cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jinopfkip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran)
ISSN : 24431591     EISSN : 24600873     DOI : 10.2229.
Core Subject : Education,
JINoP acts as medium of publicating the result of research covering the learning innovation theme from the elementary to higher education level. The journal also acts as a medium of disseminating research thought conducted by teachers and lecturers. In substance, the articles published in the journal are projected to inspire circles of education in conducting innovation in teaching and learning process.
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Pengembangan Model Bahan Ajar Video Kreatif Terpimpin Edukatif (KTE) Untuk Pembelajaran Menulis Karya Ilmiah Sederhana Peserta Didik Kelas IX SMP Mamba’unnur Bululawang Hainuatus Zahroh
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.4281

Abstract

Menulis karya ilmiah sederhana untuk peserta didik kelas IX merupakan pembelajaran menulis ilmiah pemula pada tingkat SMP. Ditemukan kendala-kendala dalam pembelajaran menulis karya ilmiah sederhana baik dari sisi peserta didik maupun pendidik. Dengan adanya kondisi tersebut, dibutuhkan  bahan ajar yang dapat mewujudkan pembelajaran yang efektif dan efisien. Oleh sebab itu, penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan model bahan ajar video KTE untuk pembelajaran menulis karya ilmiah sederhana. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Research and Development (R&D). Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan penelitian ini menggunakan model pengembangan yang terdiri dari tujuh langkah, yaitu 1) penggalian informasi tentang potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, dan 7) revisi produk. Desain uji coba menggunakan  desain eksperimen sejati (true experiment design) yang hanya menggunakan postes, subjek diacak dengan dua kelompok (kelompok eksperimen dan kelompok pengendali), dan hasil eksperimen menggunakan uji t satu sampel. Produk yang dihasilkan berupa model bahan ajar video kreatif, terpimpin, dan edukatif (KTE)  yang dikemas dalam  flash player yang disertai petunjuk penggunaan. Kelayakan model bahan ajar video KTE telah ditelaah oleh ahli dan hasilnya yaitu, validasi ahli materi dinyatakan valid.  Hasil validasi ahli media dinyatakan cukup valid. Hasil uji coba kelompok eksperimen menunjukkan adanya signifikasi pada taraf 10 persen (˂0.01), taraf (˂0.05), dan satu persen serta layak dijadikan bahan ajar dalam menulis karya ilmiah sederhana peserta didik kelas IX. Adapun hasil observasi pada proses menulis karya ilmiah sederhana menunjukkan sikap positif, berupa sikap kerja sama yang baik dan sikap kooperatif dengan menggunakan startegi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.   Kata Kunci: pengembangan, model bahan ajar video KTE, karya ilmiah sederhanaABSTRACTWriting simple scientific paper for 9th grade student is the beginning process of learning scientific paper writing at the beginner level of Junior High School. The obstacles in simple scientific writing learning have been found both from students and teachers sides. With those condision, it is needed teaching material wich can visualize effective and efficient learning. Therefore, this development research aims to produce video teching learning model KTE for simple scientific writing learning. This study uses Research and Development approach. The research steps are; 1) information extraction of potention and problem, 2) data collection, 3) product design, 4) design validation, 5) design revision, 6) product try out, 7)  product revision. Design try out uses true experiment design with post test only. The random subject consist of two group; experiment group and control group, and the experiment result uses one sample t-test. The product of this study is creative, guided and educative video (KTE) in the form of flash player followed by usage instruction. The KTE video has been analyzed by some experts, and the result is; the first material expert claimed valid. The result of experiment group try out shows the significancy in the level of 10% (<0,01), level (<0,05),  1% and diverse to be a learning material in writing simple scientific paper of 9th grade students. The observation result in writing simple scientific paper process shows the positive attitude, by cooperative response in using learning strategy which is focussed on the learner. Key words: development, learning material model in KTE video, simple scientific paper
Karakteristik Respon Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Geometri Berdasarkan Taksonomi SOLO Buaddin Hasan
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.4282

Abstract

Abstrak Taksonomi Solo menyediakan suatu pendekatan untuk mengevaluasi dan mengkategorikan kinerja kognitif dengan mempertimbangkan struktur hasil belajar yang diamati. Penelitian ini mengkaji respon siswa dalam menyelesaikan tugas berdasarkan taksonomi Solo. Peneliti mengukur kualitas jawaban berdasarkan pada kompleksitas pemahaman siswa terhadap soal yang diberikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksploratif. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas X TKJ SMK Ibnu Cholil Bangkalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon siswa dalam menyelesaikan soal berada pada level multistruktural, relasional dan extended abstrak. Siswa kategori rendah mencapai level multistruktural karena mereka mampu membuat beberapa koneksi dan fokus pada beberapa aspek. Siswa kategori sedang memberikan respon maksimal pada level relasional karena mengaitkan konsep atau proses sehingga semua informasi terhubung secara relevan dan diperoleh kesimpulan yang relevan. Siswa kategori tinggi mencapai level extended abstrak karena mampu mengaitkan konsep atau proses sehingga semua informasi terhubung secara relevan dan diperoleh kesimpulan yang relevan serta menggunakan prinsip umum yang tidak terdapat dalam soal. 
Meningkatkan Kemampuan Matematika Dengan Metode Pameran Berjalan Bagi Peserta Didik Kelas VIII Prasis Indahwati
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.4316

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan matematika dengan Pameran Berjalan dalam pembelajaran bangun ruang sisi datar bagi peserta didik kelas VIII SMPN 2 Blitar. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A SMPN 2 Blitar yang terdiri dari 32 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) menyusun tindakan, (2) melakukan tindakan, (3) obsevasi, (4) refleksi. Berdasarkan data hasil penelitian menyatakan bahwa prosentase hasil tes secara klasikal yang mendapatkan nilai minimal 80 meningkat dari 24 peserta didik pada siklus 1 menjadi 30 peserta didik  pada siklus 2. Hasil LKS menunjukan bahwa peserta didik sudah dapat menentukan rumus luas dan volume bangun ruang sisi datar sendiri. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Pameran Berjalan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik SMPN 2 Blitar pada materi bangun ruang sisi datar.Kata kunci: peningkatan, metode pameran berjalan. Abstract: The purpose of this research is to improve the mathematical ability with Gallery Walk in learning polyhedral for students of class VIII SMPN 2 Blitar. The subject of this research is the students of class VIII-A SMPN 2 Blitar consisting of 32 students. The study was conducted in two cycles and each cycle consisted of four stages: (1) preparing the action, (2) taking action, (3) observation, (4) reflection. Based on research data states that the percentage of classical test results that get a minimum score of 80 increased from 24 learners in cycle 1 to 30 students on cycle 2. LKS results show that learners have been able to determine the formula of the area and the volume of polyhedral. Thus it can be concluded that Learning Exhibition Walk can improve learning outcomes of students SMPN 2 Blitar on the matter of polyhedral Keywords: improvement, gallery walk method.
Penerapan Strategi Discovery Learning (DL) Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Dan Pemahaman Konsep IPA MF Lestari Budi Utami
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.4317

Abstract

Abstract:This research aims to describe the learning process of cooperative Discovery Learning (DL) in science subjects in relation to improving critical thinking skills and understanding of the concept of 9th grade students of SMPN 2 Kota Blitar.This research  is designed in several cycles so that the ultimate goal of learning can be fulfilled, namely the improvement of critical thinking skills and understanding of science concept of 9th grade students. Instruments used in the implementation of the action are test, RPP, LKPD, and observation sheet.The Instruments are used for data collection are: observation sheet and paper test. Observation sheets are used to collect data on the implementation of the learning process by students and teachers, while the paper test is used to capture data about critical thinking skills and the students competence of science concepts. The data analysis used is descriptive statistical analysis which describes sample in real condition with form of tables, graphs, and explanatory diagrams.The Conclusions and suggestions from the results of this study are: 1) DL needs to be implemented in science subjects as an effort to improve the quality of learning in SMPN 2 Kota Blitar; 2) DL needs to be implemented in science subjects as it can improve critical thinking skills and the students competence of science concepts, 3) DL strategy easier to implement in science because DL is similar with scientific method. In the 2013 curriculum.Keywords: Discovery Learning (DL), critical thinking skills, and competence of the concept of science, Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran kooperatif Discovery Learning (DL) pada mata pelajaran IPA dalam kaitannya untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa kelas 9 SMPN 2 Kota Blitar.PTK ini dirancang dalam beberapa siklus sehingga tujuan akhir pembelajaran dapat terpenuhi, yaitu peningkatan keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep IPA siswa kelas 9. Instrument yang digunakan dalam pelaksanaan tindakan adalah tes, RPP, LKPD, dan lembar observasi.Instrument yang digunakant untuk pengumpulan data yaitu: lembar observasi dan dan tes. Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang keterlaksanaan proses pembelajaran oleh siswa maupun guru, Sedangkan test digunakan untuk menjaring data tentang keterampilan berpikir kritis dan pemahaman konsep siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif yang menggambarkan kondisi sampel sebagaimana adanya dalam bentuk tabel, grafik, dan diagram penjelasan.Simpulan dan saran dari hasil penelitian ini, yaitu: 1) DL perlu diimplementasikan dalam mata pelajaran IPA sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di SMPN 2 Kota Blitar; 2) DL perlu diimplementasikan dalam mata pelajaran IPA karena  dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan  pemahaman Konsep siswa, 3) strategi DL relatif mudah penerapannya dalam IPA karena sangat mirip dengan  Saintifik metode. Dalam kurikulum 2013. Kata kunci: Discovery Learning (DL), keterampilan berpikir kritis, pemahaman Konsep IPA
Pengembangan Bahan Ajar Menulis Berbagai Jenis Teks Bertema Kearifan Lokal Sikka Bagi Siswa SMP Robertus Adi Sarjono Owon
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.4318

Abstract

AbstrakMenulis merupakan keterampilan berbahasa yang diajarkan secara terpadu dengan ketiga keterampilan berbahasa lainnya.Dalam kurikulum 2013, pembelajaran yang dilakukan berbasis teks, tetapi sumber bahan ajar masih terbatas pada buku siswa terbitan Depdiknas.Oleh karena itu, perlu dikembangkan bahan ajar menulis berbagai jenis teks bertema kearifan lokal dengan pendekatan kontekstual bagi siswa SMP. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan prototipe bahan ajar menulis berbagai jenis teks bertema kearifan lokal Sikka dengan pendekatan kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik dan guru, (2) menguji hasil kelayakan prototipe bahan ajar menulis berbagai jenis teks bertema kearifan lokal Sikka dari segi bentuk dan isi, dan (3) menguji efektivitas bahan ajar menulis dalam meningkatkan kemampuan menulis peserta didik.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D). Data berupa kebutuhan bahan ajar menulis, produk prototipe bahan ajar, dan tulisan siswa. Sumber data berasal dari siswa, guru, budayawan Sikka, dan ahli.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  (1) Prototipe bahan ajar menulis berbagai jenis teks bermuatan kearifan lokal Sikka dengan pendekatan kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik dan guru meliputi model teks, struktur teks, strategi pengembangan tulisan, latihan soal, pedoman penilaian dan suplemen berupa EYD. Adapun pendekatan kontekstual terintegrasi dalam proses pembelajaran. (2) Hasil penilaian validator ahli dengan rerata skor 77,45 atau Layak, sedangkan validator pengguna dengan  rerata skor 85, 53 atau Amat Layak.  (3) Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa bahan ajar menulis teks secara efektif dapat meningkatkan kemampuan menulis peserta didik ditandai dengan persentasi daya serap mencapai 80% secara kelompok dan 80% siswa mampu mengembangkan teks sesuai dengan struktur, isi, ejaan, tanda baca, dan penggunaan huruf kapital.Kata Kunci: bahan ajar, jenis teks, kearifan lokal ABSTRACWriting is language skills in which integrated preached with the third other skills. In curriculum 2013, the learning done based on the text, but the sources of teaching materials still limited on students’ book published by Department of Education National. So that, it’s needed to developed teaching materials Writing Various Type of Text Themed Local Wisdom of Sikka Regency, NTT by Using Contextual Approach for The Junior High School Student. This research is aims to (1) identify prototype teaching materials writing various type of text themed Sikka local wisdom as students’ and teacher’s needed, (2) knowing the result of prototype expediency writing various type themed Sikka local wisdom in terms of and the contents of, and (3) knowing the effectiveness writing teaching materials to improving the learner’s ability in writing.This research is R& D. The data are collected by using questionnaire to identifies the necessity of teaching materials and to examine prototype expediency of teaching materials. Besides the data also are collected from Students’ result of study toward the ability in writing text themed Sikka local wisdom to examine effectiveness of product.This research indicates that (1) prototype teaching materials writing various type of text themed Sikka local wisdom by using contextual approach based on students’ and teacher’s necessity included:  text model, structure of the text, strategy of writing development, exercises, rating directive and supplement EYD. There is also contextual approach integrated in learning process, (2) the rating result of validation expert on the average score is 77, 45 (good) mean while the rating result of validation user average score is 85, 53 (excellent) and (3) teaching materials writing text effectively can develop the ability of students’ writing shown by the percentage of students’ classical completeness 80% in groups and 80% students can develop the text based on structure, content, spelling, punctuations and the use of capital letter.Key words: teaching materials, kinds of text, local wisdom, contextual approach
Analisis Karakter Media Pembelajaran Berdasarkan Gaya Belajar Peserta Didik Muhammad Ragil Kurniawan
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.4319

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakter media pembelajaran berdasarkan gaya belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode studi kepustakaan digunakan untuk memetakan karakter media pembelajaran yang ditinjau dari gaya belajar peserta didik. Objek yang dianalisis dalam penelitian ini adalah 24 media pembelajaran yang banyak menjadi rujukan pembelajaran. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: Gaya belajar visual dan verbal menjadi gaya belajar yang paling banyak terakomodasi dalam ke-24  media tersebut. Gaya belajar physical hanya terdapat dalam tiga media, yaitu benda nyata, tiruan (model) serta pembelajaran berbantuan komputer. Gaya belajar sosial dan individual tidak banyak terakomodasi dalam ke-24 media tersebut. Hal ini karena apapun media pembelajarannya, maka metode, strategi atau model pembelajarnyalah yang memegang peran penting atas terakomodasinya gaya belajar sosial dan individual. Kata Kunci: karakteristik media, media pembelajaran, gaya belajar, memletic learning style. Abstrack: This study aims to analyze the character of learning media based on learning styles of learners. This type of research is qualitative research. Literature study method is used to analyze the character of instructional media in terms of learning styles of learners. The object analyzed in this research is 24 learning media which become the reference of learning. Research results show that: Physical learning style is only found in two media: real objects, imitations (models) and computer-assisted learning. Social and individual learning styles are only slightly accommodated by those 24 media. This is because any type of learning media used, methods, strategies or learning models become an important role for accommodating of social and individual learning styles. Keywords: media character, memletic learning styles, instructional media, learning styles
PENINGKATAN MINAT KEWIRAUSAHAAN SISWA SMP DENGAN PENDEKATAN SCIENTIFIC SELL zakki fitroni
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i2.4556

Abstract

Abstrak: Pendidikan seni budaya merupakan mata pelajaran yang potensial dalam meningkatkan minat kewirausahaan siswa. Untuk memberi dampak yang signifikan terhadap minat siswa berwirausaha diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu memasukkan nilai kewirausahaan secara efektif ke dalam pembelajaran. Dengan memodifikasi pendekatan scientific dan menambahkan satu langkah lagi yaitu Sell (menjual) sehingga pendekatan ini dinamakan pendekatan Scientific Sell. Keterlaksanaan pendekatan scientific sell dalam materi melukis ragam hias pada media bangkiak, mampu meningkatkan minat siswa terhadap kewirausahaan siswa dengan menggunakan langkah; Mengamati, menanya mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mencipta, menjual dan Mengkomunikasikan/refeksi. Keberhasilan pendekatan ini dapat dilihat dari hasil penilaian psikomotor dengan rata rata nilai yang diperoleh adalah 84,32% dan rata-rata nilai kognitif yang diperoleh adalah 82,19%. Sedangkan Nilai afektif didapat berdasarkan pengamatan minat siswa di siklus I sebesar 85,93%, dan mengalami peningkatan sebesar 2,55% sehingga menjadi 88,48% pada siklus II. Kata kunci: Kewirausahaan, Minat, Scientific Sell.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA DALAM BERMAIN DRAMA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE INSIDE-OUTSIDE CIRCLE Candra Dewi
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i2.4575

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle (IOC) pada siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Pintu Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian ini adalah kemampuan berbicara, sedangkan variabel tindakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatiftipe inside outside circle (IOC).Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas 4 Sekolah Dasar Negeri Pintu Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo yang berjumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis interaktif yang mempunyai tiga buah komponen yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan berbicara dalam kegiatan bermain peran setelah diadakan tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajarankooperatiftipe inside outside circle (IOC).Kata Kunci : Keterampilan Berbicara, Drama, Inside-Outside Circle Abstract :The purpose of this research is to improve the ability to talk through the implementation of cooperative learning model inside outside circle (IOC) in the 4th grade students of State Elementary School District of Jenangan Doors Ponorogo. Variables that were subjected to a change in this study is the ability to speak, while the action variable used in this research is the application of cooperative learning model inside outside circle (IOC). This research is a form of action research as much as 2 cycles. Each cycle consists of four phases: planning, action, observation and reflection. Subjects were students in grade 4 Doors Public Elementary School District of Jenangan Ponorogo totaling 20 students. Data collection technique used observation, interview, test and documentation. Data analysis technique used is an interactive model that has three components: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of this study concluded that there is an increased ability to speak after having a class action by implementing cooperative learning model inside outside circle (IOC). It can be shown by the increasing ability of students before and after the action.The purpose of this research is to improve the ability to talk through the implementation of cooperative learning model inside outside circle (IOC) in the 4th grade students of State Elementary School District of Jenangan Doors Ponorogo. Variables that were subjected to a change in this study is the ability to speak, while the action variable used in this research is the application of cooperative learning model inside outside circle (IOC). This research is a form of action research as much as 2 cycles. Each cycle consists of four phases: planning, action, observation and reflection. Subjects were students in grade 4 Doors Public Elementary School District of Jenangan Ponorogo totaling 20 students. Data collection technique used observation, interview, test and documentation. Data analysis technique used is an interactive model that has three components: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the results of this study concluded that there is an increased ability to speak after having a class action by implementing cooperative learning model inside outside circle (IOC).  Keywords :Speaking Skills, Drama, Inside-Outside Circle.
PEMANFAATAN GEOMETER’S SKETCHPAD DALAM MELUKIS FUNGSI TRIGONOMETRI Agung Deddiliawan Ismail; Rizal Dian Azmi
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i2.4690

Abstract

ABSTRAK Trigonometri merupakan salah satu cabang ilmu Matematika yang banyak digunakan di berbagai bidang. Materi trigonometri kadang menyulitkan bagi para pendidik saat mengajarkan kepada mahasiswa. Ini dikarenakan materi – materi dalam trigonometri memerlukan suatu gambaran simulasi untuk mengajarkan konsep trigonometri kepada peserta didik. Untuk menggambarkan simulasi dari fungsi trigonometri tersebut diperlukan suatu media sebagai tuntunan mahasiswa, dimana media yang tepat untuk itu adalah Geometer’s Sketchpad. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan memanfaatkan Geometer’s Sketchpad dapat membantu mahasiswa dalam melukis fungsi Trigonometri. Terlihat dari nilai probabilitas 0,000 < 0,05 yang menyatakan bahwa adanya peningkatan keterampilan mahasiswa dalam melukis grafik fungsi Trigonometri. Kata kunci: Trigonometri, Geometer’s Sketchpad. ABSTRACTTrigonometry is a part of the Mathematics which is used in various science area. Trigonometry material is sometimes difficult for teachers to teach students. This is due to the materials in trigonometry requires an illustration of the simulation to teach the basic concepts of trigonometry to students. To illustrate the simulation of the trigonometric functions need a media as the guidance of students, where appropriate media for that is Geometer's Sketchpad. Based on the research that has been done, it can be concluded that learning by utilizing Geometer's Sketchpad can assist students in painting Trig functions. Seen from a probability value 0.000 <0.05, which states that an increase in students' skills in drawing graphs of functions Trig.Keywords:  Trigonometry, Geometer’s Sketchpad.
IMPLEMENTATION OF 2015 MENTORING PROGRAM IN ENGLISH DEPARTMENT OF UNIVERSITY MUHAMMADIYAH MALANG Nina Inayati; Laela Hikmah Nurbatra; Rahmawati Khadijah Maro
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i2.4691

Abstract

ABSTRACT  The Mentoring Program of the English Department of UMM is an extra-curricular program designed to assist first year students to practice their English speaking and independent study. The speaking skills are focused on two specific skills; presentation and debate skills; while the English independent study introduces students to various English learning activities students could potentially integrate in their daily lives. The current study employs document analysis and survey as the methods of data collection. Then, content analysis is used to identify the salient themes and patterns occurring from the data to be presented based on the research problems. Analysis of the data shows that the program ran as planned and that some mentors developed the prepared lesson plans. As for the program evaluation, analysis of the survey results show that, in general, the program was viewed positively by the students. Some strengths mentioned were that the module was helpful and informative and that the mentors were fun and motivating. As for the weaknesses, Saturday morning schedule was considered bad option and that outdoor venues were less conducive some times. In light of the evaluation, some suggestions for the future program are offered, such as to improve the timing and venues. Keywords: Mentoring, English Learning, Speaking, Independent Study