cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2009)" : 12 Documents clear
PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN PADA PERMUKAAN STAINLESS STEEL 316L TERHADAP KEAUSAN UHMWPE UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN . Darmanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.120

Abstract

Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) telah digunakan secara luas sebagai komponen tibial berpasangan dengan titanium alloy, stainless steel (SS), cobalt chrom alloy dan ceramic sebagai komponen femoral pada sendi lutut tiruan. Stainless steel memiliki ketahanan korosi dan bio-compatibility yang baik dan harganya relatif lebih murah dibandingkan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implantasi ion nitrogen pada permukaan SS 316L terhadap keausan UHMWPE. Penelitian ini menggunakan UHMWPE, SS 316L dan sebagai pelumas digunakan BS dengan konsentrasi 30 g/l dicampur dengan sodium azide(NaN3) 0,2% - 0,3% g/l sebagai anti bakteri. SS 316L diimplantasi dengan ion nitrogen dengan energi 100 KeV, arus 100 μA, waktu implantasi 90 menit Variabel tetap yang digunakan kecepatan 70 mm/s, beban 180 N, jarak tempuh 90 km, menggunakan mesin undirectional pin on plate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keausan UHMWPE oleh SS 316L dengan implantasi ion nitrogen terjadi penurunan 100% (6,59491 x 10-8 mm3/Nm). Sedangkan keausan UHMWPE oleh SS 316L tanpa implantasi sebesar 1,31898 x 10-7 mm3/Nm.Kata kunci : UHMWPE, SS 316L, Bovine serum, implantasi ion, faktor keausan
PENGARUH IMPLANTASI ION NITROGEN PADA PERMUKAAN STAINLESS STEEL 316L TERHADAP KEAUSAN UHMWPE UNTUK APLIKASI SENDI LUTUT TIRUAN Darmanto, .
MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : MOMENTUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polimer Ultra High Molecular Weight Polyethylene (UHMWPE) telah digunakan secara luas sebagai komponen tibial berpasangan dengan titanium alloy, stainless steel (SS), cobalt chrom alloy dan ceramic sebagai komponen femoral pada sendi lutut tiruan. Stainless steel memiliki ketahanan korosi dan bio-compatibility yang baik dan harganya relatif lebih murah dibandingkan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implantasi ion nitrogen pada permukaan SS 316L terhadap keausan UHMWPE. Penelitian ini menggunakan UHMWPE, SS 316L dan sebagai pelumas digunakan BS dengan konsentrasi 30 g/l dicampur dengan sodium azide(NaN3) 0,2% - 0,3% g/l sebagai anti bakteri. SS 316L diimplantasi dengan ion nitrogen dengan energi 100 KeV, arus 100 μA, waktu implantasi 90 menit Variabel tetap yang digunakan kecepatan 70 mm/s, beban 180 N, jarak tempuh 90 km, menggunakan mesin undirectional pin on plate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor keausan UHMWPE oleh SS 316L dengan implantasi ion nitrogen terjadi penurunan 100% (6,59491 x 10-8 mm3/Nm). Sedangkan keausan UHMWPE oleh SS 316L tanpa implantasi sebesar 1,31898 x 10-7 mm3/Nm.Kata kunci : UHMWPE, SS 316L, Bovine serum, implantasi ion, faktor keausan
ANALISA SIFAT MEKANIS BAJA ST 40 AKIBAT PERLAKUAN PANAS H Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh yang diakibatkan oleh proses hardening dengan perlakuan panas pada temperatur 800 0C pada variasi holding time 1 jam, 2 jam, dan 3 jam terhadap sifat mekanis bahan Baja St 40. Hasil pengujian tarik menunjukkan adanya peningkatan harga tegangan tarik, kekuatan tarik maksimum, ketangguhan, dan kekerasan BHN serta adanya penurunan terhadap nilai regangan dan keuletan pada material baja St 40 seiring dengan penambahan holding time. Peningkatan harga tegangan, kekuatan tarik maksimum, ketangguhan, dan BHN dipengaruh oleh proses hardening dengan heat treatment yang mennimbulkan struktur baja menjadi keras (martensit). Sedangkan penurunan terhadap nilai regangan dan keuletan karena sifat mekanis bahan yang menjadi keras sehingga sifat mekanis bahan menjadi getas atau mudah retak.Kata Kunci : Sifat Mekanis, Hardening, Heat Treatment, Holding Time, Brinell Hardness Number
PRODUKSI BIOETANOL DARI BONGGOL JAGUNG MELALUI PROSES HIDROLISA SELULOSA SECARA ENZYMATIS MENGGUNAKAN TRICHORDEMA REESEI I. Riwayati I. Riwayati; I. Hartati; L. Kurniasari; R. D. Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.125

Abstract

Penggunaan bahan bakar dari fosil meningkatkan jumlah karbondioksida diudara yang pada akhirnya dapat meningkatkan suhu dipermukaan bumi . Disamping itu ketersediaan bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui menyebabkan dicarinya alternative bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan dapat diperbaharui . Salah satu bahan bakar tersebut adalah bioetanol . Bioetanol dapat dibuat dari berbagai sumber bahan baku . Secara garis besar bahan baku bioetanol dapat diperoleh dari bagian-bagian tumbuhan ,salah satunya adalah biomasa bersellulosa seperti bonggol jagung . Bonggol jagung sampai saat ini menjadi limbah pertanian dan dipergunakan hanya sebagai bahan bakar untuk pemanfaatannya. Bonggol jagung ini mengandung selulosa yang merupakan suatu bentuk karbohidrat komplek . Untuk dapat difermentasikan menjadi etanol, maka selulosa ini harus dipecah terlebih dulu menjadi karbohidrat sederhana yang disebut glukosa . Proses pemecahan ini disebut sebagai hidrolisa . Hidrolisa dapat dilakukan dengan cara kimia ataupun enzimatis. Pada percobaan ini dilakukan pemecahan selulosa yang ada pada bonggol jagung dengan enzim selulase yang dihasilkan dari Trichordema reseei. Tahap pertama dari percobaan adalah menentukan variabel yang berpengaruh dalam proses dan tahap selanjutnya adalah melakukan optimasi terhadap variabel berpengaruh yang diperoleh dari tahap pertama percobaan. Dari hasil percobaan tahap pertama diperoleh variabel yang berpengaruh adalah pH dan rasio substrat-enzim . Sedangkan hasil optimasi pada percobaan selanjutnya diperoleh kondisi optimum dari percobaan adalah pada pH = 4 dan rasio substrat-enzim = 1 : 1,5 dengan kadar glukosa sebesar 18,001 %. Kata Kunci : Bonggol jagung , hidrolisa enzimatis , Trichordema resei
KAJIAN HASIL PEMBUATAN BIOETANOL DARI TEPUNG SINGKONG (Manihot esculenta) DAN TEPUNG TALAS (Colocasia esculenta (L.) Schott) PADA PROSES YANG SAMA R.D Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.126

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak bumi (BBM) di berbagai negara akhir-akhir ini mengalami peningkatan tajam. Untuk mengurangi tekanan besarnya konsumsi minyak, Bio-ethanol (ethanol) merupakan salah satu pilihan untuk dipergunakan sebagai sumber energi pengganti minyak (bensin). Bio-ethanol ini merupakan salah satu energi alternatif yang dapat menghasilkan energi (energi resources) ataupaun pembawa energi (energy carrier) yang lebih terjamin keberlanjutannya (sustainabel), lebih ramah lingkungan, dan lebih ekonomis sebag ai pengganti atau campuran bensin atau premium. penggunaan ethanol untuk bahan bakar. Proses pembuatan bioetanol terjadi dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah persiapan bahan baku, yang berupa proses hidrolisa pati menjadi glukosa. Tahap kedua berupa proses fermentasi, merubah glukosa menjadi etanol dan CO2. Sedangkan tahap ketiga yaitu pemurnian hasil dengan cara distilasi. Hasil yang diperoleh diharapkan dapat diaplikasikan dalam masyarakat. Selain mudah diaplikasikan dapat juga di jadikan alternatif yang paling menjajikan. Pada kajian ini dapat dilihat bahwa ternyata ubi kayu mendapatkan bioethanol lebih banyak.Kata kunci : bioethanol, sustainable, and glukos.
PENGARUH PERBANDINGAN SEMEN POZOLAN DAN SEMEN PORTLAND TERHADAP KEKEKALAN BENTUK DAN KUAT TEKAN SEMEN . Hargono; M. Jaeni; F. S. Budi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.129

Abstract

Semen merupakan bahan pengikat yang biasa digunakan dalam konstruksi bangunan.Tanah Pozolan atau lebih dikenal dengan tanah Tras mempunyai sifat semen, oleh karena itu untuk mengoptimalkan kegunaan tanah Tras perlu diteliti pengaruh penambahan semen Tras pada semen Portland, selanjutnya campuran semen tersebut diukur kuat tekan dan kekekalan bentuknya.Percobaan yangtelp : (024)7460058 dilakukan adalah dengan mencampur tanah Tras dan Kapur pada perbandingan 4:1, kemudian campuran tanah Tras dan kapur dicampurkan ke dalam semen Portland masing-masing dengan perbandingan 5:1 ; 2:1 ;1;1 ;1:2; 1;3 dan 1:4. Hasil penelitian menunjukkan campuran tanah Tras - kapur dan semen Portland pada perbandingan 1 : 4 mempunyai kuat tekan dengan waktu uji 3, 7 dan 10 hari masing-masing sebesar 205, 216 dan 220 kg/cm2, harga tersebut memenuhi standar SNI kuat tekan dan kekekalan bentuk semen. Kata Kunci: semen pozolan, kekekalan bentuk, kuat tekan
MODEL MEKANISTIK UNTUK MEMPERKIRAKAN KONSUMSI BAHAN BAKAR KENDARAAN T. Priangkoso
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.131

Abstract

Model mekanistik memiliki keunggulan dibanding model empirik, yaitu pada fleksibilitas penggunaannya. Model mekanistik konsumsi bahan bakar digunakan untuk memperkirakan laju konsumsi bahan bakar dengan kemungkinan keadaan perilaku pengendaraan, lingkungan, kendaraan yang berbeda-beda berdasarkan beban jalan yang terdiri dari beban aerodinamik, beban akibat hambatan gelinding, percepatan inersia, dan beban gravitasi. Model mekanistik ini menggunakan teknik lumped parameter untuk menyederhanakan persamaan yang digunakan. Mengingat kesederhanaannya, model ini tidak dapat digunakan untuk melakukan assesment teknologi kendaraan.Kata kunci : model mekanistik, beban, lumped parameter
KEAUSAN PADA KONTAK LUNCUR PIN-ON-DISC: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA I. Syafa’at
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.133

Abstract

Tribologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang gesekan, keausan dan pelumasan sangat erat kaitannya dalam bidang engineering. Dalam hubungannya dengan pergerakan relatif dua buah permukaan benda yang saling kontak, jenis kontak dibedakan atas kontak statis dan dinamis. Dalam kontak dinamis, gerakan benda terbagi atas kontak luncur (sliding contact) dan kontak bergulir (rolling contact). Fenomena keausan akibat gesekan menjadi kajian yang menarik untuk diteliti. Model yang dibangun dapat berupa data hasil eksperimen ataupun hasil simulasi dengan bantuan software. Paper ini mereview penelitian-penelitian yang menggunakan finite element analysis (FEA) untuk meneliti kedalaman aus pada pin-on-disc. Hasil review ini menunjukkan bahwa berbagai penelitian tentang keausan yang telah dilakukan pada umumnya berangkat dari model keausan yang dibangun oleh Archard. Meskipun membutuhkan waktu yang relatif lama, penggunaan simulasi FEA dengan bantuan software dalam merumuskan keausan perlu dilakukan karena simulasi ini membutuhkan biaya yang relatif lebih murah. Untuk penelitian ke depan, perlu dikembangkan penelitian tentang kedalaman keausan pada kontak luncur dengan FEA.Kata kunci: sliding wear, pin-on-disc, keausan Archard, FEA
KARAKTERISASI KETAHANAN LELAH ULIR METRIS AKIBAT PEMBEBANAN PUNTIR LENTUR PADA MATERIAL BAJA KARBON RENDAH H. Yudiono
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.134

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengaruh pemberian takik ulir metris dalam berbagai variasi kedalaman terhadap kekuatan lelah pada baja karbon rendah. Desain penelitian menggunakan metode Pre Experimental Designs bertipe Static Group Comparison. Dengan desain ini maka ada dua kelompok penelitian yaitu kelompok eksperimen (spesimen dengan kedalaman ulir metris 0.33, 0.67 dan 1 mm) dan kelompok kontro (spesimen tanpa ulir). Spesimen uji tarik menggunakan standar JIS Z2201 No. 14A dan spesimen uji fatik mengacu standar JIS Z2274 No. 1, sedangkan pembuatan ulir metris mengacu standar JIS B0205. Material yang digunakan pada penelitian ini adalah baja karbon rendah dengan kadar karbon (C) sebesar 0,11%wt dan kadar besi (Fe) sebesar 99,19%wt. Struktur mikronya terdiri atas ferrite dan pearlite. Hasil pengujian tarik menunjukkan adanya penurunan kekuatan sebagai akibat bertambahnya kedalaman ulir metris, juga penurunan kekuatan tarik dibanding spesimen tanpa ulir matri. Hasil pengujian fatik juga menunjukkan kecenderungan serupa. Kurva S-N yang menunjukkan persamaan S = 69,835N-0,0603 untuk raw materials,S = 135,36N-0,1385 untuk spesimen bertakik ulir metris dengan kedalaman 0,33 mm, S = 124,45N-0,1416 untuk spesimen bertakik ulir metris dengan kedalaman 0,67 mm dan S = 188,33N-0,1897 untuk spesimen bertakik ulir metris dengan kedalaman 1 mm. Pengujian pada level tegangan 32,26 kg/mm2 mengalami penurunan siklus 87,63% untuk ulir dengan kedalaman 0,335 mm, 97,28% untuk ulir dengan kedalaman 0,67 mm, dan 97,82 % untuk ulir dengan kedalaman 1 mm dibandingkan dengan siklus material tanpa ulir. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa semakin dalam ulir metris maka semakin besar penurunan siklus lelahnya, Hal-hal yang dapat disarankan adalah perlunya penelitian lanjutan berkait dengan jenis ulir yang lain, radius akar ulir metris, serta upaya-upaya meningkatkan batas lelah dari jenis ulir tersebut.Kata kunci: Ulir Metris, Kekuatan Lelah, Baja Karbon Rendah.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI PEMBUATAN INSEKTISIDA NABATI DARI LIMBAH PENYULINGAN DAUN NILAM I. Hartati; L. Kurniasari; I. Riwayati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v5i2.138

Abstract

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu daerah penghasil minyak nilam yang cukup besar di Jawa Tengah. Lokasi petani penyuling minyak nilam di Kabupaten Pemalang terpusat di Kecamatan Belik dan Watukumpul dengan jumlah petani penyuling sekitar 67 orang. Pada proses penyulingan minyak nilam akan dihasilkan limbah berupa ampas daun dan ranting sisa penyulingan. Namun sampai saat ini limbah hanya dibuang begitu saja, sehingga dalam jumlah banyak dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Salah satu alternatif pengolahan limbah daun nilam adalah diolah menjadi insektisida nabati. Oleh karenanya dibutuhkan suatu kegiatan pelatihan dan penyuluhan pembuatan insektisida nabati di kalangan pentani penyuling minyak nilam sebagai salah satu upaya meminimalkan dampak limbah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan formulasi insektisida nabati di laboratorium proses kimia Unwahas, dilanjutkan dengan kegiatan penyuluhan dan pelatihan dilapangan serta proses evaluasi. Sasaran yang dituju khususnya adalah para petani penyuling minyak nilam, pemuda dan warga sekitar. Selain itu juga dilakukan koordinasi dengan pihak Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Belik. Hal ini tidak terlepas dari keinginan warga untuk dapat mengolah limbah daun nilam yang selama ini memang menjadi permasalahan utama di kalangan penyuling. Diharapkan dengan adanya penyuluhan dan pelatihan ini dapat membuka wawasan petani dalam mengolah limbahnya menjadi suatu produk yang memiliki nilai ekonomis.Kata Kunci : limbah, daun nilam, insektisida nabati

Page 1 of 2 | Total Record : 12