cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL ISTEK
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2017): ISTEK" : 15 Documents clear
IMPLEMENTASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL UNTUK MENGUKUR PENERIMAAN GURU TERHADAP INOVASI PEMBELAJARAN (Studi Kasus Model Pembelajaran CBR Di SMK) Yana Aditia Gerhana; M. Irfan; Cepy Slamet
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan guru terhadap pembejaran model CBR. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Seubjek penelitian ini adalah 8 orang guru dari 7 SMK dengan program keahlian TKJ. Hasil penelitia menunjukan baik ditinjau dari faktor internal maupun faktor eksternal, penerimaan guru terhadap model pembejaran CBR positif dan signifikan, dengan rerata nilai koofisien korelasi sebesar 78,98%.
ESTIMASI LUASAN DAN PERKEMBANGAN DAERAH JELAJAH ELANG BRONTOK (Nisaetus cirrhatus) PASCA REHABILITASI DI PUSAT KONSERVASI ELANG KAMOJANG GARUT JAWA BARAT Ana Widiana; Rifki M. Iqbal; Astri Yuliawati
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elang atau raptor merupakan burung pemangsa yang berperan sebagai predator dalam suatu ekosistem. Namun ancaman perburuan, perdagangan dan pemeliharaan terhadap jenis-jenis raptor juga sangat tinggi. Salah satu upaya untuk menjaga kelestarian populasinya di alam adalah dengan cara konservasi secara insitu dan rehabilitasi untuk dikembalikan ke alam (return to the wild). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui estimasi luasan dan perkembangan daerah jelajah elang brontokyang dilepasliarkan setelah melewati masa rehabilitasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 6 Juni – 3 Juli 2015 di sekitar kawasan CA/TWA Kamojang Desa Sukakarya Kec. Samarang Garut Jawa Barat, dengan keadaan cuaca di lapangan pada saat penelitian adalah kemarau. Pengamatan daerah jelajah dilakukan dengan menggunakan metode Spot-mapping (territory mapping). Pengolahan data titik-titik perjumpaan dan garis jelajah pada peta dilakukan dengan menggunakan software QGIS version 2.8.3-Wien dan analisis data untuk menghitung luasan daerah jelajah dengan minimum polygon dan metode sel berpetak (grid cells method), dengan ukuran tiap kotak (cell) 100 m x 100 m. Estimasi luasan daerah jelajah Elang Brontok pasca rehabilitasi adalah sebesar +740.000 m2 (0,74 km2) dengan 146 titik lokasi perjumpaan (contact point) selama 11 hari perjumpaan (contact time) dan perkembangan daerah jelajah yang teramati semakin hari semakin meluas, hal ini ditunjukkan dengan jarak titik perjumpaan terjauh sekitar + 1500 m (1,5 km) dari kandang habituasi.
PERANGKAT LUNAK BANTU PENGANALISAAN PENURUNAN MUTU AIR MELALUI TEKNIK CHLORINASI MENGGUNAKAN METODE LVQ (Studi Kasus PDAM Kabupaten Bekasi) Undang Syaripudin; Yogi Saputra
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat penurunan mutu air melalui teknnik chlorinasi yang menggunakan metode LVQ. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Subjek penelitian ini adalah sebuah capture air yang sudah melalui proses chlorinasi di PDAM. Hasil penelitian menunjukan baik ditinjau dari faktor internal maupun faktor eksternal, penganalisaan penurunan kualitas mutu air melalui 4 unsur mutu air CO (Na dan Mn), DO, COD, dan BOD, melalui teknik chlorinasi, dengan rerata nilai koofisien korelasi dengan mengambil 15 data uji citra air yaitu sebesar 73 % sistem berhasil menampilkan informasi yang benar.
SOLUSI NUMERIK PERSAMAAN NON-LINIER DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEWTON-RAPHSON MODIFIKASI FUZZY Elis Ratna Wulan; Ginanjar Pajarudin; Dian Nuraiman
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persamaan non-linear merupakan salah satu kajian dalam ilmu matematika. Beberapa metode numerik telah dikembangkan untuk menyelesaikan persamaan non linear. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Newton Raphson Modifikasi Fuzzy. Untuk menghindari perhitungan �′(��) = 0 diterapkan modifikasi metode Newton-Raphson, dengan mengganti �′(��) dalam formula Newton Raphson menggunakan tabel interpolasi, di mana interpolasi ditulis dalam bentuk Newtonian. Kemudian dapat dihitung nilai taksiran untuk �(��) menggunakan interpolasi Newton. Metode penyelesaian persamaan non linear ini akan dibahas pada contoh studi kasus. Persamaan Non Linier yang digunakan pada penelitian ini adalah � [�1, �2, �3] = [3,4,5] [�1, �2, �3]2 − [1,2,3] [�1, �2, �3] + [1,2,3] dengan menggunakan metode Newton Raphson modifikasi Fuzzy diperoleh nilai taksiran untuk �[3,4,5] = [−5,57.99999959,184.3059112].
PENAMBAHAN EKSTRAK TOGE PADA MEDIA NATA DE COCO Kelik Putranto; Ahmad Taofik
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nata dihasilkan oleh suatu spesies bakteri penghasil asam asetat yaitu Acetobacter xylinum. Bakteri tersebut dapat membentuk polikel tebal (nata) di atas permukaan medium air kelapa. Penambahan ekstrak toge pada media air kelapa bertujuan untuk meningkatkan kandungan Vitamin, Nitrogen dan fosfat agar nata de coco yang dihasilkan lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak toge dalam medium air kelapa yang tepat sehingga diperoleh beberapa karakteristik nata de coco yang baik. Konsentrasi ekstrak toge yang digunakan dalam percobaan ini terdiri dari konsentrasi 0%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Kriteria pengamatan dalam penelitian ini meliputi pengamatan terhadap sifat kimia, sifat fisik dan sifat organoleptik nata de coco. Pengamatan sifat kimia meliputi kadar air dan kadar serat kasar. Pengamatan sifat fisik meliputi rendemen dan ketebalan, sedangkan pengamatan organoleptik meliputi warna, kekenyalan, dan rasa. Hasil percobaan menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak toge 10% menghasilkan nata de coco dengan karakteristik yang baik. Penetapan ini berdasarkan pada kadar air (95,82%), kadar serat kasar (2,87%), rendemen (98,97%), ketebalan (4,68mm), tingkat kesukaan terhadap warna (skor 4,26), kekenyalan (skor 3,57) dan rasa (skor 4,40) dari total skor 5.
Analisis Kandungan Vitamin C Makroalga serta Potensinya bagi Masyarakat di Kawasan Pantai Timur Cagar Alam Pananjung Pangandaran Tia Setiawati; Maitala Sari
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makroalga merupakan sumber terbaharukan yang potensial. Makroalga memiliki kandungan nutrisi penting seperti karbohidrat, protein, serat, lemak, mineral dan berbagai vitamin. Salah satu vitamin yang terkandung adalah vitamin C yang memiliki banyak manfaat bagi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan vitamin C makroalga serta potensinya bagi masyarakat di kawasan Pantai Timur Cagar Alam Pananjung Pangandaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode jelajah dengan bantuan garis transek, analisis kandungan vitamin C makroalga menggunakan metode iodometri dan kajian potensi makroalga menggunakan metode wawancara. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan kandungan vitamin c pada delapan jenis makroalga yang ditemukan yaitu: Gracillaria eucheumioides 0,0401 mg/g, Halimeda macroloba 0,077 mg/g, Halymenia harveyana 0,036 mg/g, Gracillaria salicornia 0,0559 mg/g, Valoniopsis pachynema 0,0529 mg/g, Gracillaria coronipifolia 0,0478 mg/g, Borgesinia forbesii 0,1121 mg/g, Acanthophora spicifera 0,0459 mg/g. Berdasarkan pengetahuan masyarakat setempat potensi makroalga sebagai bahan pangan (agar), bahan obat dan bahan pakan abalon. Dapat disimpulkan bahwa kandungan vitamin C tertinggi terdapat pada Borgesinia forbesii 0,1121 mg/g dan terendah terdapat pada Halymenia harveyana 0,036 mg/g serta kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai potensi makroalga.
RESPONS MENTIMUN JEPANG (Cucumis sativus L.) Var. Roberto TERHADAP PERENDAMAN BENIH DENGAN GIBERELIN (GA3) DAN BAHAN ORGANIK HASIL FERMENTASI (BOHASI) Suryaman Birnadi
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An experiment was conducted to study the effect of plant growth regulator gibberellin (GA3) and banana stem bohasi on growth and results of Japanese Cucumber (Cucumis Satifus L. Var Robberto) has been done in Tolengas, Sumedang since March 2015 to May 2015. Using Randomized Group Design factorial with three replications consisting of two factors. The first factor is the appropriation of plant growth regulator gibberellin (GA3) which consists of: (1) 0 ppm; (2) 100 ppm; (3) 200 ppm; (4) 300 ppm. The second factor is banana stem bohasi consisting of: (1) 0 t ha-1 (2) 10 t ha-1 (3) 20 t ha-1 with the observation parameters plant height, number of leaves, the weight of fresh stover, the weight of dry stover and the weight of the fruit crop on each plant. The results showed that no interaction between the administration of growth regulator gibberellin (GA3) and banana stem bohasi fertilizer on all parameters of observation. Best effect is shown by the plants treated with growth regulator gibberellin (GA3) concentration of 200 ppm (g2) and banana stem Bohasi manure 20 t ha-1 parameter on plant height, number of leaves, the weight of fresh stover and the weight of the fruit crop on each plant.
PERBEDAAN KEANEKARAGAMAN DAN KOMPOSISI DARI SERANGGA PERMUKAAN TANAH PADA BEBERAPA ZONASI DI HUTAN GUNUNG GEULIS SUMEDANG Ida Kinasih; Tri Cahyanto; Zhia Rizki Ardian
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keanekaragaman merupakan salah satu indikator kestabilan suatu komunitas. Salah satu sumber daya yang berperan dalam komunitas adalah serangga permukaan tanah. Serangga sebagai salah satu komponen keanekaragaman hayati memiliki peranan penting dalam jaring makanan yaitu, sebagai herbivor, karnivor, dan detrivor. Hutan Gunung Geulis yang sebagian dikelola masyarakat berpengaruh pada kelimpahan, distribusi dan keanekaragaman jenis biota penghuni Hutan termasuk serangga permukaan tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman, kelimpahan dan distribusi serangga permukaan tanah pada dua zonasi di Hutan Gunung Geulis yang berbatasan dengan desa Jatiroke. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari hingga Februari 2014 dengan menggunakan metode survei yaitu pengambilan sampel serangga secara langsung dengan menggunakan pitfall trap. Setiap zonasi dipasang 30 pitfall trap. Jebakan dipasang selama 24 jam dan dilakukan sampling setiap satu minggu sekali selama 5 minggu. Selain itu juga mencatat faktor lingkungan seperti kelembaban tanah, pH tanah, dan ketebalan seresah. Hasil penelitian didapat pada zona 2 (600 mdpl) terdapat jumlah individu serangga yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan zona 1 (400 mdpl), dengan komposisi serangga 7 ordo dengan 14 famili dari (1001 individu) pada zona 1, sedangkan pada zona 2 didapatkan 6 ordo dengan 13 famili dari (1077 individu). Adanya perbedaan pH tanah, ketebalan serasah, serta vegetasi pada kedua zona tersebut memungkinkan adanya perbedaan keanekaragaman dan komposisi serangga tanah.
RANCANG BANGUN SIMULASI MOBILE IP PADA JARINGAN WLAN Eki Ahmad Zaki
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile IP (MIP) adalah mekanisme adelivery untuk mengirim alamat IP yang sebelumnya digunakan sehingga ketika perangkat terhubung Local Area Networks Wireless (WLAN) tidak perlu melakukan konfigurasi ulang saat bergerak. Mekanisme kerja pada rancangan ini adalah Mobile Node (MN) pada posisi awal berada di area Access Point 1 (AP 1) dengan ip address 10.1.1.1 atau pada area Home Agent (HA), hal ini memungkinkan Corresspondent Node (CN) berkomunikasi langsung dengan MN. Kemudian MN berpindah tempat pada coverage area AP 2 sehingga CN mengalami putus komunikasi dengan MN. Agar dapat tetap berkomunikasi antara CN dengan MN maka digunakan transfer data dengan tunneling.
INOVASI PRODUK OLAHAN PANGAN MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK AMPAS KELAPA UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT KABUPATEN BANDUNG JAWA BARAT Aep Saepulah; Ucu Julita; Teddy Yusuf; Tri Cahyanto
JURNAL ISTEK Vol 10, No 2 (2017): ISTEK
Publisher : JURNAL ISTEK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah organik ampas kelapa memiliki kandungan serat yang tinggi yang dapat bermanfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi. Selama ini, pemanfaatannya masih sebatas dijadikan pakan ternak. Dengan jumlah serat yang tinggi dan potensi protein dan lemak, memberi peluang untuk dikembangkan menjadi produk olahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mendiseminasikan pemanfaatan limbah organik ampas kelapa melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa efektif pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui pemanfaatan limbah organik ampas kelapa. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cibiru Kota Bandung. Untuk memperoleh data penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat menunjukan bahwa peserta yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema pemanfaatan limbah organik ampas kelapa diikuti oleh 50 peserta, sebagian besar peserta menilai kegiatan tergolong baik. Kehadiran peserta saat monitoring pasca pelatihan mengalami penuruan dengan presentase pada tahap 1 76%, tahap 2 64% dan tahap 3 46%. Adanya penilaian kurang dari peserta untuk beberapa parameter, diduga karena perbedaan usia para peserta dengan rentang yang sangat berbeda jauh memberikan dampak terhadap respon kegiatan. Selain dari itu, kurang optimalnya penyelenggara kegiatan pengabdian masyarakat juga diduga menjadi faktor penyebab kurang optimalnya kegiatan pengabdian masyarakat.

Page 1 of 2 | Total Record : 15