cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jinopfkip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran)
ISSN : 24431591     EISSN : 24600873     DOI : 10.2229.
Core Subject : Education,
JINoP acts as medium of publicating the result of research covering the learning innovation theme from the elementary to higher education level. The journal also acts as a medium of disseminating research thought conducted by teachers and lecturers. In substance, the articles published in the journal are projected to inspire circles of education in conducting innovation in teaching and learning process.
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT TERHADAP HASIL BELAJAR KOGNITIF PADA MATA KULIAH PROTISTA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI UNIVERSITAS MULAWARMAN, TAHUN AKADEMIK 2015/2016 Didimus Tanah Boleng
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i1.3278

Abstract

AbstrakSebuah penelitian eksperimen semu telah dilaksanakan di Universitas Mulawarman. Penelitian dilaksanakan pada semester genap tahun akademik 2015/2006. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Cooperative Script terhadap hasil belajar kognitif pada mata kuliah protista. Sampel penelitian adalah mahasiswa pendidikan biologi yang mengambil mata kuliah Protista. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, diperoleh 31 pasang mahasiswa berdasarkan nilai Biologi Umum pada dua kelas. Alat ukur berupa tes uraian, dan alat asesmen berupa rubrik penskroran. Analisis data digunakan uji t untuk sampel berpasangan pada taraf signifikan 5% (p˂0,05). Terkait dengan pengaruh model pembelajaran Cooperative Script terhadap hasil belajar kognitif, analisis dapat menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan; dengan t hitung adalah= 7,26; dan t tabel (dk = 60) adalah 2,00. Penelitian sejenis perlu dilakukan  di masa yang akan datang pada mahasiswa yang mengambil mata kuliah protista, dengan sampel yang lebih besar, agar diperoleh informasi yang lebih.Kata Kunci: Cooperative Script, Hasil Belajar Kognitif, Protista. 
PEMBELAJARAN INKUIRI MELALUI BERTANAM LIMBAH SAYURAN UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP ILMIAH MAHASISWA PENDIDIKAN BIOLOGI UWKS PADA MATA KULIAH BERCOCOK TANAM Pramita Laksitarahmi Isrianto
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3279

Abstract

ABSTRAKKemampuan berpikir secara ilmiah diperlukan mahasiswa untuk memahami konsep bercocok tanam. Berdasarkan observasi pada mahasiswa mata kuliah bercocok tanam, diperoleh fakta bahwa mahasiswa memahami konsep bercocok tanam masih rendah. Hal ini terjadi karena mahasiswa hanya belajar secara teoritis saja dan belum pernah praktek sendiri dalam kehidupan sehari-hari.  Oleh karena itu diperlukan inovasi dalam model pembelajaran inkuiri. Model pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan mahasiswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu secara sistematis, kritis, logis, dan analisis sehingga dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran inkuiri melalui bertanam limbah sayuran dalam mengembangkan sikap ilmiah mahasiswa pendidikan biologi UWKS pada mata kuliah bercocok tanam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan analisis deskriptif untuk mengetahui rata-rata nilai akhir kuliah bercocok tanam yang meliputi skor nilai ujian tengah semester, laporan dan ujian akhir semester. Hasil analisis deskriptif menunjukkan rata-rata nilai ujian tengah semester 69, laporan 87,7 dan ujian akhir semester 91,3. Mahasiswa yang memperoleh  nilai minimal A mencapai 54 %, nilai AB 38,50%, nilai B 7,69%, nilai BC 7,69 %. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah model pembelajaran inkuiri melalui bertanam limbah sayuran untuk mengembangkan sikap ilmiah mahasiswa pendidikan biologi UWKS pada mata kuliah bercocok tanamefektif diterapkan. Kata kunci: Inkuiri, sikap ilmiah, bercocok tanam, limbah sayuran
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING TOPIK KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DI SMP Erma Yunita
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i1.3280

Abstract

AbstrakBerdasarkan hasil supervisi klinis perangkat pembelajaran di sekolah belum mengarah pada keterampilan berpikir siswa. Model pembelajaran yang digunakan belum sepenuhnya berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran hasil pengembangan topik klasifikasi makhluk hidup menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing di SMPyang layak, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian&pengembangan, menggunakan model ASSURE, namun hanya sampai evaluasi formatif saja. Subyek penelitian pada berbagai uji coba siswa kelas VII SMP Negeri Sungai Tabuk. Data diperoleh menggunakan berbagai instrumen melalui tes dan pengamatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran tergolong layak berdasarkan 1) rata-rata penilaian pakar sebesar 79,11% dengan kategori cukup valid dan 2) uji keterbacaan bahan ajar sebesar 75% dengan kategori baik dan LKS 100% dengan kategori sangat baik. Praktis berdasarkan 1) keterlaksanaan RPP mencapai 3,72 tergolong kategori sangat baik. 2) respon positif siswa terhadap proses pembelajaran mencapai 93%. Efektif berdasarkan 1) hasil belajar kognitif produk dan kognitif prosestuntas melebihi batas ketuntasan 75% yaitu 78,26%. 2)Hasil kinerja proses rata-rata 93,67% tergolong kategori sangat baik, 3) Kinerja psikomotor mencapai 96,4% tergolong kategori sangat baik, 4) Sikap spiritual (rasa syukur), 5) Perilaku berkarakter (disiplin, dan tanggung jawab), dan 6) Keterampilan sosial mencapai 100% tergolong kategori sangat baik, 7) Keterampilan berpikir kritis siswa mencapai 88,93% tergolong kategori sangat baik dan hasil belajar LKS sebesar 91,4% tergolong kategori sangat baik, 8) Aktivitas siswa ≥ 10% tergolong kategori baik, siswa aktif dalam proses pembelajaran  dan 9) Aktivitas guru ≤ 10% tergolong kategori baik, keterlibatan guru dalam pembelajaran mulai mengalami peningkatan.Kata kunci:perangkat pembelajaran,klasifikasi makhluk hidup,inkuiri terbimbing
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA-BIOLOGI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERDASARKAN MASALAH DI MADRASAH TSANAWIYAH Al Wardah
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i1.3281

Abstract

AbstrakMemunculkan keterampilan berpikir kritis siswa perlu didukung oleh suatu model pembelajaran yang tepat, salah satu di antaranya adalah model pembelajaran berdasarkan masalah. Model pembelajaran ini memberikan kesempatan kepada guru untuk menggali keterampilan berpikir kritis dan berpikir kreatif. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang layak, praktis dan efektif. Jenis penelitian pengembangan menggunakan model prosedural. Subjek uji coba lapangan adalah siswa kelas VII F dan VII G MTsN Barabai. Seluruh data diperoleh dari instrumen pengumpulan data dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran tergolong cukup layak berdasarkan 1) hasil uji kelayakan dari tim pakar dan 2) hasil uji keterbacaan siswa menunjukkan bahan ajar dan LKS layak digunakan setelah melalui revisi. Perangkat pembelajaran tergolong praktis, karena: 1) hasil keterlaksanaan perangkat RPP tergolong kategori sangat baik, 2) hasil respon siswa  tergolong kategori sangat respon. Perangkat pembelajaran tergolong efektif karena: 1) hasil belajar kognitif tergolong tuntas sesuai dengan KKM, 2) keterampilan berpikir kritis siswa pada kegiatan membuat rumusan pertanyaan, menentukan prosedur penyelidikan, menganalisa data, dan membuat rumusan kesimpulan tergolong baik, 3) aktivitas guru dalam hal ini masih termasuk dominan,4) aktivita siswa menonjol pada 6 dari 9 parameter. 5) keterampilan psikomotor siswa tergolong baik, 6) perilaku berkarakter meliputi teliti dan bekerjasama tergolong baik, 7) keterampilan sosial siswa yaitu bertanya termasuk kategori baik,  Kata Kunci: perangkat pembelajaran, MPBM, layak, praktis, efektif.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SISWA KELAS X.5 SMAN 4 BARABAI MELALUI PENERAPAN MODEL INKUIRI TERBIMBING PADA KONSEP EKOSISTEM Norhasanah SMAN 4 Barabai
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i1.3282

Abstract

AbstrakPembelajaran biologi di SMAN 4 Barabai masih menekankan konsep-konsep yang terdapat di dalam buku dan kurang dikaitkan dengan lingkungan belajar siswa terutama pada konsep yang berhubungan dengan lingkungan. Model inkuiri terbimbing untuk membangun keterampilan proses siswa belum intensif digunakan, oleh karena itu dilakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan keterampilan proses siswa. Subjek penelitian siswa  kelas X.5 SMAN 4 Barabai berjumlah 32 orang siswa. Penelitian dilaksanakan dua siklus, setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi terhadap keterampilan proses siswa. Data diolah dengan dijumlahkan untuk mendapatkan rata-rata keterampilan siswa. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata keterampilan proses siswa kelas X.5 SMAN 4 mengalami peningkatan. Siklus I diperoleh skor rata-rata 2,11 dengan kategori cukup baik, sedangkan pada siklus II diperoleh skor rata-rata 3,05 dengan kategori baik. Keterampialan proses merumuskan masalah atau pertanyaan, merumuskan hipotesis atau jawaban sementara, merumuskan prosedur kerja dalam melakukan pengamatan dan melakukan penyelidikan melalui pengamatan adalah rata-rata baik. Sedangkan menganalisis hasil pengamatan dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan adalah rata-rata cukup baik.   Kata kunci: keterampilan proses, model inkuiri terbimbing, konsep ekosistem
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA TOPIK ENERGI DALAM SISTEM KEHIDUPAN DI MADRASAH TSANAWIYAH Nurul Hidayati
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3283

Abstract

AbstrakPenelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran topik energi dalam sistem kehidupan model inkuiri terbimbing di MTs yang valid, praktis dan efektif.  Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Tessmer. Model Tessmer dilakukan dengan  tahapan yaitu tahapan self evaluation, expert reviews, one-one, small group, dan field test. Subjek uji penelitian  adalah subjek uji coba pakar yang berasal dari tim dosen yang sekurang-kurangnya mempunyai kualifikasi magister pendidikan. Subjek uji coba perorangan dilakukan dengan 6 siswa yang mempunyai kemampuan akademik yang berbeda, subjek uji coba kelompok kecil dilakukan pada siswa kelas VIIB dengan jumlah siswa 18 orang, subjek uji coba lapangan dilakukan pada siswa kelas VIIA yang berjumlah 40 orang. Seluruh data diperoleh dari instrumen pengumpulan data dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan perangkat pembelajaran tergolong valid, praktis dan efektif. Dikatakan valid berdasarkan hasil validasi menunjukkan silabus, RPP, bahan ajar, LKS, media pembelajaran, dan instrumen penilaian termasuk kriteria sangat valid. Praktis karena hasil perorangan menunjukkan siswa mampu memahami bahan ajar dan LKS yang diberikan. Dikatakan efektif karena (1) hasil belajar kognitif produk dan kognitif proses telah tuntas, (2) kinerja siswa rata-rata kategori sangat  baik, (3) perilaku berkarakter siswa (disiplin dan tanggung jawab) kategori sangat baik, (4) keterampilan sosial siswa (bekerja sama dan menyumbang ide)  kategori sangat baik, (5) keterampilan berpikir kritis siswa pada saat melakukan kegiatan percobaan kategori sangat baik.Kata kunci:    penelitian pengembangan, high quality intervention, model Tessmer.
Peningkatan Pemahaman Konsep dan Hasil Belajar Materi Penyesuaian Makhluk Hidup Dalam Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share Dipadu dengan Model Picture and Picture yang Dikembangkan Melalui Lesson Study Citra Marina
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i1.3284

Abstract

AbstrakDari hasil wawancara dengan guru mata pelajaran IPA di SD Muhammadiyah 8 DAU, bahwa dari 31 orang siswa pada kelas VA, dapat dikatakan 45% dari jumlah siswa memiliki hasil belajar yang rendah. Selain itu, guru pengajar mengaku jarang menggunakan media pembelajaran seperti gambar-gambar hewan, tumbuhan dll. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui penerapan pembelajaran kooperatif tipe TPS dipadukan dengan model Picture and Picture untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar dalam materi Penyesuaian Makhluk Hidup pada siswa kelas V A SD Muhammadiyah 8 DAU yang dikembangkan melalui Lesson Study. (2) Untuk mengetahui peningkatan pembelajaran kooperatif tipe TPS dipadukan dengan model P&P untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa dalam konsep Penyesuaian Makhluk Hidup pada siswa kelas V SD Muhammadiyah 8 DAU yang dikembangkan melalui Lesson Study.Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dikembangkan melalui Lesson Study, menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TPS dipadu dengan model P&P. LS dilakukan sebanyak dua kali pertemuan, sedangkan untuk PTK dilaksanakan satu kali pertemuan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif.Pelaksanaan dilapangan, penerapan tahapan-tahapan pembelajaran TPS yang dipadukan dengan model P&P sudah terlaksana dengan optimal. Berdasarkan hasil analisis data untuk pemahaman konsep siswa pada pelaksanaan tindakan, siswa yang memperoleh nilai < 70 sebanyak 6 orang (20%), sedangkan yang mendapat nilai > 70 sebanyak 24 orang (80%) dari 30 siswa yang mengikuti evaluasi. Untuk hasil belajar siswa, siswa yang memperoleh nilai > SKM sebanyak 27 orang (90%), sedangkan yang mendapat nilai < nilai SKM sebanyak 3 orang (10%) dari 30 siswa. Kata Kunci: Think-Pair-Share (TPS), Picture and Picture (P&P), Lesson Study.
Implementasi Lesson Study Untuk Peningkatan Kualitas Proses dan Kemandirian Belajar Mahasiswa Thathit Manon Andini
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i1.3299

Abstract

ABSTRAKProgram studi pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM adalah LPTK yang bertujuan untuk menghasilkan sarjana pendidikan Bahasa Inggris yang profesional, beriman, dan kompetitif yang mampu berkomunikasi dengan masyarakat pendidikan dan industri. Disamping itu Bahasa Inggris juga bertujuan menyelenggarakan pengembangan penelitian dibidang pendidikan dan sastra Inggris. Dengan harapan Prodi Bahasa Inggris bisa menghasilkan lulusan yang profesional. Guru yang profesional menurut ketentuan PP maupun UUGD  adalah guru yang memiliki kompetensi pribadi, kompetensi sosial, kompetensi pedagogi dan kompetensi profesional. Kompetensi pedagogi menghendaki guru memiliki kemampuan merancang, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Sedangkan kompetensi profesional menghendaki Dosen untuk mampu menguasai matapelajaran. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan kualitas pembelajaran, perlu kiranya diterapkan pembelajaran Introduction to literature dan Drama dan melalui Lesson Study.Kegiatan Lesson Study ini diterapkan pada mata kuliah Introduction to literature, Drama pada semester Ganjil tahun 2014/2015. Pelaksanaan Lesson Study ini meliputi kegiatan plan, do dan see yang berlangsung dalam 3 (tiga) putaran dengan model pembelajaran langsung dengan diskusi kelompok dan presentasi. Indikator peningkatan kemandirian belajar mahasiswa yang teramati meliputi aktivitas memecahkan masalah dengan berdiskusi kelompok dan kemampuan mahasiswa mempresentasikan hasil belajar mahasiswa serta kemampuan kritis dalam tanya jawab.Untuk Mata Kuliah Introduction to Literature pada putaran  pertama, mempelajari perbedaan karya sastra antara short story, novel, drama dan puisi. Kesiapan mempersiapkan materi perkuliahan secara mandiri 53%, Keaktifan mengikuti kegiatan perkuliahan 80%, Keaktifan berdiskusi dengan kelompoknya 71%, tanya jawab dengan dosen 44%. Pada Putaran II, Kesiapan mempersiapkan materi perkuliahan secara mandiri 89%, Keaktifan mengikuti kegiatan perkuliahan 89%, Keaktifan berdiskusi dengan kelompoknya 80%, tanya jawab dengan dosen 62,5%. Kata kunci:Lesson Study,proses belajar, kemandirian belajar
Penerapan Pendekatan Scientific Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks Kelas VIII SMP Muhammadiyah 4 Malang Tuti Kusniarti, M.Si, M.Pd; Gigit Mujianto; Sudjalil FKIP
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 1 (2016): Mei 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i1.3300

Abstract

ABSTRAKKurikulum 2013 menempatkan bahasa Indonesia sebagai penghela ilmu pengetahuan (Nuh, 2013:37). Peran bahasa Indonesia ini bukan sebuah kebetulan karena ini pun sudah dikibarkan pada waktu Kongres Bahasa Indonesia ke XIV di Jakarta. Penguatan bahasa Indonesia sebagai penghela Ilmu pengetahuan menunjukkan betapa pentingnya bahasa Indonesia dalam kedudukan dan perannya sebagai bahasa nasional untuk seluruh etnis yang ada di Indonesia.Pada pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah yang berbasis teks, proses berpikir yang sistematis dan terkontrol melalui kegiatan pengumpulan data, analisis, dan penyajian hasil analisis sangatlah penting dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa serta memunculkan proses kegiatan belajar mengajar yang lebih menekankan pada kegiatan siswa, kegiatan pembelajaran akan berjalan efektif apabila didahului dengan penyiapan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yang mengacu pada silabus.  Kata kunci : Pembelajaran Bahasa Indonesia, pendekatan saintifik, berbasis teks
DESAIN PEMBELAJARAN SUDUT MENGGUNAKAN KONTEKS RUMAH LIMAS DI KELAS VII Wiwik Widyawati; Ratu Ilma Indra Putri; Unsri somakim
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3489

Abstract

The aims this study are to produce Learning Trajectory use Rumah Limas as context. The approach used is Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). The subjects were 26 students of class seventh of SMPN 1 Keluang. This study was using design research approach, the hypothetical Learning Trajectory was developed from a set of activities using Rumah Limas as context. In theory the development carried through the interactive process comprise of preliminary design, teaching experiment and restrospective analysis to contribute to Local Instruction Theory (LIT) to supporting students learn of angle. Data collected by making video recording about incident in the class, collecting students worksheet, giving pretest and postest, interviewing students. The designed HLT compared with Actual Learning Trajectory (ALT) during teaching experiment to analyze whether the students learned or didn't learn from what we had designed in the instructional sequence. Retrospective analysis of teaching experiment showed that by using Rumah Limas as context can support students learning of angle.