cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jinopfkip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, East Java, Indonesia, Postal Code: 65144
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JINOP (Jurnal Inovasi Pembelajaran)
ISSN : 24431591     EISSN : 24600873     DOI : 10.2229.
Core Subject : Education,
JINoP acts as medium of publicating the result of research covering the learning innovation theme from the elementary to higher education level. The journal also acts as a medium of disseminating research thought conducted by teachers and lecturers. In substance, the articles published in the journal are projected to inspire circles of education in conducting innovation in teaching and learning process.
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Kajian Kritis Perilaku Humanitas Pendidik Terhadap Peserta Didik dalam Proses Pendidikan di Kota Malang Mohammad Zaini; Wilyati Agustina
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3490

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pola hubungan kemanusiaan pendidik dan peserta didik dalam proses pendidikan, sehingga terbuktif secara empirik tentang perilaku humanitas pendidik terhadap peserta didik dalam proses pendidikan di kota Malang. Selanjutnya peneliti memberikan tawaran konsep peningkatkan kualitas humanitas pendidik dalam proses pendidikan di kota Malang. Pendekatan dilakukan menggunakan penelitian kualitatif–fenomenologis. Instrument; indept interview, dokumentasi, dan observasi. Model analisis; Miles dan Huberman, dan grand theory; teori humanisasi Freire. Berdasarkan hasil analisis peneliti, bahwa:Perilaku humanitas pendidik terhadap peserta didik dalam proses pendidikan di (SDN Purwantoro 7 dan SDN Buring) kota Malang – masih menemui kendala paradigmatis; guru masih berpandangan, ‘kekerasan’ yang dilakukan- dapat memicu lahirnya ‘spirit dan kemauan’ belajar anak. Dampaknya, proses pembelajaran masih menggunakan pendekatan threats of violence. Maka sebagai tawaran konsep dalam penelitian ini:Meningkatkan motivasi intrinsik kompetensi guru melalui re-awareness terhadap potensi personal guru dengan penguatan apresiasi diri secara natural. Menguatkan motivasi ekstrinsik melalui penyehatan sistem manajerial keorganisasian melalui pemberian apresiasi terhadap kinerja guru. Meningkatkan layanan trilogi+1 pembelajar; konsep humanis yang memperlakukan guru, peserta didik, dan orangtua sebagai pelaku yang sama-sama aktif; koordinatif, komunikatif, dan apresiatif terhadapt setiap pencapaian pengetahuan yang didapatkan, serta menjadikan IP sebagai objek dan media pengembangan mentalitas peserta didik (manusia).
MENINGKATKAN KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PADA MATAKULIAH SOSIOLINGUISTIK DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Gigit Mujianto; Hari Sunaryo; Arif Budi Wurianto
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3491

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Semester Genap 2015/2016 yang berjumlah 32 orang pada Matakuliah Sosiolinguistik melalui Program Lesson Study. Program Lesson Study ini dilakukan dalam 4 siklus dengan menerapkan Pendekatan Saintifik yang diimplementasikan melalui Strategi Pembelajaran Mandiri yang dipadu dengan Strategi Pembelajaran Interaktif. Pemaduan kedua strategi tersebut berimplikasi pada pemakaian  Metode Inkuiri, Pemberian Tugas, Proyek, Diskusi, Kunjung Kelompok, dan Kerja Berpasangan. Pemakaian metode yang bervariasi tersebut cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa. Peningkatan tersesebut mengiringi peningkatan kemandirian belajar mahasiswa dalam berbagai aktivitas belajar dalam perkuliahan yang meliputi: (1) menanya/menjawab, (2) menelusuri bahan pustaka, (3) menerapkan tata tulis, dan  (4) mengkomunikasikan/menanggapi.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Melalui Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Siti Inganah; Marhan Taufik; Hendarto Cahyono; Siti Khoiruli Ummah
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3492

Abstract

Pembelajaran matematika yang dilakukan di SMP Negeri 06 Batu masih berupa pembelajaran langsung yang membuat siswa terbatasi idenya dan tidak mengkonstruksi pengetahuan. Penerapan pendekatan saintifik kurang optimal karena baru diterapkan di sekolah tersebut. Tujuan kegiatan Lesson Study ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa melalui penerapan pembelajaran saintifik. Kegiatan Lesson Study dilakukan dengan tahapan plan, do, dan see selama empat siklus. Pembuatan perangkat pembelajaran didiskusikan pada tahap plan kemudian dilaksanakan pada tahap do oleh guru model dan dievaluasi pada tahap see. Hasil kegiatan Lesson Study ini yaitu masih adanya miskonsepsi istilah variabel dan pengurangan suku aljabar oleh guru dan siswa. Selain itu, terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa sesuai aspek fluency, flexibility, dan originality dengan kriteria peningkatan yang baik di setiap siklus. Pendekatan saintifik diterapkan dengan sangat baik di setiap siklus.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN LESSON STUDY PADA MATA KULIAH GENETIKA LANJUT Poncojari Wahyono; Fuad Jaya Miharja; Iin Hindun; FKIP Muizzudin
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3493

Abstract

Lesson study merupakan pembinaan profesi melalui pengkajian pembelajaran yang dilakukan secara kolegial kolaboratif dan berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar. Proses pembelajaran harus menyentuh tiga ranah, yaitu sikap, pengetahuan, dan ketrampilan. Hasil akhir yang diharapkan dalam pembelajaran adalah peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari peserta didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Mata kuliah genetika lanjut bertujuan agar mahasiswa mampu menganalisis materi genetik, sintesa protein, hereditas pada manusia, mutasi, genetika populasi dalam pendekatan molekuler, terampil membuat contoh, model serta mendemonstrasikan model simulasi karakter, proses kerja materi genetik dan mutasi. Proses pembelajaran pada mata kuliah genetika lanjut dilakukan dengan menggunakan diskusi kelompok. Penerapan pendekatan molekuler dalam pembelajaran genetika lanjut bertujuan untuk memberikan gambaran yang lebih nyata terhadap konsep genetika yang bersifat abstrak, sehingga mahasiswa mampu berpikir hingga tingkat yang paling kecil. Kendala yang sering muncul dalam pembelajaran adalah masih rendahnya minat baca mahasiswa. Hal ini tampak dari kecenderungan mahasiswa merujuk hanya pada satu sumber bacaan yang berbahasa Indonesia. Hasil yang diperoleh dari implementasi lesson study ini adalah meningkatnya hasil belajar kognitif mahasiswa menjadi 80.91% dengan keterlaksanaan lessonstudy sebesar 91.04%, serta terciptanya karya tulis ilmiah oleh mahasiswa sebagai best-practices pembelajaran implementasi lesson study pada mata kuliah genetika lanjut.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN KOMPETENSI MEMBACA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII BERBASIS QUIPPER SCHOOL ANA PUJI ASTUTI
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): November 2016
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v2i2.3635

Abstract

ABSTRAK: Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan sebuah produk yang berupa instrumen penilaian kompetensi membaca pelajaran Bahasa Indonesia kelas VII berbasis Quipper School. Penelitian ini difokuskan pada aspek struktur, isi, dan bahasa yang menggunakan Quipper School sebagai media online dengan teknik tes objektif. Pengembangan produk yang berupa instrumen menggunakan model R2D2 (recursive, reflective, design, and development).  Metode penelitian  pengembangan juga  didasarkan pada pendapat Sugiyono (2013:407) bahwa metode penelitian digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Instrumen penilaian yang digunakan memiliki tiga fokus kerja, yaitu (1) penetapan, (2) desain dan pengembangan, dan (3) diseminasi. Produk yang dikembangkan adalah instrumen penilaian kompetensi membaca kelas VII berbasis Quipper School dengan hasil telaah berupa  (1) penilaian, (2) masukan kritik dan saran dengan fokus pembahasan pada tiga aspek, yaitu struktur, isi, dan bahasa.yang melibatkan tim ahli dan praktisi. Produk pengembangan ini memiliki struktur (1) soal semester gasal dan (2) soal semester genap. Kajian terhadap produk hasil penelitian dan pengembangan ini difokuskan terhadap keunggulan produk, kelemahan produk, dan antisipasi kelemahan produk. Kata kunci: Pengembangan Instrumen Penilaian, Kompetensi Membaca, Quipper School.ABSTRACT: The study was based on an assessment conducted in SMP Muhammadiyah 8 Stone still conventional and not utilizing internet technology. Determination of reading skills as competence taught in schools has implications for the development of assessment instruments are made. Indonesian Teachers need to develop appropriate assessment tools to assess student achievement in reading aspect. Moreover, in 2015 the government has held a UN (National Examination) for students of SMP / MTs and SMA / MA online special at some designated schools. Therefore, this study aimed to produce a product in the form of reading competence assessment instruments Indonesian Language class VII School Quipper based on aspects of the structure and contents, as well as aspects of the language. The product development process is using the working principle of R2D2 (recursive, reflective design and development). Competency assessment instrument reading in class VII-based Quipper School has three foci of work, namely (1) the determination, (2) design and development, and (3) dissemination. Products developed through this research is a standard assessment instrument grade reading competency-based Quipper VII School. Because based Quipper School, there are two aspects that are reviewed by experts, namely (1) the structure and content and (2) language. Data on each aspect is divided into two kinds, including (1) the review of the form of assessment and (2) the review of the form of input criticisms and suggestions. Discussion on the development of products focused on three aspects, namely the structure, content and language. The products developed are standards of competency assessment tools to read in Indonesian Language class VII. This product has the structure (1) about the odd semester and (2) about the second semester. The study on product research and development is focused on product excellence, product weaknesses, and the anticipated weakness of the product. Keywords: Development of Assessment Tools, Competency Reading, Quipper School.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR BILANGAN BERPANGKAT DENGAN MODEL PROBLEM POSING PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 BATU. Sudiyono Sudiyono
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 2 (2017): November 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.3826

Abstract

ABSTRAK Masih kurang  minatnya siswa dalam belajar khususnya pelajaran matematika,  salah satu sebab adalah  metode yang digunakan oleh guru masih konvensional dan siswa bekerja secara individu, sehingga siswa yang kurang mampu kesulitan dalam memahami konsep dengan benar.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar bilangan berpangkat dengan  model problem posing pada siswa kelas IX SMP Negeri 4 Batu.Penelitian ini menggunakan desain  Penelitian Tindakan Kelas  (Classroom Action Research),  pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan  kualitatif yaitu penelitian yang datanya tanpa menggunakan teknik statistik. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.Berdasarkan data yang diperolah dari pelaksanaan tindakan mulai siklus 1 sampai dengan siklus 2 dan berdasarkan hasil observasi tiap-tiap siklus terjadi peningkatan prestasi yaitu siswa yang mendapat nilai kurang dari KKM dari 17 siswa menjadi 7 siswa, mengalami peningkatan siswa yang mendapat nilai memenuhi KKM dari 18 menjadi 27 siswa, dan rata-rata tes siswa dari  62,29 menjadi 71,76 mengalami kenaikan 2,47%, serta prosentase ketuntasa juga mengalami peningkatan dari 48,6% menjadi 79,4% meningkat 30,8%.Hal ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan model problem posing dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada materi bilangan berpangkat. Kata Kunci: Peningkatan hasil belajar, Bilangan berpangkat, Problem Posing ABSTRACT The lack of student’s study interest especially on mathematics, one of the reason is the method is still conventional and students work individually, with the result that students harder to understanding the concept correctly. The purpose of this research is improving learning outcome on exponential numbers with problem posing model in 3rd years students on State Junior High School Batu. This research using Classroom Action Research design and qualitative approach, which is the research that not using statistics technique. This Classroom Action Research executed in two cycle. Every cycle consist of planning, action, observation, and reflection. Based on data that obtained from the 1st cycle until 2nd cycle and based on observation from every cycle there is an achievement increase that is students that having under the minimum learning mastery standard from the initial is 17 students increase to 7 students, then there is increase the numbers of students that having on the minimum learning mastery standard from 18 to 27 students, and the average of students’ test from 62,29 to 71,76 (increasing 2,47%), so the percentage of learning mastery increased from 48,6% to 79,4% increase for about 30,8%. This shows that Problem Posing approach can increasing student’s study result especially on exponential numbers subject. Keyword: Increase of study result, Exponential numbers, Problem Posing
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Software Cedar Logic Simulator Sebagai Upaya Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Gerbang Logika Di Kelas X Tav 2 SMKN 1 Lengkong Tahun Pelajaran 2016/2017 Noventy Prasetyaningsih
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.3965

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan (1) Penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan software CedarLogic Simulator dalam meningkatkan aktivitas siswa pada kompetensi Menerapkan Dasar-dasar Elektronika di kelas X TAV 2 SMKN 1 Lengkong  (2) Penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan software CedarLogic Simulator dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi Menerapkan Dasar-dasar Elektronika di kelas X TAV 2 SMKN 1 Lengkong.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dan dilakukan sebanyak 3 putaran yang bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran oleh guru, aktivitas siswa, hasil belajar siswa, dan respon siswa kelas X-TAV 2 SMKN 1 Lengkong.Hasil penelitian pada putaran I, II, III menunjukkan bahwa (1) Aktivitas siswa selama pembelajaran yang meliputi Visual Activities, Writing Activities, Drawing Activities, Oral Activities, Motor Activities dan Emotional Activities mengalami peningkatan. Aktivitas siswa yang muncul dari keseluruhan aktivitas yang mungkin muncul sesuai indikator mengalami peningkatan, pada putaran I sebanyak 75 %, pada putaran II sebanyak 87,5 % dan pada putaran III sebanyak 100%. Rata-rata banyaknya aktivitas siswa pada putaran I sebanyak 63,5 %, pada putaran II sebanyak 84,3 % sedangkan pada putaran III sebanyak 85,9 %. (2) Penilaian hasil belajar siswa pada penelitian ini berupa post test. Hasil belajar klasikal pada setiap putaran sebesar 78,57 %, 93,33%, dan 81,25%, 
Peningkatan Kualitas Proses Pembelajaran Matematika Menggunakan Budaya Indonesia Pada Lesson Study di SD Indonesia KBRI Bangkok Thailand Erna Yayuk; Dyah Worowirastri Ekowati
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.3966

Abstract

Pada umumnya, pelaksanaan pembelajaran di SD Indonesia luar negeri sangat dipengaruhi oleh adat dan budaya negeri setempat. Hal ini menjadi salah satu sebab anak-anak Indonesia yang sekolah di luar negeri kurang mengenal budaya Indonesia. Kecuali sebatas pengetahuan yang diberikan di dalam keluarga masing-masing anak. Di sisi lain, usia anak SD merupakan usia emas untuk menerima pondasi ilmu pengetahuan. Oleh karenanya, jika tidak diperkenalkan semenjak dini mengenai budaya Indonesia maka anak-anak tersebut akan mengalami krisis pengetahuan budaya Indonesia. Untuk itu upaya-upaya revitalisasi budaya Indonesia di SD Indonesia di luar negeri mendesak untuk dilakukan program kerjasama /studi/penelitian. Salah satunya melalui program lesson study di luar negeri. Pada program PLSLN ini, dilaksanakan lesson study di dalam mata pelajaran matematika. Hal ini untuk meminimalkan keabstrakan materi matematika sekaligus mengenalkan budaya indonesia. Oleh karenanya, tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran matematika menggunakan budaya Indonesia di SD Indonesia KBRI Thailand.Lesson study dirancang dalam dua siklus yang setiap siklus tersusun atas beberapa kegiatan. Lesson study tersusun atas 3 kegiatan yaitu plan atau perencanaan dimana secara berkelompok guru menyusun perencanaan pembelajaran secara bersama, do adalah pelaksanaan pembelajaran dimana salah satu guru akan bertindak sebagai model dan diamati oleh guru-guru yang lain, See adalah refleksi untuk perbaikan proses pembelajaran selanjutnya. Hasil refleksi dapat diperoleh sejumlah pengetahuan baru atau keputusan guna perbaikan dan peningkatan pembelajaran, khususnya di SD Indonesia luar negeri.Hasil Lesson Study menunjukkan bahwa siswa SD dalam belajar matematika sangat senang dan setelah dianalisis menunjukkan bahwa ada peningkatan aktivitas belajar siswa dari siklus ke siklus. Dengan LS Mereka terkondisi untuk belajar dengan sunguh-sungguh dan bertanggung jawab. Pemahaman terhadap suatu materi juga semakin bermakna. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa LS dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran dan LS dapat menjadi sarana penerapan pembelajaran PAIKEM.
Peningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Pada Pokok Bahasan Ekosistem di SMA Negeri I Sumberpucung Roro Eko Susetyarini; Ainur Rofieq; Roimil Latifa; Sri Wahyuni
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.3967

Abstract

Pembelajaran biologi belum memperhatikan bagaimana peserta didik berpikir kritis. Tujuan implementasi Lesson study ini, yaitu mendekripsikan kemampuan berpikir kritis pada matapelajaran Biologi dengan pokok bahasan ekosisitem kelas X di SMAN I Sumberpucung. Metode yang dilakukan dengan menggunakan penelitian kualitatif, untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pembelajaran yang berbasis Lesson study Pelaksanaan pembelajaran berbasis LS dilakukan 3 siklus, (tahpan LS: plan, do, see), plan merupakan perancangan perencanaan pembelajaran, do merupakan pelaksanaan pembelajaran, see merupakan refleksi pelaksanaan pembelajaran berbasis LS. Kemampuan berpikir kritis yang diamati dengan parameter menentukan komponen abiotik dan biotic, membuat rantai makanan, membuat jarring-jaring makanan, membuat piramida makanan. Data kemmapuan berpikir kritis dianalisis secara desktiptif kuantitatif. Hasil menunjukkan pada saat do dilakukan pengamatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran berbasis LS dengan data rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa pada matapelajaran biologi pada siklus I 72,5; siklus II 77,13 dan siklus III 78,5. Peningkatan dari siklus I ke siklus II 4,63; siklus II  ke siklus III 1,37.
Integrating Strategy-Based Instructions In 7th-Grade Speaking Classroom At SMP Muhammadiyah 2 Batu Teguh Hadi Saputro; Adityo Adityo; Amalia Ayu Wardhani
JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): Mei 2017
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jinop.v3i1.3968

Abstract

Second language (L2) pedagogy and second language acquisition (SLA) have acknowledged the significant role of learning strategies. It, then, suggests the significance of learning strategies in second language learning or, even, acquisition, especially helping students be better learners. With regard to this, a community service project is proposed to implement this SBI in SMP Muhammadiyah 2 Malang. The students’ problem in speaking ability seems to derive from lacks of knowledge about oral communication strategies (OCSs). Therefore, the project team plans to implement an SBI which is mostly the combination of OCSs and metacognitive model. The project implementation falls into four meeting with the focus described as follows (1) Introducing OCSs and metacognitive training model, (2) Employing help-seeking strategies and modified interaction strategies through conversation tasks, (3) Employing modified output strategies and  time-gaining strategies through conversation tasks and (4) Employing maintenance strategies and self-solving strategies through conversation tasks. This project is expected to give best practice to the English teachers of partner school as a part of teaching professionalism improvement and development.