cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2008)" : 10 Documents clear
KAJIAN HIDROLISA STARCH SAGU OLEH ENZIM GLUCOAMYLASE DAN PULLULANASE UNTUK PRODUKSI ASAM ORGANIK I. Hartati; M. E. Yulianto; L. Kurniasari; I. Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.627

Abstract

Sagu merupakan sumber pati dan karbohidrat yang bisa dikembangkan menjadi aneka produk bernilai ekonomi tinggi. Meskipun Indonesia merupakan negara penghasil sagu terbesar di dunia, namun teknologi pemanfaatan sagu di Indonesia masih sangat sederhana. Salah satu potensi pengembangan starch sagu adalah sebagai bahan baku produksi asam-asam organik seperti asam sitrat maupun asam glukonat. Starch sagu memiliki kadar starch (pati) yang cukup tinggi yaitu mencapai 98.2%. Proses konversi glukosa starch sagu menjadi asam-asam organik didahului proses hidrolisa. Hidrolisa starch secara enzymatic dengan menggunakan enzyme Glucoamylase dan Pullulanase dapat mengatasi permasalahan yang timbul pada proses hidrolisa starch asam. Kelebihan dari hidrolisa enzimatis antara lain konversi glukosa menjadi D glukosa lebih tinggi, biaya produksi yang lebih rendah, tidak mempengaruhi warna produk dan tidak dihasilkan endapan garam. Proses konversi starch menjadi glukosa dibagi menjadi tiga tahapan yakni gelatinisasi, liquefaction dan saccharification. Terdapat beberapa jenis enzyme yang digunakan dalam proses hidrolisa enzimatis, diantarana adalah enzyme glucoamylase dan pullulanase. Sumber dari enzim glucoamylase adalah Aspergillus niger sedangkan sumber dari enzim pullulanase adalah Basillus acidopullulyticus. Glucoamylase bekerja memecah ikatan α -1,4 α -1,6- untuk menghasilkan α –glucose dan enzim pullulanase bekerja memecah ikatan α-1,6-links untuk menghasilkan maltodextrins rantai lurus. Key words : glucoamylase, hidrolisa, pullulanase, starch sagu
PENGARUH KUAT ARUS PADA SISTEM METODA ARUS TERPASANG (Impressed Current Method) (SUATU UPAYA UNTUK MEMPERLAMBAT LAJU KOROSI PADA SALURAN PIPA BAJA) . Suhartana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.628

Abstract

Oksidasi besi atau korosi dan upaya memperlambat lajunya, adalah pertarungan yang tak akan pernah selesai antara peristiwa oksidasi dan upaya pencegahan yang dikemukakan oleh ilmuwan. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat laju korosi ini. Dalam makalah ini akan diuraikan cara memperlambat laju korosi dengan Metoda Arus Terpasang. Prinsip Metoda Arus Terpasang adalah membuat bahan yang akan dilindungi ditempatkan sebagai katoda, dan bahan lain yang akan dikorbankan ditempatkan sebagai anoda. Dengan kontrol arus kita dapat mendeteksi apakah anoda masih berfungsi atau tidak. Kata kunci: katoda, anoda, dan kontrol arus. Abstract Oxidation of ferrous or corrosion and effort to slow down fast corrosion , is combat which will never finish between oxidized material and preventive effort which told by scientist and engineer. Many way of which would be done to slow down fast corrosion. In this case would be elaborated by the way of slowing down fast of corrosion by Impressed Current Method. Impressed Current Method is to make materials to protect to be to be placed as cathode, and other materials to be sacrificed as anode. With current control we earn to detect do anode have function or not. Keyword: cathode, anode, and current control
PEMILIHAN FUNGSI PROTEKSI DAN PERHITUNGAN SETTING RELAY DIGITAL MCX-913 UNTUK PROTEKSI TRANSFORMATOR STEP-UP 11,5 kV . Carwoto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.629

Abstract

Salah satu cara memperoleh kehandalan sistem kelistrikan adalah dengan menerapkan sistem proteksi bagi peralatannya. Transformator step-up pada sistem transmisi tenaga listrik merupakan peralatan yang sangat penting dan memerlukan perlindungan dari berbagai gangguan. Relay MCX-913 adalah jenis relay statik berbasis mikroprosessor untuk keperluan proteksi peralatan sistem tenaga listrik. Kelebihan relay ini antara lain adalah kemampuannya untuk mengoperasikan beberapa fungsi proteksi sekaligus dan menyimpan nilai settingnya. Tulisan ini membahas pemilihan fungsi-fungsi proteksi yang dimiliki oleh Relay MCX-913 beserta perhitungan nilai settingnya untuk diterapkan sebagai proteksi transformator step-up 11,5 kV. Terdapat enam fungsi proteksi yang dimiliki Relay MCX-913 yang secara teknis dapat diaktifkan sekaligus untuk memproteksi transformator step-up 11,5 kV.
TINJAUAN ALTERNATIF PENGELOLAAN LEACHATE H. Mulyani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.630

Abstract

Leachate merupakan hasil samping dari proses dekomposisi sampah organik yang mengandung padatan, mikroba dan zat pencemar lainnya. Adanya mikroba dan kandungan zat pencemar pada leachate dapat mencemari perairan dan membahayakan kesehatan masyarakat. Untuk mengurangi bahaya yang ditimbulkan maka perlu dilakukan pengelolaan leachate. Tahapan pengelolaan pada umumnya meliputi penampungan, pengolahan dan pembuangan akhir leachate. Untuk mengurangi beban pengolahan, sebagian leachate dari inlet pengolahan dapat langsung dimanfaatkan baik untuk mengoptimalkan proses terbentuknya biogas maupun untuk mereduksi ion Cr3+. Sementara lumpur kering hasil pengolahan leachate dapat dimanfaatkan untuk menambah daya tahan permukaan tanah terhadap erosi. Key words: dekomposisi, leachate,
KODE GANGGUAN-SEMU SPEKTRUM-TERSEBAR (PSEUDO-NOISE SPREAD-SEKTRUM) A. Riyantomo
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.631

Abstract

Sistem komunikasi spektrum-tersebar merupakan salah satu sistem komunikasi yang menggunakan kode atau sandi sebagai sarana pengiriman data informasi. Kode yang digunakan dalam sistem komunikasi ini adalah kode gangguan-semu (pseudo-noise). Gangguan-semu spektrum-tersebar adalah salah satu teknik penyebaran pada sistem komunikasi ini. Penebaran lebar-bidang transmisi dilakukan dengan cara memodulasi sinyal yang akan dikirim secara langsung dengan kode gangguan-semu. Sedangkan penciutan dapat dilakukan bila kode gangguan-semu pembangkit sinkron dengan kode gangguan-semu penerima. Kata Kunci : Kode-gangguan semu, Spektrum-tersebar
PENGARUH UKURAN BUTIRAN ADSORBEN KHITOSAN TERHADAP DERAJAD ADSORPSI/PENJERAPAN LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu2+) . Hargono; C. S. Budiyati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.632

Abstract

Kandungan logam berat tembaga, Cu di dalam limbah cair kerajinan elektroplating sangat tinggi, melebihi ambang batas yang ditentukan pemerintah. Di salah satu kerajinan elektroplating di sekitar Lingkungan Industri Kecil (LIK) di Semarang kandungan ion tembaga, Cu2+mencapai 0,77 mg/L padahal standar baku mutu air limbah untuk kadar ion Cu adalah 0.19mg/L. Alternatif pengelolaan limbah ini bisa dilakukan dengan operasi adsorpsi menggunakan adsorben Khitosan. Elektron nitrogen pada gugus amino yang dimiliki Khitosan dapat mengikat ion-ion logam membentuk senyawa kompleks koordinasi yang stabil. Kemampuan Khitosan untuk menjerap ion Cu tergantung pada derajat deasetilasinya. Proses adsorbsi dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ukuran partikel adsorben, jumlah adsorbent, pH, waktu, kecepatan pengadukan dan suhu. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh ukuran partikel Khitosan terhadap aktivasinya dalam menjerap ion logam berat Cu2+ Percobaan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah pembuatan Khitosan dari cangkang/ kulit udang, dengan konsentrasi NaOH dari 20 hingga 60% (%berat). Khitosan yang dihasilkan dari proses ini dianalisis derajat deasetilasinya dengan FTIR. Tahap kedua adalah mencari pengaruh ukuran partikel Khitosan dalam mengadsorbsi ion Tembaga dengan menggunakan Khitosan dengan derajat deasetilasi yang paling besar. Variabel berubah adalah diameter rata-rata Khitosan 0,711 mm (-20+28 mesh), 0,503 mm (-28+35 mesh) dan 0,193 mm (-65+80 mesh). Analisis ion Cu2+dilakukan dengan AAS. Hasil penelitian menunjukaan proses adsorpsi ion Cu2+ paling baik dicapai pada diameter rata-rata butiran Khitosan 0,193 mm, derajat deasetilasi pada konsentrasi NaOH 50%, waktu penjerapan efektif 60 menit dengan derajad penjerapan tembaga mencapai 80,52 % Kata kunci : Khitosan, ukuran partikel, proses penjerapan,ion Cu
ANALISA KEAUSAN PADA RANTAI SEPEDA MOTOR I. Syafa'at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.633

Abstract

Rantai adalah salah satu komponen penting dalam sepeda motor. Keausan pada rantai adalah hal yang wajar. Beban yang besar saat terjadi tumbukan antara bus yang didalamnya terdapat pin, dengan gigi-gigi sproket membuat keausan terjadi pada pin dan bus. Keausan yang terjadi adalah dalam bentuk mulur yang dihitung berdasar persen perpanjangan. Rantai harus diganti ketika persen perpanjangan mencapai 2%. Pelumasan, pembersihan terhadap kotoran pada rantai, serta menghindari perpindahan gigi sesering mungkin dapat mengurangi keausan. Kata kunci : keausan, rantai, bus, pin, persen perpanjangan
Pengaruh Teknologi Sistem Plasma Lucutan Pijar terhadap Tingkat Pengerasan Permukaan Logam B. Setiyana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.634

Abstract

Permukaan material logam yang keras dan tahan aus, dan didukung oleh inti yang ulet serta tahan akan pembebanan statis maupun pembebanan dinamis, sangat diperlukan dalam industri pada masa sekarang ini. Sifat – sifat mekanik yang berbeda tersebut, dapat digabungkan dalam suatu material logam dengan jalan proses perlakuan pengerasan permukaan logam, yang antara lain : karburasi, nitridasi, flame hardening, induksi dan yang paling baru dan sekarang ini banyak sekali dikembangkan adalah pengerasan dengan Sistem Plasma. Sistem pengerasan permukaan pada material yang berbahan dasar logam dengan menggunakan plasma, mempunyai metode prinsip pendeposisian atom – atom, antara lain salah satunya adalah pendeposisian atom karbon atau atom nitrogen pada permukaan logam, sehingga dapat terbentuk persenyawaan Fe – C atau Fe – N yang bersifat sangat keras pada permukaan logam. Kata kunci : plasma, pengerasan permukaan
PENCEMARAN AIR SUNGAI TUK AKIBAT AIR LIMBAH DOMESTIK (STUDI KASUS KELURAHAN BENDAN NGISOR DAN KELURAHAN SAMPANGAN KECAMATAN GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG) L. A. Sasongko
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.635

Abstract

Tuk River has high potential to be polluted by domestic waste water because it passed along market area and residence. That condition is urgent to be concerned because the river empties near of Kaligarang River water taking spot which has been as drink water resources of PDAM (district enterprise of drinking water) Semarang City. Research purpose : (1) to evaluate water quality on Tuk River that caused by domestic waste water throwing include BOD, nitrate and phosphate parameter change; (2) to know the daily fluctuation of Tuk River water quality include BOD, nitrate and phosphate parameter. The research population of water quality included whole Tuk River water in Bendan Ngisor and Sampangan Village. Water sample were taken on four spot. Generally, The Tuk River was has more function as drainage channel than as water resource so debit, BOD, phosphate and nitrate more increasing from up river region to low river region. That condition was more damaged by many concrete drainage channels that makes domestic waste water infiltration not possible and the lack of open green space make the run-off flow directly to the water body. Total content of domestic waste water flow from Tuk River was indicated from content on spot D that has located at Tuk River empties which related directly with Kaligarang River. Generally, the peak of total content for a lot of domestic waste water indicator was attained on Saturday morning. It indicated that on this period there was many residents activity which produce domestic waste water. Keyword : domestic waste water, Tuk River
KAJIAN HIDROLISA ENZYMATIS JERAMI PADI UNTUK PRODUKSI BIOETANOL L. Kurniasari; I. Hartati; M. E. Yulianto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v4i1.636

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil, telah menyebabkan kenaikan konsentrasi CO2 dan gas rumah kaca yang lain di udara. Salah satu usaha memperkecil masalah tersebut adalah dengan penggunaan biofuel etanol sebagai penganti bahan bakar fosil. Saat ini bioetanol diproduksi dari tetes tebu,singkong maupun dari jagung. Salah satu alternatif bahan baku pembuatan bioetanol adalah biomassa berselulosa. Salah satu biomassa berselulosa dari limbah pertanian di Indonesia yang belum dimanfaatkan adalah limbah tanaman padi (jerami). Biomassa berselulosa terbentuk dari tiga komponen utama yakni selulosa, hemiselulosa dan lignin. Selulosa merupakan komponen utama yang terkandung dalam dinding sel tumbuhan dan mendominasi hingga 50% berat kering tumbuhan. Jerami padi diketahui memiliki kandungan selulosa yang tinggi, mencapai 34.2% berat kering, 24.5% hemiselulosa dan kandungan lignin hingga 23.4%. Konversi enzimatis biomassa berselulosa menjadi bioethanol melibatkan tiga langkah dasar yakni proses pretreatment, proses hidrolisa dan proses fermentasi. Proses pretreatment bertujuan mempermudah akses enzyme selulase untuk menghidrolisa selulosa menjadi monomer-monomer gula. Proses hidrolisa untuk memproduksi monomer-monomer gula dari selulosa dan hemiselulosa dapat berlangsung melalui proses hidrolisa asam maupun melalui hidrolisa enzimatis. Hidrolisa selulosa secara enzimatis memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, konversi dan produktifitas. Hidrolisa selulosa secara enzymatis melibatkan beberapa enzyme yang berbeda. Enzyme yang disekresi dari filamentous fungi Trichordema reseei dapat mengkonversi biomassa menjadi gula. Hidrolisa selulosa secara enzimatis memiliki beberapa keuntungan, yakni konversi lebih tinggi, menghasilkan produk samping yang minimal, kebutuhan energi lebih rendah dan kondisi operasi yang lebih rendah. Proses enzimatis merupakan proses bersih lingkungan. Dengan menggunakan bahan baku terbarukan (renewable raw material) yang ekonomis dari limbah pertanian untuk proses produksi bioetanol dapat memberikan nilai tambah bagi petani. Saat ini, hidrolisa enzymatis merupakan teknologi yang sangat menjanjikan guna mengkonversi biomassa menjadi gula untuk selanjutnya dikonversi menjadi bioetanol. Hidrolisa sellulosa secara enzymatis dipengaruhi beberapa variable yakni rasio enzym-substrat, rasio jerami padi-air, temperatur, pH reaksi dan waktu reaksi. Glukosa hasil hidrolisa jerami padi secara enzymatis selanjutnya difermentasi untuk menghasilkan bioethanol. Kata Kunci: Jerami, Hidrolisa, Selulosa, Enzimatis

Page 1 of 1 | Total Record : 10