cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3.1 (2017)" : 45 Documents clear
KORELASI ANTARA INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER MENGGUNAKAN SKOR RISIKO FRAMINGHAM PADA POPULASI DI KOTA MATARAM Rosati, Intania; Indrayana, Yanna; Sari, Dian Puspita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Obesitas merupakan permasalahan kesehatan dunia. Prevalensi obesitas di Indonesia meningkat tahun 2007 hingga tahun 2013. Riskesdas 2013 menyatakan penyakit tidak menular nomor satu yang disebabkan oleh obesitas adalah penyakit kardiovaskuler. Metode pengukuran obesitas yang paling sering digunakan adalah indeks massa tubuh (IMT). Skor risiko Framingham seringkali dipakai sebagai metode penilaian risiko penyakit kardiovaskuler selama 10 tahun yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara IMT dengan risiko penyakit kardiovaskuler menggunakan persentase skor risiko Framingham. Metode: Penelitian ini meggunakan rancangan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian dilaksanakan di Lombok Epicentrum Mall pada bulan Oktober 2015. Sebanyak 66 partisipan berusia lebih dari 50-74 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi diikutsertakan pada penelitian ini. Tingkat risiko penyakit kardiovaskular diestimasi berdasarkan Framingham Risk Score yang meliputi usia, jenis kelamin, merokok, tekanan darah sistolik, diabetes mellitus, kolesterol total, dan kolesterol HDL. Pengukuran IMT dihitung dengan membagi berat badan dengan kuadrat tinggi badan. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rentang nilai IMT pada subyek penelitian adalah 18,54 – 38,21 kg/m2 dengan median 24,41 kg/m2. Sementara nilai median persentase FRS pada penelitian ini adalah 9,1% dengan rentang minimum dan maksimum adalah 2,19 – 63,34%. Berdasarkan uji korelasi Spearman diperoleh koefisien korelasi sebesar -0,066 (p=0,596). Kesimpulan: Terdapat korelasi yang tidak signifikan antara IMT dengan risiko penyakit kardiovaskular menggunakan persentase skor risiko Framingham pada populasi di Kota Mataram.
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI (BUBUR SUSU) TERHADAP STATUS GIZI BALITA USIA 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JEMBATAN KEMBAR KABUPATEN LOMBOK BARAT Kurniati, Mimin; Nurbaiti, lina; Cholidah, Rifana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang :Makanan pendamping ASI adalah makanan atau minuman yang diberikan pada usia 6-24 bulan untuk mencukupi kebutuhan gizi balita.Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini maupun terlambat akan menyebabkan bayi rentan mengalami penyakit infeksi, alergi, kekurangan gizi, dan kelebihan gizi, sehingga dapat menyebabkan malnutrisi dan gangguan pertumbuhan. Pola pemberian MP-ASI pada balita yang tidak sesuai umurnya juga berisikomengalami gizi buruk. Tujuan :Untuk mengetahui hubungan kebiasaan pemberian MP-ASI (Bubur Susu) terhadap status gizi balita usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar Kabupaten Lombok Barat. Metode :Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik yang menggambarkan hubungan kebiasaan pemberian MP ASI (bubur susu) dengan status gizi balita. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 51 responden. Hasil : Status gizi balita paling banyak berdasarkan BB/U yaitu gizi baik 49 orang (96,1 %), berdasarkan PB/U yaitu gizi normal47 orang (92,2 %), berdasarkan BB/PB yaitu gizi normal 49 orang (96,1 %). Hasil uji chi-square diperoleh nilai p ≥ 0,05, sehingga tidak didapatkan adanya hubungan antara tingkat pemberian MP-ASI (frekuensi, porsi dan komposisi)terhadap status gizipada balita usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar. Kesimpulan :Tidak terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan pemberian MP-ASI (Bubur Susu) terhadap status gizi balita usia 6-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jembatan Kembar Kabupaten Lombok Barat.
KORELASI ANTARA USIA DENGAN EKSPRESI BCL-2 PADA PASIEN KARSINOMA NASOFARING WHO TIPE III Putra, Putu Arthana; Kadriyan, Hamsu; Aryani, Gusti Ayu Trisna; Djannah, Fathul
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma nasofaring adalah karsinoma pada mukosa nasofaring dan paling banyak terjadi pada usia 40-49 tahun. Kegagalan apoptosis merupakan mekanisme dasar terjadinya karsinoma tersebut. Salah satu faktor yang berkaitan dengan abnormalitas apoptosis yang terjadi pada karsinoma nasofaring adalah Bcl-2 Tujuan: Mengetahui korelasi antara usia dengan ekspresi Bcl-2 pada pasien Karsinoma Nasofaring WHO tipe III Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan design cross sectional. Penelitian ini menggunakan data rekam medik pasien karsinoma nasofaring WHO tipe III dari Rumah Sakit Umum Provinsi NTB dan hasil pemeriksaan laboratorium yang mendeteksi ekspresi Bcl-2 pada blok paraffin pasien tersebut. Usia pasien dikategorikan menjadi <45 tahun dan ≥45 tahun. Pemeriksaan imunohistokimia pada penelitian ini mengelompokkan hasil ekspresi Bcl-2 menjadi 4 kategori (ekspresi Bcl-2 negatif, positif 1, positif 2, dan positif 3). Sampel penelitian ini ditentukan dengan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji korelasi lambda. Hasil: Pasien karsinoma nasofaring WHO tipe III di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB yang berusia <45 tahun 26 pasien dan yang berusia ≥45 tahun 18 pasien. Hasil pemeriksaan imunohistokimia, dari 44 sampel yang diteliti, 15 orang mengekspresikan Bcl-2 negatif, 13 orang mengekspresikan Bcl-2 positif 1, 1 orang mengekspresikan Bcl-2 positif 2, dan 15 orang mengekspresikan Bcl-2 positif 3. Hasil uji korelasi lambda menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang signifikan antara usia dengan ekspresi Bcl-2 pada pasien karsinoma nasofaring WHO tipe III (p = 0,562). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara usia dengan ekspresi Bcl-2 pada pasien Karsinoma Nasofaring WHO tipe III di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB
HUBUNGAN PEMBERIAN MP-ASI (NASI TIM) TERHADAP STATUS GIZI BALITA USIA 8-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUJUR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Muna, Nilnal; Nurbaiti, Lina; Cholidah, Rifana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: MP-ASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Ketepatan usia pemberian MP-ASI dapat berpengaruh terhadap status gizi. Secara nasional, Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk salah satu provinsi yang mengalami gizi buruk dan gizi kurang tertinggi. Penilaian masalah status gizi ini menurut WHO dapat diukur menggunakan indikator berat badan menurut umur (BB/U), berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan tinggi badan menurut umur (TB/U). Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian MP-ASI (nasi tim) terhadap status gizi balita usia 8-12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Mujur Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yaitu consecutif sampling dengan jumlah sampel 51. Uji statistik yang digunakan yaitu chi-square. Hasil: Pemberian MP-ASI (nasi tim) pada balita usia 8-12 bulan tidak berhubungan dengan status gizi balita dengan nilai (p ≥ 0,05). Hasil dari uji chi-square didapatkan tingkat pengetahuan dan pekerjaan ibu tidak berhubungan dengan frekuensi, porsi, komposisi pemberian MP-ASI (nasi tim) dengan nilai p ≥ 0,05, sedangkan tingkat pendidikan berhubungan dengan frekuensi pemberian MP-ASI nasi tim (r = 0,95, p = 0,023). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan pemberian MP-ASI (nasi tim) terhadap status gizi balita usia 8-12 bulan.
PENGARUH LAMA PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL RAMUAN KENCING MANIS DARI LOMBOK TERHADAP KADAR SGOT DAN SGPT PADA TIKUS (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI NIKOTINAMID DAN STREPTOZOTOCIN Syafitri, Anna Yulfa; Nurhidayati, Nurhidayati; Padauleng, Novrita; Widiastuti, Ida Ayu Eka Widiastuti Eka
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus merupakan salah satu gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemia puasa dan sewaktu. Ramuan kencing manis dari Lombok ini merupakan kombinasi dari lima tanaman dan dipercaya dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama pemberian ekstrak ramuan kencing manis dari Lombok terhadap fungsi hepar yang dinilai dari kadar SGOT dan SGPT pada tikus diabetik. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental. Penelitian ini menggunakan 16 ekor tikus unit replikasi (Rattus norvegicus L.) jantan galur wistar yang telah diinduksi nikotinamid dan streptozotocin. Kelompok penelitian terdiri atas 4 kelompok, 2 kelompok perlakuan (P1 dan P2) dan 2 kelompok control (K1 dan K2). P1 diberikan ramuan kencing manis dari Lombok dengan dosis 73,4mg/200kgBB selama 7 hari. P2 diberikan ramuan dosis 73,4mg/200kgBB selama 14 hari. K1 tanpa diberikan ramuan selama 7 hari, K2 tanpa diberikan ramuan selama 14 hari. Sampel darah diambil secara intrakardiak dan dilanjutkan dengan pemeriksaan kadar SGOT dan SGPT. Analisis data dilakukan dengan uji statistik komparatif non parametrik Mann-whitney dan Wilcoxon. Hasil: Tidak ada perbedaan pada kadar SGOT dan SGPT kelompok perlakuan dengan kontrolnya, serta kelompok 7 hari dengan 14 hari. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh lama pemberian ekstrak etanol ramuan kencing manis dari Lombok terhadap kadar SGOT dan SGPT hepar.