research is descriptive qualitative in analyzing the data by classyfing them into vocabulary and language style. After analyzing  A Thousand Years lyric , the writer can conclude that the vocabulary and the types of language style are classified in eight types. First, simple style, such as Heart beats fast. The second, precious and powerful style which is the name implies such as But watching you stand alone. The third, middle style is a style that is directed to attempt to inflict happy and peaceful atmosphere such as Darling don't be afraid. The fourth, climax is a kind of a style that contains sequences mind that every time the increasing importance of the ideas previously such as Time stands still. Beauty in all she is. The fifth, anticlimax such as I will not let anything take away. The sixth, parallelism is a kind of a style that is trying to achieve alignment in the use of words or phrases which occupied the same function and grammatical form such as every breath. Every hour has come to this. The seventh, antithesis such as I have died everyday waiting for you. And the eight, repetition is the parts of words that are considered important to give the pressure in an appropriate context such as I have loved you for a thousand years.   Keywords: Vocabulary, The Language Style, Translation Procedure    ABSTRAK   Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk menggambarkan analisis kosakata dan jenis gaya bahasa dalam lirik lagu Thousand Years oleh Christina Perri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menganalisis data dengan mengklasifikasikanya ke dalam kosa kata dan gaya bahasa. Setelah menganalisis lirik A Thousand Years, penulis dapat menyimpulkan bahwa kosakata dan jenis gaya bahasa diklasifikasikan ke dalam delapan jenis. Pertama, gaya sederhana, seperti jantungku berdebar kencang. Gaya kedua, berharga dan kuat yang namanya seperti namun melihatmu sendirian. Ketiga, gaya tengah adalah gaya yang diarahkan untuk mencoba menimbulkan suasana gembira dan damai seperti kasih jangan takut. Keempat, klimaks adalah semacam gaya yang berisi urutan keberatan bahwa setiap kali semakin penting ide-ide sebelumnya seperti waktu berhenti berputar. Segala tentangnya begitu indah. Kelima, antiklimaks seperti Takkan kubiarkan segalanya berlalu begitu saja. Keenam, paralelisme adalah semacam gaya yang berusaha untuk mencapai keselarasan dalam penggunaan kata atau frasa yang menduduki fungsi yang sama dan bentuk gramatikal seperti Tiap tarikan nafas, Tiap jam telah sampai di sini . Ketujuh, antitesis seperti Tiap hari aku telah mati karena menantimu. Dan delapan, pengulangan adalah bagian dari kata-kata yang dianggap penting untuk memberikan tekanan dalam konteks yang tepat seperti Aku tlah mencintaimu ribuan tahun.  Kata Kunci: Kosakata, Gaya Bahasa, Prosedur Penerjemahan
PERKEMBANGAN TEORI DAN TEKNIK ANALISIS WACANA: DARI TEORI KONVENSIONAL KE TEORI MODERN E Zaenal Arifin
Pujangga: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3542.51 KB) | DOI: 10.47313/pujangga.v3i1.325

Abstract

ABSTRAK   Penelitian "Perkembangan Teori dan Teknik Analisis Wacana: dari Teori Konvensional ke Teori Modern" bertujuan menganalisis data berbagai teori wacana dan teknik analisisnya dari kemunculannya yang pertama 1958 hingga tesis dan disertasi terakhir 2017. Metode yang dipakai adalah metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah sosiolinguistik dan pragmatik. Hasil penelitian ini menawarkan pemikiran baru yang lebih maju kepada masyarakat linguistik Indonesia untuk mulai memikirkan cara analisis wacana yang kritis, filosofis, dan psikologis.   Kata Kunci: wacana konvensional, wacana modern, wacana medis, wacana                      politik, wacana penodaan agama, wacana kritis, wacana    ABSTRACT  This research "The Development of Discourse Theory and It's Analyzing Technique: from Conventional to Modern Theory"  aims to analyze the data several discourse theories and its analyzing technique from the first appearance in 1958 to the last thesis and dissertation in 2017. This research uses qualitative descriptive method and sosiolinguistics-pragmatics theory. This research offers a new and advance consideration to Indonesian linguistics society to start considering a critical, philosopical, and psychological theory.  Key Words: conventional discourse, modern discourse, medical discourse, politics                   discourse, blasphemy discourse, philosophical discourse, psychological                   discourse.    

Page 3 of 16 | Total Record : 154