cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
MANAJEMEN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI DAYAH TERPADU SMA INSHAFUDDIN BANDA ACEH Cut Putro, Murniati, Bahrun
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.928 KB)

Abstract

ABSTRACT: Teacher is the main component in education system because teacher can influence a quality of educational process and outcomes. This research aimed to find out the lesson plan, learning implementation, learning evaluation, and supporting and inhibiting factors in improving students’ creativity. Research approach used was qualitative with descriptive method. Data was collected through interview, observation, and study documentation. Research subjects were principal, vice principal in curriculum, Art and Culture teachers, and students. The results showed that: (1) planning was formulated based on curriculum 2013 and there were still some corrections to be improved. Planning was formulated by teachers in teaching administration such as syllabus, lesson plan, teaching and learning activities, annual program, semester program, effective time, and item analysis. (2) Learning implementation carried out by Art and Culture teacher was not implemented as stated in lesson plan. (3) Leaning evaluation of Art and Culture subject was disorganize and assessment was not based on the follow up program. (4) The supporting factor of learning Art and Culture subject in improving students’ creativity was the internal factor from student itself. The inhibiting factors were insufficient facilities and infrastructures and there were two curriculum used; school curriculum and Salafi Curriculum.Keywords: learning management, students’ creativity, art and cultureABSTRAK: Guru merupakan komponen paling menentukan dalam sistem pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran dan faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan kreativitas peserta didik.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Responden dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kurikulum, guru seni budaya serta peserta didik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perencanaan dirumuskan sesuai dengan kurikulum 2013 tetapi masih perlu perbaikan lagi untuk menuju ke arah yang baik. Perencanaan dirumuskan oleh guru dalam administrasi pengajaran seperti silabus, RPP, PBM, program tahunan, program semester, minggu efektif, analisis butir soal. (2) pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru seni budaya belum sepenuhnya sesuai dengan yang tertulis dalam perencanaan pembelajaran, tetapi dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah ini berhasil meraih prestasi yang mengharumkan nama sekolah.  (3) evaluasi pembelajaran seni budaya tidak terarah sebagaimana yang telah diprogramkan, Penilaian yang dilakukan oleh guru tersebut  tidak dilakukan berdasarkan program tindak lanjut dan terkesan direka-reka. (4) faktor penunjang pembelajaran seni budaya dalam meningkatkan kreativitas peserta didik ini ialah faktor internal dari peserta didik sendiri. Sedangkan faktor penghambatnya ialah sarana dan prasarana yang kurang memadai, pelaksanaan dua kurikulum, yaitu kurikulum Nasional dan Kurikulum Salafi.Kata kunci: manajemen pembelajaran, kreativitas peserta didik dan seni budaya
KEPEMIMPINAN DAN ORGANISASI PADA SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM GAJAH PUTIH TAKENGON Puja Darma, Cut Zahri Harun, Yusrizal.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.155 KB)

Abstract

Abstract: Headmaster leadership represent one of organizational cultural determinant Thereby leadership can influence the others to reach the target which is in wishing. this Research target to know about: ( 1) Leadership Behavior in execution Program the organizational cultural job [at] Islamic Religion College White Elephant of Takengon, and ( 2) cultural Development of discipline in adhering school regulation by headmaster can improve the professional dosen in upgrading education Islamic Religion College White Elephant  Takengon. This Research use the descriptive method with the approach qualitative. Data collected through/ passing]: observation guidance, guidance interview, and documentation. Subjek in this research head of Islamic Religion College White Elephant of Takengon And dosen of Islamic Religion College White Elephant Takengon. Technique analyse the data in this research by mengunakan: reduce the data, displayed [by] a data, and conclude. Result of this research indicate that: ( 1) leadership Behavior in execution program the organizational cultural job  Islamic Religion College White Elephant [of] Takengon namely with the humanism approach, have shown the effective leadership behavior orienting partisipative relation and byword ( fraternizing and familiarity) in compiling study program ( syllabus, plan the study, physic appliance). ( 2) Development of professional dosen of through/ passing construction of headmaster discipline in parallel among/between socialization done/conducted] with the action to trespasser. School in institute have given the understanding of regulation of school discipline to dosen so that dosen have known in detail how school give the regulation and sanction to them.Keywords: leadership And Organization Abstrak: Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor penentu budaya organisasi Dengan demikian kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang: (1) Perilaku Kepemimpinan dalam pelaksanaan Program kerja  budaya organisasi pada Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon, dan (2) Pengembangan budaya disiplin dalam menaati peraturan sekolah oleh kepala sekolah dapat meningkatkan professional dosen dalam meningkatkan mutu pendidikan pada Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui: pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon  dan dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan mengunakan: reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Perilaku kepemimpinan dalam pelaksanaan program kerja  budaya organisasi pada Sekolah Tinggi Agama Islam Gajah Putih Takengon yakni dengan pendekatan humanisme, telah menunjukkan perilaku kepemimpinan yang efektif yang berorientasi hubungan partisipatif dan keteladanan (bersahabat dan kekeluargaan) dalam menyusun program pembelajaran (silabus, rencana pembelajaran, alat peraga). (2) Pengembangan professional dosen melalui pembinaan kedisiplinan kepala sekolah sejalan antara sosialisasi yang dilakukan dengan tindakan-tindakan terhadap pelanggar. Sekolah secara kelembagaan sudah memberikan pemahaman peraturan kedisiplinan sekolah kepada dosen sehingga dosen sudah tahu secara detail bagaimana sekolah memberikan peraturan dan sanksi kepada mereka.Kata Kunci: Kepemimpinan dan Budaya organisasi
KINERJA GURU SERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN PADA MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) BEUREUNUEN KABUPATEN PIDIE Erlina, Cut Zahri Harun, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.992 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to examine the performance of post-certification schools teachers in their learning process, including: their ability, motivation, discipline, responsibility of school teachers in learning with existing supports and challenges. This study applies qualitative approach. Data is collected using interview, observation techniques, and documentation study. The subjects of this study are school’s principals, school’s representatives for curriculum affairs, school’s supervisor, and school’s teachers of Islamic State Senior High School of Beureunuen of Pidie Regency. The results of the study indicate that: (1) in general, the ability of the teachers in the learning process including the ability of planning and implementing learning administration has been optimal although there are still a number of teachers that consider learning administration is only complementary to the learning materials. The ability of teachers in evaluating the learning outcome, however, is still not optimal. The lack of learning evaluation ability was identified to be resulted from lack of continuous guidance from principals and supervisors, low ability of teachers in using Internet, and lack of opportunities in skill training, such as MGMP (Teacher Education Consensus Points). (2) The motivation of learning is also identified to be low in this study. The low motivation of teachers is identified to be affected by the factors such as lack of schools facilities and infrastructure. The findings also suggest that school’s principal can play a key role in improving the teachers’ motivation. (3) The discipline and responsibility of certified teachers is relatively high, which is supported by monitoring effort of stand-by teachers and finger-print scanner to record attendance at the Ministry of Religious Affair offices. (4) The results also suggest that supporting factors for teachers could be derived from the good school environment, while the challenging factors arise from the lack of facilities and infrastructure within the school.Keywords: Teacher Performance, Certification, and Learning Abstrak: Kinerja merupakan prestasi, hasil atau kemampuan yang dicapai dalam pelaksanaan tugas dan  tanggung jawab. Guru sertifikasi hendaknya mempunyai kinerja yang optimal dalam melaksanakan proses pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat kompetensi atau surat keterangan sebagai pengakuan terhadap kemampuan seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan setelah lulus uji kompetensi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja guru sertifikasi  dalam pembelajaran, meliputi: kemampuan guru sertifikasi dalam pembelajaran, motivasi guru sertifikasi dalam pembelajaran, disiplin dan tanggung jawab guru sertifikasi dalam pembelajaran dan faktor pendukung serta  penghambat guru sertifikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala madrasah, wakil bidang kurikulum, pengawas dan guru sertifikasi  di MAN Beureunuen Kabupaten Pidie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  (1) kemampuan  guru sertifikasi dalam pelaksanaan proses pembelajaran  sudah optimal sebagaimana yang diharapkan. Meskipun masih ada sebagian guru yang menganggap administrasi pembelajaran hanya pelengkap bahan ajar semata. Sedangkan kemampuan guru sertifikasi dalam mengevaluasi hasil pembelajaran, belum memenuhi kriteria penilaian. Hal ini disebabkan karena guru sertifikasi kurang mendapat kesempatan untuk mengikuti pelatihan mengenai teknik evaluasi; (2) motivasi guru sertifikasi masih perlu ditingkatkan karena dipengaruhi oleh faktor sarana dan prasarana  yang masih kurang memadai serta kepala madrasah merupakan motivator terbesar untuk meningkatkan motivasi guru; (3) Disiplin guru sertifikasi dan tanggung jawab sudah cukup tinggi ditambah lagi dengan pemberdayan guru piket beserta fingerprint dijajaran kantor Kementerian Agama; (4) faktor pendukung guru sertifikasi dalam pembelajaran berasal dari lingkungan sekolah yang nyaman, sedangkan faktor penghambat kurang tersedianya sarana, serta tidak tercukupi jam mengajar 24 jam perminggu.Kata Kunci: Kinerja Guru, Sertifikasi dan Pembelajaran
PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN PROSES BELAJAR MENGAJARDI SMA NEGERI 5 KOTA BANDA ACEH. Maya putri, Murniati AR, Khairuddin.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.362 KB)

Abstract

Abstract: Teaching Supervision aims to improve the quality of teaching and learning, so as to improve and develop the professional qualifications of teachers. This study was conducted to determine: (1) The supervision of the teaching program; (2) Technical supervision of teaching, and (3) Barriers faced by principals. This study used a qualitative approach with descriptive methods, with techniques of data collection is done through interview, observation guidelines, and documentation. Subjects were principals, supervisors and teachers at SMAN 5 Banda Aceh. Results of the study found: (1) The supervision of the teaching program implemented by school principals are formulating academic activities, namely; intensify hours to go to class, controlling the PBM, review teaching materials and learning tools, study SKL, the guidance of additional learning and workshops (2) Technical supervision by the principal direct and indirect: which techniques are more directly lead to the supervision of individual ie principals directly supervising senior teachers who have been appointed, while the supervision of indirect form of supervision groups by assigning senior teacher supervises teachers who have a rank below that have been arranged in groups MGMP, and (3) Barriers faced by principals in the implementation of the supervision of teaching is limited time to implement all the programs that have been scheduled in the work program and collide supervision schedule that has been programmed by the principal. While the obstacles encountered in the implementation of the regulatory supervision of the teaching is the number of trained teachers and the distance traveled to school. Expected to supervisors and principals in order to direct the teachers to improve teaching and learning through the program, and technical supervision, so that the barriers faced by teachers can be addressed effectively and efficiently.Keywords :Key word: Teaching supervision, and Teaching And Learning ProcessAbstrak: Supervisi pengajaran bertujuan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga dapat memperbaiki dan mengembangkan kualifikasi professional para guru.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Program supervise pengajaran; (2) teknik supervisi pengajaran dan (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi.Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas dan guru di SMA Negeri 5 Kota Banda Aceh. Hasil  penelitian  ditemukan:  (1) Program supervisi  pengajaran yang dilaksanakan oleh kepala sekolah adalah merumuskan kegiatan-kegiatan akademik  yaitu;  mengintensifkan jam masuk kelas, penertiban perangkat PBM, telaah bahan ajar dan alat pembelajaran, telaah SKL, bimbingan belajar tambahan, dan kegiatan workshop ; (2) Teknik supervisi  oleh Kepala Sekolah  secara langsung dan tidak langsung: dimana tekhnik secara langsung lebih mengarah pada supervisi individu yaitu kepala sekolah langsung mensupervisi guru senior yang telah ditunjuk, sedangkan supervisi tidak langsung adalah berupa supervisi kelompok dengan menugaskan guru senior mensupervisi guru-guru yang mempunyai kepangkatan dibawahnya yang telah diatur dalam kelompok MGMP dan (3) Hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah terbatasnya waktu dalam melaksanakan semua program yang telah diagendakan dalam program kerja dan berbenturan jadwal supervisi yang telah diagendakan oleh kepala sekolah. Sedangkan hambatan yang dihadapi pengawas dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah banyaknya guru binaan dan jauhnya jarak tempuh antar sekolah. Diharapkan kepada pengawas dan kepala sekolah agar dapat mengarahkan guru-guru dalam meningkatkan proses belajar mengajar melalui program, dan teknik supervisi, sehingga hambatan yang dihadapi guru dapat diatasi secara efektif dan efisien.Kata Kunci:  Supervisi  Pengajaran,  dan  Proses  Belajar  Mengajar.
KOMUNIKASI WALI KELAS DENGAN ORANG TUA SISWA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA SEMESTA BILINGUAL BOARDING SCHOOL SEMARANG Hasan Comce, Murniati AR, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.316 KB)

Abstract

ABSTRACT: Harmonious communication between homeroom teacher and parents is one of the factors that affect student achievement. With today's advanced communication techniques by establishing better communication can be obtained better results. This study aims to describe the program of homeroom teacher communication with parents, strategies used, obstacles faced and efforts are used to deal with obstacles to improve student achievements in Semesta Bilingual Boarding High School Semarang. The method used in this research is descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used were observation, interviews and documentation. Subjects of the research are homeroom teacher and parents of class XII, Principal, Head of Dormitory and Counselor of Semesta Bilingual Boarding High School Semarang. Research conducted in Semesta Bilingual Boarding High School environment with the population of 131 12th grade students of Semesta Bilingual Boarding High School. The results showed that: 1) Among the communication programs that made by school to establish better relationship between homeroom teachers and parents are  mother class program, club activities, guidance service, leadership, and the Student Information System. Programs that have been implemented have positive impact on student achievement, 2) among strategies of communication between homeroom teacher and parents to improve learning achievement of student are open house, home visit, social media, mother club, and discussion programs. With these strategies positive effect was seen on student achievement,. 3) obstacles that have been discovered are difference in perception, culture, basic character, poor choice of communication channel and no feedback. These obstacles have negative impact on student achievement, 4) efforts being done to overcome the obstacles that experienced are establishing two-way communication, making new rules, socialization, and more intensive meetings.KEYWORDS: communication, student achievement, homeroom teacher,parentst ABSTRAK: Komunikasi yang harmonis antara wali kelas dengan orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan teknik komunikasi yang canggih saat ini dengan membangun komunikasi yang lebih baik dapat diperoleh hasil yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan program komunikasi wali kelas dengan orang tua siswa, strategi komunikasi yang digunakan, serta hambatan-hambatan yang dihadapi dan upaya-upaya yang dilakukan untuk menghadapi hambatan-hambatan dalam meningkatkan prestasi belajar di SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah wali kelas dan orang tua kelas XII , Kepala Sekolah, Kepala Asrama, dan Konselor SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang. Penelitian dilakukan di lingkungan SMA Semesta Bilingual Boarding School Semarang dengan populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA Semesta Bilingual Boarding School dengan jumlah 131 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) program komunikasi wali kelas dengan orang tua siswa diantaranya program ibu kelas, kegiatan klub, pembinaan, kepemimpinan, dan Sistem Informasi Siswa. Dari program yang telah dilaksanakan terlihat ada dampak yang positif terhadap prestasi belajar siswa, 2) strategi komunikasi wali kelas dengan orang tua siswa dalam meningkatkan prestasi belajar diantaranya open house, home visit, social media, mother club, dan program diskusi. Dengan strategi-strategi ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa, 3) hambatan-hambatan yang sudah ditemukan adalah perbedaan persepsi, budaya, karakter dasar, poor choice of communication channel, no feedback, dengan hambatan-hambatan ini berdampak prestasi siswa sulit dicapai, 4) upaya-upaya yang dilakukan untuk mengadakan two way communication dengan membuat peraturan, sosialisasi, dan pertemuan yang lebih intensif.KATA KUNCI:  komunikasi, prestasi belajar, wali kelas, orang tua 
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI MTs MUHAMMADIYAH BANDA ACEH Cut Fitriani, Murniati AR, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.769 KB)

Abstract

Abstract : A success of teachers should be supported with basic skills in implementing their knowledge in the process of educative interaction as well as their willingness to devote themselves according to their ability. This study aimed to find our the importance of teacher competence in learning management, profesional strategy of teachers, and learning evaluation in improving the quality of education. Method of research is descriptive with qualitative approach. The Techniques of data collection used were interview, observation, and documentation study. The Subjects of the study were  teachers, principal, vice principal, and students in Muhammadiyah Islamic Junior High School of Banda Aceh City. The results of the study showed that: (1) the competence owned by the teachers in planning lessons, especially in designing lesson plan, syllabus,  planning learning media and sources, and learning evaluation was in accordance with the instructions set, but there were some teachers did not make lesson plan. (2) The professional strategy of teachers in learning implementation was master the material, structure, concept and mindset of science that supports the subjects taught. It was done by reviewing materials before continuing to teach and adjusting the materials with lesrning media/sources; (3) The learning evaluation given by the teachers was in accordance with the learning goals set, which included assessment of student's character, ability fo understanding concept, and student's skills and attitud in  learning process. The evaluation was conducted in every completed learning material. Keywords : Competence , Professional, and Learning Management Abstrak : Keberhasilan guru harus didukung oleh kemampuan dasar dalam mengimplementasikan ilmunya dalam proses interaksi edukatif serta kerelaannya untuk mengabdikan diri sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya kompetensi guru dalam pengelolaan pembelajaran, strategi profesional guru dan evaluasi pembelajaran dalam meningkatkan mutu pendidikan. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah para guru, Kepala Madrasah, Waka Madrasah dan siswa di MTs Muhammadiyah Kota Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan:  (1) kompetensi yang dimiliki guru dalam merencanakan pembelajaran dalam menyusun RPP, penyusunan silabus, merencanakan media dan sumber pembelajaran serta merencanakan evaluasi pembelajaran sesuai dengan petunjuk yang ditetapkan, tetapi ada beberapa guru mengajar tidak membuat perencanaan pembelajaran; (2) strategi profesional guru dalam mengimplementasikan pembelajaran yaitu: menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diajarkan. Hal itu dilakukan dengan review materi sebelum melanjutkan, menyesuaikan materi dengan media/ sumber belajar; dan (3) evaluasi pembelajaran yang diberikan guru sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan, yaitu mencakup nilai karakter siswa, penilaian kemampuan memahami konsep, nilai keterampilan siswa dan nilai sikap dalam proses pembelajaran. Evaluasi dilakukan setiap selesai satu materi pokok bahasan pelajaran.Kata kunci: Kompetensi, Profesional dan Pengelolaan Pembelajaran
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN SUPERVISI AKADEMIK OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SMK NEGERI 1 MEULABOH. Ajasan, Nasir Usman, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.983 KB)

Abstract

Abstract: Academic supervision applied the principal of course very effective, because it can provide support, guidance and coaching to teachers to enable them to work better in guiding learners and be able to improve its performance in improving learning in schools. The research objective was to determine the effectiveness of the implementation of academic supervision by principals in improving teacher performance, through: (1) academic supervision program; (2) The academic supervision and (3) evaluation of the implementation of academic supervision. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data was collected through interviews, observation, and documentation. Subjects were principals, supervisors and teachers at SMK Negeri 1 Meulaboh. The research found that:(1) The academic supervision principals compiled refer to the identification of the problems faced by teachers based on the results of monitoring the previous year as the assessment, coaching and helping the difficulties teachers, and SWOT analysis, then poured into a program Plan Supervisory Academic (PSA) according to the needs of teachers; (2) The implementation of academic supervision by school principals is done in three stages: a preliminary survey prior to supervise academic, classroom visits to determine the course of learning, and reviewing the results of the class visits and provide appropriate solutions in overcoming problems that dihdapi teacher; and (3) exercising their evaluation of academic supervision by the principal, includes evaluation of the job description and evaluation of documentary evidence, by means of direct view of the evidence that the task has been undertaken by teachers and then provide input if there are errors or deficiencies. Expected principals to be able to direct and supervise the performance of teachers, especially through the program, implementation and evaluation of effective supervision and efficiency, so that student performance can be improved.Keywords: Academic Supervision and Teacher PerformanceAbstrak: Supervisi akademik yang diterapkan kepala sekolah tentunya sangat efektif, karena dapat memberikan bantuan, bimbingan dan pembinaan kepada guru agar mereka mampu bekerja lebih baik dalam membimbing peserta didik serta dapat memperbaiki kinerjanya dalam meningkatkan pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru, melalui: (1) Program supervisi akademik; (2) Pelaksanaan supervisi akademik dan (3) Evaluasi pelaksanaan supervisi akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas dan guru di SMK Negeri 1 Meulaboh. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Program supervisi akademik kepala sekolah disusun merujuk pada identifikasi permasalahan yang dihadapi guru berdasarkan hasil pengawasan tahun sebelumnya seperti penilaian, pembinaan dan membantu kesulitan guru, dan analisis SWOT, selanjutnya dituangkan ke dalam program Rencana Kepengawasan Akademik (RKA) sesuai dengan kebutuhan guru; (2) Pelaksanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah dilakukan dalam tiga tahap yaitu: survei awal sebelum melakukan supervisi akademik, kunjungan kelas untuk mengetahui jalannya pembelajaran, dan mereview hasil kunjungan kelas serta memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah yang dihdapi guru; dan (3) Evaluasi pelakasanaan supervisi akademik oleh kepala sekolah, meliputi evaluasi terhadap uraian tugas dan evaluasi bukti dokumen, dengan cara melihat langsung terhadap bukti-bukti tugas yang telah dilaksanakan oleh guru kemudian memberikan masukan apabila terdapat kesalahan atau kekurangan. Diharapkan kepala sekolah agar dapat mengarahkan dan mengawasi kinerja guru terutama melalui program, pelaksanaan dan evaluasi supervisi secara efektif dan efesiensi, sehingga prestasi siswa dapat ditingkatkan.Kata Kunci: Supervisi Akademik, dan Kinerja Guru.
PENGELOLAAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI PADA JURUSAN TEKNIK KENDARAAN RINGAN DI SMK NEGERI 2 BANDA ACEH Sardimanto, Yusrizal, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.468 KB)

Abstract

Abstract: The industrial internship program is one of the methods to implement vocational education and training, especially at vocational high schools by integrating learning activities at schools into a direct experience in enterprises and industries, which represents the real working environment. The objective of this study was to have an overview of management, implementation, and inhibiting factors in the industrial internship program at Light Vehicle Engineering Department, State Vocational High School 2 in Banda Aceh. The method used in this research was a descriptive method with a qualitative approach. The data were collected by using observation, interview and documentation studies. The subjects in this research were the school principal, vice principal for public relation, and head of the department, teachers who were assigned to supervise the students, and representatives from enterprises and industries. The research results showed that: (1) The industrial internship program was designed by adjusting planning activities with school vision and missions, school organizational structure, and committee assigned to implement the program in accordance with their responsibilities; (2) In addition, the research results showed that the industrial internship program was divided into several structured and systematic stages; (3) The research results also showed that the supervisory activities were direct and indirect considering the nature of the program; and (4) Furthermore, it was revealed that the implementation of industrial internship program was not optimum, and the facilities available at the Light Vehicle Engineering Department, State Vocational High School 2 in Banda Aceh were not as sophisticated as those in enterprises and industries.Keywords: Management, Implementation, Inhibiting Factors, Industrial Internship ProgramAbstrak: Praktik Kerja Industri merupakan suatu cara menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan kejuruan khususnya pada Sekolah Menengah Kejuruan dengan memadukan kegiatan belajar di sekolah dan kegiatan belajar melalui bekerja langsung pada DU/DI dengan keadaan sesungguhnya yang relevan di dunia kerja atau dunia industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pengelolaan, pelaksanaan dan hambatan Praktik Kerja Industri pada jurusan Teknik Kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Humas, Ketua Jurusan, Guru Pembimbing dan pihak DU/DI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penyusunan program praktik kerja industri dilakukan melalui perencanaan dengan menyelaraskan kegiatan perencanaan dengan visi misi sekolah serta struktur organisasi dan pelaksana program prakerin sesuai dengan tugas dan tanggung jawab; (2) Pelaksanaan program Praktik Kerja Industri dilaksanakan dalam berbagai tahapan yang terstruktur dan sistematis; (3) Kegiatan pengawasan dilakukakan secara langsung dan tidak langsung sesuai dengan program kerja; dan (4) Hambatan yang dirasakan dari pihak internal dan eksternal sekolah dalam pengelolaan Praktik Kerja Industri masih kurang optimal dan dari segi fasilitas praktik khususnya jurusan Teknik kendaraan Ringan di SMK Negeri 2 Banda Aceh dirasakan kurang mengimbangi teknologi yang ada di DU/DI saat ini.Kata Kunci: Pengelolaan, Pelaksanaan, Hambatan, Praktik Kerja Industri
PENGELOLAAN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 19 PERCONTOHAN BANDA ACEH Ainul Mardiyah Usman, Cut Zahri Harun, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.047 KB)

Abstract

ABSTRACT: This study aimed to determine source of financing, planning, implementation and monitoring of education financing at State Junior High School No. 19 Percontohan (Pilot School) of Banda Aceh. This study used descriptive method with qualitative approach. The subjects of the study were the principal, vice principal, treasurer, teachers and school committees. The techniques used to collect the data were interviews, observation, and documentation. The results showed that: (1) Sources of financing for education were from the state budget, City budget, families, and society; (2) Financial planning of education or RAPBS was done by: that the principal directed vice principal, treasurer and school committee considered the input and output elements; (3) The implementation of education financing included: financing the disadvantaged students, pay honorariums of casual teachers, professional development (training), building maintenance, bought the tools of lessons, sports, arts, finance daily test of general and school, remedial, enrichment and procurement of mobile; and (4) Monitoring education financing was done by Inspectorate Team in Banda Aceh, the School Committee and functional supervision by the regional Inspectorate. The disadvantage was that in the financial planning of education had not been able to accommodate a variety of conditions and background of the students; not all teachers and donors were involved. Besides, the society is less concerned about the education financing that has been presented on the billboard.Keywords: management, finance, and educationABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber pembiayaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan  pembiayaan pendidikan pada SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh. Penelitian ini  menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah: kepala sekolah, wakil kepala sekolah, bendahara, guru dan komite sekolah. Teknik pengumpulan data menggunakan: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Sumber pembiayaan pendidikan berasal dari APBN, APBK, keluarga, dan masyarakat; (2) Perencanaan pembiayaan pendidikan atau RAPBS  dilakukan dengan menggunakan:  a) Logika, proses setapak demi setapak untuk menuju perubahan yang diharapkan, b) Menetapkan mekanisme feed back yang memberitahukan kemajuan peserta didik, dan menunjukkan perubahan-perubahan yang diperlukan, c) Menggunakan langkah yang jelas, mudah dikomunikasikan dan dipahami oleh orang lain, d) Mengidentifikasi masalah berdasarkan kebutuhan, e) Menentukan syarat-syarat dan alternatif pemecahannya, f) Melaksanakan strategi yang telah dipilih, g) Menentukan efektivitas hasilnya dengan jalan mengadakan evaluasi, h) Mengadakan revisi setiap langkah dan proses yang dilakukan; (3) Pelaksanaan pembiayaan pendidikan meliputi: pembiayaan siswa kurang mampu, membayar honor GTT, pengembangan profesi (pelatihan), perawatan gedung, membeli alat-alat pelajaran, olahraga, kesenian, membiayai ulangan harian/umum dan sekolah, remedial, pengayaan dan pengadaan mobiler; dan (4) Pengawasan pembiayaan dilakukan secara melekat oleh Tim Inspektorat Kota Banda Aceh, Komite Sekolah dan pengawasan fungsional oleh Bawasda. Kelemahan dalam perencanaan pembiayaan pendidikan adalah belum dapat mengakomodasi berbagai kondisi dan latar belakang siswa, tidak semua guru,  donatur dilibatkan, dan masyarakat kurang peduli terhadap pembiayaan pendidikan yang telah dipaparkan di papan pengumuman.Kata kunci: pengelolaan,  pembiayaan, dan pendidikan
KEPEMIMPINAN KEPALA KANTOR DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA UPTD BALAI TEKKOMDIK DINAS PENDIDIKAN ACEH Syukri, Murniati AR, Yusrizal
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.588 KB)

Abstract

Abstract: Leadership as a process to persuade people to be willing to do something voluntarily. This study aimed at describing the leadership program, leadership strategies, supporting factors and obstacles leadership of the head of Technology, Communication, and Education Agency’s Technical Implementing Unit (UPTD Tekkomdik) of Aceh Education Office in improving employees’ performance. The approach used in this study was a descriptive qualitative method. Data collection techniques used were interviews, observation, and documentation. The research subjects were head of UPTD Tekkomdik, Head of sub-Section, Head of Section, and employees of UPTD Tekkomdik. The results showed that: 1) Program to improve employees’ performance, including an increase in employees discipline, could encourage the employees to work with full responsibility and in accordance with the standard operational procedure (SOP) adopted; 2) The strategies used in improving the quality of service of the employees were situational leadership, for the employees who committed the work as usual, but they worked obediently in carrying out their duties, and a consultative and participatory leadership style. For the efforts to increase the commitment, the head often discussed with the employees to find a way approved by the employees; and 3) supporting factors in improving employee performance was conducive work, unambiguous the duties and functions of each employee, as well as a conducive relationship between subordinates and superiors. The obstacles that were still encountered were limited the ability of the head to conduct intensive monitoring of employees’ performance, there was still a small portion of employees who lack discipline in implementing their work and function, and a lack of work equipment causing hampered employee in performing the tasks that had been assigned by superiors.Keywords: leadership, capable of convincing, able to influence, motivation and employees’ performanceAbstrak: Kepemimpinan sebagai suatu proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan sesuatu secara sukarela. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang program kepemimpinan, strategi kepemimpinan, faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan Kepala UPTD Balai Tekkomdik Dinas Pendidikan Aceh dalam meningkatkan kinerja pegawai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek  penelitian Kepala UPTD, Kepala Sub Bagian, Kepala Seksi, dan Pegawai UPTD Balai Tekkomdik Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Program dalam meningkatkan kinerja pegawai, di antaranya penerapan SOP, memberikan keteladanan, memberikan kesempatan untuk berdiskusi, peningkatan kedisiplinan pegawai, pegawai dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan SOP yang ditetapkan; 2) Strategi yang diterapkan dalam meningkatkan kinerja pegawai adalah dengan menerapkan kepemimpinan yang bersifat situasional bagi pegawai-pegawai yang komitmen kerjanya biasa, tetapi sikap mereka patuh dalam melaksanakan tugasnya, menerapkan gaya kepemimpinan konsultatif dan partisipatif. Sebagai upaya peningkatan komitmen kepala sering berdiskusi untuk mendapatkan cara yang disetujui oleh pegawai-pegawai; dan 3)Faktor pendukung dalam meningkatkan kinerja pegawai adalah terciptanya budaya  kerja yang kondusif, jelasnya tugas pokok dan fungsi masing-masing pegawai, serta terbina hubungan kondusif antara bawahan dengan atasan. Hambatan yang masih ditemui bahwa keterbatasan kemampuan pimpinan untuk melakukan pengawasan secara intensif terhadap kinerja pegawai, masih ada sebagian kecil pegawai yang kurang disiplin dalam melaksanakan tupoksinya, masih kurangnya perlengkapan kerja, sehingga menyebabkan terkendalanya pegawai dalam melaksanakan tugas yang telah diserahkan oleh atasan.Kata kunci: kepemimpinan, mampu meyakinkan, mampu mempengaruhi, motivasi dan Kinerja Pegawai