cover
Contact Name
Hero Patrianto
Contact Email
jurnal.atavisme@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.atavisme@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Jawa Timur, Jalan Siwalanpanji, Buduran, Sidoarjo 61252, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
ISSN : 1410900X     EISSN : 25035215     DOI : 10.24257
Core Subject : Education,
Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Juni dan Desember.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME" : 8 Documents clear
KAJIAN EKOBUDAYA DALAM NOVEL TIRAI MENURUN KARYA NH. DINI Sugiarti, Sugiarti
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.215 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.277.110-121

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fakta-fakta budaya dan tata nilai budaya Jawa dalam novel Tirai Menurun karya Nh. Dini. Masalah yang dibahas adalah fakta-fakta budaya dan tata nilai budaya Jawa. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pemahaman arti secara mendalam. Sumber datanya novel Tirai Menurun dan data berwujud kutipan satuan cerita. Hasil penelitian menunjukkan: (1) fakta-fakta budaya Jawa dalam novel Tirai Menurun mencakup segala aktivitas tokoh terkait dengan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat untuk kepentingan kehidupannya. Keseluruhan aktivitas dijalani dalam rangka mengawali kehidupan keluarga hingga  kematian; (2) tata nilai budaya Jawa dijadikan standar dalam menjalani hidup sehingga diperoleh keselarasan. Tokoh menjalani kehidupan secara total dengan berpedoman pada nilai-nilai budaya yang telah ditanamkan oleh keluarga. Simpulan penelitian: (1) fakta-fakta budaya dalam novel Tirai Menurun meliputi upacara pernikahan, kehamilan, dan kematian; (2) tata nilai budaya Jawa yang berlaku adalah keselarasan dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan sehingga dapat membedakan yang baik dan buruk. [Title: Study on Ecoculture in The Novel Tirai Menurun by Nh. Dini]. This study is describing the cultural facts and values conveyed in Nh. Dini?s Tirai Menurun using the descriptive method by means of in-depth comprehension in the forms of quotations. Descriptive and interactive-dialectical approaches were applied in the analysis, resulting as follow: (1) Javanese cultural facts found in the novel are portraying all of the conducted activities related to the characters for the benefit of life, starting from family life until death; (2) Javanese values are used as a standard of life in order to obtain harmony in life. The character in the novel is using those values, that have been instilled by the family, to live the life. The conclusions of the research are: (1) cultural facts of Javanese culture in the novel are started from wedding, then pregnancy, until death; and (2) the values of Javanese culture to achieve better life are reflected through harmony in thoughts, words, and deeds in life in order to distinguish between good and bad.
IDEOLOGI DALAM NOVEL PABRIK KARYA PUTU WIJAYA Zamzuri, Ahmad
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.725 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.303.14-26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ideologi dan formasi ideologi dalam novel Putu Wijaya yang berjudul Pabrik dengan menggunakan teori hegemoni Gramsci. Masalah penelitian ini adalah ideologi apa yang dapat ditemukan dalam novel dan bagaimanakah pembentukannya. Untuk mengungkap ideologi dan formasi ideologi dalam novel ini, penelitian menggunakan metode melalui langkah-langkah berikut: (1) menentukan subjek penelitian; (2) melakukan studi kepustakaan; (3) mengidentifikasi ideologi berdasarkan teori hegemoni Gramsci; dan (4) menganalisis formasi ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat ideologi dalam novel tersebut, yaitu (1) ideologi otoritarianisme; (2) ideologi individualisme; (3) ideologi liberalisme; dan (4) ideologi anarkisme. Formasi ideologi dalam novel tersebut muncul dalam tiga hubungan, yaitu hubungan kontradiktif antara ideologi otoritarianisme dan demokrasi, hubungan korelatif antara ideologi liberalisme dan hedonisme, dan hubungan bawahan antara ideologi otoritarianisme dan liberalisme. [Title: Ideology in Putu Wijaya?s Pabrik]. This study aims to reveal the ideology and ideological formation in Putu Wijaya's novel entitled Pabrik using Gramsci's theory of hegemony. The problem of this study is what ideology that can be found in the novel and how its formation is. In revealing the ideology and ideological formation in the novel, this research is organized through the following steps: (1) determining the subject of research; (2) conducting library research; (3) identifying ideologies based on Gramsci's theory of hegemony; and (4) analyzing the ideological formation. The results show that there are four ideologies in the novel; those are (1) the ideology of authoritarianism; (2) the ideology of individualism; (3) the ideology of liberalism; and (4) the ideology of anarchism. The ideological formation in the novel appears in three relationships, namely the contradictory relationship between the ideology of authoritarianism and democracy, the correlative relationship between the ideology of liberalism and hedonism, and the subordinate relationship between the ideology of authoritarianism and liberalism.
PEREMPUAN DALAM DRAMA SERI TELEVISI "GREATEST MARRIAGE": PERSPEKTIF FEMINIS LIBERAL Mulyani Supriatin, Yeni
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.956 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.279.38-52

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap upaya tokoh perempuan dalam drama seri televisi ?Greatest Marriage? menghadapi budaya patriarkat. Masalah yang dibahas adalah upaya tokoh perempuan dalam menghadapi budaya patriarkat; yakni upaya  mereka dalam berkompromi atau bernegosiasi dengan patriarkat. Teori yang digunakan dalam penganalisisan data adalah teori feminis liberal. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik penyimakan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perempuan dalam drama yang diteliti telah mendobrak budaya patriarkat di lingkungan keluarga, tempat bekerjanya (kantor), dan di ranah hukum seperti mengkritik undang-undang perkawinan dan hak asuh anak. Simpulan penelitian ini adalah patriarkat diafirmasi oleh kelas atas yang secara ekonomi sudah mapan. Namun, kekuatan itu dapat dilawan dengan liberalisme, pendidikan, dan modernitas.  [Title: Woman on Television Drama Series ?Greatest Marriage?: Liberal Feminist Perspective]. This research aims to reveal the attempts of female characters in the television drama series "Greatest Marriage" in confronting the partriarchal culture. The problem discussed here is how the efforts of women leaders in the face of patriarchal culture, whether women can compromise or negotiate with the patriarchy. The theory used in analyzing the data is the liberal feminist theory. The method used is qualitative listening technique. The results illustrate that women in the studied drama have to break the patriarchal culture in the family environment, the place of work (office), and in the realm of law such as criticizing the laws of marriage and child custody. The conclusion of the research is that patriarchy is affirmed by the upper class who is economically established. However, that power can be challenged through liberalism, education, and modernity.
STRATEGI NARATIF DALAM PENGGAMBARAN KONFLIK IDEOLOGIS PADA NOVEL KAMBING DAN HUJAN KARYA MAHFUD IKHWAN Septriani, Hilda; Priyatna, Aquarini; Saleha, Amaliatun
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.354 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.301.68-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap strategi naratif  dalam penggambaran konflik ideologis antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah serta negosiasi antartokoh yang ditampilkan di dalam novel Kambing dan Hujan karya Mahfud Ikhwan. Masalah yang dibahas adalah bagaimanakah strategi naratif untuk menggambarkan konflik ideologis antara NU dan Muhammadiyah serta bagaimanakah negosiasi ideologis antartokoh ditampilkan di dalam novel. Teori yang digunakan adalah teori strategi naratif yang dikemukakan oleh Mieke Bal (1997) dan Fludernik (2009). Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa untuk menggambarkan konflik ideologis antara NU dan Muhammadiyah dalam novel digunakan strategi naratif melalui narator, fokalisasi, alur, dan latar. Konflik ideologis muncul karena adanya ketidaksamaan praktik-praktik keagamaan yang dilakukan oleh para tokoh sebagai representasi anggota kelompok NU dan Muhammadiyah di dalam novel. Pada akhirnya, berbagai negosiasi ditampilkan dalam teks melalui representasi tokoh yang berafiliasi dengan NU dan Muhammadiyah untuk meredam konflik ideologis di antara keduanya.[Title: The Narrative Strategy in Representation of Ideological Conflict in Mahfud Ikhwan?s Novel Kambing dan Hujan]. This research aims at conveying narrative strategy in depicting ideological conflict between Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah, and negotiations among the characters in Kambing dan Hujan novel written by Mahfud Ikhwan. The problem-discussed in this study is how the narrative strategy depicts ideological conflicts between NU and Muhammadiyah and how ideological negotiations of those characters are depicted in the novel. The theory is the theory of narrative strategy proposed by Mieke Bal (1997) and Fludernik (2009). This study uses a qualitative descriptive method. The result shows that to describe the ideological conflicts between NU and Muhammadiyah, the novel uses narrative strategies through narrator, vocalization, plots and setting. Ideological conflicts arise because there is inequality of religious practices performed by the characters appearing in the novel as a representation of both adherents of NU and Muhammadiyah. At the end, any kind of negotiation is displayed through the representation of the characters affiliated with NU and Muhammadiyah to diminish the ideological conflict between them.
KONTESTASI POLITIK IDENTITAS DALAM CERITA ASAL-USUL RAJA AMPAT Susamto, Dina Amalia
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.364 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.286.84-97

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap  cara dua narasi tentang cerita asal-usul Raja Ampat dari suku Biak dan Ma?ya di Raja Ampat merepresentasikan politik identitas.  Permasalahannya adalah bagaimanakah politik identitas dikontestasikan oleh kelompok-kelompok masyarakat di Raja Ampat. Penelitian kualitatif secara etnografi ini menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kontestasi masing-masing akan terus mereposisi subjek  dalam politik identitas Ma?ya dan Biak. Keduanya berada pada proses menjadi subjek baru, identitas yang berbeda di antara masyarakat lain di Raja Ampat dalam kebutuhan komodifikasi pariwisata. Sebagai akibatnya, Ma?ya dan Biak yang sekarang berbeda dengan leluhur mereka di masa lalu. Versi-versi cerita menjadi bagian dari kekayaan ekspresi budaya dan tidak dijadikan sebagai alat politik untuk mengklaim siapa yang lebih tua atau lebih unggul di dalam suatu wilayah. Dalam penelitian ini, disimpulkan  bahwa cerita asal-usul Raja Ampat dari suku Ma?ya adalah versi yang lain sebagai bentuk resistensi Ma?ya terhadap versi Biak. Kontestasi tersebut membuat subjek Ma?ya dan Biak ambivalen. [Title: Study on Ecoculture in the Novel Tirai Menurun by Nh. Dini]. This research aims to unveil how two narratives about the origin of Raja Ampat from Biak and Ma?ya people in Raja Ampat represent their identity politics.  The problem is how  politics of identity is contested by Ma?ya and Biak  people in Raja Ampat. This is a kind of ethnographic qualitative research. The result of research shows that in the contestation each of them will endlessly reposition the subject in Ma?ya and Biak?s identity politics. As a result, Ma?ya and Biak always become new subjects, different identity among other people in Raja Ampat in the necessities of tourism commodification. In present days, the identities of Ma?ya and Biak are different from their ancestors in the past. The various versions of the story  are the richness of the cultural expression, and are not used as political devices to make a claim about which is the older and superior one. The research concludes that the story of origin of Raja Ampat from Ma?yas is another version that shows a resistance to Biak?s version.
RUSSIAN'S EXISTENTIAL AND SOCIAL ATMOSPHERE POST-CRIMEAN WAR IN FYODOR DOSTOEVSKY'S THE GAMBLER: AN EXISTENTIAL-SOCIOLOGICAL APPROACH Adi, Sugeng Susilo
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.933 KB) | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.265.27-37

Abstract

[Judul: Atmosfer Eksistensial dan Sosial Rusia Pasca-­Perang  Krimea dalam The Gambler Karya Fyodor Dostoevsky: Sebuah Pendekatan Sosiologi Eksistensial]. The Gambler karya Fyodor Dostoevsky. Masalah yang diangkat dalam The Gambler terkait dengan peristiwa bersejarah di Rusia, yaitu perang Krimea. Ada tiga masalah yang dibahas dalam penelitian ini. Yang pertama adalah mengenai nasionalisme bangsa Rusia dan sentimen mereka terhadap orang Eropa; yang kedua membahas perjudian dan kaitannya dengan pergulatan ekonomi dan kelas sosial; yang ketiga membahas  eksistensi tokoh utama wanita yang ditampilkan dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi-eksistensial dengan dasar bahwa manusia selalu memberikan makna dan bertanggung jawab atas setiap tindakan atau pilihan-pilihan hidupnya, tetapi hal tersebut tidak terlepas dari sistem sosial tempat ia berada. Metode penelitian deskriptif analisis digunakan untuk memberikan analisis yang mendalam terhadap isu-isu terkait. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa Perang Krimea memberi pengaruh yang cukup signifikan pada keberadaan eksistensial dan sosial masyarakat Rusia  seperti yang direfleksikan dalam novel The Gambler.                               This research discusses the existential and social issues arose from The Gambler by Fyodor Dostoevsky. The issues discussed are related to significant moment in Russia history; the Crimean war. There are three issues discussed in this article. The first one is about Russian tempered nationalism against Westerners; the second one discusses the gambling addiction toward economic and social class struggles; and the last one is about the way the heroine existence is portrayed along the storyline. Existential-sociological approach is used for it explains the way people make sense of their lives and it is inseparable from the social system and beliefs where they exist. The method used is descriptive qualitative to give deeper analysis upon the matters. The study finds that there are substantial influences of the Crimean war that affect the existence and social condition of Russian people as reflected on the novella. 
MULTICULTURALISM IN ALMINO SITUMORANG'S NOVEL SPRING Adji, Alberta Natasia
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.290.53-67

Abstract

[Judul: Multikulturalisme dalam Novel Spring Karya Almino Situmorang]. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi relasi multikultural dalam novel Spring (2010) karya Almino Situmorang, yang dibagi menjadi dua bagian cerita yang menjadi inti fokus diskusi. Masalah yang dibahas ialah representasi relasi dan negosiasi antara empat tokoh utama yang berbeda suku, ras, agama, dan bangsa. Teori yang digunakan adalah teori multikulturalisme yang digagas oleh Will Kymlicka. Metode yang digunakan ialah teknik pembacaan cermat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) relasi multikultural yang direpresentasikan dalam novel tersebut mencakup keberagaman yang sangat luas dan kompleks dengan berbagai macam perbedaan, (2) perihal perbedaan latar belakang kultural dan agama dapat dinegosiasikan dalam praktik kesehariannya, terutama dalam relasi pertemanan, dan (3) untuk soal pernikahan, mereka masih terikat pada standar-standar tradisi dan adat-istiadat yang kuat. Simpulan penelitian ini adalah multikulturalisme di Indonesia masih cenderung terbatas pada praktik-praktik dalam ruang lingkup pertemanan dan belum sepenuhnya membaur karena tradisi kultural yang masih bersifat kaku dan monolitis. The research explores multicultural relation in Almino Situmorang?s Spring (2010), which is divided into two parts of story that become the main focus of the dicussion. The main issues to discuss are representations of relation and negotiation among the four main characters who come from different ethnic, racial, religious, and national backgrounds. The  theory used is Will Kymlicka?s multiculturalism perspective. The method is the close-reading technique. The result of the study shows that (1) multicultural relation represented in the novel encompasses a broad and complex diversity with various differences, (2) issues concerning cultural and religious backgrounds are still negotiated in daily practices, specifically in friendship, and (3) for marrital aspects, they are hardly free from standard norms and customs that are still strongly upheld. The conclusion of the research is that multiculturalism in Indonesia tends to be limited to social practices in the surface sphere. Therefore, it has not completely blended because of  rigid and monolithic cultural traditions. 
AMBIVALENSI DAN KUASA PEREMPUAN TERJAJAH DALAM KARINA ADINDA: LELAKON KOMEDIE HINDIA TIMOER DALEM TIGA BAGIAN Dewojati, Cahyaningrum
ATAVISME Vol 20, No 1 (2017): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v20i1.257.1-13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap ambivalensi dan resistensi yang dipresentasikan tokoh perempuan terhadap kolonialisme Belanda dalam teks drama Karina Adinda. Adapun masalah yang dianalisis adalah ambivalensi, resistensi, dan kuasa perempuan terjajah yang terefleksi dalam teks drama Karina Adinda karya Liauw Giok Lan. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori feminisme pascakolonial yang berhubungan dengan budaya-budaya dari bangsa yang mengalami imperialisme Eropa dan cara elite pribumi dan peranakan melestarikan pola-pola kekuasaan atau dominasi kolonialisme. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis. Dari hasil analisis diketahui bahwa praktik penjajahan/kolonialisasi selalu menghasilkan kontak budaya dan interaksi antara kaum penjajah dan kaum terjajah. Dalam teks drama Karina Adinda, kontak bu-daya dan interaksi tersebut berupa hibriditas, mimikri, ambivalensi, dan resistensi yang diperlihat-kan oleh tokoh-tokoh perempuan, yakni Karina dan Raden Ajoe. [Title: Ambivalence and Power of Colonized Woman in Karina Adinda: Lelakon Komedie HindiaTimoer dalem Tiga Bagian]. This research aims to reveal the ambivalence and resistance presented by female character against colonialism in the text of Karina Adinda drama. The issues analyzed in this research are ambivalence, resistance, and the power of colonized women reflected in Liauw Giok Lan?s drama, Karina Adinda. The theory used in this study is postcolonial feminism that is associated with the cultures of people who experienced European imperialism and t he way native elite and peranakan preserved patterns of power and colonial domination. The method used in this study is the qualitative method that produces descriptive data in the form of written words. The analysis results show that the practice of colonization always produces cultural contacts and interactions between the colonizers with the colonized. In the Karina Adinda text drama, those cultural contacts and interactions are in the forms of hybridity, mimicry, ambivalence and resistance which demonstrated by figures of women, namely Karina and Raden Ajoe. 

Page 1 of 1 | Total Record : 8