cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 767 Documents
OPTIMASI PORTOFOLIO DENGAN MODIFIED RISK MEASURE MEMPERTIMBANGKAN BATASAN KARDINALITAS DAN BOBOT SAHAM Nirmala, Andita; Darmawan, Agus; Herliansyah, M. K.
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractModified risk measure model is a portfolio optimization model using return scenario based on the forecasting error. This model is a basic model that has not taken the real investment conditions made by investors, such as cardinality and threshold constraints. Therefore, it is necessary to develop a modified risk measure model to be more representative to investment situation and compare the performance between the basic model and the proposed model in optimization. Portfolio optimization will be applied to LQ45 stock list from April-November 2019. Optimization begins by forming 100 scenarios based on error prediction results for each stock with Moving Average methods. Portfolios will be formed at several levels of risk (15%, 20%, 25%, and 30%) to see the impact of limitations on risk and model performance based on the expected return. Optimization using new model tends to reduce the model's performance, but this model reflects the real situation faced by investors.Keywords : modified risk measure model, cardinality, threshold constraintModel modified risk measure merupakan salah satu model optimasi portofolio menggunakan skenario return berdasarkan error hasil prediksi. Sayangnya, model ini merupakan model yang belum mempertimbangkan keadaan investasi nyata yang dilakukan oleh investor, seperti batasan kardinalitas, dan batasan bobot saham. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan model modified risk measure agar lebih representatif terhadap keadaan investasi dan membandingkan performa antara model dasar dengan model usulan. Optimasi portofolio diterapkan pada saham yang termasuk dalam daftar LQ45 Bursa Efek Indonesia Februari 2019 untuk periode bulan April-November 2019. Optimasi diawali dengan membentuk 100 skenario berdasarkan error hasil prediksi return untuk masing-masing saham. Optimasi dilakukan menggunakan CPLEX Optimizer untuk penyelesaian model linear. Portofolio akan dibentuk pada beberapa tingkatan risiko, yaitu 15%, 20%, 25% dan 30% untuk melihat dampak adanya batasan tambahan terhadap risiko optimasi menggunakan model modified risk measure. Hasilnya adalah optimasi model dengan batasan tambahan cenderung menurunkan performa model, tetapi di sisi lain, portofolio menjadi lebih efisien dan representatif terhadap keadaan investasi.Kata Kunci : model modified risk measure, kardinalitas, batas bobot saham 
MEASURING BUSINESS PROCESS SIMILARITY USING PROBABILISTIC LATENT SEMANTIC ANALYSIS (PLSA) AND GREEDY GRAPH MATCHING Fildzah Shabrina; Riyanarto Sarno
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe business process is a set of activities and tasks performed to achieve the goals of an organization. The business process model can be reused as a business process management effort into a repository. To solve the problem, it is necessary to measure the business process model that has similarity or similarity in terms of activity or process. From several business process models that have similarity can be identified as the main business process model, which has the primary function of the same activity. Business process model matching is the one of technique that can be used to identify, to measure the similarity of a set of business process models. The graph matching approach fit to identify the similarity of processes or activities in the business process model. The technique of matching the graph with Greedy graph matching shows similar results with an 89% precision value based on measuring the similarity of the graph building structure. Another approach in graph matching is a semantically or a text-based. Probabilistic Latent Semantic Analysis (PLSA) is one of the semantic approaches to measure the similarity of text in documents. PLSA measures the linkage of words in the document to identify any similarity of topics in the document. Measuring PLSA in business process matching analysis is by comparing text labels on each node in the business process. This research measures the similarity of business process models by combining two similarity analysis techniques based on semantics using PLSA and structural with Greedy. A graph matching technique by computing the semantics of each label on activities that are related to other activity labels. Structurally, connected activities are related to the same process or the same function. The result of this research is to know the effectiveness of business process which has activity relation.Keywords : Business Process, BPMN, Graph Similarity, Probabilistic Latent Semantic Analysis (PLSA), Greedy Graph MatchingProses bisnis adalah serangkaian aktivitas dan tugas yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi. Model proses bisnis dapat digunakan kembali sebagai upaya manajemen proses bisnis tersebut ke dalam sebuah repositori. Dalam repositori berisi ratusan hingga ribuan model proses bisnis dengan model yang sama maupun berbeda. Hingga dapat terjadinya duplikasi dan penumpukkan data. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlunya dilakukan pengukuran terhadap model proses bisnis yang memiliki kesamaan atau kemiripan dalam hal aktivitas ataupun proses. Beberapa model proses bisnis yang memiliki kemiripan (similarity) dapat diidentifikasi sebagai model proses bisnis utama, yaitu memiliki fungsi dan aktivitas yang sama. Mencocokkan model proses bisnis merupakan salah satu teknik untuk mengidentifikasi, mengukur kemiripan dari kumpulan model proses bisnis. Pendekatan pencocokkan graf (graph matching) cocok untuk mengidentifikasi kemiripan proses atau aktivitas dalam model proses bisnis. Teknik mencocokkan graf dengan Greedy graph matching menghasilkan nilai presisi sebesar 89% berdasarkan pengukuran kemiripan struktur graf. Pendekatan lain dalam pencocokkan graf ialah secara semantik atau teks. Probabilistic Latent Semantic Analysis (PLSA) merupakan salah satu pendekatan semantik untuk menghitung kemiripan teks dalam dokumen. Perhitungan PLSA dalam analisis pencocokkan proses bisnis adalah dengan membandingkan label teks pada tiap node (label) proses bisnis. Penelitian ini mengukur kemiripan model proses bisnis dengan menggabungkan dua teknik analisis kemiripan berdasarkan semantik menggunakan PLSA dan struktural dengan Greedy. Teknik pencocokkan graf dengan menghitung semantik dari setiap label aktivitas yang saling memiliki keterkaitan atau hubungan. Secara struktural, beberapa aktivitas saling terhubung memiliki keterkaitan proses atau fungsi yang sama. Hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas dari proses bisnis yang memiliki keterkaitan aktivitas.Kata Kunci : Proses Bisnis, BPMN, Kemiripan Graf, Probabilistic Latent Semantic Analysis (PLSA), Greedy Graph Matching.
PENERAPAN K-MEANS CLUSTERING PADA PEMILIHAN PROGRAM PRIORITAS DANA DESA Juhdi Rosadi; Falentino Sembiring; Ati Sulastri; Astrina Natalia Sihite
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractProviding large funds to villages certainly demands a great deal of responsibility for the village government. In managing public funds, a public sector organization is required to be able to provide accountable financial reports. The village head is responsible for the management of village finances and assets. To achieve the effectiveness of village financial management, a decision support system is needed to assist village officials in determining which village programs will be prioritized. This study focuses on village programs that use village fund allocations in Cibatu village, Cisaat District, Sukabumi Regency, West Java. The purpose of this research is to develop a decision support system to determine priority village fund programs using a web-based k-means clustering algorithm. The k-means clustering algorithm can perform the modeling process without supervision (unsupervised) and is one of the methods for grouping data using a partition system. This is in accordance with the desired final result in the form of grouping village work programs into 3 priority levels, namely high priority level in cluster 1, medium priority level in cluster 2 and low priority level in cluster 3. This research was conducted by considering the aspects of urgency and benefits developed. using the PHP version 5 programming language and MySQL version 3.2.1 database. The results of this study are that the village road repair program is included in the high-level priority program in cluster 1, the BUMDES program is included in the medium level priority in cluster 2 and the rainwater storage basin construction program is included in low priority in cluster 3.Keywords : Decision Support System, K-Means Clustering, Village Programs, Village Funds.Pemberian dana desa yang besar tentunya menuntut tanggung jawab yang besar pula bagi pemerintah desa. Suatu organisasi sektor publik dalam mengelola dana masyarakat dituntut harus mampu memberikan laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan. Kepala Desa menjadi penanggungjawab pengelolaan keuangan dan aset desa. Untuk mencapai efektifitas pengelolaan keuangan desa maka diperlukan sebuah sistem penunjang keputusan untuk membantu perangkat desa dalam menentukan program desa yang akan di prioritaskan. Penelitian ini berfokus pada program desa yang menggunakan alokasi dana desa di desa Cibatu, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sistem penunjang keputusan untuk menentukan program prioritas dana desa yang menggunakan algoritma k-means clustering berbasis web. Algoritma k-means clustering dapat melakukan proses pemodelan tanpa supervisi (unsupervised) dan merupakan salah satu metode yang melakukan pengelompokan data dengan sistem partisi. Ini sesuai dengan hasil akhir yang diinginkan berupa pengelompokan program kerja desa menjadi 3 tingkat proritas, yaitu tingkat prioritas tinggi pada cluster 1, tingkat prioritas sedang pada cluster 2 dan tingkat prioritas rendah pada cluster 3. Penelitian ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek urgensi dan kemanfaatan yang dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP versi 5 dan basis data MySQL versi 3.2.1. Hasil dari penelitian ini adalah program perbaikan jalan desa termasuk dalam program prioritas tingkat tinggi pada cluster 1, program BUMDES masuk dalam prioritas tingkat sedang pada cluster 2 dan program pembangunan bak penampung air hujan masuk dalam prioritas rendah pada cluster 3.Kata Kunci : Sistem Penunjang Keputusan, K-Means Clustering, Program Desa, Dana Desa. 
PENGEMBANGAN TELEGRAM BOT ENGINE MENGGUNAKAN METODE WEBHOOK DALAM PENINGKATAN WAKTU LAYANAN E-GOVERNMENT Moh. Anshori Aris Widya; Primaadi Airlangga
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractE-Government services nowadays must make it easier for the public. Request for E-Government services that can be done anywhere at any time is an innovation that can shorten service time and can reduce queues at government offices. This service model uses ICT (Information Communication Technology) media which has high flexibility. An example is Mobile platforms. A type of mobile application that popular and widely used by the public is Chat Apps or Instant Messaging. This type of mobile application has an easy way to use and a user friendly for everyone. Almost all smartphone users also use Instant Messaging. Telegram Instant Messaging as a mobile application of this type was chosen because it has a Bot API or Bot Engine feature that is open license and can be easily integrated with other system. Based on these advantages, the concept of the ease of people sending messages (chatting) with this type of application is integrated with the concept of E-Government services to improve the quality of E-Government services. The method used in developing this system is Research & Development with adjustments to location conditions. This research produces a Telegram BOT-based service feature that can simplify and shorten the people when using E-Government services so it can be improve government performance in the context of services to the peopleKeywords : E-Government, Bot Engine, Telegram, WebhookLayanan E-Government saat ini harus semakin memudahkan masyarakat. Request layanan E-Government yang dapat dilakukan dimana saja kapan saja merupakan sebuah inovasi yang dapat mempersingkat waktu layanan serta dapat mengurangi antrian pada kantor pemerintahan. Model layanan tersebut menggunakan media ICT (Information Communication Technology) yang memiliki flexibilitas yang tinggi. Salah satu contohnya adalah platform Mobile. Salah satu aplikasi pada platform mobile yang cukup populer serta banyak digunakan masyarakat adalah Chat Apps atau Instant Messaging. Aplikasi mobile jenis ini memiliki cara penggunaan yang mudah serta tampilan yang user friendly bagi semua orang. Hampir seluruh pengguna smartphone juga menggunakan Instant Messaging. Instant Messaging Telegram sebagai aplikasi mobile jenis ini dipilih dikarenakan memiliki fitur Bot API atau Bot Engine yang bersifat open licence serta dapat dengan mudah diintegrasikan dengan sistem lainnya. Berdasarkan keunggulan inilah maka konsep kemudahan orang dalam melakukan pengiriman pesan (chatting) dengan aplikasi jenis ini diintegrasikan dengan konsep layanan E-Government untuk meningkatkan kualitas layanan E-Government. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini adalah Research & Development dengan penyesuaian kondisi dilapangan. Penelitian ini menghasilkan sebuah fitur layanan berbasis BOT Telegram yang dapat mempermudah dan mempersingkat masyarakat dalam pemanfaatan layanan E-Government sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemerintahan dalam rangka layanan kepada masyarakat.Kata Kunci : E-Government, Bot Engine, Telegram, Webhook
Pengembangan Sistem Penelusuran Alumni berbasis cross-platform dengan Framework Ionic Sylvert Prian Tahalea; Bambang Yuwono; Wilis Kaswidjanti
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractTracer study is important in improving the quality of education in higher education. Feedback from alumni regarding college experience and ability gained during college becomes a parameter to measure how successful a curriculum is run. In addition, the workplace is also a reference to success. The higher the level of the company where the work can show the capacity of alumni in competing in the world of work by capitalizing on the knowledge gained from the college coupled with the ability to adapt and develop themselves. This research aims to make it easier for alumni to assist universities in the alumni search process which will then be the basis for improving and developing the educational curriculum of the study program.Tracer study systems developed using the Ionic, Angular JS, and NodeJS frameworks. System development uses rapid application development (RAD) method to enable faster system development and prioritize alumni comfort as users. The use of the Ionic framework allows applications to be accessed from various platforms such as the web, android, and iOS.The development of a tracer study system using the Ionic framework allows users to use applications based on a platform that is convenient to use. This tracer study system is able to present alumni information as well as facilitate the management of majors in the management of alumni data.Keywords : ionic, cross-platform, tracer studyTracer study penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Umpan balik dari alumni mengenai pengalaman dan kemampuan perguruan tinggi yang diperoleh selama kuliah menjadi parameter untuk mengukur seberapa sukses kurikulum dijalankan. Selain itu, tempat kerja juga menjadi acuan keberhasilan. Semakin tinggi tingkat perusahaan dapat menunjukkan kapasitas alumni dalam bersaing di dunia kerja dengan memanfaatkan ilmu yang diperoleh dari perguruan tinggi ditambah dengan kemampuan beradaptasi dan pengembangan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mempermudah para alumni membantu perguruan tinggi dalam proses pencarian alumni yang kemudian akan menjadi dasar untuk meningkatkan dan mengembangkan kurikulum pendidikan program studi.Sistem tracer study dikembangkan menggunakan kerangka kerja Ionic, Angular JS, dan NodeJS. Pengembangan sistem menggunakan metode rapid application development (RAD) untuk memungkinkan pengembangan sistem yang lebih cepat dan mengutamakan kenyamanan alumni sebagai pengguna. Penggunaan kerangka kerja Ionic memungkinkan aplikasi diakses dari berbagai platform seperti web, android, dan iOS. Pengembangan sistem tracer study menggunakan kerangka kerja Ionic memungkinkan pengguna untuk menggunakan aplikasi berdasarkan platform yang nyaman digunakan. Sistem pencarian alumni mampu menyajikan informasi alumni sekaligus mempermudah pengelolaan jurusan dalam pengelolaan data alumni.Kata Kunci : ionic, cross-platform, tracer study
Ecoprint dan Pengelolaan Media Sosial Pemasaran pada Kelompok Ibu-ibu PKK RW 03/RT 01, Demangan Yogyakarta Frans Richard Kodong; Juwairiah Juwairiah; Vynska Amalia Permadi; Riza Prapascatama Agusdin
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe PKK Driving Team (Empowerment of Family Welfare) runs from the central level to the village / kelurahan level, the PKK is managed and driven by the PKK Driving Team chaired by the wife of the Regional Leadership. At the smallest level, the PKK program can be developed by groups of PKK RW and RT mothers. One of the steps to increase the empowerment of village communities is the PKK RT 01 RW 03 Demangan Yogyakarta Women's Group since 2017 has formed an environmentally friendly fabric making business, where in its implementation the business involves community members so they can carry out a productive business that utilizes or processes materials -Natural / organic ingredients to produce environmentally friendly fabric products. In accordance with the development of information and communication technology, social media can become a reliable marketing medium. This paper will discuss about community economic empowerment and also how to use social media for online marketing. The approach is carried out by stages; the process of finding solutions to existing problems, discussion of the needs of social media to PKK group managers, is carried out by providing assistance in order to increase the capacity of administrators (in particular) and members (in general) to empower the community's economy, increase quantity and quality production tools, as well as product promotion and marketing.Keywords : PKK, Bussines, Fabric, MarketingTim Penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) berada di tingkat pusat sampai dengan desa/kelurahan, PKK dikelola dan digerakkan oleh Tim Penggerak PKK yang diketuai oleh isteri Pimpinan Daerah. Pada tingkat yang terkecil pun program PKK dapat di kembangkan oleh kelompok ibu-ibu PKK RW maupun RT. Salah satu langkah peningkatan pemberdayaan masyarakat desa maka Kelompok Ibu-Ibu PKK RT 01 RW 03 Demangan Yogyakarta sejak tahun 2017 telah membentuk suatu usaha pembuatan kain ramah lingkungan, dimana dalam pelaksanaannya usaha tersebut melibatkan warga masyarakat agar dapat melakukan suatu usaha produktif yang memanfaatkan atau mengolah bahan-bahan alami/organik untuk menghasilkan produk kain ramah lingkungan. Sesuai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, media sosial mampu menjadi media pemasaran yang handal. Paper ini akan membahas tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat dan juga bagaimana memanfaatkan media sosial untuk pemasaran daring (online marketing). Pendekatan diakukan dengan tahap ; proses pencarian solusi terhadap permasalahan yang ada, diskusi terhadap kebutuhan media sosial kepada pengurus Kelompok ibu-ibu PKK, dilakukan dengan memberikan pendampingan dalam rangka peningkatan kemampuan kepada pengurus (pada khususnya) dan anggota (pada umumnya) untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, meningkatkan kuantitas dan kualitas alat produksi, serta promosi dan pemasaran produkKata Kunci : PKK, Usaha, Kain, Pemasaran
METODE TRIPLE EXPONENTIAL SMOOTHING (TES) DALAM MEMPREDIKSI JUMLAH KASUS PENYAKIT DI RSUD MAJENE Nurul Islamiati; Irfan AP; Farid Wajidi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractForecasting technology is used to determine patterns / predictions of something that will happen in the future by utilizing data from the past. This study uses one of the forecasting methods, namely the Triple Exponential Smoothing (TES) method, with the aim of finding the results / prediction patterns in future disease cases. The TES method using an alpha value of 0.097 produces an accuracy of less than 10%, which can be categorized as very good.Keywords : Forecasting, Disease, Triple Exponential Smoothing.Teknologi forecasting digunakan untuk mengetahui pola/prediksi sesuatu yang terjadi dimasa datang dengan memanfaatkan data-data pada masa lampau. Penelitian ini menggunakan salah satu dari metode forecasting, yakni metode Triple Exponential Smoothing (TES), dengan tujuan untuk menemukan hasil/pola prediksi pada kasus-kasus penyakit yang akan datang. Metode TES menggunakan nilai alpha 0.097 menghasilkan akurasi kurang dari 10%, yang dapat dikategorikan sangat baik.Kata Kunci : Forecasting, Penyakit, Triple Exponential Smoothing.
PENGARUH GADGET TERHADAP MINAT BELAJAR PADA ANAK-ANAK Rispa Nurhalipah; Marisca Yustiana; Saeni Saeni; Muhammad Muslih
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe effect of gadgets has a positive or negative impact depending on the ability of the wearer, without exception, children. The use of gadgets has even begun to affect children. The impact of using this gadget turns out to have a direct effect on the mental and development of children, not only affects the growth and development of children, gadgets also have a major effect on interest in learning in children. Therefore, the role of parents is very important to monitor children using gadgets. This study will show how much influence the use of gadgets has on learning interest in children which consists of two areas, namely cognitive and affective, whether the influence given has a positive or negative impact. This research uses descriptive quantitative method with data collection using questionnaires, data processing, data analysis and data interpretation. The results of the study show that the effect of gadgets has a negative impact on cognitive and affective aspects on learning interest in children.Keywords: Effect of gadgets, descriptive quantitative method, cognitive aspects, afektif aspects.Pengaruh gadget memiliki dampak yang positif atau pun negative tergantung kemampuan pemakainya, tanpa terkecuali anak-anak. Penggunaan gadget bahkan sudah mulai mempengaruhi anak-anak. Dampak dalam penggunaan gadget ini ternyata berpengaruh langsung pada mental dan perkembangan anak, tidak hanya berpengaruh pada tumbuh kembang anak, gadget juga berpengaruh besar terhadap minat belajar pada anak-anak. Oleh karena itu peran orang tua sangatlah penting untuk memantau anak-anak dalam menggunakan gadget. Penelitian ini akan menunjukan seberapa besar pengaruh penggunaan gadget terhadap minat belajar pada anak yang terdiri dari dua bidang yaitu bidang kognitif dan afektif, apakah pengaruh yang diberikan memiliki dampak yang positif atau negative. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pengambilan data menggunakan kuesioner, pengolahan data, analisis data dan interpretasi data. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pengaruh gadget memiliki dampak yang tidak baik untuk aspek kognitif dan afektif terhadap minat belajar pada anak-anak.Kata kunci : Pengaruh gadget, metode kuantitatif deskriptif, aspek kognitif, aspek afektif
ROCK MASS RATING AND GEOLOGICAL STRENGTH INDEX OF ROCK MASSES OF INDONESIA COAL MINING AREAS Singgih Saptono; M. Rahman Yulianto; Vega Vergiagara; Herry Sofyan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractRock slope stability is important for the safety of personnel and equipment in open pit mines. Slope instability and failure occurs due to many factors such as adverse slope geometries, geological discontinuities, weak or weathered slope materials. External loads such as high rainfall and seismicity can play an important role in slope failure. For this reason, it is necessary to classify the rock mass accurately against a rock mass as the basis for determining the technical policy of the rock mass. Rock slopes in open-pit coal mining areas, especially in Indonesia, are characterized by applying various rock mass classification systems, such as the Rock Mass Rating (RMR) and Geological Strength Index (GSI), because the study area consists of well exposed rock formations. In the RMR system, there are five main parameters namely. Uniaxial Compressive Strength (UCS) of rocks, Rock Quality Designation (RQD), discontinuity distances, discontinuity conditions, and groundwater conditions are considered. In this paper, several rock mass classification systems developed for the assessment of rock slope stability are evaluated against rock slope conditions in the tropics, namely the Indonesian region, especially in sedimentary rocks in coal-open mining areas. So that the corrected GSI equation is obtained which is used to characterize rock slopes based on the quantitative analysis of the rock mass structure and the surface conditions of the discontinuity.Keywords : RMR, GSI, UCS, Rock, Quality, DesignationStabilitas lereng batuan penting untuk diperhatikan bagi keselamatan personel dan peralatan di tambang terbuka. Ketidakstabilan dan kegagalan lereng terjadi karena banyak faktor seperti geometri lereng yang merugikan, diskontinuitas geologis, material lereng yang lemah atau lapuk akibat pengaruh cuaca. Beban eksternal seperti curah hujan yang tinggi dan kegempaan dapat memainkan peran penting dalam kegagalan lereng. Untuk itu diperlukan klasifikasi massa batuan secara tepat terhadap suatu massa batuan sebagai dasar penentuan kebijakan teknis terhadap massa batuan tersebut. Lereng batuan di daerah tambang terbuka batubara khususnya di Indonesia, dikarakterisasi dengan menerapkan berbagai sistem klasifikasi massa batuan, seperti Rock Mass Rating (RMR) dan Geological Strength Index (GSI), karena daerah penelitian terdiri dari formasi batuan yang terekspos dengan baik. Dalam sistem RMR, terdapat lima parameter utama yaitu. Uniaxial Compressive Strength (UCS) dari batuan, Rock Quality Designation (RQD), jarak diskontinuitas, kondisi diskontinuitas, dan kondisi air tanah dipertimbangkan. Dalam makalah ini, beberapa sistem klasifikasi massa batuan yang dikembangkan untuk penilaian stabilitas lereng batuan dievaluasi terhadap kondisi lereng batuan pada daerah tropis yaitu wilayah Indonesia, khususnya pada batuan sedimen di wilayah tambang terbuka batubara. Sehingga didapatkan persamaan GSI terkoreksi yang digunakan untuk mengkarakterisasi lereng batuan berdasarkan analisis kuantitatif struktur massa batuan dan kondisi permukaan dari diskontinuitas.Kata Kunci : RMR, GSI, UCS, Rock, Quality, Designation 
ALGORITMA K-MEANS DALAM PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN ONLINE DI MASA PANDEMI COVID 19 M. Syukron Nawawi; Dudih Gustian
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractWith the covid-19 pandemic, it requires learning to be done online. For several schools, especially those in the village, online learning has several factors that hinder the learning process. The difficulty of the internet network, the limited quota, until the use of learning media is not common. So that there is dissatisfaction and different responses from students. This study uses the k-means method for the clustering process in order to obtain the results of classifying the level of student satisfaction according to data processing from the results of the questionnaire given to students. This research provides a solution for schools as an evaluation material for the effectiveness of online learning during the Covid-19 pandemic. And also for related parties as a reference for an evaluation or development of further research with the same research object. The results obtained from research conducted on 60 students at SMK Islam Nurul Huda using a questionnaire by submitting a statement of agree and disagree and using 3 clusters. Namely high, medium and low. So that it produces the value of the final iteration, namely the level of the statement that does not agree, which is categorized as high with a value of 7.69 compared to the agreement which is categorized as low with a value of 4.09, while for the level of the medium category there is no value with a value of 0.00. It can be said that results like this can be a consideration and improvement for online learning during the Covid-19 pandemic.Keywords : K-Means Algorithm, Online Learning Satisfaction, Covid-19 Pandemic.Dengan adanya pandemi covid-19, sehingga mengharuskan pembelajaran dilakukan secara online. Untuk beberapa sekolah terutama yang berada di perkampungan, pembelajaran secara online ini terdapat beberapa faktor yang menghambat proses pembelajaran. Susahnya jaringan internet, terbatasnya kuota, sampai belum terbiasanya penggunaan media pembelajaran. Sehingga terdapat ketidakpuasan serta tanggapan yang berbeda dari kalangan siswa. Penelitian ini menggunakan metode k-means untuk proses clustering agar mendapatkan hasil pengklasifikasian tingkat kepuasan siswa sesuai dengan pengolahan data dari hasil kuesioner yang diberikan kepada siswa. Penelitian ini memberikan solusi untuk sekolah sebagai bahan evaluasi terhadap keefektifitasan pembelajaran online di masa pandemi covid-19. Dan juga untuk pihak terkait sebagai salah satu referensi untuk sebuah evaluasi atau pengembangan penelitian selanjutnya dengan objek penelitian yang sama. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan kepada 60 siswa di SMK Islam Nurul Huda menggunakan kuesioner dengan mengajukan pernyataan setuju dan tidak setuju dan menggunakan 3 cluster. Yaitu tinggi,sedang dan rendah. Sehingga menghasilkan nilai dari iterasi akhir, yaitu tingkat pernyataan yang tidak setuju yaitu dikategorikan tinggi dengan nilai 7.69 dibandingkan dengan dengan pernyataan setuju yang dikategorikan rendah dengan nilai 4.09, sedangkan untuk tingkat kategori sedang tidak ada dengan nilai 0.00. Bisa dikatakan bahwa dengan hasil seperti ini bisa menjadi pertimbangan dan perbaikan untuk pembelajaran online di masa pandemi covid-19.Kata Kunci: Algoritma K-Means, Kepuasan Pembelajaran Online, Pandemi Covid-19

Filter by Year

2008 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2021): Inovasi Teknologi dan Pengolahan Informasi untuk Mendukung Transformasi Digital Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue