cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 281 Documents
PENILAIAN USAHA KE ARAH TRANSPORTASI BERKELANJUTAN BERDASARKAN STARS v.2.1 DI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL Wimala, Mia; Iqbal, Muhammad; Maulana, Andrean
Jurnal HPJI Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v4i2.3022.%p

Abstract

Abstract Due to its significant contribution to global greenhouse gases emissions, transportation has become one of the indicators considered in green campus assessment. This research aims to evaluate the sustainable efforts done by Institut Teknologi Nasional, as well as to propose strategies for future improvements. The data were obtained through semi-structured interviews and questionnaires which randomly distributed to the students, academic and nonacademic staffs, as well as to the campus management. The data were calculated to measure the performance based on STARS v.2.1, and further analyzed using SWOT method. The results show that Itenas has not achieved all the requirements in transportation indicator, particularly regarding the policy, and use of campus fleets with alternative petroleum replacement fuels. Recommendations to overcome those shortcomings are to provide more education, conduct self-development and socialization programs, build support facilities, set examples in campus day-to-day activities, apply reward and punishment system, and make use of external networks in supporting sustainable efforts. Keywords: sustainable transportation, emissions, green campus, alternative fuels  Abstrak Disebabkan kontribusinya yang signifikan terhadap emisi gas rumah kaca di dunia, transportasi merupakan salah satu indikator yang dikaji di dalam penilaian green campus. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan usaha-usaha menuju green campus yang dilakukan oleh Institut Teknologi Nasional (Itenas) dan memberikan usulan strategis bagi peningkatan kinerjanya di masa mendatang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara terstruktur kepada para mahasiswa, staf akademik maupun nonakademik, serta pihak manajemen kampus untuk digunakan dalam perhitungan penilaian kinerja berdasarkan STARS v.2.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Itenas belum memenuhi semua persyaratan (%) dalam indikator transportasi, khususnya pada penggunaan armada kampus dengan bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi dan belum maksimalnya kebijakan yang ada. Rekomendasi yang dapat diberikan berdasarkan hasil analisis SWOT adalah dengan memberikan edukasi yang cukup, mengadakan program pengembangan diri dan sosialisasi, membangun fasilitas penunjang, memberikan contoh dalam kegiatan harian kampus, memberlakukan sistem reward and punishment, serta membuat kerja sama dengan pihak lain yang terkait dalam mendukung usaha-usaha berkelanjutan. Kata-kata kunci: transportasi berkelanjutan, emisi, kampus hijau, bahan bakar alternatif
Indeks Pengarang Volume 4 Pengarang, Indeks
Jurnal HPJI Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v4i2.3027.%p

Abstract

Indeks Pengarang Volume 4
PELAKSANAAN PERMUKAAN PERKERASAN BLOK BETON TERKUNCI DI ATAS LAPIS PENDUKUNG FLEKSIBEL Lawalata, Greece Maria; Agah, Heddy R.
Jurnal HPJI Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v4i2.3023.%p

Abstract

Abstract The provision of sidewalks of locked concrete block is often found in various cities and districts, and many of these enclosures have broken sidewalks, such as sidewalks, sagals, uneven concrete blocks, and can not drain water. In order for the quality of the sidewalk to last a long time need to be studied methods of implementation more precise. This paper discusses some implementation standards, namely the General Specification of Bina Marga 2010 as the basis for technical implementation of pedestrian paths, road-theory and practice projects, paving block specifications by Cisangkan, field guide to hardscape by Hopper. The study also conducted on several other standards. Support data obtained from direct observation in the field at several locations. The results of the study indicate that the implementation of concrete block work in some cities of Bandung has not been optimal. General Specification of Bina Marga 2010 needs to be added related to the implementation of more detailed concrete blocks. Implementation, among others, by preparing sublayer material (subgrade, subbase, base) is good. The density of sand density testing should be maintained to achieve a thick layer of sand. Installation of concrete blocks is immediately done on the sand layer with the difference in the distance of the sand layer and the preparation of concrete blocks approximately one meter to keep the sand thickness. Installation of concrete blocks must be followed by solidification using a specific tool and sand filling between concrete blocks. Keywords: locked concrete block, sidewalk, sand, pedestrian  Abstrak Penyediaan trotoar permukaan blok beton terkunci sering dijumpai di berbagai kota dan kabupaten. Tetapi banyak dijumpai trotoar permukaan blok beton terkunci ini rusak. Agar kualitas trotoar ini bertahan lama, perlu dikaji metode pelaksanaan yang lebih tepat. Makalah ini membahas beberapa standar pelaksanaan, yaitu Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 sebagai dasar pelaksanaan teknis jalur pejalan kaki, proyek jalan–teori dan praktek, spesifikasi paving blok oleh Cisangkan, field guide to hardscape oleh Hopper. Kajian juga dilakukan terhadap beberapa standar lain. Data pendukung didapat dari pengamatan langsung di lapangan pada beberapa lokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan blok beton di beberapa kota Bandung belum optimal. Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 perlu ditambahkan terkait pelaksanaan blok beton yang lebih rinci. Pelaksanaan tersebut antara lain dengan mempersiapkan material lapis pendukung (subgrade, subbase, base) yang baik. Upaya uji coba pemadatan lapisan pasir perlu dipertahankan untuk mencapai tebal padat lapisan pasir. Pemasangan blok beton secepatnya dilakukan di atas lapisan pasir dengan perbedaan jarak lapisan pasir dan penyusunan blok beton kurang lebih satu meter untuk menjaga ketebalan pasir. Pemasangan blok beton harus diikuti dengan pemadatan menggunakan alat tertentu dan pengisian pasir antara blok beton. Kata-kata kunci: blok beton terkunci, trotoar, pasir, pejalan kaki
Cover Kulit dan Daftar Isi 4-2 Isi, Cover Daftar
Jurnal HPJI Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v4i2.3019.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 4-2
PENILAIAN USAHA KE ARAH TRANSPORTASI BERKELANJUTAN BERDASARKAN STARS v.2.1 DI INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL Mia Wimala; Muhammad Iqbal; Andrean Maulana
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i2.3188.%p

Abstract

Abstract Due to its significant contribution to global greenhouse gases emissions, transportation has become one of the indicators considered in green campus assessment. This research aims to evaluate the sustainable efforts done by Institut Teknologi Nasional, as well as to propose strategies for future improvements. The data were obtained through semi-structured interviews and questionnaires which randomly distributed to the students, academic and nonacademic staffs, as well as to the campus management. The data were calculated to measure the performance based on STARS v.2.1, and further analyzed using SWOT method. The results show that Itenas has not achieved all the requirements in transportation indicator, particularly regarding the policy, and use of campus fleets with alternative petroleum replacement fuels. Recommendations to overcome those shortcomings are to provide more education, conduct self-development and socialization programs, build support facilities, set examples in campus day-to-day activities, apply reward and punishment system, and make use of external networks in supporting sustainable efforts. Keywords: sustainable transportation, emissions, green campus, alternative fuels  Abstrak Disebabkan kontribusinya yang signifikan terhadap emisi gas rumah kaca di dunia, transportasi merupakan salah satu indikator yang dikaji di dalam penilaian green campus. Penelitian ini bertujuan untuk menilai penerapan usaha-usaha menuju green campus yang dilakukan oleh Institut Teknologi Nasional (Itenas) dan memberikan usulan strategis bagi peningkatan kinerjanya di masa mendatang. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan wawancara terstruktur kepada para mahasiswa, staf akademik maupun nonakademik, serta pihak manajemen kampus untuk digunakan dalam perhitungan penilaian kinerja berdasarkan STARS v.2.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Itenas belum memenuhi semua persyaratan (%) dalam indikator transportasi, khususnya pada penggunaan armada kampus dengan bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi dan belum maksimalnya kebijakan yang ada. Rekomendasi yang dapat diberikan berdasarkan hasil analisis SWOT adalah dengan memberikan edukasi yang cukup, mengadakan program pengembangan diri dan sosialisasi, membangun fasilitas penunjang, memberikan contoh dalam kegiatan harian kampus, memberlakukan sistem reward and punishment, serta membuat kerja sama dengan pihak lain yang terkait dalam mendukung usaha-usaha berkelanjutan. Kata-kata kunci: transportasi berkelanjutan, emisi, kampus hijau, bahan bakar alternatif
TEGANGAN PADA TANAH DASAR PERKERASAN DI LAPANGAN PENUMPUKAN PETI KEMAS PELABUHAN TRISAKTI BANJARMASIN Tilaka Wasanta; Prayoga Luthfil Hadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i2.3025.%p

Abstract

Abstract This study discusses the analysis of flexible pavement structures in container stacking fields. The case study of this paper is in Trisakti Port in Banjarmasin. Modelling of the pavement structure was analyzed using ELSYM5 software. The results of pavement structure modelling are also made in the form of stress bulb diagrams to illustrate vertical stress distribution in each pavement layers. From the results of pavement modelling, it appears that the further horizontal distance (either in the X-axis or Y-axis direction) from the center of load, the smaller vertical stress occurs. Likewise on the Z-axis, the deeper a point from surface layer, the smaller vertical stress there is. From the results of the analysis using ELSYM5 software, the minimum subgrade load capacity must be able to withstand 60.37 kN/m2 for 8 inches base layer and 39.31 kN/m2 for 18 inches base layer. Based on results of the analysis with 6 data sets used in this study, it can be seen that thicker base layer in pavement structure would yield lower vertical stress that occurs in the top of subgrade. Keywords: pavement structure, flexible pavement, stress bulb, subgrade, stress distribution  Abstrak Penelitian ini membahas analisis struktur perkerasan lentur di lapangan penumpukan peti kemas. Studi kasus yang digunakan pada penelitian ini adalah Pelabuhan Trisakti di Banjarmasin. Pemodelan struktur perkerasan dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak ELSYM5. Hasil analisis pemodelan struktur perkerasan juga dibuat dalam bentuk diagram stress bulb untuk menggambarkan distribusi tegangan vertikal yang terjadi pada berbagai kedalaman di setiap lapisan struktur perkerasan. Dari hasil analisis pemodelan struktur perkerasan, terlihat bahwa semakin jauh jarak horizontal (baik di arah sumbu-X maupun sumbu-Y) dari pusat beban, semakin kecil tegangan yang terjadi. Begitu juga pada sumbu-Z, semakin jauh kedalaman lapis perkerasan dari pusat beban, semakin kecil tegangan yang terjadi. Dari hasil analisis menggunakan perangkat lunak ELSYM5, didapat bahwa tanah dasar harus dapat menahan tegangan minimum sebesar 60,37 kN/m2 untuk lapisan base setebal 8 inci dan sebesar 39,31 kN/m2 untuk lapisan base setebal 18 inci. Berdasarkan hasil analisis dengan 6 datasets yang digunakan pada penelitian ini, dapat dilihat bahwa semakin tebal lapisan fondasi pada struktur perkerasan yang digunakan, semakin kecil tegangan yang terjadi pada tanah dasar. Kata-kata kunci: struktur perkerasan,  perkerasan lentur, stress bulb, tanah dasar, distribusi tegagan
STANDARD OPERATING PROCEDURES OF THE INTEGRATED DESIGN AND BUILD TOLL ROAD CONSTRUCTION IN INDONESIA Slamet Muljono; Hardy P. Siahaan
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i2.3020.%p

Abstract

Abstract The government is striving for planned toll roads to be realized so as to increase connectivity, competitiveness and lower logistics costs. In turn, the toll road can be the backbone that supports the growth of the national economy as well as the equitable distribution of development. Based on the review of Indonesia Toll Road Authority of the Ministry of Public Works and Housing in 2017, it is projected that Indonesia will have an additional 1,851 km of new toll roads by the end of 2019. The additional projection of the new toll road exceeds the targets set in the Strategic Plan of the Ministry of Public Works and Housing 2015-2019 as long as 1,060 km. The additional projection of new toll roads is possible besides the acceleration of land acquisition process through bailout fund by Toll Road Business Entity also introduced system delivery innovation by implementing Integrated Design and Build Constructions. Therefore, it needs to be equipped with Standard Operating Procedures for the Integrated Construction Design and Build on Toll Road Project in Indonesia. Keywords: toll road, standard operating procedures, toll road authority, toll road business entity  Abstrak Pemerintah sedang mengupayakan ruas-ruas jalan tol yang direncanakan untuk direalisasikan sehingga dapat meningkatkan konektivitas, daya saing, dan menurunkan biaya logistik. Pada gilirannya, jalan tol dapat menjadi tulang punggung yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional serta pemerataan pembangunan. Berdasarkan kajian Badan Pengatur Jalan Tol, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, pada 2017, diproyeksikan bahwa Indonesia akan memiliki tambahan 1.851 km jalan tol baru pada akhir 2019. Proyeksi tambahan jalan tol baru ini melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2015-2019, yaitu  sepanjang 1.060 km. Proyeksi tambahan jalan tol baru dimungkinkan karena selain percepatan proses pembebasan tanah melalui dana talangan oleh Badan Usaha Jalan Tol juga diterapkannya sistem Design and Build Integrated Constructions. Karena itu diperlukan adanya Prosedur Operasi Standar untuk Integrated Design and Build Constructions untuk proyek-proyek jalan tol di Indonesia. Kata-kata kunci: jalan tol, prosedur operasi standar, badan pengatur jalan tol, badan usaha jalan tol
FUNCTIONAL PERFORMANCE ASSESSMENT AND METHOD DEVELOPMENT OF FLEXIBLE ROAD PAVEMENT IN INDONESIA NATIONAL ROAD Purwaningtyas Widya Hapsari; Imam Muthohar; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i2.3026.%p

Abstract

Abstract Pavement quality can be maintained by assessing its performance both structurally and functionally. This study aims on knowing pavement functional performance in Indonesia focus on flexible pavement road, develop the utilization of provided data in various assessment methods and give reasonable recommendation on current Indonesia practice. The method covers pavement performance analysis uses the combination of International Roughness Index and Surface Distress Index, and try the implementation of other method such as Present Serviceability Index, Pavement Condition Rating, as well as generating Remaining Service Life. The results reveal that Present Serviceability Index gives lower performance thus generate earlier warning toward road maintenance compared to International Roughness Index and Surface Distress Index. On the contrary, Pavement Condition Rating gives higher performance caused by limited data which leaded from discrepancy in distress record. Remaining Service Life results are vary depending either on loads or pavement deflection. Keywords: flexible pavement, pavement performance, road maintenance, pavement deflection  Abstrak Kualitas perkerasan jalan dapat dipelihara secara rutin dengan menilai kinerjanya, secara struktural maupun fungsional. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja fungsional perkerasan lentur di ruas jalan nasional Indonesia, mengembangkan pemanfaatan data survei yang tersedia dalam berbagai metode penilaian, dan memberikan rekomendasi pada perbaikan sistem yang berlaku saat ini. Metode yang dibahas dalam studi ini meliputi analisis kinerja perkerasan dengan metode gabungan International Roughness Index and Surface Distress Index, kemudian mencoba metode lain seperti metode Present Serviceability Index dan Pavement Condition Rating, serta Remaining Service Life. Hasil analisis menunjukkan bahwa penilaian kinerja dengan metode Present Serviceability Index memberikan hasil kinerja yang lebih rendah, sehingga memberikan peringatan lebih awal untuk perbaikan jalan dibandingkan dengan metode kombinasi International Roughness Index and Surface Distress Index. Sebaliknya, metode Pavement Condition Rating memberikan hasil kinerja yang lebih baik, yang disebabkan oleh keterbatasan data kerusakan jalan yang dapat mempengaruhi keandalan hasil analisis. Metode Remaining Service Life memberi hasil yang bervariasi bergantung pada beban dan lendutan perkerasan. Kata-kata kunci: perkerasan lentur, kinerja perkerasan, pemeliharaan jalan, lendutan perkerasan
PENGARUH PENGGUNAAN PASIR KUARSA PADA LASTON AC-WC SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT HALUS Gayuh Bintang Ramadhan; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i2.3021.%p

Abstract

Abstract Vehicle loads and high traffic growth nowdays lead to increased traffic loads on pavement that will accelerate the occurrence damage of pavement layer. Based from the natural resources of quartz sand was need to research quartz sand. Conducted test in this research were Marshall tests, immersion, and indirect tensile strength test to determined the durability of asphalt concrete mixture with optimum bitumen content after 5 variations were made in this research. The variations are V1, V2, V3, V4, and V5. The variations of quartz sand content that made based on the weight percentage on each aggregate filter numbers. The durability of the asphalt concrete mixture was seen from the value result of Marshall test, immersion test, indirect tensile strength test, residual strength index, and tensile strength ratio. The results show that Marshall stability value has decreased stability value in succession after immersion test. The indirect tensile strength results shows the tensile value performed on Un-Condition and Condition. The stability value of the indirect tensile strength Condition indicates a consecutive decrease due to immersion. Keywords: Marshall tests, indirect tensile strength test, immersion, quartz sand, residual strength index  Abstrak Pembebanan dan pertumbuhan lalu lintas yang tinggi menyebabkan bertambahnya beban lalu lintas pada konstruksi jalan yang akan mempercepat terjadinya kerusakan pada lapisan jalan raya. Dilihat dari sumber daya alam pasir kuarsa yang ada, maka perlu adanya penelitian tentang pasir kuarsa. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah uji Marshall, immersion, dan indirect tensile strength test untuk mengetahui durabilitas campuran beton aspal dengan KAO setelah dibuat 5 variasi secara berturut-turut pada campuran V1, V2, V3, V4, dan V5. Variasi kadar pasir kuarsa tersebut dibuat berdasarkan persentase berat pada setiap nomor saringan pada agregat halus. Durabilitas campuran beton aspal dilihat dari nilai hasil uji Marshall, immersion, indirect tensile strength test, indeks kekuatan sisa, dan rasio kuat tarik. Hasil pengujian menunjukkan nilai stabilitas Marshall mengalami penurunan nilai stabilitas secara berturut-turut setelah uji perendaman. Pengujian indirect tensile strength menunjukkan nilai tarik dilakukan pada Un-Condition dan Condition. Nilai stabilitas pada indirect tensile strength Condition mengalami penurunan berturut-turut akibat perendaman. Kata-kata kunci: uji Marshall, indirect tensile strength, immersion, pasir kuarsa, indeks kekuatan sisa
PELAKSANAAN PERMUKAAN PERKERASAN BLOK BETON TERKUNCI DI ATAS LAPIS PENDUKUNG FLEKSIBEL Greece Maria Lawalata; Heddy R. Agah
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i2.3023.%p

Abstract

Abstract The provision of sidewalks of locked concrete block is often found in various cities and districts, and many of these enclosures have broken sidewalks, such as sidewalks, sagals, uneven concrete blocks, and can not drain water. In order for the quality of the sidewalk to last a long time need to be studied methods of implementation more precise. This paper discusses some implementation standards, namely the General Specification of Bina Marga 2010 as the basis for technical implementation of pedestrian paths, road-theory and practice projects, paving block specifications by Cisangkan, field guide to hardscape by Hopper. The study also conducted on several other standards. Support data obtained from direct observation in the field at several locations. The results of the study indicate that the implementation of concrete block work in some cities of Bandung has not been optimal. General Specification of Bina Marga 2010 needs to be added related to the implementation of more detailed concrete blocks. Implementation, among others, by preparing sublayer material (subgrade, subbase, base) is good. The density of sand density testing should be maintained to achieve a thick layer of sand. Installation of concrete blocks is immediately done on the sand layer with the difference in the distance of the sand layer and the preparation of concrete blocks approximately one meter to keep the sand thickness. Installation of concrete blocks must be followed by solidification using a specific tool and sand filling between concrete blocks. Keywords: locked concrete block, sidewalk, sand, pedestrian  Abstrak Penyediaan trotoar permukaan blok beton terkunci sering dijumpai di berbagai kota dan kabupaten. Tetapi banyak dijumpai trotoar permukaan blok beton terkunci ini rusak. Agar kualitas trotoar ini bertahan lama, perlu dikaji metode pelaksanaan yang lebih tepat. Makalah ini membahas beberapa standar pelaksanaan, yaitu Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 sebagai dasar pelaksanaan teknis jalur pejalan kaki, proyek jalan–teori dan praktek, spesifikasi paving blok oleh Cisangkan, field guide to hardscape oleh Hopper. Kajian juga dilakukan terhadap beberapa standar lain. Data pendukung didapat dari pengamatan langsung di lapangan pada beberapa lokasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan blok beton di beberapa kota Bandung belum optimal. Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 perlu ditambahkan terkait pelaksanaan blok beton yang lebih rinci. Pelaksanaan tersebut antara lain dengan mempersiapkan material lapis pendukung (subgrade, subbase, base) yang baik. Upaya uji coba pemadatan lapisan pasir perlu dipertahankan untuk mencapai tebal padat lapisan pasir. Pemasangan blok beton secepatnya dilakukan di atas lapisan pasir dengan perbedaan jarak lapisan pasir dan penyusunan blok beton kurang lebih satu meter untuk menjaga ketebalan pasir. Pemasangan blok beton harus diikuti dengan pemadatan menggunakan alat tertentu dan pengisian pasir antara blok beton. Kata-kata kunci: blok beton terkunci, trotoar, pasir, pejalan kaki

Page 9 of 29 | Total Record : 281