cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2019)" : 15 Documents clear
PENGARUH VARIASI JUMLAH LAPISAN FIBERGLASS DAN ANYAMAN BAMBU TERHADAP KEKUATAN BENDING KOMPOSIT DENGAN METODE VACUUM ASSISTED RESIN INFUSSION (VARI) Achmad Zainuri; Agus Dwi Catur; M. Zazali M. Zazali
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2656

Abstract

The objective of this research is to obtain the bending  properties  of  composite  material  produced  by VARI method, and to get analysis of polyester resin distribution time on the layer of fiberglass  composite and bamboo woven strip.The process of making composites varies, but the process of making this research is the process of Vacuum Assisted Resin Infusion (VARI). In the VARI process, dry fiber is placed between the fixmold and plactic bag, then the  resin  is injected  after  the chamber  inside the  low- pressure plastic bag and the process continues until all parts of the fiber are wetted by the resin.From the results of research, testing and discussion of bending test results that have been done then can be drawn conclusions include: Variation of the number of reinforcement layer on VARI method will affect the value of bending strength of composite. By using the VARI  method  The  highest  average  value  of  bending stress  occurs  in  variation  4  (206,69  MPa),  while  the lowest occurs in variation 1 (42,83 MPa), and the time required for the distribution of resin varies in time variation 1 which takes 5 minutes 02 seconds, while for variation 4 takes 8 minutes 3 seconds.Keywords: composites, VARI method, glass fiber, bending test
ANALISIS LAJU KOROSI DENGAN ALIRAN MEDIA KOROSI HCL 10% PADA MATERIAL BAJA ASTM A36 DENGAN SUDUT BENDING Wahyu Kheren Sabyantoro; Helmy Purwanto; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2661

Abstract

Kontruksi Baja yang terendam dalam keadaan air diam ataupun mengalir mudah terserang oleh korosi. Pada penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui dan menganalisa pengaruh media pengkorosi dan aliran media pengkorosi HCl10% terhadap laju korosi pada baja mild steel A36 yang diberi perlakuan bending 60o, 90o, 120o, dan 180o dengan metode celup diam dan celup putardengan waktu perendaman 30, 60, dan 90 menit. Hasil dari penelitian  dan pengamatan yang diperoleh bahwa semakin kecil sudut bending maka laju korosinya akan semakin besar dan semakin lama perendaman laju korosi pada baja pun akan semakin bertambah besar. Perhitungan laju korosi ini dihitung dengan metode pengurangan beban awal dengan beban akhir. Hasil dari percobaan laju korosi pada baja ASTM A36 percobaan menggunakan metode celup putar mendapatkan nilai laju korosi yang paling besar dengan nilai 4,2367.10-06   waktu pencelupan 90 menit dengan sudut bending 60o. dan laju korosi terkecilnya terdapat pada metode celup diam dengan sudut 90o waktu pencelupan 90 menit dengan nilai laju korosi sebesar 6,0524.10-07 mm/tahun. Jenis korosi yang terjadi pada penelitian ini adalah korosi menyeluruh (celup diam) dan korosi sumuran (celup putar).Kata kunci : korosi, bending, metode celup, celup putar, celup diam
ANALISIS KORELASI DAN SPEKTRUM DATA SUARA GENSET UNTUK PEREDAMAN BISING Sri Arttini Dwi Prasetyowati; Bustanul Arifin; Agus Adhi Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2652

Abstract

Bising merupakan permasalahan yang seringkali terjadi dan sangat mengganggu apabila tidak diatasi. Penghapusan bising harus didasarkan pada sifat khas sumber bisingnya, yang harus ditemukan sebelum diupayakan peredaman atau penghapusannya. Dalam penelitian ini suara bising dihapus adalah suara genset yang bersifat monoton di laboratorium. Untuk dapat menghapus bising genset terlebih dahulu harus diteliti karakteristik dari sinyal bising tersebut. Adapun yang diteliti adalah korelasi, kroskorelasi, spektrum bising genset yang direkam. Perekaman dilakukan dari jarak berbeda yaitu satu dari tempat sumber dan lainnya dari ruangan yang terganggu kebisingan genset, namun dalam waktu yang sama. Spektrum dicermati dengan menggunakan Fast Fourier Transform. Kata Kunci: korelasi, spektrum, bising genset, fast fourier transform
KEBUTUHAN DAYA PADA AIR CONDITIONER SAAT TERJADI PERBEDAAN SUHU DAN KELEMBABAN Sri Indarwati; Sri Mulyo Bondan Respati; Darmanto Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2666

Abstract

AC atau Air Conditioner adalah menyerap udara dari bagian luar. Dan melepaskan udara di bagian outdoor, dari ini udara indoor yang telah dihasilkan akan berangsur-angur berkonverter sehingga dapat membuat ruangan menjadi suhu yang dingin .Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas dingin suatu benda dan alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer. Kelembaban merupakan suatu tingkat keadaan lingkungan udara basah yang disebabkan oleh adanya uap air. Tingkat kejenuhan sangat dipengaruhi oleh temperatur. Jika tekanan uap parsial sama dengan tekanan uap air yang jenuh maka akan terjadi pemadatan. Secara matematis kelembaban relative (RH) didefinisikan sebagai prosentase perbandingan antara tekanan uap air parsial dengan tekanan uap air jenuh. Kelembaban dapat diartikan dalam beberapa cara. Relative Humidity secara umum mampu mewakili pengertian kelembaban. Untuk mengerti Relative Humidity pertama harus diketahui Absolut Humidity. Absolut Humidity merupakan jumlah uap air pada volume udara tertentu yang dipengaruhi oleh temperatur dan tekanan.Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif-kuantitatif atau penelitian terapan yang di dalamnya mencangkup penelitian survey. Alat penelitian menggunakan : AC, Termometer,  Hygrometer, Multimeter atau multitester , dan Clamp Meter / Tang Ampere. Sedangkan bahan penelitian menggunakan udara, udara sendiri adalah campuran gas yang terdapat pada lapisan yang mengelilingi  bumi.  Jenis data penelitian yaitu data primer. Metode pengumpulan data diambil dari studi observasi lapangan dan kepustakaan.Hasil penelitian diketahui Semakin rendah suhu yang diinginkan dalam ruangan, maka kinerja Air Conditioner akan semakin tinggi dan Semakin tinggi kelembaban dalam ruangan, maka kinerja Air Conditioner akan semakin tinggi.Kata kunci: suhu, kelembaban, kinerja, air conditioner
ANALISA PENGERASAN PERMUKAAN BUSHING S45C DENGAN METODE QUENCHING MEDIA CELUP OLI MENGUNAKAN MESIN INDUKSI DAN TEMPERING MESIN FURNACE Moh Hendri Priyono; Helmy Purwanto; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2657

Abstract

Pengerasan permukaan dapat dilakukan dengan metode quenching menggunakan mesin induksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kekerasan dan setruktur mikro baja S45C sebagai pengganti bushing bulldozer. Baja S45C dipanaskan dengan menggunakan mesin induksi pada temperatur 800, 850, 900  dengan variasi koil 2 dan 3 lilitan, serta dicelup dengan media oli dan dilakukan tempering pada suhu 300  selama 2 menit menggunakan mesin furnace. Hasil pengujian  raw material memperlihatkan nilai kekerasn rata-rata 12 HRC dengan setruktur mikro ferit dan perlit. Setalah dilakukan qunching menggunakan mesin induksi dengan koil 2 lilitan dan 3 lilitan kekerasannya naik secara signifikan menjadi 54HRC dengan fasa setruktur mikro ferit dan matrensit. Setelah dilakukan tempering menggunakan mesin furnace kekeranya menurun 4-5 HRC dengan fasa setruktur mikro ferit dan matrensi temper.Kata kunci: pengerasan permukaan, kekerasan, struktur mikro
ANALISIS PENGELASAN SMAW TEGANGAN DC TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, FOTO MAKRO DAN MIKRO PADA STAINLESS STEEL 304 Harsono Harsono; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2662

Abstract

Penggunaan kuat arus yang berbeda pada pengelasan Stainlees Stell 304 sangat berpengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik hasil lasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hasil foto makro, struktur mikro, mengujian tidak merusak, pengujian tarik dan juga distribusi kekerasan. Penelitian ini menggunakan bahan plat Stainless Steel 304 dengan ketebalan 8 mm. Selanjutnya spesimen dilakukan pengelasan dengan varisai kuat arus yang berbeda yaitu arus 80 A, 100 A, 120 A. Hasil pengelasan dilakukan pengamatan foto makro, mikro, uji tidak merusak, pengujian tarik dan distribusi kekerasan. Hasil pengujian foto makro menunjukkan pengelasan yang bagus dan halus terletak pada kuat arus 100 A, sedangkan kuat arus 80 A dan 120 A hasilnya rigi – rigi lasannya kasar, sedangkan hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan hasil struktur mikro yang bagus adalah pada arus 100 A karena struktur mikronya halus dan rapat serta di dominasi struktur karbida krom. Hasil pengujian tidak merusak menunjukkan hasil semua  lasan tidak ada cacat retak dan cacat porositas. Hasil pengujian tarik yang paling tinggi adalah 434.85 MPa terletak pada arus pengelasan 100 A, sedang distribusi kekerasan yang paling tinggi adalah 90.66 HRB terletak juga pada pengelasan arus 100 A.Kata kunci: stainlees stell, arus, struktur mikro, kekerasan, kekuatan tarik.
ANALISIS PERANCANGAN BUSUR PANAH POLYVYNIL CHLORIDE TIPE RECURVE DI ISI BAMBU DAN RESIN EPOKSI Muhammad Dzulfikar; Nahar Nahar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2653

Abstract

Dalam bidang olahraga tertentu material tradisional tetap bertahan dan hanya sedikit mengalami perubahan material. Topik-topik yang dibahas mencakup teknik percetakan-polimer yang revolusioner. Busur panah mengalami berbagai macam perkembangan. Maka perancangan yang akan diteliti sedikit berbeda dengan menggunakan PVC sebagai bahan material utamanya sedangkan resin dan bambu sebagai pelengkap. Adapun perancangan tersebut, dengan memipihkan PVC. Kemudian dilakukan tiller atau bending dan menimbang busur panah untuk mengetahui bow weight, draw weight dan draw length pada busur panah pada yang memenuhi standard panahan. Nilainya bow weightnya 24,44 lbs, 34,16 lbs, 29,11 lbs, 19,59 lbs . Sementara nilai draw length sepanjang 25,6 inchi, 26,2 inchi , 26,8 inchi, 26,6 inchi. Nilai draw weightnya 26,89 lbs, 32,02 lbs, 37,57 lbs, 21,54 lbs.  Kata kunci: bow, busur panah, pvc, resin, bambu.
ANALISIS KEAUSAN KAMPAS REM PADA DISC BRAKE DENGAN VARIASI LUBANG DISC BRAKE Dody Samwijaya; Darmanto Darmanto; Imam Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2658

Abstract

Disc brake merupakan salah satu komponen kendaraan bermotor yang berfungsi untuk memperlambat atau menghentikan laju kendaraan khususnya kendaraan darat yaitu sebuah besi yang berbentuk piringan yang dijepit oleh kampas rem menggunakan caliper yang digerakkan oleh piston. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keauasan kampas rem dengan variasi model lubang pada disc brake. Pengujian yang dilakukan antaralain pengujian kekasaran, kekerasan dan uji keausan. Sebelum proses uji keausan dilakukan perhitungan lubang disc untuk mendapatkan luas lubang disc yang terkena kampas. Uji keausan menunjukan bahwa disc 1,disc 2, disc 3 memiliki luas lubang disc berturut-turut 949,72 mm², 1854,14mm², 696,49 mm² dan laju keausan pada masing-masing sisi kampas sebesar 4.14431E-08 (disc 1 A), 4.76515E-08 (disc 1 B), 4.14431E-08 (disc 2 A), 3.66054E-08 disc 2 B), 5.62788E-08 (disc 3 A), 3.74117E-08 (disc 3 B). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa disc 3 A memiliki laju keausan terbesar dibanding disc yang lainnya.Kata kunci: disc brake, kampas rem, laju keausan, luas lubang disc
ANALISIS MOMEN POROS DAN GAYA SAMPING HORN RUDDER BIDANG KENDALI PESAWAT N-XXX MENGGUNAKAN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC Muchammad Muchammad
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2663

Abstract

Pesawat merupakan sarana transportasi yang memiliki arti penting bagi pembangunan ekonomi dan pertahanan, mengingat bahwa Indonesia adalah sebuah Negara kepulauan dengan kondisi geografis yang sulit untuk diakses tanpa sarana transportasi yang memadai. Penelitian ini bertujuan agar mendapatkan koefisiean hinge moment dan side force bidang kendali ekor pesawat N-XXX pada bagian rudder horn dengan variasi defleksi dengan derajat tertentu. Metode yang digunakan untuk analisis aerodinamika ada beberapa macam, yakni metode analisis Computational Fluid Dynamic (CFD) dan eksperimen yang biasa dilakukan dengan uji terowongan angin yang menawarkan tingkat keakuratan hasil lebih nyata namun dengan biaya yang lebih besar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis dengan metode Computational Fluid Dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan variasi defleksi pada horn rudder sebesar 0°,10°,20° untuk mengetahui nilai hinge moment dan side force dengan langkah mengidealisasi geometri, meshing dan diselesaikan dengan CFD untuk perhitungannya guna mendapatkan nilai hinge moment dan side force. Pada defleksi 0° mempunyai nilai hinge moment -0.588, defleksi 10° mempunyai nilai hinge moment 0.653 dan defleksi 20° mempunyai nilai hinge moment -3.836 sedangkan untuk nilai side force pada  defleksi 0° mempunyai nilai side force -0.999, defleksi pada 10° mempunyai nilai side force 70.908, defleksi 20° mempunyai nilai side force 106.773.Kata kunci: ekor pesawat, defleksi, hinge moment, rudder horn, side force.
PENGARUH SUHU DAN WAKTU TERHADAP GINGEROL PADA JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) DENGAN EKSTRAKTOR BERPENGADUK Indriyana Putri Arifianto; Dwi Handayani; Ilyas Teguh Pangestu; Rosian Oktavian; Kresna Suryadi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2654

Abstract

Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu jenis rempah rempah yang tergolong dalam suku Zingiberaceae yang telah digunakan secara luas di dunia baik sebagai bumbu dapur maupun sebagai obat medis terhadap penyakit-penyakit ringan. Bagian utama dari jahe yang digunakan adalah rimpang. Produk olahan jahe yang dapat dikembangkan adalah oleoresin jahe yang mengandung komponen gingerol, shogaol, zingerone, resin dan minyak atsiri. Ginger oleoresin berkisar antara 3,2-9,5%, sedangkan kandungan gingerol dalam oleoresin antara 14-25% dan shogaol di oleoresin antara 2,8-7,0%. Mempertimbangkan manfaat jahe yang mengandung antioksidan tinggi yang berfungsi sebagai anti-inflamasi dan mencegah pertumbuhan tumor, perlu untuk mengekstraksi rimpang jahe untuk menentukan jumlah gingerol yang diekstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh pada ekstraksi gingerol dari rimpang jahe dengan ekstraktor berpengaduk dan kondisi yang relatif baik. Dalam penelitian ini, percobaan dilakukan dengan berbagai suhu (60oC, 80oC, dan 100oC) dan waktu 30 menit dan 60 menit. Kandungan Gingerol diukur dengan analisa menggunakan spektofotometer VIS. Analisis hasil pengaruh suhu menunjukkan bahwa hasil ekstraksi 500 gram bubuk Jahe menggunakan 8 liter air sebagai pelarut yang paling optimal adalah dengan suhu 100 oC.Kata Kunci: ekstraksi, jahe, gingerol, spectrofotometer, suhu

Page 1 of 2 | Total Record : 15