cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Spektra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 111 Documents
Micromagnetic Simulation of La0.7Sr0.3MnO3 (LSMO) Nano Disk by Finite Element Methods Rohman, L.; Sugihartono, I.; Nursiyanto, W.; Djuhana, D.; Soegijono, B.
Jurnal Spektra Vol 14, No 2 (2013): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This researched have been studied the LSMO nanodisk with the various of thicknesses are t=5nm,10nm and 15 nm. The diameter of the nanodisk is constant with the magnitude D=100nm.  This researched have done the micromagnetic simulations by finite element method.  The finite element method (typically) subdivides space into many small tetrahedra. The tetrahedra are sometimes referred to as the (finite element) mesh elements. While the finite difference method subdivides space into many small cuboids.  Finite element simulations are best suited to describe geometries with some amount of curvature, thus the disk (cylindrical) shape is approximated better than with the finite differences.   The hysteresis loops shown the barkhausen jump phenomenon in the thickness of nanodisk with t=15 nm, D=100nm. This phenomenon relates to the energy profile of the systems. The energy profile of the nanodisk LSMO systems with different thicknesses is dominated by demagnetization energy. This means that the domain structures of the nanodisk are dominated by single domain.  The coercive fields of the hysteresis curve are shown the values:  10.5 mT, 7.5 mT and 1.5 mT for the relation to thickness of the nanodisk t=5nm, t=10nm and t=15nm.Keywords: Micromagnetic simulations, LSMO (La0.7Sr0.3MnO3), nanodisk,finite element methods,barkhausen jump, coercivity field, demagnetization energy, and energy profile.
SIFAT OPTIK FILM TIPIS GaAs YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK MOCVD VERTIKALMENGGUNAKAN TMGa AND TDMAAs Suhandi1, Andi; Tayubi, Yuyu R.; Arifin, Pepen
Jurnal Spektra Vol 15, No 1 (2014): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan studi eksperimen untuk meneliti pengaruh penggunaan sumber metalorganik baru yakni trimethylgallium (TMGa) dan trisdimethylaminoarsenic (TDMAAs) yang dikombinasi dengan variasi temperatur penumbuhan terhadap sifat optik film tipis GaAs yang ditumbuhkan dengan teknik vertical-metalorganic chemical vapor depositions (MOCVD-Vertikal) di atas substrat SI-GaAs. Pengukuran photoluminescence pada suhu ruang (RT-PL) telah dilakukan untuk menginvestigasi sifat optik film tipis GaAs hasil penumbuhan. Puncak spektrum PL pada suhu ruang untuk film tipis GaAs di atas substrat SIGaAs terjadi pada panjang gelombang eksitasi sekitar 8725 Å. Panjang gelombang eksitasi ini bersesuaian dengan nilai celah pita energi optik (optical bandgap, Eg) GaAs hasil penumbuhan sekitar 1,43 eV. Puncak intensitas spektrum PL nilainya bervariasi terhadap temperatur penumbuhan. Dalam rentang temperatur penumbuhan yang digunakan dalam studi ini, puncakintensitas spektrum PL tertinggi terjadi pada film tipis GaAs yang ditumbuhkan dengan temperatur 580oC. Temperatur penumbuhan optimum ini lebih kecil dibanding temperatur penumbuhan optimum untuk film tipis GaAs yang ditumbuhkan dengan menggunakan sumber-sumber metalorganik konvensional. Hasil ini menunjukkan keefektifan penggunaan TDMAAs dalam mereduksi temperatur untuk penumbuhan film tipis GaAs dengan teknik MOCVD-Vertikal.Kata Kunci: Sifat Optik, Film Tipis GaAs, MOCVD Vertikal, Temperatur Penumbuhan
STUDI PEMBALIKAN POLARISASI DAN MODEL HISTERISIS PADA MATERIAL LAPISAN TIPIS BARIUM STRONSIUM (Ba0,5 Sr 0,5TiO3 ) DIDADAH Pb, Mg dan Cu Yoga Raksa, Teguh; Hikam, Muhammad; Iriani, Yofentina
Jurnal Spektra Vol 15, No 1 (2014): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Switching phenomenon inBIST thin film will be studiedusing bulk ferroelectric material approach. Static and dynamic  approach will be formulated by combination of Landau – Devonshire (LD) and Landau – Kalatnikov (LK) equation to determined maximum and minimum of switching current. Hysteresis loop was developed using sinusoidal electrical field  response by variation in frequency and amplitude of electrical field to describe hysteresis model of BST. Keywords: Switching Phenomenon , Hysterisis Model, Landau Theory,BST
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK SCANNER VIDAR DOSIMETRYPRO ADVANTAGE DAN EPSON PERFECTIO V700 BERBASIS DOSIMETRI FILM RADIOCHROMIC EBT2 Surya Miharja, Ari; Ardjo Pawiro, Supriyanto
Jurnal Spektra Vol 15, No 2 (2014): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan karakteristik dasar dari scanner yang digunakan untuk dosimetri film radiochromic EBT2.Dalam penelitian ini digunakan scanner Vidar DosimetryPro Advantage dan Epson Perfection V700. Pengujian yang dilakukan meliputi uji konsistensi scanner, uji variasi film to film, uji uniformitas scanner, uji efek orientasi film, uji suhu ruang penyimpanan film, uji fading film dan uji noise film/scanner. Scanner diuji menggunakan film EBT2 yang telah dipapar radiasi menggunakan Linac dengan modalitas foton 6 MV. Film mempunyai 8 buah lapangan berukuran 3 cm x 3 cm dengan dosis dari 31,31 – 250,48 cGy. Software yang digunakan untuk menganalisa hasil bacaan scanner adalah ImageJ dan FilmQA Pro. Dari hasil pengujian didapatkan konsistensi Vidar mode Logarithmic lebih baik dengan standar deviasi (SD) kurang dari 0,06%, sedangkan standar deviasi Epson mencapai 0,40%. Uniformitas Vidar juga lebih baik dengan SD kurang dari 0,76% dibandingkan Epson yang mencapai 1,16%. Orientasi film cukup berpengaruh terhadap hasil bacaan, terutama pada Epson, sehingga orientasi film harus konstan selama pemindaian.Performa Vidar secara keseluruhan lebih bagus daripada Epson terutama saat red channel saja yang dianalisa. Kata kunci : film radiochromic EBT2 , film scanner, Vidar DosimetryPro Advantage, Epson Perfection V700, film dosimetri.
ASIMETRI ISOSPIN PADA MATERI QUARK Ikhsanul Qauli, Ali; Sulaksono, Anto
Jurnal Spektra Vol 15, No 2 (2014): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kami mengkaji sifat-sifat materi quark dengan menggunakan model asimetri isospin CIDDM (Confined Isospin Density Dependent Mass). Model ini cukup akurat dalam menjelaskan pulsar yang memiliki massa sekitar 2 kali massa matahari. Tetapi setelah kami bandingkan dengan hasil perhitungan persamaan keadaan pada pQCD (perturbative Quantum Chromo Dynamics) kami menemukan bahwa model asimetri isospin tidak bisa memprediksi secara akurat persamaan keadaan materi quark pada nilai densitas baryon yang besar dan temperatur rendah. Di sini kami memberikan beberapa plot dan perbandingan model CIDDM dan perhitungan pQCD.Keywords: Quark Matter, isospin, baryon density, bag, pQCD.
PENYESUAIAN KURVA MODEL DINAMIS LANDAU-KHALATNIKOV PADA BZT Hikam, Muhammad; Rahmat Adnan, Septian; Soegijono, Bambang; Sudarmaji, Arief; Sanhaji, Ganis; Husein ZT, La Ode
Jurnal Spektra Vol 15, No 2 (2014): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyesuaian kurva dengan program Delphi 6 pada Windows dilakukan untuk mencocokan hasil model dinamis Landau Khalatnikov dan kurva histeresis eksperimen dari lapisan tipis Barium Zirkonium Titanat (BZT) dengan doping Lantanum dan Indium yang di uji menggunakan rangkaian Sawyer-Tower. Serupa pada metode Rietveld pada difraksi sinar x, faktor R-Weighted Pattern (Rwp) digunakan sebagai pembanding antara hasil model dan eksperimen. Dengan memberikan variasi pada beberapa parameter seperti frekuensi, amplitudo medan listrik dan faktor skala mengakibatkan adanya perubahan pada hasil model. Hasil akhir menunjukan bahwa model cukup sesuai dengan hasil eksperimen.Keywords: Landau Khalatnikov, BZT, Sawyer-Tower circuit, Rwp 
Stabilitas termal dan struktur kacaTeO2-ZnO-Li2O-MgO S, Sulhadi
Jurnal Spektra Vol 11, No 1 (2011): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh penambahan Li2O dan MgO terhadap stabilitas termal dan struktur kaca zinc–tellurite yang difabrikasi dengan melt–quenching technique dikaji dengan TG/DTA dan FTIR spectroscopy. Dari hasil TG/DTA menunjukkan bahwa penambahan Li2O dan  MgO pada kaca zinc-tellurite dapat menurunkan temperatur transisi kaca, temperatur kristalisasi dan titik lebur kaca.Stabilitas termal  kaca tertinggi sebesar 97oC tercapai pada penambahan 1mol% Li2O dan 1mol% MgO. Dari analisis hasil FTIR spectroscopy  menunjukan adanya pengaruh penambahan Li2O dan MgO pada perubahan struktur kaca. Perubahan yang teramati konsisten pada stretching vibration mode TeO4trigonal bipyramid (tdp), TeO3 trigonal pyramid (tp), dan bending vibration mode Te-O-Te (atau O-Te-O) yang terjadi pada semua komposisi. Penambahan MgO dan Li2O pada kaca zinc-tellurite menunjukan adanya kecenderungan  menurunnya intensitas absorpsi sekitar 1636 cm-1 dan 3422 cm-1–3434 cm-1 yang merupakan stretching vibration dari hydroxyl group. Kata kunci: TG/DTA, FTIR, spectroscop, melt-quenching technique.
Kaidah difraksi sinar x dalam analisis struktur kristal KBr Budi, Esmar
Jurnal Spektra Vol 11, No 1 (2011): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Struktur kristal KBr dianalisis dengan menggunakan kaidah difraksi sinar x. Data rujukan spektrum sinar x (λCu) terdifraksi terhadap sudut difraksi dianalisis untuk menentukan struktur kristal melalui penentuan bidang-bidang kristal dan tetapan kisi kristal untuk kemudian dibandingkan dengan data hasil pengukuran. Analisis yang dilakukan juga meliputi pengaruh tegangan anoda pada sumber sinar x terhadap spektrum difraksi yang dihasilkan. Kata kunci: KBr, difraksi sinar x, struktur kristal, bidang kristal, tetapan kisi kristal.
PERHITUNGAN PENAMPANG LINTANG MIKROSKOPIK DALAM SEL BAHAN BAKAR NUKLIR Shafii, Mohammad Ali
Jurnal Spektra Vol 16, No 1 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerhitungan penampang lintang mikroskopik sel bahan bakar nuklir sangat penting dilakukan untuk menentukan distribusi fluks neutron dalam teras reaktor nuklir, karena distribusi fluks yang merata akan menentukan daya reaktor. Library data nuklir yang digunakan dalam penelitian ini adalah JFS-3-J33-70g yang dipakai oleh kode komputer SLAROM dari JAEA (Japan Atomic Energi Agency). Secara garis besar proses perhitungan adalah sebagai berikut; membaca data dari library SLAROM JFS-33 berdasarkan pada masukan spesifikasi sel bahan bakar nuklir. Kemudian menginterpolasi dari tabulasi nilai-nilai sebagai fungsi penampang lintang latar dan suhu. Selanjutnya menghitung penampang lintang latar awal untuk koreksi heterogenitas menggunakan pendekatan Wigner dengan memasukkan faktor Dancoff dan Bell. Interpolasi dengan metode cubic spline baik terhadap variabel temperatur maupun penampang lintang latar dilakukan lagi untuk mendapatkan penampang lintang serapatan dan hamburan total. Dari hasil perhitungan, nilai penampang lintang fisi, capture, elastik dan tak elastik nuklida U-235 memberikan hasil yang sesuai dengan referensi.AbstractCalculation of microscopic cross section of nuclear fuel cell need to be done to determine the distribution of neutron flux in the nuclear reactor core, because the distribution of flux evenly will determine the power reactor. Nuclear data library that is used in this research is the JFS-3-70-J33 used by SLAROM computer code from JAEA (Japan Atomic Energy Agency). Generally the process of calculation are as follows; read data from library of SLAROM JFS-3-70-J33 based on input specifications of nuclear fuel cells. Futhermore, interpolatation of the tabulated values as a function of background cross section and temperature is done. Initial background cross section for heterogeneity correction is calculated using Wigner approach by inserting Dancoff and Bell factors. Interpolation by cubic splines method for the variable of temperature and background cross section is evaluated again to get an absorbtion and total scattering cross section. The results show that the microscopic fission, capture, elastic and inelastic cross section of U-235 isotope are in accordance with the reference.Keywords: microscopic cross section, nuclear fuel cell, background cross section
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ASAM PADA LARUTAN PENUMBUH UNTUK MENGHASILKAN PARTIKEL MnO2 Taer, Erman; Sarah, D.N.; Farma, R.; Taslim, R.
Jurnal Spektra Vol 16, No 3 (2015): Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya
Publisher : Jurnal Spektra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenumbuhan Mangan Oksida (MnO2) menggunakan penambahan asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3) pada larutan penumbuh KMnO4 di atas substrat karbon kayu karet telah berhasil dilakukan. Perbedaan penambahan kedua jenis asam pada larutan penumbuh menyebabkan perbedaan waktu penumbuhan. Warna larutan asal KMnO4 yang berwarna ungu perlahan-lahan berubah menuju warna cokelat yang stabil. Waktu penumbuhan larutan H2SO4 adalah 30 menit sedangkan untuk penambahan larutan HNO3 dengan waktu 120 menit. Scanning electron microscope, energi dispersif sinar-X dan difraksi sinar-X merupakan metode yang digunakan untuk melihat morfologi dan bentuk partikel, kandungan unsur dan derajat kristalin dari partikel  MnO2 yang dihasilkan. Partikel MnO2 yang dihasilkan menggunakan H2SO4 berbentuk pipih datar sedangkan bentuk partikel MnO2 yang dihasilkan menggunakan HNO3 adalah berbentuk bulat. Kandungan MnO2 yang terkandung pada sampel HNO3 lebih banyak dibandingkan pada sampel H2SO4. Keberadaan MnO2 ditunjukkan dengan adanya tambahan puncak pada sudut 2θ = 21,3770 dan 55,70.Kata Kunci : Subsrat Karbon Kayu Karet, Asam Sulfat, Asam Nitrat dan Mangan Oxida Abstract The growthing of Manganis Oxide (MnO2) using addition of sulfuric acid (H2SO4) and nitric acid (HNO3) in a solution of KMnO4 at surface of carbon substrate from rubber wood has been successfully carried out. Growth in the addition of two types of acid in the solution growth cause difference in growth time. Colored of origin KMnO4 was a violet and slowly changing towards a stable brown color. Time changes color from violet to brown is chosen as a time of growth. Growt time for addition of H2SO4 solution is 30 minutes while for the addition of HNO3 solution is 120 minutes. Scanning electron microscope, energy dispersive X-ray and X-ray diffraction method used to study the morphology and particle shape, element content and degree of crystalline of MnO2 particle wave produced. MnO2 particles produced using H2SO4 in shape of flattened while MnO2 particle from produced using HNO3 is spherical. The MnO2 content of the samples HNO3 contained more than the H2SO4 samples. The existence of MnO2 show by an additional peak at angle 2θ = 21,3770 and 55,70.Keywords : carbon substrate rubber wood, sulfuric acid, nitric acid and manganis oxide

Page 7 of 12 | Total Record : 111