cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpm17@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru 45 Surabaya 60118
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 25793853     EISSN : 24077100     DOI : https://doi.org/10.30996/jpm17.v5i01
JPM17 : Jurnal Pengabdian Masyarakat is a peer-reviewed and open acess journal accomodating researchers, academicians, scholars and students around the world to share theoretical, empirical knowledgeand innovative concepts adopted from high quality direct implementation projects in wide area of disiplines and represent the areas of Economics, Civics, Law sciences, social & humaniora sciences, psychological sciences, physical sciences, earth sciences, chemical sciences, language studies, literary studies, cultural studies, area studies, library and information sciences, management, marketing and engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 03 (2017)" : 10 Documents clear
Usaha Produktif Abon Kalsium Berbahan Dasar Duri Ikan Arlin Besari Djauhari; Fadjar Kurnia Hartati
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1074

Abstract

Kecamatan Sedati Kabupaten Sidoarjo merupakan daerah yang di sekitarnya terdapat tambak ikan bandeng yang cukup luas, produksi yang utama adalah ikan bandeng (Chanos-chanos). Sebagian dari ibu-ibu penjual ikan menjual jasa yaitu dengan mencabut duri ikan bandeng yang kemudian ikan dijual dengan sebutan Batari atau Bandeng Tanpa Duri. Sedangkan limbah dari Batari ini adalah berupa duri-duri ikan yang selama ini dibuang begitu saja atau untuk pakan ternak, artinya  belum dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu perlu dicarikan solusi tentang pemanfaatan duri ikan sehingga akan memberi nilai tambah pada limbah duri ikan.Usaha jasa pencabut duri bandeng  yaitu ibu Jamillah sebagai Mitra 1, usaha ini diberi nama “Bandeng Barokah”. Sedangkan ibu Mahsunah Aini sebagaiMitra 2 adalah pengolah Abon Kalsium, usaha pembuat Abon diberi nama “Bandeng Jaya”.Secara umum permasalahan Mitra 1 dan Mitra 2 adalah dari aspek manajemen, aspek teknologi dan aspek produktifitas.Tujuan pelaksanaan program  IbM ini adalah peningkatan ketrampilan dibidang 1) manajemen meliputi aspek permodalan, pembukuan keuangan sederhana dan perluasan pemasaran, 2) teknologi meliputi ketrampilan mencabut duri, penggunaan peralatan yang lebih baik dan bidang produksi. Sedangkan target yaitu, pinset (alat pencabut duri), alat sealer dan alat spinner (pemeras minyak). 3) produksi meliputi: peningkatan efisiensi usaha, kualitas produksi, kecepatan produksi. Target khusus nya adalah peningkatan dari sisi akademis yaitu dukungan dalam proses belajar mengajar dan penyediaan materi untuk publikasi nasional.Metode yang akan digunakan adalah 1) penyampaian informasi dan pelatihan, 2) penyiapan peralatan yang dimaksud dan pelatihan operasional peralatan, 3) pendampingan agar didapatkan hasil produksi yang terbaik dan 4) publikasi nasional.Dalam menyelesaikan seluruh persoalan Mitra 1 dan Mitra 2 akan dipenuhi dua orang yaitu Ir. Arlin Besari Djauhari, MPahli di bidang Teknologi Pengolahan Pangan dan Ir. Fajar Kurnia hartati, MP ahli di bidang Teknologi Pengolahan Pangan dan Gizi.Dan dibantu 2 orang mahasiswa Program studi Teknologi Pertanian.Pelaksanaan kegiatan IbM ini selama 7 bulan dengan pengajuan pendanaan dari Dirjen Dikti sebesar  yaitu Rp. 40.000.000,- (Empat puluh Juta Rupiah). Dengan rincian 1) Honorarium 25 %, 2) Peralatan penunjang Rp 20 %, 3) Bahan habis pakai 20 %, 4) Perjalanan 20 %) dan 5) Pelaporan, Lain-Lain 15 %. Kata kunci : cabut duri bandeng, abon kalsium, spinner.
IbM DUSUN GALENGDOWO DESA GALENGDOWO YANG MASYARAKATNYA MENGKONSUMSI AIR KERUH Moch. Singgih; Setijanen Djoko Hartono; Istantyo Yuwono
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1082

Abstract

Galengdowo  adalah sebuah desa di Kecamatan Wonosalam  Kabupaten Jombang - Jawa Timur. Desa Galengdowo terdiri dari 5 dusun yaitu Dusun Wates, Sanggar, PlumpungBerdasarkan hasil survey pendahuluan dan hasil wawancara dengan Kepala Desa, pengelola air, dan pengguna air serta hasil uji laboratorium, masalah yang dihadapi warga desa Galengdowo yang berkaitan dengan air untuk keperluan sehari - hari yaitu:1.      Air yang terdistribusi melalui pipa-pipa kependuduk tidak layak sebagai air  minum dan memasak karena keruh. Apalagi ketika musim penghujan antara bulan Nopember sampai dengan April tingkat kekeruhan air sangat tinggi. Dari data POLINDES setempat akibat tingkat kekeruhan yang meningkat, terjadi pula peningkatan jumlah penderita diare khususnya balita pada bulan Nopember sampai dengan April (musim penghujan).2.      Manajemen pengelolaan air dilakukan secara tradisonal, yaitu tidak menyelenggarakan perawatan, pemeriksaan kualitas dan pembukuan sehingga tidak dapat menyediakan air yang layak untuk dikonsumsi.Dari hasil Analisa dan Pembahasan maka alat untu penjernihan air di desa Galengdowo perlu dibuatkan Bak Tanton Penjerni air yang terdiri 3 Bak tandon disusun seri berhubungan sehingga kotoran dan lumpur bisa disaring lebih maksimal.Penggunaan bak tandon penyaring air keruh di desa Galengdowo digunakan di 2 musim yaitu Musim Kemarau dan Musim Hujan. Pada Mesim Hujan relatif penyaringan yang dilakukan kecil karena Air pada musim kemarau air tidak begitu kotor dan keruh.Sementara pada musim hujan penyaringan air perlu bekerja maksimal, karena pada musim hujan banyak sekali kotoran, antara lain daun daun yang sudah busuk, hewan kecil sampai ular serta longsoran tanah dari atas lokasi sumber ikut mengalir ke sungai dan masuk mengalir ke pipa aliran
PERCEPATAN PEMIJAHAN LELE DENGAN INDUKSI LASERPUNKTUR UNTUK MEMPRODUKSI BENIH SKALA MASSAL Dyah Hariani; Pungky Slamet Wisnu Kusuma
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1072

Abstract

The seedling unit of  Mulyorejo  is  one  breeder  catfish  has  implemented  the way of a good and true fish hatchery  system and  quality  of  seeds produced and certified so that many invaded by consumers of catfish enlargement  group. But the problem  is  that  the  UPR  has  not  been  able  to  needs  of  consumers  seed. UPR  is  targeting production of 12 million of seeds during the rainy season, but in reality only able to supply seeds of catfish in the market about 5 million fries so that there is a shortage of 7 million fries. Therefore, it  is  necessary  that  the  appropriate   technology  breakthroughs  Laserpuncture  technology  to accelerate  the provision of gonads mature  broodstock catfish and catfish seed supplies in bulk and  continuously  to  support  the  success,  sustainability  and  development  of  catfish  farming through  socialization.  The  method  is  applied  to  training  programs  for  the  dissemination  of technology laserpuncture as an  effort to accelerate  the broodstock catfish  mature  gonads  and seed production a mass scale in the group breeder catfish "Mulyorejo" in the village of Maguan, followed by giving dempond, operating  practices laserpuncture and induction  laserpuncture in dot reproduction  appropriately  as  well as  assistance  to the  group  breeder    catfish  as  trained partners.  From the results of this socialization, some catfish breeder   has applied laserpuncture technologies   for   spawning   of   broodstock   catfish   and   eggs   were   overripe   oviposition simultaneously  and evenly desperate   in the spawning pond and seeds produced may reach  80-90%, which impacted positively with an increase in revenue.
IbM KELOMPOK USAHA BATIK DI KELURAHAN SUTOREJO KOTA SURABAYA Sumiati .; Yuliar Kartika; Siti Mujanah
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1081

Abstract

The purpose of this study is to develop of new Entrepreneur of the Housewives inSutorejo village, Surabaya Municipality, Indonesia. This study began by providingequipment and batik materials, than training of batik design and coloring as well asbusiness management so that the partners of this study becomes an entrepreneur, so thatcould generate additional income in the prosperous family. This activity is aimed athousewife in Sutorejo village, Mulyorejo Sub-district with name "Group of Serasi 1 andSerasi Group 2" which has the number of members as many as 16 people each group,Previously they did batik in Village office with equipment in turn because there are onlyfew of tools used by all members, and they have minimal of skills especially indesigning, coloring, and business management.This Community Partnership Program (PKM) is done by providing equipment andmaterials as well as training in the field of batik with the design and coloring thatcharacterizes its own as a batik icon that will be in the production of the Serasi group.Moreover, the purpose of this activity is to prepare them as SMEs which capable toproduct, sell and well manage the business appropriately, they must have knowledge inthe field of management, especially business management, Marketing and managingfinance. With equipment, competence on designing batik with coloring techniques andmanagement skill they able to produce and sell batik product to earn income.Keywords: Enterprenuer, Batik Design, Batik Coloring, and Business Management
INDUSTRIALISASI PERTAMBAKKAN KABUPATEN SIDOARJO SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KEMAKMURAN MASYARAKAT Supriyati Perbanas; Aniek Perbanas; Meliza Perbanas
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1073

Abstract

Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2012 telah menetapkan kecamatan Candi, Jabon dan Sedati sebagai kawasan minapolitan. Kawasan minapolitan ini diharapkan akan menjadi kawasan industrialisasi pertambakkan yang akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Kawasan minapolitan diarahkan pada perubahan teknologi budidaya tambak, penciptaan jiwa kewirausahaan dan komersialisasi industri pertambakkan. Kegiatan ipteks bagi wilayah yang telah dilaksanakan selama tiga tahun ini bertujuan untuk mendukung dan melakukan pendampingan terwujudnya kawasan minapolitan di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang dilakukan berupa diskusi, pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani tambak yang ada di desa Kedung Peluk dan Gebang Kecamatan Candi Sidoarjo. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa pertama teknologi budidaya organik sangat tepat untuk kondisi lahan pertambakkan di wilayah itu khususnya setelah adanya lumpur lapindo. Kedua, munculnya wirausaha baru melalui kelompok bandeng badjuri yang dititikberatkan pada pengolahan hasil tambak mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Ketiga, guna menunjang upaya mewujudkan minapolitan tersebut perlu didukung dengan peningkatan jejaring bersama pihak ketiga, dukungan infrastruktur pemerintah daerah, dukungan pihak akademisi. Kawasan minapolitan ini harus diwujudkan melalui kegiatan perancangan, sosialisasi, publikasi dan evaluasi yang berkesinambungan.Keyword: Minapolitan, Budidaya, Kewirausahaan, Komersialisasi.
PKM Usaha Rumah Tangga Kue Pia “Ukm Rama” Dan “Ukm Mahen” Desa Kejapanan Yang Menghadapi Kendala Produktivitas Harjo Seputra; Ida Aju Brahmasari; Muslimin Abdulrahim
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1085

Abstract

Abstrak Usaha rumah tangga kue pia “Rama” dan usaha rumah tangga kue pia “Mahen” yang ada di Desa Kejapanan Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan memulai usaha mandiri pembuatan kue pia sejak tahun 2007, ketiga usaha mandiri tersebut memberdayakankan ibu-ibu rumah tangga disekitarnya sebagai tenaga kerja. Ketiga usaha mandiri tersebut dikelola seadanya,  namun sedikit demi sedikit mengalami perkembangan. Perkembangan usaha dapat ditunjukkan adanya peningkatan produksi dari total 100 kotak perhari (1 kotak berisi 10 bakpia) menjadi 150 kotak perhari. Proses produksi dilakukan setiap hari, ditangani sendiri sambil merangkap pekerjaan rumah tangga.Rata-rata jam kerja per hari selama 5 jam. Modal yang dipergunakan hanya berasal dari modal pribadi, sehingga kemampuan membeli peralatan hanya yang berkapasitas kecil sehingga produktivitasnya rendah. Sementara permintaan rata-rata setiap hari mencapai 350 s/d 500 kotak, sehingga dalam sehari ada kekurangan produksi sebanyak 250 s/d 350 kotak perhari. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah produktivitas yang rendah karena kapasitas pengaduk dan oven yang dimiliki kapasitasnya rendah, waktu yang dibutuhkan untuk mendinginkan pia terlalu lama, belum melakukan pembukuan secara tertib.Hal ini merupakan persoalan yang harus segera dicarikan pemecahannya. Solusi yang ditawarkan adalah membuatkan alat dan memberikan bantuan alat pengaduk adonan dengan kapasitas 7 kg, membuatkan oven dengan kapasitas 4 loyang, member bantuan kipas angin untuk mendinginkan pia serta mesin penghalus kacang hijau,  memberi pelatihan pembukuan sederhana dan pentingnya bekerjasama. Sebagaimana disampaikan oleh mitra kepada tim bahwa setelah menerima bantuan peralatan tersebut di atas produktivitas meningkat. Namun untuk melakukan pembukuan secara tertib, masih perlu pendampingan karena untuk merubah kebiasaan lama membutuhkan waktu. Pendampingan juga mencakup pengoperasian dan perawatan alat, kerja sama dengan UKM sejenis, proses produksi sebagai wahana wisata serta penglolaan limbah. Pendampingan dilakukan minimal sebulan sekali dengan mendatangi mitra, selama setahun pasca pelaksanaan PKM. Kata kunci : ukm pia, produktivitas, rendah
Pendampingan Pengabdian Kepada Masyarakat Untuk UKM Produk Tempe di Kapasjaya suparjo itats; Ni Luh Putu Hariastuti
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1069

Abstract

Tempe dan tahu merupakan makanan yang digemari oleh banyak orang.Tempe merupakan masakan asli Indonesia.Tempe sangat mudah di buat menjadi masakan apapun, bahkan banyak yang menjadikannya sebagai pengganti daging. Industri kecil tahu dan tempe banyak tersebar di kawasan perkotaan sampai ke perdesaan. Usaha Kecil Membuat Tahu Tempe umumnya masih di buat dalam sekala kecil, begitu juga dengan penjualannya yang langsung di kirim ke pasar tradisional sekitar usaha. Namun begitu, saat ini tahu dan tempe sudah banyak yang menembus pasar swalayan, mall dan pasar modern lainnya. Bahkan sudah ada yang mengekspor tempe dan tahu ke luar negeri dan membuka cabang produksi dan pemasaran disana. Melihat besarnya pasar yang masih tersedia, dan juga peluang peningkatan usaha menjadi lebih besar sebagai upaya meraih taraf hidup yang lebih baik, menjadi alasan kuat kegiatan pendampingan UKM ini dilakukan. Mitra adalah usaha kecil menengah yang menghasilkan tempe dan terletak ditengah kota, terhimpit dengan derasnya arus metropolis di Kota Surabaya. Tingginya persaingan dan juga tingginya arus modernisasi yang ada, mengharuskan mitra untuk terus berinovasi dan mengembangkan diri dalam memasarkan produknya agar dapat diterima pasar yang lebih luas lagi. Berdasarkan harapan meraih taraf hidup yang lebih sejahtera, maka pihak tim IbM melakukan beberapa kegiatan pendampingan untuk mewujudkan hal tersebut. Beberapa kegiatan pendampingan yang dilakukan antara lain adalah Perbaikan lay out produksi menjadi lebih nyaman bagi para pekerja, pelatihan dan pendampingan peningkatan ketrampilan SDM dalam bidang kemasan produk untuk mendaptkan produk yang lebih bersih dan sehat, Pengembangan desain,merk, legalitas / perijinan ke badan BPOM dan kemasan produk yang lebih hyginies sebagai alat promosi produk, dan Perluasan pemasaran produk ke pasar modern yaitu pasar swalayan.. Melalui kegiatan pendampingan harapan UKM menjadi home industri yang mandiri dan lebih dikenal masyarakat secara luas dapat tercapai sehingga tujuan akhir program meningkatkan taraf hidup UKM menjadi lebih sejahtera dapat terwujud. Kata Kunci : Layout, Produksi, kemasan, desain.
IbM FOR EMPOWERING OF A TYPICAL CAKE VELLAGE IN SURABAYA Zakariya .; Agus Sukristyanto; Kunto Inggit Gunawan
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1084

Abstract

Micro business “AA” and “Rahayu” are a businessman engaged in the field of making wet cakes and pastries. Two entrepreneurs have been getting coaching Disperindag city of Surabaya and two micro enterprises crowned as a village cake. the problems that are still faced by these two entrepreneurs are: not many have the means of production to fulfill their business activities; the ability to make bread is still simple; have not been able to make good bookkeeping and have not utilized online marketing in their business activities. The activity method used by this activity are:  Provide the right means of production, among others: toaster or oven machine, mixer, blender, and other supporting tools:  Cake-making training such as:  Sus Fla, Sus Fla buah, Sus Rogut, Cum-cum, Panada, Bongko menthuk dan risol mayo,dadar gulung, lumpur kentang, lemper, kroket, cake basah and aneka rotimanis cake:  Business bookkeeping training and mareketing online training. The result community empewering have been achieved are:  Micro business “AA” and “Rahayu” have production equipment and ever more tools production.  They have been accustomed to doing business bookkeeping and they have known the use of online marketing. The impact is all they have been an increase in the quantity and quality of production. So that automatically the revenue of their busunees are increased.    Keywords:  Appropriate technology, Cake-making training, Business bookkeeping and mareketing online training
IbM Kampung Tempe Tenggilis Kauman Surabaya erma yuliaty; Siti Mundari; Zainal Arief
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1068

Abstract

Tenggilis Kauman is an area in eastern Surabaya, since long time until now many of its citizens produce tempe so that the area is known as Kampung Tempe. Among the many tempe craftsmen there are Mr. Nurhasan and Mr. Poniman. Mr. Nurhasan started producing tempe since 1970. Currently the production amount has reached 2.5 quintals. While Mr. Poniman in 1970 is still a hawker tempe production of Mr. Nurhasan but then produce their own and current production level of about 40 kg per day. Their production has been taken by market traders as well as some made tempeh chips.               Although the demand for their tempe is now relatively many but in the production process both (Mr Nurhasan / Partners I) and (Mr. Poniman / Partners II) are often constrained peeler tempe equipment that is sometimes fussy that production is forced to pause. This is because the soybean skin peeler is outdated / old which since the first production until now has never been replaced. To maintain its continuity, the tool is engineered to keep it in production as expected.               Over time to increase their income they also produce chips that dititipkan in stores and fulfill orders. Yet tempe chips they produce often get complaints from consumers because of their plastic adhesive tool is not enough power so that plastic packaging can be open chips that cause kripik sluggish.               Problems that disrupt the production process above shows that both Part I and Partners II have not understood about business management so do not understand the need to change the production equipment, the need to calculate the cost of production and the need for bookkeeping of operating income loss so that businesses run so far not running optimally . Keywords: tempe village, soybean peeler, plastic adhesive, business management
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK BRAND REJUVENATION LEMBAGA AL QUR’AN AL FALAH Achmad Yanu Alif Fianto; Rudi Santoso; Abdullah Khoirriqoh
JPM17: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 03 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jpm17.v2i03.1083

Abstract

The purpose of this activity is to develop appropriate technology (TTG) for Islamic da'wah activities at the Al Qur'an Al Falah Institute in Surabaya. This is done because Al Qur'an Al Falah Surabaya institution has only run da'wah with conventional methods only and without utilizing the advantages of information technology. The Internet as a product of the latest technology is regarded as the best communicating medium today, ultimately changing the ways of communicating. This is caused by the sophistication of the internet that is able to create ease of communicating to obtain information needed by the community and some form of convenience is realized in social media, video sharing and website. New opportunities to create major positive impacts especially in the field of da'wah; so it becomes a necessity that da'wah activities can also be done by utilizing the sophistication of information technology. The opportunity is broadened by the fact that internet users are increasingly growing over time to become an emerging new potential that continues to grow. One of the parties who should be able to take advantage of the advantages of information technology for good is the institution of the course Al Qur'an Al Falah (LKF). Keywords: Website, Social Media, Articles Management

Page 1 of 1 | Total Record : 10