cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2012)" : 10 Documents clear
EFFECT OF pH AND MANGANESE KATION ON THE ACTIVITY OF COW RUMEN FLUID CELLULASE ENTRAPPED IN CALCIUM ALGINATE BEADS I. Hartati; L. Kurniasari; I. Riwayati; A. Budiarti
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.423

Abstract

Enzyme entrapment in calcium alginate beads is considered as one of the important methods of immobilization. In order to utilize cow rumen fluids as source of cellulase and in order to increase the cellulase activity, we were isolated cellulase of cow rumen fluid and investigated the influence of pH (5-9) and concentration of Mn2+ (25-100 mM) towards the activity of the cellulase that is entrapped in calcium alginate beads. The research showed that the immobilization of cow rumen fluid cellulase in alginate beads is lead to a higher optimum pH. Free cellulase exhibit the highest activity at pH 4 while the entrapped cellulase exhibit the highest activity of 145 U/ml at pH 6. Mn2+ is significantly stimulate the activity of entrapped cow rumen fluid cellulase.Keywords: alginate beads, cow rumen fluids cellulase, immobilization, pH, Mn
PENGARUH PROSES EQUAL CHANNEL ANGULAR PRESSING (ECAP) TERHADAP KEKERASAN ALUMINIUM 1050 PADA PENAMPANG MELINTANG DAN MEMANJANG SAMPEL H. Setiawan
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.424

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh proses equal channel angular pressing (ECAP) terhadap kekerasan aluminium 1050 pada penampang melintang dan memanjang sampel. Batang aluminium 1050 dengan ukuran 9,5mm x 9,5mm x 70mm dilewatkan pada cetakan ECAP dengan sudut alur cetakan 90o dan sudut busur 90o. Kekerasan bahan sebelum dan sesudah proses ECAP diperiksa dan dibandingkan. Hasilnya menunjukkan bahwa setelah proses ECAP, kekerasan rata-rata aluminium 1050 pada penampang melintang sampel (bidang X) meningkat 38%, dan pada penampang memanjang sampel (bidang X) meningkat 39%, tidak menunjukkan perbedaan yang besar dengan selisih 1%, dan cukup merata.Kata kunci : aluminium, Al 1050, ECAP, kekerasan, penampang melintang, penampang memanjang.PENDAHULUANAluminium merupakan logam yang lunak dengan tampilan menarik, ringan, tahan korosi, mempunyai daya hantar panas dan daya hantar listrik yang relatif tinggi, dan mudah dibentuk serta cadangannya dikerak bumi melimpah melebihi cadangan besi (Fe). Aluminium murni mempunyai kekuatan dan sifat mekanis yang rendah. Kekuatan aluminium murni tidak dapat ditingkatkan dengan proses perlakuan panas (heat treatment, age hardening) (TALAT Lecture 2202, 1994 ; Surdia dan Sato, 1995 ; Callister, 2000).Salah satu usaha untuk meningkatkan kekuatan aluminium murni adalah dengan proses pengerjaan dingin (cold working) berupa pengerasan regang dilanjutkan dengan perlakuan panas (heat treatment). Tetapi cara ini kurang memuaskan bila tujuan utama adalah untuk menaikkan kekuatan bahan. Pada perkembangan selanjutnya, peningkatan nyata dari aluminium dapat dicapai dengan penambahan unsur-unsur paduan kedalam aluminium. Unsur paduan tersebut dapat berupa tembaga (Cu), mangan (Mn), silikon (Si), magnesium (Mg), seng (Zn) dan lain-lain. Kekuatan aluminium paduan ini dapat dinaikkan lagi dengan pengerasan regang atau perlakuan panas. Sifat-sifat lainnya seperti mampu cor dan mampu mesin juga bertambah baik, akan tetapi teknik ini menurunkan ketahanan korosi, kontrol kehomogenan komposisi yang sulit, harga menjadi mahal dan peningkatan biaya daur ulang (TALAT Lecture 2202, 1994 ; Surdia dan
OPTIMASI PENGAMBILAN MINYAK DARI LIMBAH PADAT BIJI KARET DENGAN METODE SOKHLETASI A. Wildan; D. Ingrid A; I. Hartati; Widayat Widayat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.425

Abstract

Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam nabati. Salah satunya adalah tanaman karet. Tanaman karet selain menghasilkan lateks sebagai hasil utama juga menghasilkan biji karet. Biji Karet menghasilkan minyak biji karet. Pada proses pengambilan minyak dengan metode mekanik atau pengepresan diperoleh rendemen sekitar 30%. Padahal kandungan minyak dalam biji karet adalah sekitar 50 – 60%. Dengan demikian kandungan minyak yang tersisa dalam dalam limbah padat biji karet masih banyak. Proses pengambilan minyak dari limbah padat biji karet dilakukan secara sokhletasi. Tujuan penelitian ini adalah penggunaan beberapa variabel proses untuk mendapatkan jumlah rendeman minyak limbah padat biji karet yang optimum dengan beberapa pelarut menggunakan metode sokletasi serta analisa sifat fisika kimia dari minyak limbah padat biji karet tersebut. Pada penelitian ini digunakan pelarut n-heksana, dietil eter dan etanol. Variabel yang digunakan adalah jumlah sirkulasi, perbandingan bahan dan pelarut serta ukuran partikel limbah padat biji karet. Hasil penelitian kadar optimum rendemen minyak dari limbah padat biji karet diperoleh 33, 44 % dengan menggunakan pelarut n-heksana, dengan jumlah sirkulasi 30 kali, perbandingan bahan dan pelarut = 1 : 20 dan ukuran partikel 1mm. Hasil analisa fisika kimia diperoleh antara lain viskositas 59,4358 cp, bobot jenis 0,9325, indeks bias 1,4803, bilangan iod 189,1730 mg/g, bilangan penyabunan 171,7430 mg KOH/g, bilangan asam 37.1756 mg/g.Kata Kunci : ekstraksi, limbah padat biji karet, minyak biji karet, sokhletasi, tanaman karet
STUDI IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN POTENSI AIR BAKU AIR MINUM KABUPATEN PASURUAN S. Subekti
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.426

Abstract

Pembangunan berwawasan lingkungan sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup termasuk sumber daya air di dalamnya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan dan kualitas hidup. Pembangunan dalam hal ini adalah pembangunan air minum mulai dari sumber air, pengaliran air baku, pengolahan air minum, jaringan transmisi air minum, jaringan distribusi air minum dan sambungan rumah. Untuk mengubah pandangan tersebut di atas perlu adanya perubahan perilaku dan pandangan kepada masyarakat bahwa air merupakan benda langka yang mempunyai nilai ekonomi dan diperlukan pengorbanan untuk mendapatkannya. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sisi lain dari air yaitu sebagai benda ekonomi maka diharapkan perilaku masyarakat dalam memanfaatkan air akan berubah, lebih bijaksana dalam mengekspotasi air dan lebih efisien.Kata Kunci: identifikasi, potensi, air baku, air minum, Kabupaten Pasuruan
PENGARUH TEKANAN TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PROSES SEMI SOLID CASTING PADA PADUAN ALUMINIUM DAUR ULANG L. P. Hartono; H. Purwanto; S. M. B. Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.427

Abstract

Pengecoran merupakan salah satu bagian dari proses produksi, dimana bahan dalam kondisi cair dituang atau dicetak dengan tekanan dalam sebuah rongga cetakan dengan bentuk tertentu dan dibiarkan sampai berubah menjadi padat atau membeku. Pengecoran logam kental atau semi solid casting merupakan bagian dari pengecoran bertekanan, dimana logam ditekan kedalam cetakan dalam kondisi hampir membeku.Banyak industri pengecoran aluminium terutama industri kecil menengah dalam pembuatan produk atau komponen menggunakan material daur ulang dengan metode pengecoran tuang, sehingga akan berpengaruh terhadap penurunan sifat materialnya. Dengan metode semi solid diharapkan mampu meningkatkan sifat fisis dan mekanisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil struktur mikro dan kekerasan pada aluminium daur ulang dengan menggunakan proses semi solid dengan melakukan variasi tekanan 10,19 MPa, 25,47 MPa dan 35,66 MPa pada temperatur penekanan 320°C. Pada hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan pada variasi tekanan 35,66 MPa cacat porositasnya lebih sedikit dan struktur silikonnya lebih rapat dibandingkan variasi tekanan 10,19 MPa dan 10,19 MPa. Kekerasan menunjukkan bahwa kekerasan pada spesimen pada variasi tekanan 35,66 MPa mempunyai kekerasan paling tinggi yaitu 93 BHN.Kata Kunci: pengecoran semi solid, aluminium, Al daur ulang, struktur mikro, kekerasan
PENGERINGAN KARAGINAN DARI RUMPUT LAUT Eucheuma Cottonii PADA SPRAY DRYER MENGGUNAKAN UDARA YANG DIDEHUMIDIFIKASI DENGAN ZEOLIT ALAM M. Djaeni; A. Prasetyaningrum1; A. Mahayana
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.428

Abstract

Tinjauan: Kualitas Produk dan Efisiensi Energi Proses pengeringan dengan suhu tinggi akan menurunkan kualitas karaginan yang dihasilkan. Penelitian ini membahas penggunaan spray dryer yang dilengkapi dengan sistem adsorpsi menggunakan zeolit untuk pengeringan karaginan. Pada proses ini udara sebagai media pengering dikontakkan dengan zeolit untuk menurunkan kelembabannya. Kelembaban udara yang rendah akan meningkatkan driving force proses pengeringan, sehingga proses dapat dijalankan secara lebih efisien pada suhu yang lebih rendah dari pengeringan konvensional. Aspek yang dikaji pada penelitian ini adalah pengaruh suhu operasi dan kecepatan linier udara terhadap evaluasi efisiensi energi, mutu dan kadar air produk. Hasil menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu dan kecepatan udara pengering, proses pengeringan akan lebih cepat. Pada suhu 125°C dan kecepatan udara 14 m/detik dihasilkan karaginan dengan kadar air 11,35%, kekuatan gel 116 g/cm2 dengan efisiensi rendemen produk 0,92, serta efisiensi energi 83,52%.Kata kunci : pengeringan; spray dryer; dehumidifikasi; karaginan; zeolit.
SIMBOLISASI RUMAH TINGGAL ETNIS CINA STUDI KASUS KAWASAN PECINAN SEMARANG M. M. Sudarwani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.429

Abstract

Rumah tinggal merupakan suatu wadah yang mampu menampung aktivitas kehidupan manusia sehari-hari. Maka dari itu suatu rumah tinggal didesain sedemikian rupa sehingga menjadi simbol jati diri dari pemilik rumah. Secara antropologi struktur fisik bangunan dalam masyarakat tradisional yang berbeda, memunculkan sejumlah contoh elemen bangunan yang hanya dapat dijelaskan sebagai istilah simbolisasi yang memiliki makna khusus. Dalam simbolisasi bangunan suatu masyarakat tradisional, elemen-elemen bangunan memiliki makna khusus yang diakui oleh para pembangun sebagai elemen penting untuk kekuatan dan stabilitas bangunan. Penelitian terhadap simbolisasi rumah tinggal suatu masyarakat tradisional memberikan kepada kita beberapa pandangan berharga bagi konsepsi perumahan. Begitu pula dalam studi kasus rumah tinggal di kawasan pecinan Semarang yang mayoritas penduduknya etnis Cina. Arsitektur Tradisionl Cina memiliki pengaruh besar dalam penataan ruang pada rumah tinggal. Selain itu simbolisasi rumah tinggal etnis Cina tidak lepas dari pengaruh kehidupan sosial-budaya yang merupakan hasil perpaduan dari berbagai kebudayaan. Dan keseluruhan aspek yang berpengaruh akan diwujudkan dalam simbolisasi yang memiliki makna khusus.Kata Kunci: simbolisasi
KARAKTERISASI KOEFISIEN GESEKPERMUKAAN BAJA ST 37 PADABIDANG DATAR TERHADAPVISKOSITAS PELUMAS B. Agus; Darmanto Darmanto; I Syafaat
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.431

Abstract

Pada permesinan tidak lepas adanya kontak mekanik antara elemen satudengan elemen lainya. Kontak mekanik tersebut mengakibatkan terjadinya(wear) keausan. Untuk mengurangi keausan dapat dengan memberikanpelumasan. Keausan ada yang memang diperlukan dan ada yang harusdihindari. Keausan yang diperlukan misalnya proses grinding, cutting,pembubutan dan lain lain, sedang keausan yang harus dihindari adalahkontak mekanik pada elemen mesin yang digunakan untuk mentransmisikandaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh viskositaspelumas terhadap gaya gesek pada kekasaran permukaan yang berbedabeda.Pada penelitian ini menggunakan jenis pelumas single grade.Spesimen yang digunakan pada uji gesek antara landasan gesek denganmatrial gesek adalah jenis logam St 37. Dari hasil penelitian diperoleh hasil,bahwa gaya gesek paling besar pada kondisi tanpa pelumas. Pada kondisitanpa pelumas, semakin kasar permukaan spesimen maka semakin besargaya geseknya. Pada kondisi menggunakan pelumas, gaya gesek antarapsesimen dan plat lebih kecil dibandingkan tanpa pelumas.Kata kunci: pelumas, viscositas, gesekanPENDAHULUAN
PENGARUH SUHU UDARA PENGERING DAN KOMPOSISI ZEOLIT 3A TERHADAP LAMA WAKTU PENGERINGAN GABAH PADA FLUIDIZED BED DRYER M. A. Graciafernandy; Ratnawati Ratnawati; L. Buchori
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.433

Abstract

Gabah panen dengan kadar air tinggi dapat menyebabkan penurunan kualitas gabah. Untuk menjaga kualitasnya, Pemerintah menentukan batasan kadar air maksimal yakni 14%. Proses pengeringan gabah yang diterapkan para petani di Indonesia adalah dengan cara penjemuran di bawah sinar matahari. Kendalanya adalah ketergantungan terhadap cuaca dan lamanya waktu pengeringan. Adapula pengeringan mekanik menggunakan alat pengering seperti fluidized bed dryer. Namun penggunaan suhu tinggi menyebabkan penurunan kualiatas gabah. Kajian mengenai sistem pengeringan pada suhu rendah dan waktu yang singkat perlu dilakukan untuk meningkatan kualitas gabah. Pengeringan adsorbsi dengan zeolit 3A pada fluidized bed dryer merupakan suatu modifikasi terhadap sistem pengeringan yang sudah ada. Tujuan penelitian ini untuk menentukan suhu dan komposisi zeolit terbaik yang menghasilkan waktu pengeringan tersingkat. Secara garis besar gabah panen dikeringkan dalam suatu unggun terfluidisasi pada variasi suhu 30, 40, 50 dan 60 0C, flowrate 3 m/s dengan komposisi perbandingan zeolit:gabah berturut-turut adalah sebagai berikut 0:100; 20:80; 40:60 dan 60:40 (% w). Pengamatan dilakukan terhadap penurunan kadar air serta waktu pengeringan. Pengeringan dihentikan ketika kadar air dalam gabah mencapai 14%. Waktu pengeringan tersingkat terjadi pada kompisi zeolit:gabah = 60:40 dan suhu 600C. Pengeringan ini menghemat hingga 73,07 menit dibandingkan pengeringan tanpa zeolit. Kata kunci : fluidized bed dryer, pengeringan gabah; zeolit 3A.
KEMAMPUAN KOMBINASI ECENG GONDOK DAN LUMPUR AKTIF UNTUK MENURUNKAN PENCEMARAN PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU R. D. Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v8i2.434

Abstract

Eceng gondok telah diuji kemampuannya untuk menurunkan pencemaran pada limbah cair tahu. Lumpur aktif juga telah diuji kemampuannya untuk menurunkan pencemaran pada limbah cair tahu. Sehingga pada penelitian ini akan dilihat kemampuan kombinasi eceng gondok dan lumpur aktif untuk menurunkan pencemaran pada limbah cair tahu. Parameter utama yang diamati adalah CODnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini eceng gondok dan lumpur aktif yang telah diaklimatisasi ditanam dalam limbah cair tahu pada konsentrasi tertentu. Proses penanaman dilakukan dalam bak dengan ukuran panjang 125 cm, lebar 76 cm, dan tinggi 35 cm. Limbah cair tahu yang telah ditanami eceng gondok diamati perubahan ketinggian air, pH, kelembaban udara, DO, dan dianalisis konsentrasi CODnya. Pengamatan dilakukan setiap hari selama 8 hari. Hasil yang diperoleh penurunan konsentrasi COD awal hingga akhir perlakuan adalah 720-287 ppm. Hal ini menunjukkan adanya zat organik yang terserap oleh eceng gondok dan lumpur aktif sebagai sumber energi. Limbah cair tahu yang diolah dengan menggunakan lumpur aktif dan eceng gondok mengalami penurunan konsentrasi COD sampai 285 ppm. Dengan demikian maka limbah cair tahu yang telah diolah dengan menggunakan kombinasi sudah berada di bawah baku mutu limbah cair golongan II yaitu sebesar 300 ppm, dan bau menyengat mulai hilang sejak perlakuan awal Kata Kunci: eceng gondok, lumpur aktif, konsentras, pencemaran

Page 1 of 1 | Total Record : 10