cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Intizar
ISSN : 14121697     EISSN : 24773816     DOI : -
Intizar Journal (ISSN: 1412-1697) and (E-ISSN: 2477-3816) is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 26 No 1 (2020): Intizar" : 6 Documents clear
Resiliensi dan Kemiskinan: Studi Kasus Manah Rasmanah
Intizar Vol 26 No 1 (2020): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v26i1.5106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap gambaran resiliensi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi dan faktor yang mempengaruhi. Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi tetapi berprestasi akademik sebagai sumber primer dan seorang teman dekat subjek dan saudara kandung subjek sebagai sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Data dianalisa menggunakan teknik analisis studi kasus menurut Robert K Yin yang terdiri dari penjodohan pola, eksplanasi dan deret waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki resiliensi dalam menghadapi kesulitan ekonomi yang ditandai dengan kemampuan regulasi emosi, self efficacy yakni memiliki inisiatif, mampu menyelesaikan masalah, kreatif dan bertanggung jawab, optimis, mampu menganalisa masalah, memiliki motivasi berprestasi, mampu mengenali potensi diri, memiliki modal kesuksean dan telah memiliki pencapaian (prestasi akademik). Faktor yang mempengaruhi resiliensi adalah faktor internal berupa, keterampilan sosial, empati, konsep diri positif, self-efficacy dan self esteem, memiliki rasa kebermaknaan yakni optimism, motivasi, minat, sistem keyakinan dan karakter yang humoris. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh dukungan keluarga dan teman, norma keluarga dan rule model.resiliensi, kemiskinan, mahasiswa
Karakteristik Sekolah Berbasis Pondok Pesantren Nety Herawati; Ahmad Zainuri; Akmal Hawi
Intizar Vol 26 No 1 (2020): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v26i1.5781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik SMA Al-Hannan Ulu Danau sebagai sekolah berbasis pondok pesantren dan menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan model SMA berbasis pesantren di SMA Plus Al-Hannan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan data deskriptif kualitatif, kemudian data yang dikumpulkan dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, SMA Al-Hannan memiliki ciri khas atau karakteristik yang tidak dimiliki oleh sekolah kebanyakan, yaitu: Al-Hannan sebagai brand-mark, berasrama, menggunakan kurikulum, vocational skill dan kemampuan membaca al-Qur’an dengan baik dan benar. Kedua, faktor yang mempengaruhi penerapan sekolah berbasis Pesantren dapat dibagi dua faktor, yaitu khusus dan umum. Secara khusus, dipengaruhi oleh kepala sekolah, pendidikan atau guru, kurikulum, sistem penerapan pendidikan, sarana pendidikan, suasana lingkungan sekolah. Kemudian secara umum dipengaruhi oleh 1) lingkungan sosial yang kini telah banyak berubah; 2) keadaan ekonomi masyarakat yang semakin membaik; dan 3) cara pandang masyarakat yang lebih religiusitas.
Religious Violence Through Lens of Cavanaugh’s Theory: The Case of Burning Vihara in Tanjungbalai Mufdil Tuhri
Intizar Vol 26 No 1 (2020): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v26i1.5787

Abstract

The incident of burning houses of Buddhist worship and destruction of ethnic Chinese dwellings in Tanjungbalai occurred on 29-30 July 2016. Local communities, regional leaders, security forces and some religious leaders considered this incident to be motivated by religious issues and ignored several other factors such as ethnicity, social political economy and so on, while many observers-academic, researchers, policy-makers, journalists, NGO workers, political commentatirs, among others- argues that religious violence analysis really motivated by material-based political interests, socio-economic reason, and others factor of secular ones and dismissed the religious framing of the violence. This research is based on Cavanaugh's theory that there is no purely religious or other ideological factor that is seen as dominant for the occurrence of violence. This article argues that religion plays a role in conflict dynamics in Tanjungbalai as an instrumental reason, but at the same time, attacks on Buddhist temples in Tanjungbalai are complex issues that do not purport to reveal the true state of affairs. What is apparent in riot in Tanjungbalai is competition from religion and secular factor including competition over public space, socioeconomic status, religious zoning are suggested as reasons why violent tension may exist in Tanjungbalai.
Fikih Zakat Hewan Ternak dalam Perspektif Syekh Ahmad bin al-Hasan al-Asfahani (Abu Syuja’) Indra Pratama; Duski Ibrahim; KA Bukhori
Intizar Vol 26 No 1 (2020): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v26i1.5843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau dan mengkaji fikih zakat hewan ternak dalam persfektif Abu Syuja’. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitif dengan pendekatan studi kepustakaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa kajian tersebut sangat mudah diaplikasikan, dihapal dan dipelajari untuk pemula di Indonesia dengan bentuk karangan yang sistematik sehingga terasa sangat berbeda dengan kitab-kitab fikih yang lainnya, ditambah lagi bahwa Abu Syuja’ merupakan ulama ternama Syafi’iyah (Imam Syafi’i), sehingga sangat efektif ketika dipraktekkan di Indonesia bahkan di Asia yang mayoritas masyarakatnya mengadopsi dari mazhab Imam Syafi’i. Dan dalam tinjauan ini Abu Syuja’ mengutip bahwa hewan ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya terdiri atas unta, sapi atau kerbau dan kambing atau domba yang sudah mencapai haul dan nisab serta telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan, ternyata Beliau juga ber-istidlal dengan hadis-hadis sahih yaitu derajatnya marfu’ atau disandarkan langsung kepada Nabi Muhammad SAW.
Kesiapan Madrasah untuk Keberlanjutan Proses Pendidikan Perspektif Teologi Perubahan di Era Industri 4.0 Abdul Hadi
Intizar Vol 26 No 1 (2020): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v26i1.5845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kesiapan madrasah di era industri 4.0 agar tetap eksis dan berlanjut dalam usaha mencerdaskan anak bangsa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan continuity and change. Pendekatan ini memandang bahwa fenomena sosial, termasuk tradisi sistem pendidikan madrasah sekarang ini merupakan kesinambungan dari tradisi yang ada sebelumnya, walaupun seringkali mengalami beberapa perubahan dan pengembangan. Penelitian ini menyatakan bahwa pada prinsipnya madrasah semestinya mempunyai potensi besar untuk berkembang karena mempunyai social power yang dimilikinya. Madrasah yang eksistensinya berada di wilayah yang memiliki masyarakat muslim terbesar di dunia. Kondisi tersebut jelas mempunyai hubungan vertikal antara madrasah dengan masyarakat sebagai objek transformasi dalam mewariskan serta melestarikan eksistensi keyakinan dan nilai keislaman.
Kolaborasi Peran Orang Tua dan Guru dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Online di Rumah Anik Zakariyah; Abdulloh Hamid
Intizar Vol 26 No 1 (2020): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v26i1.5892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya 1) peran orangtua dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam Peserta didik berbasis online, 2) peran guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam Peserta didik berbasis online. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Hasil dari penelitian ini adalah: Pembelajaran online yang dilakukan di rumah dengan pengawasan dan kontrol dari orang tua sebagaimana yang terjadi akhir-akhir ini memiliki banyak dampak positif dan negatif, diantaranya: 1) dampak positif: materi dapat diakses oleh pelajar dimanapun dan kapanpun, pelajar dapat melakukan pembelajaran atau membaca materi sambil melakukan kegiatan santai, aman dari virus corona, mayoritas orang tua menjadi melek akan informasi dan teknologi. 2) dampak negatif: kejahatan cyber yang dapat menyerang aplikasi-aplikasi pembelajaran onlin atau daring, kegiatan belajar mengajar yang tidak sama efektifnya dengan pembelajaran tatap muka, tugas yang menumpuk, penguasaan orang tua dan guru akan teknologi masih rendah, keterbatasan sarana dan prasarana (kuota, sinyal, biaya, pendidikan orang tua dan lain-lain). khusus dalam hal pembelajaran online yang terjadi akhir-akhir ini, literasi teknologi perlu dipelajari oleh seluruh stakeholder pendidikan, terutama dalam pemanfaatannya sebagai pembelajaran daring atau online yang saat ini berlangsung. adapun hal-hal yang perlu dipahami dan disadari oleh stakeholder pendidikan antara lain: 1) orang tua 2) guru, 3) sekolah dan 4) pemerintah.

Page 1 of 1 | Total Record : 6