cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 767 Documents
ROADMAP IMPLEMENTASI KNOWLEDGE MANAGEMENT Agus Mulyanto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks menjaga eksistensi organisasi, manajemen pengetahuan (Knowledge Management-KM) merupakan kebutuhan bagi setiap organisasi. KM sendiri sejatinya dapat diartikan sebagai sebuah tindakan sistematis untuk mengidentifikasi, mendokumentasikan, dan mendistribusikan segenap pengetahuan yang relevan kepada setiap anggota organisasi tersebut, dengan tujuan meningkatkan daya saing organisasi. Ikujiro Nonaka membuat formulasi yang terkenal dengan sebutan SECI atau Knowledge Spiral. Konsepnya bahwa dalam siklus perjalanan kehidupan anggota organisasi, pengetahuan itu mengalami proses yang kalau digambarkan berbentuk spiral, proses itu disebut dengan Socialization - Externalization - Combination – Internalization. KM adalah kegiatan yang kompleks, dan implementasinya tidak dapat membawa dampak positif bagi organisasi jika tanpa perencanaan yang sempurna. Paper ini memperkenalkan metode perencanaan, yaitu 10-langkah knowledge management roadmap. Kesepuluh langkah tersebut adalah: 1) analisis keberadaan infrastruktur; 2). kesejajaran KM dan strategi bisnis; 3). desain infrastruktur KM; 4). audit keberadaan aset pengeathuan dan sistem; 5). desain tim KM; 6). membuat KM blueprint; 7). membangun sistem KM; 8). menggunakan metodologi yang tepat; 9). mengelola perubahan, budaya dan struktur reward; dan 10).evaluasi kinerja, mengukur return of investment. Kesepuluh langkah tersebut dikategorikan dalam empat fase, yaitu: 1). evaluasi infrastruktur; 2). analisis, desain dan pengembangan KM system; 3). sistem penyebaran dan 4).evaluasi. Diharapkan dengan memahami roadmap ini, organisasi akan menerapkan seluruh proses sebagai panduan tahapan strategi manajemen pengetahuan. Perubahan yang terjadi diharapkan berjalan secara soft sehingga tidak terjadi resistensi dari anggota organisasi, dan secara eksternal mampu meningkatkan keunggulan kompetitif.
EFISIENSI MOTOR INDUKSI 3 SEBAGAI GENERATOR INDUKSI 3 Zainal Abidin; Yulianta Siregar; Nursalim Nursalim
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi 3phase pada umumnya digunakan sebagai motor penggerak beban dalam bidang industri. Dalam kondisi tertentu, motor induksi 3phase dapat digunakan sebagai penghasil daya atau pembangkit daya listrik. Analisa efisiensi motor induksi 3phase sebagai generator induksi 3phase (MISGI) ditinjau dengan melihat karakteristik dari motor induksi sebelum dioperasikan sebagai generator induksi 3phase dan sesudah dioperasikan sebagai generator induksi 3phase. Analisa perhitungan efisiensi dilakukan dengan menggunakan program matlab . Efisiensi daya meningkat sebanyak 12 kali dari daya motor. Faktor daya dan daya output meningkat dengan meningkatnya kecepatan putar. Untuk dapat beroperasi sebagai generator, kecepatan putar rotor motor induksi 3phase harus diatas kecepatan sinkronnya.
SIMULASI SISTEM DS-CDMA DENGAN BERBAGAI KODE PENEBAR Basuki Rachmat; Ali Muayadi; Arfianto Fahmi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In DS-CDMA, a number of users are able to use the same frequency bandwidth in the same time. Each user’s canal is differentiated by a unique code (spread code) used to spread the power of information signal into bandwidth wider the information signal bandwidth. But, the thing commonly happen is that there is correlation between spreader codes used, so users will interference each other. This is very much obtained by the orthogonal levels of spreader code used.In this final paper, a study on comparison of the system performance will be done by using different spreader code. Codes that are used in this study are PN-sequence, Walsh code, Zadoff-Chu code and Golay code. And then, the system performance will also compared when some variables are changed, e.g. on how the system performance correction (BER) when variety and length of code are changed.From the simulation of system performance in the canal condition of AWGN and Rayleigh, the target of BER in voice service of 10-3 is reached in the SNR range of 5-10 dB for Walsh and Golay; PN and Zadoff can not reach BER target. In the worst condition when the canal is in selective condition, Golay code still better than the other codes. System capacity is so much determined by length of spreader code. When the amount of active user approaches length of used spreader code, the system performance will be in saturation point.
EFEKTIFITAS TATA KERJA PENDATAAN KEPEGAWAIAN DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE Hidayatulah Himawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah pegawai di lingkungan departemen, khususnya pada pendataan kepegawaian yang berkaitan dengan pangkat dan jabatan, memiliki kompleksitas data yang tinggi. Pengelolaan data secara online menggunakan teknologi dan sistem informasi yang terpadu, memiliki keuntungan tersendiri dalam kecepatan dan keefektifan proses yang dijalankan. Hal ini sesungguhnya mendukung terlaksananya good governance di dalam sistem online pemerintahan yang ada. Model penelitian yang menggunakan analisa dari beberapa penelitian sejenis, dengan melihat kelebihan dan kekurangan yang ada, serta mengkombinasikan dari hasil penelitian yang dilakukan, maka dihasilkan sebuah kesimpulan dalam mendukung terlaksananya sebuah sistem pemerintahan yang baik dan benar. Sistem online yang dijalankan, diharapkan menjadi acuan dalam proses pengangkatan dan penentuan proses pangkat dan jabatan yang ada.
PENERAPAN TEKNIK OCR (OPTICAL CHARACTER RECOGNITION) PADA APLIKASI TERJEMAHAN KITAB FIQIH SAFINAH AN-NAJA MENGGUNAKAN READIRIS R. Sandhika Galih A.; Erik Erik; Muhammad Lukman Hakim
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Safinah An-Naja adalah kitab fiqih dasar yang banyak dikaji di pesantren-pesantren salafiyyah. Di pondok pesantren Hidayatul Islamiyah Karawang, kitab ini sudah mulai di-digitalisasi dengan cara menyalin kitab tersebut ke dalam word-processor dan disimpan kedalam arsip. Kesulitannya adalah proses penginputan yang lama dan penulisan terjemahannya disimpan pada arsip terpisah. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah aplikasi berbasis web yang dapat mengelola ayat-ayat beserta terjemahan kitab safinah an-naja sehingga pengguna dapat membaca dan mencari ayat dan terjemahan dengan mudah. Untuk mempermudah proses penginputan ayat ke dalam aplikasi digunakan software ReadIRIS yang mengimplementasikan metode OCR (optical character recognition) sehingga pengelola dapat dengan mudah memindai berkas agar langsung dapat dimasukkan ke dalam aplikasi. Aplikasi ReadIRIS ini nantinya juga diuji agar diketahui kondisi ideal pada saat memindai berkas kitab agar hasilnya optimal.
APLIKASI MARKET EXPERT ADVISOR PADA CURRENCY MARKET Gregorius Satia Budhi; Resmana Lim; Danan Simangunsong
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas trading membutuhkan tingkat konsistensi pengambilan keputusan yang tinggi dari seorang trader. Namun dalam hal trading, sering kali trader dipengaruhi oleh berbagai macam faktor psikologis, seperti rasa takut, rasa terlalu percaya diri, tidak sabar, emosi, dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan suatu aplikasi yang dapat membantu trader untuk mengambil keputusan secara konsiten dalam aktivitas trading tanpa dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis. Aplikasi ini akan dapat memberikan saran kapan untuk melakukan posisi membeli ataupun menjual valas. Selain itu, aplikasi dapat melakukan aktivitas trading secara otomatis sehingga dapat meringankan beban pekerjaan dari seorang trader. Aplikasi ini diuji dengan cara live testing dan back testing terhadap pasar, dan terbukti bahwa telah mampu menghasilkan keuntungan bagi trader. Metode yang digunakan adalah metode Harmonic Pattern, yang mana didalamnya dapat meng-generate beberapa macam pattern seperti Butterfly, BAMM, Gartley dan sebagainya. Dari pengujian didapat bukti bahwa semua pattern yang dihasilkan memiliki tingkat keberhasilan lebih dari 50%, dimana yang tertinggi adalah pattern Butterfly sebesar 62.33%. Sementara ini untuk pengaturan pada Market Expert Advisor, sistem Risk and Reward yang dikombinasi dengan Trailing Stop akan menghasilkan total profit paling banyak. Namun sistem Martingale akan menghasilkan bentuk grafik yang relatif stabil dan terus menerus meningkatkan modal.
SISTEM INFORMASI AKADEMIK YANG MENDUKUNG GREEN INFORMATION SYSTEM : STUDI KASUS PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA GRACIA Djoni Haryadi Setiabudi; Ronald Budijanto; Justinus Andjarwirawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah bertanggung jawab untuk memberikan informasi berkala mengenai perkembangan siswa kepada orang tua. Tetapi seringkali orang tua tidak memiliki waktu untuk hadir disekolah dan memantau perkembangan anak mereka baik dalam nilai, keuangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh anak mereka. Penyampaian informasi berkala secara tertulis memerlukan biaya kertas dan waktu. Untuk memecahkan masalah tersebut maka pada penelitian ini dibuat rancangan dan implementasi sistem informasi akademik berbasis web sehingga orang tua siswa dapat memantau informasi mengenai anak mereka secara online, mulai dari akademis, pelanggaran, keuangan, selain itu dapat mendukung penghematan biaya, sehingga pada akhirnya dapat mendukung terciptanya Green Information System. Perancangan sistem dilakukan dengan DFD dan ERD dan diimplementasikan dengan PHP dan database MySQL Server. Sistem informasi akademik yang dikembangkan telah diuji coba untuk diterapkan pada Sekolah Menengah Pertama Gracia dan dapat menampilkan informasi yang dibutuhkan orangtua seperti nilai akhir, pelanggaran, keuangan dan dapat membantu sekolah untuk pengolahan nilai dan proses kenaikan kelas.
PEMBUATAN MODEL PENGEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) GOVERNMENT BERDASARKAN BUDAYA ORGANISASI Studi Kasus : Pemerintahan Kabupaten Sleman Sri Handayaningsih
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan teknologi informasi (TI) pada sebuah pemerintahan sudah menjadi kebutuhan. Penyebab terhambatnya pengembangan TI di pemerintahan antara lain belum matangnya analisis kebutuhan secara keseluruhan seperti ; visi dan misi, kebutuhan TI, SDM, budaya organisasi yang berjalan saat ini dan perubahan budaya yang diinginkan , keuangan dan lain sebagainya. Budaya organisasi merupakan faktor utama dalam melaksanakan kegiatan dalam organisasi, sehingga dalam pengembangan TI sangat perlu melihat dari faktor budaya organisasi yang sedang berjalan, yang berguna untuk menentukan TI yang akan dibangun dan digunakan sudah sejalan atau belum. Sedangkan budaya organisasi yang diinginkan pada  saat mendatang akan berguna untuk melakukan kelanjutan pengembangan TI yang disesuaikan dengan pengembangan e-government. Model Pengembangan TI dibuat dalam rangka untuk memudahkan pemerintah dalam menentukan dan mengembangan TI sesuai dengan tahapan e-government. Model pengembangan TI berdasarkan budaya yang berjalan saat ini dan bentuk rekomendasi berupa model pengembangan TI berdasarkan perubahan budaya organisasi yang diinginkan.
CYBER CAMPAIGN : IKLAN POLITIK MEDIA ON LINE VS MEDIA KONVENSIONAL ( refleksi pemilu legislatif 2009 ) Sosiawan, Edwi Arief
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemilu tahun 2009 berbeda sistem pemilihannya dibandingkan dengan pemilu sebelumnya khususnya dalam memilih calon wakil rakyat, sehingga mau tidak mau para calon legistatif (caleg) dan calon presiden (capres) harus mempromosikan dirinya agar mampu meraup suara terbanyak untuk bisa terpilih jadi angota dewan atau menduduki jabatan presiden. Oleh karenanya maka partai politik dan elit partai serta para kandidat calon legistatif harus melakukan promosi untuk mendongkrak popularitasnya untuk menjaring pemilih dan dukungan. Fenomena yang terjadi kemudian maka euforia iklan politik dan kampanye besar-besaran terjadi baik melalui media massa maupun pengumpulan massa dalam bentuk rapat besar dan sosialisasi program. Namun pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah penggunaan media kampanye tersebut cukup handal dan ampuh untuk menarik kognitif, afektif dan konasi masyarakat agar memilih mereka (partai dan calegnya) ? Adalah benar bahwa masing-masing media iklan memiliki kekuatan dan kelemahan baik media lini atas maupun media lini bawah. Jika ditinjau dari media lini atas yaitu televisi maka media televisi mampu menyampaikan pesan yang bisa sampai hampir ke seluruh lapisan masyarakat . Media kampanye lain yaitu media cetak adalah mampu menawarkan pilihan detail visi, misi dan program partai plus caleg untuk bisa diperhatikan dengan seksama oleh masyarakat. Media yang memiliki kemampuan dalam repitisi dan promosi perkenalan diri serta menimbulkan brand awarness masyarakat adalah media outdoor baik itu dalam bentuk spanduk, poster, banner maupun billbboard. Bila di analisis secara menyeluruh semua media iklan kampanye di atas tidak bisa digunakan untuk mengukur dan mengetahui berapa dukungan dari orang atau masyarakat sekitar yang akan mendukung mereka baik partai ataupun para caleg. Alternatif yang bisa dipilih untuk keperluan tersebut adalah media internet. Para elit politik dan kandidat caleg dapat memanfaatkan fasilitas web dan membangunnya atau memanfaatkan situs jejaring sosial yang tengah populer seperti blog ataupun facebook. Menggunakan media online maka selain mampu untuk memperkenalkan diri, menyampaikan visi misi dan program serta menciptakan brand image yang modern dan global maka para caleg atau partai tadi akan mengetahui jumlah eksposure di web atau blog masing-masing. Selain itu, penggunaan web, blog dan situs jejaring sosial dapat digunakan untuk menampilkan dan menampung dukungan dari para simpatisan dan konstituen atau masyarakat umum yang tertuang dalam testimonial, wall, comment ataupun email. Dukungan personal yang diperoleh tentunya tidak sebatas mesyarakat lokal atau disekitar tempat para caleg tersebut tetapi juga menjangkau global, mereka yang di luar negeripun akan tahu dan bisa memberikan dukungan personal. Menggunakan media online sebagai media kampanye juga bisa digunakan untuk membuat polling tentang kredibilitas dan menguji fit and propher para caleg dimata masyarakat.
JARINGAN SENSOR NIRKABEL ARSITEKTUR TITIK TUNGGAL SEBAGAI WAHANA PENERAPAN SISTEM KENDALI TERSEBAR Abdul Haris Junus Ontowirjo; Wirawan Wirawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2009): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam makalah ini dijabarkan model sistem kendali tersebar dengan melibatkan tundaan waktu pada titik sensor, titik aktuator, dan titik kontroler. Sumber-sumber tundaan waktu potensial dalam jaringan sensor nirkabel juga dibahas dan dijabarkan. Sebagai sistem terselip, titik sensor pada jaringan sensor nirkabel memiliki sistem operasi dan sistem komunikasi. Sistem operasi tentunya memiliki strategi penjadwalan dan paradigma pemrograman tertentu dan sistem komunikasi tentunya menerapkan protokol tertentu. Sistem operasi dan sistem komunikasi dalam jaringan sensor nirkabel dalam makalah ini ditinjau dalam kerangka sumbangannya terhadap tundaan waktu. Implementasi dirancang dalam bentuk perangkat keras dengan mempertimbangkan model dan karakteristik tundaan waktu. Arsitektur yang dipilih adalah arsitektur titik tunggal sebagi bentuk paling sederhana suatu jaringan sensor nirkabel. Arsitektur titik tunggal ini diharapkan dapat menjadi wahana bagi pengembangan strategi-strategi kendali tersebar yang menggunakan jaringan sensor nirkabel dan dapat dijadikan pijakan bagi pengembangan strategi kendali berbagai bentuk arsitektur lain.

Filter by Year

2008 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2021): Inovasi Teknologi dan Pengolahan Informasi untuk Mendukung Transformasi Digital Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue