cover
Contact Name
Siti Anisyah
Contact Email
sitianisyah_uin@radenfatah.ac.id
Phone
+6281279171099
Journal Mail Official
wardah_dakwah@radenfatah.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. K. H. Zainal Abidin Fikri No. 01 KM. 3.5, Kel. Pahlawan, Kec. Kemuning, Palembang 30126, Sount Sumatra, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Wardah
ISSN : 14123711     EISSN : 25033050     DOI : https://doi.org/10.19109/wardah
Wardah is a focus journal on issues surrounding dakwah and Islamic communication, Method of Dakwah The History of Dakwah Communication Dakwah The epistemology of Dakwah Management of Dakwah
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 21 No 2 (2020): Wardah" : 7 Documents clear
Konsep Dan Klasifikasi Ilmu Pengetahuan Dalam Islam Ainor Syahirah Binti Khalid; Indri Rahmadina; Dalinur M Nur
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.954 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7270

Abstract

Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk memaparkan tentang konsep dan klasifikasi Ilmu dalam Islam. Ilmu dalam Islam memiliki dimensi yang universal, empirik dan metafisik yang berbeda dengan ilmu yang lahir dari pandangan hidup Barat yang hanya terbatas pada area empirik. Konsep ilmu dalam Islam menjadi bagian integral dari worldview atau pandangan hidup Islam, sehingga dirinya mempunyai ciri khas tersendiri yang menjadikannya berbeda dengan konsep-konsep dalam peradaban lain. Ilmu menurut pandangan hidup Islam tidak hanya melingkupi substansi pengetahuan, namun juga menjadi elemen penting dalam peradaban. Berkenaan dengan urgennya kedudukan ilmu, beberapa tokoh seperti Ibnu Khaldun, Imam al-Ghazali, ataupun Syed Muhammad Naquib al-Attas memberikan beberapa ciri dari klasifikasi ilmu untuk mendudukkan mana yang lebih memiliki prioritas, yang ke depannya terkait dengan bagaimana objek ilmu dalam Islam ditentukan. Dari penuturan tokoh-tokoh ini, dapat diketahui bahwa ilmu di dalam Islam tidak hanya meliputi ilmu-ilmu akidah dan syariah saja, namun juga ada sederet ilmu-ilmu lain seperti ilmu fisika, biologi, dan lain sebagainya yang perlu pula dikaji. Cara perolehan masing-masing cabang ilmu ini memiliki pendekatan dan metodenya, baik dari berupa indra internal dan eksternal, khabar shaadiq, dan intelek. Seorang Muslim selayaknya berpegang teguh kepada tradisi keilmuan Islam dan tidak silau dengan tradisi keilmuan Barat walaupun terlihat lebih menarik. Kata kunci: Klasifikasi Ilmu, Filsafat Islam Abstract: This study aims to describe the concept and classification of science in Islam. Science in Islam has universal, empirical and metaphysical dimensions that are different from science that is born from a Western view of life which is only limited to the empirical area. It will be in the case that the concept of science in Islam is one of integral part of Islamic worldview; so that it has its own characteristics differed from another concept of science in other civilizations. Science according to Islamic worldview is not only cover substance of knowledge, but becomes important element in civilization as well. Related to the important of position of science, number of scholar such as Ibnu Khaldun, Imam al-Ghazali, or Syed Muhammad Naquib al-Attas gave several features of science to know which one has higher priority, to be associated with how the concept of science in Islam decided later. From the discussion offered by the scholars, it will be understood that science in Islam not only encompasses theology and law, but also there is a row of other sciences such as physics, biology, and so forth need to be studied. The acquisition method of each branch of sciences have their own approach, both of internal and external sense, khabar sadiq, and the third is intellect. A Muslim should solidly hold the Islamic tradition and not too impressed with the tradition of Western scholarly even it looks more attractive. Keywords: Classification of Science, Islamic Philosophy
Makna I’jaz Ilmi Al-Qur’an: Kajian Pendekatan Analisis Teks Adi Hefyansyah; Aliasan Aliasan
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.284 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7272

Abstract

Abstrak: Kajian dengan judul ‘Makna I’jaz Ilmi Al-Qur’an: Kajian Pendekatan Analisis Teks’ bertujuan menganalisis makna I’jaz ‘ilmi dalam al-Qur’an. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Studi pustaka dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatana analisis teks yang merupakan cabang dari semiotika teks, yang secara khusus mengkaji teks sebagai sebuah 'produk penggunaan bahasa' berupa kumpulan atau kombinasi tanda-tanda. Tmua dari kajian ini adalah i‘jâz Qur’âni sungguh sangat banyak, dan diantara yang menakjubkan adalah bahwa Rasulullah saw sebelum turunnya al-Qur’ân tidak mengetahui sedikitpun tentang kitab-kitab para pendahulunya, kisah-kisahnya, berita dan sejarah mereka. Meskipun demikian Rasulullah saw menceritakan kejadian-kejadian yang nyata dan sejarah mulai dari terciptanya Nabi Adam as hingga diutusnya Rasulullah Saw. Sebagaimana kita ketahui bahwa ilmu semacam ini tidak bisa didapatkan oleh seseorang melainkan dengan cara belajar. Dan kitapun mengetahui bahwa Rasulullah saw tidak pernah berinteraksi dengan sejarawan atau belajar kepada mereka, dan beliaupun sama sekali tidak pernah membaca kitab-kitab sejarah. Kata kunci: I’jaz ‘ilmi; i’jaz al-Qur’an Abstract: The article entitled 'Meaning of I'jaz Ilmi Al-Qur'an: Study of Text Analysis Approach' aims to analyze the meaning of I'jaz 'ilmi in the al-Qur'an. The method used in this study uses the library research method. Literature study can be interpreted as a series of activities relating to methods of collecting library data, reading and taking notes and processing research materials. The approach used is the text analysis approach which is a branch of text semiotics, which specifically examines the text as a 'product of language use' in the form of a collection or combination of signs. The mastermind of this study is that the i'jâz Qur'âni are very many, and among the amazing things is that the Messenger of Allah before the fall of the Qur'an did not know anything about the books of his predecessors, their stories, news and their history. Even so, Rasulullah SAW told real and historical events from the creation of Prophet Adam (as) to the sending of Rasulullah SAW. As we all know that this kind of knowledge cannot be obtained by someone but by learning. And we also know that Rasulullah saw never interacted with historians or studied with them, and he never read historical books at all. Keyworld: I’jaz ‘ilmi; i’jaz al-Qur’an
Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’i Abdur Razzaq; Lukman Hakim
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.366 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7274

Abstract

Abstrak: Artikel dengan judul ‘Gender Dalam Tinjauan Tafsir Maudhu’I’ ini berupaya menelusuri sejarah serta asumsi-asumsi metodologis yang membangun kedua meta-narasi (wacana kesetaraan dan keserasian gender). Pada bagian selanjutnya akan dihadirkan sejumlah ayat kontroversial terkait isu keadilan gender, berikut garis-garis besar penafsiran dari kedua kubu wacana, disertai analisis penulis mengacu pada teori worlview yang diperkenalkan oleh Hamid Fahmi Zarkasyi. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan metode atau pendekatan kepustakaan (library research). Studi pustaka dapat diartikan sebagai serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat serta mengolah bahan penelitian. Temuan dari penelitian ini menunjukkan adanya wacana keadilan gender menjadi tarik menarik di antara dua kubu besar dalam Islam: kubu kesetaraan dan kubu keserasian. Kubu keserasian hanya menginginkan pola penafsiran yang dianggap tidak bias gender, betapapun mereka abai terhadap sisi-sisi teologis, sementara kubu keserasian percaya bahwa mereka harus mempertahankan ashalah (otentisitas) sebab agama ini dipercaya sebagai haqq yang berasal dari Dzat yang Maha Haqq. Tidak sama sekali terbayangkan oleh kelompok terakhir untuk melestarikan penindasan terhadap perempuan, seperti selama ini dituduhkan. Lantas wacana tafsir manakah yang betul-betul mencerminkan nilai-nilai al-Quran? Kedua belah pihak akan mendaku diri sebagai yang paling sesuai. Satu hal jelas, yang semestinya dilawan barangkali bukan penafsiran itu, sebab setiap orang berhak untuk berpolemik secara ilmiah. Yang perlu dimusuhi sebetulnya adalah pikiran-pikiran jahat, entah itu penindasan maupun eksploitasi perempuan, yang sama-sama beroperasi di sebalik kedua narasi. Kata Kunci: Gender, Tafsir Maudhu’i Abstract: This article with the title Gender in Maudhu'I Tafsir Review seeks to trace the history and methodological assumptions that build both meta-narratives (discourse of gender equality and harmony). In the next section, a number of controversial verses related to the issue of gender justice will be presented, along with outline interpretations of the two camps of discourse, accompanied by the author's analysis referring to the Worlview theory introduced by Hamid Fahmi Zarkasyi. The method used in this study uses a library research method or approach. Literature study can be interpreted as a series of activities relating to methods of collecting library data, reading and taking notes and processing research materials. The findings of this study indicate that the discourse of gender justice has become a tug of war between two major camps in Islam: the camp of equality and the camp of harmony. The harmony camp only wants a pattern of interpretation that is considered gender-unbiased, no matter how much they ignore theological aspects, while the harmony camp believes that they must maintain ashalah (authenticity) because this religion is believed to be haqq that comes from the Supreme Haqq. The last group never imagined to perpetuate oppression of women, as it has been alleged. So which interpretive discourse truly reflects the values ​​of the Koran? Both parties will claim to be the most compatible. One thing is clear, perhaps not that interpretation should be challenged, because everyone has the right to polemicize scientifically. What really needs to be hostile to is evil thoughts, be it oppression or exploitation of women, which both operate behind the two narratives. Keywords: Gender, Tafsir Maudhu’i
Demokrasi Dalam Islam: Tinjauan Tafsir Maudhu’i Mgs.A. Defrizal; Achmad Zulham; Solihin Solihin
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.497 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7275

Abstract

Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana demokrasi dalan tinjauan Islam khususnya dalam kajian tafsir maudhu’i. Dengan menggunakan pendekatan studi pustaka (library research), artikel ini berusaha mempertemukan antara konsep Islam yang oleh sebagian ulama dikatakan mempunyai sistem politik tersendiri yang lengkap, sempurna dan menyeluruh, namun disatu sisi dihadapkan pada kenyataan seolah sistem demokrasi yang saat ini dianggap sebagai sistem politik terbaik, diterima dan dipakai di seluruh dunia. Secara normatif doktriner, dalam ajaran Islam terdapat prinsip-prinsip dan elemen dalam demokrasi, meskipun secara generik, global tidak sepenuhnya disetujui para ulama dan masih menjadi perdebatan yang panjang. Prinsip dan elemen-elemen demokrasi dalam ajaran Islam itu adalah: as-syura, al-‘adalah, al-amanah, al-masuliyyah dan al-hurriyyah. Realitas dalam sebuah negara pernah diterapkan pada masa Nabi Muhammad dan khulafaurrasyidin adalah syumuliyatul Islam dan demokrasi hanyalah sebagian kecil dari lengkapnya sistem politik Islam yang sempurna dan telah dipraktikkan namun tebum terteorikan. Kata kunci: Demokrasi Islam, Tafsir Maudhu’i Abstract: This article aims to analyze how democracy in Islamic views, especially in the study of tafsir maudhu'i. By using a library research approach, this article seeks to bring together the concept of Islam which is said by some scholars to have its own complete, perfect and comprehensive political system, but on the one hand it is faced with the reality as if the democratic system is currently considered the best political system. , accepted and used throughout the world. In doctrinaire normative terms, in Islamic teachings there are principles and elements in democracy, although generically, globally it is not fully approved by the scholars and is still a long debate. The principles and elements of democracy in Islamic teachings are: as-shura, al-'adalah, al-amanah, al-masuliyyah and al-hurriyyah. The reality in a country that was applied at the time of Prophet Muhammad and khulafaurrasyidin is syumuliyatul Islam and democracy is only a small part of the complete Islamic political system that is perfect and has been practiced but can be theoretical. Keywords: Islamic Democrazy, Tafsir Maudhu’i
Gerakan Menuju Kampung Bebas Limbah Plastik: Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Majelis Taklim di RT 06 Kelurahan Sukajaya Manah Rasmanah; Zhila Jannati; Komaruddin Komaruddin
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.078 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7277

Abstract

Abstrak: Pendampingan masyarakat berbasil lembaga keagamaan ini berangkat daripermasalahan sampah yang menyebabkan pencemaran lingkungan berupa udara yangberbau busuk, selokan tersumbat dan lingkungan yang kotor. Permasalahan sampah initelah lama terjadi namun belum ada upaya yang dilakukan oleh masyarakat maupunpemerintah untuk mengatasinya. Minimnya pemahaman masyarakat tentangpenanganan sampah dan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya menjadipenyebab utama permasalahan lingkungan terjadi. Pendampingan ini bertujuan untukmeningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam penanganan sampahkhususnya plastic dengan konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) melalui komunitaskeagamaan (majelis taklim). Pendekatan yang digunakan adalah Participation ActionResearch (PAR). Pendekatan yang berbasis situasi dan kondisi yang dialami masyarakatdan melibatkan partisipasi penuh dari masyarakat mulai dari mengidentifikasi masalahmerencanakan, melaksanakan hingga evaluasi kegiatan dan tindak lanjut. Melaluiproses pendampingan terhadapa majelis taklim al-Karim RT 06 Kelurahan Sukajayamenghasilkan beberapa hal yaitu ; komunitas dampingan memahami dampak sampahplastik bagi kesehatan dan lingkungan, memahami dan trampil dalam menanganisampah plastik dengan konsep 3R. selain itu, komunitas dampingan memilikikemandirian dalam mengidentifikasi masalah sampah di lingkungannya, mampumerencanakan dan melakukan penanganan sampah plastik dengan benar dan baik, sertaterbentuknya vocal point yang dapat menggerakan partisipasi masyarakat lainnyadalam penanganan sampah plastik.Kata kunci: Limbah Plastik, Pemberdayaan Majelis TaklimAbstract: Community assistance based on religious institutions departs from theproblem of garbage that causes environmental pollution in the form of foul smelling air,clogged sewers and a dirty environment. This waste problem has been occurring for along time, but no efforts have been made by the community or government to solve it.The lack of public understanding of waste management and awareness of disposing ofgarbage in its proper place is the main cause of environmental problems. Thisassistance aims to increase public understanding and awareness in handling waste,especially plastic with the 3R concept (Reuse, Reduce, Recycle) through religiouscommunities (majelis taklim). The approach used is Participation Action Research(PAR). An approach that is based on the situation and conditions experienced by thecommunity and involves the full participation of the community from identifyingproblems to planning, implementing to evaluation of activities and follow-up. Throughthe process of mentoring the taklim al-Karim group RT 06 Sukajaya Village, it resultedin several things, namely; the assisted community understands the impact of plasticwaste on health and the environment, understands and is skilled in handling plasticwaste with the 3R concept. In addition, the assisted community has independence inidentifying waste problems in their environment, is able to plan and handle plastic 2waste properly and properly, as well as the formation of vocal points that can mobilizeother community participation in handling plastic waste.Keywords: Plastic Waste, Empowerment of Taklim Assembly
Layanan Konseling Kelompok Dalam Mengembangkan Rasa Percaya Diri Anak Terlantar (Studi Kasus di Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan) Siti Rohana; Bagus Pamungkas; Sismaren Diyanti
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.98 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7278

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan memberikan pemaparan penerapan layanan konseling kelompok dengan teknik sosiodrama dalam membantu mengembangkan rasa percaya diri pada anak terlantar di PSR-GPODGJ Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan. Analisis awal mengetahui gambaran awal bagaimana rasa percaya diri yang dimiliki anak terlantar di panti, dan melakukan penerapan layanan konseling kelompok dengan teknik sosiodrama dalam mengembangkan rasa percaya diri. Penelitian ini termasuk dalam jenis fiel research dan bersifat deskriptif kualitatif dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi, dalam penelitian ini jumlah responden adalah 7 orang, lima anak terlantar dan dua orang staf Panti Sosial Rehabilitasi Gelandangan Pengemis Orang Dalam Gangguan Jiwa Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposiv sampling, purposive sampling adalah metode yang digunakan untuk menetapkan responden yang akan dijadikan subjek berdasarkan kriteria. Dan pengelolaan datanya dilakukan dengan mereduksi data, penarikan data penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan perubahan positif yang terjadi pada anak terlanatar, dari 15 indikator yang digunakan setelah penerapan teknik sosiodrama 13 indikator telah terpenuhi terkecuali rasa trauma dan latar belakang pendidikan yang dimiliki anak terlantar, artinya, rasa percaya diri anak terlantar di Panti Sosial Rehabilitasi Gelandangan Pengemis Orang Dengan Gangguan Jiwa Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan mampu dikembangkan dengan penerapan layanan konseling kelompok menggunakan teknik sosiodrama. Kata kunci: teknik sosiodrama, konseling kelompok Abstract: This study aims to provide an explanation of the application of group counseling services with sociodrama techniques to help develop self-confidence in neglected children in the PSR-GPODGJ Social Service of South Sumatra Province. The preliminary analysis finds out the initial picture of how self-confidence the neglected children have in the orphanage, and applies group counseling services with sociodrama techniques in developing self-confidence. This research is included in the type of field research and is qualitative descriptive by means of interviews, observation and documentation, in this study the number of respondents was 7 people, five neglected children and two staff members of the Social Home for Rehabilitation of Homeless Beggars with Mental Disorders, Social Service of South Sumatra Province. The sampling technique used was purposive sampling, purposive sampling was a method used to determine which respondents would be subject based on criteria. And data management is done by reducing data, drawing conclusions data. The results of this study indicate positive changes that occur in children who are neglected, of the 15 indicators used after the application of the sociodrama technique, 13 indicators have been fulfilled except for the sense of trauma and educational background of abandoned children, that is, the confidence of abandoned children at the Social Home for Rehabilitation of Homeless Beggars. People with Mental Disorders Social Service Office of South Sumatra Province can be developed by implementing group counseling services using sociodrama techniques. Keywords: sociodrama technique, group counseling
Pendidikan dan Kaitannya dalam MukjizatAl Qur-an Andarusni Alfansyur; Muhammad. Abdurrahman
Wardah Vol 21 No 2 (2020): Wardah
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri, Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.246 KB) | DOI: 10.19109/wardah.v21i2.7279

Abstract

Abstrak: Artikel berjudul ‘Pendidikan dan Kaitannya dalam Mukjizat Al Qur-an,’ ini bertujuan untuk mejelaskan dan menganalisis mukjizat mukjizat Al Qur-an dalam kaitannya dengan pendidikan. Artikel ini dilatar belakangi Mu’jizat bagi Nabi atau Rasul selalu disesuaikan dengan zaman dimana hidup Rasul atau Nabi lalu bersesuaian terhadap kemajemukan risalah yang dibawa. Jika risalah yang disampaikan diperuntukkan bagi seluruh umat, tidak mengalami perubahan dan kekal selama-lamanya, maka mu’jizat harus kekal dan diperuntukkan kegunaannya bagi seluruh umat manusia di muka bumi, semakin berpikir manusia tentang mu’jizat tersebut, maka semakin beriman dan mengakuinya, tak terkecuali mukjizat dalam kaitannya dengan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan metode library research. Kemudian temuan dari hasil library research pada artikel ini adalah bahwa aspek-aspek kemukjizatan Al Qur-an dan kaitannya dengan dunia pendidikan dapat diklasifikasikan ke dalam tiga hal, yaitu aspek kebahasaan, berita ghaib, dan isyarat ilmiah. Kebenaran mukjizat Al Qur-an dalam dunia pendidikan antara lain wajibnya melakukan pendalaman ilmu di tempat-tempat pemukiman, manfaat berilmu pengetahuan tinggi serta pendidikan dan pengetahuan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Sehingga bagi kita umat Islam sangat diwajibkan untuk mempelajari dan mengamalkan apa yang ada di dalam Al Qur-an karena tidak ada keraguan atas kebenaran mukjizat yang ada di Al Qur-an. Kata kunci: I’jaz Ilmi, Mukjizat Al Qur-an, Pendidikan Abstract: The article, entitled "Education and its Relation to the Miracles of the Qur'an", aims to explain and analyze the miracles of the Qur'an in its environment with education. This article is based on the background that the Mu'jizat for the Prophet or Rasul is always invincible with the era in which the Prophet's or Prophet's life then corresponds to the diversity of the treatises that were brought. If the message that is delivered is intended for all people, does not experience change and lasts forever, then miracles must be eternal and be used for the benefit of all mankind on earth, the more people think about these miracles, the more faith and confess them, no with the exception of miracles in his environment with education. The method used in this article is the library research method. Then the findings from the research literature in this article are that the miraculous aspects of the Qur'an and its environment with the world of education can be classified into three things, namely aspects of language, unseen news, and scientific cues. The truth of the miracles of the Qur'an in world education, among others, is the obligation to deepen knowledge in residential areas, the benefits of higher knowledge as well as education and knowledge to bring happiness in the world and the hereafter. So that for us Muslims are very obliged to study and practice what is in the Qur'an because there is no doubt about the truth of the miracles that are in the Qur'an. Keywords: I’jaz Ilmi, Al-Qur'an Miracles, Education

Page 1 of 1 | Total Record : 7