cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs
ISSN : 23389893     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
SELF-ESTEEM DAN MOTIVASI BERPRESTASI PADA SISWA MADRASAH ALIYAH NEGERI INDRAPURI Jasmadi -; Juwita -
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi berprestasi merupakan salah satu aspek yang harus dimiliki oleh seorang siswa untuk menunjang prestasi belajarnya. Ada siswa yang mudah mencapai prestasi, tetapi ada juga siswa yang lambat dalam mencapai prestasi. Keberhasilan seoarang siswa dalam belajarnya juga ditentukan berdasarkan motivasi berprestasi tinggi, karena dengan motivasi berprestasi tinggi siswa mampu menguasai tugas, mengatasi hambatan, mencapai hasil maksimal dan bangga dengan kemampuannya. Oleh karena itu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi menjadi penting guna mengatasi masalah-masalah yang dapat berdampak negatif bagi proses belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan apakah ada hubungan antara self-esteem dengan motivasi berprestasi pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Indrapuri.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II Madarasah Aliyah Negeri Indrapuri yang berjumlah 68 orang, oleh karena itu penelitian ini disebut juga penelitian populasi. metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan rumus korelasi product moment dengan program SPSS 13,01 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan sangat signifikan antara self-esteem dan skala motivasi berprestasi pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Indrapuri dengan koefisien relasi r=0,501. (lebih besar dari 0,05) dapat diartikan relatif erat dan sangat signifikan pada taraf P 0,005 dan koefisien determinannya (r2) adalah sebesar 25,1% yang artinya semakin tinggi self-esteem maka semakin tinggi motivasi berprestasi pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Indrapuri dan koefisien determinannya (r2) adalah sebesar 25,1% yang artinya semakin tinggi self-esteem maka semakin tinggi motivasi berprestasi siswa. Sisanya 74,9% dipengaruhi oleh faktor –faktor lain yang tidak diteliti. Seperti faktor keinginan atau cita-cita, kemampuan, kondisi fisik maupun psikis, lingkungan, sarana atau fasilitas termasuk tenaga pendidik. Kata kunci: Self-esteem dan motivasi berprestasi.
PENERIMAAN DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI PADA IBU YANG MEMILIKI Ayu Safira
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerebral palsy merupakan istilah yang menggambarkan keadaan kelumpuhan yang disebabkan gangguan menetap di otak, sehingga mengalami kesulitan mengoptimalkan fungsi tubuhnya secara normal. Orang tua yang memiliki anak cerebral palsy akan sulit menerima kenyataan bahwa anaknya mengalami kelainan terlebih pada ibu. Penerimaan diri yang kurang pada ibu akan berakibat pada kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki ibu dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerimaan diri dengan kepercayaan diri apad ibu yang memiliki anak cerebral palsy di klinik Fisioterapi Solo Sakti Husada Banda Aceh.Penelitian ini merupakan penelitian populasi yang melibatkan seluruh anggota populasi untuk menjadi subjek penelitian dengan jumlah anggota populasi 40 subjek, yaitu ibu-ibu yang memiliki anak celebral palsy di klinik Fisioterapi Solo Sakti Husada Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan skala penerimaan diri dan skala kepercayaan diri pada ibu-ibu di klinik Fisioterapi Solo Sakti Husada Banda Aceh. Analisis data penelitian menggunakan korelasi product moment dengan koefisien korelasi r = 0,799 dengan nilai P = 0.000 (P0,01) artinya hipotesis yang diajukan diterima dengan hasil adanya hubungan positif yang sangat signnifikan antara penerimaan diri dengan kepercayaan diri dengan r2 = 0,638 (63,8%) dan 36,2% dipengaruhi oleh faktor lain.Hal ini menjelaskan bahwa ibu yang memiliki penerimaan diri yang baik maka akan memiliki kepercayaan diri yang baik dan begitupun sebaliknya, semakin buruk penerimaan diri ibu maka semakin buruk pula kepercayaan dirinya. Kata kunci :  Penerimaan Diri, Kepercayaan Diri, dan cerebral Palsy.
KECERDASAN EMOSIONAL SEBAGAI MODAL MERAIH KESUKSESAN Ismiati -
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia mengakui bahwa orang-orang yang secara intelektualnya cerdas (IQ tinggi) belum tentu berhasil baik dalam bisnis maupun dalam kemampuan beradaptasi dalam kehidupannya sehari-hari. Banyak bukti menunjukkan bahwa seorang professional yang memiliki EQ atau Emotional Quetient tinggi lebih mampu mengatasui konflik dan punya kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Orang yang mempunyai kecakapan emosional dapat mengetahui dan menangani perasaan mereka sendiri dengan baik, dan mampu membaca danmenghadapi perasaan orang lain dengan efektif, cenderung memiliki keuntungan dalam berbagai bidang kehidupan, baik dalam hubungan asmara, persahabatan atau dalam menangkap aturan-aturan tertulis yang menentukan keberhasilan dalam politik organisasi. Kreatif bukan hasil IQ semata, akan tetapi juga ditentukan oleh EQ yang tinggi. Kecerdasan emosional diperlukan untuk mengatasi berbagai masalah dalam hidup ini dan sebagai dasar untuk menjadikan manusia dewasa yang bertanggung jawab, penuh perhatian, dan cinta kasih serta produktif. Daniel Goleman berpendapat bahwa kecerdasan emosional lebih berperan ketimbang IQ atau keahlian dalam menentukan siapa yang akan jadi bintang dalam suatu pekerjaan. Kata kunci: kecerdasan emosional, kesuksesan.
RELIGIUSITAS DAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA DEPAN PADA REMAJA KORBAN BENCANA ALAM TSUNAMI DI LPI AL-ISHLAH AL-AZIZIYAH LUENG BATA BANDA ACEH safrilsyah -; Dewi Andawiyah
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan peneliti untuk melakukan penelitian pada remaja korban bencana alam tsunami di LPI al-Ishlah al-Aziziyah Lueng Bata, Banda Aceh. Remaja korban dari bencana alam tsunami yang kehilangan keluarga, rumah dan lain-lain merupakan kondisi yang memperihatinkan dan mempunyai kecenderungan untuk merasakan cemas dalam menghadapi masa depan. Oleh karena itu, peneliti bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan religiusitas  dengan kecemasan menghadapi masa depan. Penelitian ini dilakukan di LPI Al-Ishlah Al-Aziziyah Lueng Bata, Banda Aceh. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di LPI Al-Ishlah Al-Aziziyah Lueng Bata Banda Aceh yang berjumlah 50 orang remaja yang terdiri dari remaja perempuan dan laki-laki. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi, yaitu berjumlah 44 orang dengan teknik sampling probabilitas. Hasil penelitian analisis data pada penelitian ini didapat nilai r = -0,204 dan signifikansi P=0,183 (P0,001) artinya hipotesis yang diajukan oleh peneliti ditolak yaitu tidak ada hubungan antara religiusitas dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja korban bencana alam tsunami di LPI al-Ishlah al-Aziziyah Lueng Bata Banda Aceh. Denagn sumbangan efektif sebesar 0,42% sedangkan 95,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Seperti faktor penerimaan sosial, kenyamanan lingkungan tempat tinggal, faktor usia, factor masa pasca tsuami dan faktor pendidikan. Kata kunci: Kecemasan menghadapi masa depan, Religiusitas, Korban Bencana Alam Tsunami. 
PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MORAL PADA REMAJA DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PANTI ASUHAN NIRMALA BANDA ACEH Juli Andriyani; Sri Wahyuna
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moral merupakan keyakinan setiap individu mengenai yang baik dan yang buruk dalam bertingkah laku dalam lingkungan sosialnya. Individu yang memiliki nilai moralitas yang baik maka indovodu tersebut dapat mengendalikan dari kerusakan moral dan sebaliknya individu yang memiliki pengematan nilai moralitas yang tidak baik maka dapat dengan cepat terpengaruh dengan kerusakan moral. Begitu juga halnya dengan remaja yang tinggal di Panti Asuhan, semakin baik persepsi dan didikan dalam lingkungan sekolahnya maka akan semakin baik pula nilai moralnya. Penelitian ini bertujaun untuk mengetahui hubungan persepsi terhadap lingkungan sekolah dengan moral pada remaja di UPTD PAnti Asuhan Nirmala Banda Aceh.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di UPTD PAnti Asuhan Nirmala Banda Aceh yang berjumlah 60 orang. Sampel dalam peneltian ini adalah keseluruhan dari populasi, yang berjumlah 60 orang dengan teknik probability sampling. Dalam penelitian ini analisis data yan digunakan adalah metode analisis korelasi, serta pengambilan data menggunakan skala persepsi terhadap lingkungan sekolah dan moral. Persepsi terhadap lingkungan sekolah merupakan salah satu variable yang memberikan sumbangan relative terhadap moral yaitu sebesar 66,7% sedangkan 33,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Hal ini menjelaskan bahwa semakin baik persepsi terhadap lingkungan sekolah yang diterima oleh remaja maka semakin baik pula moral remaja tersebut. Begitu juga sebaliknya semakin tidak baik persepsi terhadap lingkungan sekolah yang diterima oleh individu maka semakin tidak baik pula moral remaja tersebut. Kata kunci: persepsi, lingkungan sekolah, moral remaja.
RELIGIUSITAS DAN KEBERMAKNAAN HIDUP PADA KELOMPOK LANJUT USIA safrilsyah -
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan peneliti untuk melakukan penelitian pada remaja korban bencana alam tsunami di LPI al-Ishlah al Aziziyah Lueng Bata, Banda Aceh. Remaja korban dari bencana alam tsunami yang kehilangan keluarga, rumah dll merupakan kondisi yang memprihatinkan dan mempunyai kecenderungan untuk merasakan cemas dalam menghadapi masa depan. Religiusitas mempunyai peran dalam membantu remaja korban bencana alam dan tsunami dalam menghadapi masa depan. Oleh karena itu peneliti bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan religiusitas dengan kecemasan menghadapi masa depan. Penelitian ini dilakukan di LPI al-Ishlah al-Aziziyah, Lueng Bata, Banda Aceh. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi product moment.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di LPI al-Ishlah al-Aziziyah Lueng Bata Banda Aceh yang berjumlah 50 remaja yang terdiri dari remaja perempuan dan laki-laki. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian dari populasi, yaitu berjumlah 44 orang dengan teknik sampling probabilitas.Hasil penelitian analisis data pada penelitian ini didapat nilai r = -0,204 dan signifikansi P=0,183 (P0,001) artinya hipotesis yang diajukan oleh peneliti ditolak yaitu tidak ada hubungan antara religiusitas dengan kecemasan menghadapi masa depan pada remaja korban bencana alam tsunami di LPI al-Ishlah al-Aziziyah Lueng Bata Banda Aceh. Denagn sumbangan efektif sebesar 0,42% sedangkan 95,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Seperti faktor penerimaan sosial, kenyamanan lingkungan tempat tinggal, faktor usia, factor masa pasca tsuami dan factor pendidikan. Kata kunci: Kecemasan menghadapi masa depan, Religiusitas, Korban Bencana Alam Tsunami.  
DUKUNGAN SOSIAL KELUARGA INTI TERHADAP KESEPIAN PADA LANSIA UPTD RUMOH SEUJAHTRA GEUNASEH SAYANG ULEE KARENG BANDA ACEH Yusniar Idris; Noni Apriana
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dukungan sosial keluarga inti adalah suatu dorongan atau bantuan nyata seperti kenyamanan dan perhatian yang diberikan oleh orang-orang di sekitar individu. Kesepian adalah reaksi dari ketiadaan jenis-jenis tertentu dari suatu hubungan yang bermakna dengan orang lain. Begitu juga dengan fenomena yang dialami oleh lansia yang tinggal dip anti jompo, dimana semakin sedikitnya dukungan social keluarga inti yang mereka dapatkan maka semakin tinggi pula tingkat kesepian yang mereka alami, sehingga adanya pengaruh dukungan social keluarga inti terhadap kesepian pada lansia. Penelitian ini bertujuan untukmelihat pengaruh dukungan social keluarga inti terhadap kesepian pada lansia.Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di UPTD Rumoh Seujahtra Geunaseh Sayang Ulee Kareng Banda Aceh yang berjumlah 70 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 orang, yang diambil dari 70 orang jumlah keseluruhan populasi dengan menggunakan teknik probability sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data metode analisa regresi, serta pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial keluarga inti dan skala kesepian. Hasil analisis data didapatkan koefisien regresi (R) sebesar 0,747 yaitu berarti dukungan social memiliki hubungan dengan kesepian secara signifikan dengan sumbangan relative sebesar 0,558 artinya sebesar 55,8% kesepian dipengaruhi oleh dukungan social, sedangkan 44,2%nya dipengaruhi oleh faktor lain seperti usia, status perkawinan, gender, status ekonomi, pengaruh budaya, pengalaman dan lingkungan.Kata kunci: Dukungan Sosial Keluarga Inti, kesepian dan Lansia.
PENERAPAN METODE INTEGRATED LEARNING MELALUI PENDEKATAN MULTIPLE INTELEGENCES DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI PAUD BINTANG KECIL Maria Ulfa; Mainur Yanti
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi orang tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus sangatlah dituntut agar memilih sekolah yang dapat membantu anak-anak mereka bersosialisasi dan berkomunikasi layaknya anak-anak normal lainnya. Untuk membantu Anak-anak Berkebutuhan Khusus agar mampu bersosialisasi dan berkomunikasi, maka dibutuhkan Metode Pembelajaran Terpadu (Integrated Learning Method) dan diharapkan dapat membantu mereka ketika menerima rangsangan atau informasi dari lingkungan sekitar.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan Metode Integrated Learning melalui Pendekatan Multiple Intellegences dalam meningkatkan Kesehatan mental Anak Berkebutuhan Khusus di PAUD Bintang Kecil. Adapun subjek penelitian ini terdiri dari dua orang Anak Berkebutuhan Khusus yang berusia 5 – 6 tahun. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi.Penerapan Metode Integrated Learning melalui Pendekatan Multiple Intellegences  dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Anak Berkebutuhan Khusus, dapat membantu anak Berkebutuhan Khusus dalam meminimalisir gangguan sosialisasi dan gangguan emosi. Setelah diterapkan metode Integrated Learning melalui pendekatan Multiple Intellegences ketika bermain sambil belajar, maka saat ini kedua subjek tersebut telah mampu komunikasi secara verbal atau nonverbal ketika menyampaikan ketidaknyamanan mereka kepada guru sehingga guru akan mengerti apa yang mereka inginkan. Mereka juga terlihat mengalami perubahan perilaku seperti suka bermain bersama, mampu bersalaman, mengucapkan salam, meminta sesuatu kepada temannya dan lain sebagainya. Kata kunci : Metode Integrated Learning, Kesehatan Mental, Anak Berkebutuhan Khusus.
Kearifan Lokal dan Eksistensi Escape Building dalam Meningkatkan Kesiapsiagaan Bencana dan Collective Self-Efficacy pada Masyarakat Kota Banda Aceh Barmawi -; Andi Syahputra
Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi An Nafs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana alam gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 yang lalu di Provinsi Aceh Darussalaam memang telah lama terjadi, berpedoman pada upaya pengurangan resiko bencana. Pembangunan tanggul dan pengadaan hutan mangrove dipinggir pantai untuk menghadang dan memecahkan gelombang laut yang datang.Berhasilnya upaya menumbuhkan kesadaran pada masyarakat akan potensi bahaya bencana tsunami tidak dapat dilihat dari fasilitas yang telah ada di sekitar mereka. Peran aktif semua elemen masyarakat sangat menentukan kelestarian budaya siaga bencana di tengah-tengah masyarakat itu pada generasi berikutnya. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan pengaruh positif (collective efficacy) dari keberadaan bangunan escape building terhadap kesiapsiagaan bencana di masyarakat Aceh ke depan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode one group pre-test and post-test design dimana peneliti akan membandingkanhasil sebelum dilakukan pelatihan (pre-test) dengan hasil tes setelah pelatihan diberikan (post test). Pengumpulan data yang digunakan berupa kuisioner. Peneliti ingin melihat sejauh mana peran dan kemampuan kearifan local untuk memahami dan meneruskan budaya siaga bencana ke generasi masyarakat selanjutnya. Kata kunci: Kearifan Lokal, Escape Building dan Collective Self-Efficacy.

Page 2 of 2 | Total Record : 19