Articles
209 Documents
KONSEP SOSIAL POLITIK TAN MALAKA DAN RELEVANSINYA BAGI HAK ASASI MANUSIA
Zulhelmi, Zulhelmi
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v16i2.506
This research aims to depict Tan Malaka’s socio-political thought relaterd to the issues on human rights. This is qualitative research based on philosophical approcahes. It uses library research method to gather the data on Tan Malakas’s thought on the concept of individual and societal rights. The research argued that Tan Malakas has differ concept on individual and societal rights, individual rights are the rights of living as the free human being, and societal rights are the right of society to determine their faith and indepence without collonialization. .
SIFAT-SIFAT DAN KEADILAN ALLAH DALAM PEMIKIRAN TEOLOGI MUHAMMADIYAH
Mawangir, Muhammad
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v16i1.497
There are four schools in Islamic theological thought namely, Mu’tazilah, Asyariah, Maturidiah Samarkhand and Maturidiah Bukhara. The four schools can be devided into two types; those are rational and traditional Islamic thought. Mu’tazilah and Maturidiah Samarkand are the rational type; meanwhile Asyariah and Maturidiah Bukhara are traditional type. The paper try to analyse the theology of Muhammadiyah based on two types of theological thought. Muhammadiyah one of the biggest religious organization in Indonesia, asserts itself as the Islamic puritanist, reformist movement as well. Their comprehension on Allah attributes tends to follow the Asy’ariyah thought that acknowledges the Allah’s attributes. On the other hand, their comprehension on the Allah’s justice tends to follow the thougt of Maturidiyah Samarkan. Allah appraises the men based on their deeds in this world. Thus it can be concluded that on this subject Muhammadiyah has rational theological type.
ULUL ALBAB DALAM TAFSIR FI ZHILALI AL-QURAN
Aliyah, Sri
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v14i1.465
Uulul Albaab dalam Al-Quran ada 16 ayat, para intelektual muslim memahami, memberikan definisi dan karakteristik أُولُو الْأَلْبَابِ secara berbeda-beda. sebab diterjemahkan “orang-orang yang berakal” saja masih belum sepenuhnya tepat. Kata uulu berarti orang yang mempunyai, sedang kata albaab adalah jamak dari kata lubb yang berarti intisari yang dapat digunakan untuk menyebut akal, hati (cita rasa), dan lain-lain. Sedangkan Sayyid Qutb adalah salah seorang ulama terkemuka di kalangan Ikhwan al-Muslimin yang fenomenal dan tokoh pergerakan yang pernah hadir memberikan warna tafsir yang berada di jamannya. Karena dari segi metodologi Sayyid Qutb mencoba untuk mempresentasikan tafsirnya itu sebagai petunjuk dan manhaj kehidupan bagi manusia dengan menggunakan pendekatan bahasa perenungan dan pemikiran, dan dengan metode tashwir yaitu suatu gaya penghampiran yang berusaha menampilkan pesan Al-Quran sebagai gambaran pesan yang hadir, yang hidup dan konkrit sehingga dapat menimbulkan pemahaman “aktual” bagi pembacanya dan memberinya dorongan yang kuat untuk berbuat. Oleh karena keunggulan inilah, kajian terhadap penafsiran Sayyid Qutb tentang uulul albaab menjadi sangat menarik.
KONSEP SOSIAL POLITIK TAN MALAKA DAN RELEVANSINYA BAGI HAK ASASI MANUSIA
Zulhelmi, Zulhelmi
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v17i1.641
This study aims to describe the socio-political thought of Tan Malaka related to human rights. This study is a qualitative research with a philosophical approach. This research data in the form of a data library that includes the concept of thinking about social and political life of Tan Malaka related to human rights of individuals and communities and the nation. The data is taken from the books as primary and secondary sources. The main data collection is done by reading, understanding and studying the books source. Data is analyzed by flow models adapted from Miles and Huberman (1984) by steps of data reduction, drawing conclusions, and verification until a final conclusion.
ISU GENDER : POTRET RELASI MASA LAMPAU, AT A GLANCE
Handayani, Tri;
Ilyas, Deddy
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i2.488
Isu sekitar Islam dan relasi gender dewasa ini bukan lagi menjadi suatu yang asing, melainkan menjadi topik yang diperdebatkan. Banyak kalangan memahami bahwa Islam menempatkan kedudukan wanita lebih rendah dari pada laki-laki. Islam dianggap telah memberikan perlakuan-perlakuan istimewa kepada laki-laki dalam hak-hak individual dan sosial yang tidak diberikan kepada wanita. Namun banyak juga yang mencoba menempatkan pada tempat sebagaimana mestinya melalui ayat-ayat al-Quran dan hadis serta pemikiran ulama, cendikiawan.
HIDAYAT AL SALIKIN (Analisa Hadis Dalam MempengaruhiBudaya Melayu Palembang)
Nur, Sulaiman Mohammad
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 17 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v17i1.639
Shaykh 'Abd al-Samad al Falembaniy is scholar who also have a role to spread Islam in the archipelago. In order to combat irregularities and practice of religious teachings in the archipelago, he translated two works of al Ghazaliy‟s, Lubab Ihya 'Ulum al-Din and al Bidayat Hidayat. Two of these works present a system of Sufism at that time. Al Falembaniy also authored many books of Sufism, one of his works entitled Hidayat al Salikin. His contribution in Islamic thought has shown how his works have been "transmitted" to become a tradition of Islam in Malay Archipelago. Hadis on meal at the dawn of fasting day in Hidayat al Salikin explain how, the meal can distinguish between the fasting of Muslims and that of non Muslims. Furthermore, the meal will give the blessing. It is Prophet Muhammad tradition, and it provides motivation in worship. Hadith about the efficacy of zam-zam water is written in Hidayat al Salikin book. Ite explains how the zam zam contains a lot of vapour chemical elements that are not found in other water. It also provides motivation in public health. Hadith about the dreams is also written in his book Hidayat al Salikin. It explains how the forecast on dreams that exist in the community is wrong. Then it turns on explaining how the actual nature of dreams.
BUKTI KEBENARAN AL-QURAN
Aliyah, Sri
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 2 (2015): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v16i2.511
Al Quran is the greatest miracles of Muhammad SAW as the direction of humankind in order to reach eternal happiness. Scientific evidences show that Al Quran has the truth massages, although it was released far before the finding of modern sciences. The researches continue to study the truth of Al Quran an it revealed the historical fact.
HUMOR DALAM KAJIAN PSIKOLOGI ISLAM
Istiningtyas, Listya
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v15i1.479
Manusia diciptakan oleh Allah dengan berbagai watak dan perilaku.Ada orang yang berwatak suka bercanda dan banyak tertawa, ada yang sangat serius dan tidak suka bercanda.Kebanyakan orang menganggap humor hanyalah guyonan belaka, namun tidak sedikit juga orang yang menyukainya karena mampu membuat bahagia, senang, tertawa atau mungkin terbebas dari beban pikiran.Nabi Muhammad SAW pun pernah tertawa, namun Iapernah memberikan nasihat dengan perkataan beliau: “Janganlah kamu banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan hati." (H R. Tirmidzi).Islam memang melarang seseorang untuk banyak tertawa tapi bukan melarang seseorang untuk tertawa.Tertawa adalah fitrah manusia, namun tertawa yang banyak dan berlebihanapalagi mengandung celaan tidak dianjurkan dalam Islam.Tulisan ini berisi tentang wacana humor dan tertawa dari sudut pandang psikologi kontemporer dan dari sudut pandang Islam guna memperkaya pembahasan topik ini.
KRITIK SAYYID UTSMAN BIN YAHYA TERHADAP GERAKAN PEMBAHARUAN ISLAM DI INDONESIA : Studi Sejarah Islam di Indonesia Abad 19 dan Awal Abad 20
Noupal, Muhammad
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 14 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v14i2.470
Kritik Sayyid Utsman terhadap pemikiran pembaharuan Islam merupakan salah satu bentuk kontroversi Sayyid Utsman yang sangat mengemuka. Ia mengkritik pemikiran dan ide-ide pembaharuan Islam khususnya pada awal abad 20 dan menganggapnya sebagai ajaran sesat dan menyalahi syariat Islam. Sebagai seorang mufti sekaligus penasehat pemerintah Hindia Belanda, kritiknya terhadap Afghani, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha menjadi salah satu poin penting untuk melihat lebih jelas keterlibatan Sayyid Utsman dalam sejarah sosial intelektual Islam di Indonesia pada awal abad 20. Kritik Sayyid Utsman terdapat dalam sejumlah besar karyanya. Ia setidaknya menulis tujuh buah buku yang berhubungan dengan pembaharuan Islam. Kritiknya bukan saja diarahkan kepada ide dan pemikiran pembaharuan, tetapi juga kepada tokoh-tokohnya; Afghani, Abduh dan Rasyid Ridha. Sayang, dalam buku-buku tersebut, kita tidak mendapatkan banyak informasi bagaimana awal pembaharuan Islam di Indonesia menemukan momentumnya dalam sejarah sosial intelektual Islam di Indonesia. Kritik Sayyid Utsman terhadap pemikiran Islam di Indonesia dapat dilihat dari dua kasus; tentang reinterpretasi al-Quran dan terbukanya pintu ijtihad. Dalam dua kasus ini, Sayyid Utsman menganggap bahwa gerakan pembaharuan Islam dianggap menyalahi ketentuan yang sudah dibuat oleh para ulama sebelumnya. Apalagi secara teknis, kemampuan untuk menafsirkan al-Quran dan melakukan ijtihad memerlukan persyaratan khusus yang tidak mungkin mampu dimiliki oleh masyarakat Islam saat itu. Dari sisi ini, kita bisa melihat bahwa kritik Sayyid Utsman lebih bersifat formalitas; yang memang sesuai dengan kedudukannya sebagai mufti.
Al-GHAZALI DAN OPOSISINYA TERHADAP FILSAFAT
Jamhari, Jamhari
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 16 No 1 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.19109/jia.v16i1.502
Al-Ghazali was a controversial figure. Many scientists adore him but many others condemn him. Hundreds of books have been discussed about his thinking. Thus it until now still remains interesting to study. Prominent Al-Ghozali has been and is still one of the biggest figures in the Muslim world similar to the position of August and Aquinas in the Christian world. Even some schoolars from Islam (particularly Sunni) and from Europe have looked Ghazali as a multidimensional characters, he was a theologian, philosopher, sufi and jurist. However, some Muslims consider al-Ghazali as the cause of the decline of Islam, because of his book Tahafut al-Falasifah. In fact Muslims are not ready with different opinions. Due to the differences of opinion in theology, hundreds or even thousands of peoples have been the victims throughout the Islamic history. The paper will discuss about the controversial thought of Al Ghazali, namely: the problem of natural immortality, The God’s knowledgement on universal problem not the particular one, and the resurrection of the body in hereafter. In spite of the strong opposition of al-Ghazali’s philosophy, the opposition only covers on the issues of his metaphisics thought and concealing another aspect such as using Aristotelian logic to think about God.