cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman
ISSN : 20872305     EISSN : 26152282     DOI : -
Core Subject : Education,
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman — ISSN (print) 2087-2305. diterbitkan oleh Pusat Kajian dan Pengembangan Ilmu-ilmu Keislaman (PKPI2) Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang sebagai media pengembangan kajian tentang ilmu-ilmu pendidikan dasar (Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Dasar) dan Keislaman.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2022)" : 7 Documents clear
PROBLEMATIKA MEMBACA MENULIS DAN BERHITUNG (CALISTUNG) PADA PESERTA DIDIK KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Ari Suci Cahyaning Rizki; Afakhrul Masub Bakhtiar
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v13i2.7449

Abstract

Penelitian dilakukan bertujuan menemukan faktor faktor dan upaya problematis calistung pada peserta didik kelas rendah UPT SD Negeri 104 Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Hasil penelitian 43% peserta didik kelas I dan II memiliki kemampaun calistung rendah dan 14% peserta didik kelas III memiliki kemampuan calistung rendah. Problematis calistung pada peserta didik kelas rendah UPT SD Negeri 104 Gresik dipengaruhi pleh faktor internal yaitu kemampuan intelektual peserta didik yakni disleksia, disgrafia, dan diskalkulia, faktor eksternal yaitu orang tua, guru, lingkungan sosial, dan sarana prasarana. Peran orang tua, guru, dan lingkungan sangat penting bagi perkembangan peserta didik. Sarana prasarana juga menjadi hal terpenting dalam meningkatkan motivasi peserta didik dalam belajar. Perhatian dan pendampingan khusus harus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam belajar calistung. Guru dan orangtua harus dapat berinovasi menciptakan media belajar yang kreatif agar disenangi anak. Kegiatan pembelajaran tetap memperhatikan psikologis anak agar mereka tidak merasa tertekan.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PPKN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DI SEKOLAH DASAR Satrio Mustiko Wijayanto
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v13i2.7621

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi kurangnya keaktifan siswa dalam pembelajaran, kurangnya guru menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi, dan masih menggunakan pembelajaran secara konvensional, sehingga menjadikan siswa jenuh, sulit memahami materi, dan belum maksimalnya hasil belajar PPKn. Model pembelajaran kooperative tipe jigsaw pada prinsipnya adalah belajar dalam kelompok yang bertujuan untuk meratakan kemampuan siswa, terutama siswa yang kurang interaksinya dengan siswa lainnya, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran PPKn.Permasalahan dalam penelitian ini rendahnya hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PPKn materi organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mencapai ketuntasan belajar serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran PPKn kelas V materi organisasi di sekolah dan masyarakat. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V semester II SDN 2 Watuaji tahun pelajaran 2021/2022 yang berjumlah 18 siswa yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan  siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal dalam pembelajaran PPKn. Kegiatan pembelajaran Kooperative Tipe Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Watuaji Kecamatan Keling Kabupaten Jepara yang ditunjukkan dengan hasil perolehan nilai dari rata-rata siklus I 66,67 dan siklus II 81,39.
IMPLEMENTASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER (PPK) DI MADRASAH IBTIDAIYAH Ummu Jauharin Farda
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v13i2.7498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi implementasi PPK di MI Kota Semarang. Minimnya sosialisasi menyebabkan belum meratanya implementasi PPK di MI Kota Semarang. Terbukti dari 83 Madrasah Ibtidaiyah secara legal formal yang telah melaksanakan PPK hanya Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sumurejo Semarang. Berdasarkan hasil penelitian, pengintegrasian PPK dalam Kurikulum 2013 pelaksanaanya masih mengalami banyak kendala. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan jenis penelitian lapangan atau lingkungan alamiah sebagai sumber data langsung. Penelitian ini guna menggali informasi tentang implementasi penguatan pendidikan karakter di MI Kota Semarang. Data ini dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam. Untuk menambah, mengkonfirmasi dan menajamkan data maka dalam penelitian ini juga diperlukan FGD (Focus Group Discussion) dengan mengundang pihak-pihak terkait. Beberapa hal yang dapat direkomendasikan kepada pihak-pihak terkait antara lain: (1) Pemerintah kota semarang dalam hal ini Kemenag Kota seharusnya mensosialisasikan perpres no.87 tahun 2018 terkait dengan penguatan pendidikan karakter dan melakukan sosialisasi sekaligus pendampingan. (2) Kepada pihak sekolah selalu pro aktif dan menjalin kerjasama antara sekolah maupun madrasah yang sudah mengetahui informasi maupun pengimplementasian terkait perpres no.87 tahun 2018 tentang penguatan pendidikan karakter.          Kata kunci: Implementasi, Penguatan Pendidikan Karakter, Madrasah IbtidaiyahAbstractThis study aims to determine information on the implementation of PPK in all Madratsah Ibtidaiyah of Semarang. The lack of socialization led to the uneven implementation of PPK in all Madratsah Ibtidaiyah of Semarang. It was evident from 83 legally formal Madrasah Ibtidaiyah who had implemented PPK only Sumurejo State Madratsah Ibtidaiyah Semarang. Based on the results of the study, the integration of KKP in the 2013 Curriculum implementation still faced many obstacles.  The approach and type of research uses a descriptive qualitative approach with using the type of field research or natural environment as a direct data source. This research is to explore information about the implementation of strengthening character education in all Madratsah Ibtidaiyah of Semarang. This data is collected through observation and in-depth interviews. To add, confirm and sharpen the data, in this study is also needed FGD (Focus Group Discussion) by inviting relevant parties. Somethings that can be recommended to relevant parties include: (1) Semarang city government in this case the City Ministry of Religion should socialize Perpres No. 87 of 2018 related to strengthening character education and conducting socialization as well as mentoring. (2) The school is always pro-active and cooperates between schools who already know the information and implementation related to Presidential Regulation No.87 of 2018 concerning strengthening character education.           Keywords: Implementation, Strengthening Character Education, Madrasah Ibtidaiyah
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA PERKALIAN KELAS III MI ROUDLOTUL ULUM YOSOWILANGUN Dwi Ajeng Yuniarti; Arissona Dia Indah Sari
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v13i2.7647

Abstract

Soal-soal latihan buku siswa pada materi perkalian masih kekurangan latihan soal yang berhubungan dengan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah, sehingga sulit untuk menilai kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi perkalian. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat tes untuk soal-soal uraian tentang keterampilan pemecahan masalah. Model ADDIE 5 tahap digunakan dalam pengembangan. Instrumen yang digunakan lembar validasi, lembar respon siswa dan tes kemampuan siswa. Teknik pengumpulan data didapatkan dari anaisis kevalidan, analisis kepraktisan desain dan analisis keefektifan. Hasil validasi dari 2 validator yaitu ahli materi dan guru mata pelajaran yaitu 86,1% dari ahli materi, 90,7% dari guru mata pelajaran. Respon siswa memperoleh 87,96% yang artinya sangat baik dan tes kemampuan pemecahan masalah siswa dalam mengerjakan soal materi perkalian yang dikembangkan mendapatkan rata-rata 83% dengan ketuntasan belajar 80%. Oleh karena itu, latihan soal tes kemampuan pemecahan masalah efektif dalam pembelajaran pada materi perkalian mata pelajaran matematika.
EFEKTIVITAS TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DENGAN QUICK AND SMART TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI THINGS IN THE CLASSROOM Gadis Herningtyasari; Ulya Himawati
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v13i2.7579

Abstract

AbstractIn order to realize the ideals of education required appropriate learning. Reality has not been a student-centered learning. The results of interviews of teachers and students gained student learning outcomes is low because students are less enthusiastic and active role in the learning process. The condition can be pursued through Team Games Tournament (TGT) learning model with Quick and Smart which requires students to learn and understand the material. This study aims to determine the effectiveness of TGT aided Quick and Smart about Things in the Classroom material and learningoutcomes in one of state elementary school in Semarang. This study uses pretest-posttest control group design. Sample used are class VA (experimental class) and VB (control group). Sampling using random cluster sampling. The results showed experiment class is more active than control class, more than 80% experimental class students’s activity was high, posttest experimental class’s average was better than control class, N_gain class experimental’s score was high, achieved more than 80% of students posttest experimental group gained value ≥75. These results were confirmed by students and teachers response to learning model applied. Based on this research can be concluded that TGT aided Quick and Smart is effective to increase students’ activity and their learning outcome about Things in the Classroom.Keywords: Activity, Learning Result, Things in the Classroom, TGT Quick and Smart
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMECAHKAN SOAL CERITA MATEMATIKA KELAS IV Hadi Rohyana; Fitri Rifayanti; Miftachudin Miftachudin
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v13i2.7496

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan fokus permasalahan yaitu penggunaan model pembelajaran Inkuiri dalam meningkatkan kemampuan memecahkan soal cerita matematika. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peningkatan kemampuan memecahkan soal cerita matematika pada siswa kelas IV SD Negeri 3 Serang. Model Pembelajaran Inkuiri menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Materi pelajaran tidak diberikan secara langsung. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri materi pelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar. Motede penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model spiral Kemmis dan Tanggert yaitu model siklus yang dilakukan secara berulang berkelanjutan. Artinya semakin lama diharapkan semakin meningkatkan pencapaian hasilnya. Model ini dimulai dengan rencana, tindakan, pengamatan, refleksi dan perencanaan kembali, merupakan dasar untuk ancang-ancang pemecahan masalah. Instrumen yang digunakan adalah LKS, tes tertulis, Lembar Observasi kinerja guru dan Aktivitas siswa, pedoman wawancara. Data diperoleh, dianalisis, dan direfleksikan dengan menggunakan metode deskripsi kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian siklus I,II,III dengan nilai keberhasilan dalam siklus I sekitar 68,8%, keberhasilan pada siklus II sekitar 72,8%,dan pada siklus III sekitar 78,4%. Dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan model inkuiri dikelas IV di SD Negeri 3 Serang menunjukan suatu pemahaman siswa terhadap materi sudah merata dan kemampuan siswa dalam memecahkan soal cerita tentang  materi pecahan sudah sangat baik
MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MELALUI PROBLEM BASED LEARNING DI SDN MEDANI 02 Emy Mardiastuti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Vol 13, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mgs.v13i2.7570

Abstract

Abstrak  Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diawali dengan observasi terhadap kegiatan pembelajaran di kelas III SD Negeri medani 02 Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati  untuk mengetahui permasalahan yang terdapat di kelas tersebut. Permasalahan yang ditemukan yaitu mengenai motivasi dan hasil belajar siswa sebagaian besar masih di bawah KKM dan kegiatan pembelajaran masih menggunakan model konvensional seperti ceramah. Oleh karena itu, dalam penelitian ini pembelajaran Matematika dengan menerapkan Model Pembelajaran PBL (Problem Based Learning. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Apakah model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Menentukan 2 bilangan yang jumlahnya sudah diketahui serta Membuat Permasalahan Berkaitan Dengan Penjumlahan Dua Bilangan Cacah Dengan Hasil yang Ditentukan Sendiri di kelas III SD Negeri Medani 02 dan Apakah Model pembelajaran problem based learning dapat meningkatkan Motivasi peserta didik pada materi Menentukan 2 bilangan yang jumlahnya sudah diketahui serta Membuat Permasalahan Berkaitan Dengan Penjumlahan Dua Bilangan Cacah Dengan Hasil yang Ditentukan Sendiri di kelas III SD Negeri Medani 02. Penelitian ini bertujuan Mendeskripsikan peningkatan aktivitas peserta didik pada muatan pelajaran Matematika  dengan menggunakan model PBL, Meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika dengan model PBL. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus. PTK ini dilaksanakan di kelas III SD Negeri Medani 02 dengan jumlah siswa 7 orang yang terdiri dari 2 orang siswa laki dan 5 orang siswa perempuan. Model Pembelajaran Problem Based Learning ini terdiri dari lima langkah, Orientasi peserta didik pada masalah,Mengorganisasi peserta didik untuk belajar, Membimbing pengalaman individual atau kelompok, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya,Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah  . Instrumen yang digunakan dalam PTK ini terdiri dari lembar observasi terhadap guru dan siswa serta lembar evalusi yang berupa tes tertulis. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan hasil belajar siswa setiap siklus. Nilai ketuntasan hasil belajar siswa 57 % pada siklus I dan siklus II meningkat menjadi 100% total peningkatan 43 %, serta rata-rata nilai 62,0 pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 98,0 total peningkatan 36 poin. Berdasarkan hasil belajar tersebut, penerapan Model pembelajaran PBL (Problem Based learning) dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, peneliti menyarankan guru- guru untuk menerapkan Model pembelajaran PBL (Problem Based learning) dalam pembelajaran khususnya pembelajaran Matematika.Kata Kunci : Model pembelajaran Problem Based learning  AbstractThis Classroom Action Research (CAR) begins with observations of learning activities in class III SD Negeri Medani 02, Cluwak District, Pati Regency to find out the problems in that class. The problems found were about the motivation and learning outcomes of students, most of which were still under the KKM and learning activities still used conventional models such as lectures. Therefore, in this study, learning mathematics by applying the PBL (Problem Based Learning) Learning Model. The formulation of the problem in this study is whether the problem-based learning model can improve student learning outcomes in the material Determining 2 numbers whose numbers are known and Making Problems Related to Addition of Two Count Numbers with Determined Results in class III SD Negeri Medani 02 and whether the problem-based learning model can increase student motivation in the material Determine 2 numbers whose numbers are known and Make Problems Related to the Addition of Two Count Numbers with Determined Results Alone in class III SD Negeri Medani 02. This study aims to describe the increase in student activity in Mathematics subject matter using the PBL model, improve student learning outcomes in Mathematics subjects with the PBL. This research was conducted in two cycles. This CAR is carried out in class III SD Negeri Medani 02 with a total of 7 students consisting of 2 male students and 5 female students. This Problem Based Learning Learning Model consists of five steps, Orientation of students to problems, Organizing students to learn, Guiding individual or group experiences, Developing and presenting work, Analyzing and evaluating the problem solving process. The instruments used in this CAR consist of observation sheets for teachers and students as well as evaluation sheets in the form of written tests. The results showed an increase in student learning outcomes each cycle. The completeness value of student learning outcomes was 57% in cycle I and cycle II increased to 100%, a total increase of 43%, and the average value of 62.0 in cycle I, and in cycle II to 98.0 a total increase of 36 points. Based on these learning outcomes, the application of PBL (Problem Based learning) learning model in Mathematics learning can increase student motivation and learning outcomes. Therefore, researchers suggest teachers to apply the PBL (Problem Based learning) learning model in learning, especially mathematics learning.Keywords: Problem Based learning learning model

Page 1 of 1 | Total Record : 7