cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2.1 (2017)" : 39 Documents clear
Uji Diabetes secara Non-Invasif Berbasis Konsentrasi DNA Saliva Prayitno, Oktavianus; Asmara, I Gede Yasa; Geriputri, Ni Nyoman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan suatu kelainan kompleks dari multisistem yang ditandai dengan adanya insufisiensi sekresi insulin secara relatif maupun absolut. Permasalahan saat ini berada pada monitoring diabetes melitus yang secara luas masih menggunakan jarum yang terkadang menyakitkan pada saat pengambilan darah. Dalam saliva ditemukan susunan bahan yang dapat dianalisis (DNA) yang dapat digunakan sebagai biomarker untuk translasi dan aplikasi klinis. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kemungkinan penggunaan konsentrasi DNA saliva sebagai bahan uji non-invasif pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan studi komparatif. Sampel yang digunakan adalah saliva yang berasal dari 20 orang dan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok orang dengan diabetes (D), dan kelompok orang normal/tanpa diabetes (N). Saliva yang terkumpul disentrifugasi dan diambil peletnya, Proses isolasi DNA dilakukan dengan tahapan Cell Lysis, DNA Binding, Pencucian, dan Elusi. Setelah didapatkan isolasi DNA dilakukan proses penghitungan konsentrasi DNA saliva dengan menggunakan spectrophotometer NanoDrop. Perbedaan konsentrasi DNA saliva diuji dengan uji Independent sample t test. Hasil: Rerata konsentrasi DNA saliva pada D dan N masing-masing 30.12 ng/μl dan 11.61 ng/μl. Berdasarkan data tersebut, terlihat perbedan konsentrasi DNA saliva yang signifikan secara statistik ( p<0,05). Simpulan: Konsentrasi DNA saliva pada orang dengan diabetes mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan konsentrasi DNA saliva pada orang tanpa diabetes, hal ini menunjukkan konsentrasi DNA saliva dapat digunakan sebagai bahan uji non-invasif pada penderita diabetes melitus.
Uji Diabetes Secara Non-Invasif Berbasis Kadar Asam Sialat Saliva Harlan, Muhammad Fauzan; Geriputri, Ni Nyoman; Asmara, I Gede Yasa
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan kelainan metabolisme karbohidrat yang mempengaruhi banyak sistem, ditandai dengan hiperglikemia dan glukosauria akibat insufisiensi sekresi insulin absolut atau relatif, atau resistensi insulin pada target jaringan. Diabetes menyebabkan mortalitas dan morbiditas terutama karena komplikasinya. Self-Monitoring of Blood Glucose (SMBG) merupakan suatu terobosan besar dalam penanganan diabetes karena pasien dapat menentukan kadar glukosa mereka selama kehidupan sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kemungkinan penggunaan kadar asam sialat saliva sebagai bahan uji non-invasif pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian komparatif. Sampel yang digunakan adalah saliva yang berasal dari 20 orang dan terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok orang dengan diabetes (D), dan kelompok orang normal/non-DM (N). Saliva yang terkumpul disentrifugasi dengan 8000 rpm. Hasil sentrifugasi berupa supernatan diambil sebanyak 50 μl dan ditambahkan 100 μl reagen Ninhydrin. Hasil campuran dipanaskan pada suhu 60°C dan dibaca dengan spektrofotometer pada 570 nm. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan Independent Sample T-test Hasil: Rerata kadar asam sialat saliva pada kelompok D dan N masing-masing 4.579 ± 1.113 dan 1.204 ± 0.549. Berdasarkan data tersebut, secara statistik terlihat perbedan kadar asam sialat saliva yang bermakna ( p<0,05). Kesimpulan: Terjadi peningkatan kadar asam sialat saliva yang bermakna pada penderita diabetes melitus bila dibandingkan dengan kadar asam sialat saliva pada orang tanpa diabetes, hal ini menunjukan konsentrasi DNA saliva dapat digunakan sebagai bahan uji non-invasif pada penderita diabetes melitus.
Uji Diabetes Melitus secara Non-Invasif Berbasis Kadar dan Profil Protein Saliva Depamede, Brian Umbu Rezi; Asmara, I Gede Yasa; Geriputri, Ni Nyoman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Diabetes merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan keadaan hiperglikemia. Diperlukan pola hidup sehat dan pemeriksaan rutin gula darah. Pemeriksaan glukosa darah dilakukan dengan proses pengambilan darah. Cara ini merupakan tindakan invasif yang memprovokasi nyeri, sehingga diperlukan prosedur non-invasif lainnya seperti pemeriksaan saliva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan kadar dan profil protein saliva pada individu sehat dan penderita diabetes. Metode : Penelitian ini merupakan studi komparatif. Sampelnya adalah saliva yang berasal dari 20 orang dan terbagi menjadi 2 kelompok. Kelompok penderita diabetes (D), dan kelompok individu normal (N). Saliva yang terkumpul disentrifugasi dan diambil supernatannya, lalu dilakukan proses pengukuran kadar protein saliva menggunakan spectrophotometer NanoDrop. Profil protein saliva dianalisis menggunakan SDS-PAGE. Uji statistik kadar protein saliva antara individu sehat dan penderita diabetes dilakukan dengan uji Independent Sample T-test. Hasil : Jumlah rata-rata kadar protein saliva pada kelompok penderita diabetes sebesar 2932±526μg/ml dan kelompok individu non-diabetes 2005±253μg/ml. Secara statistik peningkatan tersebut tidak signifikan (P>0,05). Pada profil protein saliva ditemukan 3 band peptida dengan berat molekul antara 25-35kDa pada penderita DM. Simpulan : Terdapat kecenderungan adanya peningkatan kadar protein saliva pada kelompok DM. Namun, secara statistik peningkatan tersebut tidak signifikan. Pada profil protein ditemukan adanya perbedaan band peptida saliva antara penderita DM dan individu normal.
Hubungan Riwayat Penggunaan Sabun Antiseptik pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram dengan Riwayat Atopi terhadap Kemungkinan Riwayat Kejadian Dermatitis Kontak Indraswari, Elina; Hapsari, Yunita; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang. Sabun antiseptik mengandung substansi antiseptik, seperti triklosan, triklokarban, dan alkohol, yang ditambahkan ke dalam dasar sabun. Substansi antiseptik tersebut dapat membunuh flora normal pada kulit. Selain itu, bahan antiseptik juga dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan sensitisasi terutama pada orang-orang dengan riwayat atopi. Hal ini dapat menyebabkan dermatitis kontak jika digunakan setiap hari dalam jangka waktu yang lama. Tujuan. Mengetahui hubungan riwayat penggunaan sabun antiseptik pada mahasiswa dengan riwayat atopi terhadap kemungkinan riwayat kejadian dermatitis kontak. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan populasi penelitian mahasiswa/i FK Unram. Pemilihan sampel dengan metode purposive sampling didapatkan 64 responden yang sesuai kriteria inklusi. Data yang digunakan berupa data primer yang diperoleh melalui pengisian mandiri dengan alat bantu kuesioner. Uji analisis yang digunakan adalah chi square. Hasil. Jumlah responden yang mengalami kemungkinan dermatitis kontak alergi adalah 11 orang. Merek sabun yang paling banyak digunakan oleh responden adalah Lifebuoy®. Dari uji chi square, tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara riwayat penggunaan sabun antiseptik daily-use terhadap kemungkinan riwayat kejadian dermatitis kontak (p=0,797). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara riwayat penggunaan sabun antiseptik daily-use pada responden dengan riwayat atopi terhadap kemungkinan riwayat kejadian dermatitis kontak
Korelasi Kadar Gula Darah Puasa dengan Nilai Tekanan Intra Okular pada Pasien Diabetes Mellitus di RSUD Provinsi NTB Natsir, Rizka Naniek; Andari, Marie Yuni; Asmara, I Gede Yasa
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Angka mortalitas dan morbiditas karena diabetes mellitus semakin meningkat. Peningkatan tekanan intraokular dapat menyebabkan terjadinya kebutaan. Diabetes mellitus merupakan salah satu faktor resiko yang dapat meningkatkan tekanan intraokular. Tujuan : Untuk mengetahui korelasi antara kadar gula darah puasa dengan nilai tekanan intraokular pada pasien DM. Metode : Metode penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Adapun jumlah sampel yang diperoleh adalah 34 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Semua pasien berusia lebih dari 18 tahun dan tidak mengalami glaukoma. Pengambilan data dilakukan secara langsung dengan mengukur tekanan intraokular. Data kadar gula darah puasa dicatat. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan korelasi Spearman. Hasil : Hasil analisis bivariat dengan mengunakan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara kadar gula darah puasa dengan nilai tekanan intraokular (p=0,037, r=0,036) pada pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB. Kesimpulan : Terdapat korelasi antara kadar gula darah puasa dengan nilai tekanan intraokular pada pasien DM di RSUD provinsi NTB.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Nilai Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Anugrah, Pandu Putera; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Pujiarohman, Pujiarohman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LatarBelakang: Beberapa penelitian sebelumnya telah menilai hubungan antara kualitas tidur dengan konsolidasi memori. Kemampuan mahasiswa dalam menjalankan pendidikannya di Fakultas Kedokteran dapat dilihat dari nilai akademik. Nilai akademik tersebut mungkin dapat tercapai dengan kualitas tidur yang baik. Namun dalam pelaksanaannya, nilai yang diharapkan tidak maksimal karena tekanan pendidikan dan aktivitas yang tinggi. Metode: Penelitian analitik korelatif dengan metode pengumpulan data cross-sectional. Sampel diambil dari mahasiswa fakultas Kedokteran Universitas Mataram angkatan 2014 yang berjumlah 66 orang. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data yaitu kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Data dianalisis dengan uji Pearson. Hasil: Mahasiswa Kedokteran Universitas Mataram angkatan 2014 sebesar 98,5% mahasiswa mengalami kualitas tidur yang buruk dan 1,5% mahasiswa mengalami kualitas tidur yang baik. Hasil uji Pearson menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dengan nilai akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram (p=0,895). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kualitas tidur dengan nilai akademik mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Spons Laut (Clathria sp.) sebagai Anti-Malaria terhadap Diameter Pulpa Putih Lien Mencit yang diinduksi Plasmodium Berghei Salim, Zulkifli; Wardoyo, E Hagni; Sabrina, Yunita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Malaria merupakan masalah kesehatan di Indonesia dan masih memiliki prevalensi tinggi. Salah satu faktor penyebabnya adalah semakin meningkatnya resistensi obat antimalaria konvensional seperti klorokuin. Spons Clathria sp. adalah salah satu biota laut yang mengandung senyawa alkaloid yang memiliki aktivitas anti-malaria tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ekstrak alkaloid Clathria sp. terhadap diameter pulpa putih lien pada mencit Balb/C yang terinfeksi Plasmodium berghei. Metode: Penelitian eksperimental dengan Post test only controlled group design. Sejumlah 30 ekor mencit jantan galur Balb/C diinfeksi dengan plasmodium berghei secara intraperitoneal. Sampel kemudian diagi menjadi 6 kelompok; 4 kelompok diberi ekstrak alkaloid Clathria sp. dengan dosis masing-masing 50, 100, 150, 200mg/kgBB, 2 kelompok lainnya diberikan akuades 5ml (K-) dan klorokuin 5mg/kgBB selama 7 hari. Pada hari ketujuh mencit diterminasi, dilanjutkan dengan pembuatan preparat histopatologi dan dilakukan pengamatan terhadap diameter pulpa putih organ lien. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis atau uji yang setara, kemudian dilanjutkan dengan uji Post-Hoc mann-Whitney U. Hasil: Hasil analisa statistik gambaran histopatologi organ lien menunjukan adanya perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol negatif dengan nilai signifikansi sebesar p=0,04 (P1), p=0,04 (P2), p=0,025 (P3), p=0,025 (P4) (p<0,05) pada diameter pulpa putih, serta tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol positif dengan nilai p =1,0 (P1), p=1,0 (P2), p=1,0 (P3), p=1,0 (P4) (p<0,05). Kesimpulan: Pemberian ekstrak Spons laut Clathria sp. berpengaruh terhadap diameter pulpa putih lien mencit Balb/C yang diinfeksi Plasmodium berghei
Efek Pemberian Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa Linn) terhadap Kadar ALP Dan GGT pada Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) yang diinduksi CCl4 (Karbon Tetraklorida) Suaranta, I Gede; Rizki, Muhammad; Padauleng, Novrita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Obat-obatan penginduksi kerusakan hati sering digunakan di Indonesia, bahkan 35,32% obat ini diberikan pada pasien gangguan hati. Annona squamosa Linn (srikaya) sebelumnya dilaporkan memiliki efek hepatoprotektor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak daun A. squamosa terhadap kadar ALP dan GGT serum pada tikus yang diinduksi CCL4. Metode: Dua puluh tikus wistar jantan (Rattus norvegicus) dibagi dalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (injeksi minyak zaitun, intraperitoneal), kelompok kontrol positif (injeksi CCl4 dalam minyak zaitun, intraperitoneal), kelompok dosis 1 dan dosis 2 (induksi CCl4 dan diberikan ekstrak daun A. squamosa 300 dan 350 mg/kgBB). Kerusakan hati diinduksi dengan injeksi CCl4 10% dalam minyak zaitun serial selama 5 minggu, diikuti 4 minggu pemberian ekstrak daun A. squamosa (300 dan 350 mg/kgBB) sekali sehari, sejak minggu ke-5. Sampel darah intrakardiak diambil pada akhir minggu ke-8. Perbedaan rerata kadar ALP antarkelompok dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis, sementara kadar GGT dengan uji Anova dan post hoc LSD. Hasil: Rerata kadar ALP serum tertinggi pada kelompok kontrol positif yaitu 265,80 ± 65,48 IU/L, kelompok kontrol negatif: 247,20 ± 85,95 IU/L, 226,00 ± 37,50 IU/L, dosis 1 dan dosis 2: 223,00 ± 30,72 IU/L. Rerata kadar GGT serum tertinggi adalah kelompok kontrol negatif sebesar 4,06 ± 0,61 IU/L, kelompok kontrol positif: 3,86 ± 0,34 IU/L, 2,40 ± 1,01 IU/L, dosis 1 dan dosis 2: 1,60 ± 1,07 IU/L Simpulan: Pemberian ekstrak daun A. Squamosal L. berpengaruh signifikan terhadap kadar GGT serum tikus yang diinduksi CCl4, namun tidak signifikan terhadap kadar ALP.
Analisis Deskriptif Faktor-faktor Potensial Penyebab Stres Orang Tua yang Anaknya Dirawat Inap di Rumah Sakit Sari, Putu Dian Puspita; Widiastuti, Ida Ayu Eka; Pujiarohman, Pujiarohman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang dan tujuan: Berbagai faktor berpotensi menjadi penyebab stres pada orang tua, salah satunya ketika anak dirawat inap di rumah sakit. Hal-hal yang bersifat emosi maupun sosial menjadi penyebabnya. Faktor penyebab stres orang tua saat anak dirawat inap antara lain, pelayanan rumah sakit, kenyamanan, besar penghasilan, dan dukungan keluarga. Stres yang terjadi pada orang tua, dikhawatirkan akan memiliki dampak yang buruk terhadap kondisi anak selama masa perawatan di rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai faktor-faktor potensial penyebab stres orang tua selama anak dirawat inap di rumah sakit. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah seluruh orang tua yang anaknya dirawat inap di RSUD Provinsi NTB, RSU Kota, dan RS Bhayangkara yang berjumlah 60 orang. Data penelitian yang diambil merupakan data primer yang diperoleh dari hasil pengisian kuesioner yang terdiri dari 4 faktor yang potensial menjadi penyebab stres, yaitu pelayanan rumah sakit, kenyamanan, besar penghasilan, dan dukungan keluarga. Hasil: Dari analisis deskriptif, diperoleh hasil 51,6% responden menyatakan bahwa dari segi pelayanan rumah sakit sudah cukup baik, dari segi kenyamanan didapatkan hasil 58,3% responden sudah cukup nyaman, dan dari faktor dukungan keluarga didapatkan 58,3% responden menyatakan sudah baik. Pada besar penghasilan, 56,7% responden mampu membiayai rumah sakit. Simpulan: Dari 4 faktor yang dianalisis diketahui bahwa dukungan keluarga merupakan hal yang paling baik dirasakan oleh responden, selama anak dirawat inap di rumah sakit. Kata kunci:

Page 4 of 4 | Total Record : 39