cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
PERANCANGAN PERKERASAN JALAN LINGKAR KOTA KABUPATEN WONOGIRI Alfiani Yogaturida Isnaini; Latif Budi Suparma; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i2.3372.119-128

Abstract

Abstract The city ring road of Wonogiri Regency should be constructed based on a pavement design which ensure safety, convenience, but still economical. For this reason, a road pavement design method is needed to be applied in this road design process. The MDP 2017 and AASHTO 1993 road pavement design methods are methods that are often used in Indonesia to design concrete slab for pavement. This study uses both methods to determine the thickness of the concrete slab on the pavement of the Wonogiri Regency City Ring Road. The results of this study indicate that the concrete slab thickness for pavement calculated by MDP 2017 is 31 cm, while that calculated with AASHTO 1993 is 32.25 cm. The difference in the thickness of the concrete plates obtained from these two methods is relatively small. Keywords: road pavement, pavement design, concrete slab, road pavement thickness  Abstrak Jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri harus dibangun berdasarkan rancangan perkerasan jalan yang aman, nyaman, namun tetap ekonomis. Untuk itu, diperlukan suatu metode perancangan perkerasan jalan yang tepat untuk diterapkan pada proses perancangan jalan ini. Metode-metode perancangan perkerasan jalan MDP 2017 dan AASHTO 1993 merupakan metode-metode yang sering digunakan di Indonesia untuk perancangan tebal pelat beton untuk perkerasan jalan. Studi ini menggunakan kedua metode tersebut untuk menentukan tebal pelat beton pada perkerasan jalan lingkar kota Kabupaten Wonogiri. Hasil studi ini menunjukkan bahwa tebal pelat beton untuk perkerasan jalan yang dihitung dengan MDP 2017 adalah 31 cm, sedangkan yang dihitung dengan AASHTO 1993 adalah 32,25 cm. Beda tebal pelat beton yang diperoleh dari kedua metode ini relatif kecil. Kata-kata kunci: perkerasan jalan, perancangan perkerasan, pelat beton, tebal perkerasan jalan
KINERJA PELAYANAN BUS TRANS MAMMINASATA DI KORIDOR 3 KAWASAN MAMMINASATA Qadriathi Dg Bau; Reza Muhajir; Batara Surya
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i2.3368.75-84

Abstract

Abstract Bus Rapid Transit is expected to become mass transportation serving the Mamminasata agglomeration area, which includes Makassar City, Maros Regency, Gowa Regency and Takalar Regency. Efforts to realize the South Sulawesi Provincial Government program related to the implementation of the Mamminasata Bus Rapid Transit are very dependent on the services provided. This study aims to analyze the effectiveness of service performance and its effect on the movement system in Corridor 3 of the Mamminasata Region. This research method uses descriptive analysis techniques. The results of this study indicate that several service perfor-mance criteria are effective, such as service quality based on travel speed, level of fleet availability, vehicle age, low costs or affordable rates, safety or security and convenience, and timeliness of service based on travel time of each segment and service time. Whereas those that have not been effective include number of buses and fleet capacity, load factor, frequency, distance between stops, operating ratio, regularity, orderliness, accessibility, reliability, easily-accessed information, waiting time, headway, vehicle downtime, travel time, and circulation time. Keywords: Bus Rapid Transit, mass transit, service performance, movement system  Abstrak Bus Rapid Transit diharapkan menjadi angkutan massal yang melayani wilayah aglomerasi Mamminasata, yang meliputi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Takalar. Upaya mewujudkan program Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terkait penerapan Bus Rapid Transit Mamminasata ini sangat bergantung pada pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kinerja pelayanan dan pengaruhnya terhadap sistem pergerakan di Koridor 3 Kawasan Mamminasata. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa kriteria kinerja pelayanan sudah efektif, seperti kualitas pelayanan berdasarkan kecepatan perjalanan, tingkat ketersediaan armada, umur kendaraan, biaya rendah atau tarif terjangkau, keselamatan atau keamanan dan kenyamanan, serta ketepatan waktu pelayanan berdasarkan waktu tempuh setiap segmen dan waktu pelayanan. Sedangkan yang belum efektif meliputi kapasitas dan jumlah armada, faktor muat, frekuensi, jarak antarhalte, rasio operasi, keteraturan, ketertiban, komprehensif, aksesibilitas, keandalan, kemudahan informasi, waktu tunggu, waktu antara, waktu henti kendaraan, waktu perjalanan, serta waktu sirkulasi. Kata-kata kunci: Bus Rapid Transit, angkutan massal, kinerja pelayanan, sistem pergerakan
KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS SEPEDA MOTOR DI KOTA BANDUNG An An Anisarida; Wimpy Santosa
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i2.3373.129-136

Abstract

Abstract The number of traffic accidents, including motorcycle traffic accidents in the City of Bandung in 2013–2017 tends to decrease. However, traffic accidents involving motorbikes still dominate traffic accidents that occur. The proportion of traffic accidents involving motorbikes is still the highest compared to those of other traffic accidents, and reaches a maximum in 2015, which is 93% of the number of traffic accidents in the City of Bandung. In addition, the chance of death in motorcycle traffic accidents is still relatively high, which is between 9% and 21%. The high chance of death victims requires a more in-depth study to improve traffic safety, especially in motorcycle use. Keywords: traffic accidents, motorcycle traffic accidents, traffic accident victims, traffic safety  Abstrak Jumlah kecelakaan lalu lintas, termasuk kecelakaan lalu lintas sepeda motor di Kota Bandung pada tahun 2013–2017 cenderung mengalami penurunan. Walaupun demikian, kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih mendominasi kecelakaan lalu lintas yang terjadi. Proporsi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor masih yang terbesar dibandingkan dengan kejadian kecelakaan lalu lintas yang lain, dan mencapai maksimum pada tahun 2015, yaitu 93% terhadap jumlah kecelakaan lalu lintas di Kota Bandung. Selain itu, peluang terjadinya korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas sepeda motor masih relatif tinggi, yaitu antara 9% hingga 21%. Tingginya peluang terjadinya korban meninggal dunia ini membutuhkan penelitian yang lebih mendalam untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas, khususnya dalam penggunaan sepeda motor. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas sepeda motor, korban kecelakaan lalu lintas, keselamatan lalu lintas
PENYUSUNAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL JALAN NASIONAL Adi Soelistijo; Prayoga Luthfil Hadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i2.3369.85-96

Abstract

Abstract Road infrastructure is one component of land transportation and has an important role for the movement of people and goods and regional development. In its implementation, a minimum service standard is needed to ensure the level of service expected road users. In this study, the process of preparing minimum service standards for national roads was discussed. The preparation is carried out through several stages so as to produce a list of indicators and parameters that can be implemented for national roads in Indonesia. The list of indicators and parameters was obtained through collecting data from previous studies, regulations, best practices on the implementation of minimum service standards in other countries, as well as discussions with road operators, academics, and road users. The list of indicators and parameters is then validated by distributing questionnaires back to road operators, academics, and road users to be assessed quantitatively on the level of importance and ease of implementation. Data from respondents were then analyzed using quadrant analysis to obtain priority indicators and parameters proposed to be used in minimum service standards of national roads. Keywords: road infrastructure, national roads, minimum service standards, level of service  Abstrak Infrastruktur jalan merupakan salah satu komponen dalam penyelenggaraan transportasi darat dan memiliki peranan penting untuk pergerakan orang dan barang serta pengembangan wilayah. Dalam penyelenggaraannya, diperlukan suatu standar pelayanan minimal untuk menjamin tingkat pelayanan yang diharapkan oleh pengguna jalan. Pada kajian ini dibahas proses penyusunan standar pelayanan minimal untuk jalan nasional nontol. Penyu-sunan dilakukan melalui beberapa tahapan sehingga menghasilkan daftar indikator dan parameter yang dapat diimplementasikan untuk jalan nasional di Indonesia. Daftar indikator dan parameter tersebut diperoleh melalui pengumpulan data dari studi terdahulu, peraturan, best practice penerapan standar pelayanan minimal di negara lain, serta diskusi dengan penyelenggara jalan, akademisi, dan pengguna jalan. Daftar indikator dan parameter tersebut kemudian divalidasi dengan penyebaran kuesioner kembali ke penyelenggara jalan, akademisi, dan pengguna jalan untuk dinilai secara kuantitatif tingkat kepentingan dan kemudahan implementasinya. Data dari responden kemudian dianalisis menggunakan analisis kuadran untuk mendapatkan indikator dan parameter prioritas yang diusulkan untuk digunakan dalam standar pelayan minimal jalan nasional nontol. Kata-kata kunci: infrastruktur jalan, jalan nasional, standar pelayanan minimal, tingkat pelayanan
PENETAPAN INDIKATOR JALAN BERKELANJUTAN Greece Maria Lawalata
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 5 No. 2 (2019)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v5i2.3370.97-108

Abstract

Abstract The sustainable road indicator is one of the evaluation tools for sustainable road development, which is an effort to support the Indonesian Government's policy in implementing sustainable development. This paper describes the determination of sustainable road indicators based on sustainable road indicators that have been proposed in previous studies. The step taken is to examine the proposed indicators that are appropriate to be applied in the stages of planning and implementation of road construction and to analyze the interests and ease of applying these indicators. The results of this study indicate that there are 14 sustainable road indicators that can be applied in the stages of construction planning and implementation. Keywords: sustainable development, sustainable roads, road planning, road construction, sustainable road indicators Abstrak Indikator jalan berkelanjutan merupakan salah satu perangkat evaluasi pembangunan jalan berkelanjutan, yang merupakan suatu upaya untuk mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan pem-bangunan berkelanjutan. Makalah ini menguraikan penentuan indikator jalan berkelanjutan berdasarkan indikator jalan berkelanjutan yang pernah diusulkan pada studi sebelumnya. Langkah yang dilakukan adalah memeriksa usulan indikator-indikator yang sesuai untuk diterapkan pada tahap-tahap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi jalan dan melakukan analisis kepentingan dan kemudahan penerapan indikator-indikator tersebut. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat 14 indikator jalan berkelanjutan yang dapat diterapkan pada tahap-tahap perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. Kata-kata kunci: pembangunan berkelanjutan, jalan berkelanjutan, perencanaan jalan, pelaksanaan konstruksi jalan, indikator jalan berkelanjutan
Indeks Pengarang Volume 3 Indeks Pengarang
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v3i2.2742.%p

Abstract

Indeks Pengarang Volume 3
PROGRAM PEMELIHARAAN JALAN NASIONAL BERDASARKAN NILAI KERATAAN PERMUKAAN, NILAI LENDUTAN, DAN NILAI MODULUS ELASTISITAS PERKERASAN David Rachmat Prabowo; Agus Taufik Mulyono
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v2i1.2127.%p

Abstract

Abstract Road can serve its users in accordance with the intended design life if a right road maintenance program is implemented. Preparation of road maintenance activities are necessary to asses the condition of the road pavement, which will be used as the basis for determining the type of maintenance needed. This study aimed to determine the road maintenance program based on the value of pavement roughness, the value of deflection, and the modulus of elasticity. The results showed that the determination of road conditions by combining the functional evaluation method, based on the value of International Roughness Index, and structural evaluation method, based on the value of deflection, is more appropriate and representing the actual conditions in the field. Keywords: pavement condition, road roughness, deflection, road maintenance  Abstrak Jalan dapat melayani penggunanya sesuai dengan umur desain yang diharapkan jika program pemeliharaan jalan diterapkan dengan benar. Persiapan kegiatan pemeliharaan jalan diperlukan untuk mengetahui kondisi perkerasan, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan jenis perawatan yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan program dan pemeliharaan jalan, berdasarkan nilai kekesaran perkerasan, nilai lendutan, dan modulus elastisitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penentuan kondisi jalan berdasarkan kombinasi metode evaluasi fungsional, berdasarkan International Roughness Index, dan evaluasi struktural, berdasarkan nilai lendutan, lebih sesuai dan lebih mencerminkan kondisi di lapangan. Kata-kata kunci: kondisi perkerasan, kekasaran jalan, lendutan, pemeliharaan jalan
PENGARUH PENAMBAHAN LATEKS ALAM TERHADAP SIFAT REOLOGI ASPAL Madi Hermadi; Yohanes Ronny
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v1i2.1474.%p

Abstract

Abstract One way to improve the quality of the pavement is to use polymer modified asphalt. Natural rubber is a polymer type of elastomer with a relatively cheap price. As a producer of natural rubber, Indonesia needs to look for alternative uses of natural rubber, including use as a material modification of asphalt. This study was conducted by making 4 types of modified asphalt with Natural Latex KKK 60, each with a proportion of latex added of 0 %, 1 %, 3 %, and 5 %. Furthermore, the rheological properties of modified bitumen were tested using the tool Dynamic Shear Rheometer (DSR) on fresh asphalt conditions, after short-term aging, and after long-term aging. The results showed that the addition of Natural Latex KKK 60 can improve the rheological properties of asphalt so that the asphalt becomes more elastic, more rigid, more resistant to rutting, and more resistant to cracking. However, the increase in rheological properties after short-term aging relatively is less due to the breakdown of the natural latex polymer molecule chains. Keywords: asphalt, modified asphalt, natural latex, rheology  Abstrak Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas perkerasan jalan adalah dengan menggunakan aspal modifikasi polimer. Karet alam merupakan polimer jenis elastomer dengan harga yang relatif murah. Sebagai produsen karet alam, Indonesia perlu mencari alternatif pemanfaatan karet alam tersebut, termasuk memanfaatkannya sebagai bahan modifikasi aspal. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 4 jenis aspal yang dimodifikasi Lateks Alam KKK 60, yang masing-masing dengan proporsi lateks yang ditambahkan 0 %, 1 %, 3 %, dan 5 %. Selanjutnya, sifat reologi aspal yang dimodifikasi tersebut diuji dengan menggunakan alat Dynamic Shear Rheometer (DSR) pada kondisi aspal fresh, setelah penuaan jangka pendek, dan setelah penuaan jangka panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Lateks Alam KKK 60 dapat meningkatkan reologi aspal sehingga lebih elastis, lebih kaku, lebih tahan terhadap rutting, dan lebih tahan terhadap retak. Namun peningkatan sifat reologi setelah mengalami penuaan jangka pendek relatif lebih sedikit karena kemungkinan terjadi pemecahan rantai molekul polimer lateks alam. Kata-kata kunci: aspal, aspal modifikasi, lateks alam, reologi
Ucapan Terima Kasih Volume 1 Ucapan Terima Kasih
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v1i2.2733.%p

Abstract

Ucapan Terima Kasih Volume 1
PENGEMBANGAN BUS WISATA KOTA DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN DAYA TARIK KAWASAN WISATA Anastasia Caroline Sutandi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v3i1.2437.%p

Abstract

Abstract Government and private sector in Indonesia develop tourism in order to increase number of tourists come to Indonesia. Development of tourism needs infrastructure toward, inside, and out of tourism area. The aim of this study is to evaluate the development of city tour bus in increasing the tourism area attractiveness. Case studies are city tour bus Werkudara in Surakarta and city tour bus Bandros in Bandung. More than 300 tourists as respondents involved in this study. An Analysis was performed to determine important factors of service quality, performance of the city tour bus, and Customer Satisfaction Index. The results indicated that the important factors of service quality are driver performance, bus velocity, and tour guide performance. Furthermore, city tour bus performance that has to be increased is tour guide performance and safety equipment in the bus for Werkudara, with Customer Satisfaction Index of 69.30%, and easiness to have operational bus schedule for Bandros, with Customer Satisfaction Index of 66.17%. Keywords: tourism, city tour bus, service quality, Customer Satisfaction Index  Abstrak Pengembangan pariwisata di Indonesia yang dilakukan pemerintah dan swasta untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan memerlukan sarana dan prasarana transportasi menuju, di dalam, dan dari kawasan wisata. Tujuan studi ini adalah mengkaji pengembangan bus wisata kota dalam mendukung peningkatan daya tarik kawasan wisata. Studi kasus dilakukan terhadap bus wisata kota Werkudara di Surakarta dan bus wisata kota Bandros di Bandung. Lebih dari 300 wisatawan sebagai responden terlibat dalam studi ini. Analisis dilakukan untuk menentukan faktor-faktor penting kualitas pelayanan, kinerja bus wisata kota, dan Customer Satisfaction Index. Hasil studi menunjukkan bahwa faktor-faktor penting kualitas pelayanan menurut responden adalah kinerja pengemudi bus, kecepatan bus, dan kemampuan presentasi pemandu wisata. Selanjutnya, kinerja bus wisata yang harus ditingkatkan adalah kemampuan presentasi pemandu wisata dan peralatan keselamatan di dalam bus untuk bus wisata Werkudara, dengan Customer Satisfaction Index sebesar 69,30% dan kemudahan memperoleh informasi jadwal operasional bus untuk bus wisata Bandros, dengan Customer Satisfaction Index bernilai 66,17%. Kata-kata kunci: pariwisata, bus wisata kota, kualitas pelayanan, Customer Satisfaction Index

Page 11 of 29 | Total Record : 289