p-Index From 2021 - 2026
5.891
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

IbM Guru: Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Buku Ajar Literasi Matematika dan Bahasa Khikmiyah, Fatimatul; Asmara, Candra Hadi; Bakhtiar, Afakhrul Masub
International Journal of Community Service Learning Vol 1, No 3 (2017): November 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2370.704 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v1i3.12594

Abstract

Khikmiyah (2016) menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh para guru khususnya guru matematika tentang literasi sangat rendah. Meskipun demikian, sebagian besar guru menyatakan bahwa kemampuan literasi memiliki peranan penting bagi peserta didik. Selain itu, referensi berbahasa Indonesia yang digunakan untuk mendukung tercapainya literasi sangat terbatas. Agar siswa memiliki kemampuan literasi yang baik maka kemampuan ini harus diasah dan dilatih sejak dini. Salah satu cara paling efektif yang dapat dilakukan untuk melatih literasi siswa sejak dini yaitu melalui guru. Program yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian IbM ini adalah menyelenggarakan pelatihan dan pendampingan buku ajar literasi matematika dan bahasa untuk guru SD/MI. Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah menyebarluaskan literasi matematika dan bahasa, peningkatan pengetahuan dan kemampuan literasi guru dan siswa di sekolah dasar dan menengah serta tersedianya buku ajar literasi untuk siswa sekolah dasar dan menengah. Adapun target khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya buku ajar literasi matematika dan bahasa untuk siswa SD/MI.Hasil dari kegiatan ini yaitu; (1) Buku ajar literasi matematika dan Bahasa untuk Siswa kelas 5 SD/MI (2)Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman guru tentang literasi, (3).Meningkatnya kesadaran guru tentang pentingnya literasi bagi peserta didik, (4).Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman guru tentang model penelitian pengembangan khususnya model ADDIE, (5). Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman guru tentang teknik penulisan buku.
PERMAINAN TRADISIONAL “CUBLAK SUWENG” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK SD Bakhtiar, Afakhrul Masub; Paulina, Paulina
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 1, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.47 KB) | DOI: 10.23887/jisd.v1i3.11945

Abstract

Permainan tradisional yang merupakan salah satu kekayaan intelektual bangsa, yang mengandung syarat akan makna kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan sosial anak SD melalui permainan tradisional “Cublak Suweng” untuk diangkat dalam pembelajaran. Dengan diangkatnya permainan tradisional “Cublak Suweng”, secara otomatis akan mengenalkan dan membudayakan budaya kearifan lokal pada siswa SD. Untuk mencapai target peningkatan keterampilan sosial anak SD melalui permainan tradisional “Cublak Suweng”, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi dengan guru SDN 1 Lampah, Kedamean, Gresik. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I mencapai 76,2%, pada siklus II meningkat menjadi 82,6%, dan pada siklus III meningkat menjadi 85,9%. Begitu juga dengan hasil analisis data keterampilan sosial siswa pada siklus I yang mencapai 79%, pada siklus II meningkat menjadi 85%, dan pada siklus ketiga meningkat menjadi 88%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui permainan tradisional “Cublak Suweng” keterampilan sosial siswa dapat ditingkatkan.
Integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Sekolah Dasar Andriani, Pipit; Bakhtiar, Afakhrul Masub
DIDAKTIKA Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.102 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v24i1.151

Abstract

Deteriorasi lingkungan ini ditandai dengan hilangnya sumber daya tanah, air, udara, punahnya flora dan fauna liar, dan kerusakan ekosistem. Langkah konkret yang perlu ditempuh salah satunya ialah pendidikan lingkungan hidup. Pendidikan Lingkungan Hidup merupakan usaha melestarikan lingkungan dengan mengajarkan di sekolah secara formal. Pendidikan Lingkungan Hidup bukanlah suatu bidang studi yang berdiri sendiri. Namun, dapat diintegrasikan ke dalam suatu bidang studi di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengintegrasikan Pendidikan Lingkungan Hidup ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan metode studi dokumen. Hasil penelitian, bahwa Pendidikan Lingkungan Hidup dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di sekolah dasar melalui analisis kompetensi dasar
Pengembangan Pop Up Book Bahasa Indonesia Berbasis Budaya Slempitan Umam, Nanang Khoirul; Bakhtiar, Afakhrul Masub; Iskandar, Hardian
Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sains, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/tpd.v1i02.857

Abstract

Innovation in education world is a nuance that must always be improved, considering that time goes with the changing of era. So in the field of education there has to be a special touch in the form of innovation which is able to become an educational identity as a space for freedom from backwardness. Education is now designed to return to the local wisdom of each region so that it can produce scholars with extensive knowledge and cultured character. Slempit Village is one of the villages in Gresik Regency with unique local culture and now has to get special attention for some of them are starting to get abandoned as modern access which is marked by the construction of the Gresik-Mojokerto toll road. Various elements of society have the same responsibility for cultural preservation and especially in the world of education which focuses directly on the inculcation of values towards the nation's next generations. Based on this, the researchers conducted the Development of Indonesian Language Pop Up Book Based on Slempitan Culture. The development process is carried out with a research method of development which then gives birth to a pop-up book which is effective and relevant to be applied in the learning process, especially at SDN I Slempit regarding local culture of Slempit. The development model is done by adapting instructional development model which, according to Sadiman, 1996 (et al) consists of seven systematic stages. This study used validation instruments from the data analysis. The validation of Slempitan Culture-Based Indonesian Pop-Up Book consists of presentation / material validator as well as graphic validator. The results of the validation of the presentation obtained a score of 90% in the very feasible category. While the score obtained from the results of the graphic is 90.9% in the excellent category.
SOSIALISASI KEKAYAAN INTELEKTUAL DI DESA BANYUURIP KECAMATAN KEDAMEAN KABUPATEN GRESIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Umam, Nanang Khoirul; Marzuki, Ismail; Bakhtiar, Afakhrul Masub
DedikasiMU(Journal of Community Service) Vol 2 No 3 (2020): DedikasiMU (Journal of Community Service), September 2020, ISSN: 2716-5140, E-ISS
Publisher : universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v2i3.1661

Abstract

Desa Banyuurip merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik. Lokasi Desa Banyuurip berada pada Gresik bagian selatan dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sidoarjo. Letak geografis ini sangat berpengaruh pada mata pencaharian penduduk di desa tersebut. Mayoritas penduduk merupakan petani namun pemuda di sana lebih memilih menjadi karyawan swasta yakni bekerja di pabrik-pabrik. Beberapa UMKM di desa tersebut sudah mulai sedikit peminatnya karena tidak adanya penurus pelaku usaha yang sudah dijalankan. Produk-produk yang dihasilkan misalnya sabun berbahan dasar bambu hanya dikelola oleh masyarakat yang usianya sudah lanjut karena pemuda di sana lebih memilih untuk bekerja sebagai karyawan swasta. Situasi seperti ini akan mengancam eksistensi pelaku usaha produk-produk lokal yang berpotensi untuk didaftarkan hak atas Kekayaan Intelektual. Oleh karena itu maka tim pengabdian melakukan inisiasi untuk memberikan sosialisasi kekayaan intelektual di Desa Banyuurip sebagai upaya untuk memberikan wawasan masyarakat terhadap produk yang berpotensi didaftarkan hak atas kekayaan intektual.
Pengembangan Pop Up Book Bahasa Indonesia Berbasis Budaya Slempitan Nanang Khoirul Umam; Afakhrul Masub Bakhtiar; Hardian Iskandar
Trapsila: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 02 (2019)
Publisher : Fakultas Bahasa dan Sains, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/tpd.v1i02.857

Abstract

Innovation in education world is a nuance that must always be improved, considering that time goes with the changing of era. So in the field of education there has to be a special touch in the form of innovation which is able to become an educational identity as a space for freedom from backwardness. Education is now designed to return to the local wisdom of each region so that it can produce scholars with extensive knowledge and cultured character. Slempit Village is one of the villages in Gresik Regency with unique local culture and now has to get special attention for some of them are starting to get abandoned as modern access which is marked by the construction of the Gresik-Mojokerto toll road. Various elements of society have the same responsibility for cultural preservation and especially in the world of education which focuses directly on the inculcation of values towards the nation's next generations. Based on this, the researchers conducted the Development of Indonesian Language Pop Up Book Based on Slempitan Culture. The development process is carried out with a research method of development which then gives birth to a pop-up book which is effective and relevant to be applied in the learning process, especially at SDN I Slempit regarding local culture of Slempit. The development model is done by adapting instructional development model which, according to Sadiman, 1996 (et al) consists of seven systematic stages. This study used validation instruments from the data analysis. The validation of Slempitan Culture-Based Indonesian Pop-Up Book consists of presentation / material validator as well as graphic validator. The results of the validation of the presentation obtained a score of 90% in the very feasible category. While the score obtained from the results of the graphic is 90.9% in the excellent category.
PERMAINAN TRADISIONAL “CUBLAK SUWENG” UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK SD Afakhrul Masub Bakhtiar; Paulina Paulina
Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar Vol 1 No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jisd.v1i3.11945

Abstract

Permainan tradisional yang merupakan salah satu kekayaan intelektual bangsa, yang mengandung syarat akan makna kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk  meningkatkan keterampilan sosial anak SD melalui permainan tradisional “Cublak Suweng” untuk diangkat dalam pembelajaran. Dengan diangkatnya permainan tradisional “Cublak Suweng”, secara otomatis akan mengenalkan dan membudayakan budaya kearifan lokal pada siswa SD. Untuk mencapai target peningkatan keterampilan sosial anak SD melalui permainan tradisional “Cublak Suweng”, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas yang berkolaborasi dengan guru SDN 1 Lampah, Kedamean, Gresik. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus, masing-masing siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan dan observasi, serta refleksi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada siklus I mencapai 76,2%, pada siklus II meningkat menjadi 82,6%, dan pada siklus III meningkat menjadi 85,9%. Begitu juga dengan hasil analisis data keterampilan sosial siswa pada siklus I yang mencapai 79%, pada siklus II meningkat menjadi 85%, dan pada siklus ketiga meningkat menjadi 88%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa melalui permainan tradisional “Cublak Suweng” keterampilan sosial siswa dapat ditingkatkan.
PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG UNTUK MELATIH KETERAMPILAN KINESTETIK DAN SOSIAL ANAK Afakhrul Masub Bakhtiar
JUSEDA Vol 2 No 2 (2018): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.195 KB) | DOI: 10.30587/jtiee.v2i2.744

Abstract

Social life skill merupakan modal dasar seorang manusia berinteraksi dalam kehuidupannya sehari-hari, baik dengan lingkungan mapun dengan masyarakat di sekitarnya. Tidak dapat dipungkiri, pengaruh teknologi membawa anak-anak pada aktivitas individu yang dominan sehingga tingkat interaksi langsung dengan individu lain menjadi minim atau bahkan terbangun sikap-sikap apatis dan tertutup. Permainan Tradisional Egrang Melatih Keterampilan Kinestetik dan Sosial merupakan inovasi sebagai upaya pelestarian nilai-nilai tradisional penciri kebudayaan Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan kinestetik dan sosial anak harus menjadi perhatian utama dalam tumbuh kembangnya. Soetjatiningsih(1998) menyatakan bahwa bermain merupakan unsur yang penting untuk perkembangan anak baik fisik, emosi, mental, intelektual, kreatifitas, dan sosial. Aktivitas bermain penting untuk meningkatkan kemampuan sosial kinestetik ialah permainan egrang. Metode penerapan yang digunakan dalam mengimpelemtasikan permainan tradisional egrang ini ialah metode permainan outdoor. Metode ini menjadi solusi, dimana ruang terbuka atau outdoor memiliki kondisi permukaan bumi berupa tanah, paving, atau aspal yang memiliki karakter tidak licin dan dapat menyesuaikan kontak alas kaki egrang. Gerakan yang dimunculkan melalui langkah-langkah yang ada dalam permainan egrang melatih ketangkasan, kolaborasi, dan keterampilan melakukan gerak. Terkait kemampuan sosial, permainan ini menunjang kebutuhan besosial melalui penerapannya yang berkelompok serta implementasinya di luar ruang memberikan peluang untuk individu yang memainkannya bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang, variasi karakter dan latar belakang. Kata Kunci : Permainan tradisional egrang, keterampilan sosial, keterampilan kinestetik.
PENGGUNAAN POP UP BOOK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI KELAS IV SDN 1 SLEMPIT Nanang Khoirul Umam; Hardian Iskandar; Afakhrul Masub Bakhtiar
JUSEDA Vol 3 No 2 (2019): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jtiee.v3i2.1665

Abstract

This study attempts to increase skill described writing poetry use Pop Up Book in fourth grade students SDN 1 slempit a year 2019/ 2020. It is the type of research the act of a class by research Arikunto design used model consisting of 4 first is planning, do, observation, and reflection. Subject of study there are 19 students. Technique used the test data collection and an instrument used the sheets test writing poetry to know increase skill writing poetry. Based on the results of the analysis done by researchers, increase skill or writing reached percentage of classical of 80,79 % or complete all students in learning writing poetry.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA TEKS PUISI PADA PESERTA DIDIK KELAS II SDN SEGOROMADU Agustin Nur Khafidah; Afakhrul Masub Bakhtiar
JUSEDA Vol 4 No 1 (2020): JTIEE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jtiee.v4i1.1509

Abstract

This study aims to determine the process of applying cooperative script learning models to improve the skill of reading poetry texts to second grade students of SDN Segoromadu. The results of the study obtained in the action of the first cycle showed that the results of the students' poetry reading skills were still under the KKM with a percentage value of 60%. Whereas in the second cycle of action in the application of cooperative script learning models can improve students' poetry reading skills with a percentage value of 75%.